Anda di halaman 1dari 139

1

8
9 VISI DAN MISI
10 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN TELOGOREJO
11
12 VISI
13 Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Terdepan Dalam Meningkatkan
14 Kualitas Hidup Manusia Dengan Memberikan Pendidikan
15 Kesehatan Terbaik Untuk Masyarakat
16
17 MISI
181. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang mampu menghasilkan tenaga

19 kesehatan profesional dan siap kerja


202. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mengembangkan

21 profesionalitas tenaga kesehatan


223. Menyediakan SDM yang profesional dan fasilitas pendidikan sesuai

23 perkembangan ilmu dan teknologi


244. Memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan dalam

25 bidang pendidikan kesehatan


265. Menerapkan tata kelola yang baik dan benar untuk mengupayakan

27 pertumbuhan yang berkesinambungan


28
29
30
31

2
3
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42 VISI DAN MISI
43 PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN
44
45 VISI
46 Menjadi Program Studi Ners terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup
47 manusia dengan memberikan pendidikan keperawatan terbaik dan unggul di
48 bidang keperawatan paliatif pada tahun 2022
49
50 MISI
511) Menyelenggarakan pendidikan Ners bermutu, inovatif, dan kreatif selaras
52 dengan kemajuan global yang mengacu pada standar nasional
532) Menyelenggarakan penelitian dan publikasi ilmiah untuk meningkatkan
54 kualitas pendidikan dan pelayanan keperawatan yang berfokus pada
55 keperawatan paliatif
563) Menyelenggarakan pengabdian masyarakat yang sesuai dengan kearifan
57 lokal berdasarkan Evidence Based Practice in Nursing
584) Menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, berintegritas, beretika dan
59 responsif terhadap perubahan
605) Memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan dalam
61 bidang pendidikan keperawatan
626) Menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan
63 keperawatan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian
64 masyarakat
657) Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan unggul sesuai
66 dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
678) Melaksanakan tata kelola program studi yang baik dan benar untuk
68 mengupayakan pertumbuhan yang berkesinambungan

4
69
70
71
72
73
74
75
76
77 CORE VALUE
78 I-CARE
79
80 Integrity
81 Mendahulukan kejujuran, etika dan rasa percaya dalam berperilaku dan
82 menjalin hubungan dengan orang lain
83

84 Compassionate to Customer
85 Sikap rendah hati dan peduli berdasarkan kasih dan keadilan dalam
86 memberikan pelayanan terhadap pelanggan, baik internal maupun
87 eksternal
88

89 Alignment for Result


90 Semangat untuk bersinergi dan berselaras dengan tujuan mendapatkan
91 hasil yang terbaik
92

93 Responsive to Changes
94 Bersikap terbuka dan peka terhadap perubahan, serta mengambil tindakan
95 yang diperlukan secara cepat dan tepat untuk menyesuaikan diri terhadap
96 perubahan
97

98 Excellence through Innovation


99 Semangat dalam melakukan perbaikan dan inovasi secara terus menerus

5
100MODUL A1-3
101KEPERAWATAN DASAR I
102(MAHASISWA)
103

104EDISI 3
105
106Program Studi S-1 Keperawatan
107

108Penulis:
109Ketua : Ns. Suksi Riani, M.Kep
110Anggota : Ns. Felicia Risca Ryandini, M.Kep., Sp.MB
111 Ns. Ratnasari, M.Kep
112 Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB
113
114
115ISBN: 978-602-471-288-4
116
117Penerbit
118STIKES Telogorejo Semarang
119

120Redaksi
121Jl. Yos Sudarso/Jl. Puri Anjasmoro – Semarang
122Telp. (024) 76632823, 76632824, 76632825, Fax. (024) 76632939
123E-mail: humas@stikestelogorejo.ac.id – Website:www.stikestelogorejo.ac.id
124

125Cetakan ketiga, 2019


126

127Hak Cipta dilindungi undang-undang


128Dilarang memperbanyak modul ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis
129dari penerbit
130

131 TIM PENYUSUN


132 MODUL A1-3 KEPERAWATAN DASAR I
133 (4 SKS)

6
134
135KETUA : Ns. Suksi Riani, M.Kep
136
137ANGGOTA :
1381. Ns. Felicia Risca Ryandini, M.Kep., Sp.MB
1392. Ns. Ratnasari, M.Kep
1403. Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB
141
142KONTRIBUTOR :
1431. Ns. Asti Nuraeni, M.Kep. Sp.Kep., Kom
1442. Ns. Sri Hartini M.A., M.Kep., Sp.Kep.An
1453. Ns. Bagus Ananta Tanujiarso, M.Kep
1464. Ns. Laura Khattrine Noviyanti, M.Kep
1475. Ns. Dwi Fitriyanti, M.Kep
1486. Ns. Ratnasari, M.kep
1497. Ns. Ni Made Ayu Wulansari, M.Kep
1508. Ns. Danny Putri, M.Kep., Sp.Kep.MB
151
152TUTOR :
1531. Ns. Ismonah, M. Kep, Sp. MB 13. Ns. Rinda Intan Sari, M.Kep
1542. Ns. Sri Puguh Kristiyawati, M. Kep., Sp.MB 14. Ns. Isny Nurhayati, S.Kep
1553. Ns. Asti Nuraeni., M. Kep., Sp. Kep. Kom 15. Ns. Dwi Aryanti P., S.Kep
1564. Ns. Sri Hartini, M. Kep., Sp. Kep. An 16. Ns. Setyo Bayu Aji, S. Kep
1575. Ns. Felicia Risca R., M.Kep., Sp. Kep. MB 17. Ns. Ummi Latifah, S.Kep
1586. Ns. Laura Khattrine N., M.Kep, Sp.Kep.J 18. Ns. Theodora Rosaria G., S.Kep
1597. Ns. Prita Adisty Handayani., M.Kep 19. Ns. Elisa Ling Dinanti, S.Kep
1608. Ns. Suksi Riani, M.Kep 20. Ns. Zulaikah, S.Kep
1619. Ns. Ratnasari, M.Kep 21. Ns. Deni Umarna, S.Kep
16210. Ns. Bagus Ananta Tanujiarso, M.Kep 22. Ns. Sony Hermawan, S.Kep
16311. Ns. Ni Made Ayu Wulan Sari, M.Kep 23. Ns. Nur Fajrin, S.Kep
16412. Ns. Dwi Fitriyanti, M.Kep 24. Ns. Suwondo, S. Kep

165 PRAKATA
166
167 Alhamdulillah, dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
168 dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Modul A1-3 Keperawatan Dasar

7
169 I ini tepat pada waktunya. Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini ditujukan kepada
170 mahasiswa semester I Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang.
171 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini memberikan petunjuk dan pemahaman untuk Dosen
172 atau Tutor dan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.
173
174 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini disusun sebagai upaya agar mahasiswa dapat
175 memahami keperawatan dasar dalam profesi keperawatan. Modul A1-3 Keperawatan
176 Dasar I ini disusun sesuai tuntutan Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT) yang bertujuan
177 untuk meningkatkan kemandirian mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan
178 menggunakan pendekatan Student Centered Learning (SCL) atau pembelajaran yang
179 berpusat pada mahasiswa.
180
181 Dalam penyusunan Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini, banyak pihak yang telah
182 membantu proses penyusunan, untuk itu penyusun mengucapkan terimakasih kepada
183 seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan modul ini.
184
185 Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dalam Modul A1-3
186 Keperawatan Dasar I ini, untuk itu penyusun mengharapkan kritik yang membangun untuk
187 penyempurnaan modul ini di masa yang akan datang.
188
189
190 Semarang, Desember 2019
191
192 Penyusun
193

194

8
195 DAFTAR ISI
196
197HALAMAN DEPAN...................................................................................................... i
198VISI MISI PROGRAM STUDI ..................................................................................... ii
199CORE VALUE ................................................................................................................ iii
200ISBN ............................................................................................................................ . . iv
201TIM PENYUSUN MODUL .......................................................................................... v
202PRAKATA ...................................................................................................................... vi
203DAFTAR ISI .................................................................................................................. vii
204PETA KURIKULUM ..................................................................................................... viii
205KALENDER AKADEMIK ......................................................................................... . . ix
206BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
207 A. Deskripsi Modul ..................................................................................... 1
208 B. Metode Pembelajaran Modul ................................................................. 2
209 C. Kompetensi ............................................................................................. 3
210 D. Evaluasi Pembelajaran Modul ................................................................ 4
211 E. Disiplin Ilmu Terkait .............................................................................. 6
212 F. Prasyarat Modul .................................................................................... . 6
213 G. Hubungan Dengan Modul Lain............................................................... 6
214BAB II ISI MODUL .................................................................................................. 8
215 A. Overview.................................................................................................. 8
216 B. Topic Tree................................................................................................ 9
217 C. Blue Print Assesment............................................................................... 10
218 D. Tujuan Belajar Mingguan........................................................................ 13
219 E. Jadwal Pembelajaran .............................................................................. 24
220BAB III SKILLS LABORATORY .............................................................................. 30
221 A. Pendahuluan ........................................................................................... 34
222 B. Tujuan Umum Skills Laboratory............................................................. 34
223 C. Tujuan Khusus Skills Laboratory............................................................ 34
224 D. Tingkat Kompetensi ............................................................................... 35
225 E. Desain Aktivitas Pembelajaran ............................................................... 36
226 F. Tahap Pembelajaran ............................................................................... 36
227 G. Prosedur Tindakan .................................................................................. 37
228 H. Jadwal Skills Laboratory......................................................................... 56
229BAB IV ASSESSMENT ............................................................................................... 60
230BAB V PENUTUP ....................................................................................................... 65
231SENARAI
232DAFTAR PUSTAKA
233LAMPIRAN
234

9
235 PETA KURIKULUM
236

SEMESTER I

Evaluasi

Evaluasi
20 Modul A1-1 Modul A1-4 Modul A1-2 Modul A1-3
sks Agama dan Pancasila Ilmu Dasar Konsep Dasar Keperawatan Dasar I
(4 sks) Keperawatan I Keperawatan (4 sks)
(6 sks) (6 sks)

SEMESTER II

20 Modul A1-5 Modul A1-6 Modul A1-7 Modul A1-8

Evaluasi

Evaluasi
sks Keperawatan Keperawatan Ilmu Dasar Ilmu Dasar
Dasar II Dasar III Keperawatan II Keperawatan III
(6 sks) (4 sks) (5 sks) (5 sks)

237

238

239

240

241

10
11
12
13
243 BAB I
244 PENDAHULUAN
245
246A. Deskripsi Modul
247 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini merupakan modul yang disusun untuk mahasiswa
248 semester I Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang. Modul A1-
249 3 Keperawatan Dasar I ini memiliki beban sks sebanyak 4 sks yang terdiri dari 2 sks
250 teori dan 2 sks praktikum. Modul ini merupakan panduan untuk mahasiswa dalam
251 melaksanakan proses pembelajaran berdasarkan Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT)
252 dengan metode pendekatan Problem Based Learning (PBL). Modul ini bermanfaat
253 untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor mahasiswa sesuai
254 standar kompetensi mahasiswa keperawatan.
255
256 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini membahas tentang konsep, prinsip, teknik dan
257 prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan nutrisi,
258 eliminasi, cairan dan elektrolit, aman dan nyaman, kebersihan dan perawatan diri serta
259 membahas tentang tindakan ketrampilan klinis keperawatan untuk mengatasi masalah
260 pasien dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia yang mencakup kebutuhan nutrisi,
261 kebutuhan eliminasi, kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan rasa nyaman dan aman,
262 serta kebutuhan kebersihan dan perawatan diri.
263
264 Pokok bahasan kebutuhan nutrisi dalam Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini
265 mempelajari tentang konsep dan prinsip kebutuhan nutrisi, teknik dan prosedur
266 pelaksanaan asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, pemeriksaan fisik
267 abdomen, pengukuran antopometri, pemasangan NGT.
268
269 Pokok bahasan kebutuhan eliminasi dalam Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini
270 mempelajari tentang konsep dan prinsip kebutuhan eliminasi, teknik dan prosedur
271 pelaksanaan asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan eliminasi, tehnik
272 membantu BAB dan BAK di tempat tidur, pemasangan kateter, perawatan kolostomi.
273
274 Pokok bahasan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam Modul A1-3 Keperawatan Dasar I
275 ini mempelajari tentang konsep dan prinsip kebutuhan cairan dan elektrolit, teknik dan

14
276 prosedur pelaksanaan asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan
277 elektrolit, pemeriksaan fisik kasus kelebihan atau kekurangan cairan, teknik menghitung
278 balance cairan, pemasangan infus dan menghitung tetesan infus.
279
280 Pokok bahasan kebutuhan rasa nyaman dan aman dalam Modul A1-3 Keperawatan
281 Dasar I ini mempelajari tentang konsep dan prinsip kebutuhan rasa nyaman dan aman,
282 teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan rasa
283 nyaman dan aman, pengkajian nyeri, pemeriksaan fisik neurologi.
284
285 Pokok bahasan kebutuhan kebersihan dan perawatan diri dalam Modul A1-3
286 Keperawatan Dasar I ini mempelajari tentang konsep dan prinsip kebutuhan kebersihan
287 dan perawatan diri, teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan keperawatan untuk
288 memenuhi kebutuhan kebersihan dan perawatan diri, tehnik memandikan pasien di
289 tempat tidur dan teknik oral hygiene.
290
291B. Metode Pembelajaran Modul
292 Pada semester I ini, mahasiswa akan mempelajari 4 (empat) mata kuliah, di mana akan
293 dibagi menjadi 2 (dua) blok yaitu blok I yang terdiri dari Modul A1-1 Agama dan
294 Pancasila dan Modul A1-4 Ilmu Dasar Keperawatan I. Blok II terdiri dari Modul A1-2
295 Konsep Dasar Keperawatan dan Modul A1-3 Keperawatan Dasar I.
296
297 Modul A1-3 Keperawatan Dasar ini merupakan pembelajaran yang dilaksanakan pada
298 blok II bersamaan dengan Modul A1-2 Konsep Dasar Keperawatan. Pembelajaran Blok
299 II diselesaikan oleh mahasiswa selama 10 minggu dengan rincian: minggu 1 sampai
300 dengan 9 mahasiswa menjalani proses pembelajaran modul yang meliputi tutorial,
301 kuliah tutorial. Pada minggu ke-10 mahasiswa akan mengikuti evaluasi pembelajaran
302 akhir modul dengan ujian tulis untuk mencapai kompetensi ranah kognitif dan afektif.
303
304 Metode pembelajaran Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini menggunakan pendekatan
305 metode Student Centered Learning atau pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa.
306 Mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam mengungkapkan pendapat, berdiskusi
307 dengan teman atau tutor dan mencari materi yang dibutuhkan di text book, buku ajar,
308 jurnal dan sumber lain terkait yang mutakhir untuk mencapai kompetensi dalam modul
309 ini.

15
310 Dalam pelaksanaannya metode pembelajaran yang digunakan antara lain: Problem
311 Based Learning dengan metode Seven Jumps, kuliah tutorial, tugas terstruktur serta
312 belajar mandiri. Metode Seven Jumps dilakukan dengan cara mahasiswa diberikan
313 beberapa skenario (kasus) yang digunakan sebagai trigger yang akan didiskusikan
314 dalam kelompok kecil untuk mencapai kompetensi dalam modul ini. Kuliah tutorial
315 diberikan kepada mahasiswa setelah mahasiswa menjalani proses PBL (Seven Jumps).
316 Akhir dari pembelajaran tutorial mahasiswa akan menjalani proses perkuliahan dengan
317 expert terkait dan membahas kasus yang telah didiskusikan, untuk mendapatkan
318 kompetensi secara utuh.
319
320 Selain metode tutorial, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dengan metode ceramah
321 maupun persentasi, penugasan pada setiap pengajar serta belajar mandiri yang sudah
322 terjadwal pada setiap minggunya. Pada akhir modul yaitu minggu kesepuluh, mahasiswa
323 wajib mengikuti evaluasi akhir modul.
324
325C. Kompetensi
326 1. Kompetensi Dasar
327 Mahasiswa mampu menguasai prinsip, konsep, teknik dan prosedur pelaksanaan
328 asuhan/praktik keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok untuk
329 memenuhi kebutuhan nutrisi, kebutuhan eliminasi, kebutuhan cairan dan elektrolit,
330 rasa nyaman dan aman, serta kebutuhan kebersihan dan perawatan diri.
331
332 2. Standar Kompetensi
333 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Modul A1-3 Keperawatan Dasar I
334 mahasiswa mampu:
335 a. Menguasai prinsip, konsep, teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan/praktik
336 keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok untuk memenuhi
337 kebutuhan nutrisi
338 1) Pengkajian keperawatan
339 a) Melakukan pengkajian keperawatan yang meliputi identitas pasien, keluhan
340 utama, riwayat kesehatan, genogram, pemeriksaan fisik head to toe,
341 pengkajian 11 pola fungsional Gordon, pemeriksaan penunjang
342 b) Mengidentifikasi dan membedakan data-data normal dan data-data
343 patologis
344 c) Mengelompokkan data patologis sesuai dengan kasus kebutuhan nutrisi
345 2) Diagnosa keperawatan

16
346 a) Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai dengan North American
347 Nursing Diagnosis Association-International (NANDA) atau Standar
348 Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) yang sudah dianalisis
349 berdasarkan data subyektif dan obyektif yang tepat
350 b) Menentukan prioritas diagnosis keperawatan
351 3) Intervensi keperawatan
352 a) Menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek (menggunakan
353 sistematika Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely atau
354 SMART)
355 b) Menetapkan kriteria tujuan mengacu pada Nursing Outcome Classification
356 (NOC) atau Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
357 c) Menetapkan rencana tindakan keperawatan mengacu pada Nurisng
358 Intervention Classification (NIC) atau Standar Intervensi Keperawatan
359 Indonesia (SIKI)
360 d) Menetapkan Nursing Activity untuk masing-masing NIC serta memberikan
361 rasionalisasinya dari setiap nursing activity yang ditetapkan
362 e) Nursing activity meliputi:
363 (1) Pemeriksaan fisik abdomen
364 (2) Pengukuran antopometri
365 (3) Pemasangan NGT
366 f) Mampu mengintegrasikan hasil-hasil penelitian dan evidence based
367 practice dalam asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah pasien
368 dengan gangguan kebutuhan nutrisi meliputi:
369 (1) Nutrition and adult inflammatory bowel disease
370 (2) Malnutrisi dan asupan kalori pada pasien rawat inap di rumah sakit
371 (3) Hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan dalam pembatasan
372 asupan nutrisi dan cairan pada pasien gagal ginjal kronik dengan
373 hemodialisa
374 g) Menjalankan budaya keselamatan dengan memperhatikan standar
375 keselamatan pasien meliputi:
376 (1) Ketepatan identifikasi pasien
377 (2) Peningkatan komunikasi yang efektif
378 (3) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
379 (4) Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
380 (5) Pengurangan risiko infeksi tekait pelayanan kesehatan
381 (6) Pengurangan risiko pasien jatuh
382 4) Implementasi keperawatan
383 a) Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan sesuai
384 dengan standar prosedur dan kondisi pasien
385 b) Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan
386 5) Evaluasi keperawatan

17
387 a) Mengevalusi asuhan keperawatan yang diberikan (melakukan tindak lanjut
388 asuhan keperawatan dengan metode Subjective, Objective, Assessment,
389 Plan atau SOAP)
390 b) Memodifikasi diagnosis keperawatan berdasarkan hasil evaluasi
391
392 b. Menguasai prinsip, konsep, teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan/praktik
393 keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok untuk memenuhi
394 kebutuhan eliminasi
395 1) Pengkajian keperawatan
396 a) Melakukan pengkajian keperawatan yang meliputi identitas pasien, keluhan
397 utama, riwayat kesehatan, genogram, pemeriksaan fisik head to toe,
398 pengkajian 11 pola fungsional Gordon, pemeriksaan penunjang
399 b) Mengidentifikasi dan membedakan data-data normal dan data-data
400 patologis
401 c) Mengelompokkan data patologis sesuai dengan kasus kebutuhan eliminasi
402 2) Diagnosa keperawatan
403 a) Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai dengan North American
404 Nursing Diagnosis Association-International (NANDA) atau Standar
405 Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) yang sudah dianalisis
406 berdasarkan data subyektif dan obyektif yang tepat
407 b) Menentukan prioritas diagnosis keperawatan
408 3) Intervensi keperawatan
409 a) Menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek (menggunakan
410 sistematika Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely atau
411 SMART)
412 b) Menetapkan kriteria tujuan mengacu pada Nursing Outcome Classification
413 (NOC) atau Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
414 c) Menetapkan rencana tindakan keperawatan mengacu pada Nurisng
415 Intervention Classification (NIC) atau Standar Intervensi Keperawatan
416 Indonesia (SIKI)
417 d) Menetapkan Nursing Activity untuk masing-masing NIC serta memberikan
418 rasionalisasinya dari setiap nursing activity yang ditetapkan
419 e) Nursing activity meliputi:
420 (1) Tehnik membantu BAB dan BAK di tempat tidur
421 (2) Pemasangan kateter
422 (3) Perawatan kolostomi
423 f) Mampu mengintegrasikan hasil-hasil penelitian dan evidence based
424 practice dalam asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah pasien
425 dengan gangguan kebutuhan eliminasi meliputi:
426 (1) Selft management untuk mengurangi konstipasi pada pasien kanker
427 yang menjalani kemoterapi

18
428 (2) Penerapan teknik bladder training pada asuhan keperawatan pasien
429 stroke dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin
430 (3) Penerapan kegel excercise pada pasien inkontinensia urin dengan
431 masalah gangguan eliminasi urine
432 g) Menjalankan budaya keselamatan dengan memperhatikan standar
433 keselamatan pasien meliputi:
434 (1) Ketepatan identifikasi pasien
435 (2) Peningkatan komunikasi yang efektif
436 (3) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
437 (4) Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
438 (5) Pengurangan risiko infeksi tekait pelayanan kesehatan
439 (6) Pengurangan risiko pasien jatuh
440 4) Implementasi keperawatan
441 a) Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan sesuai
442 dengan standar prosedur dan kondisi pasien
443 b) Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan
444 5) Evaluasi keperawatan
445 a) Mengevalusi asuhan keperawatan yang diberikan (melakukan tindak lanjut
446 asuhan keperawatan dengan metode Subjective, Objective, Assessment,
447 Plan atau SOAP)
448 b) Memodifikasi diagnosis keperawatan berdasarkan hasil evaluasi
449
450 c. Menguasai prinsip, konsep, teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan/praktik
451 keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok untuk memenuhi
452 kebutuhan cairan dan elektrolit
453 1) Pengkajian keperawatan
454 a) Melakukan pengkajian keperawatan yang meliputi identitas pasien, keluhan
455 utama, riwayat kesehatan, genogram, pemeriksaan fisik head to toe,
456 pengkajian 11 pola fungsional Gordon, pemeriksaan penunjang
457 b) Mengidentifikasi dan membedakan data-data normal dan data-data
458 patologis
459 c) Mengelompokkan data patologis sesuai dengan kasus kebutuhan cairan dan
460 elektrolit
461 2) Diagnosa keperawatan
462 a) Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai dengan North American
463 Nursing Diagnosis Association-International (NANDA) atau Standar
464 Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) yang sudah dianalisis
465 berdasarkan data subyektif dan obyektif yang tepat
466 b) Menentukan prioritas diagnosis keperawatan
467 3) Intervensi keperawatan

19
468 a) Menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek (menggunakan
469 sistematika Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely atau
470 SMART)
471 b) Menetapkan kriteria tujuan mengacu pada Nursing Outcome Classification
472 (NOC) atau Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
473 c) Menetapkan rencana tindakan keperawatan mengacu pada Nurisng
474 Intervention Classification (NIC) atau Standar Intervensi Keperawatan
475 Indonesia (SIKI)
476 d) Menetapkan Nursing Activity untuk masing-masing NIC serta memberikan
477 rasionalisasinya dari setiap nursing activity yang ditetapkan
478 e) Nursing activity meliputi:
479 (1) Pemasangan infus
480 (2) Penghitungan tetesan infus
481 (3) Penghitungan balance cairan
482 f) Mampu mengintegrasikan hasil-hasil penelitian dan evidence based
483 practice dalam asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah pasien
484 dengan gangguan kebutuhan cairan dan elektrolit meliputi:
485 1) Gambaran self care status cairan pada pasien hemodialisa
486 2) Pemantauan intake dan output cairan pada pasien gagal ginjal kronik
487 dapat mencegah overload cairan
488 3) Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian phlebitis pada
489 pasien yang terpasang kateter intravena
490 g) Menjalankan budaya keselamatan dengan memperhatikan standar
491 keselamatan pasien meliputi:
492 (1) Ketepatan identifikasi pasien
493 (2) Peningkatan komunikasi yang efektif
494 (3) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
495 (4) Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
496 (5) Pengurangan risiko infeksi tekait pelayanan kesehatan
497 (6) Pengurangan risiko pasien jatuh
498 4) Implementasi keperawatan
499 a) Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan sesuai
500 dengan standar prosedur dan kondisi pasien
501 b) Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan
502 5) Evaluasi keperawatan
503 a) Mengevalusi asuhan keperawatan yang diberikan (melakukan tindak lanjut
504 asuhan keperawatan dengan metode Subjective, Objective, Assessment,
505 Plan atau SOAP)
506 b) Memodifikasi diagnosis keperawatan berdasarkan hasil evaluasi
507

20
508 d. Menguasai prinsip, konsep, teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan/praktik
509 keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok untuk memenuhi
510 kebutuhan rasa nyaman dan aman
511 1) Pengkajian keperawatan
512 a) Melakukan pengkajian keperawatan yang meliputi identitas pasien, keluhan
513 utama, riwayat kesehatan, genogram, pemeriksaan fisik head to toe,
514 pengkajian 11 pola fungsional Gordon, pemeriksaan penunjang
515 b) Mengidentifikasi dan membedakan data-data normal dan data-data
516 patologis
517 c) Mengelompokkan data patologis sesuai dengan kasus kebutuhan rasa
518 nyaman dan aman
519 2) Diagnosa keperawatan
520 a) Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai dengan North American
521 Nursing Diagnosis Association-International (NANDA) atau Standar
522 Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) yang sudah dianalisis
523 berdasarkan data subyektif dan obyektif yang tepat
524 b) Menentukan prioritas diagnosis keperawatan
525 3) Intervensi keperawatan
526 a) Menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek (menggunakan
527 sistematika Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely atau
528 SMART)
529 b) Menetapkan kriteria tujuan mengacu pada Nursing Outcome Classification
530 (NOC) atau Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
531 c) Menetapkan rencana tindakan keperawatan mengacu pada Nurisng
532 Intervention Classification (NIC) atau Standar Intervensi Keperawatan
533 Indonesia (SIKI)
534 d) Menetapkan Nursing Activity untuk masing-masing NIC serta memberikan
535 rasionalisasinya dari setiap nursing activity yang ditetapkan
536 e) Nursing activity meliputi:
537 (1) Pengkajian nyeri
538 (2) Pemeriksaan fisik neurologi
539 (3) Tindakan relaksasi dan distraksi
540 f) Mampu mengintegrasikan hasil-hasil penelitian dan evidence based
541 practice dalam asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah pasien
542 dengan gangguan kebutuhan aman dan nyaman meliputi:
543 (1) Pengaruh teknik relaksasi guided imagery terhadap penurunan nyeri
544 pada pasien pasca operasi fraktur
545 (2) Stretching exercise pada pasien gagal ginjal kronik dengan gangguan
546 rasa aman dan nyaman (restless leg syndrome) di ruang hemodialisa

21
547 (3) Efektifitas art therapy dalam mengurangi kecemasan pada pasien
548 leukemia
549 g) Menjalankan budaya keselamatan dengan memperhatikan standar
550 keselamatan pasien meliputi:
551 (1) Ketepatan identifikasi pasien
552 (2) Peningkatan komunikasi yang efektif
553 (3) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
554 (4) Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
555 (5) Pengurangan risiko infeksi tekait pelayanan kesehatan
556 (6) Pengurangan risiko pasien jatuh
557 4) Implementasi keperawatan
558 a) Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan sesuai
559 dengan standar prosedur dan kondisi pasien
560 b) Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan
561 5) Evaluasi keperawatan
562 a) Mengevalusi asuhan keperawatan yang diberikan (melakukan tindak lanjut
563 asuhan keperawatan dengan metode Subjective, Objective, Assessment,
564 Plan atau SOAP)
565 b) Memodifikasi diagnosis keperawatan berdasarkan hasil evaluasi
566
567 e. Menguasai prinsip, konsep, teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan/praktik
568 keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok untuk memenuhi
569 kebersihan dan perawatan diri
570 1) Pengkajian keperawatan
571 a) Melakukan pengkajian keperawatan yang meliputi identitas pasien, keluhan
572 utama, riwayat kesehatan, genogram, pemeriksaan fisik head to toe,
573 pengkajian 11 pola fungsional Gordon, pemeriksaan penunjang
574 b) Mengidentifikasi dan membedakan data-data normal dan data-data
575 patologis
576 c) Mengelompokkan data patologis sesuai dengan kasus kebutuhan kebersihan
577 dan perawatan diri
578 2) Diagnosa keperawatan
579 a) Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai dengan North American
580 Nursing Diagnosis Association-International (NANDA) atau Standar
581 Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) yang sudah dianalisis
582 berdasarkan data subyektif dan obyektif yang tepat
583 b) Menentukan prioritas diagnosis keperawatan
584 3) Intervensi keperawatan
585 a) Menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek (menggunakan
586 sistematika Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely atau
587 SMART)

22
588 b) Menetapkan kriteria tujuan mengacu pada Nursing Outcome Classification
589 (NOC) atau Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
590 c) Menetapkan rencana tindakan keperawatan mengacu pada Nurisng
591 Intervention Classification (NIC) atau Standar Intervensi Keperawatan
592 Indonesia (SIKI)
593 d) Menetapkan Nursing Activity untuk masing-masing NIC serta memberikan
594 rasionalisasinya dari setiap nursing activity yang ditetapkan
595 e) Nursing activity meliputi:
596 (1) Tehnik memandikan pasien di tempat tidur
597 (2) Tehnik mencuci rambut
598 (3) Tehnik Oral hygiene
599 f) Mampu mengintegrasikan hasil-hasil penelitian dan evidence based
600 practice dalam asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah pasien
601 dengan gangguan kebutuhan kebersihan dan perawatan diri meliputi:
602 (1) Pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap pasien dengan defisit
603 perawatan diri
604 (2) Pengaruh aktivitas mandiri: personal hygiene terhadap kemandirian
605 pasien defisit perawatan diri
606 (3) Penerapan tindakan perawat dalam pelaksanaan oral hygiene pada
607 pasien stroke
608 g) Menjalankan budaya keselamatan dengan memperhatikan standar
609 keselamatan pasien meliputi:
610 (1) Ketepatan identifikasi pasien
611 (2) Peningkatan komunikasi yang efektif
612 (3) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
613 (4) Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
614 (5) Pengurangan risiko infeksi tekait pelayanan kesehatan
615 (6) Pengurangan risiko pasien jatuh
616 4) Implementasi keperawatan
617 a) Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan sesuai
618 dengan standar prosedur dan kondisi pasien
619 b) Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan
620 5) Evaluasi keperawatan
621 a) Mengevalusi asuhan keperawatan yang diberikan (melakukan tindak lanjut
622 asuhan keperawatan dengan metode Subjective, Objective, Assessment,
623 Plan atau SOAP)
624 b) Memodifikasi diagnosis keperawatan berdasarkan hasil evaluasi
625
626D. Evaluasi Pembelajaran Modul
627 1. Tujuan Evaluasi
628 Evaluasi merupakan suatu proses penilaian keberhasilan usaha belajar mahasiswa
629 dan keberhasilan proses penyelenggaraan Modul A1-3 Keperawatan Dasar I dalam

23
630 tahap akademik. Evaluasi Modul A1-3 Keperawatan Dasar I meliputi evaluasi dalam
631 ranah kognitif, psikomotor dan afektif di mana mahasiswa harus mampu mencapai
632 kompetensi sesuai yang diharapkan. Metode evaluasi yang diberikan kepada
633 mahasiswa berupa ujian tertulis dengan soal berbentuk Multiple Choice Question
634 (MCQ) yang dilaksanakan dengan menggunakan Computer Based Test (CBT).
635
636 2. Persyaratan Evaluasi
637 Evaluasi pembelajaran wajib diikuti oleh mahasiswa dengan prasyarat yang telah
638 ditentukan. Adapun prasyarat mahasiswa yang dapat mengikuti ujian akhir modul
639 yaitu:
640 a. Mahasiswa mempunyai persentase kehadiran minimal 75% perkuliahan maupun
641 tutorial dan kehadiran 100% untuk skills laboratory yang sudah terjadwal
642 b. Mahasiswa telah menyelesaikan administrasi akademik
643 c. Mempunyai dan membawa kartu ujian ketika ujian berlangsung baik ujian utama,
644 ujian susulan maupun ujian ulang
645 d. Mahasiswa mematuhi segala peraturan yang berlaku di STIKES Telogorejo
646 Semarang
647 3. Tahapan Evaluasi
648 Tahapan ujian :
649 a. Ujian utama
650 Ujian dilakukan oleh semua mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan ujian
651 yang telah ditentukan dan pelaksanaannya sesuai dengan jadwal evaluasi akhir
652 modul
653 b. Ujian susulan
654 Ujian yang diberikan kepada mahasiswa karena berhalangan mengikuti ujian
655 yang sudah terjadwal dengan alasan:
656 1) Sakit dengan keterangan surat dari dokter atau Rumah Sakit
657 2) Mengikuti kegiatan akademik yang telah disetujui oleh Ketua Program Studi
658 S-1 Keperawatan
659 c. Ujian ulang
660 Ujian yang diberikan kepada mahasiswa dengan perolehan nilai utama ujian
661 akhir modul < 2,50, dan/atau bagi mahasiswa dengan persentase kehadiran
662 kurang dari 75%. Mahasiswa diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang satu
663 kali.

