Anda di halaman 1dari 6

UJIAN TENGAH SEMESTER

PROMOSI KESEHATAN LANJUT

============================================================================
PERHATIKAN

1. Jawablah dengan memberikan tanda silang (X) pada lembar jawaban yang telah disediakan.
2. Jangan memberikan tanda apapun dalam soa-soal ini
3. Soal dikembalikan bersama dengan lembar jawaban yang telah diisi

I. JAWABLAH DENGAN:
A. Bila 1, 2 ,3 benar
B. Bila 1 dan 3 benar
C. Bila 2 dan 4 benar
D. Bila 4 saja yang benar
E. Bila tidak ada yang benar

Kasus: Ani adalah seorang Bidan di desa dan bertugas di Puskesmas Musuk. Ia ditugaskan oleh kepala
Puskesmas untuk meningkatkan cakupan Ante Natal Care diwilayah Puskesmas tersebut yang masih
rendah. Langkah awal yang dilakukan Ani adalah melakukan Promosi Kesehatan dalam hal Ante
Natal Care.

1. Sasaran primer promosi kesehatan dari Ani adalah:


1. Kepala Desa
2. Kader Ksehatan
3. Wanita Usia Subur
4. Ibu-ibu hamil
2. Materi promosi kesehatan yang penting disampaikan kepada masyarakat sasaran, disebut:
1. Komplikasi kehamilan
2. Immunisasi dasar
3. Gizi ibu hamil
4. Penggunaan obat generik
3. Dalam penyuluhan atau Promosi Kesehatan ini, Ani melakukan ceramah kepada ibu-ibu hamil
di Balai Desa. Hal ini berarti ia melakukan komunikasi
1. Intra personal
2. Inter personal
3. Massa
4. Kelompok
4. Tujuan promosi kesehatan ini adalah meningkatkan perilaku terbuka (overt behavior) ibu hamil,
yakni:
1. Memahami pentingnya periksa hamil
2. Minum pil tambah darah
3. Menyadari pentingnya imunisasi TT
4. Senam hamil setiap pagi
5. Sedangkan perilaku terbuka (covert behaviour) yang prenting bagi sasaran Promkes in adalah
1. Memahami pentingnya periksa hamil
2. Minum pil tambah darah secara rutin
3. Menyadari pentingnya makan yang bergisi bagi janin yang dikandung
4. Memperoleh imunisasi TT.
6. Kecuali kepada ibu hamil, Ani perlu melakukan pendekatan kepada tokoh suami dan tokoh
masyarakat. Mereka ini adalah merupakan sasaran...............promosi kesehatan:
1. Primer
2. Sekunder
3. Terter
4. Quarter
7. Salah satu bentuk komunikasi massa yang sering digunakan dalam program kesehatan, dengan
mengklasifikasikan target sasaran, adalah:
1. Pengerahan massa
2. Mobilisasi massa
3. Pemasaran produk
4. Pemasaran social
8. Institusi pelayanan kesehatan yang biasanya digunakan untuk implementasi promosi kesehatan
adalah:
1. Rumah Sakit
2. Tempat-tempat umum
3. Puskesmas
4. Tempat kerja
9. Bidan Anik dalam kegitan Promosi Kesehatan di wilayah kerjanya juga melakukan advokasi
kepada sasaran tertier, yakni:
1. Para suami
2. Kader kesehatan
3. Tokoh masyarakat
4. Camat dan lurah
10. Dalam upaya meningkatan cakupan ANC (ante natal care) di wilayah Puskesmas ini perlu
ditambahnya tempat-tempat periksa hamil.Sarana parasarana periksa hamil adalah merupakan
faktor..........perilaku periksa hamil.
1. Predisposing
2. Enforecing
3. Reenforecing
4. Enabling
11. Pernyataan yang bukan termasuk perilaku terbuka (overt behavior) kesehatan adalah:
1. Seorang ibu memeriksakan kesehatnnya
2. Seorang ayah selalu melakukan cek kesehatannya rutin
3. Seorang ibu membawa anaknya untuk memperoleh imunisasi
4. Seorang ayah selalu mengingatkan isterinya untuk masak makanan yang bergizi.
12. Kebijakan berwawasan kesehatan (healthy public policy) antara lain:
1. Peraturan daerah tentang larangan merokok ditempat-tempat umum
2. Pemasangan spanduk anti merokok
3. Surat edaran untuk mewajibkan pengelola tempat-tempat umum meyediakan ruangan
khusus merokok
4. Membagikan selebaran (leaflet) anti merokok

