Anda di halaman 1dari 4

Kisi2 mankep:

Kolaborasi
1. Definisi
Kolaborasi merupakan hubungan kerja sama antara perawat dengan tenaga kesehatan lain
dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada klien yang didasarkan pada pendidikan dan
kemampuan praktisi dalam pemberian asuhan kepada pasien.

2. Manfaat
1) Kemampuan dari pelayanan kesehatan yang berbeda dapat terintegrasikan sehingga
terbentuk tim yang fungsional
2) Kualitas pelayanan kesehatan dan jumlah penawaran pelayanan meningkat sehingga
masyarakat mudah menjangkau pelayanan kesehatan
3) Bagi tim medis dan para medis dapat saling berbagi pengetahuan dari profesi kesehatan
lainnya dan menciptakan kerjasama tim yang kompak
4) Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan manggabungkan keahlian
unik profesional
5) Memaksimalkan produktivitas serta efektivitas dan efisiensi sumber daya
6) Meningkatkan kepuasan profesionalisme, loyalitas, dan kepuasan kerja
7) Peningkatan akses ke berbagai pelayanan kesehatan
8) Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan
9) Memberikan kejelasan peran dalam berinteraksi antar tenaga kesehatan profesional
sehingga dapat saling menghormati dan bekerja sama
10) Untuk tim kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman

3. Karakteristik mnrt Carpenter


1) Partisipasi tidak dibatasi dan tidak hirarkis.
2) Partisipan bertanggung jawab dalam memastikan pencapaian kesuksesan.
3) Adanya tujuan.
4) Ada pendefinisian masalah.
5) Partisipan saling mendidik atau mengajar satu sama lain.
6) Adanya identifikasi dan pengujian terhadap berbagai pilihan.
7) Implementasi solusi dibagi kepada beberapa partisipan yang terlibat.
8) Partisipan selalu mengetahui perkembangan situasi.

4. dasar kompetensi kolaborasi


1) Komunikasi
Komunikasi sangat dibutuhkan dalam berkolaborasi, karena kolaborasi membutuhkan
pemecahan masalah yang lebih komplek, dibutuhkan komunikasi efektif yang dapat
dimengerti oleh semua anggota tim.
2) Respek dan kepercayaan
Respek dan kepercayaan dapat disampaikan secara verbal maupun non verbal serta dapat
dilihat dan dirasakan dalam penerapannya sehari-hari.
3) Memberikan dan menerima feed back
Feed back dipengaruhi oleh persepsi seseorang, pola hubungan, harga diri, kepercayaan
diri, emosi, lingkungan serta waktu, feed back juga dapat bersifat negative maupun
positif.
4) Pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan dibutuhkan komunikasi untuk mewujudkan kolaborasi
yang efektif guna menyatukan data kesehatan pasien secara komperensip sehingga
menjadi sumber informasi bagi semua anggota tim.
5) Manajemen konflik
Untuk menurunkan komplik maka masing-masing anggota harus memahami peran dan
fungsinya, melakukan klarifikasi persepsi dan harapan, mengidentifikasi kompetensi,
mengidentifikasi tumpang tindih peran serta melakukan negosiasi peran dan tanggung
jawabnya.

5. elemen kunci kolaborasi

6. kriteria
Terwujudnya suatu kolaborasi tergantung pada beberapa kriteria, yaitu:
a. Adanya saling percaya dan menghormati
b. saling memahami dan menerima keilmuan masing-masing
c. memiliki citra diri positif
d. memiliki kematangan professional yang setara (yang timbul dari pendidikan dan
pengalaman).
e. mengakui sebagai mitra kerja bukan bawahan
f. keinginan untuk bernegoisasi.
Negosiasi
1. Definisi
Negosiasi adalah proses penetapan keputusan secara bersama dimana pihak-pihak
yang terlibat memiliki preferensi yang berbeda.
Negosiasi merupakan suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati
dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan
dilakukan di masa mendatang.

2. Tujuan
Tujuan agresif - berusaha memperoleh keuntungan dari kerugian (damage) pihak lawan.
Tujuan kompetitif - berusaha memperoleh sesuatu yang lebih (getting more) dari pihak lawan
Tujuan kooperatif - berusaha memperoleh kesepakatan yang saling menguntungkan (mutual
gain)
Tujuan pemusatan diri - berusaha memperoleh keuntungan tanpa memperhatikan penerimaan
pihak lain
Tujuan defensif - berusaha memperoleh hasil dengan menghindari yang negatif
Tujuan kombinasi

3. Syarat
1) Masalah harus dapat dinegosiasikan.
2) Negotiator harus tertarik terhadap “take and give” selama proses negosiasi.
3) Harus saling percaya.

4. Langkah2
1) Mengumpulkan informasi tentang masalah sebanyak mungkin, karena pengetahuan
adalah kekuatan.
2) Dimana manajer harus memulai, karena tugas manajer melakukan kompromi, mereka
harus memilih tujuan yang utama.
3) Memilih alternatif yang terbaik terhadap sarana dan prasarana. Efektifitas dan efisiensi.
4) Mempunyai agenda yang disembunyikan. Agenda negosiasi dapat ditawarkan jika
alternatif negosiasi tidak dapat disepakati.

5. Strategi
1) Pilih fakta-fakta yang rasional dan berdasarkan hasil penelitian.
2) Dengarkan dengan seksama, dan perhatikan respons nonverbal yang nampak.
3) Berfikirlah positif dan selalu terbuka untuk menerima semua alternatif informasi yang
disampaikan.
4) Upayakan untuk memahami pandangan apa yang disampaikan lawan bicara anda.
Konsentrasi dan perhatikan.
5) Selalu diskusikan tentang konflik yang terjadi. Hindarkan masalah-masalah pribadi yang
disampaikan pada saat negosiasi.
6) Hindarkan untuk menyalahkan orang lain terhadap konflik yang terjadi.
7) Jujur.
8) Usahakan bersikap bahwa anda memerlukan suatu penyelesaian yang baik.
9) Jangan langsung menyetujui terhadap solusi yang ditawarkan, tetapi berfikir dan mintalah
waktu untuk menjawabnya.
10) Jika kedua belah pihak menjadi marah atau lelah selama negosiasi berlangsung,
istirahatlah sebentar.
11) Dengarkan dan tanyakan tentang pendapat yang belum begitu anda pahami.
12) Bersabarlah

Pelayanan mutu
1. Definisi mutu
2. Faktor yg mempengaruhi
3. aspek mutu
4. dimensi mutu
5. definisi kepuasan pelanggan
6. cara mengukur kepuasan plnggn
7. indikator kualitas yankes/indikator mutu
8. variabel input dlm mutu