Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

“MITOKONDRIA”

OLEH KELOMPOK R.A KARTINI:


HILDAYANTI (2018310308)
RIKA (2018310308)
AWAL (2018310308)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BULUKUMBA

i
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, wr. wb

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat, Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada kami sampai saat ini, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas makalah Biologi sel yang berjudul “MITOKONDRIA ”.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biologi sel serta
untuk menambah pengetahuan dalam pendidikan.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan


makalah ini. Sehingga masukan berupa kritik dan saran tentunya akan sangat
membantu kami dalam penulisan makalah selanjutnya. Kami mengharapkan semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi kami sendiri.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Bulukumba , 01 Desember 2019

Kelompok R.A KARTINI

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1

A. Latar belakang ........................................................................... 1

B. Rumusan masalah ...................................................................... 2

C. Tujuan masalah ........................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................... 3

A. Pengertian mitokondria ............................................................. 3

B. Struktur mitokondria ............................................................... 4

C. Fungsi mitokondria ................................................................... 9

D. Komposisi kimia dari mitokondria ............................................ 10

E. Sifat mitokondria ....................................................................... 11

F. Proses yang terjadi dalam mitokondria ..................................... 13

BAB III PENUTUP ............................................................................ 17

A. Kesimpulan ............................................................................... 17

B. Saran ......................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Tiap organisme atau makhluk hidup memiliki ukuran yang berbeda-

beda. Semakin besar ukuran organism itu, maka sel penyusunnya semakin

banyak. Tubuh kita tersusun atas bermilyar-milyar sel. Sel didefinisikan

sebagai unit structural dan fungsional terkecil yang menyusun makhluk hidup.

Dalam menjalankan fungsinya, sel dilengkapi dengan bagian-bagian sel yang

disebut dengan organel. Salah satu organel yang penting dalam sel adalah

mitokondria.

Mitkondria adalah organel yang berperan sebagai pabrik energi yang

menghasilkan energi bagi sel dalam bentuk ATP. Mitkondria memiliki

struktur yang kecil, dan tersusun atas empat bagian. Komposisi utama dari

mitokondria sendiri adalah protein. Di dalam mitokondria, untuk membentuk

energi, terjadi proses yang disebut respirasi seluler. Respirasi seluler ini

terbagi menjadi empat, yaitu glikolisis, fermentasi, dekarboksilasi oksidatif

piruvat, dan siklus krebs atau dikenal pula sebagai siklus asam sitrat. Untuk

lebih mengenal dan lebih memahami mengenai mitokondria, akan dibahas di

dalam makalah ini.

1
2. Rumusan masalah

1. Apa Pengertian Mitokondria?

2. Bagaimana Struktur mitokondria?

3. Apa fungsi dari mitokondria?

4. Apa Komposisi kimia dari mitokondria?

5. Bagaimana Sifat mitokondria?

6. Bagaimana proses yang terjadi dalam mitokondria?

3. Tujuan

1. Untuk mengetahui Apa Pengertian Mitokondria?

2. Untuk mengetahui Bagaimana Struktur mitokondria?

3. Untuk mengetahui Apa fungsi dari mitokondria?

4. Untuk mengetahui Apa Komposisi kimia dari mitokondria?

5. Untuk mengetahui Bagaimana Sifat mitokondria?

6. Untuk mengetahui Bagaimana proses yang terjadi dalam

mitokondria?

2
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian mitokondria

Pada Ilmu Biologi ada banyak sekali pelajaran yang harus dipahami

oleh kita, mulai dari bagian yang paling besar & tampak oleh mata sampai

dengan bagian-bagian yang paling kecil & tak tampak oleh mata sekalipun.

Mitokondria adalah Suatu Organel Sel Tunggal yang berfungsi sebagai tempat

terjadinya fungsi respirasi pada manusia, hewan & tumbuhan.

Mito artinya thread atau benang, chodrion artinya granular.

Mitokondria merupakan organel sitoplasma yang berbentuk granular atau

filamen. Mitokondria adalah organel yang digunakan untuk memproduksi

energi dalam bentuk ATP untuk kelangsungan hidup sel. Mitokondria adalah

tempat dimana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung

(Purnobasuki, 2011).

