Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

MANAJEMEN KEUANGAN
LAVARAGE OPERASI, LAVARAGE KEUANGAN
DAN LAVARAGE TOTAL

OLEH
RIAN HIDAYAT SAPUTRA B1C1 18 179
LUSI NASRA B1C1 18 180
AMASHA B1C1 18 181
INDAH LESTARI B1C1 18 182
IZAK ZAAT B1C1 18 183
NUR PATMASARI B1C1 18 185
NUR ISLAMIYAH B1C1 18 186

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
KATA PENNGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga
makalah ini bisa selesai pada waktunya.
Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman teman yang telah berkontribusi
dengan memberikan ide idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan
rapi.
Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para
pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
DAFTAR ISI

KATA PENNGANTAR ............................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii

BAB I ............................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1

1.1 latar belakang ...................................................................................................... 1

1.2 rumusan masalah ................................................................................................. 1

1.3 Tujuan .................................................................................................................. 2

1.4 Manfaat ................................................................................................................ 2

BAB II ........................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ........................................................................................................... 3

2.1 Pengertian Lavarage ............................................................................................ 3

2.2 Lavarage Operasi ................................................................................................ 6

2.3 financial lavarage................................................................................................. 9

2.4 Lavarage Kombinasi ......................................................................................... 13

BAB III ....................................................................................................................... 16

PENUTUP ................................................................................................................... 16

3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 16

3.2 Saran ................................................................................................................. 16


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Leverage adalah penggunaan asset dan sumber dana (sources of funds) oleh
perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar
meningkatkan keuntungan pemegang saham. Perusahaan yang
menggunakan leverage dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih
besar dari biaya tetap (beban tetap). Misal perusahaan meminjam uang (utang)
dalam bentuk obligasi maka beban tetap yang ditanggungnya adalah bunga
(coupon). Perusahaan mengeluarkan saham biasa atau saham preferen maka
beban yang ditanggung adalah deviden yang yang harus dibayar kepada
pemegang saham. Perusahaan menggunakan mesin, gedung maka peerusahaan
harus mengeluarkan biaya tetap berupa defresiasi dari aset tersebut.
dalam istilah bisnis modern disebut leverage. Leverage terdiri dari tiga
jenis yaitu operating leverage ,financial leverage, dan total lavarage. operating
leverage adalah penggunaan asset dengan beban tetap dan financial leverage
adalah penggunaan dana dengan beban tetap. Serta total lavarage adalah
pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan laba setelah pajak untuk
mengukur secara langsung efek perubahan penjualan terhadap perubahan laba
rugi pemegang saham dengan Degree of Combine Leverage (DCL) yang
didefinisikan sebagai persentase perubahan pendapatan per lembar saham
sebagai akibat persentase perubahan dalam unit yang terjual.

1.2 Rumusan Masalah


1. Jelaskan pengertian lavarage ?
2. Apa yang di maksud dengan lavarage operasi ?
3. Jelaskan tentang lavarage keuangan ?
4. Apa yang di maksdu dengan lavarage total ?
1.3 Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah adalah
1. Agar dapat memahami apa itu lavarage
2. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat lavarage
3. Untuk mengetahui dan memahami tentang lavarage operasi, lavarage
keuangan dan lavarage total.

1.4 Manfaat
Agar menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan kita dapat
menghitung rasio lavarage dengan mengenalkan dan memberi pembekalan
tentang lavarage operasi, lavarage keuangan dan lavarage total.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lavarage


Menurut Sjahrial (2009:147), Leverage adalah penggunaan aktiva dan
sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) berarti
sumber dana yang berasal dari pinjaman karena memiliki bunga sebagai beban
tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham.

Dalam manajemen keuangan, Leverage adalah penggunaan assets dan


sumber dana (sources of founds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap
(beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial
pemegang saham. Jika semua biaya bersifat variabel, maka akan memberikan
kepastian bagi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tapi karena sebagai biaya
perusahaan bersifat biaya tetap, maka untuk menghasilkan laba diperlikan tingkat
penjualan minimum tertentu.

