Anda di halaman 1dari 56

LAPORAN MATA KULIAH

REVERSE ENGINEERING

Oleh:
Agus Hananto
NIM: 23119012

Program Studi Teknik Mesin


Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2019

1|Page Laporan Reverse 2


Analysis Computation Fluid Dynamic (CFD) System Primary Air Fan

Setelah dilakukan pembentukan solid model primary air fan (PAF), selanjutnya dilakukan
pengujian simulasi fluida. Pengujian dilakukan untuk mengukur dan mengetahui performance
sudu hasil rekayasa peniruan apakah sudah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,
terutama terkait spesifikasi bawaan (debit yang dipindahkan, tekanan yang dihasilkan, dan
konsumsi daya listrik). Simulasi pengujian ini menggunakan perangkat lunak/software ANSYS
CFX. Tahapan proses simulasi fluida secara umum dibagi menjadi 3 tahapan yaitu:

A. Pembuatan model PA Fan dengan Project Schematic component system BladeGen


Dalam melakukan pembuatan model PA Fan dengan project schematic component system
BladeGen pada software Ansys workbench v.19, dengan menggunakan acuan standart
Drawing PA Fan yang ada sebagai referensi. Seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 1. Referensi Drawing PA Fan

Secara umum dalam pembuatan model PA fan dibagi menjadi 6 bagian yaitu; (1) Inlet, (2)
Rotor 1, (3) Stator 1, (4) Rotor 2, (5) Stator 2, (6) Outlet.
Selanjutnya dari ke enam bagian diatas akan dibuat menggunakan aplikasi software Ansys
workbench project schematic component system BladeGen dengan 4 model yang terdiri

2|Page Laporan Reverse 2


dari; (1) model 1 bagian inlet dan rotor 1, (2) model 2 bagian stator 1, (3) model 3 bagian
rotor 2, dan (4) model 4 bagian stator 2 dan outlet.

Di bawah ini merupakan tahapan proses pembuatan model PA Fan sebagai berikut:
1. Menyiapkan Data Geometric yang didapatkan dari file IGES hail convert dari solid work
hasil rekayasa peniruan yang telah dibuat. Data yang diambil adalah 6 curve hasil proses
wrap, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 2. Data geometric model PA Fan.

2. Kemudian buka software Ansys workbench 19


Lalu klik 2x ansys component system “BladeGen” untuk memulai pembuatan model,
maka akan ditampilkan project schematic BladeGen seperti pada gambar dibawah ini:

3|Page Laporan Reverse 2


Gambar 3. Memulai proses pembuatan model BladeGen.
3. Kemudian langkah selanjutnya memasukkan data geometric pada BladeGen dengan cara
klik kanan blade design - edit pada project schematic BladeGen seperti pada gambar
dibawah ini:

Gambar 4. Edit Blade design BladeGen

4|Page Laporan Reverse 2


Kemudian akan keluar layar menu BladeGen seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 5. Menu BladeGen


4. Langkah selanjutnya memasukkan data geometric dengan cara pilih menu file – New –
Data Import Wizard.

Gambar 6. Memasukkan data Geometric Model PA Fan

5|Page Laporan Reverse 2


Kemudian Next.

Kemudian Next lagi.

Gambar 7 – 8. Langkah import data wizard

Selanjutnya ceklist pada kotak paling atas.

6|Page Laporan Reverse 2


Kemudian langkah selanjutnya memilih tempat penyimpanan otomatis (Autosave file). Bisa dipilih
sesuai dengan lokasi penyimpanan file terpisah atau mengikuti default yang ada, kemudian pilh
Next.

Gambar 9. Pemilihan lokasi penyimpanan otomatis (autosave file)

Selanjutnya Next.

7|Page Laporan Reverse 2


Gambar 10 – 11. Proses pemasukan data geometri model PA Fan
5. Langkah berikutnya adalah memasukkan data geometrik model PA Fan dalam bentuk file
IGES hasil convert solidwork dengan cara klik add file – pilih file IGES pada tempat
penyimpanan.

Gambar 12. Open file IGES model PA Fan.

8|Page Laporan Reverse 2


Kemudian akan ditampilkan layar seperti gambar dibawah ini, close information import
data.

