Anda di halaman 1dari 114

LAPORAN KERJA PRAKTEK – MN 141381

PT. PELINDO MARINE SERVICE

Mikael Anggoro
NRP 04111240000060

DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2018

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS i dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah SWT, Atas segala
karunia dan ridho-Nya, sehingga Kerja Praktek ini dapat diselesaikan dengan baik.
Kerja Praktek ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar
sarjana Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi
Sepuluh Nopember Surabaya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan
rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Hasanudin, S.T, M.T selaku Dosen Pembimbing dan Dosen Wali atas
bimbingan dan motivasinya selama pengerjaan dan penyusunan Kerja Praktek ini.
2. Bapak Ir. Wasis Dwi Aryawan, M.Sc, Ph.D selaku Kepala Departemen Teknik
Perkapalan FTK ITS.
3. Orang tua tercinta yang senantiasa selalu mendoakan dan mendukung baik secara
moril maupun material yang tiada terkira hingga terselesaikannya Kerja Praktek ini
dengan baik.
4. Bapak Alfian Trianto selaku manajer PMS
5. Bapak Eko selaku koordinator lapangan
6. Bapak Prabawa Adhikara selaku pelaksana produksi
7. Ibu Anggun Dherti yang membantu dalam pelaksanaan kerja praktek
8. Teman-teman FORECASTLE P-52, khususnya teman seperjuangan Kerja Praktek
bidang keahlian Industri Perkapalan

Dan semua pihak yang telah mendukung atas dapat diselesaikannya Kerja Praktek ini,
yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Penulis sadar bahwa penulisan Kerja Praktek ini
masih jauh dari kesempurnaan sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
diharapkan. Akhir kata semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak untuk
memajukan industri maritim.

Surabaya, 19 Oktober 2018

Mikael Anggoro

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS i dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................................1
I.1 LATAR BELAKANG .......................................................................................................1
I.2 TUJUAN ............................................................................................................................1
I.3 RUANG LINGKUP ...........................................................................................................2
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI ...........................................................3
II.1 LOKASI PERUSAHAAN/ INSTANSI .............................................................................3
II.2 SEJARAH PERUSAHAAN/ INSTANSI ..........................................................................3
II.3 TUGAS & FUNGSI PERUSAHAAN/ INSTANSI...........................................................3
II.4 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN/ INSTANSI .............................................5
BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTEK .....................................................................................6
III.1 KEGIATAN KERJA PRAKTEK .................................................................................6
BAB IV PENUTUP .....................................................................................................................101
III.1 Kesimpulan................................................................................................................101
III.2 Saran ..........................................................................................................................101
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................102
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 FORM KP-01 “SURAT PENGAJUAN KERJA PRAKTEK”
LAMPIRAN 3 FORM KP-06 “LAPORAN MINGGUAN KERJA PRAKTEK”
LAMPIRAN 4 FORM KP-07 “LEMBAR ASISTENSI KERJA PRAKTEK”
LAMPIRAN 5 “SURAT PENERIMAAN PERMOHONAN KERJA PRAKTEK DARI
PERUSAHAAN/INSTANSI”
LAMPIRAN 6 “NOTULENSI HARIAN KERJA PRAKTEK”
LAMPIRAN 7 “SERTIFIKAT/SURAT KETERANGAN SELESAI KERJA
PRAKTEK DARI PERUSAHAAN/INSTANSI”

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS ii dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR GAMBAR
Gambar II. 1 Lokasi PT. PMS .................................................................................................... 3
Gambar II. 2 Struktur Organisasi ............................................................................................... 5
Gambar III. 1 Pelepasan shaft..................................................................................................... 7
Gambar III. 2 Pencucian lambung kapal .................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 3 Overhaul mesin.................................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 4 Healthy Talk....................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 5 Healthy Talk ...................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 6 Replating ............................................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 7 APAR ................................................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 8 Pemasangn Pelat ................................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 9 Rantai Kapal ...................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 10 Pengecatan kapal ............................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 11 Safety talk ........................................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 12 Materi kebisingan ............................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 13 Proses skrap ..................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 14 Alat sekrap ....................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 15 Balancing Propeller......................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 16 Healthy talk ...................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 17 Indikator........................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 18 Graving dock ................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar III. 19 Pemasangan zinc anode ................................... Error! Bookmark not defined.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS iii dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG


Kerja praktek merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh
mahasiswa S-1 Departemen Teknik Perkapalan - Fakultas Teknologi Kelautan – Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Selain itu kegiatan tersebut diharapkan
dapat menambah pengetahuan tentang aktivitas yang terjadi di dunia industri.
Pemahaman tentang permasalahan di dunia klasifikasi akan banyak diharapkan dapat
menunjang pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi perkuliahan, sehingga
mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap menghadapi
tantangan era globalisasi.
Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan, mata kuliah kerja praktek telah menjadi
salah satu pendorong utama bagi tiap-tiap mahasiswa untuk mengenal kondisi di lapangan
kerja dan untuk melihat keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku
kuliah dengan aplikasi praktis di dunia kerja.

I.2 TUJUAN
Tujuan pelaksanaan kerja praktek ini adalah:

Umum
1. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia
perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna outputnya.
2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan
kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
3. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi
ilmunya di dunia industri pada umumnya serta mampu menyerap dan berasosiasi
dengan dunia kerja secara utuh.
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di dunia industri
sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 1 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

5. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih


berwawasan bagi mahasiswa.

Khusus
1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh
sebagai persyaratan akademis di Departemen Teknik Perkapalan FTK-ITS.
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami proses produksi pembangunan
kapal baru.
3. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami proses reparasi kapal.
4. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami struktur perusahaan dan
manajerial perusahaan.

I.3 RUANG LINGKUP


o Proses dan prosedur docking reparasi kapal.
o Pelaksanaan pembersihan dan pengecatan kapal dibawah serta diatas garis air.
o Teknik penggantian plat ( replating ) pada lambung
o Teknik penggantian plat pada double bottom
o Teknik penggantian plat pada tanki (FO, LO, FW, BW)
o Test kebocoran
o Teknik perawatan rantai jangkar dan jangkar
o Teknik perawatan dan reparasi kemudi dan bantalan poros kemudi (clearance,
sistem bantalan, sistem kekedapan)
o Teknik perawatan dan reparasi propeller (bongkar/pasang/balancing)
o Teknik perawatan dan reparasi poros propeller dan bantalan poros propeller
(clearance, sistem bantalan, sistem kekedapan)
o Teknik perawatan dan reparasi sea chest/kotak sarangan air laut
o Teknik pelurusan/alignment poros propeller dengan mesin induk
o Pengenalan sistem manajemen yang terdapat pada perusahaan dengan
melakukan kunjungan langsung dan melakukan tanya jawab dengan pekerja
atau karyawan yang bersangkutan

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 2 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI

II.1 LOKASI PERUSAHAAN/ INSTANSI


PT. PELINDO MARINE SERVICE memiliki kantor di Jalan Prapat Kurung
Utara No.58, Perak Utara, Pabean Cantian, Perak Utara, Pabean Cantian, Kota SBY,
Jawa Timur 60165

Gambar II. 1 Lokasi PT. PMS

II.2 SEJARAH PERUSAHAAN/ INSTANSI


PT PMS adalah membentuk organisasi baru berbentuk Badan Hukum Indonesia
(BHI) yang secara mandiri melaksanakan usaha dan pengelolaan pelayanan jasa
kepelabuhanan khusus pada bidang penyediaan dan pelayanan jasa yang
berhubungan dengan perkapalan (Marine Service). Badan Hukum dimaksud
berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sebagai Anak Perusahaan dengan kepemilikan
sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh korporasi terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia
III (Persero) dan sebagian oleh Koperasi Pegawai.

II.3 TUGAS & FUNGSI PERUSAHAAN/ INSTANSI


Tujuan didirikannya PT PMS adalah untuk meningkatkan efektivitas
pengelolaan usaha dan pelayanan jasa di bidang perkapalan yang terdiri dari segmen
usaha penyediaan kapal untuk kegiatan pemanduan dan penundaan (SBPP),
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 3 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

penyediaan kapal untuk kegiatan spesifik serta pemenuhan fasilitas kebutuhan kapal
lainnya baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja korporasi. Sehingga pada
masa mendatang PT PMS diharapkan mampu dan dapat memiliki peranan dan
fungsi strategis sebagai organisasi usaha yang mandiri sehingga dapat memberikan
kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja pengelolaan usaha korporasi.
PT. Pelindo Marine Service didirikan berdasarkan Akta Notaris Stephanus R.
Agus Purwanto, SH Nomor: 08 tanggal 31 Desember 2011 dan efektif berkegiatan
sebagai entitas perusahaannya sejak tanggal 1 Januari 2012, berkantor pusat di
Surabaya dengan alamat Jalan Prapat Kurung Utara No. 58 Surabaya.

Bidang Usaha PT Pelindo Marine Service antara lain :

• Penyediaan jasa angkutan di perairan.


• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan jasa pemanduan dan / atau jasa
penundaan kapal.
• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan jasa mendorong dan / atau
menarik kapal.
• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan jasa berbagai jenis kapal dan
tongkang untuk kegiatan spesifik.
• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan jasa galangan untuk
pemeliharaan dan / atau perbaikan kapal.
• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan pemenuhan kebutuhan logistik
kapal dan / atau perbaikan kapal.
• Penyediaan kru kapal.
• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan lainnya yang berhubungan
dengan pengelolaan dan pengoperasian kapal.

Selain itu terdapat usaha lain diluar bisnis utama, antara lain :

• Penyediaan fasilitas dan / atau pelayanan wisata bahari di sekitar


Surabaya.
• Penyediaan dan pengelolaan jasa konsultasi, surveyor, pendidikan dan
pelatihan yang berkaitan dengan manajemen operasi perkapalan.
• Penyediaan peralatan dan/atau perawatan peralatan dibidang perkapalan.
• Jasa penyelamatan dan penyelaman (salvage).

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 4 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

II.4 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN/ INSTANSI

Gambar II. 2 Struktur Organisasi

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 5 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB III
KEGIATAN KERJA PRAKTEK

III.1 KEGIATAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 1

Tanggal Senin, 9 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pengarahan dari pihak PMS


2. Pengenalan fasilitas galangan
3. Pengarahan safety induction

Detail Kegiatan

1. Kegiatan hari pertama adalah pengarahan dari PMS terkait kerja praktek di
wilayah PMS. Ada hal yang harus diperhatikan untuk mahasiswa kerja praktek,
yaitu :
A. Masuk setiap hari senin sampai dengan kamis jam 8 pagi – 4 sore. Khusus hari
jumat masuk jam 7 pagi – 3 sore, dikarenakan ada olahraga pagi.
B. Memasuki wilayah galangan harus memakai APD lengkap, mulai dari helm
proyek, sepatu safety, dan wearpack,

2. Galangan PT. PMS memiliki 1 bengkel dengan luas 1650 m 2 yang menyediakan
pekerjaan ringan, seperti memperbaiki pompa, memperbaiki pipa. Selain itu
galangan PMS memiliki graving dock 3 (tiga) buah, Graving dock pertama
ukutannya Panjang 45 m, Lebar 12 m, Tinggi 5 m. Graving dock 2 dan 3 memiliki

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 6 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

ukuran Panjang 45 m, Lebar 14 m, dan Tinggi 5 m. PMS memiliki pompa untuk


graving dock, lalu mempunyai 3 buah overhead crane yang masing – masing
berkapasitas 5 ton. PMS juga memiliki 1 tangki freshwater berkapasitas 5 ton dan
3 tangki fuel oil yang masing – masing berkapasitas 5 ton. Pembuangan B3
dengan luas area 120 m2 dan genetator sets.

3. Pengenalan alat safety pada galangan kapal sangat penting dirasa rawan terjadi
kecelakaan pada proses pengerjaan. Memasuki wilayah galangan harus memakai
APD (Alat Keselamatan Diri), pemakaian Safety Helmet sebagai pelindung kepala
dari benda yang dapat tentang kepala dengan cara langsung. dan sepatu Safety
seperti sepatu umum, namun berbahan kulit dilapis metal dengan sol dari karet
tebal dan kuat. Berperan untuk menghindar kecelakaan fatal yang menimpa kaki
karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dll.. Selain itu
ada pula sarung tangan, tali pengaman, masker, penutup telinga, dan Safety
glasses.

Gambar III. 1 Pelepasan shaft

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 7 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 1

Tanggal Selasa 10 Juli 2018


Dosen Pembimbing
Kegiatan

1. Proses pengajuan penawaran dan docking kapal


2. Perbaikan lambung kapal I like
3. Perbaikan main deck kapal I like

Detail Kegiatan

1. Proses penawaran dan docking kapal


Proses masuk kapal
Sebelum kapal masuk, owner kapal harus melaporkan kepada pms untuk melakukan
pendataan. Service yang ditawarkan oleh pt pms biasanya dalam bentuk paket paket yang
terdiri dari waktu lamanya docking dan penyediaan fasilitas docking. Fasilitas yang
disediakan seperti graving dock dan fasilitas fasilitas pendukung seperti kebutuhan listrik
dan air tawar selama waktu docking.
Sebelum masuk dock, owner harus melakukan negosiasi harga sesuai dengan repair list
yang dicantumkan. Repair List ini biasanya disampaikan oleh perwakilan owner, yaitu
kepala kamar mesin (kkm) kapal ataupun manager perusahaan pemilik kapal. Setelah
mencapai kesepakatan kemudian dilakukan persetujuan kontrak dari owner kapal dan pt
pms.
Jika ada penambahan waktu dan perbaikan dapat menyesuaikan jadwal antrian dan
penambahan biaya dikenakan diluar kontrak service.
Setelah itu kapal harus menyesuaikan jadwal antrian yang telah direncanakan oleh pt pms

Proses docking

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 8 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Proses docking dilakukan dengan mempertimbangkan pasang surut air laut.


