Anda di halaman 1dari 37

MAKALAH KOMPUTASI AGRIBISNIS

ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS STARBUCKS

(Dosen Pengampu: Rahmah Farahdita Soeyatno, M.Si)

Disusun oleh:

Agribisnis 5C

Kelompok 1

Sayid Mohamad Furqon 11160920000020

Hirzi Aulia 11160920000031

Salsabila Malinda Mukti 11160920000068

Ratdin Cahyaning M. W. 11160920000098

Rasid Sukma Wijaya 11160920000123

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2018

0
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI 1

BAB 1 PENDAHULUAN 2

1.1. Latar Belakang 2


1.2. Tujuan Penulisan 2
1.3. Profil Perusahaan 3
1.4. Visi dan Misi Perusahaan 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 5

2.1. Bisnis Model Kanvas 5


2.2. Analisis SWOT 5

BAB 3 PEMBAHASAN 7

3.1. Skema Model Bisnis Starbucks 7


3.2. Analisis Bisnis Model Kanvas Starbucks 17
3.3. Analisis SWOT (BMC) Starbukcs 23
3.4. Analisis Biaya 30

BAB 4 KESIMPULAN 35

DAFTAR PUSTAKA 36

1
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang (Salsabila Malinda Mukti)

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan
dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang
dibudidayakan lebih dari 50 negara. Beberapa negara produksi kopi tersebut terdiri dari
Benua Amerika meliputi, Meksiko, Hawaii, Brazil, Colombia, Benua Afrika meliputi Etiopia,
Kenya, Semenanjung Arab, Benua Asia meliputi Indonesia, Vietnam, Myanmar dll. Dua
varietas pohon kopi yang terkenal secara umum yaitu kopi robusta (Coffea Canephora)
dan kopi arabika (Coffea Arabica).
Ketenaran kopi sebagai minuman tersebar luas sejak zaman dahulu, oleh
pedagangan bangsa Arab hingga ke beberapa Benua seperti Amerika, Afrika, Asia dan
Eropa. Sejak saat itu kebiasaan meminum kopi mulai banyak digemari banyak orang hingga
sekarang. Pada era milenial ini munculah banyak kedai-kedai sebagai tempat yang
menyediakan berbagai minuman kopi, teh, dan minuman lainya. Karena menikmati kopi di
kedai kopi langsung telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini.
Di Indonesia saat ini, masyarakat lebih memilih untuk menikmati kopi di kedai
kopi dan menjadikannya sebagai tempat pertemuan atau meeting point. Tempat yang
nyaman dan suasana yang nyaman membuat konsumen betah untuk berlangganan secara
terus menerus. Konsumen pada umumnya lebih memilih kedai kopi yang berfasilitas
lengkap dan memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan. Salah satunya, wifi, yang
merupakan hal yang menjadi kebutuhan banyak orang saat ini.
Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kedai kopi adalah Starbucks
Corporation. Starbucks Corporation merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,
dan jaringan kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington.
Selain Starbucks merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, Sturbucks juga
dikenal sebagai tempat bersantai. Di Indonesia, Starbucks masuk pada 17 Mei 2002
dengan pembukaan gerai pertama di Plaza Indonesia. Kedai pertama itu kemudian diikuti
dengan beberapa pembukaan kedai-kedai yang lain di berbagai tempat di Indonesia.
Di Indonesia, Sturbucks mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat
penikmat kopi. Terlebih bahan baku kopi yang digunakan Sturbucks sebagian besar
disuplay oleh petani local seperti petani kopi di wilayah Sumatra. Pihak Starbucks
melakukan kerjasama dengan petani kopi lokal untuk memproduksi kopi dengan kualitas
yang baik dan jumlah yang besar. Dalam perkembangan Starbucks di Indonesia, kini telah
memiliki banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia antara lain, di kota Jakarta,
Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Solo, Tanggerang,
Makasar, Cirebon, Pontianak, Batam dan Bali.

1.2. Tujuan Penulisan


1. Mengetahui skema/model bisnis awal yang diterapkan oleh Starbucks Corporation.
2. Mengetahui skema/model bisnis yang direkomendasikan kepada Starbucks
Corporation.
3. Mengetahui analisis business model canvas (BMC) Starbucks Corporation.
4. Mengetahui analisis SWOT business model canvas (BMC) Starbucks Corporation.

2
1.3. Profil Perusahaan

Starbucks Corporation adalah salah satu perusahaan kedai kopi terbesar di


dunia, dan jaringan kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle,
Washington. Saat ini Starbucks sudah memiliki 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123
di Amerika Serikat 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di
Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, dan 164 di Thailand.
Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin,
kue kering manis, camilan dan barang-barang seperti gelas dan tumbler. Melalui divisi
Starbucks Entertainment dan Merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku,
musik, dan film. Banyak diantara produk perusahaan yang bersifat musiman atau spesifik
terhadap daerah tempat kedai berdiri. Es krim dan kopi Starbucks juga dijual di took grosir.
Starbucks dimulai dari sebuah kedai kopi yang didirikan oleh tiga orang yaitu
Jerry Baldwin, Zev Siegl, and Gordon Bowker, Ketiga sahabat tersebut sama-sama kuliah di
University of Seattle. Pada tahun 1971, Starbucks dikenal dengan nama “Starbucks Coffee,
Tea, and Spice” dan didirikan di Seattle, Washington’s Pike Place Market. Starbucks
mendapatkan keuntungan dengan menjual Biji kopi siap olah (roasted coffee beans) ke
konsumen langsung dan ke restoran. Perjalanan bisnis Starbucks berkembang pesat
dengan membuka empat toko di tahun 1982, hal ini membuat Howard Schultz seorang
salesman Hammerplast sebuah perusahaan alat rumah tangga dari New York tertarik
untuk mengunjunginya. Howard Schultz ingin mengetahui mengapa sebuah usaha kecil
membutuhkan jumlah yang besar dari produk dari Hammarplast yaitu percolators (teko
kopi). Hubungan bisnis antara kedua perusahaan ini membuat Howard Schultz mengenal
pendiri Starbucks dan ingin menjadi bagian dari Starbucks dikarenakan lingkungan dan
atmosfir Starbucks yaitu totalitas orang-orangnya dalam memilih dan mengolah kopi,
sehingga tertarik untuk bergabung dan menduduki posisi marketing and retail sales
director.
Pada 1983, Howard Schultz yang baru setahun bergabung dengan Starbucks,
melakukan lawatan bisnis ke Milan, Italia. Dia tertarik dengan gaya warung-warung kopi di
sana, yang menyediakan kehangatan dan kafe sebagai tempat bersosialisasi, hal ini
membuat beberapa orang beranggapan kopi sebagai gaya hidup, tempat berkumpul dan
ngobrol dengan teman. Schultz ingin menerapakan gaya tersebut di Amerika Serikat, kafe
kopi yang tersebar dan digunakan sebagai tempat bersosialisasi dan sebagai gaya hidup.
Hal ini membuat Schultz pada saat kembali ke Seattle dan mengusulkan Starbucks
menirunya, di dalam benaknya warga Amerika Serikat (AS) pasti menyukai warung-warung
kopi seperti itu.
Tapi, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis
Gordon Bowker, yang mendirikan Starbucks pada 1971, tak setuju. Schultz memilih untuk
mendirikan toko kopi baru, bernama II Giornale, di Seattle, setelah dua tahun ke depan,
karena strategi sukses Schultz tiga pemilik asli Starbucks memutuskan untuk menjual
perusahaan mereka kepada Schultz. Kemudian Schultz berkumpul investor lain dan
mengambil alih nama II Giornale ke Starbucks. Dia berusaha untuk mengejar impiannya
untuk membuat semua orang bisa meminum kopi, sehingga ia terfokus pada ekspansi
perusahaan. Pada saat itu Schultz berfikir bahwa cara yang paling efisien untuk
pertumbuhan perusahaan adalah dengan membuka outlet baru di tempat baru. Pada
tahun 1987 Starbucks membuka outlet di luar Amerika pertama kali di Jepang, pada tahun-
tahun berikutnya Starbucks mengalami defisit karena melakukan strategi perluasan
perusahaan dengan menambah jaringan outlet baru. Schultz yakin bahwa untuk terus

3
mendukung intregitas jangka panjang perusahaan dan tidak memikirkan profit tetapi
hanya jangka pendek (Michelli, 2006).
Tahun 1991 Starbucks mengalami keuntungan dan penjulan meningkat sampai
84%, tahun 2002 Starbucks berkembang dari hanya memiliki 17 outlet menjadi 5688 outlet
yang tersebar di 30 negara dengan strategi perluasan yang dilakukan oleh Schultz,
berkembang 300 persen berkembang dalam waktu 10 tahun. Majalah Fortune mencatat
tahun 2005 Starbucks masuk perusahaan terbaik urutan ke 11 di Amerika Serikat,
kemudian menduduki urutan ke 29 pada tahun 2006 dan di tahun 2007 menduduki
peringkat ke 16. Pada tahun 2007 Starbucks menjadi sepuluh besar perusahaan dengan
tempat kerja terbaik di Inggris.
Sekarang, Starbucks sudah berada di 30 negara lain. Starbucks ada di beberapa
kota di Indonesia. Hingga September 2006, kafe-kafe Starbucks sudah ada
di Jakarta,Bogor, Surabaya, Bandung, Medan, dan Bali. Di Indonesia, Starbucks bersaing
dengan jaringan kafe dari AS lainnya, Coffee Bean, Gloria Jean's (Kanada)
dan Excelso(jaringan kafe lokal). Gerai-gerai Starbucks sudah dibuka di Jakarta dan
biasanya terletak di pusat perbelanjaan dan hiburan yang menjadi pusat kegiatan
masyarakat khususnya masyarakat urban.