Gambar 13 - 14. Curve model PA Fan hasil import.

9|Page Laporan Reverse 2


6. Kemudian selanjutnya adalah mengolah curve model PA Fan dengan cara sebagai
berikut:
a. Menghapus curve yang tidak diperlukan, dengan cara memilih curve tersebut dan
pilih delete object, hapus 4 dari curve vertical dan sisakan 2 curve pada tiap
ujungnya.

dihilangkan

Gambar 15. Menghapus curve yang tidak diperlukan.


b. Membuat garis pada curve model PA Fan pada Hub dan Shroud dengan
memindahkan garis vertical curve yang sudah ada. Caranya pilih garis curve yang
akan di pindahkan (1), pilih edit (2), kemudian pilih curve data point bergantian
(3), pilih modify (4), pada axis Z tanda minus dihilangkan kemudian tekan OK (5),

10 | P a g e Laporan Reverse 2
lalu tekan OK lagi maka hasilnya garis akan menempel sesuai dengan curve model
PA Fan.

4
1

Gambar 16. Pembuatan garis Hub dan Shroud pada curve model PA Fan

c. Selanjutnya melakukan perubahan orientasi curve model PA Fan dengan cara


memilih salah satu curve kemudian pilih orientation – kemudian muncul

11 | P a g e Laporan Reverse 2
orientation dialog pilih axis of Rot “X Axis” dan ceklist “use for all file” kemudian
pilih OK.

Gambar 17. Edit orientation curve.

7. Selanjutnya pilih Next untuk melanjutkan pemilihan garis Hub, kemudian pilih Next.

Hub

Gambar 18. Pemilihan garis Hub model PA Fan.

12 | P a g e Laporan Reverse 2
8. Kemudian memilih Shroud of curve dengan cara yang sama sesuai gambar dibawah ini,
kemudian pilih Next.

Shroud

Gambar 19. Pemilihan garis Shroud model PA Fan.


9. Kemudian pilih Blade curve model PA Fan, dengan cara memilih tiap curve blade pada
tiap layer yang berbeda.

Object Layer 1

Object Layer 2

Object Layer 3

Object Layer 4

Object Layer 5

Object Layer 6

List box layer

Gambar 20. Memilih blade curve model PA Fan pada tiap layer.

13 | P a g e Laporan Reverse 2
10. Selanjutnya pilih Next, maka akan keluar halaman konfirmasi meridian orientasi, pilih
next untuk melanjutkan.

Gambar 21. Konfirmasi meridian orientation.

11. Selanjutnya pilih next untuk melanjutkan, maka akan keluar layar step 4 blade
geomateri kemudian pilih next

Gambar 22. Pendefinisian orientasi /arah model

14 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian selanjutnya pilih Next.

Pilih next.

Gambar 23 – 24. Edit/confirm blade loops.

Kemudian pilih next. Lalu double klik pada “step 5 select tangency point” maka akan
muncul dialog seperti pada gambar 25. dibawah ini.

15 | P a g e Laporan Reverse 2
Isikan :
LE Eliptic ratio :
- Hub = 1
- Shroud = 1
TE Eliptic Ratio
- Hub =2,5
- Shroud = 3,0

Gambar 25. Memasukkan nilai LE/TE pada Hub dan Shroud


Kemudian pilih next untuk mengatur mengatur pendekatan airfoil BladeGen sisi Trailing
edge (TE) warna merah muda terhadap Airfoil Inventor sisi Trailing edge (TE) warna abu,
sebisamungkin model Airfoil BladeGen mendekati model Airfoil Inventor. Apabila telah
selesai klik Next untuk melakukan cara yang sama pada sisi Leading Edge (LE).

Gambar 26. Mengatur pendekatan garis LE

16 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian mengatur pendekatan geometric model airfoil BladeGen sisi Trailing Edge
dengan model airfoil Inventor sisi Trailing Edge. Sebisa mungkin titik / point model airfoil
BladeGen mendekati inventory, kemudian setelah selesai pilih Next untuk melanjutkan.

Gambar 27. Melakukan pendekatan garis TE

Gambar 28. Mengatur pendekatan semua garis TE dan LE.