Untuk pekerjaaan bawah lambung kapal membutuhkan jarak antara lunas dan dasar dock
kurang lebih 70 cm
Proses ini dilakukan oleh docking master
Berikut adalah proses pengedokan kapal :
• Menguras graving dock

• Menata keel block dan side block


Keel block dan side block digunakan sebagai pondasi kapal saat kapal masuk ke
dock. Karena sebagai tumpuan maka blok blok ini menyangga beban kapal yang
besar sehingga harus diatur sesuai posisi gading – gading kapal. Blok- blok yang
digunakan berbahan kayu yang keras, yaitu kayu ulin. Pengaturan keel block dan
side block ini dapat menggunakan gambar docking plan.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 9 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

• Memberi tanda pada keel block


Penandaan dilakukan dengan tujuan mempermudah proses pengaturan posisi
kapal saat masuk dock, sehingga diharapkan kapal duduk tepat pada blok yang
telah diatur. Pemberian tanda biasanya dapat menggunakan tali. Bagian – bagian
yang penting diberi tanda yaitu bagian Center Line (CL) dan Midship kapal

• Membuka pintu air


Pintu air menggunakan gaya apung untuk membuka ataupun menutup
• Memasukkan kapal
• Memompa air keluar dock

Lambung Kapal
Penggantian Pakal
Salah satu perbaikan pada lambung kapal Ilike yaitu pengupasan dan
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 10 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

penggantian pakal. Pakal adalah lapisan yang menutupi celah atau gap antar
sambungan kayu pada dinding lambung kapal. Penutupan dilakukan agar
sambungan antar kayu pada dinding lambung kapal menjadi rapat dan kedap air.
Material yang digunakan sebagai pakal biasanya adalah serutan bambu atau kayu
rosella.
• Mengupas lapisan dempul dan pakal
Pengupasan lapisan dempul dan pakal yang lama dilakukan dengan
menggunakan pahat kayu.

• Mengisi gap dengan pakal baru


Pakal yang digunakan pada kapal Ilike adalah serutan bambu. Setelah serutan
bambu dimasukkan pada gap antar kayu, kemudian ditutup dengan
menggunakan dempul agar kedap air. Dempul ini merupakan campuran antara
serbuk kayu dengan lem epoxy atau lem kayu (lem rajawali).

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 11 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Main Deck
Penutupan Gap pada Sambungan Kayu
• Menutupi gap dengan dempul
Gap antar sambungan kayu yang ada pada main deck ditutup dengan
menggunakan dempul. Kemudian permukaannya diratakan dengan menggunakan
gerinda.

• Menutupi gap dengan fiberglass


Penutupan gap antar kayu pada main deck juga menggunakan fiberglass dan resin,
khususnya pada bagian – bagian yang membutuhkan kekuatan dan kekedapan
yang lebih baik. Contohnya pada bagian main deck yang sering dilalui oleh air dan
dilewati oleh awak kapal.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 12 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Pengupasan Cat
Pengupasan cat lama pada main deck dilakukan dengan menggunakan gerinda. Untuk
permukaan kayu, digunakan mata gerinda khusus agar pengupasan dapat dilakukan
hingga ke pori – pori kayu. Hal ini dilakukan agar pada saat pengecatan ulang, lapisan cat
dapat merekat dengan baik

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 13 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 1

Tanggal Rabu 11 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Perbaikan sistem propulsi kapal I like


2. Perbaikan kamar mesin kapal I like
3. Perbaikan interior kapal I like
4. Perbaikan kapal Amira

Detail Kegiatan

Sistem Propulsi
Perawatan Propeller
• Membersihkan propeller
Pembersihan daun propeller dilakukan saat propeller masih terpasang pada poros
dan dibersihkan dengan menggunakan sekrap untuk menghilangkan tumbuhan dan
binatang laut yang menempel pada daun propeller.

• Pelepasan Propeller
- Pelepasan Boss Propeller
Untuk melepas Propeller, hal pertama yang dilakukan yaitu melepas Boss Propeller.
Boss Propeller merupakan pengikat antara propeller dan poros propeller.
- Pengikatan Propeller dengan rantai
Pengikatan dilakukan dengan menggunakan rantai yang dapat menahan beban berat
dari propeller
- Pengangkatan Propeller dengan katrol

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 14 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Setelah pengikatan dilakukan, kemudian propeller diangkat dari dudukan pada


poros. Karena beban berat yang besar, pengangkatan propeller ini dilakukan dengan
menggunakan katrol dan crane yang ada pada dock I.

- Melindungi Ujung Shaft Propeller


Tujuan dari proses ini yaitu melindungi ujung dari Propeller Shaft yang merupakan
alur dari ulir Boss Propeller, agar tidak terjadi kerusakan. Sehingga pada saat
perakitan ulang, Boss Propeller dapat terpasang dengan baik.

- Balancing Propeller
Proses balancing propeller dilakukan setelah propeller selesai diperbaiki. Contoh
perbaikan yang dilakukan yaitu pengelasan keretakan yang terjadi pada daun
propeller dan pemolesan permukaan daun propeller. Proses balancing propeller ini
bertujuan untuk memeriksa dan menyeimbangkan daun propeller, baik dari segi
bentuk seperti ketebalan dan berat dari tiap – tiap daun propeller (propeller blade).
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 15 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Sehingga tidak terjadi perbedaan gaya sentrifugal pada saat propeller berputar di
bawah permukaan air yang dapat menyebabkan getaran, bahkan kerusakan.

Proses Balancing propeller

Proses balancing propeller ini dapat dilakukan secara konvensional atau dengan alat
khusus pengecek getaran dan keseimbangan. Pada proses balancing dengan metode
konvensional dilakukan dengan menggunakan poros sederhana. Langkah-langkah proses
balancing adalah sebagai berikut :

- Siapkan sebuah poros dengan diameter yang sesuai dengan diameter bos propeller
dan mampu menahan berat propeller
- Masukkan poros tersebut ke dalam hub propeller dan berikan sedikit pelumas agar
putarannya lancar.
- Mengunci kedua sisi poros agar propeller tidak terlepas ketika diputar.
- Memberi tanda pada tiap daun propeller untuk mempermudah proses identifikasi
- Daun propeller diputar dengan perlahan hingga propeller berhenti dengan
sendirinya akibat massa propeller dan gaya grgravitas. Lakukan langkah di atas
beberapa kali hingga menemukan daun propeer mana yang memiliki berat terbesar.
- Jika propeller berhenti pada satu sisi daun propeller setelah dilakukan beberapa kali
putaran (salah satu daun selalu berada dibawah) dimana propeller berhenti akibat
perbedaan massa dari daun propeller, maka dapat dipastikan daun tersebut memiliki
massa yang tidak sesuai (lebih berat) dari daun propeller yang lain. Sehingga dapat
dikatan propeller tersebut tidak balance.
- Untuk mengetahui seberapa banyak kelebihan massa dari daun propeller yang tidak
balance tersebut, dapat dilakukan dengan menambahkan sedikit massa pada ujung
daun propeller lain sebagai penyeimbang. Pemberat ini dapat menggunakan kawat
kuningan, kemudian kuningan tersebut dilas pada daun tersebut. Setelah diberi
pemberat, selanjutnya propeller diputar kembali, jika masih belum balance
dilakukan penambahan massa pemberat atau pengurangan massa dengan

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 16 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

penggerindaan.
- Ketika propeller telah balance dapat dikatahui dari gerakan propeller yang tidak
berhenti pada posisi salah satu daun propeller berada di bawah.

Kamar Mesin
Perawatan Main Engine
• Pembongkaran blok mesin
Pembongkaran blok mesin dilakukan setiap kapal melakukan docking untuk
menjaga peforma mesin. Karena kapal ini merupakan kapal pariwisata dan
berlayar dalam waktu yang cukup lama, maka hal ini sangat diperhatikan.
Pembongkaran dilakukan untuk memeriksa bagian – bagian mesin yang ada
dibagian dalam, seperti piston, ring piston dan crank shaft (roda gila). Jika ada
bagian yang mengalami keausan dan kerusakan maka akan dilakukan perbaikan
atau penggantian. Selain itu juga dilakukan pembersihan seluruh bagian bagian
mesin agar pergerakannya lancar saat beroperasi

Perawatan dan Penggantian Generator


• Pembongkaran blok generator
Seperti halnya main engine, blok generator juga dibongkar untuk memeriksa
bagian – bagian yang ada di dalamnya.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 17 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

• Penggantian generator
Generator 2 yang ada di kapal Ilike mengalami kerusakan, sehingga dilakukan
penggantian dengan generator baru.

Perawatan Pipa – Pipa dan Exhaust


• Melepas pipa – pipa dan exhaust
Pipa – pipa yang terhubung dengan mesin dan generator, baik itu pipa pelumasan,
pendinginan maupun pipa exhaust di lepas dan diperiksa.

Perbaikan Interior I like


Perbaikan dan Pengecatan Ulang Interior

Perbaikan kapal Amira


Perbaikan yang didahulukan saat berada diatas dock adalah pekerjaan di bawah garis air
Perbaikan yang berada diatas garis air bila tidak sempat diatas dock dapat dikerjakan saat
floating repair.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 18 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 1

Tanggal Kamis 12 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pengedokan kapal Anoman


2. Repair list tugboat Anoman
3. Perbaikan pada tugboat Anoman

Detail Kegiatan

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 19 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Repair List Tugboat Anoman


Berikut adalah Repair List dari kapal TB. Anoman :
• Deck atas garis air

Dilaksanakan pengecatan dinding dan lantai kapal


• Lantai Anjungan

Lantai anjungan sebelah kiri jebol hingga menembus kamar nahkoda


• Plafon Kamar Mandi

Plafon kamar mandi rusak sehingga perlu diadakan penggantian.


• Ceruk Rantai

Dinding bagian bawah ceruk rantai keropos, sehingga air dari ceruk rantai akan
merembes ke kamar ABK
• Mesin Induk Kanan

ME kanan masih belum selesai dipebaiki, Turbo dan Cylinder Head masih di
bengkel. ME kiri dan AE kanan siap, AE kiri masih perlu perbaikan
• Lambung Kanan

Lambung bagian kanan mengalami kebocoran, sementara di semen. Namun jika


mendapat tekanan dari luar saat pemanduan dimunngkinkan akan lepas dan bocor,
karean posisinya di bawah garis air. Posisi yang ditandai tidak di Las
• Lambung Kiri

Ditemukan kebocoran lambung kiri dibawah garis air, hanya di lakukan pengelasan
beberapa titik dan masih terdapat rembesan air laut
• Pintu Anjungan

Pintu anjungan kanan dan kiri rusak, kayu keropos, sehingga perlu diadakan
penggantian pintu stainless steel
• Pintu akomodasi

Pintu akomodasi kanan dan kiri bocor, sehingga saat terjadi ombak air laut langsung
masuk ke dalam ruang akomodasi dan kamar ABK
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 20 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Perbaikan pada Tugboat Anoman


Pembongkaran Main Engine
Dilakukan pembongkaran Main Engine (ME) sebelah kanan kapal untuk memeriksa bagian
– bagian dalam mesin. Seperti Cylinder head, ring piston, leher piston dan ejector bahan
bakar.

Replating Deckhouse dan Bulwark


Perbaikan yang dilakukan pada bagian deckhouse adalah penggantian pelat dinding yang
berisifat lokal, yaitu hanya pada area yang mengalami korosi dan berlubang.
Untuk bagian bulwark dilakukan penggantian pelat pada daerah dinding, penguat – penguat
dan lubang rantai pengikat ban dapra.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 21 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 1

Tanggal Jumat 13 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Surfeace preparation kapal I Like sebelum pengecatan


2. Mengikuti presentasi dari PT. PLI

Detail Kegiatan

Persiapan pengecatan lambung kapal I Like


Sesuai dengn repair list yang ada, seluruh bagian lambung kapal I Like baik diatas garis
air maupun dibawah garis air dilakukan pengecatan ulang. Sebelum pengecatan
dilakukan, maka harus dilakukan persiapan permukaan, dengan tujuan agar cat dapat
menempel dengan baik dan dapat melindungi dinding lambung kapal sesuai dengan
fungsinya. Berikut adalah proses persiapan permukaan yang dilakukan pada kapal I Like :
• Pencucian lambung kapal dengan air tawar

Setelah proses pengedokan selesai, seluruh bagian lambung disiram dengan air
tawar untuk menghilangkan garam yang menempel di permukaan dinding
lambung kapal. Pencucian ini dilakukan seluas area lambung kapal yaitu 504,71
m2
• Pembersihan lambung kapal dari fouling

Proses pembersihan fouing ini juga disebut proses scrap, yang bertujuan untuk
membersihkan binatang – binatang laut yang menempel pada dinding lambung
kapal maupun bagian lainnya seperti pada daun kemudi dan propeller kapal.
• Pengupasan lapisan cat lama

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 22 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Setelah permukaan lambung bersih dari fouling, permukaan cat lama dikupas
dengan menggunakan gerinda hingga pori – pori kayu terlihat. Hal ini dilakukan
agar cat baru menempel dengan baik.

Presentasi pengenalan produk pelumas oleh PT PLI


PT Pacific Lubritama Indonesia (PT PLI) adalah perusahaan produsen pelumas yang
berkantor pusat di Singapura. Di Indonesia PT PLI memiliki pabrik produksi ang
berlokasi di Banten. Dengan luas area 41.600 m2, pabrik ini menjadi pabrik terbesar yang
dimiliki oleh PT PLI. Salah satu merk dagang yang di produksi di PT PLI adalah Bell-1,
yang juga merupakan bagian dari Union 76. Selain itu PT PLI juga memiliki fasilitas jetty
sebagai tempat bersandarnya kapal – kapal yang dimiliki PT PLI, dengan draft 8 hingga
20 meter. Sehingga kapal – kapal besar yang mengangkut bahan – bahan pembuatan
pelumas seperti base oil dapat bersandar. Karena pabrik produksi yng berada didekat
dermaga ini, biaya transportasi juga dapat dikurangi, sehingga biaya produksi lebih
murah.

Pelumas
Bisnis utama dari PT PLI adalah pelumas yang digunakan secara umum, baik itu pada
kendaraan darat, laut, maupun pelumas yang digunakan oleh pabrik – pabrik industri baja,
makanan hingga obat – obatan. Pelumas merupakan produk dari minyak bumi yang
diperoleh dari proses destilasi. Pelumas digunakan untuk mengurangi gesekan pada
bagian – bagian mesin yang berputar dan bersinggungan satu sama lain. Dengan
menggunakan pelumas yang berkualitas dan tepat guna, maka mesin akan bertahan lama

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 23 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

(tidak cepat aus).

Proses Produksi Pelumas


PT PLI memiliki fasilitas produksi berupa tangki penyimpanan base oil hingga 17.000
MT dan tangki pencampuran (blending tank) hingga 6000 MT per bulan. Secara umum
proses produksi pelumas dapat dijelaskan sebagai berikut :
• Memasukkan base oil ke dalam tangki pencampuran.