Biaya tetap adalah biaya yang tidak terkait dengan operasi perusahaan,
sehingga tidak ada kaitannya dengan penjualan perusahaan. Karena biaya tetap
tidak terkait dengan penjulan perusahaan, maka biaya ini menjadi risiko yang
hasus ditanggung oleh perusahaan. Biaya tetap perusahaan dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu:

1. Biaya tetap operasi


Adalah biaya tetap dari aktivitas operasional perusahaan. Risiko yang
ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko operasional. Biaya ini seperti biaya
sewa gudang, biaya tenaga kerja bagian administrasi, dan lain-lain.
2. Biaya tetap keuangan
Adalah biaya tetap karena perusahaan menggunakan hutang sebagai
sumber pendanaan perusahaan. Risiko yang ditimbulkan dari biaya ini disebut
risiko keuangan. Biaya ini berupa biaya bunga.

3. Biaya tetap total


Adalah penjumlahan dari biaya tetap operasi dan keuangan. Risiko yang
ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko bisnis atau perusahaan.

Perusahaan menggunakan operating dan financial leverage dengan tujuan


agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya assets dan sumber
dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuangan pemegang saham.
Sebaliknya leverage juga menigkatkan variabilitas (risko) keuntungan, karena
jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya
tetapnya maka penggunaan leverage akan menurunkan keuntungan pemegang
saham.

LEVERAGE DAN LAPORAN RUGI LABA


PT ASDB
Laporan Rugi Laba
1 Januari – 31 Desember 1989
( dalam Rp 000,- )

Bentuk yang Diperbaiki


Penjualan Bersih Rp5.000.000,-
Biaya operasi variabel Rp3.000.000,-
Biaya operasi tetap 1.000.000,-
Rp4.000.000,-
operating
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) Rp1.000.000,-
Bunga pinjaman 250.000,-

Laba sebelum pajak (EBT) Rp 750.000,-


Pajak penghasilan (40%) 300.000,-

Laba setelah pajak (EAT) Rp 450.000,-


financial Deviden saham prefen 150.000,-
Laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa Rp 300.000,-
Laba per lembar saham (EPS) – 100.000 lembar Rp 3.000,-
Biaya tetap adalah biaya yang dalam jangka pendek tidak berubah karena
variabilitas operasi (tingkat output yang dihasilkan) maupun penjualan. Biaya-
biaya tersebut meliputi depresiasi bangunan kantor dan pabrik, kendaraan,
peralatan kantor, asuransi kecelakaan, kesehatan dan gaji manajer.
Dengan adanya biaya tetap pada struktur biaya perusahaan, maka untuk
mencapai tingkat keuntungan tertentu, perusahaan harus mampu menghasilkan
penjualan inimum tertentu. Jika sebua biaya perusahaan bersifat variable, maka
tidak ada risiko bagi perusahaan. Biaya tetap itu dapat diklasivikasikan menjadi:
1. Biaya tetap operasi
2. Biaya tetap keuangan
3. Biaya tetap total

