Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil ‘Allamiin, Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha

Tujuan Dokumen ini mengatur standar, proses dan prosedur akses


KENDALI
DOKUME

untuk perawatan di RS Thursina Bekasi.


N

Kuasa atas selesainya Panduan Penerimaan Staf Medis di Rumah Sakit Thursina edisi
pertama ini. Panduan ini dibuat dan disusun bersama untuk kepentingan pelayanan di RS
Thursina. Maksud dan tujuan disusunnya panduan ini adalah agar seluruh karyawan
khususnya staf yang terlibat dalam pelayanan di Rumah Sakit Thursina dapat melaksanakan
tugas dan fungsinya masing-masing sesuai perannya dalam upaya meningkatkan mutu
pelayanan dan melaksanakan pelayanan yang aman bagi pasien (Patient Safety).

Rumah Sakit Thursina memandang perawatan yang diberikan adalah sebagai bagian dari
suatu sistem terpadu yang mencakup : layanan, pekerja dan professional kesehatan serta
berbagai level perawatan. Semua itu merupakan suatu proses perawatan berkelanjutan
(continum of care). Tujuannya adalah mencocokkan kebutuhan pasien dengan layanan yang
tersedia, mengkoordinasikan layanan di rumah sakit kepada pasien untuk kemudian
merencanakan pemulangan serta proses perawatan selanjutnya. Hasilnya adalah perbaikan
hasil perawatan dan pemanfaatan sumber daya yang ada secara lebih efisien. Panduan ini
ditetapkan melalui Keputusan Direktur Rumah Sakit Thursina Nomor : 07/SK-DIR/RS
THURSINA/I/2019 untuk dilaksanakan di Rumah Sakit Thursina.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh staf
yang terlibat dalam penyusunan Panduan ini. Kami menyadari bahwa seiring berjalannya
waktu Panduan ini perlu dilakukan penyesuaian tentang Penerimaan Staf Medis di Rumah
Sakit Thursina seiring dengan perkembangan rumah sakit. Namun demikian kami
memandangnya sebagai awal yang penting dalam upaya memajukan pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit Thursina.

Duri, 23 Januari 2019

dr. Resfaldi Putra


Direktur RS Thursina

1
Kode Kendali Dokumen Panduan Penerimaan Staf Medis Rumah Sakit Thursina
RSA-020-V.1/Yanmed/21.05.2016

Disetujui pada tanggal 23 Januari 2019

Ditinjau kembali pada 21 Januari 2019

Ditetapkan oleh

dr. Resfaldi Putra


Direktur RS Thursina
Tanggal Implementasi 23 Januari 2019

Dokumen ini menggantikan Pedoman Penerimaan Staf Medis Di Rumah Sakit Thursina

Ditujukan kepada:
Seluruh Staf Medis (Dokter) baru di Rumah Sakit Thursina.

Dokumen Terkait:
 Peraturan Pegawai Rumah Sakit Thursina
 Medical Staff by Law
 Mekanisme Kredensial dan Pemberian Surat Penugasan Klinis (SPK)
 Jadwal Jaga Dokter
 Jadwal Konsul Dokter Spesialis

2
PROSES KONSULTASI, PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
Orang-orang penting yang terlibat di dalam mengembangkan dokumen ini (para penulis
utama):

Nama Jabatan
dr. Dodi Mustika Manager Pelayanan Medik
Belman Junaidi, SE Manager Umum, SDM, Keuangan

Diedarkan kepada mereka yang namanya tercantum di bawah ini untuk konsultasi/komentar:
Nama Jabatan
Ns. Siti Nurul Aliyah, S.Kep Ast. Manager Pelayanan Medis
Zaida Fariani,Amd. Ak Kepala Bagian Keuangan
dr.Roza Olina, Sp. KK Ketua Komite Medik

Ya Tidak Keterangan
DISTRIBUTION

Direktur – Sekretariat √ Dokumen Asli


DAFTAR

Komite Medik √ Salinan


Semua manager/Kepala Bagian √ Salinan
Kepala Instalasi/Unit √ Salinan
“Quality control” √ Soft copy dalam ‘pdf’ format untuk
masuk secara online dalam File
“Sekretariat” di server RS Thursina.