Base oil adalah bahan dasar dari pelumas yang terdiri dari beberapa jenis.
• Mencampur bahan additives dengan base oil pada blending tank

• Menguji hasil pencampuran di laboratorium

• Setelah produk pelumas dibuat, dilakukan pengujian terlebih dahulu sesuai dengan
spsifikasi yang diinginkan

• Menyimpan produk pelumas pada tangka penyimpanan

Bahan – bahan pembuatan pelumas


Secara umum bahan – bahan pembuatan pelumas dibagi menjadi 2, yaitu :
• Base Oil

Base oil adalah bahan dasar dari pelumas. Base oil bisa berupa mineral (minyak
bumi) atau sintetik. Base oil dapat dibagi menjadi 4 kelas, yaitu :
- Grup I : Mineral

- Grup II : Berbahan dasar mineral yang lebih bagus

- Grup III : Semi sintetik, campuran dari mineral dan sintetik

- Grup IV : Sintetik

Base oil yang paling banyak digunakan secara umum adalah Grup I, Grup II dan
Grup III. Untuk jenis base oil full sintetik (Grup IV) masih jarang digunakan,
biasanya digunakan untuk kebutuhan khusus karna harga bahan dasar (base oil)
yang sangat mahal, yaitu bisa mencapai 1 juta per liternya. Kebutuhan khusus

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 24 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

yang dimaksud adalah seperti penggunaan pelumas pada mesin – mesin yang
digunakan pabrik produsen makanan dan obat – obatan, yang harus memilliki
standart food grade. Sehingga bahan dasar yang digunakan harus sintetik karena
sifatnya yang tidak berwarna, berbau dana man jika dicerna oleh manusia.
• Additives

Bahan additives atau yang biasa disebut bumbu dari pelumas, merupakan bahan –
bahan tambahan yang dicampuri sesuai dengan spesifikasi produk pelumas yang
diinginkan. Supplier dari bahan – bahan additives ini adalah seperti Infernum,
Lubrizol dan Oronite.

Klasifikasi Pelumas Kendaraan


Secara umum klasifikasi pelumas dibagi menjadi 3 macam yaitu :
• Klasifikasi API

• Klasifikasi SAE

• Klasifikasi Militer (Military spec)

Klasifikasi API
Oli Mesin
• Motor Bensin

Kode Produk : SA – SB – SC – SD – SE – SF – SG – SH – SL – SM – SN
A–N : Tingkat kualitas minyak
S : Service
• Motor Diesel

Kode Produk : CA – CB – CD – CE – CF – CF2 – CF4 – CG – CH4 – CI4 – CJ4


– CK4
A–K : Tingkat daya guna
C : Service

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 25 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Contoh Produk :
• Pertamina SAE 40 CF / CF2

• Bell-1 DT-F SAE 40 CF4 / CG

Oli Transmisi (Roda Gigi)


Motor bensin dan motor diesel
Kode produk : GL1, GL2, GL3, GL4, GL5
GL : Gear Load
1–5 : Tingkat daya guna

Klasifikasi SAE
• Oli mesin : SAE 5W30, 15W40, 20W50

• Oli Transmisi : SAE 80W90, 85W140

Pelumas Industri
Pelumas yang digunakan di pabrik – pabrik produksi menggunakan stndart pelumas
industri dari ISO. Jenis – jenisnya dibagi menjadi 4, yaitu :
• Redwood

• S.U.S (Saybolt Universal Second)

• Engler Degrees

• CST (Centistokes)

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 26 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 2

Tanggal Senin 16 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pengetahuan dasar cat


2. Proses awal persiapan pengecatan (coating preparation)
3. Jenis-jenis cat
4. Pengecatan kapal I Like

Detail Kegiatan

Pengetahuan Dasar Cat


Cat adalah campuran senyawa kimia yang jika diaplikasikan ke suatu permukaan
dapat membentuk lapisan film kering yang tipis dan padat yang memperindah dan
melindungi. Sifat dari cat adalah decorative dan protective. Untuk memenuhi fungsi
tersebut, cat dibuat dengan komponen-komponen penyusun antara lain :
• Binder/resin

Berfungsi untuk membentuk film sebagai perekat kilap dan daya tahan cat,
menentukan kualitas dari cat
• Solvent

Melarutkan semua komponan cat menjadi bentuk cair, mengurangi kekentalan dan
sebagai alat bantu dalam proses aplikasi pengecatan (semprot, kuas, dll)
• Colorant

Memberikan warna, daya tutup dan daya isi pada cat


• Filler

Memperbaiki sifat umum dari cat (misalnya anti settling, mudah mengalir,
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 27 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

mencegah busa, dll)


• Additif

Digunakan untuk menimbulkan reaksi kimia agar cat dapat mengering dan keras,
hardener juga menentukan kecepatan pengeringan.

Proses awal persiapan pengecatan (coating preparation)


Persiapan awal dalam pengecatan adalah persiapan alat – alat dan material cat yang akan
digunakan. Selain itu proses pengecatan juga harus mengikuti standart dan aturan yang
ada. Berikut adalah beberapa persiapan yang harus diperhatikan.
• Pekerja harus memakai perlengkapan keselamatan seperti masker dan pelindung
mata, karena penerapan cat jenis oleoresinous (mengandung resin sintetis) yang
berbahaya bagi keselamatan pekerja.

• Semua proses pengecatan seperti persiapan permukaan dan shop primer (cat
dasar) dilakukan sesuai spesifikasi, kehandalan pekerja dan rekomendasi dari
paint maker.

• Pengecatan sebisa mungkin menggunakan alat Airless spray atau roller untuk
efisiensi kerja. Untuk tempat – tempat sempit bisa menggunkan kuas (hand brush)

• Pada umumnya area yang kedap air atau kedap udara yang bermaterial galvanis,
pelat chrome, kuningan, alumunium, stainless steel, plastik tidak dilakukan
pengecatan kecuali ada beberapa spesifikasi yang mengharuskan pengecatan.

• Jika pengecatan dilakukan beberapa lapis, maka pengecatan untuk layer


berikutnya dilakukan setelah permukaan layer pertama telah memenuhi
kekeringan dan kekerasan yang cukup sesuai rekomendasi pabrik cat.

• Untuk membersihkan kotoran seperti debu, lumpur dan minyak dilaksanakan


sesuai standart galangan kapal. Kondisi kebersihan juga diperiksa dan disetujui
oleh paint maker dan owner.

• Jadwal proses pengecatan untuk setiap lapisan harus menyesuaikan dengan jadwal

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 28 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

pembangunan atau perbaikan

• Pada umumnya, penggunaan warna cat dasar, sealer dan anti fouling berbeda
setiap lapisannya, untuk mengkontrol kerataan lapisan cat.

Jenis – jenis cat


Berikut adalah jenis – jenis cat yang sering digunakan pada bangunan kapal, digolongkan
berdasarkan ciri – ciri dan kegunaanya.
1. Epoxy.
- Kedap terhadap air dan tahan terhadap bahan kimia.
- Tenggang waktu penecatan antara lapisan pertama dan selanjutnya harus
diperhatikan, karena sifatnya keras bila mengering.
- Memiliki daya rekat yang kuat
- Tahan terhadap gesekan
- Tidak tahan terhadap sinar UV
- Kurang memiliki kelenturan, sifatnya keras
- Pengeringan memerlukan temperature min. 100C

2. Polyurethane.
- Tahan terhadap cuaca atau pengaruh lingkungan
- Tahan terhadap bahan kimia
- Kedap terhadap air
- Memiliki daya rekat yang kuat dank eras
- Tahan terhadap gesekan
- Memiliki daya kilap dan warna yang baik
- Dapat kering pada temperatur yang rendah
- Tenggang waktu pengecatan terbatas

3. Alkyd.
- Cukup tahan terhadap cuaca
- Pembersihan tidak menuntut tingkat kebersihan yang tinggi
- Tidak tahan terhadap alkali dan pelarut keras
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 29 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

- Pengeringan memerlukan waktu yang cukup lama


- Tidak boleh diaplikasikan terlalu tebal karena akan memakan waktu yang sangat
lama
- Warna dan kilap cukup baik
4. Vinyl.
- Waktu pengeringan yang cepat
- Memiliki daya rekat yang baik
- Tahan terhadap bahan kimia dan cuaca
- Tidak tahan terhadap panas, maksimal 600 C
- Tidak tahan terhadap pelarut tertentu (mudah rusak)
- Menggunakan banyak pelarut untuk aplikasi

5. Acrylic.
- Tahan terhadap cuaca
- Waktu pengeringannya sangat cepat
- Memiliki daya rekat yang baik
- Tidak tahan terhadap tertentu
- Menggunakan banyak pelarut untuk aplikasi
- Memberikan warna dan kilapan yang baik

6. Bitumen dan Tar.


- Tidak mengandung zat pewarna, karena mengandung kadar arang yang tinggi dan
berwarna hitam
- Tidak tahan pada temperatur tertentu karena sifatnya thermoplastic
- Menggunakan banyak pelarut untuk aplikasi
- Kedap terhadap air, namun dapat mencemari warna
- Mudah pecah atau retak bila diaplikasikan terlalu tebal
- Memiliki daya rekat yang baik dan sangat sederhana diaplikasikan

7. Silicone.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 30 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

- Tahan terhadap panas hingga 6000 C


- Tahan terhadap cuaca
- Tidak tahan terhadap gesekan ataun benturan
- Tidak tahan terhadap pelarut keras
- Tidak boleh diaplikasikan terlalu tebal
- Warna dan kilapan yang baik

8. Chlorinated rubber.
- Tahan terhadap air, cuaca dan bajan kimia tertentu
- Tahan terhadap gesekan
- Memiliki daya rekat dan kelenturan yang baik
- Tidak tahan terhadap panas, maksimal 600 C
- Tidak tahan terhadap pelarut tertentu
- Tidak tahan terhadap minyak

9. Inorganic zinc.
- Sangat tahan terhadap gesekan
- Tahan terhadap suhu yang tinggi (hingga 4000 C)
- Tahan terhadap cuaca
- Lapisan film yang sangat keras
- Pengeringan yang sangat cepat
- Harus diaplikasikan sebagai primer saja
- Menuntut permukaan yang sangat bersih (minimal Sa 21/2)
- Harus diaduk secara terus menerus
- Tidak tahan terhadap asam dan alkali (basah)
- Tidak dapat diaplikasikan terlalu tebal karna mudah retak
Pengecatan pada kapal I Like
Cat Primer
Cat Sealer
Cat Anti Fouling (AF)

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 31 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 2

Tanggal Selasa 17 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Laporan pengedokan tugboat Bima 333


2. Scrap fouling
3. Perbaikan pada tugboat Bima 333

Detail Kegiatan

Laporan Pengedokan Bima 333


Pengedokan bima 333 dijadwalkan pada tgl 6 juli 2018. Bima 333 merupakan salah satu
kapal tugboat yang dimiliki oleh pt pms yang memiliki sistem propulsi azimuth trushter.
Berikut adalah spesifikasi bima 333 :

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 32 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Pengedokan bima 333 merupakan pengedokan yang dilakukan diluar jadwal rutinnya atau
dapat dikatakan emergency docking. Pengedokan dilakukan karena diduga terjadi
kebocoran pada seal pengedap air yang terletak di belakang propeller sebelah kanan
kapal. Dugaan ini bisa dikatakan karena ciri ciri yang terlihat, yaitu pelumas transmisi
yang berwarana keputihan karena tercampur air. Sehingga kkm dan pihak owner yaitu pt
pms sendiri memutuskan untuk memasukkan kapal ke dok agar dilakukan pemerikaan
dan perbaikan.

Scrap fouling pada permukaan plat


Hal pertama yang dilakukan setelah kapal masuk dok adalah membersihkan plat lambung
kapal dari kotoran dan hewan-hewan laut yang menempel pada lambung kapal, yang
biasa disebut proses scrap. Proses scrap ini dilakukan dengan menggunakan alat – alat
sederhana yang berbentuk seperti pahat.

Daftar perbaikan bima 333


Selain pengecekan seal, juga dilakukan perbaikan perbaikan lain yang dianggap

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 33 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

perlu dilakukan. Berikut adalah daftar perbaikan Tugboat Bima 333 :


1. Pengecekan seal pada bagian kanan dan kiri propeller
2. Perbaikan pipa pipa hydrant dan bbm
Detail dari proses pengecekan dan perbaikan adalah sebagai berikut :
Pengecekan seal
• Pengurasan Oli Transmisi

Sebelum dilakukan pembongkaran propeller dan seal, hal pertama yang harus
dilakukan adalah pengurasan oli transmisi pada sistem pelumasan shaft propeller,
agar pada saat seal di bongkar, oli tidak tumpah keluar.

• Pembongkaran Propeller

1. Melakukan pengikatan pada propeller


Sebelum dilakukan pelepasan boss dan baut pengikat, hal yg pertama dilakukan
adalah pengikatan popeller dengan menggunakan takal ke bagian nozzle propeller.
Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terjatuhnya propeller setelah boss dilepas
yang dapat membahayakan pekerja. Hal tersebut dapat terjadi karena bagian ujung
shaft propeller yg berbentuk tiru, sehingga propeller dapat tergelincir.
2. Melepas boss propeller
Boss propeller merupakan pengikat propeller dengan shaft propeller. Untuk
melepas propeller ini dilakukan pembukaan baut yang ada pada boss propeller.
3. Mengangkat propeller
Propeller diangkat dengan menggunakan takal dari dua sisi. Untuk sisi belakang
propeller takal digunakan untuk menahan propeller agar tidak tergelincir secara
tiba tiba. Kemudian takal bagian depan digunakan untuk menarik propeller keluar
dari shaft propeller. Karena crane yang ada pada dock 3 dalam proses perbaikan,
maka propeller hanya diletakkan disamping kapal. Dan pengerjaan selanjutnya
seperti perbaikan daun propeller dan balancing propeller dilakukan diatas dock 3.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 34 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

• Pembongkaran seal

1. Melepas rumah seal yg ada di belakang propeller


Setelah propeller dilepas, rumah seal yg berisi rubber seal dan sleeve dibuka untuk
mengecek bagian dalamnya.
2. Melepas rubber seal dan sleeve
Setelah rumah seal dibuka, rubber seal dilepas dari sleeve, dan dilakukan pengecekan
apakah material rubber seal masih memiliki kelenturan yang baik.
Setelah dilakukan pengecekan baik pada bagian rubber seal dan sleeve, ternyata bagian
yang menyebabkan kebocoran adalah cacatnya bentuk dari sleeve pada propeller sebelah
kanan. Cacat ini terjadi karena pengikisan permukaan sleeve yang disebabkan lilitan
sampah nilon yang cukup keras. Sehingga pada putaran propeller yang tinggi dan terjadi
secara terus menerus dapat mengikis permukaan sleeve. Bentuk permukaan sleeve yg
tidak rata menyebabkan rubber seal tidak dapat menutup celah dengan baik, sehingga air
bisa masuk ke dalam sistem transmisi propeller.

