Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN

PENGELOLAAN LIMBAH PADAT (SAMPAH) MEDIS

RUMAH SAKIT PETROKIMIA GRESIKDRIYOREJO


2016

i
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, bahwa panduan


pengelolaan limbah padat (sampah) medisRS Petrokimia Gresik Driyorejo telah selesai
dan dapat disusun dengan baik.
Panduan pengelolaan limbah padat (sampah) medismerupakan panduanyang
digunakan sebagai acuhan dalam pengumpulan dan pengangkutan limbah padat medis.
Dalam kesempatan yang baik ini kami mengajak semua pihak yang terkait untuk
bersama-sama dapat memberikan masukan yang membangun demi kesempurnaan buku
panduan ini, kritik dan saran sangat kami harapkan agar kedepannya dapat menjadi lebih
baik lagi. Tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan buku panduan ini.
Semoga buku panduan pengelolaan limbah padat (sampah) medisiini dapat bermanfaat
dalam pelaksanaan kerja di lingkungan RS Petrokimia Gresik Driyorejo khususnya di
Komite PPI.

Gresik, Maret 2016


Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Cover Depan ................................................................................................... i


Kata Pengantar .............................................................................................. ii
Daftar Isi ........................................................................................................ iii
BAB 1 Definisi ............................................................................................. 1
BAB 2 ruang lingkup ................................................................................... 3
BAB 3 Tata laksana ..................................................................................... 4
3.1 Limbah Benda Tajam ..........................................................................4
3.2 Limbah Infeksius ................................................................................5
3.3 Limbah Jaringan Tubuh ......................................................................6
3.4 Limbah farmasi ..................................................................................7
BAB 4 Dokumentasi .................................................................................... 8

iii
BAB 1
DEFINISI

1. Limbah rumah sakit : semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit

yang berbentuk padat, cair dan gas (Permenkes No.1204, 2004)

2. Limbah padat rumah sakit : semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat

sebagai akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis padat dan

non medis (Permenkes No.1204, 2004)

3. Limbah medis padat : limbah padat yang terdiri dari limbah benda tajam, limbah

infeksius, limbah jaringan tubuh, limbah sitotoksis, limbah farmasi, limbah kimia,

limbah radioaktif, limbah plastic (pedoman sanitasi RS, 2002)

4. Limbah benda tajam : obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung

atau bagian menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit (pedoman

sanitasi RS, 2002)

5. Limbah infeksius : limbah yang terkontaminasi organisme pathogen yang tidak

secara rutin ada di lingkungan dan organism tersebut dalam jumlah dan virulensi

yang cukup untuk menularkan penyakit pada manusia rentan (Permenkes

No.1204, 2004)

6. Limbah jaringan tubuh : limbah jaringan tubuh yang dibuang pada saat

pembedahan atau autopsy, meliputi jaringan tubuh, organ, anggota badan,

placenta, darah dan cairan tubuh lainnya (pedoman sanitasi RS, 2002)

7. Limbah farmasi : limbah yang berasal dari obat-obatan kadaluarsa, obat dengan

kemasan rusak, obat-obatan yang dikembalikan pasien, obat-obat yang tidak

diperlukan lagi oleh rumah sakit dan limbah yang dihasilkan selama proses

produksi obat-obatan (pedoman sanitasi RS, 2002)

8. Limbah kimia : limbah yang dihasilkan dari penggunaan kimia dalam tindakan

medis, veterinary, laboratorium, proses sterilisasi dan riset (pedoman sanitasi RS,

2002)

1
9. Limbah radioaktif : bahan yang terkontaminasi dengan radio isotop yang berasal

dari penggunaan medis atau riset radionuklida (pedoman sanitasi RS, 2002)

10. Limbah plastic : bahan plastic yang dibuang oleh klinik, rumah sakit, dan sarana

pelayanan kesehatan lainnya (pedoman sanitasi RS, 2002)

11. Minimasi limbah : upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mengurangi jumlah

limbah yang dihasilkan dengan cara mengurangi bahan (reduce), menggunakan

kembali limbah (reuse) dan daur ulang limbah (recycle) (Permenkes No.1204,

2004)

2
BAB 2
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup dalam pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit

Petrokimia Gresik Driyorejo, antara lain :

1. Pemilahan dan pewadahan limbah padat medis mulai dari sumber penghasil

limbah di lingkungan rumah sakit.

2. Pengumpulan dan pengangkutan limbah padat medis di lingkungan rumah sakit.

3. Pengawasan pengambilan sampah medis dari ruangan sampai pengumpulan dan

pengangkutan limbah padat medis oleh pengangkut (pihak ketiga)

3
BAB 3
TATA LAKSANA

3.1. Limbah Benda Tajam

a. Pemilahan dan pewadahan limbah benda tajam, dimulai dari ruang

penghasil limbah. Contoh limbah benda tajam : jarum suntik, scapel, jarum

IV Cath, pipet, ampul, pisau dan jarum beserta spuit/syringe. Melepas

(clipping), membengkokkan (bending), atau mematahkan (breaking) jarum-

jarumdari spuitnya tidak diperbolekan, karena akan menyebabkan

pembiakan mikroorganisme (accidental inoclation) dan resiko tertusuk benda

tajam.

b. Limbah benda tajam dimasukkan dalam satu wadah/safety box tanpa

memperhatikan terkontaminasi atau tidak. Wadah harus anti bocor, anti

tusuk dan tidak mudah untuk dibuka lagi. Wadah diberi label infeksius.

c. Pengumpulan dan pengangkutan safety box dilakukan apabila safety box

sudah terisi ¾bagian, untuk kemudian dikumpulkan di TPS B3 RSAU

dr.Erfam Harsana. Safety box yang sudah diangkut diganti dengan yang

baru.