12. Selanjutnya setelah di pilih next akan ditampilkan awal aliran fluida pada sudu.

17 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 29. Tampilan awal aliran fluida terhadap sudu

Setelah itu pilih next.

Gambar 30. Tampilan akhir BladeGen data import wizard.


Pilih next untuk melakukan pengaturan letak penyimpanan file BladeGen, kemudian
memasukkan jumlah Blade=24, meanline point =30

18 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 31. BladeGen export dialog.
Buat model stator dan rotor dengan cara yang sama dari langkah nomor 4 sampai
langkah nomor 12. Sehingga dalam project schematic ada dua BladeGen design Rotor
dan Stator seperti gambar dibawah ini:

Gambar 32. Model BladeGen Rotor dan Stator.


19 | P a g e Laporan Reverse 2
13. Kemudian edit parameter Rotor dengan cara klik kanan – Edit pada Blade design pada
model Rotor, seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 33. Edit parameter BladeGen rotor.


Kemudian akan ditampilkan Bladegen parameter rotor, lalu pilih model – properties
untuk mengubah properties component type model BladeGen rotor ini.

Gambar 34. Edit properties model BladeGen.


Pada component type = fan, configuration type = axial, model unit = m, lalu tekan OK.

20 | P a g e Laporan Reverse 2
14. Kemudian merubah skala model dengan cara pilih Tools – Scale Model seperti gambar
dibawah ini:

Gambar 35. Edit parameter skala model BladeGen Rotor.


Kemudian mengatur air flow direction, rotation direction, span. Untuk mengatur airflow
direction pilih Tools – reverse flow direction, kemudian pilih create output from design
profile, lalu save file untuk mengakhiri.

Create output from design profile


Arah flow

Rotation direction

Gambar 36. Parameter air flow, rotation dan span direction.

21 | P a g e Laporan Reverse 2
15. Kemudian dengan cara yang sama lakukan untuk pengaturan stator model pada ansys
BladeGen sesuai dengan langkah nomor 13 sampai nomor 14, sehingga akan
menghasilkan dua model BladeGen Rotor dan Stator.

Gambar 37. Pengaturan parameter model BladeGen stator.


Pada skala model disesuaikan satuannya dari inch ke meter, sesuaikan airflow direction,
rotation direction dan span.

Create output from design profile

Arah flow

Rotation direction

Gambar 38. Hasil pengaturan model stator.

22 | P a g e Laporan Reverse 2
16. kemudian langkah selanjutnya duplikat model BladeGen stator dan rotor menjadi empat
model dengan susunan, ” copy Rotor – rotor – stator – copy stator “. Kemudian rename
model “copy rotor” menjadi “Rotor+Inlet” dan “copy stator” menjadi “Stator+Outlet”,
sehingga akan seperti gambar dibawah ini:

Gambar 39. Susunan model BladeGen


17. Kemudian pada blade design rotor + inlet klik kanan dan edit untuk melakukan
perubahan parameter didalamnya.

Gambar 40. Edit parameter BladeGen rotor+Inlet model.

23 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian atur parameter inlet, mengubah nilai point pada H dan V seperti pada gambar
dibawah ini.

Kemudian hasilnya akan seperti ini:

Gambar 41 & 42. Penambahan dimensi model Rotor+inlet.


Kemudian insert point dan split pada garis nomor 1 dan 2, dengan cara “klik kanan pada
garis trus pilih segment operation – insert point and split” seperti gambar dibawah ini:

24 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian edit nilai point pada titik hasil split menjadi

Gambar 43 & 44. Modify titik point pada garis inlet.


Pada point H dan V masukkan nilai seperti pada gambar 44, sehingga hasilnya akan
tampak seperti gambar dibawah ini:

25 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 45. Penambahan garis inlet pada model rotor+inlet
Kemudian langkah berikutnya mengubah garis yang diberi tanda lingkaran pada gambar
dibawah ini, menjadi curve dengan cara klik kanan pada garis tersebut, kemudian pilih
convert point to – spline curve point – kemudian masukkan jumlah point 3 , seperti pada
gambar dibawah ini:

Gambar 46. Merubah garis inlet.