3
DAFTAR ISI

SK PENGESAHAN PANDUAN PENERIMAAN STAF KLINIS


KATA PENGANTAR ................................................................................................................................. 1
KENDALI DOKUMEN............................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ................................................................................................................................................ 4

BAB I PENDAHULUAN
1.1. DEFINISI ........................................................................................................................................... 5
1.2. TUJUAN ............................................................................................................................................ 5
1.3. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB............................................................................................... 5
1.4. LANDASAN HUKUM ...................................................................................................................... 6

BAB II RUANG LINGKUP


RUANG LINGKUP ..................................................................................................................................... 6

BAB III TATA LAKSANA


3.1. PENERIMAAN STAF MEDIS .......................................................................................................... 6
3.2. DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN ...................................................................................... 7
3.3. PERLENGKAPAN ............................................................................................................................ 7
3.4. PROSEDUR ....................................................................................................................................... 7
3.5. PROSES IMPLEMENTASI ............................................................................................................. 10

BAB IV DOKUMENTASI
4.1. DOKUMEN TERKAIT ..................................................................................................................... 9
4.2. REFERENSI....................................................................................................................................... 9

4
BAB I PENDAHULUAN
1.1. DEFINISI
Proses penerimaan dokter adalah tahapan dalam melakukan analisa kebutuhan,
seleksi, kredensial, dan pemberian kewenangan klinis (previleging) kepada tenaga
medis sebelum dipekerjakan di lingkungan Rumah Sakit thursina.

1.2. TUJUAN
1.2.1. Untuk memenuhi kebutuhan Staf Medik (SM) yang sesuai dengan spesialisasi
dan kriteria.
1.2.2. Memperoleh staf medis yang berkualitas dan sah sesuai hukum yang berlaku.
1.2.3. Menetapkan kewenangan klinis sesuai keahliannya.
1.2.4. Melindungi pasien, dokter dan rumah sakit dari risiko tuntutan/gugatan hukum
akibat salah mempekerjakan dokter yang tidak profesional, kompeten dan etis.
1.2.5. Untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan medis yang baik, tertib dan
professional sesuai dengan Visi, Misi dan Motto Pelayanan RS Thursina.
1.2.6. Agar seluruh sarana dan prasarana untuk berpraktek di RS Thursina dapat
disediakan sebelum dokter yang bersangkutan menjalankan praktek.

1.3. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB


1.3.1. Direktur, menetapkan kebijakan dan mengesahkan Panduan ini untuk
diberlakukan dan dijaga agar dilaksanakan dengan benar.
1.3.2. Manager Pelayanan Medis, melaksanakan kebijaksanaan dan Panduan ini serta
memantau pelaksanaannya.
1.3.3. Manager Pelayanan Medis, menyiapkan sarana dan prasarana kerja, monitoring
dan memastikan Panduan ini berjalan dengan semestinya serta membimbing
dan memantau kinerja dan perilaku dokter pada tiap tahapan proses
penerimaan dokter.
1.3.4. Para Kabag lainnya, mendukung pelaksanaan proses penerimaan dokter.
1.3.5. Komite Medik, melakukan proses kredensial & previleging sesuai dengan
kebijakan, UU/permenkes yang terkait serta pedoman yang berlaku.
1.3.6. Para Group Dokter/Dokter Gigi, menjalankan previleging sesuai pedoman
kredensial & previleging yang berlaku. Membimbing selama dalam masa
orientasi.
1.3.7. Staf Pelayanan Medis, melakukan tugas administratif (surat menyurat,
menyiapkan dokumen/formulir yang diperlukan, dll), perlengkapan dan
penyediaan sarana praktek (lihat point 3.2)

1.4. LANDASAN HUKUM


Kebijakan No. 07/SK-DIR/RS THURSINA/I/2019 tentang Penerimaan Staf Medis di
Rumah Sakit Thursina.

5
BAB II RUANG LINGKUP
Dokumen ini berlaku untuk semua dokter baru yang akan bertugas dalam memberikan
pelayanan.

BAB III TATA LAKSANA


3.1. PENERIMAAN STAF MEDIS
3.1.1. Rekrutmen tenaga medis harus sesuai dengan analisa kebutuhan sesuai dengan
standard Rumah Sakit.
3.1.2. Dokter yang diinterview adalah kandidat yang sesuai dengan spesifikasi dan
kriteria yang diperlukan.
3.1.3. Dokter yang direkrut harus mempunyai STR yang masih berlaku. Bila dalam
hal tenaga medis yang diperlukan telah memiliki 3 SIP, dan yang bersangkutan
sangat diperlukan oleh RS Thursina, maka ketentuan untuk merekrut harus
seizin Direktur dalam melakukan kredensial dan previleging, membuat Surat
Penugasan Klinis (SPK), Komite Medik dan Manajemen mengacu pada
Peraturan Perusahaan (PP), asosiasi profesi & rumah sakit yang terkait serta
kebijakan kredensial & previleging RS Thursina.
3.1.4. Dokter yang sudah diterima harus segera mengurus Surat Izin Praktek (SIP),
pengurusan SIP dapat dibantu oleh bagian Pelayanan Medis RS Thursina
dengan biaya ditanggung oleh dokter yang bersangkutan. Pengecualian
pembiayaan ditetapkan oleh Direktur.
3.1.5. Setiap dokter yang bekerja di RS Thursina dilakukan verifikasi dokumen
terlebih dahulu pada institusi terkait.
3.1.6. Setiap dokter yang bekerja di RS Thursina harus menandatangani perjanjian
kerjasama dengan RS Thursina.
3.1.7. Setiap dokter yang bekerja di RS Thursina harus setuju dengan Medical Staff
by Law dan tata tertib serta peraturan RS Thursina.
3.1.8. Semua sarana dan prasarana kerja (berpraktik) harus sudah siap pada saat
dokter mulai berpraktik.
3.1.9. Semua dokter sebelum melakukan pekerjaannya harus mengikuti program
orientasi dan induksi (sesuai dengan ketentuan RS Thursina)
3.1.10. Semua dokter akan memasuki masa percobaan selama 3 bulan dibawah
supervisi yang ketat dan dievaluasi.
3.1.11. Semua dokter yang memberikan pelayanan yang berisiko tinggi atau
memberikan asuhan kepada pasien dengan risiko tinggi dievaluasi pada saat
mereka memulai memberikan pelayanan.