24
664 d. Apabila mahasiswa tidak lulus dalam Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini
665 maka mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti ujian perbaikan dengan menjalani
666 proses yang telah ditentukan
667
668 4. Bobot Penilaian Evaluasi
669 Penentuan bobot penilaian evaluasi akhir Modul A1-3 Keperawatan Dasar I adalah:
670 a. Ujian Tulis : 40%
671 b. Ujian Ketrampilan Laboratorium dan OSCA : 20%
672 c. Proses Tutorial : 20%
673 d. Tugas Terstruktur : 20%
674
675 Penilaian Ujian Akhir Modul :
676 Ujian Tulis dengan nilai batas lulus ujian tulis adalah 64 (2.50).
677 Rentang nilai :
678
679
Nilai Absolut Nilai Mutu Huruf
80 – 100 4.00 A
77 – 79 3.75 A-
74 – 76 3.50 B+
70 – 73 3.00 B
67 – 69 2.75 B-
64 – 66 2.50 C+
61 – 63 2.00 C
56 – 60 1.75 C-
50 – 55 1.50 D
< 50 1.00 E
680
681E. Disiplin Ilmu Terkait
682 1. KDDK (Ketrampilan Dasar Dalam Keperawatan)
683 2. KDM (Kebutuhan Dasar Manusia)
684 3. Keperawatan Medikal Bedah
685
686F. Prasyarat Modul
687 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan Modul
688 A1-1 Agama dan Pancasila dan Modul A-4 Ilmu Dasar Keperawatan I dan dinyatakan
689 lulus.

25
690
691G. Hubungan Dengan Modul Lain
692 1. Modul A1-1 Agama dan Pancasila
693 2. Modul A1-2 Konsep Dasar Keperawatan
694 3. Modul A1-4 Ilmu Dasar Keperawatan I
695 4. Modul A1-5 Keperawatan Dasar II
696 5. Modul A1-6 Keperawatan Dasar III
697 6. Modul A1-7 Ilmu Dasar Keperawatan II
698 7. Modul A1-8 Ilmu Dasar Keperawatan III
699 8. Modul B1-1 Klinik I
700 9. Modul B1-2 Komunikasi Keperawatan dan Sistem Informasi Keperawatan
701 10. Modul B1-3 Keperawatan Maternitas
702 11. Modul B1-4 Keperawatan Medikal Bedah I
703 12. Modul B1-5 Klinik II
704 13. Modul B1-6 Keperawatan Anak
705 14. Modul B1-7 Keperawatan Kesehatan Jiwa
706 15. Modul B1-8 Keperawatan Medikal Bedah II
707 16. Modul C1-1 Keperawatan Medikal Bedah III
708 17. Modul C1-2 Manajemen Keperawatan
709 18. Modul C1-3 Keperawatan Komunitas I
710 19. Modul C1-4 Keperawatan Paliatif I
711 20. Modul C1-5 Bahasa Inggris
712 21. Modul C1-6 Klinik III
713 22. Modul C1-7 Keperawatan Paliatif II
714 23. Modul C1-8 Keperawatan Gawat Darurat
715 24. Modul C1-9 Keperawatan Kritis
716 25. Modul C1-10 Keperawatan Komunitas
717 26. Modul C1-11 Klinik IV
718 27. Modul D1-1 Klinik V
719 28. Modul D1-2 Riset Keperawatan I
720 29. Modul D1-3 Keperawatan Keluarga
721 30. Modul D1-4 Keperawatan Gerontik
722 31. Modul D1-5 Keperawatan Bencana
723 32. Modul D1-6 Riset Keperawatan II

26
724
725
726
727
728
729
730
731
732
733
734
735
736 BAB II
737 ISI MODUL
738
739A. Overview
740 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini disusun untuk membantu mahasiswa semester I
741 dalam mencapai standar kompetensi yang telah dijabarkan dalam kompetensi dasar.
742 Modul ini merupakan panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan proses
743 perkuliahan dengan menggunakan Kurikulum Perguruan Tinggi untuk mencapai
744 kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif sesuai dengan kompetensi mahasiswa
745 keperawatan.
746
747 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I ini membahas tentang konsep, prinsip, teknik dan
748 prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan nutrisi,
749 kebutuhan eliminasi, kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan aman dan nyaman
750 serta kebutuhan kebersihan dan perawatan diri. Kebutuhan dasar manusia merupakan
751 kebutuhan yang dibutuhkan oleh manusia dan kebutuhan tersebut esensial untuk
752 mempertahankan hidup. Terpenuhi atau tidak kebutuhan dasar seseorang menentukan
753 tingkat kesehatan dan posisinya dalam rentang sehat dan sakit.
754
755 Modul A1-3 Keperawatan Dasar I diharapkan dapat memberikan pemahaman yang
756 lebih baik untuk fasilitator atau tutor dan mahasiswa dalam melaksanakan proses
757 pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang akan dicapai.

27
758
759
760
761
762
763
764
765
766
767
768
769
770B. Topic Tree
Konsep dan
771 Prinsip
772
773 Kebutuhan Konsep Asuhan Minggu I
774 nutrisi Keperawatan & II
775 Simulasi kasus
776 gangguan nutrisi
777 Konsep dan Prinsip
778 Kebutuhan eliminasi
779 Konsep Asuhan
Kebutuhan Minggu
780 Keperawatan
Eliminasi III
781
Simulasi kasus
782 Keperawatan gangguan eliminasi
783 Dasar I
Konsep dan Prinsip
784 Kebutuhan kebutuhan cairan
785 Cairan Elektrolit elektrolit

786 Konsep Asuhan


keperawatan
Minggu
787 IV & V
788
789 Simulasi kasus
790 gangguan cairan
791 elektrolit

Konsep dan Prinsip


Kebutuhan kebutuhan aman dan
Aman dan nyaman
Nyaman
Konsep Asuhan Minggu
keperawatan VI & VII

Simulasi kasus
gangguan aman dan
28 Kebutuhan nyaman
Kebersihan & Konsep
Konsep
Simulasi
dan
Asuhan
kasus
Prinsip
Evaluasi
Perawatan diri kebutuhan
gangguan
keperawatan
kebersihan
kebersihan Minggu
Modul A1-3 perawatan diri
Minggu IX
VIII
29

792C. Blue Print Assessment


Method of
Specific Topic (Tutorial, Lecture, Skills Domain
No Modul Objective Assessments Jumlah
Objective Training, Practical Work)
MCQ Essay Kognitif Psikomotor Afektif
Mahasiswa mampu Konsep dan prinsip kebutuhan nutrisi 10 C2: 10
menguasai konsep, Teknik dan prosedur pelaksanaan
prinsip, teknik dan asuhan/praktik keperawatan untuk 14 C3: 14
prosedur pelaksanaan memenuhi kebutuhan nutrisi
Kebutuhan 24
asuhan/praktik
1 keperawatan yang Nutrisi Klasikal laboratorium =
dilakukan secara a. Pemeriksaan fisik abdomen
mandiri atau b. Pengukuran antopometri P3 : 2
berkelompok untuk c. Pemasangan NGT
memenuhi kebutuhan
nutrisi
Mahasiswa mampu Konsep dan prinsip kebutuhan eliminasi 10 C2: 10
menguasai konsep, Teknik dan prosedur pelaksanaan
prinsip, teknik dan asuhan/praktik keperawatan untuk 14 C3: 14
prosedur pelaksanaan memenuhi kebutuhan eliminasi
asuhan/praktik Klasikal laboratorium =
Kebutuhan
2 keperawatan yang a. Membantu pasien BAB dan BAK di 24
Eliminasi
dilakukan secara tempat tidur
mandiri atau b. Pemasangan kateter P3 : 2
berkelompok untuk c. Perawatan kolostomi
memenuhi kebutuhan
eliminasi
3 Mahasiswa mampu Kebutuhan Konsep kebutuhan cairan dan elektrolit 10 C2: 10
menguasai konsep, Cairan dan Teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan 14 C3: 14
prinsip, teknik dan elektrolit keperawatan untuk memenuhi 24
kebutuhan cairan dan elektrolit

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 17


30
31

Method of
Specific Topic (Tutorial, Lecture, Skills Domain
No Modul Objective Assessments Jumlah
Objective Training, Practical Work)
MCQ Essay Kognitif Psikomotor Afektif
Klasikal laboratorium =
a. Pemasangan infus
b. Penghitungan tetesan infus
c. Balance cairan
P3 : 2
prosedur pelaksanaan
asuhan/praktik
keperawatan yang
dilakukan secara
Mahasiswa
mandiri ataumampu Konsep dan prinsip kebutuhan aman dan
10 C2: 10
menguasai konsep, nyaman
prinsip, teknik dan Teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan
prosedur pelaksanaan keperawatan untuk memenuhi 14 C3: 14 24
asuhan/praktik kebutuhan aman dan nyaman
Kebutuhan aman
4 keperawatan yang Klasikal laboratorium =
dan nyaman
dilakukan secara a. Pengkajian nyeri
mandiri atau b. Pemeriksaan fisik neurologi
P3 : 2
berkelompok untuk
memenuhi kebutuhan
aman dan nyaman
5 Mahasiswa mampu Kebutuhan Konsep dan prinsip kebutuhan 24
10 C2: 10
menguasai konsep, kebersihan dan kebersihan dan perawatan diri
prinsip, teknik dan perawatan diri Teknik dan prosedur pelaksanaan asuhan 14 C3: 14
prosedur pelaksanaan keperawatan untuk memenuhi
asuhan keperawatan kebutuhan kebersihan dan perawatan
diri

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 18


32
33

Method of
Specific Topic (Tutorial, Lecture, Skills Domain
No Modul Objective Assessments Jumlah
Objective Training, Practical Work)
MCQ Essay Kognitif Psikomotor Afektif

Klasikal laboratorium =
a. Memandikan pasien di tempat tidur P3 : 2
yang dilakukan secara
b. Oral hygiene
mandiri atau
berkelompok untuk
memenuhi kebutuhan Total 120 120 10 130

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 19


34
35
793D. Tujuan Belajar Mingguan
794 Minggu I
795 1. Learning Objectives
796 Mahasiswa mampu memahami tentang: Konsep dan prinsip kebutuhan aman dan nyaman.
797 Materi:
798 Keamanan adalah keadaan bebas dari segala gangguan fisik dan psikologis yang merupakan
799 kebutuhan manusia yang harus dipenuhi yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
800 Sedangkan kenyamanan adalah keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang
801 meliputi kebutuhan akan ketentraman, kepuasan dan kelegaan (Kozier, 2010).
802
803 Aman dan nyaman secara holistik mencakup 4 aspek menurut Kozier (2010) yaitu:
804 a. Fisik berhubungan dengan sensasi tubuh
805 b. Sosial berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga dan sosial
806 c. Psikospiritual berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri yang
807 meliputi harga diri dan seksualitas
808 d. Lingkungan berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal manusia seperti
809 cahaya, bunyi, temperatur, warna dan unsur ilmiah lainnya
810
811 Minggu II
812 1. Learning Objectives
813 Mahasiswa mampu memahami tentang:
814 a. Konsep dan prinsip kebutuhan kebersihan dan perawatan diri
815 Materi:
816 Kebersihan diri (personal hygiene) merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, oleh
817 karena itu manusia harus selalu merawat diri dan lingkungan agar terhindar dari
818 penyakit. Kebersihan diri adalah perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk
819 mempertahankan kesehatan secara fisik dan psikologis (Alimul, 2009).
820
821 Jenis-jenis kebersihan dan perawatan diri:
822 1) Kebersihan diri (personal hygiene)
823 2) Kebersihan gigi dan mulut
824 3) Kesehatan rambut dan kulit rambut
825 4) Kesehatan kulit
826 5) Kesehatan telinga
827 6) Kesehatan kuku
828 7) Perawatan mata
829 `
830 b. Konsep dan prinsip kebutuhan cairan dan elektrolit
831 Materi:
832 Cairan dan Elektrolit merupakan salah satu komponen tubuh yang sangat penting
833 keberadaannya. Hal tersebut dikatakan penting karena berfungsi untuk mempertahankan
834 keseimbangan dan homeostasis tubuh. Apabila terjadi gangguan pemenuhan kebutuhan
835 cairan dan elektrolit akan dapat mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh. Sebab, sebagian

Dasar I 20
36
37
836 besar dari tubuh kita terdiri atas air yang mengandung partikel-partikel yang vital untuk
837 keberlangsungan hidup sel (Tarwoto & Wartonah, 2010).
838
839 Proses pemenuhan kebutuhan Cairan dan Elektrolit dipengaruhi oleh kerja organ pada
840 sistem perkemihan, kardiovaskuler, endokrin, dan pencernan. Organ pada sistem
841 perkemihan antara lain: ginjal, uretra, vesika urinaria dan ureter; organ pada sistem
842 kardiovaskuler antara lain: jantung dan pembuluh darah. Organ pada system endokrin
843 antara lain: kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal, pancreas, dan reproduksi.
844 Sedangkan organ pada sistem pencernaan antara lain: mulut, esophagus, lambung, usus
845 halus, apendik, usus besar, dan anus. Pengetahuan tentang kebutuhan Cairan dan
846 Elektrolit dapat diaplikasikan dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien
847 dengan gangguan pada sistem perkemihan, sistem kardiovaskuler, system endokrin, dan
848 sistem pencernaan (Corwin, 2009).
849
850 c. Konsep dan prinsip kebutuhan nutrisi
851 Materi:
852 Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
853 penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan
854 atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
855 untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya (Tarwoto &
856 Wartonah, 2010).
857
858 Proses pemenuhan kebutuhan nutrisi dipengaruhi oleh kerja organ pada sistem
859 pencernan dan sistem endokrin. Organ pada sistem pencernaan antara lain: mulut,
860 esophagus, lambung, usus halus, apendik, usus besar, dan anus. Sedangkan organ pada
861 sistem endokrin yang berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi antara lain:
862 hati, empedu, pancreas, dan kelenjar tiroid. Pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi dapat
863 diaplikasikan dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien dengan gangguan
864 pada sistem pencernaan dan sistem endokrin (Corwin, 2009).
865
866 d. Klasikal laboratorium:
867 1) Pengkajian nyeri
868 2) Tehnik relaksasi dan distraksi
869 3) Memandikan pasien di tempat tidur
870
871 Minggu III
872 1. Learning Objectives
873 Mahasiswa mampu memahami tentang:
874 a. Konsep dan prinsip kebutuhan eliminasi
Dasar I 21
38
39
875 Materi:
876 Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolisme tubuh baik berupa urine atau
877 feses. Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua bagian, yaitu kebutuhan eliminasi urin dan
878 kebutuhan eliminasi bowel (Tarwoto & Wartonah, 2010).
879
880 Proses pemenuhan kebutuhan eliminasi dipengaruhi oleh kerja organ pada sistem
881 perkemihan dan pencernaan. Organ pada sistem perkemihan antara lain: ginjal, ureter,
882 vesika urinaria, dan uretra. Sedangkan organ sistem pencernaan meliputi: mulut,
883 esophagus, lambung, usus halus, apendik, usus besar, dan anus (Corwin, 2009)
884
885 b. Tehnik dan prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan
886 aman dan nyaman
887 Materi:
888 1) Pengkajian keperawatan (Kozier, 2010)
889 a) Pengumpulan data
890 (1) Identitas pasien
891 (2) Identitas penanggung jawab
892 b) Keluhan utama
893 (1) Keluhan yang paling dirasakan pasien
894 (2) Pasien mengatakan nyeri
895 P (Provoking) yaitu faktor pencetus terjadinya nyeri
896 Q (Quality) yaitu kualitas nyeri seperti ditusuk, terbakar atau tertindih
897 R (Regio) yaitu lokasi terjadinya nyeri
898 S (Severe) yaitu tingkat keparahan nyeri
899 T (Time) yaitu lama waktu serangan nyeri
900 c) Pemeriksaan fisik
901 (1) Tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi dan pernafasan)
902 (2) Perilaku (meletakkan tangan di paha, perut atau dada)
903 (3) Ekspresi wajah (meringis kesakitan)
904 2) Diagnosa keperawatan (Herdman, 2018)
905 a) Nyeri akut/kronik berhubungan dengan agen cedera fisik
906 b) Nyeri akut/kronik berhubungan dengan agen cedera biologis
907 3) Intervensi keperawatan (Bulechek, et al, 2013)
908 a) Manajemen nyeri
909 (1) Monitor tingkat nyeri
Dasar I 22
40
41
910 (2) Monitor tanda-tanda vital
911 (3) Relaksasi nafas dalam
912 (4) Terapi musik
913 (5) Relaksasi otot progresif
914 (6) Tehnik imajinasi terbimbing
915 b) Manajemen lingkungan
916 (1) Tingkatkan lingkungan nyaman
917 (2) Pengaturan posisi
918 (3) Peningkatan kualitas tidur
919 c) Manajemen pengobatan
920 (1) Pemberian anastesi
921 (2) Pemberian obat sedasi
922 4) Implementasi keperawatan
923 a) Monitor tingkat nyeri
924 b) Relaksasi nafas dalam
925 c) Berikan posisi yang nyaman
926 d) Edukasi untuk mengontrol nyeri
927 e) Kolaborasi pemberian obat penurun nyeri seperti analgesik
928 5) Evaluasi keperawatan
929 Evaluasi tingkat nyeri setelah diberikan tindakan keperawatan dengan menunjukkan
930 respon:
931 a) Hilangnya perasaan nyeri
932 b) Menurunnya intensitas nyeri
933 c) Adanya respon fisiologis yang baik
934 d) Pasien mampu melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri
935
936 c. Tehnik dan prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan
937 cairan dan elektrolit
938 Materi:
939 1) Pengkajian keperawatan (Tarwoto & Wartonah, 2010)
940 a) Riwayat kesehatan
941 (1) Pemasukan dan pengeluaran cairan
942 (2) Tanda dan gejala kekurangan atau kelebihan cairan
943 (3) Riwayat pengobatan
944 (4) Status perkembangan seperti usia dan status sosial
Dasar I 23
42
43
945 (5) Faktor psikologis seperti perilaku emosional
946 b) Pengukuran klinik
947 (1) Berat badan
948 Kehilangan atau bertambahnya berat badan menunjukkan adanya masalah
949 keseimbangan cairan dengan kategori ± 2% kategori ringan, ± 5% kategori
950 sedang, ± 10% kategori berat
951 (2) Intake cairan
952 (a)Cairan oral (NGT dan oral)
953 (b)Cairan parenteral
954 (c)Obat-obatan
955 (3) Output cairan
956 (a)Urine (volume dan kepekatan)
957 (b)Feses (jumlah dan konsentrasi)
958 (c)Muntah
959 (d)Drainage
960 (e) Insensible Water Loss (IWL)
961 (4) Balance cairan
962 Normalnya sekitar ± 200 cc
963 c) Pemeriksaan fisik
964 (1) Integumen (keadaan turgor kulit, edema dan kelemahan)
965 (2) Kardiovaskuler (tekanan darah dan distensi vena jugularis
966 (3) Mata (cekung dan air mata kering)
967 (4) Neurologi (tingkat kesadaran, gangguan motorik dan sensorik)
968 (5) Gastrointestinal (mukosa mulut, muntah dan bising usus)
969 d) Pemeriksaan laboratorium
970 (1) Pemeriksaan darah lengkap
971 (2) Pemeriksaan elektrolit serum (natrium, kalium, klorida dan asam bikarbonat)
972 (3) pH dan berat jenis urin
973 (4) Analisa gas darah
974 (5) Saturasi oksigen
975 2) Diagnosa keperawatan (Herdman, 2018)
976 a) Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi
977 b) Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
978 3) Intervensi keperawatan (Bulechek, et al, 2013)

Dasar I 24
44
45
979 a) Diagnosa kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme
980 regulasi
981 (1) Monitor cairan
982 (a)Periksa isi ulang kapiler dan turgor kulit
983 (b)Monitor asupan dan pengeluaran
984 (c)Monitor kadar serum albumin dan protein total
985 (d)Monitor tekanan darah, denyut jantung dan status pernapasan
986 (e)Berikan agen farmakologis untuk meningkatkan pengeluaran urin
987 (2) Manajemen hipervolemia
988 (a)Monitor distensi vena jugularis
989 (b)Monitor data laboratorium
990 (c)Batasi intake cairan bebas pada pasien
991 (d)Berikan obat yang diresepkan untuk mengurangi pre load
992 (e)Siapkan pasien untuk dilakukan dialysis
993 b) Diagnosa kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
994 (1) Manajemen cairan
995 (a)Timbang berat badan setiap hari dan monitor status pasien
996 (b)Monitor tanda-tanda vital
997 (c)Monitor makanan/cairan yang dikonsumsi dan hitung asupan kalori harian
998 (d)Berikan terapi IV sesuai yang di tentukan
999 (e)Tingkatkan asupan oral
1000 (f) Distribusikan asupan cairan selama 24 jam
1001 4) Implementasi keperawatan
1002 a) Memonitor tanda-tanda vital
1003 b) Memonitor cairan intake dan output
1004 c) Menimbang berat badan setiap hari dan monitor status pasien
1005 d) Memonitor turgor kulit, mukosa mulut dan mata
1006 e) Batasi asupan cairan atau tingkatkan cairan
1007 f) Kolaborasi terapi obat-obatan intravena
1008 5) Evaluasi keperawatan
1009 a) Kelebihan volume cairan
1010 (1) Nilai laboratorium dalam rentang normal
1011 (2) Tidak ada tanda-tanda edema
1012 b) Kekurangan volume cairan
1013 (1) Pasien minum ± 2000 ml/hari
Dasar I 25
46
47
1014 (2) Tidak terjadi tanda-tanda dehidrasi
1015 (3) Berat jenis urine normal
1016
1017 d. Tehnik dan prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan
1018 nutrisi
1019 Materi:
1020 1) Pengkajian keperawatan (Perry & Potter, 2010)
1021 a) Antropometri
1022 (1) Pengukuran Berat Badan
1023 (2) Pengukuran Tinggi Badan
1024 (3) Lingkar Lengan Atas
1025 (4) Lipatan Trisep
1026 b) Biochemical
1027 (1) Hemoglobin (laki-laki normal 13-16 g/dl, wanita normal 12-14 g/dl)
1028 (2) Hematokrit (normal pada laki-laki dan wanita 4-5,2 g/dl)
1029 c) Clinical sign
1030 (1) Bibir kering, pecah-pecah, mukosa pucat
1031 (2) Konjungtiva pucat, kering, tanda-tanda infeksi
1032 (3) Rambut kusam, kering, kemerahan dan tipis
1033 (4) Kulit kering dan pucat
1034 (5) Gastrointestinal (anoreksia, konstipasi, diare)
1035 d) Dietary history
1036 (1) Kebiasaan makan
1037 (2) Makanan kesukaan
1038 (3) Pemasukan cairan
1039 (4) Aktivitas fisik
1040 (5) Riwayat penyakit
1041 (6) Pengetahuan tentang nutrisi
1042 2) Diagnosa keperawatan (Herdman, 2018)
1043 a) Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan (asupan nutrisi tidak
1044 adekuat, peningkatan laju metabolik, atau kebutuhan energi tinggi)
1045 b) Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan (asupan nutrisi yang
1046 berlebihan, penurunan laju metabolik atau aktivitas yang tidak adekuat)
1047 3) Intervensi keperawatan (Bulechek, et al, 2013)
1048 a) Nutrition monitoring
Dasar I 26
48
49
1049 (1) Monitor adanya penurunan berat badan
1050 (2) Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi
1051 (3) Monitor turgor kulit
1052 (4) Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah
1053 (5) Monitor mual dan muntah
1054 (6) Monitor kadar gula darah
1055 b) Nutrition management
1056 (1) Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
1057 (2) Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
1058 (3) Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian
1059 (4) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi
1060 yang dibutuhkan pasien sesuai dengan jumlah, jenis dan jadwal makan
1061 pasien
1062 4) Implementasi keperawatan
1063 a) Menstimulasi nafsu makan
1064 b) Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
1065 c) Memonitor adanya penurunan berat badan
1066 d) Memodifikasi diet sesuai kemampuan tubuh
1067 e) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang
1068 dibutuhkan pasien sesuai dengan jumlah, jenis dan jadwal makan pasien
1069 5) Evaluasi keperawatan
1070 a) Tidak terdapat penurunan atau peningkatan berat badan
1071 b) Tidak terdapat tanda malnutrisi atau kelebihan nutrisi
1072
1073 e. Klasikal Laboratorium:
1074 1) Pemasangan infus
1075 2) Penghitungan tetesan infus
1076 3) Pemeriksaan fisik abdomen
1077 4) Pengukuran antropometri
1078
1079 2. Skenario
1080 Skenario A
1081 Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Perawat melakukan
1082 pengkajian pasien mengatakan “aduh, sakit, nyeri, BAK saya terasa perih sekali”. Nyeri
1083 karena sulit BAK, nyeri saat BAK seperti terbakar, nyeri di saluran kemih, skala nyeri 5 dan
Dasar I 27
50
51
1084 timbul saat berkemih. Hasil pemeriksaan terdapat distensi bladder (+), pasien merasa perut
1085 terasa penuh dan ingin sekali BAK. Apakah masalah yang muncul pada pasien?
1086
1087 Minggu IV
1088 1. Learning Objectives
1089 Mahasiswa mampu memahami tentang:
1090 a. Tehnik dan prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan
1091 eliminasi
1092 Materi:
1093 1) Pengkajian (Potter & Perry, 2010)
1094 a) Kebiasaan berkemih
1095 b) Pola berkemih
1096 c) Volume urin
1097 d) Frekuensi BAB
1098 e) Riwayat penyakit
1099 2) Diagnosa keperawatan (Herdman, 2018)
1100 a) Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan gangguan sensori motor
1101 b) Inkontinensia Urine berhubungan dengan tidak adanya sensasi untuk berkemih
1102 dan kehilangan kemampuan untuk menghambat kontraksi kandung kemih
1103 c) Konstipasi berhubungan dengan imobilisasi
1104 d) Diare berhubungan dengan malabsorpsi
1105 3) Intervensi keperawatan (Bulechek, et al, 2013)
1106 a) Eliminasi urin
1107 (1) Manajemen eliminasi urin
1108 (2) Manajemen cairan
1109 (3) Monitoring cairan
1110 (4) Manajemen lingkungan
1111 (5) Latihan otot panggul
1112 b) Eliminasi bowel
1113 (1) Manajemen konstipasi
1114 (2) Manajemen diare
1115 4) Implementasi keperawatan
1116 a) Memonitor cairan
1117 b) Memberikan minum 8 gelas sehari
1118 c) Melatih otot panggul
Dasar I 28
52
53
1119 d) Memberikan obat supositoria untuk konstipasi
1120 e) Memberikan obat untuk diare
1121 5) Evaluasi keperawatan
1122 a) Tidak terjadi retensi urin
1123 b) Tidak terjadi inkontinensia urin
1124 c) Tidak terjadi konstipasi
1125 d) Tidak terjadi diare
1126 b. Tehnik dan prosedur asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan
1127 kebersihan dan perawatan diri
1128 Materi:
1129 1) Pengkajian (Potter & Perry, 2010)
1130 a) Identitas pasien dan penanggung jawab
1131 b) Keluhan utama gangguan perawatan diri
1132 c) Riwayat kesehatan sekarang, dahulu dan keluarga
1133 d) Fungsional gordon
1134 e) Riwayat keperawatan
1135 (1) Faktor yang mempengaruhi personal hygiene
1136 (2) Pola kebersihan tubuh
1137 (3) Kebiasaan personal hygiene
1138 f) Pemeriksaan fisik
1139 (1) Tanda-tanda vital
1140 (2) Head to toe
1141 (3) Catat perubahan pada area mukosa, kulit, mulut, hidung, telinga
1142 (4) Lakukan inspeksi dan palpasi serta catat adanya lesi
1143 2) Diagnosa keperawatan (Herdman, 2018)
1144 a) Defisit perawatan diri mandi berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal
1145 b) Defisit perawatan diri eliminasi berhubungan dengan gangguan mobilitas fisik
1146 3) Intervensi keperawatan (Bulechek, et al, 2013)
1147 a) Defisit perawatan diri mandi berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal
1148 (1) Pantau integritas kulit pasien
1149 (2) Bantu pasien mandi di tempat tidur
1150 (3) Berikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri
1151 (4) Libatkan keluarga dalam perawatan diri
1152 b) Defisit perawatan diri eliminasi berhubungan dengan gangguan mobilitas fisik
1153 (1) Observasi kondisi pasien saat eliminasi
Dasar I 29
54
55
1154 (2) Bantu pasien untuk toilet
1155 (3) Berikan pengetahuan tentang perawatan diri saat eliminasi
1156 (4) Libatkan keluarga dalam perawatan diri
1157 4) Implementasi keperawatan
1158 a) Mengobservasi kebersihan diri pasien
1159 b) Membantu pasien untuk personal hygiene
1160 c) Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri
1161 d) Melibatkan keluarga saat perawatan diri pasien
1162 5) Evaluasi keperawatan
1163 a) Pasien tidak mengeluh defisit perawatan diri
1164 b) Observasi kebersihan diri pasien
1165 c) Pasien mampu melakukan perawatan diri
1166 d) Melanjutkan intervensi atau menghentikan intervensi
1167 c. Simulasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan aman dan nyaman
1168 Materi:
1169 Simulasi kasus gangguan kebutuhan aman dan nyaman meliputi:
1170 1) Kasus fraktur dengan masalah nyeri
1171 2) Kasus post operasi dengan masalah nyeri
1172 d. Klasikal Laboratorium”
1173 1) Perawatan kolostomi
1174 2) Membantu pasien BAK di tempat tidur
1175 3) Membantu pasien BAB di tempat tidur
1176
1177 Minggu V
1178 1. Learning Objectives
1179 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang:
1180 a. Simulasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan eliminasi
1181 Materi:
1182 Simulasi kasus gangguan kebutuhan eliminasi meliputi:
1183 1) Infeksi saluran kemih yang mengalami retensi urin
1184 2) Pasca operasi yang mengalami inkontinensia urin
1185 3) Konstipasi
1186 4) Diare
1187 b. Simulasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan cairan dan
1188 elektrolit
1189 Materi:
1190 Simulasi kasus gangguan kebutuhan cairan dan elektrolit meliputi:
1191 1) Pasien gagal ginjal kronik yang mengalami kelebihan cairan
Dasar I 30
56
57
1192 2) Pasien gagal jantung yang mengalami kelebihan cairan
1193 3) Pasien diare yang mengalami kekurangan cairan
1194 4) Pasien perdarahan yang mengalami kekurangan cairan
1195 c. Klasikal laboratorium:
1196 1) Mencuci rambut pasien
1197 2) Oral hygiene
1198 3) Memasang NGT
1199 4) Memberi nutrisi melalui NGT
1200
1201 2. Skenario
1202 Skenario B
1203 Seorang laki-laki berusia 47 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Pasien mengeluh sesak
1204 napas, kaki dan tangan juga bengkak-bengkak. Hasil pengkajian: pasien mengeluh gatal-
1205 gatal pada kulit, konjungtiva anemis, pitting edema kedua kaki (+2), tekanan darah 160/100
1206 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, suhu 37°C, frekuensi napas 28x/menit. Hasil
1207 pemeriksaan laboratorium: Hemoglobin 10,5 gram/dl, ureum 100 mg/dl, kreatinin 5 mg/dl,
1208 GFR 20 ml/menit/1,73 m2, protein urine (+). Apakah yang harus dilakukan perawat?
1209
1210
1211
1212 Minggu VI
1213 1. Learning Objectives
1214 a. Simulasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan kebersihan dan
1215 perawatan diri
1216 Materi:
1217 Simulasi kasus gangguan kebutuhan kebersihan dan perawatan diri meliputi:
1218 1) Pasien gagal jantung dengan pembatasan aktivitas yang mengalami defisit
1219 perawatan diri
1220 2) Pasien isolasi sosial yang mengalami defisit perawatan diri
1221 3) Pasien halusinasi yang mengalami defisit perawatan diri
1222 b. Simulasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan nutrisi
1223 Materi:
1224 1) Pasien diabetes mellitus yang mengalami kelebihan nutrisi
1225 2) Pasien dengan kwasiorkor atau marasmus
1226 3) Pasien dengan KEP (kekurangan energi protein)
1227 c. Klasikal Laboratorium:
1228 Pemeriksaan Fisik Neurologi
1229
Dasar I 31
58
59
1230 Minggu VII
1231 1. Learning Objectives
1232 a. Klasikal Laboratorium:
1233 1) Pemasangan kateter
1234 2) Menghitung balance cairan
1235
1236 Minggu VIII
1237 1. Learning Objectives
1238 a. Tugas Terstruktur
1239 b. Belajar Mandiri
1240
1241
1242
1243