Mitokondria pertama kali diisolasi dari sel otot serangga oleh

Kolloicker (1850). Kemudian Richard Alt man (1890) member nama

bioblasm, sedangkan nama mitokondria diberikan oleh Benda pada awal abad

20 dan digunakan hingga sekarang. Sejak awal abad 20 banyak dilakukan

penelitian terhadap mitokondria. Michaelis dan Kingbury (1912) menemukan

bahwa pada mitokondria berlangsung reaksi oksidari reduksi. Pada decade

tigapuluhan, beberapa ahli biokima antara lain Warburg, Keilin, Szent-

Gyorgyl, Krebs, dan Lehninger meneliti pola reaksi oksidasi-reduksi pada

3
mitokondria; sedangkan Loohman (1931) menyelidiki sintesis, mekanisme

transport, biogenesis, dan fosforilasi-oksidatif pada mitokondria. Mitokondria

berbentuk benang atau granula. Letaknya tersebar acak di sitoplasma, atau

menempati lokasi tertentu di dalam sel, misalnya pada sel otot lurik.

2. Struktur mitokondria

Mitokondria dijumpai baik pada sel hewan ataupun sel tumbuhan.

Ukuran mitokondria kira kira sama dengan ukuran rata rata bakteri basil.

Umumnya panjang mitokonria mencapai 7nm(sheeler dan Biachi 1984).

. Mitokondria ditemukan dalam jumlah banyak pada sel yang aktivitas

metaboismenya tinggi yaitu sel-sel kntraktil seperti sperma pada bagian

ekornya, sel otot jantung, dan sel yang aktif membelah seperti epithelium,

akar rambut, dan epidermis kulit.

Mitokondria hati secara umum agak memanjang dengan diameter kira-

kira 0,5-1,0 µm dan panjang kira-kira 3 µm. umumnya panjang mitokondria

dapat mencapai 7 µm. mitokondria merupakan organel ang berupa kantung

yang diseliputi oleh dua membrane yaitu membran dalam dan membran luar,

sehingga mitokondria memiliki dua kompartemen, yaitu ruang antar membran

(intermembran space) dan matriks (matrix) mitokondria yang diselimuti

langsung oleh membrane dalam.

Membran dalam tidak berhubungan dengan membran luar. Membran

dalam membagi organel menjadi dua bagian yaitu matriks dan ruang antar

membran. Membran luar mengandung protein transport yang disebut porin.

4
Porin membentuk saluran yang berukuran relative lebih besar di lapisan ganda

lipid membrane luar; sehingga membrane luar dapat dianggap sebagai

saringan yang memungkinkan ion maupun moekul berukuran 5 kDa atau

kurang, termasuk protein berukuran kecil. Membran dalam dan matriks

mitokondria terkait erat dengan aktivitas utama mitokondria yaitu terlihat

dalam siklus asam trikarboksilat, oksidasi lemak dan pembentukan energi.

Rantai respirasi terdapat dalam membran dalam ini. Ruang antar membran

adalah ruang yang berada di antara membran luar dan membran dalam

mitokondria. Ruang ini mengandung sekitar 6% dari total protein mitokondria

dan berbagai enzim yang bekerja menggunakan ATP (adenosine triphosphate)

yang tengah melewati ruang tersebut untuk memfosforilasi nukleotida.

Sebagian besar (sekitar 67%) protein mitokondria dijumpai pada bagian

matriks. Enzim-enzim yang dibutuhkan untuk proses oksidasi piruvat, asam

lemak dan untuk menjalankan siklus asam trikarboksilat terdapat pada

matriks.

membran adalah ruang yang berada di antara membran luar dan

membran dalam mitokondria. Ruang ini mengandung sekitar 6% dari total

protein mitokondria dan berbagai enzim yang bekerja menggunakan ATP

(adenosine triphosphate) yang tengah melewati ruang tersebut untuk

memfosforilasi nukleotida. Sebagian besar (sekitar 67%) protein mitokondria

dijumpai pada bagian matriks.

5
Membran dalam dan membran luar tersusun atas komposisi fosfolipid

dan perbandingan protein terhadap lemak yang berbeda. Untuk membran

luar,perbandingan protein-lemak adalah 50:50, dan protein yang ada memilki

sedikit fungsi enzimatik atau transport. Sedangkan pada membran dalam

perbandinganya adalah 80:20.