II. PILIH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT (BENAR):

Kasus: Adi seorang pemuda lulusan Sarjana, luas pergaulannya, namun sampai sekarang
ia tidak bekerja. Untuk sementara ia menjadi relawan pelatih bela diri bagi anak-
anak sekampungnya.

13. Menurut pendapat anda, dimensi sehat yang mana yang tidak dimiliki oleh Adi?
A. Sehat fisik
B. Sehat social
C. Sehat ekonomi
D. Sehat mental
14. Dimensi sehat social Adi ini dapat diukur antara lain dari indicator:
A. Produktif
B. Dapat berpikir logis
C. Bergaul dengan temam-teman sebayanya tanpa hambatan
D. Menjalannkan ibadah menurut keyakinannya.

15. Faktor pemudah (predisposing) “healthy life style” antara lain adalah sebagai berikut, kecuali:
A. Pengetahuan tentang kesehatan
B. Sikap terhadap nilai-nilai kesehatan
C. Tradisi-tradisi yang terkait dengan kesehatan
D. Informasi-informasi tentang hidup sehat
16. Faktor penguat (reinforcing) bagi ibu untuk periksa hamil antara lain:
A. Pengetahuan tentang periksa hamil
B. Isteri kepala desa juga periksa hamil
C. Dekat dengan bidan praktek
D. Bukan salah satu diatas (Bssd)
17. Sehat mental seseorang dapat diukur dari indicator dibawah ini, kecuali
A. Kemampuan berfikir logis
B. Menjalankan ajaran-ajaran agama yang dianutnya
C. Mampu mengekspresikan emosinya
D. Mempunyai kegatan-kegiatan social dan ekonomi
18. Kegiatan petugas kesehatan dalam mencari dukungan kepada para “pembuat keputusan” untuk
suatu program kesehatan bagi masyarakat, disebut:
A. Kemitraan
B. Advokasi
C. Kualisi
D. Partisipasi
19. Peraturan, perudang-undangan, surat keputusan, pengumuman larangan merokok ditempat-
tempat umum, adalah merupakan factor……….perilaku kesehatan:
A. Predisposing
B. Enabling
C. Reinforcing
D. Confounding
20. Promosi atau penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban,
membuang sampah ditempatnya, adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan
melalui intervensi terhadap diteminan:
A. Lingkungan
B. Perilaku
C. Pelayanan kesehatan
D. Herediter
21. Unsur-unsur komunikasi adalah sebagai berikut, kecuali:
A. Komunikator
B. Komunikan
C. Alat (instrument)
D. Media
22. Strategi Promosi Ksehatan yang tujuannya untuk memperoleh dukungan dari tokoh masyarakat
biasanya disebut:
A. Empowerment
B. Social support
C. Advocacy
D. Social marketing
23. Dalam pemasaran social (social marketing) sebagai pusat kegiatan diarahkan kepada
A. Product (produk)
B. Place (tempat)
C. Promosi (promotion)
D. Consumer (manyarakat pegguna pelayanan)
24. Pendidikan atau Promosi Kesehatan yang paling mendasar dan utama dilaksanakan dalam
tatanan:
A. Keluarga
B. Posyandu
C. Taman kanak-kanak
D. Sekolah
25. Promosi kesehatan perlu dilakukan pada semua program kesehatan, karena:
A. Semua petugas kesehatan berkewajiban untuk itu
B. Masyarkat memerlukan
C. Semua masalah kesehatan mempunyai aspek perilaku
D. Perilaku hanya dapat diintervensi dengan pendidikan kesehatan.
26. Dibawah ini adalah tempat-tempat umum (TTU) yang memerlukan promosi kesehatan, kecuali:
A. Terminal
B. Tempat tinggal
C. Bandar Udara
D. Pasar
27. Yang dimaksud dengan materi pendidikan/promosi kesehatan adalah sebagai berikut, kecuali:
A. Pesan-pesan kesehatan (messages)
B. Informasi-informasi kesehatan
C. Anjuran-anjuran tentang hidup sehat
D. Iklan-iklan tentang kesehatan
28. Pendidikan/promosi kesehatan untuk para ibu menyusui utamanya mencakup materi-materi
sebagai berikut, kecuali:
A. Gizi bayi dan balita
B. Imunisasi
C. Perkembangan anak
D. Kesehatan lingkungan
29. Bentuk komunikasi yang paling efektif dalam rangka promosi kesehatan adalah:
A. Komunikasi intra personal
B. Komunikasi inter personal
C. Komunikasi masa
D. Komunikasi sosial
30. Pemasaran social dalam kesehatan, yang dimaksud produk adalah sebagai berikut, kecuali:
A. Pesan-pesan kesehatan
B. Perilaku hidup sehat
C. Media promosi
D. Informasi-informasi kesehatan
31. Pernyataan dibawah ini, yang mana tidak termasuk perilaku terbuka (overt behavior).
A. Ibu mamil memerikasakan kehamilannya
B. Penderita TBC minum obat teratur
C. Anak remaja memahami bahaya Narkoba
D. Usia lanjut melakuan senam osteoporosis secara teratur.
32. Tujuan Promosi kesehatan dalam program imunisasi antara lain adalah sebagai berikut, kecuali
:
A. Menurunnya angka kesakitan
B. Meningkatnya cakupan imunisasi
C. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi
D. Meningkatnya sikap ibu terhadap imunisasi
33. Perilaku sehat bagi tokoh masyarakat sangat penting dalam Promosi Kesehatan, karena perilaku
tokoh masyarakat merupakan faktor...............perilaku masyarakat.
A. Pemudah (predisposing factor)
B. Pemungkin (enabling factor)
C. Penguat (reenforcing factor)
D. Pengikat (rebounding)
34. Dibawah ini adalah sikap-sikap positif ibu terhadap kesehatan anak balitanya, kecuali:
A. Mendengarkan ceramah tetang gizi anak balita
B. Sering membaca majalah kesehatan anak balita
C. Mengetahui pentingnya imunisasi bagi anak balita
D. Sering berdiskusi tentang perkembangan anak dengan kelompoknya