1.4. Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Menjadikan Starbucks sebagai brand yang terkenal dan dihargai diseluruh dunia serta
berkomitmen untuk berperan sebagai pemimpin dalam memperjuangkan lingkungan
hidup di setiap kegiatan perusahaan.
Misi
1. Membangun nilai dasar persusahaan yang hanya menggunakan bahan terbaik dan
menghasilkan produk terbaik.
2. Menciptakan image yang cemerlang yang melekat didalam pikiran pelanggan.
3. Menciptakan solusi yang inovatif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan.
4. Menanamkan tanggung jawab lingkungan hidup sebagai nilai dasar perusahaan.
5. Memahami tentang masalah lingkungan dan berbagi informasi dengan mitra usaha.
6. Mendorong seluruh mitra untuk ikut serta dalam memperjuangkan misinya.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bisnis Model Kanvas (Ratdin Cahyaning MW)

Menurut Osterwalder dan Pigneur (2015:14) Business Model Canvas (BMC) salah
satu alat strategi yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah model bisnis dan
menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan,
memberikan, dan menangkap nilai. Business Model Generation lebih populer dengan
sebutan Business Model Canvas adalah suatu alat untuk membantu kita melihat lebih
akurat rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Mengubah konsep bisnis yang
rumit menjadi sederhana yang ditampilkan padasatu lembar kanvas berisi rencana
bisnis dengan sembilan elemen kunci yang terintegrasi dengan baik didalamnya
mencangkup analisis strategi secara internal maupun ekternal perusahaan (Osterwalder
dan Pigneur, 2015:15).

Model bisnis kanvas digambarkan melalui sembilan blok bangunan dasar yang
menunjukkan logika bagaimana perusahaan bermaksud untuk menghasilkan uang.
Sembilan blok ini mencakup empat bidang utama bisnis yaitu pelanggan, penawaran,
infrastruktur, dan kelayakan keuangan. Kesembilan blok bangunan dasar yang
digunakan untuk penggambaran model bisnis kanvas adalah :

a. Customer Segments (Segmen Pelanggan)


Menurut Osterwalder dan Pigneur (2015:20) blok bangunan segmen
pelanggan menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin
dijangkau atau dilayani oleh perusahanan.
b. Value Propositions (Proporsi Nilai)
Menurut Osterwalder dan Pigneur (2015:22) blok bangunan proporsi nilai
menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai
untuk segmen pelanggan spesifik. Sedangkan Menurut Kottler (2006:60) dasar
pemikiran yang diharapkan oleh pelanggan yaitu bagaimana mereka membeli suatu
barang atau jasa disebuah perusahaan, dengan mendapatkan nilai kepuasan
tertinggi.
c. Channels
Channel adalah bagian pemetaan dimana value diantarkan kepada kelompok
pelanggan. Dalam bagian ini, perusahaan mendaftarkan bentuk-bentuk medium
apa saja yang dimiliki perusahaan.
d. Customer Relationships
Customer Relationships adalah mengidentifikasi usaha-usaha apa yang dilakukan
perusahaan untuk berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan pelanggannya.
e. Key Partners
Key Partners adalah bagian dalam pemetaan dimana perusahaan mendaftar siapa
saja stakeholder yang berkaitan langsung dengan operasi perusahaan. Contohnya,
supplier, designer, agensi marketing, konsultan, dan lain-lain.

5
f. Key Activities
Dalam bagian key activities, yang dicatat adalah kegiatan utama operasional
perusahaan.
g. Key Resources
Dalam bagian ini, perusahaan mencatat sumber daya apa saja yang diperlukan oleh
perusahaan untuk dapat menjalankan operasi key activities. Perlu dicatat bahwa
pada bagian ini, sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya yang menjadi
milik perusahaan dan bukan milik mitra perusahaan.
h. Cost Structure
Pada bagian cost structure, perusahaan mencatat sumber pengeluaran utama
perusahaan.
i. Revenue Stream
Bagian revenue stream adalah bagian dimana manajemen mencatat darimana saja
sumber pemasukan perusahaan.

2.2. Analisis SWOT

Menurut Robinson dan Pearce (1997) analisis SWOT merupakan salah satu
komponen penting dalam manajemen strategik. Analisis SWOT ini mencakup faktor
intern perusahaan. Dimana nantinya akan menghasilkan profil perusahaan sekaligus
memahami dan mengidentifikasikan kelemahan dan kekuatan organisasi. Kelemahan
dan kekuatan ini kemudian akan dibandingkan dengan ancaman ekstern dan peluang
sebagai dasar untuk menghasilkan opsi atau alternatif strategi lain.
Sedangkan menurut pendapat lain dikemukakan Rangkuti (1997) yang
menyatakan bahwa pengertian swot adalah proses identifikasi berbagai faktor yang
dilakukan secara sistematis agar bisa merumuskan strategi organisasi dengan tepat.
Analisis dilakukan berdasarkan logika yang bisa mengoptimalkan kekuatan atau
Strengths serta peluang atau Opportunities. Tapi secara beriringan, analisis ini juga
harus bisa meminimalkan ancaman atau Threats dan kelemahan atau Weaknesses.
Proses dalam pengambilan keputusan strategis diketahui memang selalu berhubungan
langsung dengan kebijakan perusahaan, strategi, tujuan dan pengembangan misi.
Artinya, perencana strategis harus menganalisa berbagai faktor strategis organisasi atau
perusahaan mulai dari kekuatan, peluang, ancaman dan kelemahan. Tidak
mengherankan jika analisa swot juga disebut dengan nama Analisis Situasi.

6
BAB 3

PEMBAHASAN

3.1. Skema Model Bisnis Starbucks (Salsabila Malinda Mukti)


3.1.1. Produk
Starbucks adalah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan minuman kopi
dan makanan ringan. Terdapat banyak varian produk yang dipasarkan, antara lain:
1. Espresso & Coffee
Varian yang tersedia yakni Ice Vanilla Late, Vanilla Latte, Caffe Latte,
Cappuccino, Caffe Mocha, Ristretto Bianco, Asian Dolce Latte, Caramel
Macchiato, White Chocolate Mocha, Iced Caramel Coffee Jelly, Caffe
Americano, Brewed Coffee, Caffe Misto, Conpanna, dan Espresso Valencia
Orange.
2. Blended Coffee
Varian yang tersedia yaitu Caramel Coffee Frappucino, Espresso Coffee
Frappucino, Asian Dolce Coffee Frappuccino, Caramel Coffee Jelly
Frappuccino, Dark Mocha Coffee Frappucino, Java Chip Coffee Frappuccino,
Mocha Coffee Frappuccino dan Vanilla Coffee Frappucino.
3. Blended Cream
Varian yang tersedia yaitu Green Tea Cream Frappuccino, Double Chocolate
Chip Cream Frappuccino, Caramel Cream Frappuccino, Hazelnut Cream
Frappuccino, Vanilla Cream Frappuccino.
4. Blended Juice Cream
Varian yang tersedia : Raspberry Black Currant Juice, Mango Passion Fruit
Juice
5. Tea
Varian yang tersedia :Full-Leaf Brewed Tea, Chai Tea Latte, Vanilla Black Tea
Latte, Iced Shaken Lemon Tea, dan Green Tea Latte.
6. Chocolate
Varian yang tersedia :Signature Chocolate, Hazelnut Signature Chocolate,
Caramel Signature Chocolate
7. Makanan Ringan
Varian menu : Kue kering dan panggang (Pastries and Baked), Makanan
penutup dan kue (Dessert and Cookies), dan Sandwich.
8. Merchandise
Varian produk : Mug, Perlengkapan minum (Drinkware), mesin, dan aksesoris.
3.1.2. Strategi Pemasaran
Strategi Unik Starbucks
Strategi pemasaran Starbucks bukan salah satu sering terlihat di banyak bisnis saat
ini. Akhir-akhir ini sangat jarang ditemukan iklan Starbucks di papan reklame,
ruang iklan, koran atau poster di tempat-tempat di mana seseorang dapat melihat
iklan untuk perusahaan lainnya. Saat ini, Starbuck tidak hanya menggunakan
strategi pemasaran yang tidak konvensional untuk bersenang-senang. Nyatanya
Mereka berpikir keras tentang mempromosikan perusahaan mereka, dan telah
memutuskan bahwa Starbucks sangat dimungkinkan untuk menggunakan strategi
yang tidak konvensional yang mungkin unik dan jarang dijalankan, tetapi

7
kebanyakan sangat cocok konsep bahwa perusahaan ingin menggambarkan.
Beberapa strategi pemasaran yang pernah dijalankan Starbucks anta lain;
Strategi Fokus Diferensiasi
Porter Diferensiasi Focus Strategi adalah strategi yang saat ini dijalankan oleh
Starbucks. Strategi ini menyediakan produk atau layanan tertentu pada pasar dan
membedakan dari kompetisi di daerah tertentu.
Inisiatif Pemasaran Starbucks
Inisiatif pemasaran Starbucks Corporation tidak agresif memasarkan perusahaan
atau produk mereka . Sebaliknya, mereka mengarahkan penjualan mereka
melalui perusahaan gambar dan reputasi.
Aliansi
Pemanfaatan aliansi merupakan landasan strategi pemasaran Starbucks
Corporation . Isidro (2004) menegaskan bahwa strategis aliansi Starbucks
merupakan salah satu alasan mendasar bagi kesuksesan dan pertumbuhan
korporasi jangka panjang. Aliansi benar-benar faktor pendorong yang nama dan
pengenalan merek. Bentuk aliansi Starbucks dengan perusahaan dan kelompok-
kelompok sosial di seluruh papan, sehingga memperluas pemaparan dari
perusahaan, meningkatkan citra merek organisasi dan reputasi, dan mengekspos
nama dan produk secara berkala kepada pelanggan baru yang potensial.

