Anda di halaman 1dari 6

Makalah

PARAMETER KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN


IKLIM
Disusun oleh:

Kelompok 4

Nisa sabilla (1912101010082)

Sania vauka ismi (19121010

Qanita putri

Natasya audia

Khairun nisa

Alif maulana

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang. Kami
panjatkan puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-
NyA kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ilmiah tentang parameter
kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Makalah ini sudah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak
sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari segala hal tersebut, Kami sadar sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karenanya kami dengan lapang dada
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang parameter kerusakan lingkungan dan
perubahan iklim ini bisa memberikan manfaat maupun inspirasi untuk pembaca.

Banda aceh, 11 desember 2019

Penyusun

Kelompok 4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Defenisi Perubahan Iklim

1. Pengertian Perubahan Iklim

Pada umumnya orang sering menyatakan kondisi iklim sama saja dengan kondisi cuaca, padahal
kedua istilah tersebut adalah suatu kondisi yang tidak sama.

Beberapa definisi cuaca adalah:

a. Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu saat termasuk perubahan,

perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979).

b. Keadaan variable atmosfer secara keseluruhan disuatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen
T. Trewartha, 1980).

c. Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain suhu, tekanan, angin,
kelembaban dan berbagai fenomena hujan, disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang
pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1987).

Sedangkan iklim didefinisikan sebagai berikut :

Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat
dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World
Climate Conference, 1979)

b. Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama
kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).

c. Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban, yang
terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs,1987).

Adapun definisi perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu
dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia
(Kementerian Lingkungan Hidup, 2001).

Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. LAPAN
(2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata rata salah satu atau lebih elemen cuaca
pada suatu daerah tertentu. Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim
dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan.

IPCC (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi ratarata kondisi iklim suatu
tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya
dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam
internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi
atmosfer dan tata guna lahan.

Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah ’pemanasan global’,
padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim, karena parameter
iklim tidak hanya temperatur saja, melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi, kondisi
awan, angin, maupun radiasi matahari. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur
atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada
perubahan pola iklim global.

Pemanasan global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di
atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang
menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim
global. Meskipun pemanasan global hanya merupakan satu bagian dalam fenomena perubahan iklim,
namun pemanasan global menjadi hal yang penting untuk dikaji.

Hal tersebut karena perubahan temperatur akan memberikan dampak yang signifikan terhadap
aktivitas manusia. Perubahan temperatur bumi dapat mengubah kondisi lingkungan yang pada tahap
selanjutkan akan berdampak pada tempat dimana kita dapat hidup, apa tumbuhan yang kita makan
dapat tumbuh, bagaimana dan dimana kita dapat menanam bahan makanan, dan organisme apa yang
dapat mengancam. Ini artinya bahwa pemanasan global akan mengancam kehidupan manusia secara
menyeluruh. Studi perubahan iklim melibatkan analisis iklim masa lalu, kondisi iklim saat ini, dan
estimasi kemungkinan iklim di masa yang akan datang (beberapa dekade atau abad ke depan). Hal ini
tidak terlepas juga dari interaksi dinamis.

B. Perkembangan Perubahan Iklim Hingga

Pada 1898, ilmuwan Swedia Svante Ahrrenius mengingatkan bahwa emisi karbon dioksia (CO2)
dapat menjadi penyebab pemanasan global. Namun, baru pada tahun 1970-an ilmuwan mendiskusikan
pemanasan global sebagai agenda ilmiah yang selanjutnya menjadi keputusan politik. Sebelum itu,
pemanasan global tenggelam dalam berbagai isu lain seperti nuklir dan perang dingin.

Perubahan iklim terjadi karena perubahan keseimbangan lingkungan. Meningkatnya konsentrasi


gas rumah kaca (uap air, CO2, NOx, CH4, dan O3)di atmosfer akibat aktifitas pembakaran bahan bakar
fosil oleh manusia menyebabkan terbentuknya semacam selimut tak tampak mata yang mengurung
gelombang panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Efeknya adalah permukaan bumi
semakin memanas dan pada akhirnya memicu perubahan iklim.
BAB II

PEMBAHASAN
Perbahan iklim dapat menyebabkan dampak yang signifikan dalam kehidupan makhluk hidup.
Dampaknya dapat berpengaruh pada