Anda di halaman 1dari 6

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatu

Alhamdulillah hirrobilalami

Wassholatu wassalamu‘ala,Asyrofil ambiyaai walmursalin,Sayyidina wa maulana Muha


mmadin,Wa‘alaa‘alihi wa shohbihi ajmain. Ama ba’du.

Dari ‘Ali ra., dari Nabi SAW, beliau berkata, “Kunci shalat adalah bersuci,” (HR.
Ibnu Majah, al-Turmudzi, Ahmad, dan al-Darimi). Dari Abu Malik, Al Harits bin
Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata telah bersabda Rasulullah SAW : ‘Suci
itu sebagian dari iman. (Muslim).

Yang terhormat bapak dosen matakuliah ilmu dakwah

Yang saya cintai teman-teman sekalian yang sangat berbahagia

Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji dan syukur ke
haddirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan lahir dan batin kepada
kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini guna mengikuti kuliah ilmu
dakwah pada pagi hari ini.

Salawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Allah
Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari peradaaban hidup yang
jahiliyah menuju pada peradaban hidup yang modern yang penuh dengan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua
termasuk hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak.

Dalam khasanah Islam ada dua terminologi populer yang artinya sehat yaitu Ash
Shihah dan Al Afiat. Menurut salah satu ulama bahwa makna Ash Shihah itu adalah
bentuk kesehatan yang meliputi jasmani/raga/lahiriah sedangkan Al Afiat adalah bentuk
kesehatan yang meliputi rohani/jiwa/ batiniah. Islam jauh-jauh hari sudah memberikan
petunjuk secara jelas, komplit dan terpadu tentang konsep pentingnya menjaga kesehatan
baik seara jasmani maupun rohani.

Judul yang saya akan bahas tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan dalam Prespektif
Islam

Agama kita yaitu Islam sungguh luar biasa dalam memberikan perhatian terhadap
persoalan kesehatan. Karena kesehatan merupakan salah satu unsur penunjang utama
dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan bekerja serta aktivitas lainnya. Imam
asy-syatibhi dalam Kitabnya Fi Ushul Al-Ahkam, mengatakan bahwa tujuan kehadiran
agama Islam dalam rangka menjaga agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan.
Oleh karena itu dalam melaksanakan tujuan kehadiran agama Islam tersebut, maka
kesehatan memegang peranan yang sangat urgen. Tanpa adanya kondisi kesehatan
seseorang , maka dengan sendirinya berbagai upaya untuk memenuhi kewajiban pokok
akan sulit dilaksanakan. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa kesehatan merupakan
modal pokok dalam mencapai tujuan kehadiran agama.

Oleh karena itu ayo jaga kesehatan kita baik kesehatan jasmani maupun rohani, mulai
dari diri kita sendiri,keluarga dan lingkungan sehingga hidup kita akan damai dan
bermakna.Jangan biarkan penyakit masuk pada diri Anda!
Pentingnya Menjaga Kesehatan dalam

Prespektif Islam

Dalam khasanah Islam ada dua terminologi populer yang artinya sehat
yaitu Ash Shihah dan Al Afiat. Menurut salah satu ulama bahwa makna Ash
Shihah itu adalah bentuk kesehatan yang meliputi jasmani/raga/lahiriah sedangkan
Al Afiat adalah bentuk kesehatan yang meliputi rohani/jiwa/ batiniah. Islam jauh-
jauh hari sudah memberikan petunjuk secara jelas, komplit dan terpadu tentang
konsep pentingnya menjaga kesehatan baik seara jasmani maupun rohani.

Berikut adalah konsep menjaga kesehatan jasmani menurut islam yaitu :

1. Menjaga Thoharoh artinya menjaga kesucian dan kebersihan dari semua


aspek mulai dari sekujur badan,makanan,pakaian,tempat tinggal maupun
lingkungan. Imam al-Suyuthi, ‘Abd al-Hamid al-Qudhat, dan ulama yang
lain menyatakan, dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk
bagian ibadah sebagai bentuk qurbat, bagian dari ta’abbudi, merupakan
kewajiban, sebagai kunci ibadah