26 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 47. Hasil convert garis spline.
Kemudian pada titik tengah garis miring (seperti pada tanda lingkaran gambar 47 diatas),
Tarik ke bawah sampai membentuk profil seperti dibawah ini:

Gambar 48. Desain garis inlet.

27 | P a g e Laporan Reverse 2
18. Kemudian dengan cara yang sama model stator + outlet dibuat sesuai dengan
parameter H dan V dibawah ini:

Gambar 49. Merubah point H dan V pada outlet


Kemudian hasilnya akan seperti gambar dibawah ini:

Gambar 50. Hasil perubahan garis outlet.

28 | P a g e Laporan Reverse 2
Selengkapnya model Rotor + Inlet , Stator, Rotor, dan Stator + outlet hasil pembuatan
model BladeGen dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Rotor + Inlet Stator

Rotor Stator + Outlet

Gambar 51. Model BladeGen Inlet, Outlet, Rotor dan Stator system PA Fan

Kemudian simpan file model BladeGen pada computer.

29 | P a g e Laporan Reverse 2
B. Meshing model system PAF dengan Project Schematic component TurboGrid
Setelah membuat 4 model BladeGen yaitu Rotor+inlet, Stator, Rotor, Stator+outlet. Langkah
berikutnya adalah melakukan pembagian volume model menjadi bagian-bagian kecil
(Meshing). Ukuran mesh yang terdapat dalam suatu model akan mempengaruhi ketelitian
dalam analisis CFD yang akan dilakukan. Semakin kecil ukuran mesh pada suatu model, maka
hasil yang didapatkan akan semakin teliti, tetapi membutuhkan daya komputasi dan waktu
proses yang lebih lama dibandingkan model yang memiliki ukuran mesh lebih besar.
Adapun tahapan proses pembuatan mesh model volume fluida system PA Fan sebagai
berikut:

1. Buka file hasil pengerjaan pembuatan model BladeGen yang telah disimpan terdiri dari
model Rotor + Inlet, Stator, Rotor, Stator + Outlet, kemudian klik kanan pada masing-
masing blade design – transfer data to new – pilih TurboGrid.

Gambar 52. Transfer data to TurboGrid


Dengan cara yang sama buatlah ke empat model yang telah dibuat sehingga akan seperti
pada gambar 53. dibawah ini:

30 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 53. Transfer model BladeGen ke TurboGrid
2. Kemudian klik kanan pada Turbo Mesh, turbogrid rotor+inlet dan Edit.

Gambar 54. Edit parameter TurboGrid model Rotor+inlet.

31 | P a g e Laporan Reverse 2
3. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini, lalu tekan OK.

Gambar 55. Pesan erorr


Kotak dialog pesan eror ini menunjukkan adanya satuan yang tidak sesuai dengan
system model yang ada, pada model menggunakan satuan mm, sedang pada
aplikasinya menggunakan satuan meter.
Kemudian pada menu aplikasi TurboGrid klik kanan pada machining - Edit Pilih satuan
base unit = meter (m), kemudian Apply.

Gambar 56. Edit machine data


4. Langkah selanjutnya melakukan pengaturan mesh data pada model stator + inlet dengan
cara memilih menu mesh data – edit. Lalu Bagian method diganti target passage mesh
size, kemudian checklist target maximum expansion rate di hilangkan dan checklist pada
Inlet domain. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

32 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 57. edit parameter mesh data 1

Gambar 58. Edit Parameter mesh data 2


Kemudian Apply
5. Selanjutnya adalah update mesh dengan cara; klik kanan pada topology set pilih suspend
object update agar hasil meshnya update sesuai dengan bentuk modelnya.

33 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 59-60. Update topology set.

6. Kemudian save data turbogrid model rotor+ inlet lalu export mesh dengan cara; menu
files – export mesh – checklist separator domain multiple files – pilih lokasi penyimpanan
dan save. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

34 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 61. Export mesh rotor + inlet.

7. Langkah selanjutnya adalah melakukan edit Turbogrid pada model Stator, Rotor dan
Stator + Outlet dengan cara yang sama pada langkah ke-2 sampai langkah ke-6.
Seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 62. Edit turbogrid model stator

35 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian edit machine data, ubah satuan model menjadi meter lalu apply.

