Anda di halaman 1dari 4

PERCOLATION TEST

A. Dasar Teori
Perkolasi adalah proses mengalirnya air ke bawah secara gravitasi dari suatu
lapisan tanah ke lapisan di bawahnya, sehingga mencapai permukaan air tanah pada
lapisan jenuh air. Tes perkolasi ini bertujuan untuk menentukan besarnya luas medan
peresapan yang diperlukan untuk suatu jenis tanah dari tempat percobaan. Semakin
besar daya resap tanah, maka semakin kecil luas daerah peresapan yang diperlukan
untuk sejumlah air tertentu. Mengingat setiap daerah memiliki jenis tanah yang
berbeda maka daya resap tanahnya juga akan berbeda pula.
Perkolasi adalah gerakan air ke bawah dari daerah tak jenuh (antara
permukaan tanah sampai ke permukaan air tanah) ke dalam daerah jenuh (daerah di
bawah permukaan air tanah). Sedangkan Daya Perkolasi adalah laju perkolasi (Pp)
yaitu laju perkolasi maksimum yang dimungkinkan dengan besar yang dipengaruhi
oleh kondisi tanah dalam daerah tak jenuh. Perkolasi tidak mungkin terjadi sebelum
daerah tak jenuh mencapai daerah medan.
Aliran bawah permukaan merupakan bagian dari presipitasi yang mengalami
infiltrasi dalam tanah yang kemudian mengalir di bawah permukaan tanah dan
menuju alur sungai sebagai rembesan maupun mata air.

B. Tujuan
1. Dapat mengetahui cara pengukuran daya resap tanah dilapangan secara manual.
2. Dapat menghitung angka percolation.

C. Manfaat
1. Dapat mengetahui sejauh mana tingkat daya resap tanah pada lokasi-
lokasi tertentu
2. Dapat mengetahui angka percolation
D. Waktu dan Tempat
Lokasi :
- lokasi/ tanah yang dijadikan tempat pengujian/ tes perkolasi tidak jenuh air
(musim penghujan)
- Halaman Rekayasa (depan lab. Keperawatan)

Hari, Tanggal :
Pembuatan : Senin, Maret 2013
Penjenuhan : Rabu, Maret 2013

E. Alat dan Bahan


- Alat
1. Auger
2. Ember dan gayung
3. Mistar/Kayu ukur sepanjang100 cm
4. Alat penghitung waktu
5. Gergaji
- Bahan
1. Air Secukupnya
2. Pipa PVC
3. Koral

F. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Memilih lokasi untuk melakukan perkolasi test.
3. Membuat lubang peresapan dengan auger sedalam 100 cm dengan diameter
15cm.
4. Membuat lubang – lubang pada pipa PVC dengan gergaji.
5. Memasukkan pipa PVC.
6. Pada luar pipa PVC dimasukkan koral.
7. Mengisi air sampai penuh pada dalam pipa.
8. Mengisi air dalam lubang percolation tes sampai jenuh selama 4 jam.
9. Setelah jenuh, isi lubang percolation tes dengan air sampai penuh.
10. Mencatatat penurunan ketinggian air selama 30 menit.
11. Mengulangi sebanyak 8 kali percobaan.

G. Hasil
NO 30 MENIT KE- PENURUNAN (CM)
1. 1 48
2. 2 51
3. 3 55
4. 4 55
5. 5 54
6. 6 54
7. 7 52
8. 8 51

H. Perhitungan
48+51+55+55+54+51+52+51 417
Rata-rata = 8
=
8
= 52,125 = 521,25mm
25
= 521,25 × 30 = 1,43

PEMBAHASAN

Perkolasi test digunakan untuk mengetahui daya resap tanah terhadap air.
Perkolasi adalah proses bergeraknya air melalui profil tanah karena tenaga
gravitasi. Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah
dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air
dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga
air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil data 1,4 mm.
percobaan dilakukan dengan menggali tanah sedalam 100 cm dan diberi koral
sebanyak 20 cm dengan mengukur penuran air setiap 30 menit setelah semalam
dijenuhkan. Maka daya resap tanah didekat laboratorium keperawatan tergolong
cepat karena hasil yang diperoleh kurang dari 2 mm. Perkolasi tidak mungkin
terjadi sebelum daerah tak jenuh mencapai daerah medan.

KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil yaitu Perkolasi adalah proses
mengalirnya air ke bawah secara gravitasi dari suatu lapisan tanah ke lapisan di
bawahnya, sehingga mencapai permukaan air tanah pada lapisan jenuh air. Tes
perkolasi ini bertujuan untuk menentukan besarnya luas medan peresapan yang
diperlukan untuk suatu jenis tanah dari tempat percobaan. Semakin besar daya
resap tanah, maka semakin kecil luas daerah peresapan yang diperlukan untuk
sejumlah air tertentu karena setiap daerah memiliki jenis tanah yang berbeda
maka daya resap tanahnya juga akan berbeda pula.