Biaya tetap operasi menimbulkan risiko operasi bagi perusahaan. Biaya ini
timbul dari kegiatan operasi keuangan. Biaya tetap keuangan menimbulkan risiko
keuangan. Biaya ini timbul karena penggunaan hutang sebagai sumber dana
perusahaan. Biata tetap total adalah penjumlahan dari biaya tetap operasi dengan
biaya tetap keuangan.
Seluruh biaya tetap itu menimbulkan risiko bagi perusahaan. Risiko yang
ditimbulkan oleh biaya tetap operasi disebut risiko operasi. Tingkat risiko
tersebut secara kuantitaif dapat diukur dengan leverage operasi. Risiko yang
ditimbulkan dari biaya tetap keuangan disebut risiko keuangan. Tingkat risiko
tersebut secara kuantitatif dapat diukur dengan leverage keuangan. Secara
keseluruhan risiko operasi dan risiko keuangan disebut risiko bisnis atau risiko
perusahaan. Tingkat risiko tersebut secara kuantitatif dapat diukur dengan
leverage total.
2.2 Lavarage Operasi
Apabila perusahaan memiliki biaya operasi tetap atau biaya modal tetap,
maka dikatakan perusahaan menggunakan leverage. Dengan menggunakan
operating leverage, perusahaan mengharapkan bahwa perubahan penjualan akan
mengakibatkan perubahan laba sebelum bunga dan pajak yang lebih besar.
Multiplier effect hasil penggunaan biaya operasi tetap terhadap laba sebelum
bunga dan pajak disebut dengan degree of operating leverage atau disingkat
menjadi DOL.
Sementara itu perusahaan yang menggunakan sumber dana dengan beban
tetap dikatakan bahwa perusahaan mempunyai financial leverage. Penggunaan
financial leverage ini dengan harapan agar terjadi perubahan laba per lembar
saham (EPS) yang lebih besar daripada perubahan laba sebelum bungan dan
pajak (EBIT). Multiplier effect yang dihasilkan karena penggunaan dana denga
biaya tetap ini disebut dengan degree of financial leverage (DFL).
Pengaruh Leverage Operasi terhadap Risiko Sistematik Saham Leverage
operasi menggambarkan struktur biaya perusahaan yang dikaitkan dengan
keputusan manajemen dalam menentukan kombinasi asset perusahaan. Leverage
operasi terjadi pada saat perusahaan menjalankan operasinya dengan
menggunakan aktiva tetap, seperti mesin-mesin dan peralatan produksi, sehingga
menimbulkan biaya yang bersifat tetap seperti biaya perawatan (maintenance).
Dalam jangka pendek penggunaan aktiva yang relatif tinggi akan menimbulkan
proporsi biaya tetap yang relatif tinggi terhadap biaya variabel. Proporsi biaya
tetap yang tinggi menunjukkan leverage operasi perusahaan yang tinggi.
Berapapun laba operasi yang diterima perusahaan tidak akan berpengaruh
terhadap biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Pada
perusahaan yang mengalami penurunan laba operasi, maka besarnya biaya tetap
yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tidak akan berubah. Hal ini dapat
menyebabkan laba bersih perusahaan semakin kecil, yang tercermin dalam EAT
(Earning After Tax) yang juga menurun. Investor biasanya tidak berminat
menginvestasikan dananya pada perusahaan yang memiliki EAT rendah, karena
return yang akan diterima juga rendah. Hal ini akan berpengaruh terhadap
demand investor terhadap saham perusahaan yang juga akan menurun, sehingga
harga sahamnya menjadi ikut turun. Akibatnya risiko sistematik (beta) saham
perusahaan meningkat.
Dalam kondisi jangka panjang semua input yang digunakan dalam
produksi suatu perusahaan adalah bersifat variabel. Akibatnya biaya tetap tidak
lagi menjadi beban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Dengan adanya skala
ekonomi yang optimal, menyebabkan penurunan biaya rata-rata perusahaan
seiring meningkatnya skala operasi dalam jangka panjang.

Persentase perubahan pada EBIT


DOL Rp.= -----------------------------------------------
Persentase perubahan pada penjualan

Dimana DOL Rp = DOL pada pada rupiah penjualan tertentu

EBIT
DOL  EBIT
Q
Q

Karena EBIT = Q (P-V) – F

Maka  Q (P – V) karena F tetap

Q( P  V ) Q Q( P  V )
DOL  x DOLRp 
Q( P  V )  F Q Q( P  V )  F
Dimana :

Q = unit penjualan
P = harga jual per unit
V = biaya variable per unit
F = total biaya tetap

Contoh soal.

Diketahui harga/unit (P) = Rp. 10, Biaya variable/unit = Rp. 6, Total


biaya tetap (F) = Rp. 100.000. Berapa DOL pada penjualan sebesar
Rp. 300.000 atau 30.000 unit ?

Jawab :
Q( P  V )
DOLRp .300.000 
Q( P  V )  F

30.000 (10 – 6)
=-----------------------------
30.000(10-6) – 100.000

120.000
= -------------
20.000
=6x
Artinya : pada saat penjualan sebesar Rp. 300.000 atau 30.000 unit
(jika harga jual Rp. 10/unit) jika penjualan naik 1%, EBIT akan naik
6x atau 6%, jika penjualan turun 1%, EBIT akan turun 6x atau 6%.