Gambar 63. Edit machine data stator model


kemudian edit mesh data, method = Target passage mesh per size, hilangkan checklist
target maximum expansion rate serta hilangkan checklist inlet domain dan outlet
domain.

Gambar 64. Edit mesh data model stator

36 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian update topology set dan create mesh, sehingg hasilny akan jadi seperti pada
gambar dibawah ini:

Gambar 65. Update topology set model stator.


Kemudian save data turbogrid model stator lalu export mesh dengan cara; menu files –
export mesh – checklist separator domain multiple files – pilih lokasi penyimpanan dan
save.
8. Langkah berikutnya edit turbogrid model rotor, dengan cara yang sama langkahnya
seperti gambar dibawah ini:

Gambar 66. Edit turbogrid model rotor.

37 | P a g e Laporan Reverse 2
Selanjutnya edit machine data, base unit = meter, dilanjutkan dengan edit mesh data
model rotor. Hilangkah checklist target maximum expansion rate dan hilangkah ceklist
inlet dan outlet domain.

Gambar 67. Edit machine data dan mesh data model rotor

Gambar 68. Edit mesh data 2

Selanjutnya update topology set data model rotor sesuai dengan gambar dibawah ini dan
export file sesuai dengan langkah sebelumnya.

38 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 69. Update topology set data model rotor.

9. Langkah selanjutnya edit turbogrid model stator+outlet dengan cara yang

Gambar 70. Edit turbogrid model stator + outlet


Selanjutnya edit machine data pada base unit dibuat meter.

39 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 71. Edit machine data dan edit mesh data model stator + outlet

Gambar 72. Edit mesh data 2


Selanjutnya update topology set dan create mesh pada model stator + output.

40 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 73. Update topology set model stator+outlet
Selajutnya save file dan export mesh.

Gambar 74. Export mesh model stator + outlet


Sehingga akan didapatkan hasil export mesh model menjadi 6 file yaitu; inlet, rotor,
stator 1, rotor , stator 2, outlet. Seperti pada gambar dibawah ini:

41 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 75. Hasil export mesh semua model turbogrid.

C. Simulasi CFD system PAF dengan Project Schematic component system CFX
Simulasi Computer fluid dynamic (CFD) menggunakan software Ansys workbench V.19 pada
component CFX. Adapun tahapan proses simulasi model volume fluida system PAF sebagai
berikut:
1. Pada project schematic yang sudah dibuat sebelumnya, pilih component system CFX
pada menu toolbox pilih CFX pada component system.

Gambar 76. Create ansys CFX

42 | P a g e Laporan Reverse 2
Kemudian klik kanan pada Setup dan pilih edit.

Gambar 77. Set up CFX analisis.

Kemudian pilih menu Tools – Turbo Mode

Gambar 78. Edit turbo mode.

43 | P a g e Laporan Reverse 2
2. Kemudian setelah masuk ke turbo mode, lakukan pengaturan pada spesifikasi; machine
type = Fan, Rotation Axis = Z, type = steady state, untuk coordinate frame = default yang
ada, kemudian pilih next. Seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 79. Edit properties turbo mode.


3. Kemudian pada layer component klik kanan add component untuk menambahkan
komponen dalam CFX. Berikan nama komponennya R1 Inlet, kemudian pilih componen
type = stationery, dan masukkan file mesh inlet yang telah tersimpan hasil export
turbogrid rotor+inlet dalam bentuk .gtm file.

Gambar 80. Add component mesh

44 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 81. Memilih file hasil export mesh model rotor+inlet.gtm.

Kemudian add component rotor 1 dengan cara yang sama, berikan nama R1, type
Rotating dengan value = 1470° dan file mesh = rotor 1:

Gambar 82. Add component rotor 1


Untuk meluruskan sambungan antar komponen dengan cara klik kanan pada
component – axial alignment.

45 | P a g e Laporan Reverse 2
4. Kemudian masukkan komponen Stator 1 (S1), Rotor 2 (R2), Stator 2 (S2), dan Stator 2
Outlet (S2 Outlet) secara berturut-turut, sehingga akan ditampilkan seperti pada gambar
dibawah ini:

Gambar 83. Memasukkan semua komponen PAF


5. Langkah berikutnya setelah selesai memasukkan 6 mesh model system PA Fan adalah
pendefinisian parameter fisik fluida.

Gambar 84. Menentukan parameter fisik fluida kerja.

