Anda di halaman 1dari 9

PPJ

Perencanaan tebal Perkerasan Lentur

Menentukan CBR Hasil Stabilisasi

Dikarenakan CBRsegmen dari hasil perhitungan yang didapat 2,65 < 6 %


maka tanah dasar perlu dilakukan perbaikan. Perbaikan yang dipakai yaitu
perbaikan menggunakan kapur dengan tebal 200 mm / 20 cm. Untuk menentukan
CBRsegmen yang dipakai dalam perencanaan, terdapat beberapa perhitungan dan
diambil nilai yang terkecil seperti berikut :

1. 4 x CBRawal = 4 x 2,65 = 10,6 %


2. CBR hasil stabilisasi = 14 %
3. Dampak dari tebal yang distabilisasi
200
CBRsegmen = 4 x 2 150
= 6,67 %

Maka CBRsegmen yang digunakan untuk perencanaan adalah 6,67 %.

Jenis perkerasan yang digunakan pada perencanaan adalah :

Gambar 4.1 susunan struktur perkerasan lentur

1
PPJ

Tabel 4.2 Sifat-sifat Lapis Pondasi Agegat

Lapisan Sub base dipilih memnggunakan LFA kelas B (CBR minimal 60


%) dengan diambil nilai CBR = 70%. Lapisan base dipilih menggunakan LFA
kelas A (CBR minimal 90%) dengan diambil nilai CBR = 95%

Modulus Resilien (MR)


Modulus resilien (MR) tanah dasar juga dapat diperkirakan dari CBR
standar dan hasil atau nilai tes soil index. Korelasi Modulus Resilien dengan nilai
CBR 10 % atau lebih kecil ditentukan dengan persamaa (1). Korelasi Modulus
Resilien dengan nilai CBR lenih dari 10 % ditentukan dengan persamaan (2).

MR (psi) = 1.500 x CBR ……………………………………......... (1)

MR (psi) = 2.555 x CBR0,64 ………………………………………. (2)

Lapisan Aspal : MR1 = 1.500 x CBR = 1.500 x 6,67


MR1 = 10.005 Psi

LFA kelas A : MR2 = 2.555 x CBR0,64 = 2.555 x 950,64


MR2 = 47.112,3 Psi

LFA kelas B : MR3 = 2.555 x CBR0,64 = 2.555 x 700,64


MR3 = 38.748,3 Psi

Reliabilitas
Tabel 4.2 memperlihatkan rekomendasi tingkat reliabilitas untuk
bermacam-macam klasifikasi jalan. Perlu dicatat bahwa tingkat reliabilitas yang
lebih tinggi menunjukkan jalan yang melayani lalu-lintas paling banyak,
sedangkan tingkat yang paling rendah, 50 % menunjukkan jalan lokal.

2
PPJ

Tabel 4.2 Rekomendasi tingkat reliabilitas berdasarkan klasifikasi jalan

Sumber : Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B

Klasifikasi jalan = kolektor

Diambil reliabilitas : R = 80 %

Penyimpangan Normal Standard (Zo) dan Deviasi Standar (So)


Dalam persamaan desain perkerasan lentur, reliabilitas (R) diakomodasi
dengan parameter penyimpangan normal standar (standard normal deviate, ZR).
Tabel 4.3 memperlihatkan nilai ZR berdasarkan nilai reliabilitas tertentu.

3
PPJ

Tabel 4.3 Nilai penyimpangan normal standar berdasarkan nilai reliabilitas

Sumber : Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B

R = 85 %, maka ZR = -0,841

Deviasi standar (S0) harus dipilih yang mewakili kondisi setempat.


Rentang nilai S0 adalah 0,40 – 0,50. Diambil nilai S0 = 0,4

Koefisien Drainase
Koefisien drainase yang harus ditetukan adalah untuk LFA kelas A (base)
dan LFA kelas B (subbase). Tabel 4.4 memperlihatkan nilai koefisien drainase (m)
yang merupakan fungsi dari kualitas drainase dan persen waktu selama setahun
struktur perkerasan akan dipengaruhi oleh kadar air yang mendekati jenuh.

