Anda di halaman 1dari 13

Makalah Manajemen Keuangan 1

MANAJEMEN MODAL KERJA (WORKING CAPITAL MANAGEMENT)

Oleh:

Kelompok 2

Muhammad Abduh B1C118158


Nurul Wulan B1C118159
Aas Narlinda B1C118160
Muh. Fachrul B1C118161
Devie Nursafitri B1C118162
Muh. Riyadi B1C118163
St. Mutmainna B1C118164

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu dan penuh kemudahan, tanpa
pertolongan Allah mungkin makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami Makalah ini memuat tentang
”MANAJEMEN MODAL KERJA (WORKING CAPITAL MANAGEMENT)”
Semoga makalah ini bermanfaat, makalah ini masih banyak kekurangan,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima Kasih.

Kendari, Oktober 2019


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Modal Kerja
B. Konsep Modal Kerja
C. Jenis-jenis Modal Kerja
D. Faktor Modal Kerja
E. Kebijakan Modal Kerja

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen keuangan merupakan keseluruhan aktivitas perusahaan yang
bersangkutan dangan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya
minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk
menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Modal kerja merupakan salah satu input penting yang digunakan untuk
menghitung nilai tambah ekonomi suatu perusahaan dan devisi.
Dalam menyusun dan menyempurnakan makalah ini penyusun mencoba
untuk menyampaikan bahwa modal kerja memiliki arti penting dalam pengaturan
jasa-jasa monopoli yang di beriakan oleh perusahaan-perusahaan. sehingga pembaca
dapat mengambil manfaat yang terkandung dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian modal kerja?
2. Bagaimana konsep modal kerja?
3. Apa saja jenis modal kerja?
4. Apa saja kebijakan modal kerja?
C. Tujuan
Makalah ini kami buat untuk membahas masalah manajemen modal kerja
serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Semoga dengan adanya makalah ini bisa
menambah wawasan ilmu pengetahuan kita tentang hal ini.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Modal Kerja


Gitman (2001) menjelaskan bahwa modal kerja adalah jumlah harta lancar yang
merupakan bagian dari investasi yang bersirkulasi dari satu bentuk ke bentuk yang
lain dalam suatu kegiatan bisnis. Weston dan Brigham (1986) menjelaskan bahwa
manjemen modal kerja adalah investasi perusahaan dalam jangka pendek: kas, surat-
surat berharga (efek), piutang, dan persediaan.
Pengertian modal kerja adalah jumlah kekayaan atau aktiva lancar, seperti kas
atau uang tunai di peti kas dan di bank, piutang usaha dan persediaan bahan baku,
bahan pembantu, dan barang jadi, ditambah kewajiban atau pasiva lancar, seperti
hutang usaha dan pinjaman jangka pendek. Dengan demikian maka manajemen
modal kerja merupakan semua kegiatan dalam rangka pengelolaan aktiva lancar dan
pasiva lancar.

B. Konsep Modal Kerja


Bambang Riyanto (1995) mengemukakan modal kerja dapat dibagi menjadi 3
konsep yaitu konsep kuantitatif, kualitatif, dan fungsional.
1. Konsep Kuantitatif
Modal kerja menurut konsep kuantitatif menggambarkan keseluruhan
atau jumlah dari aktiva lancar seperti kas, surat-surat berharga, piutang persediaan
atau keseluruhan daripada jumlah aktiva lancar dimana aktiva lancar ini sekali
berputar dan dapat kembali ke bentuk semula atau dana tersebut dapat bebas lagi
dalam waktu yang relatif pendek atau singkat. Konsep ini biasanya disebut modal
kerja bruto (gross working capital).
Berdasarkan konsep tersebut di atas dapat disimpulkan, bahwa konsep
tersebut hanya menunjukkan jumlah dari modal kerja yang digunakan untuk
menjalankan kegiatan operasi perusahaan sehari-hari yang sifatnya rutin, dengan
tidak mempersoalkan dari mana diperoleh modal kerja tersebut, apakah dari pemilik
hutang jangka panjang ataupun hutang jangka pendek. Modal kerja yang besar belum
tentu menggambarkan batas keamanan atau margin of safety yang baik atau tingkat
keamanan para kreditur jangka pendek yang tinggi. Jumlah modal kerja yang besar
belum tentu menggambarkan likuiditas perusahaan yang baik sekaligus belum tentu
menggambarkan jaminan kelangsungan operasi perusahaan pada periode berikutnya.
2. Konsep Kualitatif
Menurut konsep kualitatif modal kerja merupakan selisih antara aktiva
lancar dengan utang lancar. Berdasarkan konsep ini modal kerja merupakan sebagian
dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi
perusahan tanpa menunggu likuiditasnya. Konsep ini biasa disebut dengan modal
kerja neto (net working capital).
Definisi ini bersifat kualitatif karena menunjukkan tersedianya aktiva lancar
yang lebih besar daripada hutang lancar dan menunjukkan tingkat keamanan bagi
kreditur jangka pendek serta menjamin kelangsungan operasi di masa mendatang dan
kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan jangka pendek dengan jaminan
aktiva lancar.
3. Konsep Fungsional
Modal kerja menurut konsep inimenitik beratkan pada fungsi dari pada
dana dalam menghasilkan dana atau income dari usaha pokok perusahaan. Setiap
dana yang digunakan dlam perusahaan dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan.
Ada dana yang digunakan dalam satu periode akuntansi tertentu yang menghasilkan
pendapatan pada periode tersebut. Sementara itu, ada pula dan aynag dimaksudkan
utuk menghasilkan pada periode2periode selanjutnya atau dimasa yang akan datang,
misalnya bangunan, mesin-mesin, alat-alat kantor atau aktiva tetap lainnya yang
disebut future income. Jadi modal kerja menurut konsep ini adalah dana digunakan
untuk menghasilkan pendapata pada saat ini sesuai dengan maksud utama
didirikannya perusahaan, diantaranya kas, piutang dagang. Dan lain sebagainya.
Sedangkan efek atau surat berharga dan marjin laba dari piutang merupakan
modal kerja potensial yang akan menjadi modal kerja bila piutang sudah dibayar dan
efek sudah dijual.