2. Menjaga Makanan. Ajaran islam selalu menekankan agar setiap orang


memakan makanan yang baik dan halal, baik dan halal itu baik secara
dzatnya maupun secara mendapatkannya. Allah memerintahkan kita untuk
memakan makanan yang halal dan baik sebagaimana dalam Firman Allah
SWT di dalam Alquran, yang artinya : “ Dan makanlah makanan yang
halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan
bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”(Q.S. Al
Maidah : 88). “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik
dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-
langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata
bagimu” (Q.S Al Baqarah : 168). Hal ini menunjukkan apresiasi Islam
terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat
tidaknya seseorang. Sebagai salah sau contoh makanan yang halal adalah
sayuran. Menurut Prof. Dr. Musthofa dari Mesir menyatakan bahwa
sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi untuk menguatkan daya tahan
tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
3. Ajaran Islam ternyata begitu sangat lengkap dan sempurna. Bahkan
olahraga saja ternyata dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti
olahraga berenang, memanah, berlari, berkuda, bergulat, dan
sebagainya. Jadi umat Islam jangan malas berolahraga. Olahraga
bertujuan untuk menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Islam, sehat
dipandang sebagai nikmat kedua terbaik setelah Iman. Selain itu, banyak
ibadah dalam Islam membutuhkan tubuh yang kuat seperti shalat, puasa,
haji, dan juga jihad. Bahkan Allah sebetulnya menyukai mukmin yang
kuat. Oleh karena itu, olahraga itu perlu.Dari Abu Hurairah RA. Bahwa
Rasulullah SAW bersabda “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik
dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah”. Adanya
kesan di dunia barat bahwa agama Islam “mengharamkan” olah raga
sehingga negara-negara berpenduduk mayoritas muslim tidak memiliki
prestasi menonjol di bidang olah raga.Padahal, sesungguhnya tidak
demikian. Justru Nabi Muhammad SAW menganjurkan para sahabatnya
(termasuk seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar
mampu menguasai bidang-bidang olah raga terutama berkuda, berenang,
dan memanah.
Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW itu dapat
dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada
zaman sekarang. Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan,
kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Sebagaimana Sabda Nabi
SAW “Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah.” (HR. Ath-
Thahawi).“Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu.” (Riwayat
Bukhari).“Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk
sebaik-baik permainanmu.” (Riwayat Bazzar, dan
Thabarani).“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (Riwayat
Muslim). “Berlari-lari kecillah kamu” (HR Bukhari)

Adapun konsep menjaga kesehatan rohani menurut islam adalah sebagai beriku :

1. Perbanyak Ibadah artinya memperbanyak melakukan hal-hal yang


diperintahkan oleh Allah SWT sebagai contoh mendirikan sholat 5 waktu.
Sebab kalau orang yang selalu melaksanakan perintah Allah batiniahnya
akan bahagia sebab tidak akan merasa melanggar perintah Nya.Sehingga
jiwanya akan tenang,tentram dan damai.Adapun makna ibadah itu tidak
hanya sebatas shalat, akan tetapi makna ibadah dalam interpretasi yang
sangat luas adalah semua perkara /pekerjaan yang diniati untuk mencari
ridho Allah SWT itu adalah ibadah. Dan semua ibadah akan di terima oleh
Allah SWT asalkan memenuhi 3 unsur, pertama, Niat.Niat disini harus di
ucapkan di dalam hati , Kedua, Ikhlas, Ketiga,dengan Ilmu. Senyum pun
terhadap sesama manusia juga termasuk ibadah. Bekerja dengan niat
menafkahi keluarga juga ibadah.Makan dengan niat untuk menambah
kekuatan agar bisa ibadah kepada Allah juga termasuk ibadah. Bukankan
manusia diciptakan oleh Allah hanya untuk beribadah? Sebagaimana
Firman Allah SWT yang artinya : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku”. (QS. Al Dzariyat :
56). Inilah tujuan yang utama dari penciptaan manusia, yaitu agar manusia
hanya beribadah kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa tidaklah Allah
menciptakan manusia karena Allah butuh kepada manusia, akan tetapi
justru manusialah yang membutuhkan Allah. Dan ayat ini menunjukkan
pula tentang wajibnya manusia untuk mentauhidkan Allah dan barang
siapa mengingkarinya maka ia termasuk orang yang kafir, yang tidak ada
balasan baginya kecuali neraka.