3.1.3. Pola Kemitraan


A. Pola Kemitraan PT. Sari Coffee Indonesia dengan Starbucks Corporation
International
• Mekanisme Pola Kemitraan
Di Indonesia, PT. Sari Coffee Indonesia merupakan pemegang lisensi
utama Starbucks Coffee Internasional, membuka toko pertamanya di Plaza
Indonesia pada tanggal 17 Mei 2002. PT. Sari Coffee Indonesia merupakan
pemegang hak tunggal untuk memperkenalkan dan memasarkan Starbucks
Coffee di Indonesia.
PT. Sari Coffee Indonesia sendiri bernaung di bawah bendera perusahaan
retail terkemuka PT. Mitra Adi Perkasa. PT. Sari Coffee Indonesia sebagai
pemegang lisensi perusahaan kopi terbesar di dunia Starbucks Coffee yang
sudah memiliki ribuan toko di dunia. PT. Sari Coffee harus mendirikan minimal
30 toko di negara tempat perusahaan beroperasi, dan pada saat ini Starbucks
Coffee Indonesia sudah memiliki 326 toko yang tersebar di sepuluh kota di
Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Batam, Yogyakarta,
Semarang, Balikpapan dan Makasar.
Lisensi Starbucks Coffee Indonesia yang dipegang oleh PT. Sari Coffee
Indonesia bisa dicabut oleh Licensor apabila tidak memenuhi persyaratan
persyaratan yang tertera pada kontrak menyangkut hak pendirian dan
pengelolaan. Syarat-syarat tersebut meliputi standarisasi kualitas produk,
pelayanan, kebersihan, penempatan lokasi (untuk Coffee Bar harus berada di
pojok), desain ruangan, peralatan yang digunakan, strategi pemasaran, laporan
keuangan, dan pelatihan untuk karyawan-karyawati yang bekerja di Starbucks
Coffee. Khusus untuk bahan dasar yang digunakan untuk semua produk
Starbucks, termasuk juga perlengkapan outlet dari kursi, meja hingga ornamen-
ornamen di dinding, semuanya di impor langsung dari Amerika.
Maka dapat disimpulkan bahwa pola kemitraan antara PT. Sari Coffee
Indonesia dengan Starbucks Corporation adalah pola waralaba dimana
8
hubungan kemitraan yang di dalamnya usaha besar pemberi waralaba
(Starbucks Corporation) memberikan hak penggunaan lisensi merk dan saluran
distribusi perusahaan kepada usaha menengah penerima waralaba (PT. Sari
Coffee Indonesia) dengan disertai bantuan dan bimbingan manajemen. Pola
kemitraan yang diterapkan oleh PT. Sari Coffee Indonesia maupun Starbucks
Corporation International digambarkan pada Gambar 1.

Starbucks Corporation International

Kesepakatan Kontrak

PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa

Gambar 1. skema pola kemitraan antara PT. Sari Coffee Indonesia dan
Starbucks Corporation International.

 Hak dan Kewajiban


1. Hak dan Kewajiban PT. Sari Coffee Indonesia
Hak:
a. Menjadi pemegang hak tunggal untuk memperkenalkan dan
memasarkan Starbucks Coffee di Indonesia.
b. Mendapatkan seluruh bahan dasar yang digunakan untuk semua
produk Starbucks, termasuk juga perlengkapan outlet dari kursi,
meja hingga ornamen-ornamen di dinding, semuanya di impor
langsung dari Amerika.

Kewajiban:

a. PT. Sari Coffee harus mendirikan minimal 30 toko di negara tempat


perusahaan beroperasi.
b. Memenuhi persyaratan persyaratan yang tertera pada kontrak
menyangkut hak pendirian dan pengelolaan. Syarat-syarat tersebut
meliputi standarisasi kualitas produk, pelayanan, kebersihan,
penempatan lokasi (untuk Coffee Bar harus berada di pojok), desain
ruangan, peralatan yang digunakan, strategi pemasaran, laporan
keuangan, dan pelatihan untuk karyawan-karyawati yang bekerja di
Starbucks Coffee. Khusus untuk bahan dasar yang digunakan untuk
semua produk Starbucks, termasuk juga perlengkapan outlet dari
kursi, meja hingga ornamen-ornamen di dinding, semuanya di impor
langsung dari Amerika.
c. Membayar royalty fee atas nama merek Starbucks yang digunakan,
kepada Starbucks Corporation International.

9
2. Hak dan Kewajiban Starbucks Corporation International
Hak:
a. Dapat mencabut Lisensi Starbucks Coffee Indonesia yang dipegang
oleh PT. Sari Coffee Indonesia apabila tidak memenuhi persyaratan
persyaratan yang tertera pada kontrak menyangkut hak pendirian
dan pengelolaan.
b. Mendapatkan royalty fee atas nama merek Starbucks yang
digunakan oleh PT. Sari Coffee Indonesia

Kewajiban:

a. Mendistribusikan seluruh bahan dasar yang digunakan untuk semua


produk Starbucks, termasuk juga perlengkapan outlet dari kursi,
meja hingga ornamen-ornamen di dinding, semuanya di impor
langsung dari Amerika.
b. Memberikan lisensi hak pemegang tunggal kepada PT. Sari Coffee
Indonesia untuk memperkenalkan dan memasarkan Starbucks Coffee
di Indonesia.

10
Skema hak dan kewajban yang diterapkan antara PT. Sari Coffee Indonesia dan
Starbucks Corporation International digambarkan pada Gambar 2.

Starbucks Coffee International Kontrak Bisnis PT. Sari Coffee Indonesia

Hak Pihak I  PT. Sari Coffee Hak Pihak II


Indonesia
membayar
 Dapat mencabut royalty fee atas  Menjadi pemegang
Lisensi Starbucks nama merek hak tunggal untuk
Coffee Indonesia yang Starbucks memperkenalkan
dipegang oleh PT. Sari kepada Starbucks dan memasarkan
Coffee Indonesia Corporation Starbucks Coffee di
apabila tidak International Indonesia.
memenuhi  PT. Sari Coffee  Mendapatkan
persyaratan Indonesia seluruh bahan dasar
 Mendapatkan royalty menjadi yang digunakan
fee atas nama pemegang hak untuk semua produk
Starbucks tunggal untuk Starbucks, termasuk
memperkenalkan juga perlengkapan
dan memasarkan outlet, semuanya di
Kewajiban Pihak
Starbucks Coffee impor langsung dari
di Indonesia. Amerika.
 Mendistribusikan  Mendistribusikan
seluruh bahan dasar seluruh bahan
dasar yang Kewajiban Pihak II
yang digunakan
untuk semua produk digunakan untuk
Starbucks, termasuk semua produk
 Mendirikan minimal
juga perlengkapan Starbucks,
30 toko di negara
outlet semuanya di termasuk juga
tempat perusahaan
impor langsung dari perlengkapan
beroperasi.
Amerika. outlet semuanya
 Memenuhi
 Memberikan lisensi di impor langsung
persyaratan
hak pemegang dari Amerika.
persyaratan yang
tunggal kepada PT.  Starbucks
tertera pada
Sari Coffee Indonesia Corporation
kontrak.
untuk International
 Membayar royalty
memperkenalkan dapat mencabut
fee atas nama merek
dan memasarkan lisensi PT. Sari
Starbucks
Starbucks Coffee di Coffee Indonesia
Indonesia.
11
B. Pola Kemitraan PT. Sari Coffee Indonesia dengan PT. Aplikasi Karya Anak
Bangsa (Go-Jek)
 Mekanisme Pola Kemitraan
PT. Sari Coffee Indonesia bekerjasama dengan Go-Jek dalam sistem
pemasaran. Awalnya produk Starbucks hanya bisa dibeli langsung oleh pembeli
di gerai Starbucks yang tersedia di beberapa daerah, namun dengan adanya
layanan Go-Food yang dinaungi oleh Go-Jek kini produk Starbucks bisa diperoleh
dengan sistem delivery yang dipesan langsung oleh pembeli melalui aplikasi Go-
Jek. Pola kemitraan PT. Sari Coffee Indonesia dengan PT. Aplikasi Karya Anak
Bangsa adalah pola kemitraan subkontrak. PT. Sari Coffee Indonesia dan PT.
Aplikasi Karya Anak Bangsa secara bersama sama disebut “para pihak” dan
secara sendiri sendiri disebut “pihak”. Pola kemitraan yang diterapkan oleh PT.
Sari Coffee Indonesia maupun PT. Aplikasi Kaya Anak Bangsa digambarkan pada
Gambar 3.
PT. Sari Coffee Indonesia

Kesepakatan Kontrak

PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa

Gambar 3 skema pola kemitraan antara PT. Sari Coffee Indonesia dan PT.
Aplikasi Karya Anak Bangsa

 Hak dan Kewajiban


1. Hak dan Kewajiban PT. Sari Coffee Indonesia
Hak :
a. Informasi mengenai restoran yang dikelola PT. Sari Coffee Indonesia,
termasuk namun tidak terbatas pada menu, alamat, jam
operasional, nomor telepon, dan foto, yang diberikan oleh PT. Sari
Coffee Indonesia dan dapat di perbaharui dari waktu ke waktu pada
fitur Go-Food sehingga memudahkan pelanggan mendapatkan
informasi menu secara lengkap dan melakukan pemesanan dari
restoran yang dikelola PT. Sari Coffee Indonesia.
b. Makanan dan minuman dalam kemasan yang disediakan oleh PT.
Sari Coffee Indonesia dapat diantarkan oleh Go-Jek dan diterima
dalam keadaan baik oleh pelanggan.
Kewajiban :
a. Mengirimkan pemberitahuan kepada Go-Jek dikala adanya
perubahan terhadap informasi Restoran yang dikelola PT. Sari
Coffee Indonesia
b. Memastikan bahwa setiap makanan dan minuman yang dijual oleh
PT. Sari Coffee Indonesia dan dikirimkan melalui jasa yang diberikn
Go-Jek adalah makanan dan minuman dengan kualitas dan
kebersihan yang tinggi dan dalam keadaan yang dapat dikonsumsi
oleh pelanggan. Sehubungan dengan kewajiban ini, PT. Sari Coffee

12
Indonesia dengan ini menyatakan bahwa bertanggung jawab atas
semua kewajiban yang mungkin timbul dari atau sehubungan
dengan konsumsi makanan dan minuman oleh pelanggan yang
dipesan dari restoran yang dikelola PT. Sari Coffee Indonesia.
c. PT. Sari Coffee Indonesia dilarang mencantumkan besaran jumlah
bagi hasil yang diatu dan disepakati dalam Pasal 3 Ayat 1 perjanjian
ini, ke dalam bukti/kwitansi/bon (baik dalam bentuk fisik maupun
elektronik) yang dikeluarkan PT. Sari Coffee yang akan diterima oleh
pelanggan sebagai bukti pembelian makanan dan minuman melalui
fitur Go-Jek.
d. Untuk setiap pemesanan dan pengantaran makanan dan minuman
melalui fitur Go-Jek, Para Pihak sepakat bahwa PT. Sari Coffee
Indonesia akan membayar jumlah pembagian hasil kepada Go-Jek
sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah harga makanan dan
minuman yang dipesan oleh pelanggan.
2. Hak dan Kewajiban PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa
Hak :
a. Menerima pemberitahuan dikala adanya perubahan terhadap
informasi Restoran yang dikelola PT. Sari Coffee Indonesia.
b. Menerima makanan dan minuman yang dijual oleh PT. Sari Coffee
Indonesia dengan kualitas dan kebersihan yang tinggi dan dalam
keadaan yang dapat dikonsumsi oleh pelanggan.
c. Untuk setiap pemesanan dan pengantaran makanan dan minuman
melalui fitur Go-Jek, Para Pihak sepakat bahwa PT. Aplikasi Karya
Anak Bangsa akan menerima jumlah pembagian hasil kepada Go-
Jek sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah harga makanan dan
minuman yang dipesan oleh pelanggan.
d. PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa mendapatkan hak privasi mengenai
jumlah bagi hasil yang diatur dan disepakati dalam Pasal 3 Ayat 1
perjanjian ini.
Kewajiban :
a. Menampilkan informasi mengenai restoran yang dikelola PT. Sari
Coffee Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada menu,
alamat, jam operasional, nomor telepon, dan foto, yang diberikan
oleh PT. Sari Coffee Indonesia dan dapat di perbaharui dari waktu
ke waktu pada fitur Go-Food sehingga memudahkan pelanggan
mendapatkan informasi menu secara lengkap dan melakukan
pemesanan dari restoran yang dikelola PT. Sari Coffee Indonesia.
b. Mengantarkan makanan dan minuman dalam kemasan yang
disediakan oleh PT. Sari Coffee Indonesia kepada pelanggan.