Membran luar mitokondria memiliki protein integral pada membran

disebut porin, yang membentuk saluran permeabel untuk memfasilitasi

berbagai macam molekul keluar masuk mitokondria. Molekul-molekul

sebesar 10 kilodalton bahkan kurang dari itu, seperti ion ,molekul nutrisi,

ATP, dan ADP dapat dengan mudah melewati membran luar. Membran dalam

mengandung 5 kelompok protein integral yaitu:

1) NADH dehidrogenase

2) Suksina dehidrogenase

3) Sitokrom c reduktase (juga dikenal dengan sitrokom b-c)

4) Sitrokom c oksidase

5) ATP sintase.

Membran dalam mitokondria tidak terlalu permeabel

dibandingkan dengan membran luar, karena itu membran

dalam dapat mendegradasi molekul- molekulyang masuk

melalui pemisahan matriks dari lingkungan sitosolik. Terdapat

bebrapa sistem antiport pada membran dalam yang

menyebabkan pertukaran anion dengan sintrosol dan matriks

6
mitokondria. Beberapa contohnya adalah phospate-OH-

exchager, the adenine nucleotide translocase, mono-,di and

tricarboxylate carriers dan the aspartate-glutamate-shuttle.

a. Membran Bagian Luar

Membran bagian luar ini, tersusun dari Fosfolipid Bilayer

bersifat Semi Permeable & mengandung Protein Porin. Pada lapisan

ini dapat dilewati (Permeable) dengan Ion-ion, ATP (Adenosina

Trifosfat), ADP (Adenosina Difosfat), & Molekul-molekul Nutrisi.

7
Fungsi Membran Bagian Luar : Pada bagian membran luar ini

mengandung Enzim-enzim yang berfungsi dalam membantu proses

biosintesis pada jaringan tubuh makhluk hidup.

b. Membran Bagian Dalam

Membran bagian dalam ini, merupakan Membran Kompleks

tetapi Permeable dan terbentuk dari molekul-molekul kompleks

Transpor Elektron, kompleks ATP Sintase, & Transport Protein.

Fungsi Membran Bagian Dalam : Berfungsi dalam membantu

pembuatan energi pada jaringan tubuh makhluk hidup.

c. Krista

Krista adalah Suatu lipatan yang berada pada membran dalam

mitokondria. Fungsi Krista : Krista berfungsi dalam membantu

perluasan struktur membran yang berada didalam sel, ketika molekul-

molekul DNA mitokondria berkembang lebih banyak.

d. Ruang Antar Membran

Ruang Antar Membran adalah merupakan ruang yang terdapat

diantara membran luar & membran dalam. Ruang antar membran

bertanggung jawab atas fosforilasi oksidatif. Fungsi Ruang Antar

Membran : Fungsi Ruang Antar Membran sebagai tempat

berlangsungnya suatu reaksi-reaksi yang penting untuk sebuah sel.

8
e. Matriks

Matriks berisi molekul-molekul DNA (bertanggung jawab atas

respirasi sel), enzim-enzim (bertanggung jawab atas siklus reaksi asam

sitrat), gas-gas terlarut (seperti oksigen & karbon dioksida), & air.

Fungsi Matriks : Menyimpan bagian-bagian yang penting seperti

materi genetik (DNA), ribosom & ion-ion penting lainnya.

3. Fungsi mitokondria

Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang

menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Fungsi Mitokondria mempunyai

peranan penting didalam tubuh makhluk hidup, diantaranya adalah :

 Menghasilkan energi sel untuk digunakan dalam sistem metabolisme

tubuh. Metabolisme karbohidrat yang terjadi didalam mitokondria

akan dioksidasi oleh air & karbondioksida dan juga oksigen.

 Mitokondria berfungsi untuk mengelola aktivitas metabolisme sel.

 Mitokondrian berfungsi untuk memecah makanan yang akan

menghasilkan energi, seperti karbohidrat, lemak, protein & lain-

lainnya.

 Mitokondria berfungsi menerima hasil enzim yang sudah diproses

secara lanjut kemudian diproses lagi menjadi molekul bermuatan

tertentu. Molekul ini mencampurkan oksigen agar bisa didistribusikan

ke pembuluh darah dengan baik.