C. Jenis Modal Kerja


Menurut WB. Taylor da Bambang Rianto (1995) Modal Kerja digolongkan
dalam beberapa jenis yaitu
1. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Modal kerja permanen yaitu modal kerja yang ada pada perusahaan untuk
dapat menjalankan fungsinya, modal kerja ini terdiri dari :
a. Modal kerja primer (Primary Working Capital)
Modal kerja primer merupakan jumlah modal kerja minimum yang harus ada
pada perusahaan untuk menjaga kontinuitas usahanya atau modal kerja yang secara
terus menerus diperlukan untuk kegiatan usahanya.
b. modal kerja normal
Modal kerja normal adalah modal kerja dibutuhkan untuk proses produksi
normal.
2. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan
keadaan, modal kerja ini terdiri dari :
a. Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital)
Modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi musim.
b. Modal kerja siklis (Cyclical Working Capital)
Modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.
c. Modal kerja darurat (Emergency Working Capital)
Modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang
tidak diketahui sebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, banjir,
perobahan keadaan ekonomi yang mendadak).
D. Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
a. Volume Penjualan
Perusahaan membutuhkan modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional
pada saat terjadi peningkatan penjualan.
b. Faktor Musim dan Siklus
Fluktuasi dalam penjualan yang disebabkan oleh faktor musim dan siklus akan
mempengaruhi kebutuhan akan modal kerja.
c. Perubahan dalam teknologi
Jika terjadi pengembangan teknologi maka akan berhubungan dengan proses
produksi dan akan membawa dampak terhadap kebutuhan akan modal kerja
d. Kebijakan Perusahaan
Kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan juga akan membawa dampak
terhadap kebutuhan modal kerja.

E. Kebijakan Modal Kerja


Kebijakan modal kerja dihubungkan dengan jangka waktu pinjaman dan
tingkat bunga, makin panjang umur pinjaman makin tinggi tingkat bunganya.
Pinjaman jangka panjang untuk modal kerja, pihak yang meminjam harus membayar
bunga yang lebih besar daripada pinjaman jangka pendek. Karena masa mendatang
adalah penuh ketidakpastian sehingga pihak yang memberi pinjaman
memperhitungkan risiko ketidakpastian tersebut. Modal kerja yang dipenuhi dengan
pinjaman jangka panjang memiliki tingkat likuiditas tinggi, risiko kegagalan
memenuhi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo kecil. Pada umumnya perusahaan
menggunakan pinjaman jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan modal kerjanya,
dan perusahaan yang demikian disebut menganut kebijakan modal kerja yang
konservatif.
Kebijakan modal kerja yang lainnya adalah bahwa modal kerja harus
dihubungkan dengan harta. Harta lancar sebaiknya dibiayai dengan utang lancar,
harta tetap sebaiknya dibiayai dengan utang jangka panjang dan modal sendiri.
Perusahaan yang mampu melaksanakan kegiatan bisnis dengan kebijakan modal kerja
yang demikian melakukan kebijakan modal kerja yang agresif; risikonya besar karena
semua kewajiban yang jatuh tempo harus dapat dipenuhi oleh tersedianya harta
lancar. Perusahaan yang melakukan kebijakan model ini lebih banyak gagalnya,
karena struktur harta lancar itu ada yang sulit dicairkan menjdai uang tunai yaitu
persediaan, khususnya persediaan barang setengah jadi atau persediaan barang dalam
proses. Perusahaan pada umumnya memiliki tiga jenis kebijakan modal kerja, yaitu:
1) Kebijakan yang agresif, yaitu modal kerja dipenuhi dengan seluruhnya dengan
utang jangka pendek
2) Kebijakan yang moderat, yaitu modal kerja dipenuhi 50% dengan utang jangka
pendek dan 50% dipenuhi dengan utang jangka panjang
3) Kebijakan yang konservatif, yaitu seluruh modal kerja dipenuhi dengan utang
jangka panjang
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengertian modal kerja adalah jumlah kekayaan atau aktiva lancar, seperti kas
atau uang tunai di peti kas dan di bank, piutang usaha dan persediaan bahan baku,
bahan pembantu, dan barang jadi, ditambah kewajiban atau pasiva lancar, seperti
hutang usaha dan pinjaman jangka pendek. Dengan demikia maka manajemen modal
kerja merupakan semua kegiatan dalam rangka pengelolaan aktiva lancar dan pasiva.
Adapun konsep modal kerja adalah Konsep Kuantitatif, Konsep Kualitatif dan
Konsep Fungsional.
B. Saran
Diharapkan kepada para pembaca dapat mengetahui, memahami dan
menambah wawasan tentang Manajemen modal kerja dan dapat mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari
CONTOH KASUS