Q( P  V )
Rumus DOL  dapat dirubah menjadi :
Q( P  V )  F
S - TVC
DOL Rp = -------------------
S – TVC – F

Dimana :
S = Jumlah penjualan total dalam rupiah
TVC = Total variable cost atau biaya variable total
F = Total fixed cost atau biaya tetap total

2.3 financial lavarage


Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban
tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih
besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang
tersedia bagi pemegang saham. Dengan demikian alasan yang kuat untuk
menggunakan dana dengan beban tetap adalah untuk meningkatkan pendapatan
yang tersedia bagi pemegang saham (Agus Sartono, 2001 dalam blogspot
Revolusi Aditya Ibrahim, 2011).
sehingga akan meningkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.
Financial leverage dengan demikian menunjukan perubahan lab per lembar
saham (earning per share atau EPS) sebagai akibat perubahan EBIT.
Pengaruh Leverage Finansial terhadap Risiko Sistematik Saham,
Leverage finansial menggambarkan tingkat sumber dana utang dalam struktur
modal perusahaan. Penggunaan utang yang relatif tinggi menimbulkan biaya
tetap berupa beban bunga. Bunga utang ini harus dibayarkan oleh perusahaan
berapapun laba yang diterimanya. Semakin banyak perusahaan menggunakan
utang, maka akan semakin besar bunga utang yang harus dibayarkan. Artinya
tingkat leverage finansial semakin tinggi. Para investor biasanya enggan
menginvestasikan dananya pada perusahaan yang memiliki tingkat leverage
tinggi karena return yang akan diterima menjadi lebih rendah. Hal ini disebabkan
laba perusahaan atau EBIT (Earning Before Interest and Tax) harus dikurangi
bunga utang (interest) yang jumlahnya besar akibat penggunaan utang yang
besar, sehingga EPS (Earning per Share) dan EAT (Earning After Tax)
perusahaan menjadi rendah. Investor lebih suka menginvestasikan dananya pada
perusahaan yang memiliki EAT tinggi, yang berarti return yang diterima juga
akan tinggi. Pada saat perusahaan menggunakan proporsi utang yang tinggi,
artinya leverage finansial perusahaan yang tinggi, minat investor akan menurun,
sehingga harga saham perusahaan menurun, disebabkan kondisi pasar perusahaan
tersebut yaitu demand atau permintaan terhadap sahamnya yang menurun. Hal ini
akan berpengaruh terhadap beta saham perusahaan yang mencerminkan risiko
yang dialami perusahaan akan meningkat.

PersentasePerubahanPadaEPS
DFLEBIT 
PersentasePerubahanPadaEBIT

Dimana DFL adalah degree of financial leverage pada EBIT tertentu.

EBIT Q (P – V) - F
DFL = ------------------------- atau DFL = ----------------------
EBIT – biaya bunga Q (P – V) – F – C
Dimana :

Q = unit penjualan
P = harga jual per unit
V = biaya variabel per unit
F = biaya tetap total
C = biaya bunga

Contoh :
P = Rp. 100
V = Rp. 50
F = Rp. 100.000
C = Rp. 20.000
T = Pajak = 50 %

EBIT pada Q = 4000 unit adalah :


Q (P – V) – F = 4000 (100 – 50) – 100.000 = Rp. 100.000

Perhitungan EPS
EBIT Rp. 100.000
Biaya bunga Rp. 20.000
----------------
EBIT Rp. 80.000
Pajak (50%) Rp. 40.000
----------------
EAT Rp 40.000
Saham beredar Rp 10.000
EPS Rp 4
DFL pada EBIT Rp. 100.000 adalah :

Q (P – V) - F
DFL 100.000 =----------------------
Q (P – V) – F - C

= 4000 (100 – 50) – 100.000


--------------------------------------------
40000 (100 – 50) – 100.000 – 2.000

= 1,25 x

Artinya jika EBIT berubah 1 % EPS akan berubah 1,25 %. Ini berlaku
pada saat EBIT sebesar Rp. 100.000

Pembuktian :

Misal : EBIT naik 20 % menjadi Rp. 120.000, maka EPS


menjadi :
EBIT Rp. 120.000
Biaya bunga Rp. 20.000
-----------------
EBIT Rp. 100.000
Pajak 50% Rp. 50.000
-----------------
EAT Rp. 50.000
Saham Beredar 10.000
EPS Rp. 5

EPS naik sebesar 5 -4 / 4 = 1,25 %


Hasil ini sesuai dengan DFL yg artinya jika EBIT naik 20 %, EPS
naik (1,25 x 20 %) = 25 %

2.4 Lavarage Kombinasi


Leverage kombinasi terjadi apabila perusahaan memiliki baik operating
leverage maupun financial leverage dalam usahanya untuk meningkatkan
keuntungan bagi pemegang saham biasa. Degree combined leverage adalah
multiplier atas perubahan laba per lembar saham (EPS) karena perubahan
penjualan. Dengan kata lain degree of combined leverage adalah rasio antara
persentase perubahan EPS dengan persentase perubahan penjualan.
DOL mengukur kepekaan EBIT terhadap perubahan penjualan
DFL mengukur kepekaan EPS terhadap perubahan EBIT
Jika DOL dikalikan DFL, kita akan mendapatkan Degree of Combined
Leverage (DCL) yang menunjukkan kepekaan EPS terhadap perubahan
penjualan.