4
PPJ

Tabel 4.4 Nilai koefisien drainase (m)

Sumber : Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B

LFA kelas A diambil koefisien drainase (m2) = 1,3

LFA kelas B diambil koefisien drainase (m3) = 1,4

Indeks Permukaan (IP)


Dalam menentukan indeks permukaan (IPt) pada akhir umur rencana, perlu
dipertimbangkan faktor-faktor klasifikasi fungsional jalan sebagai mana
diperlihatkan pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5 Indeks Permukaan pada akhir umur rencana (IPt)

Sumber : Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B

Dalam menentukan indeks permukaan pada awal umur rencana (IP 0) perlu
diperhatikan jenis lapis permukaan perkerasan pada awal umur rencana sesuai
dengan Tabel 4.6.

5
PPJ

Tabel 4.6 Indeks permukaan pada awal umur rencana

Sumber : Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B

Janis perkerasan : Laston, diambil IP0 = 4,2

Klasifikasi jalan : kolektor, diambil IPt = 2,5

Koefisien Relatif
Berdasarkan jenis dan fungsi material lapis perkerasan, estimasi Koefisien
Kekuatan Relatif dikelompokkan ke dalam 5 katagori, yaitu : beton aspal (asphalt
concrete), lapis pondasi granular (granular base), lapis pondasi bawah granular
(granular subbase), cement-treated base (CTB), dan asphalt-treated base (ATB).

Koefisien relatif lapisan aspal (a1) diambil a1 = 0,4

Koefisien relatif LFA kelas A (a2) diambil a2 = 0,14

Koefisien relatif LFA kelas B (a3) diambil a3 = 0,13

Batas Minimum Tebal Lapisan Perkerasan


Tabel 4.7 memperlihatkan nilai tebal minimum untuk lapis permukaan
berbeton aspal dan lapis pondasi agregat.

6
PPJ

Tabel 4.7 tebal minimum susunan lapisan perkerasan lentur

(Sumber : Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B)

CESA = 4.066.860 ISS/UR/LR maka tebal minimal antara lain :


Lapisan aspal (surface) = 3,5 inci
LFA = 6 inci

Perhitungan Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Rumus SN (Structural


Number)
Perhitungan perencanaan tebal perkerasan dalam pedoman ini didasarkan
pada kekuatan relatif masing-masing lapisan perkerasan, dengan rumus sebagai
berikut :

SN = a1 D1 + a2 D2 m2 + a3 D3 m3

W 18
Untuk mencari SN menggunakan rumus (¿) = CESA = 4,066 x
log ¿
106 dengan merubah nilai MR mengunakan Shift + Solves. Rumus sebagai
berikut :

W 18
Δ Psi
(¿)=Z R × S0 + 9,36× log ( SN + 1 )−0,20+
log ( 4,2−1,5 ) +2,32× log ( M )−8,07
R
1094
0,4+ 5,19
( SN +1 )
log ¿

7
PPJ

 MR1 =

8
PPJ

SN1 = 3,6 SN2 = 5,8 SN3 = 6

SN 1=a1 × D1 3,6=0,4 × D1 D 1=9 inci=22,86 cm ≥ 2 inci …. OK !


SN 2=a1 × D 1 +a2 × D 2 ×m 2 5,8=0,4 ×9+ 0,14 × D2 ×1,3

D 2=12,0879 inci=30,7032 cm ≥6 inci …. OK !


SN 3=a1 × D1 +a 2 × D2 ×m2 +a3 × D3 ×m 3

6=0,4 × 9+ 0,14 ×12,0879 ×1,3+ 0,13× D3 × 1,4 D3=1,0989 inci ≤6 inci ….

D 3=6 inci=15,24 cm
Maka perencanaan perkerasan hanya sampai LFA Kelas A tidak menggunakan
LFA Kelas B.

Desain tebal perkerasan lentur antara lain :

Laston MS744 Surface


25 cm

LFA Kelas A 30 cm Base

27 cm

Gambar 4.3 Desain tebal perkerasan lentur