9
 Berfungsi untuk menjaga konsentrasi ion kalsium, untuk kepadatan

tulang & segala jenis pada bagian sel.

 Mitokondria dapat menolong sel yang sudah mampu mencapai fungsi

ini dan menyediakan tangki untuk menyimpan ion kalsium.

 Mitokondria berfungsi dalam proses mematikan sel sel tertentu yang

sudah diprogram oleh tubuh secara alamiah. Contohnya sel abnormal

atau sel berpenyakit, sel beracun, akan dimatikan dalam jumlah

banyak. Sehingga ketika proses metabolisme berlangsung sel

abnormal itu tidak akan berkembang lagi.

 Mitokondria dapat Membantu fungsi organ tubuh agar berjalan dengan

optimal, karena ketika mitokondria tidak mampu bekerja atau

mengalami abnormal & kematian sel dapat mempengaruhi kinerja

organ tubuh.

 Dapat mengubah energi potensial dalam bentuk makanan menjadi

ATP. Kegunaan ATP yaitu sebagai energi yang di gunakan untuk

mengganti sel-sel yang rusak, memompa jantung dan lainya.

4. Komposisi kimia dari mitokondria

Pada mitokondria utuh, air merupakan komponen utama yang

dominan dan ditemukan di seluruh mitokondria kecuali dalam lapisan bilayer

lipida. Air selain berperan dalam reaksi-reaksi kimia, juga berperan sebagai

medium fisik dimana metabolit dapat berdifusi diantara system-sistem enzim.

10
Komponen utama mitokondria adalah protein. Persentase protein yang

ebenarnya berkaitan dengan jumlah membran dalam yang ada. Membran

dalam terdiri atas protein, baik protein enzimatik maupun protein struktural.

Protein mitokondria dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu bentuk

terlarut dan bentuk tidak terlarut. Protein terlarut terutama terdiri atas enzim-

enzim matriks dan protein perifer membrane atau protein intrinsic membrane

tertentu. Protein tidak terlarut biasanya menjadi bagian integral membran.

Beberapa dari protein ini merupakan protein struktutal serta beberapa protein

enzim.

Komposisi lipida mitokondria tergantung dan sumber mitokondrianya.

Namun demikian, fosfolipida merupakan bentuk yang dominan. Umumnya

fosfolipida terdiri dari ¾ dari total lipida. Fosfatidilamin dan

fosfatidiletanolamin umumnya merupakan fosfatidil dalam jumlah yang besar

pada mitokondria. Namun demikian, ditemukan kadar kadiolipin dan

kolesterol dengan konsentrasi yang rendah.

5. Sifat mitokondria

Mitokondria memiliki DNA tersendiri, yang dikenal sebagai mtDNA

(mitochondrial DNA).MtDNA berpilin ganda, sirkular, dan tidak terlindungi

membran (prokariotik).Karena memiliki ciri seperti DNA bakteri,

berkembang teori yang cukup luas dianut, yang menyatakan bahwa

mitokondria dulunya merupakan makhluk hidup independen yang kemudian

bersimbiosis dengan organisme eukariotik.Teori ini dikenal dengan teori

11
endosimbion. Pada makhluk tingkat tinggi, DNA mitokondria yang

diturunkan kepada anaknya hanya berasal dari betinanya saja (mitokondria sel

telur).Mitokondria jantan tidak ikut masuk ke dalam sel telur karena letaknya

yang berada di ekor sperma. Ekor sperma tidak ikut masuk ke dalam sel telur

sehingga DNA mitokondria jantan tidak diturunkan.

MtDNA diwariskan secara maternal.Sel telur memiliki jumlah

mitokondria yang lebih banyak dibandingkan sel sperma, yaitu sekitar

100.000 molekul sedangkan sel sperma hanya memiliki sekitar 100-1500

mtDNA.Dalam sel sperma mitokondria banyak terkandung dalam bagian ekor

karena bagian ini yang sangat aktif bergerak sehingga membutuhkan banyak

ATP.

