Anda di halaman 1dari 5

Panduan teknis tentang syarat dan kelengkapan legalitas pendirian

usaha SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji), pengurusan izin penyimpanan


JUDUL
dan pengangkutan minyak dan gas bumi berdasarkan peraturan
perundang-undangan dan standar pertamina
Menjadi dasar pertimbangan memenuhi syarat dan standar legalitas
TUJUAN
dalam bidang usaha SPBE
RENCANA Mengumpulkan peraturan perundang-undangan dan standar pertamina
Membandingkan legalitas SPPBE PT JMP dengan standar yang telah
TARGET
didapat dari peraturan perundang-undangan dan standar pertamina
Terhadap masalah yang terjadi dan solusi penyelesaian permasalahan
EVALUASI
tersebut

PANDUAN TEKNIS KELENGKAPAN LEGALITAS USAHA SPBE


BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

A. PENGERTIAN SPBE
SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) merupakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji yang telah
mendapat seluruh persetujuan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku dan
dipersyaratkan oleh Pertamina untuk mengusahakan dan menggunakan SPBE, meliputi
kegiatan menerima LPG dari Supply Point yang ditunjuk Pertamina, menyimpan serta
mengisi LPG ke dalam Tabung LPG PSO sesuai ketentuan Pertamina.

SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji ) merupakan Stasiun Pengisian dan
Pengangkutan Bulk Elpiji yang telah mendapat seluruh persetujuan dan perizinan sesuai
ketentuan yang berlaku dan dipersyaratkan oleh Pertamina untuk mengusahakan dan
menggunakan SPPBE, meliputi kegiatan mengambil LPG dari Supply Point yang ditunjuk
Pertamina, menyimpan serta mengisi LPG ke dalam Tabung LPG PSO sesuai ketentuan
Pertamina.

B. REFERENSI DARI WEB PERTAMINA


Ketentuan Pendaftaran SPBE
1. Calon Mitra harus berbentuk Badan Usaha (Perseroan Terbatas /Koperasi).
2. Calon Mitra diharapkan mempersiapkan
a. Copy KTP pengurusus perusahaan (Direksi dan Komisaris)
b. Copy akta pendirian perusahaan, lembar pengesahan dari Kemenkumham atas
akta pendirian perusahaan
c. Copy NPWP perusahaan
d. Copy bukti penguasaan lahan
e. Copy rekening koran 1 (satu) tahun terakhir, rekening tabungan, deposito, dan
rekening giro 1 (satu) tahun terakhir yang akan diperlukan untuk melengkapi
isian data pada aplikasi online ini.
3. Untuk kelancaran verifikasi, Calon Mitra diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen
pendukung antara lain adalah :

KATEGORI STATUS DOKUMEN KEPEMILIKAN DOKUMEN PELENGKAP

Status Hak Guna Sertifikat Hak Guna Bangunan a/n -


Kepemilikan Bangunan Badan Usaha
Tanah (tidak
dijaminkan) Sertifikat Hak Guna Bangunan a/n Bukti Transaksi
pemilik Badan Usaha

Sertifikat Hak Guna Bangunan a/n


Badan Usaha

Hak Guna Sertifikat Hak Guna Bangunan a/n Surat Keterangan Tanah
Bangunan Badan Usaha dari BPN
(dijaminkan)
Sertifikat Hak Guna Bangunan a/n - Surat Keterangan Tanah
pemilik Badan Usaha dari BPN
- Bukti Transaksi

Sertifikat Hak Guna Bangunan a/n -


Badan Usaha

Sewa > 12 Surat Perjanjian Sewa Menyewa Bukti Transaksi atau Surat
tahun (Notarial) Perjanjian

Akta Jual Beli Akta Jual Beli a/n Badan Usaha -

Akta Jual Beli a/n pemilik Badan Bukti Transaksi


Usaha

Pengikatan Jual Akta Jual Beli a/n PT -


Beli (dari
Notaris) Akta Jual Beli a/n pemilik Badan Bukti Transaksi
Usaha
KATEGORI STATUS DOKUMEN KEPEMILIKAN DOKUMEN PELENGKAP

Girik /Persil C Girik/Persil C a/n Badan Usaha Surat Pengikatan Jual Beli

Girik/Persil C a/n pemilik Badan - Surat Pengikatan Jual Beli


Usaha - Bukti Transaksi

Belum ada Dana Pembelian Lahan tersedia Bukti Transaksi


lahan 100%, Ada Kwitansi DP, KTP Pemilik
Lahan, fotocopy sertifikat tanah
dan surat pernyataan jual beli

4. Akta pendirian Perusahaan (PT/Koperasi), SIUP, dan TDP.


5. Rekening koran 1 tahun terakhir atau bukti deposito atas nama pemilik/badan usaha.

Pelaksanaan Operasional SPBE PSO


1. Setelah calon mitra dinyatakan layak sebagai SPBE PSO, calon mitra belum dapat beroperasi
sebelum memenuhi seluruh persyaratan SPBE PSO.
2. Pelaksanaan operasional SPBE PSO harus sesuai dengan SOP (Standard Operating
Procedure) PT Pertamina.
3. Perekrutan dan pengadaan karyawan adalah tanggung jawab pemohon, dan para pekerja
diwajibkan bekerja sesuai dengan etika kerja standar PT Pertamina.