46 | P a g e Laporan Reverse 2
Masukkan parameter yang diperlukan, yaitu fluid = 25°C, reference pressure 1 atm,
Mass flow inlet P-static outlet, mass flow = per machine, mass flow rate = 199,11 Kg s-1,
P static = 11419 Pa.
6. Kemudian Next untuk melanjutkan langkah berikutnya untuk mengatur parameter
interface.

Gambar 85. Parameter interface


7. Dikarenakan jumlah sudu antara rotor 24 buah, dan stator 23 buah berbeda, hal ini
memerlukan pengaturan tambahan pada interface yaitu pengaturan pitch angle, pitch
angle rotor = 15° (360/24 area sudu) dan Pitch angle stator = 15,65° (360/23 area sudu)

47 | P a g e Laporan Reverse 2
a. Interface Stator 1 - Rotor 1

Gambar 86. Memulai edit interface stator 1 – rotor 1

Gambar 87. Pengaturan pitch angle interface stator 1 – rotor 1

48 | P a g e Laporan Reverse 2
b. Interface rotor 2 - stator 1

Gambar 88. Memulai edit interface stator 2 – rotor 1

Gambar 89. Pengaturan pitch angle interface rotor 2 – stator 1

49 | P a g e Laporan Reverse 2
c. Interface stator 2 – rotor 2

Gambar 90. Memulai edit interface stator 2 – rotor 2

Gambar 91. Pengaturan pitch angle interface stator 2 - rotor 2

8. Menentukan jumlah iterasi


expand toolbar solver – double klik solver – ubah nilai max interasi menjadi 1000

50 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 92. Memulai edit solver control

Gambar 92. Menentukan jumlah iterasi

Setelah selesai simpan file dan tutup ansys cfx kemudian tampilan akan kembali ke
layer project schematic workbench.

51 | P a g e Laporan Reverse 2
9. Langkah berikutnya adalah edit pada solution CFX PA Fan system

Gambar 90. Edit solution CFX PA Fan system

Maka akan muncul tampilan define run

Gambar 91. Start run solution CFX PA Fan.


Lakukan proses running iterasi dengan menekan start run.

52 | P a g e Laporan Reverse 2
Gambar 92. Proses iterasi

Tunggu sampai proses iterasi selesai, proses iterasi akan selesai apabila telah dicapai
residual pada 10-4, hal ini merupakan kondisi batas bawaan dari ansys CFX.

Gambar 93. Proses iterasi selesai


Proses solution CFX PA Fan system selesai, kemudian tutup tampilan.

53 | P a g e Laporan Reverse 2
10. Langkah berikutnya adalah edit pada result CFX PA Fan System.

Gambar 94. Edit result CFX PA Fan system


Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini, kemudian lakukan initialize all
component dengan pilih tab Turbo – initialize all components.

Gambar 95. Tampilan result pada ansys CFX

54 | P a g e Laporan Reverse 2
11. Selanjutnya menghitung hasil simulasi.
Pada simulasi ini ini, hasil yang ingin diperoleh yaitu besarnya nilai torsi pada sudu rotor
1 dan rotor 2. Caranya Pada Tab Calculator – double click fungtion calculator

Gambar 96. Menentukan parameter perhitungan result 1.


Lakukan pengaturan pilih Fungtion = Torque, Location = Rotor 1 Blade, axis = Global (Z)
dan Fluid = Air At 25°C

Gambar 97. Menentukan parameter perhitungan result 2

55 | P a g e Laporan Reverse 2
lalu klik calculate maka akan diperoleh data:

Gambar 98. Hasil perhitungan torque

Dari perhitungan diperoleh :


• Torsi pada sudu rotor 1 sebesar = -253.385 Nm
• Torsi pada sudu rotor 2 sebesar = -225.458 Nm
Tanda negatif (-) menunjukkan arah gaya yang terjadi yaitu berlawanan terhadap arah
rotasi Fan.

56 | P a g e Laporan Reverse 2