Pada saat terjadi pembuahan sel telur, bagian ekor sperma dilepaskan

sehingga hanya sedikit atau hampir tidak ada mtDNA yang masuk ke dalam

sel telur.Hal ini berarti bahwa sumbangan secara paternal hanya berjumlah

100 mitokondria. Apalagi dalam proses pertumbuhan sel, jumlah mtDNA

secara paternal semakin berkurang. Maka jika dibandingkan dengan

sumbangan secara maternal yaitu 100.000, maka sumbangan secara paternal

hanya 0,01%. Oleh karena itu dapat dianggap tidak terjadi rekombinasi

sehingga dapat dikatakan bahwa mtDNA bersifat haploid.

DNA mitokondria juga memiliki sifat unik lainnya yaitu laju

mutasinya yang sangat tinggi sekitar 10-17 kali DNA inti (Wallace et al.,

1997).Hal ini dikarenakan mtDNA tidak memiliki mekanisme reparasi yang

12
efisien (Bogenhagen, 1999), tidakmemiliki protein histon, dan terletak

berdekatan dengan membran dalam mitokondria tempat berlangsungnya

reaksi fosforilasi oksidatif yang menghasilkan radikaloksigen sebagai produk

samping (Richter, 1988). Selain itu, DNA polimerase yang dimiliki oleh

mitokondria adalah DNA polimerase γ yang tidak mempunyai aktivitas

proofreading (suatu proses perbaikan dan pengakuratan dalam replikasi

DNA).Tidak adanya aktivitas ini menyebabkan mtDNA tidak memiliki sistem

perbaikan yang dapat menghilangkan kesalahan replikasi. Replikasi mtDNA

yang tidak akurat ini akan menyebabkan mutasi mudah terjadi.

Salah satubentukkeunikanlainnya dari mitokondria adalah perbedaan

kode genetik mitokondria menunjukkan perbedaan dalam hal pengenalan

kodon universal. UGA tidak dibaca sebagai “berhenti” melainkan sebagai

tryptofan, AGA dan AGG tidak dibaca sebagai arginin melainkan sebagai

“berhenti”, AUA dibaca sebagai methionin.

6. Proses yang terjadi di mitokondria

a. Glikolisis

Glikolisis adalah suatu produksi asam piruvat dari glukosa. Enzim

yang dibutuhkan untuk glikolisis terdapat di dalam sitosol. Dalam kedaan

anaerobik glikolisis difermentasi dan membentuk suatu produk seperti asam

laktat. Atau etanol dan karbondioksida. Bila terdapat oksigen, asam piruvat

masuk ke dalam mitokondria di mana asam tersebut dioksidasi oleh enzim –

enzim dari siklus asam sitrat. Proses ini di sebut respirasi sel. Pembakaran

13
glukosa memerlukan oksigen, tetapi beberapa sel hidup di mana tidak terdapat

oksigen. Semua sel mempunyai peralatan enzimatik untuk mengkatabolis

glukosa tanpa bantuan oksigen.Perombakan anaerobik (tanpa udara dan tanpa

oksigen) glukosa ini disebut glikolisis.Sel – sel yang hidup tanpa oksigen

menggunakan glikolisis untuk mendapatkan energi yang diperlukan untuk

hidupnya.

b. Fermentasi

Pada peristiwa glikolisis, glukosa secara bertahap diubah menjadi

asam piruvat. Asam piruvat selanjutnya dapat diubah menjadi sejumlah

produk tergantung pada kondisi metabolisme sel secara umum. Misalnya

asam piruvat diubah menjadi asetil koA untuk memasuki daur asam sitrat

dalam kondisi aerob atau dikonversi menjadi etanol atau asam laktat dalam

kondisi anaerob.

1) Fermentasi etanol

Fermentasi etanol dari asam piruvat berlangsung dalam keadaan

anaerob. Proses ini dapat berlangsung pada ragi dan beberapa mikroorganisme

lainnya. Reaksi ini dikatalis oleh piruvat dekarboksilase. Proses fermentasi

etanol berlangsung dua tahap yaitu : dekarboksilasi piruvat menjadi

asetaldehida dan reduksi aselatdehida menjadi etanol oleh NADH dengan

bantuan enzim alkohol dehidrogenase.