13
Skema hak dan kewajban yang diterapkan antara PT. Sari Coffee Indonesia dan PT.
Aplikasi Kaya Anak Bangsa digambarkan pada Gambar 4.

PT. Sari Coffee Indonesia Kontrak Bisnis PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa

Hak Pihak I  Starbucks akan Hak Pihak II


membayar
jumlah
 Dapat membaharui pembagian hasil  Menerima
informasi Starbucks. kepada Go-Jek pemberitahuan
 Makanan dan sebesar 20% dari dikala adanya
minuman dalam jumlah harga perubahan informasi
kemasan yang makanan dan Starbucks.
dipesan pelanggan minuman yang  Menerima makanan
dapat diantarkan dipesan oleh dan minuman dalam
oleh Go-Jek dan pelanggan. kondisi baik.
diterima dalam  Go-Jek  Menerima
keadaan baik oleh menampilkan pembagian jumlah
pelanggan. informasi pembagian bagi hasil
mengenai sebesar 20%.
Starbucks dengan  Mendapatkan hak
Kewajiban Pihak I
lengkap. privasi mengenai
 Starbucks jumlah bagi hasil.
 Mengirimkan memastikan
pemberitahuan makanan dan
minuman yang Kewajiban Pihak II
kepada Go-Jek
terhadap perubahan dijual dalam
informasi keadaan kualitas
tinggi.  Menampilkan
 Memastikan bahwa
informasi yang
setiap makanan dan  Go-Jek akan
lengkap mengenai
minuman yang dijual mengantarkan
Starbucks.
dengan kualitas makanan dan
minuman kepada  Mengantarkan
tinggi
pelanggan. makanan dan
 Membayar jumlah
minuman yang
pembagian hasil
dipesan hingga
kepada Go-Jek
kepada pelanggan
sebesar 20% dari
jumlah harga
makanan dan
minuman tersebut.

14
C. Pola Kemitraan PT. Sari Coffee Indonesia Dengan Petani Kopi (Ratdin Cahyaning)
 Mekanisme Pola Kemitraan
Pola kemitraan yang diterapkan oleh Starbucks Corporation adalah pola kemitraan
Subkontrak, Starbucks Corporation sebagai perusahaan mitra sedangkan
kelompok petani kopi sebagai pihak mitra. Starbucks sebagai perusahaan mitra
yaitu menyediakan input produksi (bibit, pupuk organik dan handsprayer) kepada
kelompok petani kopi, memberikan penyuluhan dan membeli hasil produksi
kepada kelompok petani kopi, sementara kelompok petani sebagai pihak mitra
yang melaksanakan kegiatan produksi diwajibkan menjual seluruh produksinya
kepada pihak Starbucks. Pola kemitraan yang diterapkan oleh Starbucks maupun
kelompok petani kopi digambarkan pada Gambar 5.

Gambar 5. skema pola kemitraan antara kelompok petani kopi Namanis di Desa
Sinaman II dengan Gerai Kopi Starbucks

Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bahwa starbucks memiliki kesepakatan


kontrak dengan kelompok petani kopi Namanis di Desa Sinaman II Kecamatan
Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kemitraan yang
terjadi antara perusahaan dengan petani kopi memiliki beberapa kontrak bisnis
dan mekanisme yang harus dilakukan diantaranya :
a. Petani kopi yang ingin melakukan kemitraan dengan perusahaan harus
memiliki lahan dan peralatan pengolahan kopi untuk membantu proses
produksi. Petani kopi yang sudah memenuhi persyaratan tersebut dan serius
ingin menjalin kemitraan dengan perusahaan dapat langsung mengajukkan
diri untuk menjadi pihak mitra.
b. Pihak perusahaan selanjutnya akan melakukan survei ke tempat petani kopi
yang ingin melakukan kemitraan, untuk melihat apakah persyaratan tersebut
telah dimiliki oleh petani kopi. Pihak perusahaan yang telah melakukan
survei kepada petani kopi dan dirasa memenuhi syarat, maka akan dijelaskan
beberapa perjanjian di dalam melakukan kemitraan.
c. Setelah menerima perjanjian yang dijelaskan oleh pihak perusahaan, petani
kopi dapat mulai menjalin kemitraan bersama. Petani kopi yang telah
menjadi mitra akan diberikan penyuluhan mengenai teknis budidaya dan
pengolahan hasil kopi agar menghasilkan kopi yang berkualitas.

15
d. Petani kopi yang telah mendapatkan pengetahuan dari penyuluhan yang
diberikan oleh pihak perusahaan, dan sudah mampu melakukan kegiatan
produksi akan diizinkan melakukan kegiatan produksi. Petani kopi harus
memproduksi sekitar 20 ton setiap bulannya.
e. Pembayaran akan dilakukan oleh perusahaan setiap bulannya, sesuai dengan
jumlah hasil produksi yang dihasilkan oleh petani kopi. Petani kopi akan
memperoleh Rp 100.000,00/kg untuk hasil produksinya. Perusahaan akan
memperoleh kopi hasil olahan sortasi dan grading untuk dilakukan tahap
produksi selanjutnya.
Perusahaan mitra mendampingi petani dalam mengelola usahatani kopi,
khususnya mengenai teknis budidaya, yang dilakukan 4 kali secara berkala selama
1 tahun 8 bulan pendampingan. Perusahaan mitra memberi bantuan pupuk
organik pada saat pertama kali kemitraan terbina. Kemudian selanjutnya
perusahaan mitra membantu kelompok petani dalam pembuatan pupuk organik
dengan cara memberikan pelatihan.
Perusahaan mitra hanya memberikan bantuan handsprayer kepada
kelompok petani, untuk mendukung kegiatan budidaya kopi. Pemberian
handsprayer ini hanya satu kali dan secara cuma-cuma. Bentuk kegiatan
kemitraan petani kopi dengan perusahaan mitra dalam hal teknis budidaya adalah
berupa kegiatan pendampingan dan pelatihan.
Pelatihan teknis budidaya ini mecakup hal standar penentuan jarak
tanam dan lubang tanam, tanaman pelindung, pupuk dan pemupukan,
pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan serta pemanenan. Dalam
kegiatan pengolahan kopi, perusahaan mitra tidak memberikan bantuan peralatan
pengolahan kopi. Dalam hal memasarkan kopi hasil produksi petani, perusahaan
mitra bertanggungjawab membeli kopi dari kelompok petani mitra. Kelompok
petani mitra mendapatkan jaminan pasar ekspor dan langsung menjual kepada
eksportir.
 Hak dan Kewajiban
Hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang harus mereka laksanakan baik
kelompok petani kopi Namanis sebagai pihak mitra maupun Starbucks sebagai
perusahaan mitra selama kemitraan berlangsung telah disetujui sebelumnya,
kesepakatan tersebut harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak
yang bermitra. Penghentian perjanjian bisa dilakukan sepihak oleh perusahaan
jika kelompok petani kopi tidak memenuhi kewajibannya.
Hak dan kewajiban Starbucks adalah sebagai berikut:
1. Hak perusahaan
a. Perusahaan berhak mendapatkan semua hasil panen yang berasal dari
petani
b. Perusahaan berhak untuk mendapatkan produk dengan kualitas terbaik
yang baik dari petani.
2. Kewajiban Perusahaan
a. Perusahaan wajib menyediakan input produksi berupa bibit, pupuk
organik dan handsprayer kepada petani.
b. Perusahaan wajib memberikan penyuluhan dan bantuan teknis budidaya
kepada petani.
c. Perusahaan wajib membeli hasil produksi kelompok petani kopi.
d. Perusahaan wajib mematuhi dan mengikuti ketentuan yang telah
disepakati.
16
Hak dan Kewajiban Petani adalah sebagai berikut :

1. Hak petani kopi


a. Petani berhak mendapatkan bibit, pupuk organic dan handsprayer dari
perusahaan.
b. Petani berhak mendapatkan penyuluhan dan bantuan teknis budidaya
dari perusahaan.
c. Petani berhak mendapatkan kepastian pasar untuk pemasaran hasil
produksi.
d. Petani berhak mendapatkan upah dari hasil penjualan kopi.
2. Kewajiban petani
a. Petani wajib menjual semua hasil produksi biji kopi yang berkualitas
kepada perusahaan.
b. Petani wajib menjaga kualitas produksinya.
c. Petani wajib mematuhi dan mengikuti ketentuan yang telah disepakati.

Skema hak dan kewajban yang diterapkan antara PT. Sari Coffee Indonesia dan
Kelompok Petani Kopi digambarkan pada Gambar 6.

3.2. Analisis Bisnis Model Kanvas Starbucks

17
Business Model Canvas yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder adalah
sebuah alat yang digunakan untuk menyederhanakan konsep bisnis yang rumit dan
kompleks agar dapat dimanfaatkan oleh sebuah organisasi/wirausahawan untuk
membuat, mendiskusikan, dan memahami model bisnis dengan lebih sistematis.