Perbaikan Sleeve
Perbaikan permukaan sleeve yang terkikis dapat dilakukan melalui 2 cara, yang dibagi
menurut keekonomisan biaya pengerjaan perbaikan,yaitu :
1. Mengupas permukaan sleeve dan menambah material
2. Memotong sleeve dan membuat baru

Perbaikan pipa-pipa
Perbaikan pada pipa pipa yang dilakukan pada umumnya disebabnkan karena terjadinya
korosi. Pipa pipa yg dilakukan perbaikan antara lain :
-Perbaikan pipa hydrant
-Pipa bbm
-Pipa hidrolis pada mesin tambat
Untuk pipa pipa air laut yang korosi biasanya terjadi karena adanya endapan endapan air
laut yang mengandung kadar garam tinggi, sehingga mempercepat terjadinya korosi

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 35 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 2

Tanggal Rabu 18 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Perbaikan daun propeller tugboat Bima 333


2. Mengenal system propulsi azimuth thruster

Detail Kegiatan

Perbaikan Propeller

Kerusakan pada propeller khususnya pada daun propeller berpengaruh terhadap performa
dari kapal dimana daya yang ditransferkan dari mesin tidak dapat di serap secara
maksimal (dengan kata lain terjadi losses daya pada propeller). Sebagai contoh jika daun
propeller mengalami bending atau bengkok maka kemungkinan terjadi perubahan pitch
propeller untuk rasio r/R tertentu, hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan pada
beban propeller (propeller load) sehingga untuk mencapai kecepatan servis dibutuhkan
daya motor penggerak yang lebih besar (kurva beban propeller akan naik dan keluar dari
kurva range daya mesin/engine envelope) dan jika dipaksakan maka motor induk akan
bekerja dengan keras (MCR secara kontinu) hal ini akan membahayakan motor, jika
digunakan secara kontinu maka kemungkinan motor akan rusak (batang piston, piston dan
bagian-bagian bergerak lainnya).

Proses reparasi propeller kapal dilakukan ketika kapal berada di dalam dok (proses
docking), umumnya kerusakan pada propeller terjadi pada bagian daunnya (blade) dimana

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 36 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

daun propeller inilah yang menjadi prantara antara kapal dan air sehingga kapal dapat
berjalan, sebagai contoh kerusakan pada daun propeller seperti : mengalami fouling,
terjadi pengikisan akibat kavitasi, terjadi keretakan dan bengkokan (bending) akibat
berbenturan dan sebagainya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dengan kondisi
propeller yang tidak optimum tersebut maka performa propeller akan turun.

Perbaikan Daun Propeller Bima 333

Perbaikan daun propeller Bima 333 dilakukan karena telah mengalami pengikisan pada
unjung – ujung daun propeller yang menghadap air atau leading edge. Kerusakan ini bisa
terjadi karena terjadi benturan – benturan dengan benda benda keras, contohnya seperti
batu karang, saat propeller berputar. Perbaikan dilakukan dengan cara pengelasan
material yang memiliki komposisi yang sama atau menyerupai material propeller itu
sendiri, seperti campuran kuningan (bronze alloy).
Alat dan Material
Alat :
1. APD

2. Set Alat Las

Material :
1. Kawat las campuran kuningan

2. Burag

Proses Pengelasan
1. Memanaskan daun propeller.

2. Mencampurkan burag (bahan kimia yang berfungsi sebagai pengikat)

3. Mengumpankan kawat kuningan.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 37 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Azimuth Thruster

Sebuah langkah maju dalam domain sistem propulsi, pendorong azimut dengan cepat
menggantikan bentuk mekanisme propulsi konvensional. Menyelinap ke dalam sistem
desain dan mekanisme kerja mereka di artikel di dalamnya.

Sistem Propulsi kapal berubah dengan cepat dan begitu juga dengan sistem mekanisme
propulsi. Kemampuan manuver dari semua jenis kapal adalah produk dari sistem propulsi
yang sempurna dan teknologi yang efisien. Perairan yang sempit dan saluran sempit
selalu traumatis bagi para kapten, dengan putus asa berusaha menghindari segala jenis
kecelakaan selama manuver. Kami telah melihat pendorong busur dan buritan yang
bekerja dengan baling-baling dan baling-baling lapangan yang dikendalikan untuk
memberikan manuver halus mungkin. Tetapi bagaimana mekanisme yang melakukan
pekerjaan dari semua mekanisme ini?

Pendorong Azimuth adalah mesin pendorong yang maju (mekanisme) yang memiliki
semua bentuk mekanisme konvensional. Azimut mendorong tujuan pasangan dari semua
mekanisme ini untuk menghasilkan struktur tunggal yang tidak hanya melakukan lebih
efisien daripada semua mekanisme yang diambil bersama-sama, tetapi juga membantu
dalam menghemat uang dan energi ke tingkat yang lebih besar.

Konstruksi dan Bekerja

Azimuth Thrusters adalah mekanisme yang sangat bagus yang telah sepenuhnya
memberantas penggunaan bentuk sistem propulsi konvensional. Bayangkan saja, sebuah
kapal dengan pendorong azimuth, tidak perlu kemudi, busur atau truster keras atau
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 38 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

baling-baling pitch yang dikendalikan. Semua pekerjaan dilakukan hanya dengan satu
mekanisme. Bukankah itu luar biasa? Bayangkan penghematan dalam biaya material dan
ruang kapal dan energi. Tidak hanya itu, mereka memberikan kemampuan manuver yang
lebih baik daripada sistem konvensional lainnya.

Azimuth Thruster adalah pengaturan di mana baling-baling ditempatkan dalam polong


yang dapat diputar ke segala arah horizontal. Ini memberantas penggunaan kemudi.
Batang thruster mengakomodasi poros yang terhubung ke motor yang terletak di dalam
kapal. Pendorong Azimuth dibagi menjadi dua jenis berdasarkan posisi motor.

Azimuth Thrusters adalah tipe fixed atau re-tractable dan tersedia sebagai propeler pitch
yang terkendali atau tetap. Pitch tetap umumnya digunakan untuk perahu berukuran kecil
seperti kapal tunda dan feri. Dorong retractable digunakan untuk struktur berat seperti
pengeboran lepas pantai atau struktur DP dan bahkan kapal militer.

Thrusters Transmisi Mekanik

Pendorong jenis ini terdiri dari sistem di mana polong terhubung ke motor di dalam kapal
dengan menggunakan sistem mekanik, yaitu gearing. Motor dapat dioperasikan diesel
atau diesel listrik. Atas dasar pengaturan shafting, pendorong dibagi menjadi drive Z dan
drive L. L-drive terdiri dari poros input vertikal dan poros horizontaloutput, yang
dilampirkan dengan bantuan gigi sudut yang tepat. Dengan demikian sistem transmisi
daya hanya melibatkan dua poros. Sementara sistem transmisi daya Z-drive terdiri dari
tiga poros. Poros input horizontal yang terhubung ke poros tengah vertikal yang
terhubung ke poros output horizontal dengan bantuan dua gigi siku kanan dan dengan
demikian membuat bentuk Z.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 39 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Thrusters Transmisi Listrik

Transmisi thruster listrik tidak terdiri dari sistem gir mekanik. Motor Listrik terletak di
pod itu sendiri yang terhubung ke poros tanpa menggunakan roda gigi. Daya yang
dibutuhkan oleh motor listrik dapat diturunkan dari sistem tenaga utama, yaitu mesin
diesel atau turbin gas. Semua pendorong ini dapat bergerak 360 derajat, sehingga
membuat proses docking dan manuver melalui saluran, yang halus.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 40 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 2

Tanggal Kamis 19 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

Detail Kegiatan
Pengelasan

Pengelasan (welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara
mencairkan sebagian logam induk (base metal) dan logam pengisi (filler) dengan atau
tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan
yang menerus. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas,
meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa dan sebagainya.
Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk
mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara
pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifat
- sifat las dengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya.

Berdasarkan klasifikasi, pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu :

1. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dengan memanaskan daerah sambungan


sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang
terbakar.
2. Pengelasan tekan adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan
kemudian ditekan hingga menjadi satu.
3. Pematrian adalah cara pengelasan sambungan yang diikat dan disatukan dengan

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 41 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Dalam hal ini
logam induk tidak turut mencair.

Pengelasan yang paling banyak digunakan dan diterapkan di pembangunan kapal adalah
pengelasan cair dengan busur listrik.

Elektroda
Elektroda atau kawat las digunakan untuk melakukan pengelasan listrik yang
berfungsi sebagai pembakar yang akan menimbulkan busur nyala. Ada banyak jenis
kawat las yang ada elektroda di pasaran, tiap jenis elektroda hanya digunakan untuk suatu
pekerjaan pengelasan tertentu. Jenis dan ukuran elektroda atau kawat las menentukan
seberapa besar arus listrik yang tepat untuk suatu pengerjaan pengelasan. Elektroda
memiliki berbagai kode spesifikasi yang dapat kita lihat pada kardus pembungkusnya.
Kebanyakan operator las biasanya menggunakan pengalaman, dan kebiasaan dalam
menentukan kawat las dan besarnya arus listrik.

Standar Elektroda atau Kawat Las Listrik

Ada standar tertentu yang dipergunakan oleh para pelaku industri pengelasan untuk
bisa menentukan elektroda yang akan dipakai dan besaran arus listrik yang diperlukan.
Standar umum yang dipakai adalah standar yang ditentukan oleh AWS (American
Welding Society), badan yang menetapkan standard dan aturan pengelasan resmi di
Amerika Serikat. Standar yang ditetapkan oleh AWS telah diakui secara luas dan
dipergunakan sebagai standar pengelasan di berbagai negara. AWS mengeluarkan standar
yang dinyatakan dengan tanda E XXXX yang berarti:

• E merujuk pada keterangan kawat las listrik atau elektroda


• XX (dua angka pertama) merujuk pada nilai kuat tarik dari kawat las yang
dinyatakan dalam satuan kilo pound square inch atau Ksi. Satuan ini juga sering
dinyatakan dalam lb/in²
• X (angka ketiga) merujuk pada posisi pengelasan yang bisa dilakukan dengan
elektroda tersebut. Angka 1 menunjukkan penggunaan pada semua posisi, angka 2

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 42 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

menunjukkan bahwa kawat las tersebut dapat dipakai pada posisi datar dan horizontal
dan angka 3 menunjukkan bahwa kawat las tersebut hanya dapat dipakai pada posisi
flat saja
• X (angka keempat) merujuk pada jenis pelapis (fluks) dan arus yang digunakan
pada elektroda tersebut

Penjelasan spesifikasi diatas berlaku untuk penggunaan pengelasan pada mild steel,
sementara itu untuk spesifikasi atau standar untuk proses pengelasan yang lain seperti
untuk Low Alloy Steel dan juga untuk Stainless Steel memiliki kode tambahan di belakang
kode standar yang telah disebutkan diatas.

Dalam penggunaan gas CO2 sebagai gas pelindung berpengaruh pada pemindahan logam
cair dari elektroda ke material induk berbentuk bola – bola yang relatif besar. Hal ini
dikarenakan logam yang mencair tetap melekat pada ujung elektroda karena busur yang
kurang bagus. Pada proses GMAW juga sering terjadi banyak spater atau percikan –
percikan, tetapi spater ini dapat dikurangi dengan cara memperpendek jarak busur las
sehingga ujung elektroda seperti logam yang mencair.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 43 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 2

Tanggal Jumat 20 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Macam-macam cacat pengelasan


2. Prosedur pengelasan dan pemotongan

Detail Kegiatan

Cacat Pengelasan
Jenis Cacat Las yang biasa terjadi dalam proses pembuatan kapal KCR 60 antar
lain adalah sebagai berikut.

Crack (Retak)

Crack adalah fenomena dimana timbul keretakan pada material yang dilas baik
pada area weld metal, base metal, maupun area HAZ.
Penyebab crack pada weld metal antara lain:

- Diameter elektroda yang terlalu kecil

- Adanya penahanan yang dipaksakan, urutan pengelasan yang salah dan


adanya tegangan sisa

- Pendinginan yang terlalu cepat

- Persiapan sambungan yang kurang baik

- Adanya gas-gas hidrogen dan oksigen (elektrode lembab)

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 44 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

- Ada bagian kawah yang belum terisi

Penyebab crack pada base metal dan HAZ:

• Kekerasan base metal tinggi (cek dan Pcm tinggi)

• Kadar C, Mn dan Cr base metal tinggi

• Hidroden embritlement

Crack pada material bisa ditanggulangi dengan cara:

• Menggunakan baja dengan Cek dan Pcm rendah sehingga terbentuknya


daerah martensit pada HAZ dapat dihindari

• Menggunakan elektroda dengan fluks berkadar hidrogen rendah

• Menghilangkan kandungan uap air dalam fluks yang digunakan dalam las
SAW

Porosity

Penyebabnya antara lain:

• Masuknya gas-gas dari atmosfer maupun dari fluks pada saat proses metalurgi.

• Pendinginan logam cair terlalu cepat.

• Persiapan sambungan yang kurang bersih sehingga logam induk dan logam las
mengandung kotoran seperti karat, minyak, cat, uap air, dll.

• Elektroda atau logam induk yang lembab, khususnya elektroda tipe low hydrogen

• Panjang busur atau besar arus yang tidak tepat.

• Kurang lunaknya slag yang timbul pada proses metalurgi.

• Adanya kandungan gas-gas O2 yang berlebihan selama proses pengelasan

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 45 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Sparter (Bintik)

Spatter diakibatkan oleh kuat arus yang terlalu besar, dan bisa juga karena jarak antara
base metal dengan ujung electrode terlalu dekat. Dapat ditanggulangi dengan cara
digerinda.
Incomplete Fusion
Incomplete fusion adalah penggabungan yang tidak sempurna antara base metal dan weld
metal pada fusion line atau antara lapisan demi lapisan pada pengelasan multi pas.
Penyebabnya antara lain:

• Ukuran elektroda terlalu besar.

• Travel speed berlebihan.

• Penyimpangan posisi elektroda terhadap sumbu pengelasan.

• Adanya kotoran-kotoran pada groove sehingga dapat menghalangi pencairan pada


daerah tersebut.

• Arus listrik kurang besar

Incomplete Penetration
Incomplete penetration adalah penembusan kurang sempurna pada daerah akar las
Penyebab:

1. Kesalahan disain celah (groove).

2. Jarak root face yang berlebihan.

3. Kesalahan teknik pengelasan.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 46 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

4. Arus listrik kurang besar.

5. Travel speed kurang tepat.

6. Adanya kotoran-kotoran pada root sehingga dapat menghalangi pencairan pada


daerah root.

Imperfect Shape
• Undercut

Terjadi apabila ada alur (groove) yang termakan.


Penyebab:

• Arus pengelasan yang terlalu tinggi

• Diameter elektroda terlalu besar.

• Sudut elektroda yang kurang tepat.

• Travel speed terlalu tinggi.