Dasar I 32
60
61
1244E. Jadwal Harian
1245 Minggu I
1246 Kelas A
1247
JAM Senin, 2 Desember 2019 Selasa, 3 Desember 2019 Rabu, 4 Desember 2019 Kamis, 5 Desember 2019 Jumat, 6 Desember 2019 Sabtu, 7 Desember 2019
Kuliah 1
Keperawatan Dasar I
08.00 Pengarahan (Konsep dan Prinsip -
- - - Modul A1-3 kebutuhan aman dan
Keperawatan Dasar I nyaman)

Bagus Ananta
Tugas Terstruktur
10.00 - - - - -
Prinsip moral dan etika
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

Belajar Mandiri Tugas Terstruktur 1


Belajar Mandiri
13.00 Belajar Mandiri Laras ilmiah & ragam Keperawatan Dasar I -
Pelayanan keperawatan
- Prinsip moral dan etika bahasa, persiapan (Konsep dan Prinsip
dalam sistem pelayanan
penyajian lisan, topik & kebutuhan aman dan
kesehatan
skripsi nyaman)

Tugas Terstruktur Belajar Mandiri 1


Tugas Terstruktur
Laras ilmiah & ragam Keperawatan Dasar I -
Pelayanan keperawatan
15.00 - - bahasa, persiapan (Konsep dan Prinsip
dalam sistem pelayanan
penyajian lisan, topik & kebutuhan aman dan
kesehatan
skripsi nyaman)

16.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1248
1249

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 33


62
63
1250 Kelas B
1251
JAM Senin, 2 Desember 2019 Selasa, 3 Desember 2019 Rabu, 4 Desember 2019 Kamis, 5 Desember 2019 Jumat, 6 Desember 2019 Sabtu, 7 Desember 2019

Pengarahan
08.00 - - Modul A1-3 - -
- Keperawatan Dasar I

Kuliah 1
10.00 Keperawatan Dasar I -
(Konsep dan Prinsip
Tugas Terstruktur
- - - kebutuhan aman dan
Prinsip moral dan etika
nyaman)

Bagus Ananta
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

Tugas Terstruktur 1
Belajar Mandiri
13.00 Tugas Terstruktur Keperawatan Dasar I -
Pelayanan keperawatan
- - Konsep caring dalam (Konsep dan Prinsip
dalam sistem pelayanan
kehidupan sehari-hari kebutuhan aman dan
kesehatan
nyaman)

Belajar Mandiri 1
Belajar Mandiri Keperawatan Dasar I -
15.00 - Konsep caring dalam - - (Konsep dan Prinsip
kehidupan sehari-hari kebutuhan aman dan
nyaman)

16.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1252
1253

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 34


64
65
1254 Kelas C
1255 17.00 - - - - -

1256
1257

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 35


66
67
1258 Minggu II
1259 Kelas A
1260
JAM Senin, 9 Desember Selasa, 10 Desember Rabu, 11 Desember 2019 Kamis, 12 Desember 2019 Jumat, 13 Desember 2019 Sabtu, 14 Desember 2019
2019 2019
Kuliah 4
Belajar Mandiri 2 Belajar Mandiri 3
Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
08.00 (Konsep dan Prinsip
(Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip
- kebutuhan nutrisi) -
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan kebutuhan cairan
perawatan diri) dan elektrolit)
Dwi Fitriyanti
Kuliah 2 Klasikal 1
Keperawatan Dasar I Kebutuhan Aman dan Tugas Terstruktur 4
(Konsep dan Prinsip Nyaman Keperawatan Dasar I
10.00 kebutuhan kebersihan (Pengkajian Nyeri, Tehnik (Konsep dan Prinsip -
dan perawatan diri) Relaksasi & Distraksi) kebutuhan nutrisi)

Laura Khattrine Ratnasari


12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 3
Dies Natalis
Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 4
(Konsep dan Prinsip Keperawatan Dasar I
13.00 kebutuhan cairan dan - (Konsep dan Prinsip -
elektrolit) kebutuhan nutrisi)

Danny Putri
Klasikal 2
Tugas Terstruktur 2 Tugas Terstruktur 3 Kebutuhan Kebersihan dan
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Perawatan Diri - -
15.00 (Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip (Memandikan pasien di
kebutuhan kebersihan kebutuhan kebutuhan cairan tempat tidur)
dan perawatan diri) dan elektrolit)
Ni Made

16.00 - - - - -

1261
1262
1263 Kelas B
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 36
68
69
1264
JAM Senin, 9 Desember Selasa, 10 Desember Rabu, 11 Desember 2019 Kamis, 12 Desember 2019 Jumat, 13 Desember 2019 Sabtu, 14 Desember 2019
2019 2019
Tugas Terstruktur 2 Tugas Terstruktur 3
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I -
08.00 (Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip
- kebutuhan kebersihan dan kebutuhan kebutuhan cairan -
perawatan diri) dan elektrolit)
Klasikal 1 Kuliah 4
Kebutuhan Aman dan Keperawatan Dasar I
Nyaman (Konsep dan Prinsip
10.00 - (Pengkajian Nyeri, Tehnik - kebutuhan nutrisi) -
Relaksasi & Distraksi)
Dwi Fitriyanti
Ratnasari
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

Dies Natalis Belajar Mandiri 2 Belajar Mandiri 3


Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Tugas Terstruktur 4
13.00 (Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip Keperawatan Dasar I -
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan kebutuhan cairan (Konsep dan Prinsip
perawatan diri) dan elektrolit) kebutuhan nutrisi)

Kuliah 2 Kuliah 3 Klasikal 2 Belajar Mandiri 4


Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Kebutuhan Kebersihan dan Keperawatan Dasar I
(Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip Perawatan Diri (Konsep dan Prinsip -
15.00 kebutuhan kebersihan kebutuhan cairan dan (Memandikan pasien di kebutuhan nutrisi)
dan perawatan diri) elektrolit) tempat tidur)

Laura Khattrine Danny Putri Ni Made

16.00 - - - -

1265
1266
1267
1268
1269 Kelas C
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 37
70
71
1270
JAM Senin, 9 Desember Selasa, 10 Desember Rabu, 11 Desember 2019 Kamis, 12 Desember 2019 Jumat, 13 Desember 2019 Sabtu, 14 Desember 2019
2019 2019
Kuliah 2 Kuliah 3
08.00 Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 3
(Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip Keperawatan Dasar I
- kebutuhan kebersihan dan kebutuhan cairan dan -
(Konsep dan Prinsip
perawatan diri) elektrolit)
kebutuhan kebutuhan cairan
Laura Khattrine Danny Putri dan elektrolit)
Klasikal 1
10.00 Kebutuhan Aman dan
Nyaman -
- (Pengkajian Nyeri, Tehnik -
Relaksasi & Distraksi)

Ratnasari
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Dies Natalis
13.00 Tugas Terstruktur 2 Tugas Terstruktur 3 Kuliah 4
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip -
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan kebutuhan cairan kebutuhan nutrisi)
perawatan diri) dan elektrolit)
Dwi Fitriyanti
Klasikal 2
15.00 Belajar Mandiri 2 Kebutuhan Kebersihan dan Tugas Terstruktur 4
Keperawatan Dasar I Perawatan Diri Keperawatan Dasar I -
- (Konsep dan Prinsip (Memandikan pasien di (Konsep dan Prinsip
kebutuhan kebersihan dan tempat tidur) kebutuhan nutrisi)
perawatan diri)
Ni Made
16.00 Belajar Mandiri 4
Keperawatan Dasar I -
- - -
(Konsep dan Prinsip
kebutuhan nutrisi)
1271
1272 Minggu III

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 38


72
73
1273 Kelas A
1274
JAM Senin, 16 Desember 2019 Selasa, 17 Desember 2019 Rabu, 18 Desember Kamis, 19 Desember Jumat, 20 Desember Sabtu, 21 Desember 2019
2019 2019 2019
Kuliah 8
Kuliah 5 Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 7
Tugas Terstruktur 6
Keperawatan Dasar I Tutorial (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
08.00 (Konsep dan Prinsip - Skenario A asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur
(Konsep dan Prinsip
kebutuhan eliminasi) gangguan kebutuhan asuhan keperawatan
kebutuhan aman dan
Sesi 2 nutrisi) gangguan kebutuhan cairan
nyaman)
Asti Nuraeni dan elektrolit)
Dwi Fitri
Kuliah 6 Klasikal 4
Keperawatan Dasar I Kebutuhan nutrisi Tugas Terstruktur 8
Belajar Mandiri 6
Tugas Terstruktur 5 (Tehnik dan prosedur (Pemeriksaan fisik Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
10.00 Keperawatan Dasar I asuhan keperawatan abdomen dan (Tehnik dan prosedur
(Konsep dan Prinsip -
(Konsep dan Prinsip gangguan kebutuhan aman antropometri) asuhan keperawatan
kebutuhan aman dan
kebutuhan eliminasi) dan nyaman) gangguan kebutuhan
nyaman)
Sri Hartini nutrisi)
Bagus Ananta
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Klasikal 3 Kuliah 7
Kebutuhan cairan dan Keperawatan Dasar I Tugas Terstruktur 7 Belajar Mandiri 8
Belajar Mandiri 5 Tutorial elektrolit (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
13.00 Keperawatan Dasar I Skenario A (Pemasangan infus dan asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur (Tehnik dan prosedur
(Konsep dan Prinsip penghitungan tetesan gangguan kebutuhan asuhan keperawatan asuhan keperawatan
kebutuhan eliminasi) Sesi I infus) cairan dan elektrolit) gangguan kebutuhan gangguan kebutuhan
cairan dan elektrolit) nutrisi)
Bagus Ananta Danny Putri

15.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1275
1276
1277 Kelas B

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 39


74
75
1278
JAM Senin, 16 Desember 2019 Selasa, 17 Desember 2019 Rabu, 18 Desember Kamis, 19 Desember Jumat, 20 Desember Sabtu, 21 Desember 2019
2019 2019 2019
Kuliah 6
Keperawatan Dasar I Tugas Terstruktur 7 Tugas Terstruktur 8
(Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
08.00 asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur (Tehnik dan prosedur
- - -
gangguan kebutuhan aman asuhan keperawatan asuhan keperawatan
dan nyaman) gangguan kebutuhan gangguan kebutuhan
cairan dan elektrolit) nutrisi)
Bagus Ananta
Klasikal 4
Kuliah 5
Kebutuhan nutrisi Belajar Mandiri 8
Keperawatan Dasar I Tutorial Tutorial
(Pemeriksaan fisik Keperawatan Dasar I
(Konsep dan Prinsip Skenario A Skenario A
10.00 - abdomen dan (Tehnik dan prosedur
kebutuhan eliminasi)
antropometri) asuhan keperawatan
Sesi I Sesi 2
gangguan kebutuhan
Asti Nuraeni
Sri Hartini nutrisi)
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Klasikal 3 Kuliah 8
Kebutuhan cairan dan Keperawatan Dasar I
Tugas Terstruktur 6
Tugas Terstruktur 5 elektrolit (Tehnik dan prosedur
Keperawatan Dasar I
13.00 Keperawatan Dasar I (Pemasangan infus dan asuhan keperawatan -
(Konsep dan Prinsip -
(Konsep dan Prinsip penghitungan tetesan gangguan kebutuhan
kebutuhan aman dan
kebutuhan eliminasi) infus) nutrisi)
nyaman)
Bagus Ananta Dwi Fitri
Kuliah 7
Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 7
Belajar Mandiri 6
Belajar Mandiri 5 (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
15.00 Keperawatan Dasar I asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur -
(Konsep dan Prinsip -
(Konsep dan Prinsip gangguan kebutuhan asuhan keperawatan
kebutuhan aman dan
kebutuhan eliminasi) cairan dan elektrolit) gangguan kebutuhan
nyaman)
cairan dan elektrolit)
Danny Putri

17.00 - - - - - -

1279 Kelas C

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 40


76
77
1280
JAM Senin, 16 Desember 2019 Selasa, 17 Desember 2019 Rabu, 18 Desember Kamis, 19 Desember Jumat, 20 Desember Senin, 23 Desember 2019
2019 2019 2019
Tugas Terstruktur 7
Belajar Mandiri 5 Tugas Terstruktur 6 Keperawatan Dasar I
08.00 Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I (Tehnik dan prosedur
- (Konsep dan Prinsip (Konsep dan Prinsip - asuhan keperawatan
kebutuhan eliminasi) kebutuhan aman dan gangguan kebutuhan cairan
nyaman) dan elektrolit)
Klasikal 4
Belajar Mandiri 6 Kebutuhan nutrisi Belajar Mandiri 7
Keperawatan Dasar I (Pemeriksaan fisik Keperawatan Dasar I
10.00 - - (Konsep dan Prinsip - abdomen dan (Tehnik dan prosedur
kebutuhan aman dan antropometri) asuhan keperawatan
nyaman) gangguan kebutuhan cairan
Sri Hartini dan elektrolit)
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 6 Klasikal 3 Kuliah 7
Kuliah 5 Keperawatan Dasar I Kebutuhan cairan dan Keperawatan Dasar I Tugas Terstruktur 8
Keperawatan Dasar I (Tehnik dan prosedur elektrolit Tutorial (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I
13.00 (Konsep dan Prinsip asuhan keperawatan (Pemasangan infus dan Skenario A asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur
kebutuhan eliminasi) gangguan kebutuhan aman penghitungan tetesan gangguan kebutuhan asuhan keperawatan
dan nyaman) infus) Sesi 2 cairan dan elektrolit) gangguan kebutuhan
Asti Nuraeni nutrisi)
Bagus Ananta Bagus Ananta Danny Putri
Kuliah 8
Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 8
Tugas Terstruktur 5 Tutorial (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I
15.00 Keperawatan Dasar I Skenario A asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur
- -
(Konsep dan Prinsip gangguan kebutuhan asuhan keperawatan
kebutuhan eliminasi) Sesi I nutrisi) gangguan kebutuhan
nutrisi)
Dwi Fitri

17.00 - - - - - -

1281
1282 Minggu IV

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 41


78
79
1283 Kelas A
JAM Kamis, 2 Januari 2020 Jumat, 3 Januari 2020 Senin, 6 Januari 2020 Selasa, 7 Januari 2020 Rabu, 8 Januari 2020 Kamis, 9 Januari 2020
Kuliah 10 Kuliah 11
Klasikal 5 Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Klasikal 6
Kebutuhan Eliminasi (Tehnik dan prosedur (Simulasi asuhan Kebutuhan eliminasi
(Perawatan Kolostomi) asuhan keperawatan keperawatan gangguan (Membantu pasien BAK
08.00 - - gangguan kebutuhan kebutuhan aman dan dan BAB di tempat tidur)
Sri Hartini kebersihan dan perawatan nyaman)
diri) Asti Nuraeni
Bagus Ananta
Laura Khattrine
Belajar Mandiri 9 Tugas Terstruktur 11
10.00 Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Tehnik dan prosedur (Simulasi asuhan -
- - -
asuhan keperawatan keperawatan gangguan
gangguan kebutuhan kebutuhan aman dan
eliminasi) nyaman)
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 9
Tugas Terstruktur 10
Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 11
Keperawatan Dasar I
(Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I
(Tehnik dan prosedur
asuhan keperawatan (Simulasi asuhan -
- - asuhan keperawatan
13.00 gangguan kebutuhan keperawatan gangguan
gangguan kebutuhan
eliminasi) kebutuhan aman dan
kebersihan dan perawatan
nyaman)
diri)
Asti Nuraeni
Belajar Mandiri 10
Tugas Terstruktur 9
15.00 Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
(Tehnik dan prosedur
(Tehnik dan prosedur
- - asuhan keperawatan - -
asuhan keperawatan
gangguan kebutuhan
gangguan kebutuhan
kebersihan dan perawatan
eliminasi)
diri)

17.00 - - - - - -

1284
1285 Kelas B

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 42


80
81
1286
JAM Kamis, 2 Januari 2020 Jumat, 3 Januari 2020 Senin, 6 Januari 2020 Selasa, 7 Januari 2020 Rabu, 8 Januari 2020 Kamis, 9 Januari 2020
Kuliah 9
Klasikal 5 Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 10 Klasikal 6
Kebutuhan Eliminasi (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I Kebutuhan eliminasi
08.00 (Perawatan Kolostomi) asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur (Membantu pasien BAK
- -
gangguan kebutuhan asuhan keperawatan dan BAB di tempat tidur)
Sri Hartini eliminasi) gangguan kebutuhan
kebersihan dan perawatan Asti Nuraeni
Asti Nuraeni diri)
Kuliah 10
Keperawatan Dasar I Tugas Terstruktur 11
Tugas Terstruktur 9
(Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
asuhan keperawatan (Simulasi asuhan
(Tehnik dan prosedur
10.00 - - gangguan kebutuhan - keperawatan gangguan
asuhan keperawatan
kebersihan dan perawatan kebutuhan aman dan
gangguan kebutuhan
diri) nyaman)
eliminasi)
Laura Khattrine
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 11
Tugas Terstruktur 10
Belajar Mandiri 9 Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 11
Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I (Simulasi asuhan Keperawatan Dasar I
(Tehnik dan prosedur
(Tehnik dan prosedur keperawatan gangguan (Simulasi asuhan
- - asuhan keperawatan
13.00 asuhan keperawatan kebutuhan aman dan keperawatan gangguan
gangguan kebutuhan
gangguan kebutuhan nyaman) kebutuhan aman dan
kebersihan dan perawatan
eliminasi) nyaman)
diri)
Bagus Ananta

15.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1287
1288
1289
1290Kelas C
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 43
82
83
1291
JAM Kamis, 2 Januari 2020 Jumat, 3 Januari 2020 Senin, 6 Januari 2020 Selasa, 7 Januari 2020 Rabu, 8 Januari 2020 Kamis, 9 Januari 2020
Tugas Terstruktur 10
Belajar Mandiri 9
Klasikal 5 Keperawatan Dasar I Klasikal 6
Keperawatan Dasar I
Kebutuhan Eliminasi (Tehnik dan prosedur Kebutuhan eliminasi
(Tehnik dan prosedur
08.00 - (Perawatan Kolostomi) - asuhan keperawatan (Membantu pasien BAK
asuhan keperawatan
gangguan kebutuhan dan BAB di tempat tidur)
gangguan kebutuhan
Sri Hartini kebersihan dan perawatan
eliminasi)
diri) Asti Nuraeni
Kuliah 9 Kuliah 11
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I Tugas Terstruktur 11
(Tehnik dan prosedur (Simulasi asuhan Keperawatan Dasar I
10.00 asuhan keperawatan keperawatan gangguan (Simulasi asuhan
- - -
gangguan kebutuhan kebutuhan aman dan keperawatan gangguan
eliminasi) nyaman) kebutuhan aman dan
nyaman)
Asti Nuraeni Bagus Ananta
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 10
Tugas Terstruktur 9 Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 10 Belajar Mandiri 11
Keperawatan Dasar I (Tehnik dan prosedur Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Tehnik dan prosedur asuhan keperawatan (Tehnik dan prosedur (Simulasi asuhan
13.00 - - asuhan keperawatan gangguan kebutuhan asuhan keperawatan keperawatan gangguan
gangguan kebutuhan kebersihan dan perawatan gangguan kebutuhan kebutuhan aman dan
eliminasi) diri) kebersihan dan perawatan nyaman)
diri)
Laura Khattrine

15.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1292
1293
1294
1295 Minggu V

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 44


84
85
1296 Kelas A
1297
JAM Jumat, 10 Januari 2020 Senin, 13 Januari 2020 Selasa, 14 Januari Rabu, 15 Januari 2020 Kamis, 16 Januari 2020 Jumat, 17 Januari 2020
2020
Tugas Terstruktur 13
Keperawatan Dasar I
- - (Simulasi asuhan
08.00 - - - keperawatan gangguan
kebutuhan cairan dan
elektrolit)
Klasikal 7 Kuliah 12
Klasikal 8
Kebutuhan kebersihan dan Keperawatan Dasar I
Tutorial Kebutuhan nutrisi
perawatan diri (Simulasi asuhan
10.00 Skenario B - (Memasang NGT dan
(Mencuci rambut dan Oral keperawatan gangguan -
memberi makan melalui
Hygiene) kebutuhan eliminasi)
Sesi I NGT)
Ni Made Asti Nuraeni
Dwi Fitriyanti
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Belajar Mandiri 13
Tugas Terstruktur 12
Tutorial Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
13.00 - Skenario B (Simulasi asuhan
- (Simulasi asuhan -
keperawatan gangguan
keperawatan gangguan
Sesi 2 kebutuhan cairan dan
kebutuhan eliminasi)
elektrolit)
Kuliah 13
Keperawatan Dasar I
Belajar Mandiri 12
(Simulasi asuhan
Keperawatan Dasar I
keperawatan gangguan
- (Simulasi asuhan - -
15.00 kebutuhan cairan dan -
keperawatan gangguan
elektrolit)
kebutuhan eliminasi)
Danny Putri

17.00 - - - - - -

1298
1299 Kelas B

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 45


86
87
1300
JAM Jumat, 10 Januari 2020 Senin, 13 Januari 2020 Selasa, 14 Januari Rabu, 15 Januari 2020 Kamis, 16 Januari 2020 Jumat, 17 Januari 2020
2020
Kuliah 12
Keperawatan Dasar I Tutorial
(Simulasi asuhan Skenario B -
08.00 - keperawatan gangguan - -
kebutuhan eliminasi) Sesi 2

Asti Nuraeni
Klasikal 7 Tugas Terstruktur 13 Klasikal 8
Kebutuhan kebersihan dan Tugas Terstruktur 12 Keperawatan Dasar I Kebutuhan nutrisi
perawatan diri Keperawatan Dasar I (Simulasi asuhan (Memasang NGT dan
10.00 (Mencuci rambut dan Oral (Simulasi asuhan - - keperawatan gangguan memberi makan melalui
Hygiene) keperawatan gangguan kebutuhan cairan dan NGT)
kebutuhan eliminasi) elektrolit)
Ni Made Dwi Fitriyanti
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 13
Tutorial Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 13
Belajar Mandiri 12
Skenario B (Simulasi asuhan Keperawatan Dasar I
Keperawatan Dasar I
13.00 keperawatan gangguan (Simulasi asuhan -
- (Simulasi asuhan
Sesi I kebutuhan cairan dan keperawatan gangguan
keperawatan gangguan
elektrolit) kebutuhan cairan dan
kebutuhan eliminasi)
elektrolit)
Danny Putri

15.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1301
1302
1303
1304 Kelas C

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 46


88
89
1305
JAM Jumat, 10 Januari 2020 Senin, 13 Januari 2020 Selasa, 14 Januari Rabu, 15 Januari 2020 Kamis, 16 Januari 2020 Jumat, 17 Januari 2020
2020
Belajar Mandiri 12
Tutorial
Keperawatan Dasar I - -
Skenario B
08.00 - - (Simulasi asuhan
keperawatan gangguan
Sesi I
kebutuhan eliminasi)

Klasikal 7
Tugas Terstruktur 13 Tutorial Klasikal 8
Kebutuhan kebersihan dan Tugas Terstruktur 12
Keperawatan Dasar I Skenario B Kebutuhan nutrisi
perawatan diri Keperawatan Dasar I
10.00 (Simulasi asuhan (Memasang NGT dan
(Mencuci rambut dan Oral - (Simulasi asuhan
keperawatan gangguan Sesi 2 memberi makan melalui
Hygiene) keperawatan gangguan
kebutuhan cairan dan NGT)
kebutuhan eliminasi)
elektrolit)
Ni Made
Dwi Fitriyanti
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Kuliah 13
Kuliah 12
Keperawatan Dasar I Belajar Mandiri 13
Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan
keperawatan (Simulasi asuhan - -
- keperawatan gangguan
13.00 gangguan kebutuhan keperawatan gangguan
kebutuhan eliminasi)
cairan dan elektrolit) kebutuhan cairan dan
elektrolit)
Asti Nuraeni
Danny Putri