2) Fermentasi asam laktat

14
Asam laktat biasanya dibentuk dari bentuk piruvat pada berbagai

mikroorganisme, tetapi juga dapat berlangsung pada organisme tingkat tinngi

seperti pada manusia bila jumlah oksigen terbatas seperti pada otot disaat

berlari cepat.Reduksi piruvat oleh NADH membentuk laktat dikatalis oleh

laktat dehidrogenase.Asam laktat dan asam piruvat di dalam sel dapat

digunakan untuk sintesis glukosa, peristiwa ini dinamakan glukoneogenesis.

Asam laktat dan asam piruvat juga dapat digunakan untuk pembentukan

poisakarida lain, misalnya glikogen.

c. Dekarboksilasi oksidatif piruvat

Asam piruvat sebagai senyawa produk akhir glikolisis akan

mengalami reaksi dekarboksilasi oksidatif apabila cukup oksigen dan

menghasilkan asetil KoA. Proses ini berlangsung di dalam matriks

mitokondria. Proses ini merupakan penghubung antara glikolisis dengan

siklus asam trikarboksilat. Reaksi – reaksi Reaksi siklus asam sitrat juga

dikenal sebagai siklus krebs, menyelesaikan oksidasi yang sempurna dan

mempertahankan gugus asetil dari asetil KoA reaski ini terjadi di dalam

mitokondria. Dekarboksilasi oksidatif piruvat berlangsung dengan bantuan

enzimkompleks, yaitu kompleks piruvatdehidrogenase.

d. Siklus krebs

Proses Siklus krebs menentukan dalam respirasi sel yaitu oksidasi

sempurna dari asam piruvat dengan jalan pemisahan bertahap dari semua

15
atom hidrogen sehingga menghasilkan 3 molekul CO2 dan pemindahan

elektron yang dipisahkan dari atom hidrogen pada oksigen molekul.

Di dalam mitokondria asam piruvat mengalami langkah oksidasi lebih

lanjut. Dua atom hidrogen dipisahkan dan hal ini mereduksi NAD+ menjadi

NADH. Pada saat yang sama sebuah molekul CO2 dipisahkan. Fragmen yang

terjadi mengikat kovalen pada koenzim lain, koenzim A untuk membentuk

suatu kompleks yang disebut asetil KoA. Asetil KoA memasuki suatu urutan

daur reaksi kmia sampai oksidasi itu sempurna. Urutan reaksi ini di sebut

siklus krebs. Siklus krebs menggambarkan langkah pertama dari siklus

tersebut yaitu penyatuan asetil KoA dengan asam aksaloasetat untuk

membentuk asam sitrat. Dalam proses ini molekul KoA dibentuk kembali.

Asam aksaloasetat adalah sebuah asam dengan empat karbon dengan dua

gugus karboksil.

16
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa Mitokondria adalah Suatu Organel Sel

Tunggal yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fungsi respirasi pada

manusia, hewan & tumbuhan. Mitokondria merupakan salah satu organel sel,

secara umum memiliki diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm.

Mitokondria terdiri dari empat bagian utama yaitu membrane luar, membran

dalam, krista, ruang antar membran, dan matriks. Fungsi utama dari

mitokondria adalah sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi

dalam bentuk ATP. Dalam mitokondria terjadi proses yang disebut respirasi

seluler yang terjadi atas glikolisis, fermentasi, dekarboksilasi oksidatif piruvat

dan siklus krebs.

B. Saran

Dari beberapa penjelasan diatas kami dari penyusun makalah ini menyadari

bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna seperti yang di harapkan

sebagaimana mestinya. Maka dari itu diharapkan kepada para pembaca saran

dan kritikan yang sifatnya membangun.

17
Daftar pustaka

Alesiamonica. 2013. Mitokondria.

Campbell, N., Reece, J., Urry, L., Cain, M., Wasserman, S., Minorsky,

P., Jackson, R. 2008. Biologi. Erlangga : Jakarta.

http://ninoriadi.blogspot.co.id/2014/09/makalah-tentang-

mitokondria.html (diakses, 28 november 2019).

(http://www.PENDIDIKANBIOLOGI/BIOLOGISEL(BIOSEL)/mitok

ondria/pengertian mitokondia dan bagian bagian

Mitokondria-Artikel Organel.htm), (diakses 29 November

2019)

Purnobasuki,Heri.2011.struktur dan fungsi sel.

18