• Underfill

Keadaan dimana weld face atau root face kurang terisi logam las sehingga
permukaannya lebih rendah dari permukaan base metal.
• Overlap

Terjadi bila terdapat bagian weld metal yang melimpah dan menutupi logam induk
tetapi tidak terjadi fusi. Umumnya hal ini terdapat pada kaki weld metal.
Penyebab:

- Arus las terlalu besar.

- Travel speed terlalu tinggi.

- Sudut kemiringan elektroda kurang tepat.

- Peleburan filler metal sebelum logam induk mencair.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 47 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 3

Tanggal Senin 23 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Sistem perpipaan

Detail Kegiatan

Jenis – Jenis pipa dan instalasinya

Pipa adalah suatu batang silindar berongga yang dapat berfungsi untuk dilalui atau
mengalirkan zat cair, uap ataupun gas. Untuk pembuatan pipa baja dapat dibuat dengan
beberapa metoda antara lain seamless pipe, butt welded pipe dan spiral welded pipe.
Pembuatan pipa disesuaikan dengan kebutuhan dan dibedakan dari batas kekuatan
tekanan, ketebalan dinding pipa, temperatur zat yang mengalir, jenis material berkaitan
dengan korosi dan kekuatan pipa tersebut.

Jenis pipa
Jenis pipa yang terdapat dikapal memiliki beragam senis ditinjau dari material pipa sesuai
dengan kegunaannya. Material pipa dikapal pada umumnya terbuat dari baja galvanis,
baja hitam, baja campuran, stainless steel, kuningan, tembaga ataupun alumunium. Pada
kegunaan tertentu terdapat pula pipa yang terbuat dari bahan non metal seperti rubber
hose , gelas dan PVC.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 48 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Penamaan pipa
Penamaan pipa sering disebut dari jenis pipa dan ukuran pipa yaitu diameter pipa.
Diameter pipa sendiri dibagi dua : diameter luar dan diameter dalam, selain itu ada yang
menamakan pipa dari ketebalan pipa yaitu ketebalan antara diameter luar dan diameter
dalam dan sekarang dikenal dengan istilah schedules.

Instalasi pipa
Untuk instalasi pipa dikapal tentu pipa-pipa tersebut tidak hanya pipa lurus melainkan
terdapat belokan , cabang, mengecil, naik dan turun. Panjang dari pipa pun beraneka
ragam ada yang penjang ataupun pendek. Berkaitan dengan hal ini maka kita akan
mengenal beberpa jenis sambungan pipa seperti sambungan ulir, sambungan shock,
sambungan dengan las (butt welded) dan sambungan dengan menggunakan flange. Selain
itu dikenal juga istilah belokan atau ellbow, cabang T atau tee, cabang “Y” dan ada juga
pipa yang diameternya mengecil disebut reducer.
Pada setiap kapal yang memiliki perlengkapan permesinan yang terdiri dari Mesin Induk ,
Mesin Bantu dan pompa-pompa atau kapal yang tidak dilengkapi Mesin Penggerak
namun memiliki permesinan lain dan pompa-pompa, selalu dilengkapi dengan instalasi
perpipaan.
Instalasi pipa dikapal diganakan untuk mengalirkan fluida dari satu tanki/kompartment ke
tanki lain, atau dari satu tangki ke peralatan permesinan dikapal, atau mengalirkan fluida
dari kapal keluar kapal atau sebaliknya. Selain itu terdapat instalasi pipa yang lain
berfungsi mengalirkan gas non cair seperti pipa gas buang, pipa sistim CO2, atau instalasi
pipa yang mengalirkan udara dan uap bertekanan.
Untuk kapal-kapal yang dibangun mengikuti peraturan klasifikasi maka instalasi pipa
harus pula mendapat persetujuan atau gambar instalasi pipa harus mendapat pengesahan
dari badan klasifikasi.

Sistim pemeliharaan
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sistim pemeliharaan atau sistim reparasi terhadap
pipa-pipa dikapal, untuk memudahkan hal tersebut maka sistim penyambungan pipa-pipa

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 49 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

dikapal menggunakan sistim baut dan flange.

Sistem Instalasi Pipa Air Laut / Sea Water Piping System


Sesuai dengan fungsinya , instalasi pipa air laut digunakan untuk mengalirkan air laut dari
satu tanki ke tanki lain, dari luar ke dalam kapal, dari kapal ke laut dan lain sebagainya.
Pengaliran air laut menggunakan sarana pompa, dapat berupa pompa hisap atau pompa
tekan, pompa ini disebut Pompa air laut/Sea water pump. Selain pompa pengaturan aliran
instalasi air laut dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve.

Pompa air laut pada umumnya menggunakan jenis pompa centrifugal disesuaikan dengan
kebutuhannya . Air laut masuk kedalam kapal dengan melalui instalasi karangan laut/sea
chest , yaitu pipa yang menembus bagian kulit kapal didaerah bottom. Pipa di sea chest
dilengkapi katub/valve type non return valve yang terbuat dari bahan cast steel atau
bronze. Setelah melalui katub sebagai pengatur masuknya air laut , air laut melewati
Saringan/Strainer untuk menyaring partikel / kotoran sebelum dihisap oleh pompa Air
laut/sea water pump yang mempunyai kapasitas mencukupi sesuai kebutuhan. Pengaturan
kebutuhan air laut diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk
penyalurannya yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa isometri
terlampir).

Air laut antara lain dibutuhkan untuk sistim Pemadam Kebakaran/Fire Hydrant system,
sistim Pendingin Mesin Induk/Bantu/Sea Water cooling system, sistim Bilas
sanitasi/Sewage flushing system, sistim Cuci Geladak/Deck washing system, sistim

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 50 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

pencuci rantai di Hawse pipe/Chain washing system dan sistim Balas dikapal/Sea water
ballast system.

Sistem Instalasi Pipa Air Tawar / Fresh Water Piping System

Sesuai dengan fungsinya , istalasi pipa air Tawar/Fresh water digunakan untuk
mengalirkan air Tawar dari satu tanki ke sistim yang dibutuhkan, dari luar ke dalam kapal
pada saat pengisian Air Tawar , dari tanki ke katup2 didaerah ruang akomodasi untuk
kebutuhan orang dikapal dan lain sebagainya. Pengaliran air Tawar menggunakan sarana
pompa, dapat berupa pompa hisap atau pompa tekan, pompa ini disebut Pompa air
Tawar/Fresh water pump. Selain pompa pengaturan aliran instalasi air Tawar dikontrol
dengan menggunakan sistim katub/valve.

Pompa air Tawar pada umumnya menggunakan jenis pompa centrifugal disesuaikan
dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim Hydrophore, sehingga air Tawar yang
mengalir keluar mempunyai tekanan untuk kebutuhan diseluruh ruangan di geladak.

Air Tawar masuk kedalam kapal dengan melalui sistim pengisian melewati instalasi pipa
pengisian Air Tawar dan masuk kedalam tanki Air Tawar/Fresh Water tank , pipa
pengisian Air Tawar umumnya terletak digeladak yang menembus bagian bagian geladak
kapal dan masuk ke Tanki Air Tawar. Pipa-pipa tersebut dilengkapi dengan katub/valve
yang terbuat dari bahan stainless steel.
Pengaturan kebutuhan air Tawar diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa
katub untuk penyalurannya yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 51 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

isometri terlampir).
Air Tawar antara lain dibutuhkan untuk sistim instalasi ke kamar mandi dan washtafel,
sistim ke Dapur , dan instalasi ke Kamar mesin.

Sistem Instalasi Pipa Bahan Bakar / Fuel Oil Piping System

Instalasi pipa Bahan Bakar/Fuel Oil digunakan untuk mengalirkan kebutuhan bahan bakar
dari tanki bahan bakar ke sistim di permesinan dan dari luar ke dalam kapal pada saat
pengisian Bahan Bakar. Pengaliran bahan bakar menggunakan sarana pompa, dapat
berupa pompa Bahan bakar atau pompa transfer bahan bakar, pompa ini disebut Pompa
bahan bakar/Fuel Oil pump and Fuel Oil Transfer pump. Selanjutnya dari pompa
pengaturan aliran bahan bakar juga dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve.

Pompa Bahan Bakar pada umumnya menggunakan jenis pompa rotary disesuaikan
dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim penyaringan/filter, selain menggunakan
pompa bahan bakar utama, untuk kepentingan darurat sistim instalasi juga dilengkapi
dengan pompa tangan bahan bakar jenis rotari/FO Rotary Hand pump. Sehingga bahan
bakar dapat dipompa yang mengalirdari tanki bahan bakar ke Mesin Induk/Bantu/Main
Engine/Aux.Engine sesuai kebutuhan. Untuk Mesin Induk ukuran tertentu pada umumnya
dilengkapi dengan pompa bahan bakar yang menyatu dengan mesin/Attached Fuel Oil
pump sehingga aliran bahan bakar diambil dari tanki bahan bakar/ tangki harian bahan
bakar menggunakan pompa tersebut. Pompa Transferbahan bakar/FO Transfer pump
hanya berfungsi memindah kan bahan bakar dari tanki utama ke tanki Harian/FO Daily

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 52 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Tank.

Untuk pengisian Bahan bakar masuk kedalam kapal dengan melalui sistim pengisian
melewati instalasi pipa pengisian Bahan Bakar dan masuk kedalam tanki Bahan
Bakar/Fuel Oil tank , pipa pengisian bahan bakar umumnya terletak digeladak utama dan
pipa pengisian menembus bagian pelat geladak kapal dan masuk ke Tanki bahan bakar
dikenal dengan nama Bunker Station. Pipa-pipa tersebut dilengkapi dengan katub/valve
yang terbuat dari bahan pipa baja atau pipa stainless steel.

Pengaturan kebutuhan bahan bakar diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa
katub untuk penyalurannya sesuai jumlah tanki dan jumlah mesin yang dapat dikontrol di
kamar mesin (lihat diagram pipa isometri terlampir).

Untuk pipa bahan bakar yang keluar dari tangki harian dan mengalir menuju mesin harus
dilengkapi dengan katup dengan sitim penutup otomatis dengan pegas dan dapat
dioperasikan secara cepat/Quick closing valve.

Sistem Instalasi Pipa Air Kotor/ Sewage Piping System

Instalasi pipa Air Kotor/sewage piping system digunakan untuk mengalirkan air kotor dan
air limbah dikapal dari dan ke tanki Sewage di dalam kapal. Pengaliran sewage
menggunakan sarana pompa, berupa pompa Sewage/Sewage Pump. Air kotor/Sewage
berasal dari buangan water closet dari setiap ruang akomodasi, yang mengalir ke tanki
sewage secara gravity atau dengan tekanan air bilas/flushing , selanjutnya dari tanki
sewage akan dipompa keluar kapal sesuai dengan peraturan pembuangan limbah.
Pengaturan aliran air kotor juga dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve (lihat
diagram pipa isometri).

Pompa Sewage pada umumnya menggunakan jenis pompa rotary atau pompa piston
dengan putaran rendah, disesuaikan dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 53 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

penghancur berupa baling-baling didalam tangki sewage, selain menggunakan pompa


sewage utama pada umumnya untuk kepentingan darurat juga dilengkapi dengan pompa
tangan. Sehingga sewage dapat dipompa keluar sebelum tanki penuh.

Untuk pembersihan sistim instalasi sewage ini, dilengkapi dengan instalasi pembersih/
flushing system. Sistim pembersih menggunakan air laut , dan pembuangan sewage
menggunakan pipa yang umumnya menembus kulit lambung kapal disebut overboard dan
dilengkapi pula pipa pembuangan yang terletak digeladak belakang utama untuk
pembuangan ke sarana didarat atau tongkang pembuangan. Pipa-pipa tersebut terbuat dari
bahan pipa tahan karat atau pipa stainless steel dan dilengkapi dengan katub/valve.

Sistem Pipa Lainnya

Selain sistim Instalasi pipa yang utama tersebut diatas masih ada beberapa instalasi piap
yang lain, diantaranya inatalasi pipa Minyak lumas, instalasi pipa Cargo (khusus untuk
Tanker), Instalasi pipa pendingin mesin, instalasi pipa Udara, instalasi pipa Uap, dan
instalasi pipa Bilga.

• Instalasi pipa bilga untuk pembuangan air kotor dari got kamar mesin telah dibahas
sebelumya pada perihal MARPOL, termasuk untuk kapal barang dan Tanker.

• Pipa Udara adalah pipa peranginan yang harus dipasang disetiap tanki yang ada dikapal,
dengan kegunaan supaya didalam tanki tidak terjadi tekanan yang membahayakan. Pipa
udara harus dipasang ditanki dan keluar menembus geladak sehingga udara keluar
ditempat udara bebas. Pipa udara mempunyai ketinggian digeladak diatur oleh ketentuan
Load Line Convention. Ukuran diameter pipa udara harus lebih besar dari ukuran
diameter pipa isi. Dibagian ujung pipa udara harus dibuat bengkok atau dipasang strainer
sehingga air tidak mesuk kedalam tanki.

• Pipa Gas buang/Exhaust gas pipe merupakan pipa untuk mengalirkan gas hasil

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 54 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

pembakaran Mesin Induk/Main Engine atau mesin Bantu/Aux. Engine . Pipa gas buang
terpasang dari manifold gas buang Mesin Induk/Bantu didalam kamar mesin dan terus
menuju cerobong kapal/funnel . Karena pipa ini akan dialiri gas yang cukup panas maka
pipa pada umumnya dibalut dengan bahan insulation.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 55 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 3

Tanggal Selasa 24 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Macam-macam material propeller


2. Perawatan kapal saat di dermaga (sandar)

Detail Kegiatan

Macam macam cara perbaikan daun propeller


Berikut adalah kerusakan pada propeller ditinjau dari ukuran dan proses perbaikannya :
• Kerusakan kecil (< 5 cm)

o Menambal dengan menggunakan potongan – potongan kawat kuningan

Kawat las kuningan dapat langsung digunakan sebagai penambahan material


pada bagian yang patah (ukuran kecil), dipotong dengan ukuran yang sesuai
dengan ukuran patahan, kemudian ditempelkan dengan cara di las
o Mengisi ruang – ruang kosong dengan pengelasan kuningan

Ruang – ruang kosong diantara potongan – potongan kawat yang ditempelkan


pada patahan diisi dengan cara di las hingga penuh.
o Digerinda.

Setelah pengelasan dilakukan maka kemudian dilakukan proses penggerindaan


untuk meratakan permukaan hasil las.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 56 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

o Dibalancing.

Proses balancing dilakukan untuk menyeimbangkan massa tiap daun propeller


yang telah dilakukan perbaikan.

• Kerusakan Besar (>5cm)

o Memotong dan mengganti daun propeller.