Business Model Canvas menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah


organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai baik itu ekonomi, social,
ataupun bentuk nilai lainnya. Dengan memahami Business Model Canvas, kita dapat
Key Partners Key activities Value Customer Customer segmen
 Petani  Sortir dan Proposition Relationships  Konsumen
kopi grading biji kopi Produk  Membership yang memiliki
 Petani teh  penggilingan biji kualitas card high income
 Agensi kopi terbaik  Official Line  Masyarakat
marketing  pembuatan kopi  Gerai yang  Voucher perkotaan
 Desainer  Pemasaran nyaman yang mengikui
 Supplyer  Pembuatan  Brand image trend
 BPOM merchandise yang kuat  Masyarakat
MUI  pembuatan  Perlayanan yang
inovasi produk yang friendly membutuhkan
 Produk yang tempat
variatif pertemuan
Key Resources  Perusahaan Channels yang nyaman
 SDM kedai kopi  Supermarket  Komunitas
 Peralatan dan terbesar di  Ojek online pengguna
aksesoris dunia  Pihak yang komuter line
 Gerai starbucks menyediakan dan airport
 Menu tempat
 Bahan baku untuk gerai
starbucks
 Website

Cost Structure Revenue Streme


 Beban usaha  Pendapatan Penjualan Produk
 Biaya penyusutan  Aktivitas member card juga
 Proyek pengembangan usaha merupakan salah satu sumber
pendapatan Starbucks.
 Penerimaan Bunga

18
menguasai konsep bisnis model yang rumit menjadi sederhana. Ada 9 elemen dalam
Business model Canvas yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels,
Customer Relationships, Revenue strems, Key resources, Key Activities, Key Partners, dan
Cost Structures.

1. Value Proposition
Value Proposition adalah nilai dari produk atau kualitas organisasi/perusahaan
yang ditawarkan kepada konsumen. Value proposition Starbucks adalah sebagai berikut:
1. Produk kualitas terbaik
Produk dari Starbucks memiliki kualitas yang sangat baik karena menggunakan
biji kopi pilihan dan melalui proses pensortiran, sehingga hanya biji kopi terbaik yang
digunakan. Selain itu produk starbuck sudah dijamin higenitasnya.
2. Gerai yang nyaman
Gerai starbucks didesain khusus untuk kenyamanan pelanggannya. Dengan
desain yang indah dan dilengkapi dengan musik mellow yang enak didengar
menjadikan gerai starbucks sangat nyaman untuk bersantai. Selain nyaman, gerai
starbucks dilengkapi dengan fasilitas wifi untuk para pelanggan.
3. Brand image yang kuat
Starbucks merupakan kedai kopi terbesar di dunia yang menjadikan starbucks
sebagai market leader. Selain itu, starbucks sudah membuka cabang hampir
diseluruh negara. Hal ini menjadikan starbucks terkenal di seluruh penjuru dunia.
4. Perlayanan yang friendly
Perlayanan di starbucks sangat baik kepada para pelanggannya. Para barista
yang melayani pelanggan selalu menunjukan sikap santun kepada para pelanggan
dan selalu menunjukan senyuman yang ramah.
5. Produk yang variatif
Produk starbucks memiliki banyak varian rasa seperti Caramel Frappuccino,
peppermint mocha, dan minuman yang terbuat dari tehyaitu Green Tea Latte. Selain
kopi dan teh, starbucks juga menyediakan makanan ringan seperti rustica Chiken
Cranberry Sandwich, dan smoked Chiken Croissant Sandwich.
6. Perusahaan kedai kopi terbesar di dunia
Starbucks merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia yang telah
mendirikan cabang di berbagai negara. Meskipun sudah banyak perusahaan yang
menjual produk yang sama, tetapi starbucks masih menjadi prioritas bagi para
penggemar kopi. Hal ini menjadikan starbucks menjadi market leader.

2. Customer Segments
Customer segment adalah target pasar suatu perusahaan/organisasi untuk
mengidentifikasi / menggolongkan konsumen. Cara mengidentifikasi segmen konsumen
bisa dilihat dari segi Demografi, Psikografi, dan karakter khusus lainnya dari konsumen.
1) Konsumen yang memiliki high income
Salah satu target pasar starbucks adalah mereka yang memiliki pendapatan
yang tinggi. seperti Komunitas pengguna apartement dan mall premium. Rata-rata
masyarakat pengguna apartemen dan maal premium berpendapatan tinggi, sehingga
hargga produk starbucks masih sangat terjangkau.
2) Masyarakat perkotaan yang mengikui trend

19
Saat ini starbucks menjadi Lifesyle di kalangan anak muda. Kebiasaan
meminum kopi pada akhirnya menjadikan trend “ngopi” menjadi gaya hidup. Suatu
kebanggaan tersendiri bagi para pelanggan dapat menjadi bagian dari starbucks.
3) Masyarakat yang membutuhkan tempat pertemuan yang nyaman
Gerai starbucks didesain secara khusus untuk kenyamanan para
pelanggannya, sehingga sangat cocok digunakan untuk pertemuan atau meeting para
pekerja kantoran dan mahasiswa.
4) Komunitas pengguna komuter line dan airport
Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar kota atau di luar daerah yang
singgah di airport dan stasiun besar. Selain untuk menikmati secangkir kopi, mereka
juga membutuhkan suasana meminum kopi yang berbeda.
3. Channels
Channels adalah pihak yang bekerjasama dengan perusahaan dalam pemasaran
produk. Channels membantu Starbucks untuk menjangkau konsumen/pelanggan.
channels Starbucks antara lain:
 Supermarket
Supermarket bekerjasama dengan pihak Starbucks dalam menyediakan
tempat untuk pemasaran produk dari Starbucks. Tetapi belum semua supermarket
bekerjasama dengan pihak starbucks. Hanya beberapa supermarket yang sudah
menjalin kerjasama dengan pihak starbucks seperti Carrefour, Hypermart, dan
Heromart.
 Ojek online
Ojek online menjalin kerjasama dengan pihak Starbucks dalam mengantarkan
pesanan produk dari starbucks. Ada 2 ojek online di Indonesia yang sudah menjalin
kerjasama dengan pihak Starbucks yaitu Grab Bike dan Gojek.
 Pihak yang menyediakan tempat untuk gerai starbucks
Pihak yang bekerjasama dengan Starbucks dalam hal menyediakan tempat
yakni Stasiun besar seperti Stasiun Gambir, Stasiun Kota dan stasiun besar lainnya.
Airport seperti Soekarno-Hatta, Mall Premium seperti Bintaro Jaya X-Change, Hotel
seperti Hotel Shangri-La, dan juga berada di Rumah Sakit Premium seperti Rumah
Sakit Premier Bintaro.
 Website
Website merupakan sarana transaksi jual beli produk starbucks. Sehingga
pelanggan starbucks tidak hanya dapat memlidi di offline store, namun juga dapat
melakukan transaksi melalui online store.
4. Customer Relationship
Customer Pelationships adalah jenis hubungan yang ingin dibangun antara
perusahaan/ organisasi dengan masing masing customer segment.
 Membership card
Melalui membership card, Starbucks memberikan promo promo khusus yang
personal kepada membernya berupa akses khusus sebelum peluncuran produk
tumbler secara public, program ulang tahun, point rewards dan lain lain.
 Official Line
melalui official Line, Starbucks menerima complain, kritik, saran, dan menyebarkan
Broadcast message berupa kode promo dan iklan produk terbaru mereka. Dengan
menggunakan media social, Starbucks terus mengangkat tema tema baru setiap
bulannya, sehingga menciptakan Value Proposition keberadaan Starbucks yang aktif
di media social.
 Voucher
20
Voucher merupakan salah satu strategi yang dilakukan Starbucks untuk membangun
hubungan dengan para konsumennya dengan memberikan promo promo dalam
bentuk Voucher Online.
5. Key Aktivities (Sayid Mohamad Furqon)
Key Activities adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan/organisasi.
Semua kegiatan tersebut harus dilakukan oleh perusahaan agar tercapainya tujuan
mereka. Starbucks memiliki aktivitas yang harus dilakukan yaitu:
1. Sortir dan grading biji kopi
Biji kopi yang dipasok dari petani sudah dilakukan penyortiran terlebih dahulu.
Setelah itu dilakukan grading untuk memilih biji kopi terbaik. Biji kopi yang terbaik
akan dikirim ke prusahaan pusat di Amerika untuk diproses lebih lanjut. Kemudian
akan dicampur dengan kopi yang lain dan dikembalikan ke kedai tersebut.
2. penggilingan biji kopi
Biji kopi yang sudah dipilih akan dilakukan penggilingan untuk menghancurkan
dan mengubah biji kopi menjadi bubuk. Proses penggilingan menggunakan mesin
yang modern, sehingga hasih bubuk kopi terjamin kualitasnya.
3. pembuatan kopi
Setelah menjadi bubuk, akan dilanjutkan proses pembuatan kopi dengan
varian rasa yang sudah ditentukan. Seperti halnya proses penggilingan, pembuatan
kopi juga menggunakan mesin yang modern, sehingga terjamin kualitas rasa dan
aromanya.
4. Pemasaran
Pemasaran yang dilakukan starbucks dilakukan dengan tiga cara yakni melalui
offline store, online store dan juga melalui supermarket dalam bentuk kemasan.
5. Pembuatan merchandise
Pembuatan merchandise dilakukan untuk menambah kreatifitas agar
pelanggan tidak jenuh. Selain itu, merchandise dapat digunakan sebagai wadah yang
dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Hal ini juga dapat menjadi ajang
periklanan karena di merchandise terdapat logo starbucks.
6. pembuatan inovasi produk
Pembuatan inovasi produk dilakukan untuk menambah varian rasa pada
produk starbucks. Hal ini dilakukan supaya pelanggan tidak jenuh dengan menu yang
tersedia.
6. Key Partners
Key partner adalah pihak yang menjalin kerjasama dengan perusahaan/organisasi.
Mereka membantu perusahaan memenuhi kebutuhan produksi. Pihak yang bekerjasama
dengan Starbucks antara lain:
 Petani kopi
Starbucks bekerjasama dengan petani kopi yang menjadi petani plasma
mereka. Kedua pihak telah sepakat untuk bekerjasama. Masing-masing dari mereka
mendapat hak dan kewajiban. Hak petani adalah mendapat bibit ungul dan uang,
sedangkan kewajibannya adalah memenuhi kebutuhan biji kopi untuk starbucks.
 Petani teh
Starbucks juga bekerjasama dengan petani teh. Sama halnya dengan petani
kopi, petani teh juga mendapat hak dan kewajiban yang sama dengan petani kopi.
 Agensi marketing
Starbucks bekerjasama dengan Agensi marketing untuk membantu starbcuks
dalam memasarkan produk dan brand mereka. Agensi marketing yang dimaksud
adalah website.
21
 Desainer
Starbucks bekerjasama dengan desainer untuk mendesain kedai strarbucks
secara khusus. Kedai starbucks didesain untuk kenyamanan para pelanggannya.
 Supplyer
Bukan hanya petani kopi dan petani teh. Starbucks juga bekerjasama dengan
pemasok semua kebutuhan starbucks seperti pemasok peralatan, gula, tepung, telur
dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti dan makanan ringan.
 BPOM MUI
Starbucks selalu mengikuti budaya dimana kedai starbucks berada. Seperti di
Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, starbucks harus memastikan bahwa
produk mereka halal dan baik untuk masyarakat muslim. Oleh karena itu, starbucks
bekerjasama dengan MUI untuk membuktikan bahwa starbucks sudah terjamin halal.
7. Key Resources
Key Resources adalah sumberdaya yang dimiliki perusahaan untuk membuat
suatu produk dan menawarkan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan tersebut. Key
resources Starbucks antara lain:
 SDM
Starbucks memiliki karyawan atau pelayan yang disebut Barista. Selain pandai
dalam membuat kopi, mereka juga sangat ramah dan murah senyum kepada para
pelanggan.
 Peralatan dan aksesoris
Peralatan yang digunakan barista untuk membuat kopi cukup banyak, seperti
Hario V60 yang digunakan sebagai penyaring kopi setelah digiling. Kemudian ada
Kalita Wave, French press, Aero press dan masih banyak lagi.
 Gerai starbucks
Gerai starbucks adalah tempat untuk menikmati secangkir kopi dengan santai.
Gerai starbucks didesain secara khusus agar para pelanggan dapat merasakan
kenyamanan seperti dalam rumah sendiri. Selain iru, gerai starbucks juga dilaengkapi
dengan fasilitas lain seperti wifi dan musik.
 Menu
Starbucks menyediakan berbagai menu dengan varian rasa yang beragam. Hal
ii dilakukan supaya paa pelanggan tidak jenuh dengan menu yang tersedia.
 Bahan baku
Bahan baku utama starbucks adalah biji kopi dan teh. Biji kopi dan teh dipasok
oleh petani yang bekerjasama dengan starbucks. Bahan baku yang digunakan
starbucks adalah bahan baku terbaik yang sudah dilakukan proses pensortiran.