Persyaratan Umum Perijinan SPBE PSO


Di bawah ini adalah persyaratan umum perijinan SPBE PSO yang harus dipenuhi calon mitra
selama 3 (tiga) bulan setelah calon mitra dinyatakan layak sebagai SPBE PSO, berdasarkan surat
resmi dari PT. Pertamina.
Persyaratan administrasi ijin baru SPBE PSO sebagai berikut:
1. Surat permohonan awal Calon Pengusaha SPBE kepada Pertamina.
2. Persetujuan ijin prinsip dari Pertamina.
3. Akta pendirian perusahaan.
4. Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan oleh Menteri Hukum dan HAM.
Bagi Perusahaan yang didirikan sebelum Tahun 2007 wajib menunjukkan Akta Penyesuaian
Anggaran Dasarnya terhadap UUPT No. 40 Tahun 2007.
5. Akta Perubahan Terakhir Perusahaan.
6. Persetujuan Menteri / Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
Perusahaan.
7. Copy Kartu Tanda Penduduk Pengurus Perusahaan (Komisaris dan Direksi).
8. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan RI / Intansi
berwenang.
9. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan / Instansi
berwenang.
10. Surat Keterangan Domisili Perusahaan SPBE dari Kelurahan.
11. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) dari Direktorat Jenderal Pajak.
12. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari Direktorat Jenderal Pajak.
13. Surat Ijin Prinsip Pendirian SPBE dari Pemerintah Daerah.
14. Dokumen UKL & UPL atas nama Calon Pengusaha SPBE untuk lahan yang akan digunakan
untuk SPBE dari BPLH.
15. Sertifikat Hak atas lahan SPBE dari BPN.
Apabila lahan SPBE tidak dimiliki oleh Perusahaan, maka wajib melampirkan bukti
penguasaan tanah yang minimal diwaarmeking oleh Notaris.
16. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) SPBE oleh Pemerintah Daerah.
17. Izin Gangguan (HO) SPBE oleh Pemerintah Daerah.
18. Pakta Integritas atas nama Perusahaan.
19. Surat Pernyataan yang dipersyaratkan dalam pengusahaan SPBE.
20. Surat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI) atas SPBE oleh Direktorat Jenderal Minyak dan
Gas Bumi.
21. Surat Kelayakan Penggunaan Peralatan (SKPP) atas peralatan SPBE oleh Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas Bumi.
22. Bukti Pembayaran Royalty Fee.
23. Bukti Pemasangan CCTV (foto).
24. Surat Persetujuan Kelayakan Operasi (SPKO) SPBE.
25. Ijin penimbunan dari Dirjen Migas (Ijin pengangkutan dari Dirjen Migas, jika SPBE berubah
status menjadi SPBE).
26. Salinan / copy polis asuransi seluruh Asset SPBE dan tenaga kerja.
Poin 1 sd 26 : disampaikan sebelum penandatanganan kontrak SPBE PSO.

Persyaratan sarana dan fasilitas SPBE PSO sebagai berikut:


1. Memiliki atau menguasai tanah dan bangunan dengan peruntukan sebagai tempat usaha
SPBE PSO yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan atau dokumen penguasaan, yang
dimensi minimal lebar : 50 meter dan panjang : 75 meter yang memenuhi persyaratan baik
ditinjau dari segi kegunaan, komersial, keselamatan dan lindungan lingkungan maupun
keamanannya.
2. Tempat usaha dilengkapi dengan sarana fasilitas sesuai ketentuan PT PERTAMINA (Persero)
dan aspek HSSE antara lain :
o Kolam pemadam kebakaran dengan volume sesuai ketentuan yang berlaku.
o Sistem pemadam kebakaran.
o Gate out dan Gate in untuk menuju dan keluar SPBE.
o Dilengkapi dengan Gas Detector (explotion proof).
o Dilengkapi peralatan listrik explotion proof.
3. Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ditempatkan di beberapa titik SPBE (masih
dalam masa berlaku dari dinas terkait). APAR harus diletakkan ditempat yang mudah dilihat
dan mudah terjangkau, terutama didekat pintu/akses masuk.
4. Memasang rambu-rambu petunjuk dan larangan di tempat usaha (antara lain : Rambu-
rambu peringatan Dilarang Merokok, Gas Mudah Terbakar, Dilarang menggunakan telepon
genggam dan dilarang Membanting Tabung).
5. Melengkapi karyawannya dengan Identity Card, pakaian seragam, dengan mencantumkan
secara jelas nama SPBE, logo Elpiji dan nama petugas yang bersangkutan.
6. Memiliki perangkat sarana IT minimal 1 (satu) unit komputer atau laptop, printer, telepon,
dan sambungan internet, serta alamat email yang aktif.
7. Tempat usaha dipasang papan nama sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pertamina.

C. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
1. UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
2. PERMEN ESDM No. 26 Tahun 2009 tentang Liqueified Petroleum Gas
3. PERMEN ESDM No. 52 Tahun 2018 tentang Perizinan Pada Kegiatan Usaha Minyak dan
Gas Bumi
4. Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan
Gas Bumi
5. Peraturan Menteri ESDM Nomor 0007 tahun 2005 tentang Persyaratan dan Pedoman
Pelaksanaan Izin Dalam Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi
6. Prosedur Pengajuan dan Penerbitan Izin Usaha Penyimpanan BBG (CNG), LPG & LNG
7. Prosedur Pengajuan Dan Penerbitan Izin Usaha Pengangkutan LPG (Dengan Fasilitas
Bottling Plant)

http://sppbenews.blogspot.com/2012/10/pembuatan-sppbe.html
http://spbu.pertamina.com/dashboard/info/spbe-pso.html
https://hiswanamigas.com/2019/01/07/dept-spbe-sppbe/