15.00 - -
- - -
-

17.00 -
- - - -
-

1306
1307
1308
1309 Minggu VI
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 47
90
91
1310 Kelas A
1311
JAM Senin, 20 Januari 2020 Selasa, 21 Januari 2020 Rabu, 22 Januari Kamis, 23 Januari 2020 Jumat, 24 Januari 2020 Sabtu, 25 Januari 2020
2020
Kuliah 14 Kuliah 15
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan (Simulasi asuhan
08.00 keperawatan gangguan - keperawatan gangguan -
- -
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan nutrisi)
perawatan diri)
Dwi Fitriyanti
Laura Khattrine

Tugas Terstruktur 14 Tugas Terstruktur 15


10.00 Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan (Simulasi asuhan -
- - -
keperawatan gangguan keperawatan gangguan
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan nutrisi)
perawatan diri)

12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT


Klasikal 9
Belajar Mandiri 14
Kebutuhan Aman dan Belajar Mandiri 15
Keperawatan Dasar I
Nyaman Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan
13.00 - (Pemeriksaan Fisik - (Simulasi asuhan -
keperawatan gangguan
Neurologi) keperawatan gangguan
kebutuhan kebersihan dan
kebutuhan nutrisi)
perawatan diri)
Ratnasari

15.00 - - - - - -

17.00 - - - - - -

1312
1313 Kelas B

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 48


92
93
1314
JAM Senin, 20 Januari 2020 Selasa, 21 Januari 2020 Rabu, 22 Januari Kamis, 23 Januari 2020 Jumat, 24 Januari 2020 Sabtu, 25 Januari 2020
2020

08.00 -
- - - - -

Kuliah 14 Kuliah 15
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan (Simulasi asuhan
10.00 keperawatan gangguan keperawatan gangguan
- - -
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan nutrisi) -
perawatan diri)
Dwi Fitriyanti
Laura Khattrine
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Tugas Terstruktur 14 Klasikal 9
Keperawatan Dasar I Kebutuhan Aman dan Tugas Terstruktur 15
(Simulasi asuhan Nyaman Keperawatan Dasar I
13.00 keperawatan gangguan - (Pemeriksaan Fisik - (Simulasi asuhan -
kebutuhan kebersihan dan Neurologi) keperawatan gangguan
perawatan diri) kebutuhan nutrisi)
Ratnasari
Belajar Mandiri 14
Belajar Mandiri 15
Keperawatan Dasar I
15.00 Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan
- - - (Simulasi asuhan -
keperawatan gangguan
keperawatan gangguan
kebutuhan kebersihan dan
kebutuhan nutrisi)
perawatan diri)

17.00 -
- - - -
-

1315
1316 Kelas C

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 49


94
95
1317
JAM Senin, 20 Januari 2020 Selasa, 21 Januari 2020 Rabu, 22 Januari Kamis, 23 Januari 2020 Jumat, 24 Januari 2020 Sabtu, 25 Januari 2020
2020
Belajar Mandiri 14
Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan - -
08.00 - keperawatan gangguan - -
kebutuhan kebersihan dan
perawatan diri)

10.00 - - - - - -

12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT


Kuliah 14 Klasikal 9 Kuliah 15
Keperawatan Dasar I Kebutuhan Aman dan Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan Nyaman (Simulasi asuhan
13.00 keperawatan gangguan (Pemeriksaan Fisik keperawatan gangguan
- -
kebutuhan kebersihan dan Neurologi) kebutuhan nutrisi) -
perawatan diri)
Ratnasari Dwi Fitriyanti
Laura Khattrine
Tugas Terstruktur 14 Tugas Terstruktur 15
Keperawatan Dasar I Keperawatan Dasar I
(Simulasi asuhan (Simulasi asuhan -
- - -
15.00 keperawatan gangguan keperawatan gangguan
kebutuhan kebersihan dan kebutuhan nutrisi)
perawatan diri)
Belajar Mandiri 15
Keperawatan Dasar I
17.00 - - - - (Simulasi asuhan -
keperawatan gangguan
kebutuhan nutrisi)
1318
1319
1320
1321 Minggu VII
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 50
96
97
1322 Kelas A
1323
JAM Senin, 27 Januari 2020 Selasa, 28 Januari 2020 Rabu, 29 Januari Kamis, 30 Januari 2020 Jumat, 31 Januari 2020 Sabtu, 01 Februari 2020
2020

Belajar Mandiri Tugas Terstruktur


08.00 Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Cairan dan
- (Pemasangan Kateter Laki- - Elektrolit
laki dan wanita) (Menghitung Balance
cairan)
Klasikal 10
Belajar Mandiri
Kebutuhan Eliminasi
Kebutuhan Cairan dan
10.00 (Pemasangan Kateter
- - Elektrolit
Laki-laki dan wanita)
(Menghitung Balance
cairan)
Asti Nuraenni
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Klasikal 11
Kebutuhan Cairan dan
Tugas Terstruktur
13.00 Elektrolit
Kebutuhan Eliminasi
- (Menghitung Balance
(Pemasangan Kateter
cairan)
Laki-laki dan wanita)
Bagus Ananta

15.00 - - -

17.00 - - - -

1324
1325
1326
1327
1328 Kelas B

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 51


98
99
1329
JAM Senin, 27 Januari 2020 Selasa, 28 Januari 2020 Rabu, 29 Januari Kamis, 30 Januari 2020 Jumat, 31 Januari 2020 Sabtu, 01 Februari 2020
2020

Belajar Mandiri Tugas Terstruktur


Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Cairan dan -
08.00 - (Pemasangan Kateter Laki- - Elektrolit -
laki dan wanita) (Menghitung Balance
cairan)
Klasikal 10
Belajar Mandiri
Kebutuhan Eliminasi
Kebutuhan Cairan dan
10.00 (Pemasangan Kateter -
- - Elektrolit
Laki-laki dan wanita) -
(Menghitung Balance
cairan)
Asti Nuraenni
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Klasikal 11
Kebutuhan Cairan dan
Tugas Terstruktur
Elektrolit
Kebutuhan Eliminasi
13.00 - (Menghitung Balance - - -
(Pemasangan Kateter
cairan)
Laki-laki dan wanita)
Bagus Ananta

15.00 -
- - - -
-

17.00
- - - -
- -

1330
1331
1332
1333
1334
1335 Kelas C

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 52


100
101
1336
JAM Senin, 27 Januari 2020 Selasa, 28 Januari 2020 Rabu, 29 Januari Kamis, 30 Januari 2020 Jumat, 31 Januari 2020 Sabtu, 01 Februari 2020
2020

Belajar Mandiri Tugas Terstruktur


Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Cairan dan
08.00 - (Pemasangan Kateter Laki- - Elektrolit - -
laki dan wanita) (Menghitung Balance
cairan)
Klasikal 10
Belajar Mandiri
Kebutuhan Eliminasi
Kebutuhan Cairan dan
(Pemasangan Kateter
- - Elektrolit
10.00 Laki-laki dan wanita) - -
(Menghitung Balance
cairan)
Asti Nuraenni
12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
Klasikal 11
Kebutuhan Cairan dan
Tugas Terstruktur
Elektrolit
Kebutuhan Eliminasi
13.00 - (Menghitung Balance - - -
(Pemasangan Kateter
cairan)
Laki-laki dan wanita)
Bagus Ananta

15.00
- - -
- - -

17.00
- - - -
- -

1337
1338
1339
1340
1341
1342 Minggu VIII

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 53


102
103
1343 Kelas A
1344
JAM Senin, 03 Februari 2020 Selasa, 04 Februari 2020 Rabu, 05 Februari 2020 Kamis, 06 Februari 2020 Jumat, 07 Februari 2020 Sabtu, 08 Februari 2020

Belajar Mandiri Belajar Mandiri -


08.00 - Kebutuhan Eliminasi - - Kebutuhan Kebersihan dan
Perawatan Diri

10.00 Belajar Mandiri Belajar Mandiri


Belajar Mandiri
- Kebutuhan Cairan dan Kebutuhan Aman dan - -
Kebutuhan Nutrisi
Elektrolit Nyaman

12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

- -
- - -
13.00 -

- - - -
15.00 - -

17.00 - - - - - -

1345
1346
1347
1348
1349
1350
1351Kelas B

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 54


104
105
1352
JAM Senin, 03 Februari 2020 Selasa, 04 Februari 2020 Rabu, 05 Februari 2020 Kamis, 06 Februari 2020 Jumat, 07 Februari 2020 Sabtu, 08 Februari 2020

- Belajar Mandiri - -
Belajar Mandiri
08.00 - Kebutuhan Aman dan
Kebutuhan Nutrisi
Nyaman

Belajar Mandiri
Kebutuhan Cairan dan Belajar Mandiri -
- - -
10.00 Elektrolit Kebutuhan Kebersihan dan
Perawatan Diri

12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

- - -
13.00 - - -

Belajar Mandiri -
- - -
15.00 Kebutuhan Eliminasi -

17.00 -
- - - -
-

1353
1354
1355
1356
1357
1358
1359
1360Kelas C

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 55


106
107
1361
JAM Senin, 03 Februari 2020 Selasa, 04 Februari 2020 Rabu, 05 Februari 2020 Kamis, 06 Februari 2020 Jumat, 07 Februari 2020 Sabtu, 08 Februari 2020

Belajar Mandiri
08.00 Belajar Mandiri Kebutuhan Cairan dan -
- - -
Kebutuhan Nutrisi Elektrolit

Belajar Mandiri
10.00 Belajar Mandiri Kebutuhan Kebersihan dan
- - -
Kebutuhan Eliminasi Perawatan Diri -

12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

Belajar Mandiri
13.00 - - - Kebutuhan Aman dan - -
Nyaman

- - - -
15.00 - -

17.00 - - - - - -

1362
1363
1364
1365
1366
1367
1368 Minggu IX

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 56


108
109
1369 Kelas A, B, C
1370
JAM Senin, 10 Februari 2020 Selasa, 11 Februari 2020 Rabu, 12 Februari 2020 Kamis, 13 Februari 2020

08.00
Ujian Akhir Modul Ujian Akhir Modul
Belajar mandiri -
CBT CBT (ulang)
10.00

12.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT

13.00 Ujian Akhir Modul


CBT Ujian Akhir Modul
Belajar mandiri -
CBT (ulang)
15.00

- Belajar mandiri -
17.00 -

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 57


110
111
112
1371 BAB III
1372 SKILLS LABORATORY
1373
1374A. Pendahuluan
1375 Mahasiswa keperawatan perlu belajar dan berlatih beberapa ketrampilan klinis yang berhubungan
1376 dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, eliminasi, cairan dan elektrolit, aman dan nyaman serta
1377 kebutuhan kebersihan dan perawatan diri untuk mempersiapkan diri memasuki Praktek
1378 Laboratorium Klinik di rumah sakit. Mahasiswa harus menguasai ketrampilan sebelum mereka
1379 melakukan praktek laboratorium klinik dengan pasien nyata. Ketrampilan laboratorium
1380 memungkinkan mahasiswa untuk belajar dan mempraktikkan ketrampilan klinis mereka. Oleh
1381 karena itu, mahasiswa perlu berlatih ketrampilan klinik selama masa studi. Ketrampilan
1382 laboratorium ini membahas tentang petunjuk dalam melakukan ketrampilan yang berhubungan
1383 dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, eliminasi, cairan dan elektrolit, aman dan nyaman serta
1384 kebutuhan kebersihan dan perawatan diri. Keterampilan yang termasuk dalam pemenuhan
1385 kebutuhan nutrisi, eliminasi, cairan dan elektrolit, aman dan nyaman serta kebutuhan kebersihan
1386 dan perawatan diri sebagai berikut:
1. Pemeriksaan fisik abdomen
2. Pengukuran antropometri
3. Pemasangan NGT
4. Pemberian nutrisi melalui NGT
5. Membantu BAK di tempat tidur
6. Membantu BAB di tempat tidur
7. Pemasangan kateter
8. Perawatan kolostomi
9. Pemasangan infus
10. Penghitungan tetesan infus
11. Menghitung balance cairan
12. Pengkajian nyeri
13. Teknik relaksasi dan distraksi
14. Pemeriksaan fisik neurologi
15. Memandikan pasien di tempat tidur
16. Mencuci rambut
17. Oral hygiene
1387
1388B. Tujuan Umum Skills Laboratory
1389 Mahasiswa mampu melakukan prosedur ketrampilan yang berhubungan dengan pemenuhan
1390 kebutuhan nutrisi, eliminasi, cairan dan elektrolit, aman dan nyaman serta kebutuhan kebersihan
1391 dan perawatan diri dalam memberikan asuhan keperawatan saat melaksanakan Praktek
1392 Laboratorium Klinik di Rumah Sakit.
1393
1394C. Tujuan Khusus Skills Laboratory
1395 1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik abdomen
1396 2. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran antropometri

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 58


113
114
115
116
117
1397 3. Mahasiswa mampu melakukan pemasangan NGT
1398 4. Mahasiswa mampu melakukan pemberian nutrisi melalui NGT
1399 5. Mahasiswa mampu membantu BAK di tempat tidur
1400 6. Mahasiswa mampu membantu BAB di tempat tidur
1401 7. Mahasiswa mampu melakukan pemasangan kateter
1402 8. Mahasiswa mampu melakukan perawatan kolostomi
1403 9. Mahasiswa mampu melakukan pemasangan infus
1404 10. Mahasiswa mampu melakukan penghitungan tetesan infus
1405 11. Mahasiswa mampu melakukan penghitungan balance cairan
1406 12. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian nyeri
1407 13. Mahasiswa mampu melakukan teknik relaksasi dan distraksi
1408 14. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik neurologi
1409 15. Mahasiswa mampu memandikan pasien di tempat tidur
1410 16. Mahasiswa mampu membantu mencuci rambut
1411 17. Mahasiswa mampu melakukan oral hygiene
1412
1413D. Tingkat Kompetensi
1414 Tingkat Kompetensi Ketrampilan Klinis :
1415 1. Tingkat Kompetensi 1: Memahami dan Menjelaskan
1416 Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan memiliki pengetahuan teoritis mengenai
1417 ketrampilan ini, sehingga mereka mampu menjelaskan konsep, teori, prinsip atau indikasi,
1418 prosedur, dan komplikasi yang mungkin muncul.
1419 2. Tingkat Kompetensi 2: Setelah melihat atau setelah dibuktikan
1420 Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan memiliki pengetahuan teoritis mengenai
1421 ketrampilan ini (konsep, teori, prinsip atau indikasi, prosedur, komplikasi dan lain-lain).
1422 Selama laboratorium, mahasiswa telah melihat ketrampilan ini dan telah didemonstrasikan
1423 kepada mahasiswa.
1424 3. Tingkat Kompetensi 3: Setelah melakukan atau setelah diterapkan di bawah pengawasan
1425 Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan memiliki pengetahuan teoritis mengenai
1426 ketrampilan ini (konsep, teori, prinsip atau indikasi, prosedur, komplikasi dan lain-lain). Selain
1427 itu selama laboratorium, mahasiswa telah melihat ketrampilan ini dan mendemonstrasikannya
1428 atau telah menerapkan beberapa kali di bawah pengawasan pembimbing klinik.
1429 4. Tingkat Kompetensi 4: Mampu melakukan secara mandiri
1430 MahasiswaSelfProgram
Study Studi S-1 Keperawatan memiliki pengetahuan teoritis mengenai
Mahasiswa membaca tools sesuai
1431 ketrampilan
ketrampilan ini (konsep, teori,
dan mengidentifikasi kata prinsip atau indikasi, prosedur, komplikasi, dan lain-lain).
sulit atau hal-hal yang belum dipahami
1432 Selain itu selama laboratorium, mahasiswa telah melihat keterampilan ini dan telah dibuktikan
Demonstration
1433 serta telah menerapkan beberapa kali di bawah pengawasan,
Tutor/pembimbing di samping itu, mereka memiliki
melakukan
demonstrasi ketrampilan/skill sesuai
1434 pengalaman untuk menggunakan dan denganmenerapkan ketrampilan
tools, mahasiswa ini dalam konteks praktik
menyimak serta
membuat catatan
1435 asuhan keperawatan secara mandiri.
1436
1437 Exercise
1438E. Desain Aktivitas Pembelajaran Mahasiswa dibagi dalam 5 kelompok kecil
1439 untuk berperan sebagai perawat maupun
1440 Discussion klien secara bergantian selama 10 menit
Mahasiswa saling berdiskusi, tutor melakukan tindakan sesuai yang
1441 memberikan feedback kepada mahasiswa didemonstrasikan oleh tutor
1442
1443
1444
1445
Simulation
1446 Mahasiswa melakukan simulasi sesuai
denganKeperawatan
skenario yang diberikan oleh I
Modul A1-3 Dasar 59
tutor, mahasiswa ada yang berperan
118 menjadi klien, perawat, observer
119 kemudian tutor memberikan feedback Evaluasi
120 terkait dengan simulasi yang dilakukan Tutor memberikan evaluasi dan rencana
tindak lanjut pembelajaran skill
laboratory
121
122
1447
1448
1449
1450
1451
1452
1453
1454
1455
1456
1457
1458
1459
1460
1461
1462
1463
1464
1465
1466F. Tahap Pembelajaran
Waktu Kegiatan Mahasiswa Tutor
10 menit Self study Identifikasi, ceklist, alat-alat Melakukan Observasi
10 menit Demonstration Observasi Memberikan demonstrasi
langkah demi langkah
30 menit Exercise Exercise/ berlatih Melakukan Observasi
10 menit Discussion Mahasiswa mendiskusikan Memberikan Feedback
dengan Tutor, kesulitan /Umpan balik
mahasiswa ditanyakan
20 menit Role Play Mahasiswa melakukan role play Melakukan observasi dan
dengan skenario kasus memberikan umpan balik
20 Menit Evaluation Mahasiswa membuat rencana Tutor diskusi dengan
belajar mandiri mahasiswa tentang kesulitan
yang dialami
1467
1468G. Prosedur Tindakan
1469 1. Prosedur pemeriksaan fisik abdomen
1470 a. Standar Kompetensi
1471 Mahasiswa terampil dalam melakukan tindakan pemeriksaan fisik abdomen
1472 b. Kompetensi Dasar
1473 1) Mampu menjelaskan pengertian pemeriksaan fisik abdomen
1474 2) Mampu menjelaskan tujuan pemeriksaan fisik abdomen
1475 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan pada pemeriksaan fisik abdomen
1476 4) Mampu melakukan prosedur pemeriksaan fisik abdomen
1477 c. Metode
1478 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
1479 d. Alat
1480 1) Probandus
1481 2) Lembar dokumentasi
1482 3) Alat tulis
1483 4) Medline/alat ukur
1484 5) Stetoskop
1485 e. Prosedur pemeriksaan fisik abdomen
1486 1) Definisi

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 60


123
124
125
126
127
1487 Pemeriksaan fisik abdomen adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui
1488 kondisi abdomen pada pasien melaui beberapa teknik.
1489 2) Tujuan
1490 (a) Mengetahui fungsi organ abdomen
1491 3) Prosedur
1492 (a) Memberikan salam terapeutik
1493 (b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
1494 (c) Menanyakan kesiapan pasien
1495 (d) Menjaga privaci
1496 (e) Mencuci tangan
1497 (f) Mengatur posisi pasien (supinasi)
1498 (g) Membuka baju untuk menampakkan bagian perut
1499 (h) Menganjurkan pasien untuk rileks
1500 (i) Memposisikan kedua tangan di samping tubuh pasien
1501 (j) Meletakkan bantal di bawah lutut
1502 (k) Melakukan inspeksi abdomen dari depan dan samping
1503 (l) Melakukan auskultasi abdomen dengan meletakkan diafragma stetoskop
1504 memastikan adanya bising usus selama 60 detik (Kuadran I- Kuadran II-Kuadran
1505 III- Kuadran IV)
1506 (m) Melakukan perkusi dari kuadran kanan atas kemudian bergerak searah jarum jam
1507 (Kuadran I- Kuadran II-Kuadran III- Kuadran IV)
1508 (n) Melakukan palpasi di 4 area kuadran perut (Kuadran I- Kuadran II-Kuadran III-
1509 Kuadran IV)
1510 (o) Mengukur lingkar perut dengan meteran
1511 (p) Merapikan pasien
1512 (q) Melakukan evaluasi tindakan
1513 (r) Membereskan alat
1514 (s) Berpamitan
1515 (t) Mencuci tangan
1516 (u) Dokumentasi
1517
1518 f. Skenario
1519 Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Pasien tampak tidur
1520 dengan posisi ditekuk sambil memegangi perutnya. Pasien mengatakan bahwa perutnya
1521 terasa membesar dan banyak cairan di dalamnya. Pasien khawatir karena perut setiap hari
1522 semakin membesar. Untuk memastikan kondisi pasien, lakukan pemeriksaan abdomen!
1523
1524 2. Prosedur pengukuran antropometri
1525 a. Standar Kompetensi
1526 Mahasiswa terampil dalam melakukan pengukuran antropometri
1527 b. Kompetensi Dasar
1528 1) Mampu menjelaskan pengertian pengukuran antropometri
1529 2) Mampu menjelaskan tujuan pengukuran antropometri
1530 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan pada pengukuran antropometri
1531 4) Mampu melakukan prosedur pengukuran antropometri
1532 c. Metode
1533 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 61
128
129
130
131
132
1534 d. Alat
1535 1) Probandus
1536 2) Lembar dokumentasi
1537 3) Alat tulis
1538 4) Medline/ alat uku
1539 5) Timbangan BB
1540 e. Prosedur pengukuran antropometri
1541 1) Definisi
1542 Pengukuran antropometri adalah suatu teknik atau prsedur yang digunakan untuk
1543 mengetahui nilan berat badan, tinggi badan, dan ukuran tubuh lainnya
1544 2) Tujuan
1545 Mengetahui nilai tinggi badan, berat badan, dan ukuran tubuh pasien lainnya
1546 3) Prosedur
1547 a) Memberikan salam terapeutik
1548 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
1549 c) Menanyakan kesiapan pasien
1550 d) Menjaga privaci
1551 e) Mencuci tangan
1552 f) Melepas pakaian
1553 Bayi : seluruh pakaian
1554 Anak: kaos kaki, topi, baju hangat kalau perlu pakaian atas
1555 g) Melakukan pengukuran tinggi/panjang badan :
1556 Panjang badan (usia kurang dari 24 – 36 bulan)
1557 1) Menempatkan bayi pada posisi supine di papan bagian atas (skala 0)
1558 2) Meminta orang tua/asisten untuk memegang kepala bayi mengarah tegak
1559 kedepan
1560 3) Perlahan meluruskan lutut bayi sampai menempel ke dasar papan dan telapak
1561 kaki tegak
1562 4) Menarik pembatas bawah sampai dasar tumit bayi
1563 5) Membaca skala sentimeter
1564 h) Melakukan pengukuran berat badan
1565 Lingkar Kepala :
1566 1) Menempatkan meteran di bawah kepala
1567 2) Mengukur mulai dari atas alis mata, daun telinga ke arah oksipitalis (FOC =
1568 Frontal to Occipital) atau lingkar yang paling besar)
1569 3) Menempatkan meteran pengukur 3 kali
1570 Lingkar Dada :
1571 1) Meletakkan meteran di dada
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 62
133
134
135
136
137
1572 2) Mengukur mulai dari tengah puting susu, melingkar ke punggung
1573 3) Melakukan pengukuran selama inspirasi dan ekspirasi
1574 i) Melakukan pengukuran Lingkar Kepala dan Lingkar Dada :
1575 Lipatan Trisep
1576 1) Meminta anak untuk melipat siku membentuk sudut 90 derajat
1577 2) Membuat tanda titik antara akromnion dan olekranon di posterior lengan atas
1578 3) Dengan lengan terentang bebas, mencubit lipatan kulit 1 cm di atas titik tengah
1579 4) Perlahan tarik lipatan dari otot bawah dan tahan sampai pengukuran lengkap
1580 5) Menempatkan penjepit kaliper di atas lipatan kulit yang telah ditandai
1581 6) Memperkirakan hasil sampai mendekati 1 mm setelah 2 – 3 detik menekan
1582 Melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas:
1583 Mengikuti prosedur diatas, menempatkan meteran melingkar di lengan atau melalui
1584 titik tersebut
1585 j) Merapikan pasien
1586 k) Melakukan evaluasi tindakan
1587 l) Berpamitan
1588 m) Mencuci tangan
1589 n) Dokumentasi
1590
1591 f. Skenario
1592 Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan muntah 7 kali
1593 sehari dan tidak mau makan. Hasil pemeriksaan badan lemas, kurus, mata cekung, turgor
1594 kulit kering. Anak tersebut mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. Untuk
1595 mengetahui kondisi anak tersebut, lakukan pemeriksaan antropometri!

1597 3. Prosedur pemasangan NGT


1598 a. Standar Kompetensi
1599 Mahasiswa terampil dalam melakukan tindakan pemasangan NGT
1600 b. Kompetensi Dasar
1601 1) Mampu menjelaskan pengertian tindakan pemasangan NGT
1602 2) Mampu menjelaskan tujuan pemasangan NGT
1603 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat tindakan pemasangan NGT
1604 4) Mampu melakukan prosedur tindakan pemasangan NGT
1605 c. Metode
1606 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
1607 d. Alat
1608 1) Probandus
1609 2) Tissue

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 63


138
139
140
141
142
1610 3) Jelly
1611 4) Selang NGT
1612 5) Gelas berisi air matang
1613 6) Stetoskop
1614 7) Plester
1615 8) Sarung tangan
1616 e. Prosedur tindakan pemasangan NGT
1617 1) Definisi
1618 Pemasangan NGT adalah prosedur memasukkan selang melalui hidung sampai ke
1619 lambung yang berfungsi sebagai media memasukkan nutrisi dan cairan
1620 2) Tujuan
1621 a) Sebagai media untuk memasukkan nutrisi (makanan cair)
1622 b) Sebagai media untuk memasukkan cairan
1623 c) Sebagai media untuk memasukkan obat yang seharusnya diminum per oral
1624 3) Prosedur
1625 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
1626 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
1627 c) Menanyakan kesiapan pasien
1628 d) Menjaga privaci
1629 e) Mencuci tangan
1630 f) Mengatur posisi pasien semi fowler
1631 g) Letakkan handuk melintang diatas dada
1632 h) Dekatkan piala ginjal dan tissue pada pasien
1633 i) Anjurkan pasien untuk relaks dan bernafas normal
1634 j) Mengukur panjang tube yang akan dimasukkan (dari cuping hidung ke daun telinga
1635 bawah lalu ke prosesus xypoideus disternum)
1636 k) Memberi tanda panjangnya pipa lambung yang dimasukkan dengan menggunakan
1637 klem
1638 l) Mengolesi xylocain atau cairan pelicin pada ujung tube yang akan dimasukkan 10 –
1639 20 cm
1640 m) Instruksikan posisi kepala ekstensi, masukkan selang pada rongga hidung sampai
1641 melewati nasopharing, setelah melewati nasopharing (3 – 9 cm) anjurkan pasien
1642 untuk menekuk leher (fleksi) dan menelan. Bila pasien ingin muntah, anjurkan
1643 untuk nafas dalam dan bila merasa tidak nyaman memberi kode
1644 n) Anjurkan pasien rileks dan bernafas normal setelah selesai memasang NGT sampai
1645 ujung yang telah ditentukan
1646 o) Periksa letak selang dengan :

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 64


143
144
145
146
147
1647 p) Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma stetoskop pada
1648 perut dikuadran kiri atas pasien (gaster) kemudian suntikkan 10 – 20 cc udara
1649 bersamaan dengan auskultasi abdomen
1650 q) Aspirasi pelan – pelan untuk mendapatkan isi lambung
1651 r) Masukkan ujung luar selang NGT kedalam mangkok yang berisi air, jika ada
1652 gelembung udara berarti masuk ke dalam paru-paru dan jika tidak ada gelembung
1653 udara berarti masuk ke dalam lambung
1654 s) Menutup kembali ujung NGT dengan klem
1655 t) Fiksasi selang NGT dengan benar
1656 u) Merapikan pasien
1657 v) Melakukan evaluasi tindakan
1658 w) Membereskan alat dan berpamitan
1659 x) Mencuci tangan
1660 y) Dokumentasi
1661
1662 f. Skenario
1663 Seorang perempuan berusia 37 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan . Pasien
1664 mengalami penurunan kesadaran sehingga tidak mampu menelan dan makan. Hasil
1665 pemeriksaan TD 140/100 mmHg, pernapasan 28 kali/mnt, nadi 82 kali/mnt, suhu 38ºC.
1666 Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien tersebut maka perawat harus melakukan
1667 pemasangan NGT pada pasien tersebut!
1668
1669 4. Prosedur pemberian nutiri melalui NGT
1670 a. Standar Kompetensi
1671 Mahasiswa trampil dalam melakukan pemberian nutrisi melalui Naso Gastric Tube (NGT)
1672 pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
1673 b. Kompetensi Dasar
1674 1) Mampu menjelaskan pengertian pemberian nutrisi melalui NGT
1675 2) Mampu menjelaskan tujuan pemberian nutrisi melalui NGT
1676 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat pemberian nutrisi melalui NGT
1677 4) Mampu melakukan prosedur tindakan pemberian nutrisi melalui NGT
1678 c. Metode
1679 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
1680 d. Alat
1681 1) Pantom
1682 2) Stetoskop
1683 3) Spuit 50 cc
1684 4) Makanan cair
1685 5) Gelas berisi air putih
1686 6) Perlak dan pengalas
1687 7) Bengkok
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 65
148
149
150
151
152
1688 8) Plester
1689 9) Gunting plester
1690 10) Alat tulis
1691 e. Prosedur pemberian nutrisi melalui NGT
1692 1) Definisi
1693 Memberikan makanan, minuman, dan obat yang dimasukkan melalui selang
1694 nasogastric hingga ke lambung
1695 2) Tujuan
1696 a) Memberikan dukungan nutrisi menggunakan selang nasogastric
1697 b) Memberikan obat langsung ke lambung
1698 3) Prosedur
1699 a) Menghangatkan susu sampai sesuai suhu ruangan
1700 b) Memberi posisi supine/miring ke kanan dengan kepala dan dada lebih tinggi (Bayi :
1701 gunakan lipatan popok/selimut dan tempatkan di bawah kepala dan bahu; Anak
1702 kecil : pakai bantal kecil; Anak besar : tinggikan bagian kepala tempat tidur)
1703 c) Letakkan alas dibawah selang NGT
1704 d) Kaji kepatenan posisi NGT (Aspirasi isi residu, bila jumlahnya lebih dari ¼ jumlah
1705 cairan sebelumnya masukkan kembali dan tunda ½ - 1 jam, kaji karakteristik cairan
1706 yang keluar, masukkan 2 – 5 cc udara ke dalam NGT dan auskultasi suara di regio
1707 epigastrik)
1708 e) Melepaskan plunger dari spuit
1709 f) Klem pipa NGT dan menghubungkan pipa NGT dengan spuit 5 cc atau 10 cc
1710 g) Menuangkan susu ke dalam spuit
1711 h) Mengatur kecepatan aliran :
1712 Bayi : 5 cc tiap 5 -10 menit
1713 Anak : 10 cc / menit
1714 Membilas dengan air 5 – 15 cc
1715 i) Klem pipa NGT dan melepaskan spuit dari selang. Kemudian menutup segera pipa
1716 NGT
1717 j) Merendam spuit dalam gelas berisi air hangat
1718 k) Memberikan posisi miring ke kanan selama 1 jam, kalau bayi menepuk – nepuk
1719 punggung bayi sampai sendawa
1720 l) Menyiapkan susu dalam gelas ukur/botol susu sesuai diet pasien
1721
1722 f. Skenario
1723 Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di Ruang ICU dengan Stroke. Pasien sadar,
1724 terdapat gangguan menelan dan afasia. Hasil pemeriksaan tekanan darah 160/100 mmHg,
1725 frekuensi nadi 84 x/menit, frekuensi napas 27 x/menit, suhu 37°C, terpasang selang NGT.
1726 Pasien mendapatkan diit cair 4 x 250 ml yang diberikan melalui NGT. Lakukan pemberian
1727 diit pasien melalui NGT!
1728
1729 5. Prosedur membantu BAK di tempat tidur
1730 a. Standar Kompetensi