8. Cost Structure
Cost Structure adalah Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk
memenuhi kebutuhan mereka. Biaya-biaya dari Starbucks antara lain:
 Beban usaha
Perusahaan memiliki beban yang harus dibayar yang meningkat pada tahun 2016-
2017 sebesar 0,14%, namun perusahaan juga mengalami peningkatan pendapatan
pada tahun tersebut sebesar 10,70%. Sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian.
 Biaya penyusutan
Perusahaan memiliki biaya penyusutan karena setiap masing masing peralatan yang
dimiliki perusahaan memiliki umur ekonomisnya.

22
Proyek pengembangan usaha
Pengembangan usaha dalam penambahan gerai untuk membuka cabang baru dan
fasilitas penunjang untuk mengoptimalkan produksi.
9. Revenue streams
Revenue Streams adalah semua pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan.
Pendapatan starbucks berasal dari :
 Pendapatan Penjualan Produk
a. Sumber pendapatan starbucks terbesar berasal dari hasil penjualan produk
utama Starbucks, yakni berbagai macam varian kopi seperti
b. Pendapatan penjualan pastry dan bakery
Pendapatan starbucks Selain berasal dari memproduksi kopi, Starbucks juga
memiliki pendapatan dari hasil memproduksi produk pelengkap seperti pastry
dan bakery.
c. Pendapatan penjualan merchandise

 Aktivitas member card juga merupakan salah satu sumber pendapatan Starbucks.
 Penerimaan Bunga
Didapat dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan

3.3. Analisis SWOT (BMC) Starbukcs (Rasid Sukma Wijaya)

Key Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman Strategi

Memiliki Mendapatkan Adanya pesaing SO


popularitas kepercayaan yang ingin Mencari jenis
yang tinggi dari konsumen menggantikan biji kopi baru
sebagai sehingga lebih perusahaan dengan kualitas
perusahaan mudah sebagai market yang tinggi
kedai kopi memperluas leader sehingga
terbesar di pasar menghasilkan
dunia produk inovasi
yang sulit ditiru
Menghasilkan Kopi akan Kopi yang oleh pesaing
Value produk kopi semakin mengandung lain
Proposition yang berkualitas digemari banyak niacin
karena masyarakat luas berpotensi ST
menggunakan memimbulkan Membuat
biji kopi arabika penyakit gagal image positif
terbaik hati tentang kopi
Memiliki Menambah dua Varian produk melalui
banyak varian varian produk baru yang sosialisasi
produk dan setiap ditawarkan tidak dengan cara
produk pergantian disukai menjadi
musiman musim konsumen sponsor acara-

23
acara besar
Masyarakat Tidak semua Dapat membeli Akibat SO
perkotaan masyarakat produk dengan mengkonsumsi Menarik minat
berpendapatan yang jumlah yang kopi terlalu masyarakat
tinggi berpendapatan banyak banyak dengan
tinggi menyukai berpotensi membuat area-
kopi menimbulkan area tertentu
penyakit dalam setiap
insomnia, gerai menjadi
berisiko pada lebih ekslusif
pengidap dan mendukung
diabetes, dan aktivitas kerja
gangguan hati luar kantor
Masyarakat Tidak semua Masyarakat Masyarakat yang WO
yang suka orang yang dapat mencoba singgah di airport Meyakinkan
traveling dan singgah di varian produk dan statsiun lebih masyarakat
singgah dari airport dan lain dari memilih produk bahwa
perjalanan di stasiun adalah Starbucks lain Starbucks tidak
airport dan pecinta kopi dengan suasana hanya menjual
statsiun besar yang berbeda kopi, melainkan
Customer Masyarakat Pelanggan Masyarakat Perubahan gaya terdapat
Segment dengan aktivitas harus yang memiliki hidup konsumen banyak varian
kerja di luar mengeluarkan waktu lebih menjadi lebih pruduk seperti
kantor biaya tinggi untuk hemat teh dan coklat
untuk menyewa melakukan ST
tempat meeting di Meyakinkan
tempat nyaman masyarakat
bahwa produk
lebih
berkualitas dan
memberikan
pelayanan lebih
kepada
pelanggan
WT
Menjamin
pelanggan
bahwa biaya
yang
dikeluarkan
sebanding

24
dengan fasilitas
yang didapat
Mengadakan Menarik Konsumen hanya SO
promo secara konsumen baru membeli produk Cepat dalam
rutin ketika diadakan merespon
promo saja keluhan dan
Terdapat Mewadahi Terdapat oknum menjaga
layanan konsumen untuk yang berusaha hubungan baik
pengaduan melakukan untuk merusak dengan
konsumen pengaduan citra perusahaan konsumen
Customer
Relationship terhadap produk
ST
Menyediakan Mempertahanka Terdapat
Menyaring
membership n konsumen perusahaan lain
pengaduan dari
card untuk tetap dengan
masyarakat
pelanggan tetap penawaran
apakah
membership card
pengaduan
yang lebih
tersebut benar
menguntungkan
terjadi
Supermarket Hanya terdapat Memperluas Terdapat produk SO
bekerjasama di Carrefour jaringan sejenis dengan Menjalin
dengan dan Hero dan kerjasama antar harga lebih kerjasama yang
perusahaan belum banyak perusahaan murah di baik dan saling
dalam masyarakat supermarket mendukung
melakukan yang tau yang sama antara
pemasaran perusahaan
produk dengan rumah
Rumah sakit Hanya terdapat Menjadi pilihan Gerai terancam sakit
premium pelanggan saat produk bagi mengalami WO
bekerjasama jam besuk karyawan rumah kebangkrutan Memperbanyak
Channels dengan sakit, karena sedikitnya supermarket
perusahaan pengunjung, dan pembeli yang
dalam keluarga pasien memasarkan
memfasilitasi produk kopi
gerai dalam kemasan
website Ketidak Sebagian besar Terjadi kesalahan ST
merupakan efektifan konsumen jaringan yang Melakukan
sarana transaksi website karena memiliki waktu menyebabkan perbaikan dan
jual beli pelanggan lebih yang terbatas online store tidak pengecekan
memilih untuk membeli dapat diakses berulang
membeli langsung terhadap
langsung di kinerja online
25
outlet store
WT
Bekerja sama
dengan
supermarket
untuk menjaga
citra ekslusif
kopi sehingga
produk
kemasan dapat
diminati
masyarakat
walaupun
harganya lebih
tinggi dari
produk lain

Petani kopi Mendapat biji Petani SO


bermitra dalam kopi dari petani mengalami gagal Memperbanyak
penyediaan biji terbaik di panen kerjasama
kopi seluruh dunia dengan petani
Perusahaan inti Mendapat hasil Terjadi lokal atau
bermitra dalam pemprosesan keterlambatan internasional
proses sortasi kopi dengan pengiriman biji ST
kualitas terbaik kopi Melakukan
Perusahaan Melakukan Terdapat sanksi kontrol, rapat,
dan diskusi
memiliki pengujian ulang tegas atas
dengan
Key partner sertifikat halal terkait kehalalan kelalaian
perusahaan inti
dari LPPOM produk menjaga
terkait waktu
MUI kehalalan produk pengiriman
yaitu dipidana bubuk kopi
dengan pidana sehingga
penjara paling keterlambatan
lama 5 tahun dan dapat
pidana denda diminimalisir
paling banyak 2
miliar ( UU No.33
Tahun 2014)