2. Perbanyak Berdzikir artinya memperbanyak mengingat Allah SWT, baik


dalam kondisi senang maupun susah, baik dalam keadaan siang maupun
malam, baik dalam situasi sepi maupun ramai. Dengan bahasa lain
berdzkir itu tidak mengenal waktu dan tempat artinya kapan pun dan
dimanapun berdzikir itu bisa dilakukan. Berdzikir boleh dengan lapadz apa
saja sepanjang itu masih dalam kategori kalimat thoyyibah.

3. Berkhusnudzon ( berbaik sangka ) artinya sebuah sikap yang mewujudkan


keadaan jiwa dengan berprasangka baik/berpikiran positif. Baik itu
berprasangka baik kepada Allah maupun sesama manusia. Hal ini sungguh
ditekankan oleh Rasulullah SAW agar kita umatnya selalu berprasangka
baik kepada siapapun.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dari Abu
Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kalian dari
buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta perkataan (hati).
Janganlah kalian mencari-cari berita keburukan orang lain, janganlah
kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang
tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling
membenci, janganlah kalian saling membelakangi. Dan jadilah kalian
hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Muslim). Menurut Abdullah
Hakam Shah, Lc menyatakan bahwa Pertama, kita harus berbaik sangka
karena ternyata orang lain seringkali tidak seburuk yang kita kira. Kedua,
berbaik sangka dapat mengubah suatu keburukan menjadi
kebaikan. Ketiga, berbaik sangka dapat menyelamatkan hati dan hidup
kita. Keempat, berbaik sangka bisa membuat hidup kita lebih legowo,
karena toh Allah SWT seringkali menyiapkan rencana yang mengejutkan
bagi hambaNya.

4. Menurut Al-Qurtubi, ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan


dari pengaruh-pengaruh makhluk. Abu Al Qasim Al Qusyairi
mengemukakan arti ikhlas dengan menampilkan sebuah riwayat dari Nabi
SAW,“Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril
berkata,“Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah,” lalu Allah
berfirman, “(Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku yang Aku berikan
ke dalam hati orang-orang yang kucintai dari kalangan hamba-hamba-
Ku.”.
5. Sabda Nabi SAW “ sabar adalah cahaya ”maksudnya sabar itu sifat yang
terpuji dalam agama, yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam
menjauhi kemaksiatan. Demikian juga sabar menghadapi hal yang tidak
disenangi di dunia ini. Maksudnya, sabar itu sifat terpuji yang selalu
membuat pelakunya memperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran.
Ibrahim Al Khawash berkata : “ Sabar yaitu teguh berpegang kepada
Alquran dan Sunnah ”. Ada yang berkata : “ Sabar yaitu teguh
menghadapi segala macam cobaan dengan sikap dan perilaku yang baik
”.Abu ‘Ali Ad Daqqaq berkata : “ Sabar yaitu sikap tidak mencela takdir.
Akan tetapi, sekedar menyatakan keluhan ketika menghadapi cobaan
tidaklah dikatakan menyalahi sifat sabar ”. Allah berfirman tentang kasus
Nabi Ayyub : “ Sungguh Kami mendapati dia seorang yang sabar, hamba
yang sangat baik, dan orang yang suka bertobat ”. (QS. Shaad : 44).
Padahal Nabi Ayyub pernah mengeluh dengan berkata : “ Sungguh
bencana telah menimpaku dan Engkau (Ya Allah) adalah Tuhan yang
paling berbelas kasih ”. (QS. Al Anbiya’ : 83).

6. Syukur menurut kamus Al Mu’jamu Al Wasith adalah mengakui adanya


kenikmatan dan menampakannya serta memuji (atas) pemberian nikmat
tersebut.Sedangkan makna syukur secara syar’i adalah menggunakan
nikmat Allah SWT untuk dibelanjakan ke hal-hal yang di ridhoi dan
dicintaiNya.

7. Jaga Hati artinya menjaga kesucian diri dari segala tuduhan, fitnah dan
perbuatan keji seperti hasud,riya,sombong,thulul amal,bakhil,ujub dan lain
sebagainya. Hal ini dapat dilakukan mulai dari memelihara hati (qalbu)
untuk tidak membuat rencana dan angan-angan yang buruk.

Oleh karena itu ayo jaga kesehatan kita baik kesehatan jasmani maupun rohani,
mulai dari diri kita sendiri,keluarga dan lingkungan sehingga hidup kita akan
damai dan bermakna.Jangan biarkan penyakit masuk pada diri Anda!