35. Diterminan eksternal perilaku antara lain sebagai berikut, kecuali:


A. Ekonomi
B. Politik
C. Kecerdasan
D. Budaya
36. Dalam proses Promosi Kesehatan untuk mecapai sasaran ”publik” biasnya digunakan metoda
dibawah ini, kecuali.
A. Ceramah umum (public speaking)
B. Perbincangan umum (talk show)
C. Tulisan atau artikel di media cetak
D. Simulasi

III. JAWABLAH DENGAN:


A. Bila pernyataan benar
B. Bila pernyataan salah

37. Salah satu indicator mental yang sehat adalah apabila seseorang mampu mengekspresikan
emosinya. BENAR
38. Peraturan daerah tentang larangan merokok ditempat-tempat umum, tempat ibadah dan tempat
pendidikan merupakan faktor pemungkin (enabling faktor) dalam promosi atau pendidikan
kesehatan. BENAR
39. Intervensi Promosi Kesehatan terhadap faktor lingkungan dapat dilakukan melalui upaya
perbaikan sarana sanitasi lingkungan. BENAR
40. Pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak balita di Posyandu adalah termasuk
Kegiatan Promosi Kesehatan. SALAH
41. Perubahan perilaku kesehatan masyarakat hanya dapat dilakukan melalui pendidikan. SALAH
42. Pemasaran sosial pada hakekatnya adalah suatu pendekatan promosi kesehatan dengan sasaran
kelompok tertentu. SALAH
43. Larangan merokok di tempat-tempat umum adalah merupakan salah satu strategi promosi
kesehatan dan merupakan bagian dari kebijakan berwawasan kesehatan atau “Healthy public
policy” . BENAR
44. Perubahan perilaku dengan menggunakan pendekatan regulasi (peraturan dan perundang-
undangan) , adalah termasuk strategi promosi kesehatan. BENAR
45. Pemberian informasi kesehatan adalah merupakan bagian dari strategi perubahan perilaku
kesehatan. SALAH