Melakukan Terdapat biji Pengklasifikasia Terjadi kerusakan SO


Key activities
sortasi dan kopi berkualitas n biji kopi mesin sortasi

26
grading biji kopi rendah yang menghasilkan sehingga Melakukan
lolos sortasi produk dengan membutuhkan penelitian dan
kualitas terbaik lebih banyak pengembangan
seperti biji kopi waktu produk yang
yang terbilang unik dan tidak
langka. terdapat
(Nicaragua La dipasaran
Roca dan Costa WO
Rica Vista Del Meningkatkan
Mar Yellow pengawasan
Honey.) dan
Pembuatan Terjadi Sebagai media Kurang suksesnya memperbarui
merchandise kegagalan iklan dari desain penjualan kualitas mesin
yang unik dan produksi merchandise merchandise yang digunakan
ramah merchandise yang di jual karena tidak untuk
lingkungan yang mampu menarik pensortiran
karena tidak menyebabkan minat pelanggan ST
terbuat dari penambhan Melakukan
plastik dan biaya yang perawatan
dapat didaur dikeluarkan secara rutin dan
ulang pengerjaan
Membuat Inovasi yang Produk yang Resiko kegagalan dilakukan oleh
inovasi jenis dilakukan berinovasi tinggi dalam berinovasi tenaga ahli
produk kopi membutuhkan dapat menarik sangat tinggi WT
banyak biaya minat pelanggan Membuat
dan belum bakan investor skema
tentu berhasil bersedia perkirakan
menanamkan kegagalan
modalnya produk dan cara
meminimalisirn
ya
Menggunakan Sulit menjaga Biji kopi yang Cuaca dan iklim SO
biji kopi yang kualitas biji kopi digunakan yang tidak Menigkatkan
lolos sistem yang digunakan adalah kopi menentu dapat kualitas biji kopi
nilai cacat karena harus arabika dan menyebabkan yang lolos DVC
(Defect Value ditanam pada robusta dengan kualitas biji kopi dan
Key
System) yaitu suhu 16-22o C mutu (grade) 1- menurun mempertahank
Resources
maksimal nilai dengan iklim 3 dan beberapa an penggunaan
cacat sebesar tropis jenis biji kopi kopi langka
86 per 300 langka yang sebagai bahan
gram biji kopi berasal dari baku.
dengan Nicaraguay dan
27
kandungan Costa Rica WO
kadar air Memberikan
maksimal 12,5 pelatihan
persen komunikasi dan
Menggunakan Mesin yang Menambah Masa pakai penambahan
peralatan digunakan teknologi baru peralatan yang wawasan
pembuatan kopi mahal dan di untuk terbatas karena tentang kopi
yang modern/ impor dari luar mempercepat memiliki umur berikut cara
canggih seperti negeri dan ekonomis peracikannya ,
coffee brawing mengefisiensi kepada semua
dan black eagle waktu karyawan
machine pemprosesan secara rutin
Memiliki barista Pelatihan Barista dengan Karyawan dapat ST
yang terampil karyawan hanya kemampuan pindah Memberikan
dan mampu dilakukan sekali komunikasi dan keperusahaan kenaikan gaji
memberikan di awal interaksi yang lain dengan dan tunjangan
pelayanan yang baik, termasuk penawaran yang menarik kepada
terbaik menguasai lebih karyawan
bahasa inggris menguntungkan WT
serta memiliki Menjalin
wawasan yang kerjasama
luas tentang dengan petani
kopi. di wilayah
dengan iklim
relatif stabil dan
memberikan
pelatihan
kepada petani
tentang
penanggulanga
n perubahan
cuaca dan iklim
Terdapat biaya Membutuhkan Biaya yang Tanggung jawab SO
yang biaya yang dikeluarkan sosial yang Mencari
dikeluarkan besar dapat dilakukan investor yang
sebagai tergantikan perusahaan bersedia
Cost tanggung jawab dengan kurang mendapat menanamkan
Structure sosial meningkatnya perhatian dari modalnya untuk
perusahaan brand image perusahaan pengembangan
perusahaan di usaha
mata WO
masyarakat
28
Peningkatan Beban Pembayaran Menurunnya Membuat
hutang di perusahaan yang dilakukan loyalitas jika kegiatan sosial
imbangi dengan yang harus tepat waktu terlambat yang dapat
peningkatan dibayar semakin dapat melakukan membantu
pendapatan meningkat meningkatkan pembayaran masyarakat
loyalitas dengan sekaligus
pihak menghasilkan
bersangkutan pemasukan bagi
Proyek Pembuatan Dapat menutupi Gerai baru yang perusahaan
pengembangan gerai baru biaya dibuat tidak ST
usaha dengan meningkatkan pembuatan mampu Membuat
membuka gerai biaya yang gerai dari memberikan memo atau
baru dikeluarkan penghasilan pemasukan lebih pengingat
yang didapat kepada waktu
perusahaan pembayaran
dan mengontrol
waktu
pembayaran
agar tidak jatuh
tempo
WT
Membuat
perencanaan
pembangunan
gerai baru
dengan biaya
yang tidak
terlalu tinggi
dan membuat
pemetaan
wilayah
strategis
Sumber Pemasukan akan Penurunan SO
pendapatan bertambah penjualan kopi Memaksimumk
terbesar dari ketika kuantitas akibat kejenuhan an pendapatan
penjualan kopi produk kopi konsumen dari kopi
Revenue yang ditawarkan terhadap produk dengan terus
Streams meningkat yang ditawarkan meningkatkan
Pastry dan Meningkatkan Pendapatan kualitas kopi
bakery sebagai pendapatan dari tambahan dari
pendapatan penjualan pastry penjualan pastry ST
tambahan dan bakery tidak
29
perusahaan dan bakery maksimal karena menstabilkan
kurang diminati pendapatan
konsumen gerai uuntuk
Royalty fee Meningkatkan Berkurangnya mencegah
yang didapat pendapatan royalty yang terjadinya
perusahaan royalty dengan didapat kebangkrutan.
meningkat membuka gerai perusahaan
baru akibat
kebangkrutan
gerai

3.4. Analisis Biaya Starbucks Corporation (Hirzi Aulia)

Analisis biaya dari Starbucks Corporation adalah sebagai berikut :


a) Neraca Starbucks
NERACA STARBUCKS GENERAL PERFORMANCE
Periode Akhir : 2017 2016
01/10 02/10
Total Aset Lancar 5283,4 4757,9
Kas Dan Investasi Jangka Pendek 2690,9 2263,2
Kas - -
Kas Dan Setara Kas 2462,3 2128,8
Investasi Jangka Pendek 228,6 134,4
Total Piutang, Bersih 870,4 768,8
Piutang – Dagang, Bersih 870,4 768,8
Total Persediaan 1364 1378,5
Beban Dibayar Di Muka 344,7 319,7
Aset Lancar Lainnya, Total 13,4 27,7
Total Aset 14365,6 14312,5
Aset Tetap, Total – Bersih 4919,5 4533,8
Aset Tetap, Total Kotor 11584 10573,3
Akumulasi Penyusutan, Total -6664, -6039,5
Kepemilikan, Bersih 1539,2 1719,6
Tetap Bersih 441,4 516,3
Investasi Jangka Panjang 1023,9 1496,2
Piutang Wesel – Jangka Panjang - -
Aset Jangka Panjang Lainnya, Total 1158,2 1288,7
Aset Lain, Total - -
Total Kewajiban Lancar 4220,7 4546,8
Utang 782,5 730,6
Utang/ Harus Dibayar - -
Beban Harus Dibayar 1262 1247,6
Utang Wesel/ Utang Jangka Pendek - -
Porsi Lancar Dari Utang Jangka Panjang/Sewa - 399,9
Modal
Kewajiban Lancar 2176,2 2168,7
Total Kewajiban 8915,5 8428,5
Total Utang Jangka Panjang 3932,6 3185,3
30
Utang Jangka Panjang 3932,6 3185,3
Kewajiban Sewa Modal - -
Total Utang 3932,6 3585,2
Pajak Penghasilan Ditanggung - -
Saham Minoritas 6,9 6,7
Kewajiban Lain, Total 755,3 689,7
Total Ekuitas 5450,1 5884
Saham Preferen Dapat Ditebus, Total - -
Saham Preferen – Tidak Dapat Ditebus, Bersih - -
Saham Biasa, Total 1,4 1,5
Tambahan Modal Disetor 41,1 41,1
Laba Ditahan (Akumulasi Defisit) 5563,2 5949,8
Saham Pembendaharaan – Biasa - -
Jaminan Utang ESOP - -
Laba (Rugi) Belum Terealisasi -2,5
Ekuitas Lainnya, Total -153,1 -109,5
Total Kewaiban & Ekuitas Pemegang Saham 14365,6 14312,5
Total Saham Biasa Beredar 1431,6 1460,5
Total Saham Preferen Beredar - -

Analisis biaya Starbucks terdiri dari total aset lancar, total aset, total kewajiban lancar, total
kewajiban, total ekuitas, total kewaiban & ekuitas pemegang saham, total saham biasa
beredar, total saham preferen beredar. Adapun rincian adalah sebagai berikut :
 Total Aset Lancar
Total aset lancar terdiri dari kas dan investasi jangka pendek, total piutang, bersih, total
piutang, bersih, total persediaan, beban dibayar di muka, aset lancar lainnya, total. Kas
dan investasi jangka pendek yang meliputi kas, kas dan setara kas, investasi jangka
pendek. Sedankan total piutang bersih terdiri dari piutang- dagang. Pada tahun 2016-
2017 total aset lancar terjadi peningkatan sebesar 5,25% dengan rasio, 4757,9 M di
taun 2016 dan 5283,4 M ditahun 2017.
 Total Aset
Dalam total aset Starbucks terdiri dari aset tetap, total – bersih, kepemilikan, bersih,
tetap bersih, investasi jangka panjang, piutang wesel – jangka panjang, aset jangka
panjang, aset jangka panjang lainnya, dan aset lainnya. Presentase total aset yang di
peroleh pada tahun 2016 – 2017 yaitu 0,53 % dengan 14312,5 m ditahun 2016 dan
14365,6 m ditahun 2017.
 Total Kewajiban Lancar
Total kewajiban lancar pada Starbucks ini terdiri dari utang, utang/ harus dibayar, beban
harus dibayar, utang wesel/ utang jangka pendek, porsi lancar dari utang jangka
panjang/sewa modal, dan kewajiban lancar. Pada total kewajiban lancar Starbucks di
tahun 2016-2017 menurun sebesar 3,26 % dengan 4546,8 M pada tahun 2016 dan pada
4220,7 M tahun 2017.
 Total Kewajiban
Total kewajiban pada Starbucks terdiri dari total utang jangka panjang, total utang,
pajak penghasilan ditanggung, saham minoritas, dan kewajiban lain, total. Pada total
jangka panjang terdiri dari utang jangka panjang dan kewajiban sewa modal. Total
kewajiban pada strabucks ditahun 2016 - 2017 mengalami peningkatan sebesar 4,87 %
dengan 8428,5 M pada 2016 dan 8915,5 M pada 2017.
 Total Ekuitas
31
Pada total ekuitas Starbucks terdiri dari saham preferen dapat ditebus, saham preferen,
saham biasa, tambahan modal disetor, laba ditahan (akumulasi defisit), saham
pembendaharaan, jaminan utang esop, laba (rugi) belum terealisasi dan ekuitas lainnya,
total. Pada ekuitas Starbucks 2016-2017 terjadi penurunan sebesar 4,33 % dengan 5884
M di tahun 2016 dan 5450,1 M ditahun 2017.
 Total Kewajiban & Ekuitas Pemegang Saham
Pada total kewajiban dan ekuitas starbucks 2016-2017 terjadi peningkatan sebesar 0,53
% dengan 14312,5 M pada tahun 2016 dan 14365,6 M pada tahun 2017.
 Total Saham Biasa Beredar
Pada total saham biasa beredar starbucks 2016 -2017 terjadi penurunan sebesar 0,28 %
dengan 1460,5 M pada tahun 2016 dan 1431,6 M padatahun 2017.