P.T. Abadi Sentosa memiliki neraca dan laporan laba rugi sebagai berikut:

P.T. Abadi Sentosa


Neraca
Per 31 Desember 2006
( dalam ribuan rupiah )

Kas Rp 461.538 Utang Dagang Rp 1.500.000


Piutang Dagang Rp 1.900.000 Utang Bank Rp 312.500
Persediaan Rp 2.361.538 Utang Wesel Rp 568.269
Total Aktiva Lancar Rp 4.661.538 Total UtangLancar Rp 2.380.769

Aktiva Tetap Rp 10.463.462 Utang jangka Panjang Rp 4.500.000


Modal Saham Rp 4.750.000
Laba ditahan Rp 3.494.231
Total Aktiva Rp 15.125.000
Total Utang + Modal Rp15.125.000

P.T. Abadi Sentosa


Laporan Rugi Laba
Per 31 Desember 2006
( dalam ribuan rupiah )
Penjualan Rp 60.000.000
Harga Pokok Penjualan (Rp 41.400.000)
Laba Kotor Rp 18.600.000
Biaya Administrasi dan Umum (Rp 6.250.000)
Laba Sebelum Bunga dan Pajak ( EBIT ) Rp 12.350.000
Bunga (Rp 3.750.000)
Laba sebelum Pajak ( EBT ) Rp 8.600.000
Pajak penghasilan 30 % (Rp 2.580.000)
Laba Bersih Setelah Pajak Rp 6.020.000

PT. Abadi Sentosa pada tahun 2007 merencanakan menjual produknya senilai
Rp. 75.000.000.000. Perusahaan bekerja sebulan rata-rata 30 (tiga puluh hari). Berapa
besar kebutuhan modal kerja PT. Abadi tahun 2007
Jawaban
Perputaran Kas = Penjualan = Rp 60.000.000 = 130 kali
Kas Rp 461.538
Perputaran Piutang = Penjualan = Rp 60.000.000 = 31 kali
Piutang Rp 1.900.000
Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan = Rp 41.400.000 = 18 kali
Persediaan Rp 2.300.000

Setelah perputaran dari setiap unsur modal kerja di ketahui, selanjutnya di hitung
periode terikatnya unsur modal kerja, dan hasilnya dijumlahkan menjadi periode
terikatnya modal kerja (diasumsikan 1 tahun = 360 hari).
Periode terikatnya modal kerja adalah sebagai berikut:
Kas = 360 : 130 = 3 hari
Piutang = 360 : 31 = 12 hari
Persediaan = 360 : 18 = 20 hari
Jumlah………………………… 35 hari.

Dengan demikian periode terikatnya modal kerja secara keseluruhan adalah 35 hari,
sehingga perputaran unsur modal kerja adalah 360 : 35 x 1 hari = 10 kali.
Apabila pada tahun 2007 perusahaan diperkirakan akan mampu menjual produknya
seharga
Rp. 75.000.000.000 maka kebutuhan modal kerjanya:
= Rp 75.000.000.000
10
= Rp 7.500.000.000.
DAFTAR PUSTAKA

Bambang Rianto. 1995. Dasar-dasar pembelajaran perusahaan. Yoyakarta:yayasan


badan penerbit gadjah mada
Dahlan siamat. 2004. Manajemen Lembaga Keuangan. Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia

http://tutorialkhen.blogspot.com/2016/01/makalah-makalah-modal-kerja-mata-
kuliah.html

https://alexandria05.blogspot.com/2014/11/contoh-soal-modal-kerja.html