Rumus DCL  DCL = DOL x DFL


Q ( P – V) Q (P – V) - F
= ---------------- x ----------------------
Q (P – V) – F Q (P – V) – F – C

Maka :
Q( P  V )
DCLRp 
Q( P  V )  F  V
Dimana DCL Rp adalah Degree of Combined Leverage pada rupiah

penjualan tertentu.

Contoh :
P = Rp. 100
V = Rp. 50
C = biaya bunga = Rp. 20.000
Pajak = 50 %
F = Rp. 100.000

a. DOL pada Q = 4000 unit


DOL = Q (P – V) / Q (P - V) – F
= 4000 (100 – 50) / 4000 (100 – 50) – 100.000
=2x

b. DFL pada Q = 4000 unit


DFL = Q (P – V) - F / Q (P - V) – F - C
= 4000 (100 – 50) – 100.000 / 4000 (100 – 50) – 100.000 –
20.000
= 1,25 x

c. DCL pada Q = 4000 unit


DCL = Q (P – V) / Q (P - V) – F - C
= 4000 (100 – 50) / 4000 (100 – 50) – 100.000 – 20.000
= 2,5 x
Atau DCL = DOL x DFL
= 2 x 1,25 = 2,5 x
Seperti halnya degree of operating leverage dan degree of financial
leverage, maka degree of combined leverage juga mengukur resiko perusahaan
secara keseluruhan, baik risiko bisnis maupun risiko financial. Bagi investor
yang ingin menanamkan dananya dalam hubungannya untuk menentukan
tingkat keuntungan yang diminta. Apabila DCL tinggi berarti resiko perusahaan
secara keseluruhan juga tinggi maka investor juga akan tingkat keuntungan yang
tinggi pula. Dengan kata lain perusahaan yang menggunakan excessive leverage
akan menanggung beban tetap yang lebih tinggi pula kemudian beban tetap yang
lebih tinggi ini cenderung akan offset keuntungan karean penggunaan leverage,
dan akhirnya penggunaan leverage yang excessive akan menyebabkan harga
pasar saham menurun yang berarti nilai perusahaan juga kemakmuran pemegang
saham menurun.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Konsep operating dan financial Leverage adalah bermanfaat untuk analisis,


perencanaan dan pengendalian keuangan. Dalam manajemen keuangan, Leverage
adalah penggunaan assets dan sumber dana (sources of founds) oleh perusahaan
yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan
keuntungan potensial pemegang saham. Jika semua biaya bersifat variabel, maka
akan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tapi
karena sebagai biaya perusahaan bersifat biaya tetap, maka untuk menghasilkan
laba diperlikan tingkat penjualan minimum tertentu.
Lavarage terbagi tiga yaitu lavarage operasi ( operating lavarage ), lavarage
keuangan ( financial lavarage ) dan lavarage total ( combined lavarage ).

3.2 Saran

Kami menyadari bahwa makalah kami banyak sekali kesalahan dan jauh
dari kesempurnaan. Kami akan memperbaiki dengan berpedoman dengan banyak
sumber yang dapat di pertanggung jawab. Maka dari itu kami mengharapkan
kritik dan saran mengenai pembahasan. Dan kiranya pembaca dapat memahami
dan menambah wawasan dari makalah kami.
DAFTAR PUSTAKA

Sartono, Agus. 2008. Manajemen keuangan teori, dan aplikasi. Yogyakarta:


BPFE Yogyakarta.
Irawati, Susan. 2006. Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka.
Sjahrial, Dermawan, 2009. Manajemen Keuangan. Edisi Tiga. Jakarta: Mitra
Wacana Media.
Hanafi. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE UGM.
https://www.academia.edu/30246714/analisis_leverage_operasi_dan_leverage
_keuangan