Bila terjadi kerusakan yang berukuran besar, seperti patahan besar pada daun
propeller. Maka proses perbaikannya dapat dilakukan dengan cara memotong
daun propeller dan menggantinya dengan plat yang berbahan sama dengan

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 57 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

propeller tersebut. Diberikan toleransi ukuran ketebalan dan luas pelat


penggnti daun propeller. Kemudian pelat disambung dengan cara dilas pada
lokasi patahan.
o Digerinda

Setelah dilakukang proses pengelasan, kemudian dilakukan penggerindaan


untuk membentuk dan meratakan daun propeller.
o Dibalancing

Setelah kemudian dilakukan proses balancing hingga massa tiap daun


propeller sama.

Perawatan kapal saat di dermaga (sandar)


Pada saat kapal bersandar di dermaga atau tidak sedang berlayar ada beberapa pekerjaan
rutin yang dilakukan oleh deck crew kapal, yaitu antara lain :

1. Pencucian Air Tawar pada kapal

Pencucian air tawar dilakukan untuk menghilangkan garam laut yang menempel
pada bagian – bagian kapal yang berada di atas permukaan air. Bagian – bagian
yang dicuci antara lain :

• Main deck

Pada main deck kapal biasanya terdapat endapan garam karena air laut yang
naik hingga main deck saat pelayaran. Penyiraman air tawar dilakukan untuk
membersihkan garam yang dapat menyebabkan dan mempercepat proses
korosi pada pelat main deck kapal.
• Saluran pipa – pipa air laut

Saluran pipa – pipa air laut seperti pada saluran seachest kapal harus rutin
dibersihkan untuk mengurangi lajunyanya proses korosi, sehingga pipa – pipa
tersebut dapat bertahan lama.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 58 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

2. Pengencangan baut – baut pada flange sistem perpipaan dan permesinan

Pengecekan dan pengencangan baut – baut yang dilakukan pada sistem perpipaan
dan permesinan dilakukan untuk menjaga kondisi sambungan tetap erat pada
posisinya. Biasanya baut – baut ini mengalami kelonggaran akibat getaran dan
guncangan pada saat pelayaran yang bisa disebabkan oleh ombak ataupun mesin
kapal.

3. Pembersihan saluran cooler ME & AE

Cooler Main Engine (ME) dan Auxiliary Engine (AE) kapal biasanya
menggunakan sirkulasi air laut yang terhubung dengan seachest. Saluran cooler
ini harus rutin dibersihkan setiap kali kapal bersandar di dermaga untuk
menghilangkan endapan garam serta kotoran – kotoran yang tidak mampu di
saring oleh filter pada seachest kapal. Endapan – endapan ini cukup berbahaya
bila tidak dibersihkan karena dapat menyebabkan sirkulasi air laut terhambat
sehingga menyebabkan mesin overheat (temperatur melebihi batas normal).
Biasanya saluran cooler ini menggunakan pipa tembaga, sehingga proses
pembersihannya dilakukan dengan menggunakan bahan yang sifatnya lebih lunak
seperti batang bambu atau rotan, agar pipa tidak rusak (tergores).

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 59 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 3

Tanggal Rabu 25 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Kendala saat perbaikan kapal

Detail Kegiatan

Kendala saat perbaikan kapal


Ada berbagai macam kendala saat proses perbaikan berlangsung, salah satunya adalah
kendala waktu. Kendala waktu yang kali ini dibahas yaitu waktu perbaikan yang tidak
efektif dan efisien (lama). Hal ini bisa terjadi karena hal hal sebagai berikut :
1. Mencari material atau spare part kapal.
2. Membuat spare part kapal.

Mencari material dan spare part kapal


Harus impor atau indent, terutama untuk spare part mesin dan peralatan dari produsen
eropa. Proses impor atau pengiriman dari luar negeri harus menggunakan perizinan dari
birokrasi yang sering menyebabkan lamanya waktu pengiriman.
Ada di pasaran namun mahal, karena material yang dibeli melebihi kebutuhan. Biasanya
harus membeli satu set atau dalam bentuk lonjoran sesuai standart produsen. Contohnya
seperti pembelian profil atau pelat yang harus membeli sepanjang 6 meter.
Cara ekonomisnya adalah dengan mencari spare part atau material di pasar loak. Selain
lebih murah, biasanya untuk pembelian pelat bekas pembangunan kapal, pelat telah
melalui proses pembersihan degan sandblasting dan cat primer.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 60 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Membuat spare part kapal


Pembuatan spare part biasanya dilakukan karena sulit ditemukan dipasaran, baik dari segi
ukuran atau komposisi bahan.

Solusinya adalah membuat atau mencetak sparepart dengan cara memesan pada pabrik
manufaktur.
Contohnya seperti pembuatan rubber seal yang dapat dibuat dengan cara menggunakan
cetakan, sesuai dengan ukuran dan komposisi bahan yang dibutuhkan. Kebutuhan ini
contohnya seperti kelenturan yang diharuskan sesuai spesifikasi pada sparepart. Contoh
lainnya adalah seperti pembuatan sparepart dengan teknik pengecoran, sesuai dengan
komposisi bahan dan kekuatan yang dicantumkan pada spesifikasinya. Untuk sparepart
yang berbentuk silinder seperti sleeve dapat dibuat dengan cara menggunakan potongan
pipa yang memiliki komposisi, kekuatan maupun ukuran yang memenuhi baik dari
panjang maupun ketebalannya. Untuk ketebalan harus memperhitungkan toleransi untuk
proses pembuatannya. Kemudian potongan pipa tersebut dibubut baik diameter luar
maupun diameter dalamnya, hingga sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 61 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 3

Tanggal Kamis 26 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Observasi tugboat yang dimiliki PT. PMS


2. Kerusakan yang biasa terjadi di kapal

Detail Kegiatan

Obeservasi Kapal Tugboat PT PMS


Jayanegara 402, 302, 307

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 62 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Mengikuti staff septian, staff galangan yang mengurusi kapal yang dimiliki pt pms.
Mencatat serial number part part kapal seperti ME, AE, fuel filter, Msb sebagai data
untuk memesan spare part kapal
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 63 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Kebutuhan spare part cadangan sangat penting untuk kapal sebelum berlayar, terutama
kapal kapal yang berlayar dengan jarak yang jauh dari daratan. Sehingga kapal tiap kapal
harus mempunyai stock spare part di gudangnya. Kerusakan pada part kapal sangat
berbahaya jika tidak segera diperbaiki atau diganti, karena dapat merusak part lainnya.
Selain dapat membahayakan keselamatan awak kapal, hal ini dapat menyebabkan
kerugian yang lebih besar, Terutama bagi owner karena mahalnya harga spare part kapal.
Contohnya seperti kerusakan patahnya leher piston pada salah satu kapal pelni, yaitu KM
tidar yang mengakibatkan jebolnya blok mesin. Hal ini terjadi karena tidak segera
dilakukan pengecekan dan perbaikan saat kerusakan. Selain itu juga karna kelalaian
surveyor saat pengecekan part mesin, karena tidak sesuai dengan prosedur yang
semestinya. Yaitu harus menggunakan palu untuk mengetuk bagian part mesin yang
berbahan logam, untuk mengetahui apakah part tersebut dalam keadaan yang baik melalui
bunyinya.
Kerusakan yang biasa terjadi pada kapal
1. Kerusakan mesin
• karena umur kerja dari part mesin melebihi standart

Penyebab umum terjadinya kerusakan pada part mesin disebabkan karena umur kerja
yang melebihi standart. Umur kerja adalah waktu yang dapat ditempuh oleh part mesin
tersebut saat beroperasi dengan kondisi beban yang semestinya (normal) . Biasanya
dihitung dalam satuan jam. Jika part telah melebihi standart yang telah dibuat oleh
produsen, maka part tersebut tidak mampu menerima beban normal. Sehingga performa
mesin menurun dan part akan rawan terjadi kerusakan pada saat beroperasi.
Pencegahan :
Melakukan pemeriksaan secara berkala dan penggantian part sesuai standart umur kerja
yang dianjurkan produsen.
• karena spare part yang tidak asli (original)

Pemakaian spare part yang tidak asli atau tidak sesuai spek sesuai ketentuan produsen
masih sering dilakukan, karena harganya yang murah. Harga yang murah ini juga sesuai
dengan kualitanya yang tidak baik. Seperti material dari spare part tersebut tidak sesuai,

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 64 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

atau mempunyau komposisi yang kurang dari standart material spare part asli. Sehingga
dapat terjadi kerusakan pada part mesin, walaupun umur kerja dari part tersebut belum
tercapai (cepat rusak).
Pencegahan :
Pemakaian spare part asli atau original sesuai merek produsen atau yang dianjurkan
sangat penting dilakukan. Sehingga ketahanan (endurance) dari part part tersebut dapat
terjaga atau bisa dikatakan berumur panjang. Hal ini juga membuat performa mesin kapal
saat melakukan pelayaran berada pada kondisi yang baik. Hal ini sangat penting bagi
kapal kapal komersial yang mengutamakan servis bagi klientnya.
• karena human error

Kerusakan yang terjadi karna human error contohnya karena pemasangan part part yang
tidak benar atau kurang pas. Sehingga walaupun menggunakan spare part asli yang
berkualitas, tetap akan berpotensi menyebabkan kerusakan yang fatal.
Pencegahan :
- Teknisi permesinan yang terlatih

- Pengecekan ulang setelah pemasangan (assembly)

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 65 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 3

Tanggal Jumat 27 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Korosi yang terjadi di kapal


2. Pencegahan korosi di kapal

Detail Kegiatan

Korosi yang terjadi pada kapal

Salah satu sumber kerusakan terbesar pada kapal laut adalah disebabkan oleh korosi air
laut. Sampai saat ini penggunaan besi dan baja sebagai bahan utama pembuatan kapal
masih sangat dominan. Dari segi biaya dan kekuatan, penggunaan besi dan baja untuk
bangunan kapal memang cukup memadai. Tetapi besi dan baja sangat reaktif dan
mempunyai kecenderungan yang besar untuk terserang korosi air laut. Korosi merupakan
suatu proses degradasi dari suatu logam yang dikarenakanterjadinya reaksi kimia antara
logam tersebut dengan lingkungannya. Pada dasarnya korosi adalah peristiwa pelepasan
elektron-elektron dari logam (besi atau baja) yang berada di dalam larutan elektrolit
misalnya air laut. Sedangkan atom-atom yang bermuatan positif dari logam (Fe+3) akan
bereaksi dengan ion hydroxyl (OH-) membentuk ferri hidroksida [Fe(OH)3] yang dikenal
sebagai karat. Berdasarkan segi konstruksi pada kapal laut, pelat lambung kapal adalah
daerah yang pertama kali terkena air laut. Pada daerah lambung ini bagian bawah air
ataupun daerah atas air rentan terkena korosi. Korosi pada pelat badan kapal dapat
mengakibatkan turunnya kekuatan danumur pakai kapal, mengurangi kecepatan kapal

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 66 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

serta mengurangi jaminan keselamatan dan keamanan muatan barang dan penumpang.
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang
berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian
bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik
pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran
udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya.

Korosi kapal baja mengakibatkan turunnya kekuatan dan umur pakai kapal, sehingga
dapat mengurangi jaminan keselamatan muatan barang dan penumpang kapal. Untuk
menghindari kerugian yang lebih besar akibat korosi air laut maka diperlukan suatu
perlindungan korosi pada plat kapal.

Kapal baja merupakan kapal dengan seluruh bangunan terbuat dari baja paduan dengan
komposisi kimia sesuai standar untuk konstruksi kapal yang dikeluarkan oleh biro
klasifikasi kapal (Standards:ABS, BKI, DNV, RINA, GL, LR,BV, , NK, KR, CCS and
etc) dengan klas baja : A, B, C, D dan E. ( Grade: A, B, D,E, AH32-AH40, DH32-DH40
,A32 ,A36 ,D32, D36 and etc) dengan tebal: 8 mm s/d 100 mm, lebar : 1500 mm s/d 2700
mm, panjang : 6 m s/d 13 m. Baja untuk konstruksi kapal pada umumnya dibagi menjadi
tiga bagian, yaitu baja konstruksi kapal biasa, baja konstruksi kapal dengan tegangan
tinggi, dan baja tempa. Baja untuk konstruksi kapal mempunyai sifat mekanis yang sudah
mendapat persetujuan dari BKI.

Pemakaian pelat baja untuk bangunan kapal memiliki resiko kerusakan yang tinggi,
terutama terjadinya korosi pada pelat baja yang merupakan proses elektro kimia, akibat
lingkungan air laut yang memiliki resistivitas sangat rendah + 25 Ohm-cm, jika
dibandingkan dengan air tawar + 4.000 Ohm-cm, (Caridis, 1995) dan sesuai dengan posisi
pelat pada lambung kapal.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 67 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Posisi pelat baja lambung kapal terbagi dalam tiga bagian yaitu :

1. Selalu tercelup air yaitu pelat lajur alas, pelat lajur bilga, dan pelat lajur sisi
sampai sarat minimal.
2. Keluar masuk air yaitu pelat lajur sisi kapal dari sarat air minimal sampai sarat air
maksimal.
3. Tidak tercelup air yaitu pelat lajur sisi mulai dari sarat maksimal sampai dek
utama kapal.

Jenis Korosi

Korosi kapal baja dapat dibedakan menjadi menjadi 5 jenis yaitu :

1. Korosi Merata (uniform corrosion) adalah seluruh permukaan pelat


terserangkorosi biasanya pada bagian pelat yang berada diatas garis air.
2. Korosi Pelobangan (pitting corrosion), pada permukaan pelat terjadi lobangyang
semakin lama akan bertambah dalam dan akhirnya dapat menembuspelat kapal.
3. Korosi Tegangan (stress corrosion), korosi pada bagian pelat yang memikulbeban
besar.
4. Korosi Erosi (errosion corrosion), korosi yang terjadi pada material yang
menerima tumbukan partikel cairan yang mengalir dengan kecepatan tinggi.
5. Korosi Celah (crevice corrosion), korosi yang terjadi pada celah, daerah jepitan,
sambungan dan daerah yang ditutupi binatang dan tumbuhan kecil.