IV. JAWABLAH DENGAN:

A.Bila pernyataan pertama benar, pernyataan kedua benar berhubungan


B.Bila pernyataan pertama benar, pernyataan kedua benar tidak berhubungan
C. Bila pernyataan pertama benar, pernyataan kedua salah
D.Bila pernyataan pertama salah, pernyataan kedua benar
E. Bila pernyataan pertama salah, pernytaan kedua salah

46. Seorang lanjut usia yang tidak bekerja adalah tidak produktif secara ekonomi, sebab produktif
secara ekonomi adalah salah satu indikator “sehat”. A
47. Pelayanan pengobatan (klinik) di Puskesmas bukan termasuk pelayanan kesehatan masyarakat,
sebab pelayanan klinik tersebut adalah bersifat pelayananan individual/perorangan. E
48. Pendidikan atau promosi kesehatan tentang sanitasi lingkungan adalah intervensi terhadap
faktor lingkungan dalam upaya kesehatan masyarakat, sebab lingkungan merupakan salah satu
diterminan perilaku. A
49. Kelompok masyarakat yang sehat tidak perlu promosi kesehatan, sebab tujuan promosi
kesehatan pada kelompok orang sehat adalah meningkatnya derajad kesehatan mereka. D
50. Seorang ibu hamil mau periksa hamil di Bidan praktek yang dekat dengan rumahnya, karena
tempat Bidan Praktek ini merupakan faktor “enabling” perilaku ibu ini. A
51. Sasaran sekunder Promosi Kesehatan adalah para pembuat keputusan, sebab para pembuat
keptusan mempunyai kewenangan untuk membuat kebijakan yang mendukung program
kesehatan. D
52. Anak balita adalah merupakan sasaran primer Promosi (penyuluhan) kesehatan, sebab anak
balita merupakan kelompok rawan (berisiko) terhadap masalah kesahatan. A
53. Promosi atau pendidikan Kesehatan adalah sebuah intervensi terhadap faktor perilaku, maka
Promosi Kesehatan hanya berperan pada faktor perilaku saja dalam rangka meningkatkan
kesehatan masyarakat. C
54. Dalam program Promosi Kesehatan, masyarakat adalah merupakan sasaran utama atau primer,
maka semua upaya promosi kesehatan harus ditujukan kepada masyarakat sasaran. B
55. Sarana dan prasarana kesehatan adalah merupakan faktor “reinforcing” untuk perilaku hidup
sehat, karena terwujudnya perilaku diperlukan sarana dan prasarana pendukung. D
56. Pelayanan Kesehatan adalah merupakan produk sosial dalam Pemasaran Sosial, oleh sebab itu
produk pemasaran social tidak cepat dirasakan. C
57. Tujuan promosi kesehatan adalah masyarakat mau dan mampu memelihara dan meningkatkan
kesehatan mereka sendiri, sebab upaya kesehatan masyarakat merupakan tugas dari semua
sektor pembangunan. A
58. Para penjabat pengambil keputusan disemua tingkat baik eksekutif maupun legislative adalah
sasaran sekunder promosi kesehatan, sebab mereka ini adalah merupakan tokoh masyarakat
formal. E
59. Perilaku adalah respons manusia terhadap stimulus, sebab perspsi, motivasi dan perhatian
adalah merupakan bentuk stimulus dari dalam diri manusia. A
60. Perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior) adalah terkait dengan perilaku
kelompok orang sehat, sebab kelompok orang yang sehat juga memerlukan pelayanan
kesehatan. E