Anda di halaman 1dari 3

Mesin Pemipil Jagung

Gambar 1 Mesin pemipil jagung

1. Sistem Transmisi
Sistem transmisi mesin pemipil jagung dengan 3 puli dan 2 sabuk seperti pada
gambar 2.

Gambar 2 Transmisi puli-sabuk V pada mesin pemipil jagung

Dari diameter puli yang berbeda diameter berfungsi untuk mengkonversi torsi dan
kecepatan untuk di teruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan
putaran tinggi menjadi lebih rendah atau sebaliknya. Pada mesin pemipil jagung
menggunakan system transmisi sabuk dan puli dengan diameter puli penggerak lebih
kecil dibanding dengan puli yang digerakkan.

Alat pemipil jagung ini memiliki 3 puli. Dengan data perencanaan sebagai berikut :

 Putaran minimum motor (N1) = 1600 rpm

 Diameter puli penggerak (D1) = 50 mm

 Diameter puli pemipil (D2) = 140 mm

 Diameter puli blower (D3) = 50 mm

1. Perhitungan Puli

a. Perhitungan putaran puli pemipil (N2) :

𝑁1 𝐷2
=
𝑁2 𝐷1

1600 𝑟𝑝𝑚 140 𝑚𝑚


=
𝑁2 50 𝑚𝑚

1600 𝑟𝑝𝑚
𝑁2 =
2.8

𝑁2 = 571.4 𝑟𝑝𝑚

b. Perhitungan rpm puli blower (N3) :

𝑁2 𝐷3
=
𝑁3 𝐷2

571.4 50 𝑚𝑚
=
𝑁3 140 𝑚𝑚

571.4
𝑁3 =
0.357

𝑁3 = 1600 𝑟𝑝𝑚
2. Perhitungan Panjang Sabuk-V
𝜋 (𝐷 − 𝑑)2
𝐿 = 2𝐶 + (𝐷 + 𝑑) +
2 4𝐶

a. Sabuk-V Puli Pemipil Dengan Penggerak :


𝜋 (140 − 50)2
𝐿1 = 2(500) + (140 + 50) +
2 4(500)
𝐿1 = 1302,35 𝑚𝑚

b. Sabuk-V Puli Pemipil Dengan Blower


𝜋 (140 − 50)2
𝐿2 = 2(400) + (140 + 50) +
2 4(400)
𝐿2 = 1103,36 𝑚𝑚