Penanggulangan dan Pengendalian Korosi

Pengendalian Korosi Dengan Proteksi Katodik

Proteksi Katodik (Cathodic Protection) adalah teknik yang digunakan untuk


mengendalikan korosi pada permukaan logam dengannmenjadikan permukaan logam
tersebut sebagai katoda dari sel elektrokimia. Proteksi katodik ini merupakan metode
yang umum digunakan untuk melindungi struktur logam dari korosi. Sistem proteksi
katodik ini biasanya digunakan untuk melindungi baja, jalur pipa, tangki, tiang
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 68 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

pancang,kapal,anjungan lepas pantai dan casing (selubung) sumur minyak di darat. Dalam
perancangan yang tepat laju oksidasi pada logam yang dilindungi dapat ditekan sehingga
laju oksidasi tersebut dapat diabaikan. Jika hal itu terjadi maka dapat dikatakan proteksi
katodik telah efektif. Efek samping dari penggunaan yang tidak tepat adalah timbulnya
molekul hidrogen yang dapat terserap ke dalam logam sehingga menyebabkan hydrogen
embrittlement (kegetasan hidrogen). Proteksi katodik adalah cara yang effektif dalam
mencegah stress corrosion cracking (retak karena korosi). Proteksi katodik tercapai
dengan menyuplai elektron ke struktur logam yang dilindungi. Jika arus mengalir dari
kutub (+) ke (-), maka struktur terlindungi. Jika arus memasuki struktur/logam melalui
elektrolit, maka struktur tidak terlindungi. Proteksi katodik tidak dapat bekerja pada
struktur yang terekspos di lingkungan udara bebas (atmosfer) karena udara merupakan
elektrolit lemah yang menghambat terjadinya aliran arus dari anoda ke katoda. Efektifitas
proteksi katodik memungkinkan baja karbon untuk digunakan dalam lingkungan yang
sangat korosif seperti air laut atau tanah dengan tingkat keasaman yang tinggi. Secara
umum, proteksi katoda terbagi menjadi dua jenis, yaitu : Sacrificial anode dan
ICCP/Impressed Current Cathodic Protection.

Pengecatan Kapal / Coating

Di Indonesia Marine Coating memiliki sebutan nama tersendiri untuk membedakan


dengan jenis cat lain. Para nelayan biasanya menyebut marinecoating dengan sebutan cat
marine atau cat kapal cat marine termasuk jenis cat kapal yang berkelas dan berkualitas,
karena cat kapal ini difungsikan untuk melindungi bagian kapal agar terhindar dari korosi
dalam jangka waktu yang cukup lama. Sifat proteksi pada cat kapal sangat diutamakan
mengingat kapal terus menerus berhadapan dengan air laut yang mengandung garam yang
sangat tinggi (NaCl), disamping itu cat kapal sendiri juga berhadapan langsung dengan
cuaca yang tiada henti-hentinya, yaitu hujan, panas dandingin. Kombinasi resin dan
pigment serta additive dalam material cat kapalmempunyai sifat atau karakteristik yang
sangat baik.

Bagian kapal besi yang perlu perhatian khusus adalah under water atau bawah air laut,

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 69 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

karena bagian ini merupakan bagian kapal yang selalu terendam kedalam air, apalagi air
yang dihadapi adalah air laut, dimana airlaut ini mengandung kadar garam laut (NaCl)
yang sangat tinggi, sehingga mudah sekali terjadi korosi. Proses pengecatannya pun
terdiri dari 3 lapisan diantaranya : Primer coat, Intermediate coat dan finish coat.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 70 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 4

Tanggal Senin 30 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pekerjaan pada kapal Bima 333


2. Mempelajari proses NDT

Detail Kegiatan

Perbaikan Pada TB. Bima 333


Aktivitas perbaikan yang dilakukan hari ini antara lain yaitu :
• Pemasangan rumah seal dan seal
• Penambahan oli transmisi

Pemasangan rumah seal dan seal


Pemasangan rumah seal dilakukan setelah dilakukan fabrikasi sleeve selesai dilakukan.
Setelah itu kemudian dilakukan pemasangan rubber seal pada rumah seal yang berguna
untuk mencegah air laut masuk ke sistem transmisi azimuth propeller kapal.

Ada beberapa macam contoh material seal yang dipasang dalam sistem propeller pada

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 71 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

TB. Bima 333, yaitu :


• Silikon (merah)
Seal jenis ini digunakan sebagai pengedap pada sistem / perpipaan yang terhubung
dengan aliran oli.
• Rubber
Jenis material seal jenis ini digunakan untuk mengedapkan sistem dari air, baik itu
air laut ataupun air tawar

Penambahan oli transmisi


Setelah seal pada poros propeller dipasang, kemudian dilakukan top up (penambahan) oli
transmisi yang berguna untuk melumasi sistem penggerak yang ada pada SRP

Non Destructive Test (NDT)


Non Destructive Test (NDT) adalah teknik analisis yang dilakukan untuk mengevaluasi
suatu material tanpa merusak benda uji tersebut. Beberapa jenis NDT antara lain adalah
sebagai :
• Radiography Test
• Magnetic Particle Inspection / Dye Penetrant Test
• Ultrasonic Flaw Detector
• Vacuum Test

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 72 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Radiography Test
Radiography adalah bagian dari Non Destructive Test (NDT) yang menggunakan sinar x
atau sinar gamma yang dapat menembus hampir semua logam kecuali timbal dan
beberapa material padat sehingga dapat digunakan untuk mengungkap cacat atau
ketidaksesuain dibalik dinding metal atau di dalam bahan itu sendiri.

Bentuk Alat Uji Radiography Test

Prinsip Kerja Radiography Test


Intensitas Radiasi akan berubah tergantung dari tebal material dan Density Material
sehingga akan menghasilkan bayangan yang berbeda pada film hasil Radiography Test.

Prinsip Kerja Radiography Test


Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 73 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Kelebihan dan Kekurangan Radiography Test


Kelebihan :
• Mampu mendeteksi cacat permukaan logam weld (lasan) atau Raw Material.
• Bisa menyajikan data yang terecord
• Cacat yang tampak pada film 1:1
• Dapat dioperasikan pada posisi-posisi yang sulit

Kekurangan :
• Dibutuhkan Personil (orang) yang sudah berkualifikasi (Certified Personnel as
ASNT requirement)
• Biaya pengujian lebih mahal dibandingkan DPT, UT, dan MT
• Bahaya radiasi sinar X dan Sinar Gamma

Magnetic Particle Inspection


Pengujian ini digunakan untuk mendeteksi cacat yang terletak di permukaan atau sedikit
di bawah permukaan, pada benda yang bersifat ferromagnetic (memiliki sifat kemagnetan
tinggi).

Bentuk Alat Uji Magnetic Particle Inspection

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 74 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Prinsip Kerja

Prinsip Kerja Magnetic Particle Inspection

Mendeteksi adanya pembentukkan medan magnet baru (medan bocoran) akibat garis
gaya magnet yang terpotong oleh discontinuity sehingga akan menarik partikel magnetic
untuk berkumpul di sekitar medan bocoran.

Kelebihan Dan Kekurangan Magnetic Particel Inspection


Kelebihan :
• Mudah untuk dilakukan
• Tidak memerlukan keahlian khusus untuk mengoperasikannya
Kekurangan :
• Penggunaan terbatas pada material yang bersifat ferromagnetic
• Adanya kemungkinan cacat yang tidak terdeteksi akibat orientasi cacat searah
dengan garis gaya medan magnet
Dye Penetrant Test

Bentuk Alat Uji Dye Penetrant Test

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 75 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Dye Penetrant merupakan metode NDT untuk mengetahui ada tidaknya crack pada weld
(hasil lasan). Test ini sangat mudah dilakukan dan pelaksanaannya juga sangat singkat.
Prinsip Kerja

Prinsip Kerja Dye Penetrant Test


Prinsip kerja dari metode Dye Penetrent Test adalah menggunakan cairan penetrant
dengan memanfaatkan kemampuannya yang bisa meleweati celah discontinouity serta
kerja developer untuk mengangkat kembali cairan yang meresap pada retakan, dengan
begitu cacat pada material dapat terdeteksi
Kelebihan dan Kekurangan Dye Penetrant Test
Kelebihan :
• Mudah Diaplikasikan
• Murah dalam pembiayaan
• Tidak dipengaruhi oleh sifat kemagnetan material dan komposisi kimianya
• Jangkauan pemeriksaan cukup luas
Kekurangan :
• Tidak dapat dilakukan pada benda berpori atau material produk powder
metallurgy. Hal tersebut akan menyebabkan terserapnya cairan penetrant secara
berlebihan sehingga dapat mengindikasikan cacat palsu.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 76 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Ultrasonic Flaw Detector

Bentuk Alat Uji Ultrasonic Flaw Detector

Ultrasonic Flaw Detector adalah yang tertua dan yang paling umum. Sejak tahun 1940-
an, hukum-hukum fisika yang mengatur propagasi gelombang suara melalui bahan padat
telah digunakan untuk mendeteksi retakan tersembunyi, void, porositas, dan
diskontinuitas internal lainnya dalam logam, komposit, plastik, dan keramik.
Prinsip Kerja Ultrasonic Flaw Detector

Prinsip Kerja Ultrasonic Flaw Detector

Prinsip kerjanya adalah dengan memanfaatkan rambatan gelombang ultrasonik yang


dikeluarkan oleh transduser pada benda kerja dan kemudian gelombang baliknya
ditangkap oleh receiver.

Gelombang yang diterima ini dapat diukur intensitasnya, waktu perambatan atau

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 77 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

resonansi yang ditimbulkan sehingga pada umumnya pemeriksaan ultrasonik ini


didasarkan pada perbedaan intensitas gelombang yang diterima serta waktu
perambatannya.
Kelebihan dan Kekurangan Ultrasonic Flaw Detector
Kelebihan :
• Tingkat kedalaman perembesan untuk mendeteksi defect sangat akurat
dibandingkan metode NDT yang lainnya
• Hanya membutuhkan 1 sisi benda uji
• Menampilkan informasi jarak pada layar CRT
• Preparasi benda uji yang sederhana
• Dapat digunakan selain untuk mendeteksi flaw

Kekurangan :
• Permukaan harus dapat dijangkau oleh probe dan couplant
• Skill dan training yang dibutuhkan lebih tinggi dari metode lain
• Finishing dan kekasaran pada permukaan mempengaruhi hasil inspeksi
• Sulit menginspeksi benda yang tipis
• Membutuhkan standar referensi

Vacuum Test

Bentuk Alat Uji Vacuum Test

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 78 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Vacuum Test merupakan pengujian yang dilakukan pada jalur yang sudah dilas (welding
seams) untuk mendeteksi adanya kebocoran atau crack. Vacuum Test ini dilakukan hanya
pada welding seams yang ditemukan pada pelat yang datar (tidak melungkung) dan bukan
pada pipa.
Prinsip Kerja Vacuum Test
Prinsip dasar dari Vacuum Test ini adalah mendeteksi kebocoran pengelasan dengan cara
membuat udara disekitar benda yang akan diuji menjadi hampa udara dengan
menggunakan media semacam tabung dari bahan yang tembus pandang, kebocoran akan
terdeteksi lewat alat ukur yang terpasang atau terlihat langsung dengan adanya busa /
gelembung dari cairan air sabun yang tampak di dalam tabung. Prinsip kerja dari Vacuum
Test adalah kebalikan dari prinsip kerja Air pressure Test.

Kekurangan dan Kelebihan Vacuum Test


Kelebihan :
• Power supply yang mudah didapatkan karena hanya berupa udara yang
dipampatkan pada mesin kompresor
Kekurangan :
• Dimensi dari instrument uji menentukan seberapa lama untuk menguji plat
• Bentuk alat yang akan diuji disesuaikan dengan vacuum yang ada
• Untuk pengujian pada tempat-tempat dengan posisi vertikal dan over head
diperlukan sedikit tenaga ekstra untuk menahan berat dari alat vacuum yang
digunakan.
• Vacuum test tidak dapat dilakukan pada pelat yang melengkung apalagi pipa

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 79 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 4

Tanggal Selasa 31 Juli 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pengamatan pengoperasian permesinan di kamar mesin tugboat Jayanegara 310


2. Mempelajari proses persiapan mesin kapal sebelum berlayar
3. Pengamatan sistem pada engine control room

Detail Kegiatan

Pengamatan di Kamar Mesin Jayanegara 310


Crew yang menangani kamar mesin pada Jayanegara 310 ada 3 orang
Ketiga crew menjaga kamar mesin secara bergantian selama 24 jam.
Spesifikasi Jayanegara 310

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 80 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Spesifikasi ME dan AE
Main Engine dan Auxiliary Engine yang digunakan sudah menggunakan turbo karena
efisiensi dan emisi yang lebih baik dibandingkan mesin tanpa turbo (naturally aspirated).
Sistem turbo membuat tenaga mesin menjadi lebih besar dengan memanfaatkan gas buang
dari exhaust. Kemudian udara dari gas buang tersebut dialirkan ke filter untuk
membersihkan dan aftecooler untuk didinginkan.
Berikut adalah Spesifikasi dari Main Engine yang digunakan pada Jayanegara 310 :

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 81 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 82 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Spesifikasi dari Auxiliary Engine :

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 83 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Persiapan mesin kapal sebelum berlayar


- Memeriksa level (volume) dan jam kerja oli

- Memeriksa bahan bakar dan sistemnya

Pemeriksaan yang dilakukan antara lain :


Volume bahan bakar
Kebersihan bahan bakar
Pompa bahan bakar
- Memeriksa air pendingin mesin dan sistemnya

Pemeriksaan yang dilakukan antara lain :


Memerikas saluran pipa pendingin mesin
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 84 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Pompa saluran air pendingin mesin


- Memeriksa sistem starting engine

Sistem starting engine secara umum ada 2 macam, yaitu dengan menggunakan aki
dan menggunakan udara bertekanan.
Menggunakan aki
Keuntungan :
• Lebih cepat pengoperasiannya.

• Sistem lebih modern.

Kekurangan
• Jika daya listrik yang ada pada aki mulai habis (menurun) maka tidak dapat
digunakan untuk menyalakan mesin.

Menggunakan Angin
Keuntungan :
• Sistem lebih sederhana dibandingkan aki, yaitu hanya menggunakan
tabung udara bertekanan untuk menyimpan udara. Jika udara habis maka
dapat diisi kembali dengan mudah.

Kekurangan
• Pengoperasian agak lama karena harus mengisi tabung bertekanan jika
udara berkurang.

- Pengamatan mesin

Seorang KKM (kepala kamar mesin) harus mempunyai keahlian dan pengalaman
dalam mengamati mesin, terutama jika terjadi kerusakan pada mesin. Selain harus
dapat mengenali kerusakan secara visual, KKM berpengalaman juga dapat
mengenali kerusakan mesin dari pendengarannya. Jika pada saat mesin beroperasi
terdengar suara yang tidak seirama, maka kemungkinan besar ada kerusakan yang
terjadi pada mesin. Sehingga kerusakan dapat dikenali sejak dini agar tidak
Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 85 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

semakin parah.