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 66


153
154
155
156
157
1731 Mahasiswa terampil dalam melakukan prosedur membantu pasien BAK di tempat tidur
1732 b. Kompetensi dasar
1733 1) Mampu menjelaskan tujuan membantu pasien BAK
1734 2) Mampu melakukan prosedur membantu pasien BAK
1735 c. Metode
1736 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
1737 d. Alat
1738 1) Probandus
1739 2) Urinal
1740 3) Sarung tangan
1741 4) Tissue
1742 5) Kom air hangat+sabun+handuk
1743 6) Air
1744 7) Alat tulis
1745 e. Prosedur membantu BAK di tempat tidur
1746 1) Definisi
1747 Suatu tindakan untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan BAK secara mandiri
1748 akibat keterbatasan aktivitas.
1749 2) Tujuan
1750 a) Membantu pasien dalam upaya memenuhi kebutuhan eliminasi
1751 b) Mengurangi pergerakan pasien
1752 c) Mengkaji karateristik urin
1753 d) Menjaga kebersihan pasien
1754 3) Prosedur
1755 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
1756 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
1757 c) Menanyakan kesiapan pasien
1758 d) Menjaga privaci
1759 e) Mencuci tangan
1760 f) Membantu pasien untuk posisi baring miring, duduk, jongkok atau berdiri
1761 g) Membuka pakaian bawah pasien dan tutup dengan selimut/handuk bawah
1762 h) Meletakkan perlak/pengalas dibawah bokong pasien
1763 i) Membantu pasien untuk BAK :
1764 j) Bila pasien sudah selesai buang air kecil, keluarkan penis dari urinal (pria), keluarkan
1765 pispot dari bokong (perempuan)
1766 k) Bersihkan dengan kertas toilet/tissue, bila perlu dengan air hangat + sabun + waslap
1767 dan keringkan dengan handuk bawah bila perlu bersihkan dengan air hangat
1768 l) Merapikan pasien
1769 m)Melakukan evaluasi tindakan
1770 n) Membereskan alat dan berpamitan
1771 o) Mencuci tangan
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 67
158
159
160
161
162
1772 p) Dokumentasi
1773
1774 f. Skenario
1775 Seorang laki-laki berusia 52 tahun dengan stroke dirawat di bangsal peyakit dalam. Pasien
1776 mengalami kelemahan pada tangan dan kaki kanan, badan lemas, tangan dan kaki kanan
1777 tidak bisa digerakkan. Pasien mengeluh ingin BAK, namun tidak bisa berjalan ke kamar
1778 mandi karena badan lemas. Perawat harus membantu pasien BAK di tempat tidur!
1779
1780 6. Prosedur membantu BAB di tempat tidur
1781 a. Standar Kompetensi
1782 Mahasiswa terampil dalam melakukan prosedur membantu pasien BAB di tempat tidur
1783 b. Kompetensi Dasar
1784 1) Mampu menjelaskan tujuan membantu pasien BAB
1785 2) Mampu melakukan prosedur membantu pasien BAB
1786 c. Metode
1787 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
1788 d. Alat
1789 1) Probandus
1790 2) Pispot
1791 3) Sarung tangan
1792 4) Pampers (jika perlu)
1793 5) Tissue
1794 6) Kom air hangat+sabun+handuk
1795 7) Air
1796 8) Alat tulis
1797 e. Prosedur membantu pasien BAB di tempat tidur
1798 1) Definisi
1799 Suatu tindakan untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan BAB secara mandiri
1800 akibat keterbatasan aktivitas
1801 2) Tujuan
1802 a) Membantu pasien dalam upaya memenuhi kebutuhan eliminasi
1803 b) Mengurangi pergerakan pasien
1804 c) Mengkaji karateristik feses
1805 d) Menjaga kebersihan pasien
1806 3) Prosedur membantu pasien BAB di tempat tidur
1807 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
1808 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
1809 c) Menanyakan kesiapan pasien
1810 d) Menjaga privacy
1811 e) Mencuci tangan
1812 f) Pasang jeruji tempat tidur pada sisi berlawanan dengan perawat
1813 g) Atur ketinggian tempat tidur pasien
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 68
163
164
165
166
167
1814 h) Letakkan pispot pada lokasi yang mudah dijangkau
1815 i) Memakai sarung tangan
1816 j) Buka pakaian bawah pasien dan tutup dengan handuk bawah atau selimut
1817 k) Berikan posisi miring berlawanan dengan perawat yang menolong, letakkan pispot
1818 tepat dibawah bokong pasien. Kemudian kembalikan ke posisi semula
1819 l) Bila pasien dapat mobilisasi mandiri di atas tempat tidur anjurkan untuk
1820 mengangkat bokong dan letakkan pispot tepat dibagian bokong pasien
1821 m) Bila tidak ada kontraindikasi tinggikan bagian kepala pasien 300
1822 n) Yakin pasien dalam posisi yang aman dan nyaman
1823 o) Berikan dan dekatkan bel pada pasien
1824 p) Bila pasien sendiri dan monitor keadaan secara periodik
1825 q) Bila pasien sudah selesai BAB, turunkan bagian kepala tempat tidur pasien.
1826 r) Bantu/ beri posisi miring ke sisi yang berlawanan dari perawat, bersamaan itu
1827 pegang pispot dengan kuat sambil ditarik ke bawah bokong pasien
1828 s) Tempatkan pispot pada tempat yang aman dan ditutup
1829 t) Bersihkan daerah anus dan bokong dengan tissue toilet, bersihkan dengan air
1830 hangat, sabun + waslap dan keringkan dengan handuk bawah
1831 u) Bantu pasien untuk memakai pakaian bawah, jika ada pakaian atau alat tenun yang
1832 kotor maka harus diganti
1833 v) Merapikan pasien
1834 w) Melakukan evaluasi tindakan
1835 x) Membereskan alat dan berpamitan
1836 y) Mencuci tangan
1837 z) Dokumentasi
1838
1839 f. Skenario
1840 Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan HIV. Pasien
1841 BAB 7 kali sehari, konsistensi encer dan cair. Hasil pemeriksaan pasien lemas, kurus, kulit
1842 tidak elastis, bibir kering. Saat ini pasien merasakan ingin BAB, bantu pasien tersebut
1843 untuk BAB di tempat tidur!
1844
1845 7. Prosedur Pemasangan kateter
1846 a. Standar kompetensi
1847 Mahasiswa terampil dalam melakukan tindakan pemasangan kateter
1848 b. Kompetensi dasar
1849 1) Mampu menjelaskan pengertian pemasangan kateter
1850 2) Mampu menjelaskan tujuan pemasangan kateter
1851 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat pemasangan kateter
1852 4) Mampu melakukan prosedur pemasangan kateter
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 69
168
169
170
171
172
1853 c. Metode
1854 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
1855 d. Alat
1856 1) Handuk mandi
1857 2) Perlak pengalas
1858 3) Air hangat
1859 4) Sabun
1860 5) Selang kateter
1861 6) Duk berlubang steril
1862 7) Sarung tangan bersih dan steril
1863 8) Lidokain jeli
1864 9) Cairan desinfektan
1865 10) Kapas NaCl
1866 11) Plester
1867 e. Prosedur pemasanagn kateter
1868 1) Definisi
1869 Pemasangan kateter urin adalah teknik memasukkan selang dari meatus uretra hingga ke
1870 kandung kemih sebagai media untuk mengeluarkan urine
1871 2) Tujuan
1872 Untuk mengeluarkan urin yang tertampung di kandung kemih
1873 3) Prosedur
1874 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
1875 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
1876 c) Menanyakan kesiapan pasien
1877 d) Menjaga privaci
1878 e) Mencuci tangan
1879 f) Pemasangan kateter pria:
1880 (1)Memakai sarung tangan bersih
1881 (2)Membuka pakaian bawah pasien dan tutup dengan handuk bawah/ selimut
1882 (3)Pasang perlak dan pengalas di bawah bokong pasien.
1883 (4)Atur posisi pasien supinasi
1884 (5)Berikan perawatan daerah sekitar penis dengan air hangat + sabun + waslap dan
1885 keringkan dengan handuk bawah
1886 (6)Letakkan set kateter, buka set kateter dan susun alat tersebut menggunakan
1887 korentang serta letakkan bengkok di dekat pasien.
1888 (7)Buka kemasan kateter, spuit, lidokain dan xylocain jelly dan letakkan di dalam set
1889 kateter, isi kom steril dengan larutan antiseptic.
1890 (8)Campurkan lidokain dan xylocain jelly pada kom steril dengan perbandingan 1 : 1
1891 kemudian masukkan ke dalam spuit , lepaskan jarumnya. Letakkan di set kateter
1892 (9)Pakai sarung tangan steril
1893 (10) Lakukan pengetesan balon kateter dan aspirasi kembali cairannya
1894 (11) Pasang duk berlubang di daerah genetalia pasien

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 70


173
174
175
176
177
1895 (12) Masukkan campuran lidokain dan xylocain jelly ke dalam meatus uretra, tunggu
1896 kurang lebih 2 menit untuk reaksi obat
1897 (13) Membersihkan daerah genetalia : dengan tangan yang tidak dominan, tegakkan
1898 penis dengan sudut 90 dari tubuh, jika pasien tidak di sirkumsisi tarik preputium ke
1899 bawah untuk melihat meatus uretra. Bersihkan penis dengan arah melingkar dengan
1900 kapas yang sudah diberi cairan antiseptic, mulai dari meatus uretra ke luar sampai
1901 ke batang penis dengan menggunakan pinset (1 kapas untuk 1X usap)
1902 (14) Memasukka kateter kedalam meatus uretra posisi penis 90 derajat . masukkan
1903 kateter dengan pelan ke arah uretra (dewasa 17,5 cm- 22,5 cm dan anak 5-7,5 cm),
1904 sampai urine keluar, bila ada tahanan tarik kembali. Pada saat kateter dimasukkan
1905 anjurkan pasien untuk tarik napas.
1906 (15) Bila urine sudah keluar tamping urine dalam pispot, sambil tangan menekan atas
1907 pubis. Biarkan urine keluar sampai habis
1908 (16) Untuk kateter tetap masukkan lagi kateter 2,5 – 5 cm, jangan dipaksakan bila ada
1909 tahanan
1910 (17) Pertahankan posisi kateter di depan meatus uretra
1911 (18) Lepaskan kateter dengan pelan-pelan bila urine sudah keluar semua
1912 (19) Untuk kateter menetap sambungkna ujung kateter dengan selang urine bg,
1913 kembangkan balon dengan cairan steril ynag sudah dipersiapkan, jangan melebihi
1914 ukuran balon. Cek letak balon dengan cara menarik pelan-pelan.
1915 (20) Tempatkan urine bag pada lokasi yang aman dan lebih rendah dari kateter
1916 (21) Fiksasi kateter pada bagian luar dengan menggunakan plester: abdomen bawah tau
1917 di puncak paha dengan posisi penis mengrah ke abdomen
1918 (22) Gantungkan urine bag lebih rendah dari vesika urinaria. Lepaskan sarung tangan
1919
1920 g) Pemasangan kateter perempuan :
1921 (1) Memakai sarung tangan bersih
1922 (2) Membuka pakaian bawah pasien dan tutup dengan handuk bawah/ selimut
1923 (3) Pasang perlak dan pengalas di bawah bokong pasien.
1924 (4) Atur posisi pasien dorsal recumbent
1925 (5) Berikan perawatan daerah sekitar perineum dengan air hangat + sabun + waslap
1926 dan keringkan dengan handuk bawah
1927 (6) Buka sarung tangan dan letkkan dengan benar
1928 (7) Letakkan set kateter , buka set kateter dan susun alat tersebut menggunakan
1929 korentang serta letakkan bengkok di dekat pasien.
1930 (8) Buka kemasan kateter, spuit, lidokain dan xylocain jelly dan letakkan di dalam set
1931 kateter, isi kom steril dengan larutan antiseptic.
1932 (9) Pakai sarung tangan steril
1933 (10) Lakukan pengetesan balon kateter dan aspirasi kembali cairannya
1934 (11) Pasang duk berlubang steril di daerah genetalia pasien
1935 (12) Membersihkan daerah genetalia : letakkan tangan yang tidak dominan pada labia
1936 mayora, buka labia mayora sehingga spingter meatus uretra terlihat jelas.
1937 Bersihkan daerah meatus uretra dengan menggunakan kapas dan beri antiseptic
1938 dengan bantuan pinset. Bersihkan daerah labia mayora, labia minora dan metus
1939 uretra dari depan ke belakang (1 kapas 1 kali usap)

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 71


178
179
180
181
182
1940 (13) Memasukan kateter ke alam meatus uretra pasien diminta untuk napas dalam.
1941 masukkan kateter dengan pelan ke arah uretra (dewasa 5 cm- 7,5 cm dan anak 2,5
1942 cm), sampai urine keluar, bila ada tahanan tarik kembali. Bila keteter masuk ke
1943 vagina lepaskan perlahan, ambil kateter baru dan lakukan pemasangan lagi ke
1944 uretra
1945 (14) Bila urine sudah keluar tamping urine dalam pispot, sambil tangan menekan atas
1946 pubis. Biarkan urine keluar sampai habis
1947 (15) Untuk kateter tetap masukkan lagi kateter 2,5 – 5 cm, jangan dipaksakan bila ada
1948 tahanan
1949 (16) Pertahankan posisi kateter di depan meatus uretra
1950 (17) Lepaskan kateter dengan pelan-pelan bila urine sudah keluar semua
1951 (18) Untuk kateter menetap sambungkna ujung kateter dengan selang urine bag,
1952 kembangkan balon dengan cairan steril ynag sudah dipersiapkan, jangan melebihi
1953 ukuran balon. Cek letak balon dengan cara menarik pelan-pelan.
1954 (19) Tempatkan urine bag pada lokasi yang aman dan lebih rendah dari kateter
1955 (20) Fiksasi kateter pada bagian luar dengan menggunakan plester : abdomen bawah
1956 tau di puncak paha dengan posisi penis mengrah ke abdomen
1957 (21) Gantungkan urine bag lebih rendah dari vesika urinaria. Lepaskan sarung tangan
1958 h) Merapikan pasien
1959 i) Melakukan evaluasi tindakan
1960 j) Membereskan alat dan berpamitan
1961 k) Mencuci tangan
1962 l) Dokumentasi
1963
1964 f. Skenario
1965 Seorang perempuan berusia 43 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan Infeksi
1966 Saluran Kemih. Pasien mengatakan sudah 3 hari tidak bisa BAK dengan lancar, setiap kali
1967 BAK hanya menetes saja, sehingga yang dirasakan saat ini perut bagian bawah besar dan
1968 terasa sakit dan kencang. Hasil pemeiksaan fisik abdomen terdapat distensi kandung kemih.
1969 Saudara diminta untuk melakukan pemasangan kateter pada pasien tersebut!
1970
1971
1972 8. Prosedur perawatan kolostomi
1973 a. Standar kompetensi
1974 Mahasiswa terampil dalam melakukan tindakan terampil dalam melakukan tindakan
1975 perawatan kolostomi pada pasien dengan gangguan sistem pencernaan misalnya hirschprung
1976 b. Kompetensi dasar
1977 1) Mampu menjelaskan perawatan kolostomi
1978 2) Mampu menjelaskan tujuan perawatan kolostomi
1979 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat melakukan perawatan kolostomi
1980 4) Mampu melakukan prosedur perawatan kolostomi
1981 c. Metode
1982 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 72


183
184
185
186
187
1983 d. Alat
1984 1) Sarung tangan
1985 2) Perlak pengalas
1986 3) Bengkok
1987 4) Pinset Cirurgi
1988 5) Pinset anatomi
1989 6) Kapas
1990 7) Nacl 0.9%
1991 8) Kantong kolostomi
1992 9) Kassa steril
1993 e. Prosedur perawatan kolostomi
1994 6) Definisi
1995 Perawat kolostomi adalah membersihkan area kolostomi agar tidak terkontaminasi
1996 7) Tujuan
1997 Agar area di sekitar kolostomi tidak terkontaminasi
1998 8) Prosedur
1999 a) Memakai sarung tangan
2000 b) Meletakkan perlak pengalas di bagian kanan/kiri sesuai letak stoma
2001 c) Meletakkan bengkok di atas perlak dan dekatkan ke tubuh pasien
2002 d) Membuka kantong kolostomi secara hati-hati dengan pinset dan tangan kiri menekan
2003 kulit pasien
2004 e) Membersihkan kulit stoma dengan kapas NaCl 0.9%/ kapas basah (air hangat)
2005 f) Membersihkan stoma dengan kapas NaCl 0.9%/ kapas basah (air hangat)
2006 g) Mengeringkan kulit di sekitar stoma dengan kassa steril
2007 h) Membuka perekat kantong kolostomi
2008 i) Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi yang benar
2009 j) Merapikan kembali alat-alat dan membuang sampah
2010 k) Melepas sarung tangan
2011 f. Skenario
2012 Seorang anak perempuan berusia 1 tahun dirawat di ruang anak dengan hipospadia. Pasien
2013 sering mengeluh kesakitan pada perut karena tidak bisa BAB. Pasien saat ini dalam kondisi
2014 post pembedahan untuk membuat anus buatan. Pasien terpasang kantong kolostomi diperut
2015 kuadran 3 bawah. Apakah yang harus dilakukan perawat agar tidak terjadi infeksi pada area
2016 kolostomi?
2017
2018 9. Prosedur pemasangan infus
2019 a. Standar kompetensi
2020 Mahasiswa terampil dalam melakukan pemasangan infus pada pasien dengan gangguan
2021 pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit.
2022 b. Kompetensi dasar
2023 1) Mampu menjelaskan pengertian pemasangan infus
2024 2) Mampu menjelaskan tujuan pemasangan infus
2025 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat melakukan pemasangan infus
2026 4) Mampu melakukan prosedur tindakan pemasangan infus
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 73
188
189
190
191
192
2027 c. Metode
2028 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2029 d. Alat
2030 1) Standar infus
2031 2) Cairan infus dan infus set
2032 3) Wings needle/ abocath
2033 4) Perlak dan pengalas
2034 5) Plester dan gunting
2035 6) Bengkok
2036 7) Sarung tangan steril
2037 8) Kassa steril
2038 9) Kapas alkohol
2039 e. Prosedur pemasangan infus
2040 9) Definisi
2041 Pemberian obat/cairan dengan memasukkan langsung ke dalam pembuluh darah vena
2042 dalam jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set.
2043 10) Tujuan
2044 a) Mengembalikan dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
2045 b) Transfusi darah dan produk darah
2046 c) Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi
2047 11) Prosedur
2048 a) Membuka bungkus selang, menutup klem dan menyambung ke cairan infus
2049 b) Menggantung botol cairan pada standart, mengisi tabung reservoir infus dengan cairan
2050 infus sebanyak 1/3-1/2 bagian
2051 c) Mengalirkan cairan infus hingga tidak ada udara dalam selang
2052 d) Mengatur posisi lengan pasien untuk menentukan posisi vena yang akan ditusuk
2053 e) Memasang perlak dan alasnya serta membebaskan daerah yang akan ditusuk
2054 f) Memasang torniquet 10-12 cm di atas area yang akan di tusuk
2055 g) Memakai sarung tangan steril
2056 h) Membersihkan area penusukan dengan kapas alkohol, dengan teknik satu kali usap
2057 i) Mempertahankan vena pada posisi stabil dan memegang IV kateter dengan sudut 150
2058 – 300 dengan posisi lubang jaru, menghadap ke atas
2059 j) Memastikan jarum masuk ke intra vena dan menarik sedikit jarum (mandrin)
2060 sehingga darah keluar sedikit
2061 k) Memasukkan IV kateter secara perlahan, menarik jarum (mandrin) hingga lepas dan
2062 diletakkan ke dalam bengkok/ shrp container
2063 l) Menyambung IV kateter dengan selang, emlepas torniquet dan mengalirkan cairan
2064 infus
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 74
193
194
195
196
197
2065 m)Menutup area penusukan dengan transparan dressing/kassa steril
2066 n) Melepas sarung tangan
2067 o) Melakukan fiksasi IV kateter
2068 p) Menghitung tetesan infus sesuai program
2069 f. Skenario
2070 Seorang laki-laki berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS Sejahtera dengan HIV/AIDS. Hasil
2071 pengkajian: pasien hari ini BAB 7 kali, turgor kurang, mukosa kering. Hasil pemeriksaan
2072 tekanan darah 110/90 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi nafas 27 x/menit. Pasien
2073 mendapat terapi cairan Ringer Laktat sebanyak 500 cc habis dalam 5 jam. Apakah yang anda
2074 lakukan pada pasien tersebut untuk memenuhi kebutuhan cairannya?
2075
2076 10. Prosedur penghitungan tetesan infus
2077 a. Standar kompetensi
2078 Mahasiswa mampu menghitung tetesan infus sesuai dosis yang diberikan.
2079 b. Kompetensi dasar
2080 1) Mampu menjelaskan cara menghitung tetesan infus
2081 2) Mampu menghitung tetesan infus berbagai macam jenis cairan dengan tepat
2082 c. Metode
2083 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2084 d. Alat
2085 1) Alat tulis
2086 2) Jam tangan
2087 e. Prosedur penghitungan tetesan infus
2088 1) Definisi
2089 Menghitung jumlah tetesan infus dalam 1 menit dengan cara mikro atau makro
2090 2) Tujuan
2091 Memberikan infus sesuai jumlah yang diinginkan dan tepat
2092 3) Prosedur
2093 a) Doble check jumlah tetesan yang harus diberikan
2094 b) Tentukan mikro atau makro drip
2095 c) Tentukan jumlah cairan infus
2096 d) Tentukan waktu yang diperlukan
2097 e) Menghitung jumlah tetesan per menit
2098 f. Skenario
2099 Seorang perempuan berusia 31 tahun dibawa ke IGD RS Bunda karena mutah-mutah sejak
2100 3 hari yang lalu. Hasil pengkajian: pasien turgor kurang, mukosa kering. Hasil pemeriksaan
2101 tekanan darah 110/90 mmHg, frekuensi nadi 96 x/menit, frekuensi nafas 28 x/menit. Pasien

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 75


198
199
200
201
202
2102 mendapat terapi cairan Ringer Laktat sebanyak 500 cc habis dalam 4 jam. Berapakah
2103 jumlah tetesan yang diberikan setiap menit?
2104
2105 11. Prosedur Penghitungan Balance Cairan
2106 a. Standar Kompetensi
2107 Mahasiswa trampil dalam melakukan penghitungan balance cairan pada pasien dengan
2108 gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit.
2109 b. Kompetensi Dasar
2110 1) Mampu menjelaskan pengertian balance cairan
2111 2) Mampu menjelaskan tujuan menghitung balance cairan
2112 3) Mampu melakukan prosedur tindakan penghitungan balance cairan
2113 c. Metode
2114 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2115 d. Alat
2116 1) Probandus
2117 2) Format balance cairan
2118 3) Alat tulis
2119 e. Prosedur Penghitungan Balance Cairan
2120 1) Definisi
2121 Pemeriksaan yang dilakukan dengan menghitung antara cairan yang masuk dan
2122 keluarguna mengetahui adanya kelainan pada pasien.
2123 2) Tujuan
2124 a) Mengkaji cairan yang masuk
2125 b) Mengkaji cairan yang keluar
2126 c) Mengidentifikasi balance cairan
2127 3) Prosedur
2128 a) Menghitung intake oral (minum)
2129 b) Menghitung intake oral (makan)
2130 c) Menghitung intake parenteral
2131 d) Menentukan cairan metabolisme
2132 e) Menghitung output urine
2133 f) Menghitung output abnormal (muntah, drain, perdarahan, dll)
2134 g) Menghitung output IWL
2135 h) Menghitung balance cairan
2136 f. Skenario
2137 Perawat ICU sedang merawat pasien laik-laki berusia 50 tahun dengan Chronic Hearth
2138 Failure. Hasil pengkajian pasien mengeluh sesak nafas, edema di ekstremitas atas dan
2139 bawah. Hasil pemeriksaan tekanan darah 150/80 mmHg, pernafasan dibantu ventilator,
2140 frekuensi nadi 100 kali/mnt dan suhu 37ºC. Lakukanlah pemantauan balance cairan pada
2141 pasien tersebut!
2142
2143 12. Prosedur pengkajian nyeri
2144 a. Standar Kompetensi
2145 Mahasiswa terampil dalam melakukan pengkajian pasien yang mengalami keluhan nyeri
2146 b. Kompetensi Dasar
2147 1) Mampu menjelaskan pengertian pengkajian nyeri
2148 2) Mampu menjelaskan tujuan pengkajian nyeri
2149 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat pengkajian nyeri

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 76


203
204
205
206
207
2150 4) Mampu melakukan prosedur pengkajian nyeri
2151 c. Metode
2152 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2153 d. Alat
2154 1) Pain measurement scale
2155 2) Probandus
2156 3) Alat tulis
2157 e. Prosedur Pemasangan Infus
2158 1) Definisi
2159 Pengkajian nyeri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik
2160 nyeri yang dirasakan oleh pasien
2161 2) Tujuan
2162 Mengkaji penyebab, kualitas, lokasi/ area, skala dan durasi serta waktu timbulnya nyeri
2163 3) Prosedur
2164 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
2165 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
2166 c) Menanyakan kesiapan pasien
2167 d) Menjaga privacy
2168 e) Mencuci tangan
2169 f) Mengklarifikasi pakah pasien mengalami nyeri
2170 g) Menyakan:
2171 (1) Apa yang menimbulkan/ menyebabkan nyeri
2172 (2) Hal yang dapat meringankan nyeri
2173 (3) Hal yang dapat memperburuk nyeri
2174 (4) Bagaimana kualitas nyeri
2175 (5) Lokasi nyeri
2176 (6) Skala nyeri
2177 (7) Kapan nyeri mulai muncul
2178 (8) Frekuensi nyeri
2179 (9) Durasi waktu saat timbulnya nyeri
2180 h) Merapikan pasien
2181 i) Melakukan evaluasi tindakan
2182 j) Membereskan alat dan berpamitan
2183 k) Mencuci tangan
2184 l) Dokumentasi
2185
2186 f. Skenario
2187 Saat ini anda sedang merawat pasien setelah menjalani operasi di ruang bangsal bedah.
2188 Pasien mengeluh nyeri karena luka post operasi apendiktomi, nyeri seperti tertusuk, luka
2189 operasi di perut, skala nyeri 6, dan nyeri timbul setiap saat. Hasil observasi pasien nampak
2190 merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Lakukan pengkajian nyeri pada pasien
2191 tersebut!
2192
2193
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 77
208
209
210
211
212
2194 13. Prosedur tehnik relaksasi dan distraksi
2195 a. Standar kompetensi
2196 Mahasiswa terampil dalam melakukan teknik relaksasi dan distraksi
2197 b. Kompetensi dasar
2198 1) Mampu menjelaskan pengertian pengkajian nyeri
2199 2) Mampu menjelaskan tujuan pengkajian nyeri
2200 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat pengkajian nyeri
2201 4) Mampu melakukan prosedur pengkajian nyeri
2202 c. Metode
2203 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2204 d. Alat
2205 Probandus
2206 e. Prosedur teknik relaksasi dan distraksi
2207 1) Definisi
2208 Teknik yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri
2209 2) Tujuan
2210 a) Mengalihkan rasa nyeri
2211 b) Membuat tubuh menjadi rileks dan tidak tegang
2212 3) Prosedur
2213 Relaksasi:
2214 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
2215 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
2216 c) Menanyakan kesiapan pasien
2217 d) Menjaga privacy
2218 e) Mencuci tangan
2219 f) Meminta pasien untuk mengikuti contoh yang akan diajarkan
2220 g) Memberi contoh : menarik nafas panjang melalui hidung tahan 3 detik kemudian
2221 pelan – pelan dikeluarkan lewat mulut seperti meniup
2222 h) Meminta pada pasien untuk mengulangi tindakan yang telah diajarkan
2223 i) Meminta pada pasien apabila nyeri timbul supaya mengulangi contoh yang telah
2224 diajarkan
2225 j) Mengevaluasi apakah nyeri sudah berkurang
2226 k) Memberi pujian ketika pasien mau melakukan kembali
2227 l) Merapikan pasien
2228 m) Melakukan evaluasi tindakan
2229 n) Membereskan alat dan berpamitan
2230 o) Mencuci tangan
2231 p) Dokumentasi
2232
2233 Distraksi :
2234 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
2235 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 78