d. Petugas yang menangani limbah benda tajam : pengumpul danpengangkut

dan pengolah/ pemusnah, harus menggunakan Alat Pelindung Diri (masker,

sarung tangan,sepatu) sesuai ketentuan.

e. Pengumpulan dan pengangkut limbah benda tajam dilakukan sekali sehari (

pada saat sampah sudah penuh) dengan menggunakan troli yang tertutup

bersama limbah padat medis lainnya dan ditimbang sebelum di kumpulkan

di TPS B3 RSAU dr.Efram Harsana. Limbah yang sudah terkumpul diolah

oleh pihak ketiga dengan pengangkutan sekali dalam seminggu. Selama

proses penggangkutan, limbah infeksius tidak boleh tercecer di jalan. Troliy

dan tong sampah harus segera dicuci dan didesinfeksi sesudah digunakan.

4
f. Pengangkutan “LIMBAH B3” keluar rumah sakit dengan menggunakan

kendaraan khusus dari pihak ketiga. Pihak ketiga bertanggungjawab penuh

atas resiko dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan

pengangkutan dan pengolahan “LIMBAH B3” sejak keluar dari rumah sakit.

g. Pengawasan pelaksanaan harian meliputi pengawasan pengambilan sampah

medis di ruangan dan pengawasan sarana sampah medis di ruangan.

3.2. LimbahInfeksius
a. Pemilahan dan pewadahan limbah infeksius, dimulai dari ruangan penghasil

limbah..

b. Limbah infeksiusdimasukkan ke dalam tempat sampah berlabel “SAMPAH

MEDIS” yang sudah dilapisi kantong plastik warna kuning.

c. Pengumpulan dan pengangkut limbah infeksius dilakukan 3 kali sehari (

pagi,siang dan malam) dengan menggunakan troli dan tong/ kontainer

khusus bewarna kuning yang tertutup bersama limbah padat medis lainnya

dan ditimbang sebelum di kumpulkan di TPS B3 RS. Petrokimia Gresik

Driyorejo. Limbah yang sudah terkumpul diolah oleh pihak ketiga dengan

pengangkutan 2 kali dalam seminggu. Selama proses penggangkutan,

limbah infeksius tidak boleh tercecer di jalan. Troliy dan tong sampah harus

segera dicuci dan didesinfeksi sesudah digunakan.

d. Petugas yang menangani limbah infeksius : pengumpul dan pengangkut

harus menggunakan Alat Pelindung Diri (masker, sarung tangan, sepatu

boot, apron, google,topi) sesuai ketentuan.

e. Pengangkutan “LIMBAH B3” keluar rumah sakit dengan menggunakan

kendaraan khusus dari pihak ketiga. Pihak ketiga bertanggungjawab penuh

5
atas resiko dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan

pengangkutan dan pengolahan “LIMBAH B3” sejak keluar dari rumah sakit.

f. Pengawasan pelaksanaan harian meliputi pengawasan pengambilan sampah

medis di ruangan dan pengawasan sarana sampah medis di ruangan.

3.3. LimbahJaringan Tubuh

a. Pemilahan dan pewadahan limbah jaringan tubuh, dimulai dari ruangan

penghasil limbah. Contoh limbah jaringan tubuh : Placenta, anggota badan

dan organ.

b. Limbah jaringan tubuh dimasukkan bersama limbah padat medis lainnya ke

dalam tempat sampah berlabel “SAMPAH MEDIS” yang sudah dilapisi

kantong plastik warna kuning.

c. Pengumpulan dan pengangkut limbah infeksius dilakukan 3 kali sehari (

pagi,siang dan malam) dengan menggunakan troli dan tong/ kontainer

khusus berwarna kuning yang tertutup bersama limbah padat medis lainnya

dan ditimbang sebelum di kumpulkan di TPS B3 RS. Petrokimia Gresik

Driyorejo, limbah yang sudah terkumpul diolah oleh pihak ketiga dengan

pengangkutan 2 kali dalam seminggu. Selama proses penggangkutan,

limbah infeksius tidak boleh tercecer di jalan. Troliy dan tong sampah harus

segera dicuci dan didesinfeksi sesudah digunakan.

d. Petugas yang menangani limbah infeksius : pengumpul dan pengangkut

harus menggunakan Alat Pelindung Diri (masker, sarung tangan, sepatu

boot, apron, google, topi)sesuai ketentuan.

e. Pengangkutan “LIMBAH B3” keluar rumah sakit dengan menggunakan

kendaraan khusus dari pihak ketiga.Pihak ketiga bertanggungjawab penuh

atas resiko dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan

pengangkutan dan pengolahan “LIMBAH B3” sejak keluar dari rumah sakit.

6
f. Pengawasan pelaksanaan harian meliputi pengawasan pengambilan sampah

medis di ruangan dan pengawasan sarana sampah medis di ruangan.

3.4. Limbah Farmasi

a. Pemilahan dan pewadahan limbah farmasi, dimulai dari ruangan penghasil

limbah. Contoh limbah farmasi : obat kadaluarsa, obat dengan kemasan

rusak, obat yang sudah tidak digunakan lagi.

b. Pemilahan obat dilakukan setiap bulan saat stock opname Rumah Sakit

petrokimia Gresik Driyorejo, setelah dikumpulkan dibuatkan berita acara

(BA) dengan mengetahui SPI dan Direktur Rumah Sakit Petrokimia Gresik

Driyorejo untuk dilakukan pengembalian barang ke gudang farmasi pusat.

BAB 4
DOKUMENTASI

Dilakukan audit kepatuhan penerapan kewaspadaan berdasarkan tranmisi,

hasilnya dilaporkan ke Instalasi dan kepala rumah sakit.

7
8
9