Engine Control Room


Sistem monitoring menggunakan sistem terpadu yang terintegrasi dari semua sistem
permesinan, pompa - pompa, tangki - tangki maupun sistem alarm dari semua bagian yang
ada di kapal. Sistem ini merupakan sistem yang cukup moderen dibandingkan kapal kapal
lain yang dimiliki oleh PT. PMS dan baru diterapkan pada Tugboat seri Jayanegara.
Monitoring dapat dilakukan melalui sebuah monitor yang ada di engine control room dan
wheelhouse sehingga memudahkan pengawasan saat kapal beroperasi. Selain itu data dari
sistem monitoring terpadu ini juga dapat dikirimkan langsung secara online ke kantor PT
PMS untuk pengawasan kapal, menggunakan jaringan provider telekomunikasi.
Sistem monitoring ME dan AE
Dari sistem ini seorang KKM dapat melakukan pengawasan terhadap kinerja mesin utama
maupun mesin Bantu kapal. Data - data yang ditampilkan antara lain seperti :
- Temperatur coolant atau pendingin mesin
- Tekanan dan temperatur Oli
- tekanan turbo
- tekanan dan konsumsi bahan bakar
- tegangan aki
Mesin pada saat idle atau standby dengan putaran mesin 450
Pada saat kecepatan servis antara 1000-1200 rpm

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 86 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Sistem monitoring tangki tangki

Sistem alarm

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 87 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 88 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 4

Tanggal Rabu 1 Agustus 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pengamatan sistem tangka-tangki


2. Pengamatan sistem pompa-pompa
3. Perawatan rutin yang dilakukan pada kapal
4. Macam-macam bahan bakar yang digunakan di kapal

Detail Kegiatan

Sistem Tangki – Tangki Jayanegara 310

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 89 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Tangki BBM
• Tangki Storage digunakan untuk menampung bahan bakar.

Ada 3 tangki yang ukurannya lebih besar


Terletak di centerline, portside dan starboard side
• Tangki Daily

Dari tangki penyimpanan (storage) kemudian di pompa ke tangki daily.


Sebelum memasuki tangka daily disaring menggunakan fuel filter sehingga bahan
bakar di tangki ini siap digunakan kapal.
Ada 2 tangki yang terletak di bagian depan sebelah portside dan starboard.

Tangki Portable Water


Tangki Portable Water adalah tangki yang berisi air tawar yang digunakan untuk
kebutuhan crew selama diatas kapal.
Air tawar diisi dari darat.

Tangki Ballast
Ballast menggunakan air tawar agar tidak cepat menimbulkan korosi. Tangki ballast ini
juga disebut Segregated Ballast Tank

Tangki Overflow
Tangki overflow adalah tangki yang menampung bahan bakar yang tidak terbakar oleh
mesin. Bahan bakar ini kemudian disirkulasikan kembali ke tangki bahan bakar untuk
digunakan.

Sistem pompa – pompa Jayanegara 310

Pompa fire fighting water

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 90 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Pompa Portable water

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 91 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Pompa oily water

Perawatan rutin pada kapal Jayanegara 310


Perawatan dilakukan secara rutin sesuai jadwal yang telah dibuat
• Oli

Penggatian dilakukan setiap 1000 jam sekali


Penggantian oli sesuai dengan spesifikasi
Oli hidrolik SAE 10
Oli mesin SAE 40
Limbah oli dibuang ke sludge tank dan dibuang ke darat
• Filter

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 92 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

• Sistem Turbo

• Sistem pendinginan mesin

• Seachest dan saringannya

Saringan dibersihkan seminggu sekali secara rutin agar kotoran tidak menyumbat
saluran.
Macam – macam bahan bakar
• MDO

• MFO

MFO 180

MFO 380
• HSD

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 93 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 4

Tanggal Kamis 2 Agustus 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Pelayanan pemanduan dan penundaan


2. Prosedur pemanduan dan penundaan kapal
3. Syarat pemanduan dan penundaan kapal

Detail Kegiatan

Pelayanan Pemanduan Dan Penundaan kapal


Pelayanan kapal mencakup mulai dari kapal sebelum memasuki alur hingga tambat di
dermaga sampai dengan kapal keluar meninggalkan alur. Pelayanan kapal akan mengacu
kepada aturan yang telah disepakati dan kebutuhan pengguna jasa, pengguna jasa dapat
menyesuaikan pelayanan yang dibutuhkan.
Dalam pelayanan kapal akan dibagi menjadi pelayanan-pelayanan yang lebih khusus,
antara lain:
1. Pemanduan, adalah pelayanan pandu memberikan bantuan kepada Nahkoda kapal
agar navigasi saat melewati alur atau daerah wajib pandu dapat dilaksanakan
dengan selamat, tertib dan lancar.
2. Penundaan, adalah pelayanan menarik mendorong atau menggandeng kapal yang
melakukan gerakan untuk tambat ke atau untuk melepas dari dermaga, jetty,
trestel, pier, pelampung, dolphin, kapal, dan fasilitas tambat lainnya menggunakan
kapal tunda. tidak semua kapal harus menggunakan jasa pelayanan, hanya kapal-
kapal dengan kriteria tertentu yang harus menggunakan pelayanan penundaan.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 94 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Prosedur Pelayanan Pemanduan


1. Perusahaan pelayaran / agent kapal harus memberitahukan secara tertulis atau
electronic kepada penyelenggara pemanduan mengenai perkiraan kedatangan kapal
(ETA) selambat-lambatnya 24 jam sebelum kapal tiba di Pelabuhan.
2. Waktu permohonan penyampaian permintaan pandu sebelum pemanduan dan
perubahan/pembatalan pelayanan pemanduan sebagai berikut :
a.Untuk kapal sandar permintaan pelayanan pemanduan minimum 3 jam dan untuk
perubahan/pembatalan minimum 2 jam dari waktu permintaan pelayanan
b.Untuk kapal keluar permintaan pelayanan pemanduan minimum 3 jam dan untuk
perubahan/pembatalan minimum 2 jam dari waktu permintaan pelayanan.
c.Untuk gerakan tersendiri minimum 3 jam dan untuk perubahan/pembatalan
minimum 2 jam dari waktu permintaan pelayanan.
3. Permintaan jasa pandu dan tunda diajukan oleh perusahaan pelayanan / agent dengan
memakai formulir kepada loket penyelenggara pemanduan sesuai ketentuan.
4. Pelayanan kapal berangkat / keluar pelabuhan, perusahaan pelayaran, agent harus
mengajukan permintaan pandu ke loket penyelenggara pemanduan disesuaikan dengan
ketentuan yang berlaku.

Standard Pemanduan dan penundaan


1. Kapal berukuran GT 500 atau lebih yang berolah gerak di perairan wajib pandu, wajib
memakai jasa pandu.
2. Kapal berukuran panjang 70 meter sampai dengan 100 meter dapat ditunda dengan 1
(satu) kapal tunda yang mempunyai daya minimal 800 PK.
3. Kapal berukuran panjang lebih dari 100 meter sampai dengan 150 meter, dapat ditunda
2 (dua) kapal tunda dengan jumlah daya 1.600 PK sampai dengan 3.400PK.
4. Kapal berukuran panjang lebih dari 150 meter sampai dengan 200 meter, dapat ditunda
2 (dua) kapal tunda dengan jumlah daya 3.400 PK sampai dengan 5.000PK.
5. Kapal berukuran panjang lebih dari 200 meter sampai dengan 300 meter, dapat ditunda
3 (tiga) kapal tunda dengan jumlah daya 5.000 PK sampai dengan 10.000PK.
6. Kapal berukuran panjang lebih dari 300 meter keatas, dapat ditunda 4 (empat) kapal

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 95 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

tunda dengan jumlah daya 10.000 PK


7. Pemberian izin bagi orang-orang yang bukan pandu untuk ikutmenumpang kapal tunda,
motor pandu, motor kepil hanya diberikan oleh Manager Kepanduan dan Kepala
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan.

Pelaksanaan pemanduan dan penundaan


1. Urutan prioritas pelayanan kapal masuk/keluar disesuaikan dengan perencanaan
penyelenggara pemanduan yang lebih dulu kapal pertama datang dan meminta
pelayanan pandu dilayani lebih dulu (First Come First Service).
2. Pelayanan pemanduan dilaksanakan dengan kapal yang akan diberangkatkan
didahulukan dari kapal masuk/sandar.
3. Pelayanan pemanduan dilaksanakan dalam kondisi dan cuaca aman untuk pelayaran,
kondisi dan cuaca aman yang dimaksud adalah :
a) Kecepatan angin kurang dari 20 knots.
b) Khusus di Pelabuhan Banten, Ciwandan, Kecepatan arus kurang dari 4 knots.
c) Tinggi gelombang kurang dari 2 meter.

Syarat Pengajuan Pandu kapal


Syarat-syarat Pengajuan PPKB Yang Harus Diperhatikan
1. PPKB Tanbat/Kedatangan
a. Pengajuan PPKB labuh/tambat dilakukan 24 jam sebelum kedatangan.
b. Pengajuan permohonan pandu kapal tiba 6 jam sebelum waktu pelayanan.
2. PPKB Perubahan/Pembatalan
Pengajuan pembatalan atau perubahan permohonan jasa tambat (perubahan
kedatangan) 3 jam sebelum waktu pelayaran.Pengajuan pembatalan atau perubahan
pandu kapal tiba/keluar/gerakan tersendiri (perubahan kedatangan/perubahan
keberangkatan).
3. PPKB Keberangkatan
Pengajuan permohonan pandu kapal berangkat 3 jam sebelum waktu pelayanan.
4. Kapal Rakyat

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 96 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Permohonan pelayanan jasa labuh dan atau tambat bagi kapal layar (KL) dan kapal
layar motor (KLM) harus diajukan oleh perusahaan pelayaran/agen paling lambat
24 jam setelah kapal tersebut berlabuh/bertambat.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 97 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mikael Anggoro

Tempat Kerja Praktek PT. Pelindo Marine Service

Kerja Praktek ke 1

Minggu ke 4

Tanggal Jumat 3 Agustus 2018


Pembimbing
Kegiatan

1. Proses pengangkatan dan perbaikan Pilot Boat PT. PMS


2. Kerusakan dan perbaikan fasilitas yang dimiliki PT. PMS

Detail Kegiatan

Proses Pengangkatan Pilot boat PT PMS


Pada hari ke – 19 sore, sebuah kapal pilot berbahan fiber yang dimiliki PT PMS
mengalami kebocoran pada bagian buritan dan menyebabkan air masuk ke dalam kapal,
sehingga kapal tenggelam hingga dasar dermaga.
Maka dari itu, kemudian pekerja dibagian perawatan fasilitas galangan melakukan
tindakan untuk mengapungkan kapal, kemudian memperbaiki kebocoran yang terjadi.
Berikut adalah proses pengapungan kapal yang dilakukan :
• Pengikatan Kapal

Dilakukan pengikatan kapal dengan menggunakan tali baja, kemudian


dihubungakan dengan takal yang terikat pada kapal – kapal yang berada
disebelahnya. Hal ini dilakukan untuk membantu proses pengangkatan kapal yang
kandas hingga dasar dermaga.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 98 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Proses pengikatan ini dilakukan dengan cara meyelam hingga dasar kapal untuk
menyelipkan tali baja, kemudian bagian ujungnya diikat pada takal.

• Pemompaan Air Pada Ruangan kapal

Air laut yang masuk ke kabin kapal kemudian dipompa keluar kapal
menggunakan compressor yang dimasukkan ke kabin kapal.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 99 dari 114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

• Penarikan kapal menggunakan takal

Setelah pemopaan air laut yang masuk ke kabin kapal, kapal mulai mengapung
secara perlahan. Kemudian dilakukan penarikan dengan takal untuk membantu
proses pengapungan kapal. Proses ini dilakukan secara perlahan untuk menjaga
kapasitas kekuatan tali dan takal. Penarikan disesuaikan dengan berat kapal yang
terisi air.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 100 dari
114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB IV
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil kerja praktek yang sudah dilakukan selama satu bulan, maka
dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a. PT. PMS anak perusahaan dari PELINDO III lebih fokus menagani maintenance
kapal, mulai dari survey kapal sampai reparasi kapal.
b. PT. PMS memiliki fasilitas yang cukup memadai.
c. PT. PMS menggunakan jasa sub kontraktor dalam proses reparasi kapal.

III.2 Saran
Selama kerja praktek di PT.Pelindo Marine Service, selain menimba ilmu ada
beberapa hal yang terasa perlu diperbaiki setelah mengamati jalannya reparasi kapal serta
sistem kerja di perusahaan ini. Hal-hal tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Perlu dilakukannya peningkatan peralatan kerja yang lebih modern dan memadai
sehingga mampu meningkatkan produktifitas kerja.
b. Kedisiplinan sub kontraktor harus lebih diperhatikan lagi terutama dalam waktu kerja.
c. Adanya bimbingan untuk mahasiswa kerja praktek supaya dalam pelaksanaannya
kerja praktek lebih terorganisir.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 101 dari
114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, F. (2011, July 18). Retrieved January 22, 2018, from Reparasi Kapal: http://s-
fachrurrozi.blogspot.co.id/2012/04/pengerjaan-reparasi-kapal.html
Soejitno, A. S. (1996). Galangan Kapal. Surabaya: FTK - ITS.

Halaman:
Fakultas Teknologi Kelautan, ITS 102 dari
114
DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN

Lampiran 1 Form KP-01 “Surat Pengajuan Kerja Praktek”


Lampiran 2 Form KP-03 “Surat Permohonan Kerja Praktek”
Lampiran 3 Form KP-06 “Laporan Mingguan Kerja Praktek”
Lampiran 4 Form KP-07 “Lembar Asistensi Kerja Praktek”
Lampiran 5 “Surat Penerimaan Permohonan Kerja Praktek dari Perusahaan/Instansi”
Lampiran 6 “Notulensi Harian Kerja Praktek”
Lampiran 7 “Sertifikat/Surat Keterangan Selesai Kerja Praktek dari Perusahaan/Instansi”
dst.

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 1
FORM KP-01 “SURAT PENGAJUAN KERJA PRAKTEK”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 2
FORM KP-03 “SURAT PERMOHONAN KERJA PRAKTEK”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 3
FORM KP-06 “LAPORAN MINGGUAN KERJA PRAKTEK”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 4
FORM KP-07 “LEMBAR ASISTENSI KERJA PRAKTEK”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 5
“SURAT PENERIMAAN PERMOHONAN KERJA PRAKTEK DARI
PERUSAHAAN/INSTANSI”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 6
“NOTULENSI HARIAN KERJA PRAKTEK”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS


DEPARTEMEN TEKNIK PERKAPALAN
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: 031 594 7254, Fax: 031 596 4182, Email: kapal@its.ac.id
http://www.na.its.ac.id

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LAMPIRAN 7
“SERTIFIKAT/SURAT KETERANGAN SELESAI KERJA PRAKTEK
DARI PERUSAHAAN/INSTANSI”

Fakultas Teknologi Kelautan, ITS