3.2. DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN


3.2.1. Daftar/analisa kebutuhan dokter RS Thursina
3.2.2. Formulir Penerimaan Dokter
3.2.3. Medical Staff by Law
3.2.4. Formulir Kredensial dan Previleging

6
3.2.5. Perjanjian Kerjasama
3.2.6. Formulir No. Rekening dan NPWP
3.2.7. Formulir Confidentiality Agreement
3.2.8. Formulir/Surat Berita Acara Kredensial dan Previleging
3.2.9. Formulir/Surat Rekomendasi
3.2.10. Jadwal Praktek Dokter
3.2.11. Dokumen-dokumen lain yang diperlukan untuk keperluan pengurusan SIP
3.2.12. Formulir Orientasi Dokter

3.3. PERLENGKAPAN
3.3.1. Kartu Identitas
3.3.2. Jas Dokter

3.4. PROSEDUR
3.4.1. Tahap Seleksi & Interview :
1) Penyesuaian surat lamaran dokter dengan list/ daftar kebutuhan dokter, bila sesuai
kebutuhan.
2) Asisten Yanmed meminta Dokumen (Lamaran yang dilengkapi dengan CV,
Ijazah, Copy STR, copy SIP tempat praktek yang lain, Sertifikat-sertifikat yang
pernah diikuti) kepada Bagian Personalia
3) Assisten Manager Yanmed akan meneruskan lamaran kepada Manager Yanmed
untuk keputusan dan penetapan untuk interview.
4) Dilakukan interview oleh Direktur, Manager Pelayanan Medis dan Asisten
Manager Pelayanan Medis.
5) Bila kandidiat telah memenuhi persyaratan dan disetujui untuk diproses lebih
lanjut, Direktur akan membuat surat permohonan kepada ketua Komite medik
untuk dilakukan kredensial dan privileging melalui sekretariat Komite Medik.

3.4.2. Tahap Kredensial & Previleging :


1) Melalui Sekretariat Komite Medik, surat permohonan Direktur dan berkas
lamaran diserahkan kepada Ketua Komite Medik untuk kemudian ditentukan
jadwal kredensial dan previleging bersama Tim Sub Kredensial & Previleging.
2) Bersamaan dengan proses di atas, Sub Komite Kredensial dan Previleging melalui
Sekretaris Komite Medik mengirimkan surat permohonan verifikasi dokumen ke
Instansi pendidikan dokter tersebut berasal (Primary Source).
3) Setelah dokumen lengkap, berkas diserahkan kembali oleh Sekretariat Komite
Medik kepada Tim Sub Komite Kredensial dan Previleging untuk dilakukan
interview.
4) Ketua Komite Medik mengirimkan surat undangan kepada Tim Kredensial dan
Previleging beserta anggota dan peer group dari calon terkait untuk interview.
Sekretaris Komite Medik menghubungi dokter pelamar untuk hadir mengikuti
proses interview (kredensial & previleging).
5) Hasil interview kredensial dan previleging dirapatkan kembali dalam rapat Tim
Sub Komite Kredensial dan Previleging beserta anggota dan peer group dari calon

7
terkait untuk verifikasi hasil (bisa langsung setelah interview, tanpa dihadiri
dokter pelamar).
6) Ketua Tim Sub Komite Kredensial dan Previleging membuat Surat Berita Acara
Kredensial dan Previleging dan diserahkan kepada Ketua Komite Medik.
7) Ketua Komite Medik menyatakan setuju/tidak setuju dengan Surat berita Acara
Kredensial dan Previleging dari Tim Sub Komite Kredensial dan Previleging.
8) Jika Ketua Komite Medik setuju, Ketua Komite Medik akan membuat Surat
Rekomendasi kepada Direktur.
9) Jika tidak setuju, Ketua Komite Medik dapat meminta untuk dilakukan Re-
Kredensial dan Previleging (proses 3.4.2.4 s/d 3.4.2.8 diulang).