213
214
215
216
217
2236 c) Menanyakan kesiapan pasien
2237 d) Menjaga privaci
2238 e) Mencuci tangan
2239 f) Membantu pasien untuk memfokuskan pada tehnik distraksi untuk mengurangi
2240 nyeri
2241 g) Minta pasien untuk menutup mata atau memfokuskan pada satu obyek
2242 h) Mengintruksikan pasien untuk berkonsentrasi secara perlahan dan bernafas secara
2243 teratur. Bimbing pasien untuk mengontrol dan kosentrasi dengan hitungan 1, 2, 3, 4
2244 dst. Metode yang digunakan adalah :
2245 (1) Gunakan musik untuk membantu pasien memilih : menentukan irama,
2246 mengatur volume dengan adanya peningkatan atau penurunan nyeri, minta
2247 pasien secara langsung untuk memberikan sejumlah pengalaman atau riwayat
2248 secara detail
2249 (2) Mengintruksikan pasien untuk membayangkan bahwa dengan menarik nafas
2250 dalam merupakan alur untuk memberi energi untuk mengurangi nyeri
2251 i) Pilihan yang dapat digunakan perawat untuk melatih imaginasi :
2252 (1) Sugestikan pada pasien seolah – olah sekarang ada di tempat yang indah
2253 seperti di pantai atau di gunung
2254 (2) Pimpin pasien untuk menggunakan pengalaman seluruh panca indera terhadap
2255 obyek tersebut (misalkan di pantai yaitu : angin sepoi – sepoi, hangatnya pasir
2256 diantara sela jari kaki, hangatnya sinar matahari, suara deburan ombak, bau
2257 garam di udara, burung terbang melayang dan menyambar di udara)
2258 (3) Mengambil nafas dalam dan pelan, menghitung sampai hitungan ketiga, nafas
2259 dalam dan membuka mata
2260 j) Memberikan kesempatan kepada pasien untuk mempraktikkan latihan tanpa adanya
2261 interupsi
2262 k) Merapikan pasien
2263 l) Melakukan evaluasi tindakan
2264 m) Membereskan alat dan berpamitan
2265 n) Mencuci tangan
2266 o) Dokumentasi
2267
2268 f. Skenario
2269 Saat ini anda sedang merawat pasien cancer payudara dengan keluhan nyeri pada payudara
2270 kanan. Hasil pengkajian nyeri pasien nyeri pada luka cancer, nyeri seperti terbakar, lokasi
2271 nyeri di payudara kanan, skala nyeri 5, nyeri timbul setiap saat. Hasil pemeriksaan TD
2272 130/90 mmHg, pernapasan 26 kali/mnt, nadi 90 kali/mnt, dan suhu 38ºC. Ajarkan teknik
2273 relaksasi dan distraksi pada pasien tersebut!
2274
2275 14. Prosedur pemeriksaan fisik neurologi
2276 a. Standar kompetensi
2277 Mahasiswa trampil dalam melakukan pemeriksaan fisik neurologi pada pasien dengan
2278 gangguan pemenuhan Kebutuhan Aman dan Nyaman

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 79


218
219
220
221
222
2279 b. Kompetensi dasar
2280 1) Mampu menjelaskan pengertian pemeriksaan fisik neurologi
2281 2) Mampu menjelaskan tujuan pemeriksaan fisik neurologi
2282 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat pemeriksaan fisik neurologi
2283 4) Mampu melakukan prosedur tindakan pemeriksaan fisik neurologi
2284 c. Metode
2285 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2286 d. Alat
2287 1) Reflek hammer
2288 2) Probandus
2289 3) Alat tulis
2290 e. Prosedur pemeriksaan fisik neurologi
2291 1) Definisi
2292 Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui fungsi saraf pasien. Pemeriksaan
2293 meliputi pemeriksaan kesadaran, rangsang selaput otak, saraf otak, sistem motorik,
2294 sistem sensorik refleks dan pemeriksaan mental (fungsi luhur)
2295 2) Tujuan
2296 a) Mengetahui fungsi saraf pasien
2297 b) Mengetahui respon fisiologis terhadap stimulasi saraf yang diberikan
2298 3) Prosedur
2299 a) Mata
2300 (1) Pupil
2301 (2) Ketajaman penglihatan (N.II)
2302 (3) Lapang pandang
2303 (4) Fungsi N.III, N.IV, dan N.VI
2304 b) Hidung
2305 Penciuman (N.I)
2306 c) Telinga
2307 (1) Pendengaran kanan dan kiri
2308 (2) Tes webber dan Rinne
2309 d) Mulut
2310 (1) Posisi mulut (simetris/tidak) (N.VII)
2311 (2) Bentuk ovula
2312 (3) Indra perasa
2313 (4) Kekuatan mengunyah (N.V)
2314 (5) Reflek muntah/ kesulitan menelan (N.IX, N.X)
2315 (6) Menjulurkan lidah (lesi, simetris, tremor) (N.XII)
2316 (7) Sensibilitas area muka
2317 e) Ekstremitas atas
2318 (1) Menguji kekuatan otot
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 80
223
224
225
226
227
2319 (2) Menguji reflek trisep
2320 (3) Menguji reflek bisep
2321 (4) Fungsi N.XI
2322 (5) Sensibilitas ekstremitas atas
2323 f) Ekstremitas bawah
2324 (1) Menguji kekuatan otot
2325 (2) Menguji refleks patela
2326 (3) Menguji refleks babinski
2327 (4) Keseimbangan
2328 f. Skenario
2329 Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke ruang IGD dengan keluhan badan sebelah
2330 lemas. Pasien tidak dapat berbicara, tangan dan kaki kirinya tidak bergerak saat bangun
2331 tidur. Hasil pemeriksaan tekanan darah 150/100 mmHg, frekuensi nadi 90 x/mnt, frekuensi
2332 nafas 28 x/mnt. Apakah yang anda lakukan sebagai perawat untuk mengetahui status
2333 neurologi pasien saat ini?
2334
2335 15. Prosedur memandikan pasien di tempat tidur
2336 a. Standar kompetensi
2337 Mahasiswa terampil dalam melakukan prosedur memandikan pasien di tempat tidur
2338 (personal hygiene)
2339 b. Kompetensi dasar
2340 1) Mampu menjelaskan pengertian personal hygiene
2341 2) Mampu menjelaskan tujuan personal hygiene
2342 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat personal hygiene
2343 4) Mampu melakukan prosedur personal hygiene
2344 c. Metode
2345 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2346 d. Alat
2347 1) Dua buah ahnduk besar untuk bagian atas dan bawah
2348 2) Dua buah kom mandi
2349 3) Tiga buah waslap (sabun, bagian atas, bagian bawah)
2350 4) Air hangat
2351 5) Sabun mandi
2352 6) Sarung tangan
2353 7) Pakaian bersih
2354 8) Pispot/urinal
2355 9) Celemek
2356 e. Prosedur memandikan pasien di tempat tidur
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 81
228
229
230
231
232
2357 1) Definisi
2358 Suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
2359 kesejahteraan fisik dan psikis
2360 2) Tujuan
2361 a) Meningkatkan derajat kesehatan
2362 b) Memperbaiki personal hygiene
2363 c) Pencegahan penyakit
2364 3) Prosedur
2365 a) Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
2366 b) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
2367 c) Menanyakan kesiapan pasien
2368 d) Menjaga privaci
2369 e) Mencuci tangan
2370 f) Berikan posisi yang nyaman
2371 g) Lipat selimut dan singkirkan barang yang tidak diperlukan
2372 h) Bentangkan handuk atas di bawah kepala
2373 i) Memakai sarung tangan
2374 j) Cuci mata dengan washlap atas, dengan arah dari dalam keluar
2375 k) Cuci daerah muka, telinga, leher, kemudian keringkan dengan handuk atas,
2376 sebelumnya tanyakan mau menggunakan sabun atau tidak
2377 l) Lepaskan handuk dari bawah kepala pasien
2378 m)Lepaskan pakaian atas, dan tutup dengan ahnsuk atas, bila pasien menggunakan infus
2379 lepaskan paiakan san lengan yang tidak terpasang infus terlebih dahulu
2380 n) Bentangkan handuk atas memanjang di bawah lengan yang akan dicuci terlebih
2381 dahulu dan handuk bawah menutup badan bagian atas pasien
2382 o) Cuci lengan dan ketiak dengan arah dari ujung ke pangkal aksila. Angkat lengan ke
2383 atas sewaktu membersihkan aksila. Cuci dan sabun terlebih dahulu lengan pasien
2384 yang jauh dari perawat, kemudian keringkan
2385 p) Kedua lengan diangkat di sisi kepala, handuk diletakkan disamping badan pasien
2386 dekat perawat
2387 q) Cuci dada dan perut kemudian dengan handuk atas, kalau perlu berikan bedak dan
2388 minyak kayu putih
2389 r) Miringkan pasien membelakangi perawat
2390 s) Meletakkan handuk memanjang sejajar pasien, disamping punggung
2391 t) Cuci dan bilas dari punggung sampai pantat dengan ebrsih kemudian keringkan
2392 dengan handuk lalu kenakan pakaian atas pasien
2393 u) Lepaskan pakaian bawah pasien dan tutup bagian bawah dengan handuk secara
2394 melintang
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 82
233
234
235
236
237
2395 v) Bentangkan handuk bawah di bawah tungkai, anjurkan pasien untuk menekuk
2396 tungkai, cuci kedua tungkai secara bergantian dari kaki yang jauh dari perawat dari
2397 arah paha ke mata kaki. Keringkan dengan handuk bawah.
2398 w) Cuci daerah genetalia dengan handuk bawah untuk perempuan: buka daerah labia,
2399 bersihkan orifisium uretra ke arah anus. Sedangkan untuk pria: buka prepusium dan
2400 bersihkan dengan arah melingkar dari ujung ke pangkal.
2401 x) Kenakan pakaian bawah
2402 y) Merapikan pasien
2403 z) Melakukan evaluasi tindakan
2404 aa) Membereskan alat dan berpamitan
2405 bb) Mencuci tangan
2406 cc) Dokumentasi
2407 f. Skenario
2408 Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat di RS Sejahtera. Pasien dengan kondisi baju
2409 basah berkeringat, kulit lengket dan kotor, dan bau badan tidak enak. Pasien lemas dan
2410 tidak mampu turun dari tempat tidur. Keluarga mengatakan pasien tidak mampu ke kamar
2411 mandi untuk membersihkan diri, sehingga pasien memerlukan bantuan untuk mandi.
2412 Saudara diminta untuk melakukan personal hygiene pada pasien tersebut!
2413
2414
2415
2416 16. Prosedur mencuci rambut
2417 a. Standar kompetensi
2418 Mahasiswa terampil dalam melakukan prosedur mencuci rambut pasien
2419 b. Kompetensi dasar
2420 1) Mampu menjelaskan pengertian mencuci rambut
2421 2) Mampu menjelaskan alat-alat yang digunakan untuk mencuci rambut
2422 3) Mampu melakukan mencuci rambut pasien
2423 c. Metode
2424 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2425 d. Alat
2426 1) Handuk atas 2 buah
2427 2) Skort
2428 3) Washlap
2429 4) Selimut mandi
2430 5) Perlak
2431 6) Hairdryer
2432 7) Sampo
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 83
238
239
240
241
242
2433 8) Sisir
2434 9) Kapas dan kassa
2435 10) Ember berisi air hangat
2436 11) Ember kosong
2437 12) Gayung
2438 13) Kain pel
2439 14) Sarung tangan
2440 e. Prosedur mencuci rambut
2441 1) Definisi
2442 Menghilangkan kotoran pada rambut dan kulit kepala dengan menggunakan sampo
2443 kemudian dibilas dengan air bersih sampai bersih.
2444 2) Tujuan
2445 a) Menghilangkan mikroorganisme kulit kepala
2446 b) Memberikan rasa nyaman
2447 c) Membasmi kulit atau ketombe yang melekat pada kulit
2448 d) Memperlancar sistem peredaran darah dibawah kulit
2449 e) Menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala
2450 3) Prosedur
2451 a) Menempatkan alat dekat pasien
2452 b) Memberi salam dan memperkenalkan diri
2453 c) Menjelaskan tujuan dan langkah tindakan
2454 d) Menanyakan kesiapan pasien
2455 e) Mencuci tangan
2456 f) Menjaga privacy
2457 g) Membuat talang
2458 h) Beri posisi dengan kepala berada disisi tempat tidur
2459 i) Letakkan handuk dibawah leher klien dan tutp telinga dengan kapas
2460 j) Letakkan kepala diatas alat pencuci rambut
2461 k) Tutup bagian dada dan leher dengan handuk
2462 l) Pakai sarung tangan
2463 m) Sisir rambut kemudian basahi rambut dengan air hangat
2464 n) Cuci rambut dengan sampo dan masase kulit kepala dengan menggunakan bantalan
2465 jari-jari tangan pada kulit kepala
2466 o) Bilas rambut sampai bersih
2467 p) Keringkan rambut dengan handuk
2468 q) Sisir rambut pasien dan bila ada keringkan dengan hair dryer
2469 f. Skenario

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 84


243
244
245
246
247
2470 Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di RS Sejahtera selama 3 hari. Pasien dengan
2471 kondisi rambut kotor dan berbau, kulit lengket dan kotor, dan bau badan tidak enak. Pasien
2472 lemas dan tidak mampu turun dari tempat tidur. Keluarga mengatakan pasien tidak mampu
2473 mencuci rambut sendiri, sehingga pasien memerlukan bantuan untuk mencuci rambut.
2474 Saudara diminta untuk mencuci rambut pada pasien tersebut!
2475
2476 17. Prosedur oral hygiene
2477 a) Standar Kompetensi
2478 Mahasiswa terampil dalam melakukan prosedur oral hygiene
2479 b) Kompetensi Dasar
2480 1) Mampu menjelaskan pengertian oral hygiene
2481 2) Mampu menjelaskan tujuan oral hygiene
2482 3) Mampu menyiapkan alat yang diperlukan saat oral hygiene
2483 4) Mampu melakukan prosedur oral hygiene
2484 5) Mampu melakukan prosedur tindakan
2485 c) Metode
2486 Self study, Demonstration, Small Group Practice, Roleplay
2487 d) Alat
2488 1) Sarung tangan
2489 2) Sudip lidah/tounge spatel
2490 3) Kassa/deppers
2491 4) NaCl
2492 5) Bengkok
2493 6) Pelembab bibir
2494 e) Prosedur massage punggung
2495 1) Definisi
2496 Suatu tindakan untuk memelihara kebersihan pada area mulut seseorang
2497 2) Tujuan
2498 (a) Meningkatkan derajat kesehatan
2499 (b)Memperbaiki kebersihan mulut
2500 (c)Pencegahan penyakit
2501 3) Prosedur
2502 (a)Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
2503 (b)Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
2504 (c)Menanyakan kesiapan pasien
2505 (d)Menjaga privacy
2506 (e)Mencuci tangan
2507 (f) Mengatur posisi pasien semi fowler atau miring ke arah perawat
2508 (g)Memasang perlak pengalas atau handuk di bawah dagu dan pipi pasien
2509 (h)Mendekatkan bengkok di dekat mulut pasien
2510 (i) Memakai sarung tangan bersih
2511 (j) Jepit kassa atau deppers dengan pinset dan basahi dengan NaCl 0.9%
2512 (k)Membuka mulut pasien dengan sudip lidah yang sudah dibungkus kassa
2513 (l) Mengobservasi apakah terdapat stomatitis atau perdarahan pada mulut, gusi, dan gigi.

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 85


248
249
250
251
252
2514 (m) Membersihkan mulut mulai dari dinding, gusi, gigi, dan terakhir gigi bagian luar
2515 dengan hati-hati secara berulang sampai bersih
2516 (n)Membuang kassa/deppers kotor pada bengkok
2517 (o)Mengolesi bibir dengan pelembab bibir jika terdapat stomatitis maka olesi bibir
2518 dengan obat sesuai indikasi menggunakan lidi kapas
2519 (p)Mengangkat perlak dan pengalas
2520 (q)Melepas sarung tangan
2521 (r) Merapikan pasien
2522 (s) Melakukan evaluasi tindakan
2523 (t) Membereskan alat dan berpamitan
2524 (u)Mencuci tangan
2525 (v)Dokumentasi
2526 f) Skenario
2527 Seorang perempuan berusia 49 tahun dirawat di ruang ICU RS Sejahtera dengan CKD.
2528 Pasien saat ini mengalami penurunan kesadaran. Pasien terpasang alat bantu nafas
2529 ventilator dan alat bantu makan NGT. Hasil pemeriksaan didapatkan mulut dan lidah kotor,
2530 bau mulut, gigi banyak sisa makanan, terdapat karies gigi, dan bibir kering. Saudara
2531 diminta untuk melakukan oral hygiene pada pasien tersebut!
2532
2533
2534
2535
2536
2537
2538
2539
2540
2541
2542
2543
2544
2545
2546
2547
2548
2549
2550
2551
2552
2553
2554

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 86


253
254
255
256
257
2555
2556
2557
2558
2559
2560
2561
2562
2563 BAB III
2564 ASSESSMENT
2565
2566Assesment merupakan tahapan evaluasi dari keseluruhan modul A1-3 Keperawatan Dasar I. Assesment
2567ini terdiri dari ujian tulis, ujian ketrampilan laboratorium, ujian OSCA (Objective Structure Clinical
2568Assesment), penugasan dan proses tutorial.
2569
2570Jenis evaluasi dijabarkan sebagai berikut :
DOMAIN
NO JENIS EVALUASI JUMLAH
Kognitif Psikomotor Afektif
1 Ujian Tulis MCQ (120) √ - -
Ujian Ketrampilan 2 - √ -
2
Laboratorium
3 Ujian OSCA 3 - √ -
4 Penugasan 4 √ - -
Proses tutorial 2 skenario - -
a. Leader - - - √
5
b. Scriber - - - √
c. Member - - - √
2571
2572Evaluasi modul A1-3 Keperawatan Dasar I terdiri dari:
25731. Ujian Tulis
2574 Ujian tulis atau disebut Ujian Akhir Modul (UAM) adalah bentuk evaluasi pembelajaran yang
2575 dinilai dari segi kognitif. Ujian tulis dilaksanakan dengan menggunakan CBT dengan soal
2576 berbentuk Multiple Choice Question (MCQ), dengan bobot 60%. Jumlah soal sebanyak 120 butir
2577 dan dikerjakan dalam waktu 150 menit. Penetapan kelulusan modul berdasarkan nilai akhir modul
2578 minimal 64 atau 2,50. Syarat mengikuti ujian akhir modul ini adalah kehadiran minimal 75%.
2579
25802. Ujian Ketrampilan Laboratorium
2581 Ujian ketrampilan laboratorium merupakan bentuk evaluasi pembelajaran yang dinilai dari segi
2582 psikomotor. Proses ujian ini yaitu pertama mahasiswa membaca soal dan membuat asuhan
2583 keperawatan pengkajian sampai intervensi di lembar yang sudah disediakan. Setelah itu
2584 mahasiswa menyiapkan alat dan melakukan tindakan ketrampilan mulai dari persiapan, orientasi,
2585 fase kerja, terminasi dan evaluasi. Setiap mahasiswa yang melakukan tindakan akan diobservasi
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 87
258
259
260
261
262
2586 oleh 1 penguji menggunakan lembar observasi berupa tool yang sudah disediakan. Indikator
2587 penilaian dalam ujian OSCA ini dijumlahkan dengan nilai ujian ketrampilan laboratorium dengan
2588 bobot 20%.
2589
25903. Ujian OSCA (Objective Structure Clinical Assesment)
2591 Ujian OSCA merupakan bentuk evaluasi pembelajaran yang dinilai dari segi psikomotor. Proses
2592 ujian ini yaitu mahasiswa melakukan tindakan ketrampilan mulai dari persiapan, orientasi, fase
2593 kerja, terminasi dan evaluasi yang akan diobservasi oleh 1 penguji menggunakan lembar observasi
2594 berupa tool yang sudah disediakan. Jumlah ketrampilan yang diujikan dalam ujian OSCA ini ada 3
2595 ketrampilan dengan masing-masing ketrampilan diberikan waktu 7 menit untuk melakukan
2596 tindakan ketrampilan tersebut sampai dokumentasi. Indikator penilaian dalam ujian OSCA ini
2597 dijumlahkan dengan nilai ujian ketrampilan laboratorium dengan bobot 20%.
2598
25994. Penugasan
2600 Penugasan merupakan bentuk evaluasi pembelajaran yang dinilai dari segi kognitif. Penugasan ini
2601 terdiri dari tugas individu dan tugas kelompok. Bobot penilaian untuk penugasan yaitu sebesar
2602 20%. Untuk rincian penugasan terdapat pada tabel berikut ini:
2603
No Pokok Bahasan Tugas Keterangan
1 Konsep dan prosedur a. Kelompok
asuhan keperawatan Penulisan laporan makalah tentang prosedur asuhan dibagi menjadi
pada pasien dengan keperawatan dengan gangguan kebutuhan nutrisi 5 kelompok
gangguan kebutuhan (misal kasus obesitas, malnutrisi, KEP) setiap kelas
nutrisi b. dengan masing-
Penulisan menggunakan font Times New Roman, masing kelompok
size 12, judul size 14, spasi 1,5, rata kanan kiri membahas 1
dan margin normal asuhan
c. keperawatan
Sumber mutakhir 10 tahun terakhir dengan gangguan
d. nutrisi
Dikumpulkan selambat-lambatnya 5 hari setelah
tugas diberikan
2 Konsep dan prosedur a. Penulisan laporan makalah tentang tentang Kelompok
asuhan keperawatan prosedur asuhan keperawatan dengan gangguan dibagi menjadi
pada pasien dengan kebutuhan eliminasi (misal ISK, konstipasi) 5 kelompok
gangguan kebutuhan b. Penulisan menggunakan font Times New Roman, setiap kelas
eliminasi size 12, judul size 14, spasi 1,5, rata kanan kiri dengan masing-
dan margin normal masing kelompok
c. Sumber mutakhir 10 tahun terakhir membahas 1
d. Dikumpulkan selambat-lambatnya 5 hari setelah asuhan
tugas diberikan keperawatan
dengan gangguan
eliminasi
3 Konsep dan prosedur a. Penulisan laporan makalah tentang konsep Individu
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 88
263
264
265
266
267
No Pokok Bahasan Tugas Keterangan
asuhan keperawatan asuhan keperawatan pasien Chronic Kidney
pada pasien dengan Disease dari pengkajian, diagnosa keperawatan
gangguan kebutuhan dan penetapan intervensi keperawatan.
cairan dan elektrolit b. Penulisan menggunakan font Times New Roman,
size 12, judul size 14, spasi 1,5, rata kanan kiri
dan margin normal
c. Sumber mutakhir 10 tahun terakhir
d. Dikumpulkan selambat-lambatnya 5 hari setelah
tugas diberikan
4 Konsep dan prosedur a. Membuat lembar balik (flip chart), brosur Kelompok
asuhan keperawatan (leaflet) dan SAP tentang masalah gangguan dibadi 4
pada pasien dengan aman dan nyaman kelompok dalam
gangguan kebutuhan b. Dikumpulkan di akhir perkuliahan modul ini masing-masing
aman dan nyaman kelas
2604
26055. Proses Tutorial
2606 Pada modul A1-3 Keperawatan Dasar I terdapat 2 skenario. Proses tutorial ini mahasiswa dibagi
2607 menjadi 3 peran yaitu leader, scriber, dan member. Penilaian pada tutorial berbeda-beda sesuai
2608 dengan peran masing-masing mahasiswa. Penilaian untuk leader yaitu memberi motivasi kepada
2609 member, komunikasi efektif, menghargai semua pendapat, membuka dan menutup diskusi serta
2610 mengelola waktu. Penilaian untuk scriber yaitu mencatat semua hasil diskusi, tulisan jelas dan
2611 lengkap serta berkomunikasi efektif pada saat diskusi. Penilaian untuk member yaitu
2612 memperhatikan jalannya diskusi, berpartisipasi dalam diskusi, menganalisa kasus, menghargai
2613 pendapat dan dapat menyimpulkan tujuan pembelajaran. Sesi II yaitu penilaian laporan hasil self
2614 study sebesar 50% dan penilaian diskusi masing-masing peran 50%. Penilaian dilakukan oleh Tutor
2615 yang mendampingi selama diskusi dengan menggunakan format penilaian tutorial sesi I dan II.
2616 Bobot penilaian untuk proses tutorial ini yaitu 20% dari keseluruhan penilaian.
2617
2618 Proses Tutorial ini menggunakan metode Seven Jumps yang dilakukan dengan cara mahasiswa
2619 akan diberikan skenario (kasus) yang nantinya digunakan sebagai trigger yang akan didiskusikan
2620 dalam kelompok kecil untuk mencapai kompetensi dalam modul ini. Proses tutorial terdiri dari 2
2621 sesi yaitu sesi I mahasiswa diskusi tentang kasus (skenario) dan sesi II mahasiswa memaparkan
2622 hasil self study sesuai dengan referensi yang terkait. Sesi I terdapat 6 steps yaitu step 1 mahasiswa
2623 mencari kata-kata yang sulit dimengerti dalam skenario, step 2 mahasiswa mencari masalah dengan
2624 membuat pertanyaan berdasarkan masalah dalam skenario, step 3 mahasiswa menganalisa masalah
2625 dengan menjawab pertanyaan pada step 2, untuk step 4 mahasiswa menyusun kalimat pernyataan,
2626 step 5 mahasiswa membuat pertanyaan sesuai kalimat pernyataan pada step 4 untuk menetapkan
2627 tujuan pembelajaran, step 6 mahasiswa mengumpulkan informasi dan belajar mandiri. Sesi II yaitu
2628 step 7 mahasiswa memaparkan hasil pengumpulan informasi dan belajar mandiri.
2629
2630
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 89
268
269
270
271
272
2631
2632
2633

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 90


273
274
275
276
277
2634 BAB IV
2635 PENUTUP
2636
2637Keperawatan Dasar merupakan hal yang penting dalam perawatan pasien yang saling berhubungan.
2638Proses keperawatan merupakan suatu metode yang sistematis dan ilmiah yang digunakan perawat
2639untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam mencapai atau mempertahankan keadaan biologis,
2640psikologis, sosial dan spiritual yang optimal. Penerapan proses keperawatan ini akan meningkatkan
2641kualitas layanan keperawatan pada pasien.
2642
2643Asuhan keperawatan merupakan suatu tindakan atau proses dalam praktik keperawatan yang diberikan
2644secara langsung kepada pasien untuk memenuhi kebutuhan objektif pasien, sehingga dapat mengatasi
2645masalah yang sedang dihadapinya, dan asuhan keperawatan dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah
2646ilmu keperawatan. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi
2647dan evaluasi keperawatan.
2648
2649Pengkajian merupakan upaya mengumpulkan data pasien secara lengkap dan sistematis untuk dikaji
2650dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi pasien baik fisik, mental, sosial maupun
2651spiritual dapat ditentukan. Tahap ini mencakup tiga kegiatan yaitu pengumuman data, analisis data dan
2652penentuan masalah kesehatan dan keperawatan.
2653
2654Diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan yang menjelaskan respon manusia (status
2655kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara
2656akuntabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status
2657kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah.
2658
2659Intervensi keperawatan merupakan pokok dari proses asuhan keperawatan sebab perencanaan
2660merupakan keputusan awal yang memberi arah bagi tujuan yang ingi dicapai, hal yang akan dilakukan,
2661termasuk bagaimana, kapan dan siapa yang akan melakukan tindakan keperawatan.oleh karena itu
2662untuk menyususn intervensi keperawatan perlu melibatkan pasien, keluarga dan orang terdekat.
2663
2664Implementasi keperawatan merupakan komponen proses keperawatan dimana tindakan yang
2665diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan keperawatan dilakukan dan
2666diselesaikan. Di lingkungan perawatan kesehatan, implementasi mungkin langsung setelah pengkajian.
2667
2668Evaluasi keperawatan merupakan tahap akhir dari proses keperawatan yang merupakan perbandingan
2669yang sistematis dan terencana antara hasil akhir yang teramati dan kriteria hasil yang dibuat pada tahap
2670perencanaan.
2671
2672
2673 SENARAI
2674
No Kata Sulit Arti Kata
1. Anuria Retensi urin di dalam kandung kemih atau penekanan