 Total Saham Preferen Beredar


Pada tahun 2016 – 2017 tidak ada total saham preferen beredar.

b) Laporan Laba Rugi Starbucks


LABA-RUGI STARBUCKS GENERAL PERFORMANCE (M $)
Periode Akhir : 2017 2016
01/10 02/10
Total Pendapatan 22386,8 21315,9
Pendapatan 22386,8 21315,9
Pendapatan Lainnya, Total - -
Biaya Pendapatan, Total 9038,2 8511,1
Laba Kotor 13348,6 12804,8
Total Biaya Oprasi 18252,1 17144
Penjualan/Umum/Admnistrasi Beban, Total 7886,6 7424,9
Penelitian dan Pengembangan - -
Penyusutan/Amortisasi 1011,4 980,8
Biaya (Pendapatan) Bunga – Net Oprasi -391,4 -318,2
Pengeluaran (Pendapatan) Tak Biasa 153,5 -
Biaya Operasi Lainnya, Total 553,8 545,4
Pendapatan Oprasi 4134,7 4171,9
Pendapatan (Biaya) Bunga, Net Non-Operasi 182,8 26,7
Untung (Rugi) Penjualan Aset - -
Lainnya, Bersih - -
Laba Bersih Sebelum Pajak 4317,5 4198,6
Provisi Pajak Penghasilan 1432,6 1379,7
Laba Bersih Setelah Pajak 2884,9 2818,9
Saham Minoritas -0,2 -1,2
Ekuitas dalam Afilitas - -
Penyesuaian GAAP AS - -
Laba Bersih Sebelum Item Luar Biasa 2884,7 2817,7
Total Item Luar Biasa - -
Laba Bersih 2884,7 2817,7
Total Penyesuaian terhadap Laba Bersih - -
Pendapatan Tersedia Bagi Saham Biasa Tidak 2884,7 2817,7
Termasuk Item Luar Biasa
Penyesuaian Dilusi - -
Laba Bersih Dilusi 2884,7 2817,7

32
Saham Rata-rata Tertimbang Dilusi 1461,5 1486,7
EPS Dilusi Tidak Termasuk Item Luar Biasa 1,97 1,9
Dividen per Saham – Terbitan Primer Saham Biasa 1 0,8
EPS Dilusi Dinormalisasi 2,09 1,92

Analisis laba rugi Starbucks terdiri dari Total Pendapatan, laba kotor, total biaya oprasi,
pendapatan oprasi, laba bersih sebelum pajak, laba bersih setelah pajak, laba bersih sebelum
item luar biasa, pendapatan tersedia bagi saham biasa tidak termasuk item luar biasa, eps dilusi
tidak termasuk item luar biasa. Adapun rincian adalah sebagai berikut :

 Total Pendapatan
Total pendapatan dari tahun 2016 - 2017 selalu meningkat 10,70 % dari taun 2014 –
2017 pada tahun 2016 sebesar 21315,9 M kemudian di tahun 2017 meningkat hingga
22386,8 M
 Biaya Pendapatan
Pada biaya pendapatan Starbucks ini meningkat 5,271 % di tahun 2016 - 2017, dengan
jumlah 8511,1 M ditahun 2016, dan pada tahun 2017 meningkat sebesar 9038,2 M.
 Laba Kotor
Pada laba kotor dari tahun 2016 - 2017 meningkat sebesar 5,43 %. Laba kotor pada
2016 sebesar 12804,8 M sedangkan tahun terakhir 2017 meningkat sebesar 13348,6 M.
 Total Biaya Oprasi
Total biaya oprasi Starbuck ini terdiri dari beberapa biaya diantaranya,
penjualan/umum/admnistrasi beban, penelitian dan pengembangan,
penyusutan/amortisasi, biaya (pendapatan) bunga – net oprasi, pengeluaran
(pendapatan) tak biasa, biaya operasi lainnya. Dalam total biaya oprasi ini meningkat
11,081 % di tahun 2016 - 2017 dengan 17144 M di tahun 2016, dan 18252,1 M di tahun
2017.
 Pendapatan Oprasi
Pendapatan oprasi Starbucks ini terdiri dari beberapa sektor diantaranya, pendapatan
(biaya) bunga, net non-operasi, untung (rugi) penjualan aset. Pendapat oprasi ini
mengalami penurunan 11,08 % dari tahun 2016 - 2017 dengan 4171,9 M ditahun 2016,
dan mengalami penurunan 4134,7 M ditahun 2017.
 Laba Bersih Sebelum Pajak
Laba besih sebelum pajak dari Starbuck ini selalu mengalami peningkatan sebesar 1,18
% dari tahun 2016 - 2017. Hal ini dengan rasio angka 4198,6 M ditahun 2016, serta
4317,5 M ditahun 2017.
 Laba Bersih Setelah Pajak
Laba bersih setelah pajak Starbucks ini terdiri dari beberapa sektor diantaranya saham
minoritas, ekuitas dalam afilitas, penyesuaian GAAP AS. Laba bersih setelah pajak ini
selalu mengalami peningkatan sebesar 1,18 % dari 2016 - 2017 dengan 2818,9 M
ditahun 2016, serta 2884,9 M ditahun 2017.
 Laba Bersih Sebelum Item Luar Biasa
Laba bersih sebelum item luar biasa mengalami peningkatan sebesar 0,67 % dari 2016 -
2017, dengan 2817,7 M di tahun 2016, dan 2884,7 M di tahun 2017.
 Laba Bersih
Laba bersih mengalami peningkatan sebesar 0,67 % dari 2016 - 2017, dengan 2817,7 M
di tahun 2016, dan 2884,7 M di tahun 2017.
33
 Pendapatan Tersedia Bagi Saham Biasa Tidak Termasuk Item Luar Biasa
Beberapa fator yang mempengaruhi pendapatan tersedia bagi saham biasa tidak
termasuk item luar antara lain, penyesuaian dilusi, laba bersih dilusi, saham rata-rata
tertimbang dilusi. Laba bersih sebelum item luar biasa mengalami peningkatan sebesar
0,67 % dari 2016 - 2017, dengan 2817,7 M di tahun 2016, dan 2884,7 M di tahun 2017.
 EPS Dilusi Tidak Termasuk Item Luar Biasa
EPS dilusi tidak termasuk item luar biasa meliputi beberapa faktor yaitu, dividen per
saham – terbitan primer saham biasa, eps dilusi dinormalisasi. EPS pada Starbuck ini
selalu meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 1,92 M ditahun 2016, dan 2,09 M
ditahun 2017.

34
BAB IV

KESIMPULAN

1. Skema atau model kemitraan PT. Sari Coffee Indonesia terdiri dari 3 pola kemitraan,
yaitu kemitraan antara PT. Sari Coffee Indonesia dengan Starbucks Corporation
International menggunakan pola waralaba, kemitraan antara PT. Sari Coffee
International dengan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) menggunakan pola
subkontrak, dan kemitraan antara PT. Sari Coffee Indonesia dengan petani di wilayah
Sumatera Utara menggunakan pola subkontrak.
2. Berdasarkan cost stucture dari Starbucks Corporation neraca 2016 - 2017 bahwa total
aset lancar meningkat sebesar 5,25% , total aset meningkat 0,53 %, total kewajiban
lancar 3,26 %, total kewajiban meningkat 4,87 %, total ekuitas menurun sebesar 4,33
%, total kewajiban & ekuitas pemegang saham , meningkat sebesar 0,53 %, dan tidak
ada untuk total saham preferen beredar, total saham biasa beredar. Sedangkan
kesimpulan dari laporan laba rugi total pendapatan meningkat 10,70 %, biaya
pendapatan meningkat 5,271 %, laba kotor meningkat sebesar 5,43 %, total biaya oprasi
meningkat 11,081 %, pendapatan oprasi penurunan 11,08 %, laba bersih sebelum pajak
penurunan 11,08 %, laba bersih setelah pajak peningkatan sebesar 1,18 %, laba bersih
sebelum item luar biasa peningkatan sebesar 0,67 %, laba bersih peningkatan sebesar
0,67 %, pendapatan tersedia bagi saham biasa tidak termasuk item luar biasa
peningkatan sebesar 0,67 %, dan eps dilusi tidak termasuk item luar biasa juga
meningkat.
3. Setelah dianalisis menggunakan metode Bisnis Model Kanvas pada perusahaan
Starbucks, maka didapatkan analisis SWOT serta strategi dari masing masing kunci.

35
DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Iin. 2014. Model Bisnis Starbucks Corporation (Skripsi). Program Pasca Sarjana Ilmu
Manajemen Universitas Brawijaya Malang.

Fadhillah, Husna. 2017. Kajian Kemitraan Agribisnis Kelompok Petani Kopi Dengan Perusahaan
Mitra Studi Kasus : Kelompok Petani Namanis Desa Sinaman II Kecamatan Pamatang
Sidamanik, Kabupaten Simalungun dengan Gerai Kopi Starbucks (Jurnal). Program
Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Mubarok, Syahrul. 2010. Strategi Pemasaran Starbucks Corporation (Skripsi). Jurusan


Akuntansi. Universitas Negeri Malang.

Medistiara, Yulida. 2016. Pasok Biji Kopi Ke Starbucks, Kelompok Koperasi Tani Untung RP.12 M
pertahun (Artikel).

Ratna, Made. 2016. Pola Subkontrak Kopi Luwak Satria Agrowisata Di Desa Manukaya,
Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar (Jurnal). E-Jurnal Agribisnis dan
Agriwisata ISSN : 2301-6523 Vol. 5, no. 3 Juli 2016.

Starbucks Corporation Website. www.Starbucks.co.id

36