3.4.3. Tahap Penerimaan/Penolakan dan Orientasi


1) Komite Medik menetapkan apakah calon memenuhi persyaratan kredensial atau
tidak.
2) Komite Medik akan merekomendasikan kewenangan klinis yang akan diberikan
kepada calon yang bersangkutan
3) Hasil proses kredesial dan previleging diserahkan kepada Direktur
4) Direktur dapat mengajukan keberatan dan dapat meminta dilakukan Re-kredensial
& Previleging atau dapat menetapkan keputusan yang berbeda.
5) Jika Direktur setuju, Direktur akan menerbitkan Surat Penugasan Klinis (SPK)
kepada calon yang bersangkutan setelah SIP selesai proses.
6) Setelah dokter pelamar tersebut ditetapkan dapat diterima, Kabag. Pengembangan
Yanmed menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana praktek dokter seperti :
a. ID Card/Nametag
b. Pemberian alamat email RS Thursina
c. Jadwal Praktek
d. Dokumen Perjanjian Kerjasama
e. Formulir No. Rekening & NPWP
f. Dokumen-dokumen guna pengurusan SIP
 Formulir dari Ikatan Dokter Indonesia
 Surat Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit
 Surat Keterangan Bekerja di RS Thursina
 Formulir Permohonan SIP Dokter
 Formulir Surat Pernyataan Tempat Praktek
 Formulir Permohonan Rekomendasi Izin Praktek
 Formulir permohonan akses/sambungan sistem AHIS dan internet
sesuai kebutuhan
 Surat Pernyataan tidak sedang menjalankan sanksi etik atau sanksi
pidana
 Formulir Isian Rekomendasi Sejawat
 Pernyataan Keanggotaan Cabang
 Surat Pernyataan tidak lebih dari 3 tempat praktek
7) Penentuan waktu penyerahan kelengkapan kebutuhan sarana praktek dokter
a. Bila kebutuhan dokter yang bersangkutan tidak mendesak/darurat maka waktu

8
yang dibutuhkan untuk hal tersebut adalah sejak Surat Penugasan Klinis (SPK)
diterbitkan sampai dengan hari pertama dokter praktek (SIP terbit).
b. Bila kebutuhan dokter tersebut sangat mendesak, maka keputusan diserahkan
kepada Direktur.

3.4.4. Tahap Orientasi


1) Orientasi yang dimaksud bertujuan untuk pengenalan terhadap tempat, staf dan
juga sistem seperti SPO, kebijakan-kebijakan, dokumen kerja di RS Thursina.
2) Orientasi untuk dokter umum fresh graduate lamanya 1 bulan ; IGD, , Ruang
Perawatan Khusus ,Ruang Perawatan Umum, dan VK, OK atau sesuai
kebutuhan yang ditetapkan oleh Managemen RS Thursina.
3) Orientasi untuk Dokter Spesialis sedapat mungkin dilakukan pada hari pertama
bekerja.
4) Setiap dokter harus mendapat pelatihan sistem computer (AHIS) sebelum mulai
berpraktek oleh EDP/IT Rumah Sakit Anada.
5) Setiap dokter harus mengikuti program orientasi (orientation program)

3.4.5. Tahap Praktek


1) Selama masa satu bulan pertama, dokter difasilitasi dan didukung oleh Kabag
Pelayanan Medis dan Kabag. Keperawatan agar dalam masa penyesuaian tersebut
dokter dapat berpraktek dengan layak dan nyaman.
2) Evaluasi terhadap kinerja dan attitude/perilaku dokter baru dilakukan pada masa-
masa praktek 1 (satu), 6 (enam) dan 12 (dua belas) bulan pertama. Perjanjian
kerjasama akan dievaluasi satu bulan sebelum akhir masa perjanjian berakhir.

3.5. PROSES IMPLEMENTASI


Setiap unit yang terlibat harus mendukung proses tersebut.

BAB IV. DOKUMENTASI


4.1. DOKUMEN TERKAIT
Panduan ini harus dibaca bersama dengan panduan dan peraturan lainnya, termasuk:
1) Panduan Akses ke Pelayanan RS Thursina
2) Panduan Persetujuan Tindakan Medis
3) Panduan Proses Pemulangan Pasien
4) Panduan Identifikasi Pasien

4.2. REFERENSI
1) Permenkes No. 755/MENKES/PER/IV/2011 tentang penyelenggaraan Komite
Medik di Rumah Sakit
2) Undang-undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
3) Medical Staf by Law RS Thursina Bekasi
4) Pedoman Kredensial & Previleging Dokter, PERSI
5) Ketentuan Konsil Kedokteran tentang STR & SIP