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 91


278
279
280
281
282
No Kata Sulit Arti Kata
total sekresi urin oleh ginjal. Kegagalan ekskresi urin
akibat suatu sumbatan.
2. Antropometri Suatu tes untuk mengetahui komposisi tubuh maupun
bentuknya atau pengukuran atas struktur tubuh manusia.
3. Auskultasi Ketrampilan untuk mendengar suara tubuh pada paru-
paru, jantung, pembuluh darah dan bagian dalam dengan
menggunakan stetoskop (alat medis yang digunakan
pada kedua telinga)
4. Balance cairan Hasil pemantauan terhadap input dan output cairan
selama 24 jam
5. Bladder Training Suatu latihan yang dilakukan dalam rangka melatih otot
kandung kemih. Tujuannya untuk mengembalikan pola
kebiasaan berkemih
6. Edema Meningkatnya volume cairan di luar sel (ekstraseluler)
dan di luar pembuluh darah (ekstravaskular) disertai
dengan penimbunan di jaringan serosa
7. Elektrolit Suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion
dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-
ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik
8. Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi
di sepanjang saluran kemih, termasuk ginjal itu
sendiri, akibat proliferasi suatu mikroorganisme.
Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh
bakteri, tetapi jamur dan virus juga dapat menjadi
penyebabnya. Infeksi bakteri tersering disebabkan
oleh Escherichia coli, suatu kontaminasi tinja yang
sering ditemukan di daerah anus
9. Kekuatan otot Pemeriksaan kekuatan tenaga, gaya atau ketegangan
yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot
pada suatu kontraksi dengan beban maksimal
10. Kolostomi Membersihkan stoma kolostomi, kulit sekitar stoma,
dan mengganti kantong kolostomi secara keseluruhan.
Tujuannya untuk mencegah terjadinya infeksi,
mencegah iritasi kulit sekitar stoma, dan
mempertahankan kenyamanan pasien
11. Konstipasi Tidak mampu melakukan defekasi dengan kekuatan
sendiri, sakit saat defekasi atau telah terjadi
inkontinensia sebagai akibat penumpukan tinja.
Konstipasi kronis yaitu gangguan gastrointestinal yang
terdiri dari tinja yang keras, defekasi kurang dari 3 kali
per minggu, ketidakmampuan mengeluarkan tinja
yang keras maupun lunak yang berlangsung lebih dari
6 minggu
12. Kronis Suatu kondisi dengan onset (perjalanan) lambat,
manifestasi ringan tetapi terus menerus dan tahan
lama, sering berefek progresif
13. Mobilisasi Kemampuan seseorang untuk bergerak bebas
merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang
harus terpenuhi. Tujuannya untuk melakukan aktivitas
sehari-hari, melindungi diri dari trauma, dan
mempertahankan konsep diri
14. Nausea Perasaan tidak enak di dalam perut yang sering
berakhir dengan muntah
15. Nyeri Pengalaman sensori dan emosional yang tidak
menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 92


283
284
285
286
287
No Kata Sulit Arti Kata
aktual atau potensial
16. Oral hygiene Suatu perawatan mulut dengan atau tanpa
menggunakan antiseptik untuk memenuhi salah satu
kebutuhan personal hygiene pasien.
17. Perfusi Gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk
dioksigenasi, dimana pada sirkulasi paru adalah darah
deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris
dari ventrikel kanan jantung
18. Perkusi Pengetukan permukaan tubuh secara langsung dengan
satu atau dua jari tanpa perantara
19. Personal hygiene Personal Hygiene berasal dari bahasaYunani yaitu
personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti
sehat. Kebersihanseseorang adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihandan kesehatan seseorang untuk
kesejahteraan fisik dan psikis
20. Sputum Lendir dan materi lainnya yang dibawa dari paru-paru,
bronkus, dan trakea yang mungkin dibatukkan dan
dimuntahkan atau ditelan
21. Suction Penghisapan lender
22. Vokal Fremitus Getaran samar pada dinding dada saat pasien bersuara
2675
2676
2677
2678
2679
2680
2681
2682
2683
2684
2685
2686
2687
2688
2689

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 93


288
289
290
291
292
2690 DAFTAR PUSTAKA
2691
2692
2693 American Pshyciatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorder
2694 (5edth). Washington, DC:Author
2695
2696 American Thoracic Society. (2010). An official American thoracic society public policy statement:
2697 Novel risk factors and the Global Burden of Chronic Obstructive Pulmonary Disease.
2698 www.atsjournals.org
2699
2700 Blackwell, W. (2014). Nursing diagnoses definitions and classification 2015-2017. Tenth Edition.
2701 India: Pondicherry
2702
2703 Buss, Jaime Stockslager. (2013). Buku saku patofisiologi menjadi sangat mudah. Edisi 2.
2704 Jakarta: EGC
2705
2706 Calverley, P. M. A., et al. (2012). Chronic obstructive pulmonary disease. Second edition. London:
2707 Arnold
2708
2709 Dochterman, J. M., et al. (2013). Nursing intervention classification (NIC). 6th Edition. USA:
2710 Mosby
2711
2712 Jameson, Larry & Loscalzo, Joseph. (2013). Harrison: Nefrologi dan Gangguan Asam Basa.
2713 Jakarta: EGC
2714
2715 Johnson, Joice Young. (2010). Handbook for Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical
2716 nursing. 12th edition. Philadelphia: Lippincott
2717
2718 Kozier, Barbara. (2010). Buku ajar keperawatan fundamental. Jakarta: EGC
2719
2720 Kusyati, Eni, et all. (2012). Ketrampilan & prosedur laboratorium keperawatan dasar. Jakarta :
2721 EGC
2722
2723 Mader, S. S. (2012). Human Biology, 12th edition. USA: The McGraw-Hill Publishing Company
2724
2725 Moorhead, S, et al. (2013). Nursing outcome classification (NOC). 5th Edition. Missouri:
2726 Elsevier Mosby
2727
2728 Sudoyo, Aru W, dkk. (2010). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Interna Publishing
2729
2730 Tarwoto & Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta:
2731 Salemba Medika
2732
2733 Taylor, C & Ralph, S. (2013). Diagnosis keperawatan dengan rencana asuhan keperawatan.
2734 Jakarta: EGC
2735
2736
2737
2738
2739
2740
2741
2742
2743
2744
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 94
293
294
295
296
297
2745
2746
2747
2748
2749
2750
2751
2752
2753
2754
2755

2756

2757
2758
LAMPIRAN
2759
2760
2761
2762
2763
2764
2765
2766
2767
2768
2769
2770
2771
2772
2773
2774
2775
2776
2777
2778
2779
2780
2781
2782
2783
2784 2789
2785 2790 Daftar Kelompok Tutorial
2786 2791 Kelas A
2787 2792 Kelompok A1
2788

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 95


298
299
300
301
302
No Nama Mahasiswa
1 ADENINA DEVI MUTIARA SARI
2 AINURRIZMA RATRI ZALZABILA
3 ANITA NIKMAL MAULA
4 DITA ARADILA
5 DWI HIDAYAH
6 ELLIA PUTRI AGUSTINA
CHESHARIA
7 INDAH UMAIDAH
8 MEGANA LOVA WIJAYA
9 MEILINA HARTA KRISTANTI
10 RATIH ANITA RAHMA
11 REZA FEBRIANA
12 RIRIN DWI JAYANTI
13 UNTUNG PRAYITNO

2794
2795
2796
2797
2798 Kelompok A2
No Nama Mahasiswa
1 ATTALIA WARISA PUSPITASARI
2 AZIZAH ANANDINI PUTRI
WIDYASTUTI
3 CANISSA AJENG RAFISKA
4 EVA SULISTIYOWATI
5 FADHILA RATNA SARI
6 FATMA MELY ANNISA
7 MELIA VIVA NORMA FIANA
8 MEY VANI WAHYU NINGRUM
9 NIVA JULIANA
10 RISA NADIA INDRASWARI
11 SILVIA DWI NOVIETASARI
12 SILVIA PUTRI MEGA PRATIWI
13 ZUDATUL DIANA
2800

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 96


303
304
305
306
307
2801 Kelompok A3 2839
No Nama Mahasiswa 2840
1 CHRISTINA NATALIA ANGGRAENI No Nama Mahasiswa
2 DEWI LESTIYONINGSIH 1 ANNA SISKAWATI
3 DIAH AYU SAFITRI 2 CHALIMATUS SA'DIYYAH
4 IIN INDAH NI'MAH 3 CLARISA MAYA SOFALIYANTI
5 ILINA KRISTINA TITIN 4 FARADILA PUSPITA SARI
6 IMAM BACHTIAR 5 FETTI NUR DIYANTI
7 NOVAL AFNINDA 6 FITRI RAHMADINI
8 NOVICA INDRIYANI 7 MICHELLA PUTRI POHACI
9 ONY FITRIA SARI 8 MIFTAKHUL HIDAYAH
10 SINTA NOFITA 9 NATALIA NADIA AZALIA DYAH
11 SITI NUR AISAH WIBOWO
10 ROZA ZAHWA MALIK
12 TITIN SETIA ASIH
11 SARAH NUR TRI ANDINI
2802
2803 12 SINDI LUTFIANA DARISKA
2804 13 VIVANNI FRIPRILKA TRISTIANTO
2805
2806 2842 Kelas B
2807 2843 Kelompok B1
2808 2845
2809 No Nama Mahasiswa
2810 1 AGINDA SHINDY YULIA KESUMA
2811
2 ANGGITA MELIYANASARI
2812
2813 3 ANGGUN IKHTIARNI
2814 4 DWI NITA AYU FRANSISKA
2815 5 EKA AMALYA
2816 6 ELYA RIKKE FITRIANA
2817 7 IRMA NOVITASARI
2818 8 ISMI FATIMATUZZAHRO
2819
9 MIA ANJELINA
2820
2821 10 PRIYO MULYANTO
2822 11 RIRIN MIFFAH ULI ANA
2823 12 RISMA SETIYANI
2824 13 VIRA NAVA RINDA
2825 2846
2826 2847
2827 2848
2828 2849
2829 2850
2830 2851 Kelompok B3
2831 2852Kelompok B2
2832 2853
2833 2854
2834 2855
2835 2856
2836 2857
2837
2838

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 97


308
309
310
311
312
2858 2859
2860No Nama Mahasiswa
2861 1 DAVID SEPTIAN ULIL ALBAB
2862 2 DESTI FITRIANA ERMAWATI
No Nama Mahasiswa
2863
3 DIAH AYUK WIDIYANTI 1 AULIYA SINA MUGNA
2864
2865 4 GIANINDA WENING 2 DENINTA SILVIA HANANI
2866 5 INTAN WIJAYA MAHANANI 3 DEWI MURYANI
2867 6 IRA KRISNA 4 FITRIA MAHARDIKA PUTRI
2868 7 NOVITA UMI FADILAH 5 GITA EKA SOMANTRI
2869 8 NUR ISKA WANDAYANI 6 HELDA DELIA
2870 9 NURIA RACHMA SHALICHA NABILA SINTYA PUTRI
7
2871
10 SINTIYONA BELLA 8 NANDA NADZIM AHMAD
2872
287311 SITI NUR AISYAH 9 NATALLIA CHRISTIANI
287412 SYIFA FAUZIA SABILA ROSYADA 10 SHIVA AL-LAILLI
2875 11 SRI WIDIYANA
2876 12 STEFANNYA PUTRI HERLASIA
2877 13 ZUHROTUN NAFISAH
2878
2879
2880
2881
2882
2883
2884
2885 Kelas C
2886 Kelompok C1 Kelompok C2
2887
2889
2890
2891
2892
2893
2894
2895
2896
2897
2898
2899
2900
2901
2902
2903
2904
2905
2906 Kelompok C3
2907
2908 No Nama Mahasiswa
2909 1 DEWI SETIYOWATI
2910 2 DHILLA FELA DIYA
2911 3 DIAN KURNIA PRASASTI
2912 4 HELENIA AZARIA RIBKA
2913
IRMA DWI LESTARI
2914 5
2915 6 KAMTI WIDANINGRUM
7 NOVISA ISMI AULIYA
Modul A1-3ADELIANI
8 NURIA Keperawatan Dasar I 98
313 9 PUTRI RINDIYANI
314
315 10
TASYA NOVITA SALWA
11 TITA DEFFANIA
12 WAHYU PRASTYA SANTOSO
316
317
2916
2917
2918
2919
2920
2921
2922
2923
2924
2925
2926
2927
2928
2929
2930
2931
2932
2933
2934
2935 LAYOUT PENYUSUNAN TUGAS INDIVIDU
2936 KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN NUTRISI
2937
2938 Halaman Depan
2939 Kata Pengantar
2940 Daftar Isi
2941
2942 BAB I
2943 PENDAHULUAN
2944
2945 A. Latar Belakang
2946 B. Tujuan
2947 C. Manfaat
2948
2949 BAB II
2950 TINJAUAN PUSTAKA
2951
2952 A. Pengertian Kebutuhan Nutrisi
2953 B. Jenis Gangguan Kebutuhan Nutrisi
2954 C. Penyebab Gangguan Kebutuhan Nutrisi
2955 D. Tanda dan Gejala Gangguan Kebutuhan Nutrisi
2956 E. Penatalaksanaan Gangguan Kebutuhan Nutrisi
2957 F. Konsep Asuhan Keperawatan Gangguan Kebutuhan Nutrisi
2958
2959 BAB III
2960 ANALISIS
2961
2962 Analisis dan sintetis serta fakta ditulis secara tajam dengan menggunakan landasan konsep dan
2963 prinsip secara sistematis dan relevan dengan kasus pasien gangguan kebutuhan nutrisi.
2964 Alternatif penyelesaian masalah relevan dengan permasalahan dan bersifat operasional.
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 99
318
319
320
321
322
2965
2966
2967 BAB IV
2968 PENUTUP
2969
2970 A. Simpulan
2971 B. Saran
2972
2973 DAFTAR PUSTAKA
2974
2975 Buss, Jaime Stockslager. (2013). Buku saku patofisiologi menjadi sangat mudah. Edisi 2. Jakarta:
2976 EGC
2977 Dochterman, J. M., et al. (2013). Nursing intervention classification (NIC). 6th Edition. USA:
2978 Mosby
2979
2980
2981 LAYOUT PENYUSUNAN TUGAS
2982 TUTORIAL
2983
2984
2985 Halaman Depan
2986 Kata Pengantar
2987 Daftar Isi
2988
2989 BAB I
2990 PROSES TUTORIAL SESI I
2991
2992 A. Step 1 (Menemukan kata sulit dalam kasus)
2993 B. Step 2 (Menemukan masalah dalam kasus)
2994 C. Step 3 (Menjawab masalah dalam step 2)
2995 D. Step 4 (Mengelompokkan jawaban step 3 dan membuat pernyataan)
2996 E. Step 5 (Membuat pertanyaan sesuai pernyataan step 4)
2997
2998 BAB II
2999 PROSES TUTORIAL SESI II
3000
3001 A. Step 6 (Self study)
3002 B. Step 7 (Memaparkan hasil self study)
3003
3004 BAB III
3005 PENUTUP
3006
3007 A. Simpulan
3008 B. Saran
3009
3010 DAFTAR PUSTAKA
3011
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 100
323
324
325
326
327
3012 Buss, Jaime Stockslager. (2013). Buku saku patofisiologi menjadi sangat mudah. Edisi 2. Jakarta:
3013 EGC
3014 Dochterman, J. M., et al. (2013). Nursing intervention classification (NIC). 6th Edition. USA:
3015 Mosby
3016
3017
3018
3019
3020
3021
3022
3023
3024
3025
3026
3027
3028 LAYOUT PENYUSUNAN
3029 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
3030
3031 Halaman Depan
3032 Kata Pengantar
3033 Daftar Isi
3034
3035 BAB I
3036 SUSUNAN
3037
3038 A. Latar Belakang
3039 B. Tujuan Umum dan Khusus
3040 C. Materi
3041 D. Metode
3042 E. Media
3043 F. Setting Tempat
3044 G. Pengorganisasian Peran (Presentator, Fasilitator, Observer)
3045 H. Susunan Kegiatan (Pembukaan, Kegiatan Inti dan Penutup)
3046 I. Evaluasi (Struktur, Proses dan Hasil)
3047
3048 BAB II
3049 MATERI
3050
3051 A. Pengertian
3052 B. Penyebab
3053 C. Manifestasi Klinik
3054 D. Pemeriksaan Diagnostik
3055 E. Penatalaksanaan
3056
3057 BAB III
3058 PENUTUP
3059
3060 A. Simpulan
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 101
328
329
330
331
332
3061 B. Saran
3062
3063 BAB IV
3064 DAFTAR PUSTAKA
3065
3066 Suiroka., & Supariasa. (2012). Media pendidikan kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu
3067
3068
3069
3070
3071
3072
3073
3074 LAYOUT PENYUSUNAN
3075 LEMBAR BALIK (FLIP CHART) DAN LEAFLET
3076
3077
3078 1. LEMBAR BALIK (FLIP CHART)
3079 a. Lembar Balik dibuat dalam kertas A3
3080 b. Tulisan Times New Roman warna warni
3081 c. Setiap Halaman disertai gambar tentang topik
3082 d. Halaman dibalik gambar diberi keterangan tentang topik
3083 e. Lembar Balik diberi penyangga
3084 f. Contoh:
3085
3086
3087
3088
3089
3090
3091
3092
3093
3094
3095
3096
3097 2. LEAFLET ATAU BROSUR
3098 a. Leaflet atau brosur dilipat menjadi 3 bagian
3099 b. Menggunakan kertas A4 yang tebal
3100 c. Setiap isi topik diberi gambar
3101 d. Setiap isi topik diberi keterangan
3102 e. Tulisan Times New Roman warna warni
3103 f. Contoh:
3104
3105
3106
3107
3108
3109
3110
3111
3112
3113
3114
3115

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 102


333
334
335
336
337
3116
3117
3118
3119
3120
3121
3122
F001/SOP/018-023/AKD
3123 FORMAT PENILAIAN
3124 TUGAS INDIVIDU
3125
3126NAMA :
3127NIM :
3128JUDUL :
3129
3130
No Aspek yang dinilai Bobot Nilai Bobot x Nilai
1 2 3 4
1. Pengumpulan tugas tepat waktu 2
2. Kesesuaian laporan dengan topik 3
3. Sistematika Penyusunan Tugas:
a. BAB I (Pendahuluan) 2
b. BAB II (Tinjauan Pustaka) 2
c. BAB III (Analisa) 2
d. BAB IV (Penutup)
2
4. Penulisan Laporan Tugas:
a. Margin normal 1
b. Spasi 1,5 1
c. Font Times News Roman, font size 1
12, sub judul font size 14
1
d. Rata kanan kiri
5. Kedalaman analisis dan kelengkapan isi 3
laporan tugas
6. Tidak Plagiarisme (Copy Paste) 5
TOTAL NILAI
3131
3132
3133
3134
3135
3136 Semarang, ...............................
3137 Dosen Pengampu,
3138
3139
3140 ( ................................................ )
3141
3142
3143
3144
3145
3146
3147
3148
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 103
338
339
340
341
342
3149
3150
3151
3152
3153
F001/SOP/018-023/AKD
3154 FORMAT PENILAIAN
3155 TUGAS KELOMPOK
3156
3157Kelompok :
3158Anggota :
31591. 6. 11.
31602. 7. 12.
31613. 8. 13.
31624. 9. 14.
31635. 10. 15.
3164Judul :.......................................................................................................................................................
3165
No Aspek yang dinilai Bobot Nilai Bobot x Nilai
1 2 3 4
1. Pengumpulan tugas tepat waktu 2
2. Kesesuaian laporan dengan topik 2
3. Sistematika Penyusunan Tugas:
a. BAB I (Pendahuluan) 2
b. BAB II (Tinjauan Pustaka) 2
c. BAB III (Analisa) 2
d. BAB IV (Penutup)
2
4. Penulisan Laporan Tugas:
a. Margin normal 1
b. Spasi 1,5 1
c. Font Times News Roman, font size 1
12, sub judul font size 14
1
d. Rata kanan kiri
5. Media pilih salah satu 3
a. Flipchart atau lembar balik
b. Leaflet dan poster
c. Video
5. Kedalaman analisis dan kelengkapan isi 3
laporan tugas
6. Tidak Plagiarisme (Copy Paste) 3
TOTAL NILAI

3166
3167
3168 Semarang, ...............................
3169 Dosen Pengampu,
3170
3171
3172 ( ................................................ )

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 104


343
344
345
346
347
3173 F006/SOP/018-023/AKD
3174
3175 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3176 PENGHITUNGAN BALANCE CAIRAN
3177
3178 NAMA MAHASISWA :
3179 TINGKAT / SEMESTER :
3180 Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien (cek nama pada gelang, papan
3
identitas, yakinkan pada staff anggota lain)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan pasien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
INPUT
a. Menghitung intake oral (minum) 7
b. Menghitung intake oral (makan) 7
c. Menghitung intake parenteral (infus, injeksi, obat oral, 7
transfusi)
d. Menghitung air metabolisme (5cc/kg BB /hari) 7
OUTPUT
a. Menghitung output urin dan feses 7
b. Menghitung output abnormal (muntah, drain, 7
perdarahan, NGT dll)
c. Menghitung IWL (15 cc x BB/24 jam)
d. Catatan : Jika terjadi kenaikan suhu + 200 cc (suhu 8
tinggi-suhu
normal)
e. Menghitung balance cairan 10
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3181
3182 Semarang, ........................................
3183 Rekomendasi
3184 Kompeten Tidak Obser
3185 Kompeten ver
3186
3187 Nilai:
3188
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 105
348
349
350
351
352
3189 ( )
3190
3191
3192 F006/SOP/018-023/AKD
3193 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3194 PEMASANGAN INFUS
3195 NAMA MAHASISWA/NIM :
3196 TINGKAT / SEMESTER :
3197 Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien (cek nama pada gelang, papan identitas, yakinkan 3
pada staff anggota lain)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan pasien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Membuka bungkus selang, menutup klem dan menyambung ke cairan 2
infus
b. Menggantung botol cairan pada standart, mengisi tabung reservoir infus 3
dengan cairan infus sebanyak 1/3 – 1/2 bagian
c. Mengalirkan cairan infus hingga tidak ada udara dalam selang 3
d. Mengatur posisi lengan pasien untuk menentukan posisi vena yang akan 2
ditusuk
e. Memasang perlak dan alasnya serta membebaskan daerah yang akan 2
ditusuk
f. Memasang torniquet 10-12 cm di atas area yang akan di tusuk 2
b. Memakai sarung tangan steril 2
c. Memberihkan area penusukan dengan kapas alkohol, dengan teknik satu 6
kali usap
d. Mempertahankan vena pada posisi stabil dan memegang IV kateter dengan 8
sudut 150-300 dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas
e. Memastikan jarum masuk ke intra vena dan menarik sedikit jarum 8
(mandrin) sehingga darah keluar sedikit
f. Memasukkan IV kateter secara perlahan, menarik jarum (mandrin) hingga 7
lepas dan diletakkan ke dalam bengkok/sharp container
g. Menyambung IV kateter dengan selang, melepas torniquet dan 7
mengalirkan cairan infus
h. Menutup area penusukan dengan transparan dressing/kassa steril 2
i. Melepas sarung tangan 2
j. Melakukan fiksasi IV kateter 2
k. Menghitung tetesan infus sesuai program 2
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3198 Semarang, ........................................

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 106


353
354
355
356
357
3199 Rekomendasi
3200 Kompeten Tidak Obser
3201 Kompeten ver
3202
3203 Nilai:
3204
3205 ( )
3206
F006/SOP/018-023/AKD
3207
3208 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3209 PENGHITUNGAN TETESAN INFUS
3210
3211 NAMA MAHASISWA /NIM :
3212 TINGKAT / SEMESTER :
3213Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat
3
tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
e. Melaksanakan ketentuan enam benar pemberian obat 5
f. Melihat faktor tetesan pada bungkus infus set 10
1. Microdrip : 60 tts/ml
2. Makrodrip : 15 tts/ml atau 20 tts/ml
g. Melihat posisi jarum infus, apakah tetesan infus lancar atau 5
tidak
h. Menghitung banyaknya/jumlah tetesan dalam satu menit, 20
sesuai program dengan rumus.
Tetesan/menit=
jumlah cairan infus x faktor tetesan
lama pemberian (jam) x 60
i. Mengatur klem pengatur untuk menaikkan atau menurunkan 20
kecepatan infus berdasarkan hasil perhitungan tetesan (sesuai
dengan jam)
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3214 Semarang, ........................................
3215
3216 Rekomendasi Observer
Tidak
Kompeten
Modul A1-3Kompeten
Keperawatan Dasar I 107
358
359 Nilai:
360
361
362
3217
3218
3219 (........................)
3220
F006/SOP/018-023/AKD
3221
3222 FORMAT PENILAIAN KETRAMPILAN
3223 MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR
3224
3225NAMA MAHASISWA/NIM :
3226TINGKAT / SEMESTER :
3227Berilah tanda chek (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan mahasiswa.!
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
PENGKAJIAN
1 Fase Pra interaksi
a. Verifikasi data / program 1
b.Kaji tingkat mobilisasi klien 1
c. Kaji adanya ketindaknyamann pada saat bergerak, adanya nafas 2
pendek, nyeri dada pada saat bergerak
d.Kaji adanya masalah – masalah kulit 1
Persiapan alat :
2 buah handuk besar untuk bagian atas dan bawah, 2 buah kom mandi, 2
3 buah waslap(1 untuk sabun, 1 untuk bagian atas, 1 untuk bagian
bawah), air hangat, sabun mandi, sarung tangan, pakaian bersih,
selimut mandi, pasurungan / urinal, celemek
PELAKSANAAN
2 Fase Orientasi
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b.Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal 2
lahir pada gelang)
c.Menjelaskan tujuan 1
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 2
e.Menjaga privacy 1
f. Mencuci tangan 1
3 Fase Kerja
a.Berikan posisi yang nyaman kepada pasien 2
b.Lipat selimut dan singkirkan barang-barang yang tidak perlu 2
c.Bentangkan handuk atas di bawah kepala 2
d.Memakai sarung tangan 2
e.Cuci mata dengan waslap atas, dengan arah dari bagian dalam keluar 4
f. Cuci daerah muka, telinga, leher kemuadian keringkan dengan 6
handuk atas, sebelumnya tanyakan mau menggunakan sabun atau
tidak
g.Lepaskan handuk dari bawah kepala pasien 2
h.Lepaskan pakaian atas dan tutup dengan handuk atas, bila pasien 6
menggunakan infus, lepaskan pakaian dari lengan yang tidak
terpasang infus terlebih dahulu
i. Bentangkan handuk atas memanjang di bawah lengan yang akan di 2
cuci terlebih dahulu dan handuk bawah menutup badan bagian atas
pasien
j. Cuci lengan & ketiak dg arah & ujung ke pangkal axila. Angkat 6
lengan ke atas sewaktu membersihkan axila. Cuci & sabun terlebih
dahulu lengan pasien yg jauh dari perawat, kemudian keringkan.
k.Kedua lengan diangkat di sisi kepala, handuk diletakkan disamping 2
badan pasien dekat perawat
l. Cuci dada dan perut kemudian keringkan dengan handuk atas, k/p 6
berikan bedak dan minyak kayu putih
m. Miringkan pasien membelakangi perawat 2
n.Meletakkan handuk memanjang sejajar pasien, disamping punggung 2
o.Cuci dan bilas dari punggung sampai pantat dengan bersih kemudian 6

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 108


363
364
365
366
367
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
keringkan dengan handuk lalu kenakan pakaian atas pasien
p.Tanggalkan pakaian bawah pasien dan tutup bagian bawah dengan 2
handuk secara melintang
q.Bentangkan handuk bawah di bawah tungkai, anjurkan pasien untuk 6
menekuk tungkai, cuci kedua tungkai secara bergantian dari kaki
yang jauh dari perawat dari arah paha ke mata kaki. Keringkan
dengan handuk bawah
Cuci daerah genitalia dengan waslap bawah 6
r. Wanita : buka daerah labia, bersihkan dari arah orifisium uretra ke
arah anus
Pria : buka preposium dan bersihkan dengan arah melingkat dari
ujung ke pangkal
s. Kenakan pakaian bawah pasien 2
t. Rapikan pasien dan tempat tidur 2
4 Fase Terminasi
a.Melakukan evaluasi tindakan 3
b. Membereskan dan membersihkan alat 2
c.Menjelaskan rencana tindak lanjut 2
d.Mencuci tangan 3
e.Dokumentasi 2
5 Penampilan Kerja
a.Ketenangan selama melakukan tindakan 1
b.Terciptanya hubungan terapeutik 1
c.Keamanan dan ketelitian 1
JUMLAH 100
3228
3229 Rekomendasi ..................., ...................2020
3230 Tidak .
3231 Kompeten Kompeten Observer
3232
3233 Nilai:
3234 (…………………………………….)
3235
3236
3237
3238
3239
3240
3241
3242
3243
3244
3245
3246
3247
3248
3249
3250
3251
3252
3253
3254
3255
3256
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 109
368
369
370
371
372
3257 F006/SOP/018-023/AKD
3258 FORMAT PENILAIAN PENILAIAN KETRAMPILAN
3259 MENCUCI RAMBUT
3260
3261NAMA MAHASISWA /NIM :
3262TINGKAT / SEMESTER :
3263Berilah tanda chek (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan mahasiswa.!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
PENGKAJIAN
1 Fase Pra Interaksi
a. Ferifikasi data / program 1
b. Kaji kemampuan pasien dalam melakukan perawatan rambut 1
c. Kaji kebiasaan klien dalam merawat rambut 1
d. Kaji metode yang dipergunakan dalam perawatan rambut 1
Persiapan alat : 3
handuk atas 2 buah, skort, karet pengalas/perlak, shampo, sisir, kapas 2
buah, ember berisi air hangat, ember kosong, sarung tangan,
talang/plastik
PELAKSANAAN
2 Fase Orientasi
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat 2
tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 1
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 2
e. Menjaga privacy 1
f. Mencuci tangan 1
3 Fase Kerja
a. Atur posisi pasien secara diagonal menyilang tempat tidur 4
b. Letakkan handuk di bawah leher pasien dan tutup telinga dengan 8
kapas
c. Letakkan kepala diatas alat pencuci rambut/talang 10
d. Tutup bagian dada dan leher dengan handuk 4
e. Pakai handschoon 3
f. Sisir rambut kemudian basahi rambut dengan air hangat 8
g. Cuci rambut dengan shampo dan massage kulit kepala dengan 15
menggunakan bantalan jari – jari tangan pada kulit kepala
h. Bilas rambut sampai bersih 10
i. Keringkan rambut dengan handuk 8
4 Fase Terminasi
a. Melakukan evaluasi tindakan 3
b. Membereskan dan membersihkan alat 2
c. Menjelaskan rencana tindak lanjut 3
d. Mencuci tangan 2
e. Dokumentasi 2
5 Penampilan Kerja
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 1
b. Terciptanya hubungan terapeutik 1
c. Keamanan dan ketelitian 1
JUMLAH 100
3264
3265 Rekomendasi ..................., ...................2020
3266 Tidak .
Kompeten
3267 Kompeten Observer
3268
3269 Nilai:
3270 (…………………………………….)
3271 F006/SOP/018-023/AKD
3272
3273 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 110
373
374
375
376
377
3274 MELAKUKAN ORAL HYGIENE
3275
3276NAMA /NIM :
3277TINGKAT / SEMESTER :
3278Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAKYA TIDAK
PENGKAJIAN
1 FASE PRA INTERAKSI
a. Ferifikasi data program 1
b. Kaji kemampuan pasien dalam merawat rongga mulut spt: waktu, frekuensi 1
dan cara menyikat gigi
c. Kaji alat – alat yg biasa dipakai : pasta gigi, cairan antiseptic, obat kumur 1
d. Kaji keadaan pasien yang mempunyai resiko terhadap timbulnya masalah 1
pada rongga mulut & gigi (karies, plague, stomatitis, mukosa mulut yang
kering, dehidrasi)
e. Inspeksi keadaan bibir meliputi warna, kelembapan, dan adanya peradangan 1
f.
Persiapan alat : handuk/perlak dan pengalas, kassa steril, NaCl 0.9%, 1 buah 2
pinset anatomis, 1 psg handschoon, 1 buah bengkok, pelembab bibir (K/P)
PELAKSANAAN
2 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1

b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal lahir 2
pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan yang akan dilakukan 1

d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 2

e. Menjaga privacy 1

f. Mencuci tangan 1
3 FASE KERJA
a. Mengatur posisi klien semi fowler/miring kearah perawat 5
b. Memasang perlak pengalas/handuk dibawah dagu dan pipi klien 3
c. Mendekatkan bengkok di dekat mulut klien 3
d. Memakai sarung tangan bersih 4
e. Jepit kassa/deppers dengan pinset dan basahi dengan NaCl 0,9% 3
f. Membuka mulut klien dengan sudip lidah yang sudah dibungkus kassa 6
g. Mengobservasi apakah terdapat stomatitis/perdarahan pada mulut/gusi/gigi 6
h. Membersihkan mulut mulai dari dinding, gusi, gigi, dan terakhir gigi bagian 16
luar dengan hati-hati secara berulang sampai bersih
i. Membuang kassa/deppers kotor pada bengkok 3
j. Mengolesi bibir dengan pelembab bibir, jika terdapat stomatitis maka olesi 16
bibir dengan obat sesuai indikasi menggunakan lidi kapas
k. Mengangkat perlak dan pengalas 3
l. Melepas sarung tangan 2
4 FASE TERMINASI
a. Melakukan evaluasi tindakan 3

b. Membereskan dan membersihkan alat 2

c. Menjelaskan rencana tindak lanjut 3

d. Mencuci tangan 2

e. Dokumentasi 2
5 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 1
b. Terciptanya hubungan terapeutik 1
c. Keamanan dan ketelitian 1
JUMLAH 100
3279 ..................., ...................2020
3280Rekomendasi Observer
3281Kompeten Tidak
3282 Kompeten
3283 (..................................)
3284Nilai:
F006/SOP/018-023/AKD
3285
3286 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETRAMPILAN
3287 PEMASANGAN KATETER PRIA

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 111


378
379
380
381
382
3288
3289NAMA MAHASISWA/NIM :
3290TINGKAT / SEMESTER :
3291Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji !
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Menempatkan alat ke dekat pasien (set kateter : duk berlubang, sarung 2
tangan steril, kom kecil, pinset anatomis ; sarung tangan bersih;
kateter; korentang ; urine bag + gantungan urine bag; xylocain jelly;
spuit, lidokain, aquades; spuit steril 10/ 20 cc; pengalas; plester;
larutan antiseptic mis:betadine; alcohol 70%; kapas bulat; kom berisi
air hangat+sabun+waslap+handuk bawah)
b. Memberikan salam terapeutik 2
c. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal 2
lahir pada gelang)
d. Menjelaskan tujuan dan langkah tindakan 2
e. Menanyakan kesiapan klien 2
f. Menjaga privacy 1
g. Cuci tangan 2
2 FASE KERJA
a. Memakai sarung tangan bersih 2
b. Membuka pakaian bawah klien dan tutup dengan handuk bawah/ 1
selimut
c. Pasang perlak dan pengalas di bawah bokong klien. 1
d. Atur posisi klien supine 2
e. Berikan perawatan sekitar penis dg air hangat + sabun + waslap & 2
keringkan dg handuk bawah
f. Letakkan & buka set kateter, kemudian susun menggunakan korentang 1
serta letakkan bengkok di dekat klien.
g. Buka kemasan kateter, spuit, lidokain/xylocain jelly & letakkan di 2
dalam set kateter, isi kom steril dg larutan antiseptic.
h. Campurkan lidokain & xylocain jelly pd kom steril dg perbandingan 3
1 : 1 kemudian masukkan ke dalam spuit , lepaskan jarumnya.
Letakkan di set kateter
i. Pakai sarung tangan steril 3
j. Lakukan pengetesan balon kateter dan aspirasi kembali cairannya 5
k. Pasang duk berlubang di daerah genetalia klien 2
l. Masukkan campuran lidokain dan xylocain jelly ke dalam meatus 7
uretra, tunggu kurang lebih 2 menit untuk reaksi obat
m. Membersihkan daerah genetalia : dengan tangan yang tidak 8
dominan, tegakkan penis dengan sudut 90 dari tubuh, jika klien tidak
di sirkumsisi tarik preputium ke bawah untuk melihat meatus uretra.
Bersihkan penis dengan arah melingkar dengan kapas yang sudah
diberi cairan antiseptic, mulai dari meatus uretra ke luar sampai ke
batang penis dengan menggunakan pinset (1 kapas 1X usap)
n. Memasukka kateter kedalam meatus uretra posisi penis 90 derajat . 10
masukkan kateter dengan pelan kea rah uretra (dewasa 17,5 cm- 22,5
cm dan anak 5-7,5 cm), sampai urine keluar, bila ada tahanan tarik
kembali. Pada saat kateter dimasukkan anjurkan klien untuk tarik
napas.
o. Bila urine sudah keluar tamping urine dalam pasurungan, sambil 3
tangan menekan atas pubis. Biarkan urine keluar sampai habis
p. Untuk kateter tetap masukkan lagi kateter 2,5 – 5 cm , jangan 2
dipaksakan bila ada tahanan
q. Pertahankan posisi kateter di depan meatus uretra 2
r. Lepaskan kateter dengan pelan-pelan bila urine sudah keluar semua 2
s. Untuk kateter menetap sambungkna ujung kateter dengan selang urine 5
bg, kembangkan balon dengan cairan steril ynag sudah dipersiapkan,
jangan melebihi ukuran balon. Cek letak balon dengan cara menarik
pelan-pelan.
t. Tempatkan urine bag pada lokasi yang aman dan lebih rendah dari 2
kateter
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 112
383
384
385
386
387
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
u. Fiksasi kateter pd bagian luar dg menggunakan plester: abdomen 3
bawah/di puncak paha dg posisi penis mengarah ke abdomen
v. Gantungkan urine bag lebih rendah dari vesika urinaria. Lepaskan 2
sarung tangan.
3 Fase Terminasi
a. Merapikan pasien dan mengatur posisi pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 2
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 2
f. Dokumentasi 2
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 2
b. Terciptnya hubungan terapeutik 2
c. Kemanan dan ketelitian 2
JUMLAH 100
3292
3293Rekomendasi ..................., ...................2020
3294 Tidak Observer
3295Kompeten Kompeten
3296
3297Nilai:
3298 (......................................)
3299
3300
3301
3302
3303
3304
3305
3306
3307
3308
3309
3310
3311
3312
3313
3314
3315
3316
3317
3318
3319
3320
3321
3322
3323
3324
3325
3326
3327
3328 F006/SOP/018-023/AKD
3329
3330 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETRAMPILAN
3331 PEMASANGAN KATETER WANITA
3332
3333NAMA MAHASISWA /NIM :
3334TINGKAT / SEMESTER :
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 113
388
389
390
391
392
3335Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji !
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Menempatkan alat ke dekat pasien (set kateter : sarung tangan steril, 2
kom kecil, pinset anatomis ; sarung tangan bersih; kateter; korentang ;
urine bag + gantungan urine bag; xylocain jelly; aquades; spuit steril
10/ 20 cc; perlak dan pengalas; plester; larutan antiseptic mis:betadine;
alcohol 70%; kapas bulat; kom berisi air
hangat+sabun+waslap+handuk bawah)
b. Memberikan salam terapeutik 2
c. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal 2
lahir pada gelang)
d. Menjelaskan tujuan dan langkah tindakan 2
e. Menanyakan kesiapan klien 2
f. Menjaga privacy 1
g. Cuci tangan 2
2 FASE KERJA
a. Memakai sarung tangan bersih 2
b. Membuka pakaian bawah klien dan tutup dengan handuk bawah/ 1
selimut
c. Pasang perlak dan pengalas di bawah bokong klien. 2
d. Atur posisi klien dorsal recumbent 3
e. Berikan perawatan daerah sekitar perineum dengan air hangat + sabun 3
+ waslap dan keringkan dengan handuk bawah
f. Buka sarung tangan dan letkkan dengan benar 2
g. Letakkan set kateter , buka set kateter dan susun alat tersebut 3
menggunakan korentang serta letakkan bengkok di dekat klien.
h. Buka kemasan kateter, spuit, lidokain dan xylocain jelly dan letakkan 2
di dalam set kateter, isi kom steril dengan larutan antiseptic.
i. Pakai sarung tangan steril 3
j. Lakukan pengetesan balon kateter dan aspirasi kembali cairannya 5
k. Pasang duk berlubang steril di daerah genetalia klien 3
l. Membersihkan daerah genetalia : letakkan tangan yang tidak dominan 8
pada labia mayora, buka labia mayora sehingga spingter meatus
uretra terlihat jelas. Bersihkan daerah meatus uretra dengan
menggunakan kapas dan beri antiseptic dengan bantuan pinset.
Bersihkan daerah labia mayora, lbia minora dan metus uretra dari
depan ke belakang (1kapas 1 x usap)
m. Memasukan kateter kedalam meatus uretra klien diminta untuk napas 10
dalam. masukkan kateter dengan pelan ke arah uretra (dewasa 5 cm-
7,5 cm dan anak 2,5 cm), sampai urine keluar, bila ada tahanan tarik
kembali. Bila keteter masuk ke vagina lepskan perlahan, ambil kateter
baru dan lakukan pemasangan lagi ke uretra
n. Bila urine sudah keluar tamping urine dalam pasurungan, sambil 5
tangan menekan atas pubis. Biarkan urine keluar sampai habis
o. Untuk kateter tetap masukkan lagi kateter 2,5 – 5 cm , jangan 2
dipaksakan bila ada tahanan
p. Pertahankan posisi kateter di depan meatus uretra 2
q. Lepaskan kateter dengan pelan-pelan bila urine sudah keluar semua 2
r. Untuk kateter menetap sambungkna ujung kateter dengan selang urine 5
bg, kembangkan balon dengan cairan steril ynag sudah dipersiapkan,
jangan melebihi ukuran balon. Cek letak balon dengan cara menarik
pelan-pelan.
s. Tempatkan urine bag pada lokasi yang aman dan lebih rendah dari 2
kateter
t. Fiksasi kateter pada bagian luar dengan menggunakan plester : 3
abdomen bawah tau di puncak paha dengan posisi penis mengrah ke
abdomen
u. Gantungkan urine bag lebih rendah dari vesika urinaria. Lepaskan 2
sarung tangan.
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien dan mengatur posisi pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 2

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 114


393
394
395
396
397
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 2
f. Dokumentasi 2
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 2
b. Terciptnya hubungan terapeutik 2
c. Kemanan dan ketelitian 2
JUMLAH 100
3336
3337 ..................., ...................2020
3338Rekomendasi
3339 Tidak Obser
3340Kompeten Kompeten ver
3341
3342Nilai:
3343
3344
3345 (..........
3346 ...........
3347 ...........
3348 ......)
3349
3350
3351
3352
3353
3354
3355
3356
3357
3358
3359
3360
3361
3362
3363
3364
3365
3366
3367
3368
3369
3370
3371
3372
3373
3374
3375
3376
3377
3378
3379
3380
3381
3382 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETRAMPILAN
3383 PEMASANGAN NGT
3384
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 115
398
399
400
F006/SOP/018-023/AKD

401
402
3385NAMA MAHASISWA/NIM :
3386TINGKAT / SEMESTER :
3387Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji !
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal lahir 3
pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan 2
d. Menanyakan kesiapan klien 3
e. Menjaga privacy 1
f. Mencuci tangan 2
2 FASE KERJA
a. Mengatur posisi pasien semi fowler 3
b. Letakkan handuk melintang diatas dada 3
c. Dekatkan piala ginjal dan tissue pada pasien 3
d. Anjurkan pasien untuk relaks dan bernafas normal 5
e. Mengukur panjang tube yang akan dimasukkan (dari cuping hidung ke 10
daun telinga bawah lalu ke prosesus xypoideus disternum)
f. Memberi tanda panjangnya pipa lambung yg dimasukkan dg 5
menggunakan klem
g. Mengolesi xylocain / cairan pelicin pada ujung tube yg akan dimasukkan 5
10 – 20 cm
h. Instruksikan posisi kepala ekstensi, masukkan selang pada rongga hidung 10
sampai melewati nasopharing, setelah melewati nasopharing (3 – 9 cm)
anjurkan klien untuk menekuk leher (fleksi) dan menelan. Bila klien ingin
muntah, anjurkan untuk nafas dalam dan bila merasa tidak nyaman
member kode.
i. Anjurkan pasien rileks dan bernafas normal setelah selesai memasang 6
NGT sampai ujung yang telah ditentukan
j. Periksa letak selang dengan :
 Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma 8
stetoskop pada perut dikuadran kiri atas klien (gaster) kemudian
suntikkan 10 – 20 cc udara bersamaan dengan auskultasi abdomen
 Aspirasi pelan – pelan untuk mendapatkan isi lambung
 Masukkan ujung luar selang NGT kedalam mangkok yang berisi air,
jika ada gelembung udara berarti masuk ke dalam paru-paru dan jika 3
tidak ada gelembung udara berarti masuk ke dalam lambung 4
k. Menutup kembali ujung NGT dengan klem 3
l. Fiksasi selang NGT dengan benar 3
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 2
b. Melakukan evaluasi tindakan 2
c. Membereskan dan membersihkan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 2
f. Dokumentasi 2
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 2
b. Terciptanya hubungan terapeutik 2
c. Keamanan dan ketelitian 2
JUMLAH 100
3388 ..................., ...................2020
3389Rekomendasi Observer
3390 Tidak
3391Kompeten Kompeten (..................................)
3392
3393Nilai:
F006/SOP/018-023/AKD
3394
3395 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3396 MEMBERIKAN NUTRISI LEWAT NGT
3397
3398NAMA MAHASISWA /NIM :
3399TINGKAT / SEMESTER :
3400Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji !

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 116


403
404
405
406
407
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal lahir 3
pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 3
2 a. FASE KERJA
a. Menyiapkan susu dalam gelas ukur/botol susu sesuai diet klien 3
b. Menghangatkan susu sampai sesuai suhu ruangan 3
c. Memberi posisi supine / miring ke kanan dengan kepala dan dada lebih 8
tinggi (Bayi : gunakan lipatan popok / selimut dan tempatkan di bawah
kepala dan bahu; Anak kecil : pakai bantal kecil; Anak besar : tinggikan
bagian kepala tempat tidur)
d. Letakkan alas dibawah selang NGT 3
e. Kaji kepatenan posisi NGT 10
(Aspirasi isi residu, bila jumlahnya lebih dari ¼ jumlah cairan sebelumnya
masukkan kembali dan tunda ½ - 1 jam, kaji karakteristik cairan yang
keluar, masukkan 2 – 5 cc udara ke dalam NGT dan auskultasi suara di regio
epigastrik)
f. Melepaskan plunger dari spuit 4
g. Klem pipa NGT dan menghubungkan pipa NGT dengan spuit 5 cc atau 10 6
cc
h. Menuangkan susu ke dalam spuit 7
i. Mengatur kecepatan aliran : 10
1. Bayi : 5 cc tiap 5 -10 menit
2. Anak : 10 cc / menit
3. Membilas dengan air 5 – 15 cc
j. Klem pipa NGT dan melepaskan spuit dari selang. Kemudian menutup 8
segera pipa NGT
k. Merendam spuit dalam gelas berisi air hangat 4
l. Memberikan posisi miring ke kanan selama 1 jam, kalau bayi menepuk – 4
nepuk punggung bayi sampai sendawa
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan klien 2
b. Melakukan evaluasi tindakan 2
c. Membereskan dan membersihkan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 2
f. Dokumentasi 2
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 2
b. Terciptanya hubungan terapeutik 2

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 117


408
409
410
411
412
c. Keamanan dan ketelitian 2
JUMLAH 100
3401 ..................., ...................2020
3402Rekomendasi Observer
3403 Tidak
3404Kompeten Kompeten (............................)
3405
3406Nilai:
F006/SOP/018-023/AKD
3407
3408 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3409 PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN
3410NAMA MAHASISWA /NIM :
3411TINGKAT / SEMESTER :
3412Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji !
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal lahir 3
pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Mengatur posisi pasien (supinasi) 3
b. Membuka baju untuk menampakkan bagian perut 3
c. Menganjurkan pasien untuk rileks 3
d. Memposisikan kedua tangan di samping tubuh pasien 3
e. Meletakkan bantal di bawah lutut 3
f. Melakukan inspeksi abdomen dari depan dan samping 5
g. Melakukan auskultasi abdomen dengan meletakkan diafragma stetoskop
memastikan adanya bising usus selama 60 detik
 Kuadran I 3
 Kuadran II 3
 Kuadran III 3
 Kuadran IV 3
h. Melakukan perkusi dari kuadran kanan atas kemudian bergerak searah
jarum jam
 Kuadran I 3
 Kuadran II 3
 Kuadran III 3
 Kuadran IV 3
i. Melakukan palpasi di 4 area kuadran perut
 Kuadran I 3
 Kuadran II 3
 Kuadran III 3
 Kuadran IV 3
j. Mengukur lingkar perut dengan meteran 4
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan 4
JUMLAH 100
3413 ..................., ...................2020
3414Rekomendasi Observer
3415 Tidak
Kompeten
Kompeten
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 118
413Nilai:
414
415
416
417
3416 (........................)
3417
3418 F006/SOP/018-023/AKD
3419
3420 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3421 KOLOSTOMI
3422
3423NAMA MAHASISWA :
3424NIM/SEMESTER :
3425Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat
3
tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 3
2 FASE KERJA
h. Memakai sarung tangan 3
i. Mengukur lingkar perut 5
j. Meletakkan perlak pengalas di bagian kanan/kiri sesuai dengan 3
letak stoma
k. Meletakkan bengkok di atas perlak 8
l. Membuka kantong kolostomi secara hati-hati dengan pinset dan 5
tangan kiri menekan kulit pasien
m. Meletakkan kantong kolostomi ke dalam bengkok dengan cara 3
yang benar
n. Membersihkan kulit stoma dengan kapas NaCl 0,9%/kapas basah 5
o. Membersihkan stoma dengan menggunakan kapas NaCl 8
0,9%/kapas basah
p. Mengeringkan kulit di sekitar stoma dengan kassa steril 5
q. Membuka perekat kantong kolostomi 7
r. Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi yang benar 5
s. Melepas sarung tangan 3
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
d. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
e. Terciptanya hubungan terapeutik 3
f. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3426
3427 Semarang, ........................................
3428Rekomendasi Observer
3429Kompeten Tidak
Kompeten
3430
3431 ( )
Nilai:
3432
3433

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 119


418
419
420
421
422
3434
3435
3436
3437 F006/SOP/018-023/AKD
3438
3439 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3440 PENGKAJIAN KARAKTERISTIK NYERI
3441
3442NAMA MAHASISWA/NIM :
3443TINGKAT / SEMESTER :
3444Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat 3
tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan diakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privasi klien 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Mengklarifikasi apakah klien mengalami nyeri 6
Menanyakan:
a. Apa yang menimbulkan/ penyebab nyeri 6
b. Hal yang dapat meringankan nyeri 6
c. Hal yang dapat memperburuk nyeri 6
d. Bagaimana kualitas nyeri 6
e. Lokasi nyeri 6
f. Skala nyeri 6
g. Kapan nyeri mulai muncul 6
h. Frekuensi nyeri 6
i. Durasi waktu saat timbulnya nyeri 6
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan dan membersihkan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3445
3446Rekomendasi
3447Kompeten Tidak ..................., ...................2020
Kompeten
3448
3449Nilai: Obse
3450 rver
3451
3452
3453 (.........................................)
3454
3455
3456
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 120
423
424
425
426
427
3457 F006/SOP/018-023/AKD
3458
3459 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETRAMPILAN
3460 MENGAJARKAN TEHNIK RELAKSASI
3461
3462Nama Mahasiswa/ NIM :
3463Tingkat/ Semester :
3464Berilah tanda check (√) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK
YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan 3
tempat tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Meminta pasien untuk mengikuti contoh yang akan 10
diajarkan
b. Memberi contoh : menarik nafas panjang melalui hidung 20
tahan 3 detik kemudian pelan – pelan dikeluarkan lewat
mulut seperti meniup
c. Meminta pada pasien untuk mengulangi tindakan yang 12
telah diajarkan
d. Meminta pada pasien apabila nyeri timbul supaya 12
mengulangi contoh yang telah diajarkan
e. Mengevaluasi apakah nyeri sudah berkurang 11
f. Memberi pujian ketika pasien mau melakukan kembali 5
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan klien 2
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 2
f. Dokumentasi 2
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 2
b. Terciptanya hubungan terapeutik 2
c. Keamanan dan ketelitian 2
JUMLAH 100
3466Rekomendasi
3467Kompeten Tidak
Kompeten
3468 ..................., ...................2020
Nilai:
3469 Observer
3471
3472 (...............................)
3473
3474
3475
3476 F006/SOP/018-023/AKD
3477
3478 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 121


428
429
430
431
432
3479 TEHNIK IMAGINASI DAN DISTRAKSI
3480
3481NAMA/NIM :
3482TINGKAT / SEMESTER :
3483Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!

NILAI NILAI ULANG


NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan 3
tempat tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan diakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privasi klien 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Membantu klien untuk memfokuskan pada tehnik distraksi
6
untuk mengurangi nyeri (instruksi perawat)
b. Tanyakan kepada pasien tentang hal yang paling disenangi 4
c. Minta klien untuk menutup mata atau memfokuskan pada
6
satu obyek
d. Mengintruksikan klien untuk berkonsentrasi secara
perlahan & bernafas secara teratur. Bimbing klien untuk
mengontrol & kosentrasi dengan hitungan 1, 2, 3, 4 dst.
Metode yang digunakan adalah :
8
0. Menggunakan musik untuk membantu klien memilih :
menentukan irama, mengatur volume dengan adanya
peningkatan atau penurunan nyeri, minta klien secara
langsung untuk memberikan sejumlah pengalaman atau
riwayat secara detail 8
a. Menginstruksikan klien untuk membayangkan bahwa
dengan menarik nafas dalam merupakan salah satu cara
untuk memberi energi sehingga mengurangi nyeri
e. Pilihan yang dapat digunakan perawat untuk melatih
imaginasi :
 Sugestikan pada klien seolah-olah sekarang ada di 7
tempat yang indah seperti di pantai atau di gunung
 Pimpin klien untuk menggunakan pengalaman seluruh
7
panca indera terhadap obyek tersebut (pantai: angin
sepoi-sepoi, hangatnya pasir diantara sela jari kaki,
hangatnya sinar matahari, suara desiran ombak, aroma
garam di udara, burung terbang melayang di udara)
 Mengambil nafas dalam dan pelan, menghitung sampai 7
hitungan ketiga, nafas dalam dan membuka mata

f. Memberikan kesempatan kepada klien untuk 7


mempraktikkan latihan tanpa adanya instruksi
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan klien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan dan membersihkan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 122
433
434
435
436
437
NILAI NILAI ULANG
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA
YA TIDAK YA TIDAK
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3484
3485Rekomendasi
3486Kompeten Tidak ..................., ...................2020
Kompeten
3487
3488Nilai: Observer
3489
3490
3491 (...............................)
3492
3493
3494
3495
3496
3497
3498
3499
3500
3501
3502
3503
3504
3505
3506
3507
3508
3509
3510
3511
3512
3513
3514
3515
3516
3517
3518
3519
3520
3521
3522 F006/SOP/018-023/AKD
3523
3524 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3525 PEMERIKSAAN FISIK NEUROLOGI

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 123


438
439
440
441
442
3526NAMA/NIM :
3527TINGKAT / SEMESTER :
3528Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI
NILAI UTAMA
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal lahir 3
pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan pasien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Mata
– Ukuran pupil 3
– Ketajaman penglihatan (N.II) 2
– Lapang pandang 2
– Fungsi N.III, N.IV, dan N.VI 4
b. Hidung
– Penciuman (N.I) 3
c. Telinga (N.VIII)
– Pendengaran kanan dan kiri 2
– Tes Webber dan Rinne 3
d. Mulut
– Posisi mulut (simetris/tidak) (N.VII) 3
– Bentuk ovula 2
– Indra perasa (lidah) 2
– Kekuatan mengunyah (N.V) 3
– Reflek muntah/ kesulitan menelan (N.IX, N.X) 3
– Menjulurkan lidah (lemah salah satu sisi atau tidak) (X.II) 3
– Sensibilitas area muka 2
e. Ekstremitas Atas
– Menguji kekuatan otot 2
– Menguji reflek trisep 3
– Menguji reflek bisep 3
– Fungsi N.XI 3
– Sensibilitas ekstremitas atas 2
f. Ekstremitas Bawah
– Menguji kekuatan otot 2
– Menguji refleks patella 3
– Menguji refleks Babinski 3
– Keseimbangan 2
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan 4
JUMLAH 100
3529 ..................., ...................2020
3530 Observer
3531
3532 (...........................)
3533 F006/SOP/018-023/AKD
3534

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 124


443
444
445
446
447
3535 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
3536 MENOLONG PASIEN BUANG AIR KECIL (BAK) DI TEMPAT TIDUR
3537
3538NAMA MAHASISWA :
3539NIM/ SEMESTER :
3540Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan tempat tanggal lahir pada
3
gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
g. Memakai sarung tangan 5
h. Membantu klien untuk posisi (baring, miring, atau duduk) 5
i. Membuka pakaian bawah klien dan tutup dengan selimut atau handuk 5
bawah
j. Meletakkan perlak dan pengalas di bawah pantat klien 5
k. Membantu klien untuk BAK 10
Pria:Masukkan ujung penis klien ke urinal dan anjurkan klien memegang
Wanita: memberikan pasusurungan letakkan dibawah pantat klien
l. Anjurkan klien berkemih 5
m. Bila sudah selesai keluarkan penis dari urinal (pria), keluarkan 7
pasusurungan dari pantat (wanita)
n. Bersihkan dengan tissue bila perlu dengan air hangat + sabun + waslap 8
lalu keringkan dengan handuk bawah.
o. Memasang pakaian bawah klien 5
p. Mengukur jumlah, warna, bau dan Melepas sarung tangan 5
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA
a. Ketenangan selama melakukan tindakan 3
b. Terciptanya hubungan terapeutik 3
c. Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3541
3542Rekomendasi
Tidak
3543Kompeten Kompeten ..................., ...................2020
3544 Observer
3545Nilai:
3546
3547 (..............................)
F006/SOP/018-023/AKD
3548
3549 FORMAT PENILAIAN TINDAKAN KETERAMPILAN
Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 125
448
449
450
451
452
3550 MENOLONG PASIEN BUANG AIR BESAR (BAB) DI TEMPAT TIDUR
3551
3552NAMA MAHASISWA :
3553NIM/ SEMESTER :
3554Berilah tanda check ( √ ) pada kolom, sesuai yang dilakukan teruji!
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
1 FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik dan memperkenalkan diri 1
b. Mengidentifikasi pasien dengan benar (cek nama dan
3
tempat tanggal lahir pada gelang)
c. Menjelaskan tujuan 2
d. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 3
e. Menanyakan kesiapan klien 1
f. Menjaga privacy 2
g. Mencuci tangan 1
2 FASE KERJA
a. Memakai sarung tangan 5
b. Pasang pengaman tempat tidur pada sisi yang berlawanan 3
dengan perawat
c. Membuka pakaian bawah klien dan tutup dengan selimut 3
atau handuk bawah
d. Berikan posisi miring berlawanan dengan perawat, 5
letakkan pasusurungan tepat di pantat klien kemudian
kembalikan ke posisi semula
e. Bila pasien mobilisasi mandiri diatas tempat tidur 5
anjurkan untuk mengangkat pantat dan letakkan
pasusurungan dibawah pantat klien
f. Pastikan klien dalam kondisi aman dan nyaman, tutup 5
bagian bawah klien dengan handuk bawah
g. Berikan dan dekatkan bel pada klien, anjurkan untuk 3
memanggil atau menekan bel jika sudah selesai
h. Bila sudah selesai bantu / berikan posisi miring ke posisi 5
yang berlawanan dengan perawat, bersamaan itu
pasusurungan ditarik dari pantat klien
i. Tempatkan pasusurungan ditempat yang aman dan 5
tertutup
j. Bersihkan daerah anus dengan tissue dan dengan air 8
hangat + sabun + waslap lalu keringkan dengan handuk
bawah.
k. Memasang pakaian bawah klien, jika ada pakaian atau 5
alat tenun yang kotor harus diganti
l. Berikan posisi yang nyaman pada klien 3
m. Bersihkan pasusurungan ke kamar mandi jangan 5
membuang tissue ke dalam kloset
3 FASE TERMINASI
a. Merapikan pasien 1
b. Melakukan evaluasi tindakan 3
c. Membereskan alat 2
d. Berpamitan 2
e. Mencuci tangan 3
f. Dokumentasi 4
4 PENAMPILAN KERJA

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 126


453
454
455
456
457
NILAI NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT UTAMA ULANG
YA TIDAK YA TIDAK
o Ketenangan selama melakukan tindakan 3
o Terciptanya hubungan terapeutik 3
o Keamanan dan kenyamanan 4
JUMLAH 100
3555
3556
3557 ..................., ...................2020
3558Rekomendasi Observer
Tidak
3559Kompeten
Kompeten
3560
3561Nilai: (..............................)
3562

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 127


458
459
460
F010/SOP/017/AKD

461

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 128


462
463
F010/SOP/017/AKD

464

Modul A1-3 Keperawatan Dasar I 129


465
466