Anda di halaman 1dari 90

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

“PERIKARDIUM” (Pemberdayaan Kader Posyandu Guna Menyukseskan


Program Kesehatan Pemerintah Dengan Sistem Gerakan 3M) di Desa
Gunungtiga Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus, Lampung

BIDANG KEGIATAN:

PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Diusulkan oleh:

Rika Rahmawati NPM.1518011025 TA.2015

Charisatus Sidqotie NPM.1518011189 TA.2015

Alvin Widya Ananda NPM.1518011108 TA.2015

Muhammad Yogi Maryadi NPM.1418011133 TA.2014

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2018

i
ii
ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul ................................................................................................... i

Halaman Pengesahan ............................................................................................ ii

Daftar Isi................................................................................................................ iii

Daftar Gambar ....................................................................................................... iv

Bab 1. Pendahuluan ............................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ........................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah ................................................................................... 2

1.3. Tujuan Penulisan ..................................................................................... 2

1.4. Luaran yang diharapkan .......................................................................... 2

1.5. Kegunaan Program.................................................................................. 3

Bab 2. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran ...................................................... 3

Bab 3. Metode ....................................................................................................... 4

3.1. Teknik Penyuluhan ................................................................................. 5

3.2. Pembinaan dan Pelatihan ........................................................................ 5

3.3. Pendampingan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi................................... 5

Bab 4. Hasil yang Dicapai ..................................................................................... 6

Bab 5. Penutup ...................................................................................................... 10

Lampiran
1. Penggunaan Dana
2. Bukti-Bukti Pendukung Kegiatan

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Grafik Cakupan Gerakan 3M..............................................................8

iv
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2013, angka kematian
ibu melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Negara ASEAN.
Sebanyak 359 dari 100.000 kelahiran pada tahun 2012 harus berakhir dengan
kematian. Data tersebut bukan hanya menunjukkan penurunan kualitas kesehatan
ibu, tetapi juga bayi dan balita yang ada di seluruh daerah di Indonesia.
Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi dengan penurunan kualitas
kesehatan ibu, bayi, dan balita yang perlu diperhatikan. Dari rilis yang
dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, pada tahun 2014 terdapat 130
kasus kematian ibu, 127 kasus kematian bayi, dan 48 kasus kematian balita.
Tingginya angka kematian di daerah ini masih menjadi fakta masih kurang
optimalnya pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung. Ada satu daerah di
Lampung yang dikenal dengan Desa Gunungtiga Kecamatan Ulubelu Kabupaten
Tanggamus yang diketahui memiliki angka kematian ibu, bayi, dan balita yang
cukup tinggi. Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)
Puskesmas Ngarip pada Juli tahun 2017, terdapat 1 kasus kematian ibu baru
melahirkan, 2 kasus kematian bayi, dan 1 kasus kematian balita. Selain itu di desa
dengan jumlah penduduk sebanyak 2.253 jiwa ini hanya memiliki 2 tenaga
kesehatan yang mampu menangani masalah kesehatan ibu, bayi, maupun balita.
Kurangnya data kesehatan selama kehamilan pada ibu hamil dan banyaknya
bayi serta balita dengan status gizi kurang dan status gizi buruk yang tidak
terdeteksi menjadi faktor penyebab terlambatnya penanganan sehingga berujung
pada peningkatan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Salah satu cara untuk
mendapatkan data kesehatan ibu selama masa kehamilan adalah dengan
melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) dan salah satu sumber data status
gizi adalah dengan melakukan pengukuran dan Pemantauan Status Gizi (PSG)
tetapi sejak tahun 2007 data tersebut tidak tersedia karena tidak adanya kegiatan
PSG sehingga data tersebut hanya bisa didapatkan dari Hasil Riset Kesehatan
Dasar (Riskesdas) yang dilakukan setiap 3 tahun sekali sejak tahun 2007.
Hal yang lebih menyedihkan, sebagian besar permasalahan ini bisa dicegah
sepenuhnya. Kita tahu bahwa Pemerintah sebenarnya telah membuat program
yang dapat membantu tenaga kesehatan untuk mendapatkan data kesehatan
melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang merupakan garda terdepan
dalam meningkatkan kualitas kesehatan khususnya bagi ibu, bayi, dan balita di
tengah masyarakat. Akan tetapi, hal ini tidak didukung dengan sumber daya yang
memadai. Hasil wawancara bersama Bapak Hendri Tasmidi (Kepala Desa
Gunungtiga Ulubelu), para kader posyandu di Desa Gunungtiga memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang kurang dalam menjalankan tugasnya sebagai
kader. Hal ini terlihat dari kurangnya pelaksanaan kegiatan posyandu dan
sedikitnya warga yang datang berkunjung sehingga menyebabkan peran kader
2

menjadi kurang efektif khususnya dalam upaya penjaringan secara dini kasus
kesehatan ibu, bayi, dan balita. Oleh karena itu diperlukan upaya pemberdayaan
kader posyandu yang mampu menjadi pelopor kesehatan ibu, bayi, dan balita.
“PERIKARDIUM” merupakan solusi dari permasalahan fungsi posyandu yang
kurang optimal. Program ini diharapkan dapat menghasilkan kader posyandu yang
sigap dan peduli akan kesehatan ibu, bayi, dan balita secara mandiri terutama
dalam hal penerapan gerakan 3M yaitu Mengukur dan mengedukasi status gizi
balita, Meningkatkan cakupan imunisasi lengkap, dan Meningkatkan kunjungan
ANC minimal 4 kali pada ibu hamil. Penerapan “PERIKARDIUM” dapat
berimplikasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan penurunan angka
kematian ibu, bayi, dan balita khususnya di Desa Gunungtiga Ulubelu.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam
PKM-M ini adalah bagaimana cara pemberdayaan kader posyandu di Desa
Gunungtiga dalam menyukseskan program pemerintah dengan sistem gerakan 3M
yang sigap dan peduli terhadap masalah kesehatan ibu, bayi, dan balita?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari program ini adalah:
1) Kader posyandu Desa Gunungtiga mampu menyadari pentingnya
pengukuran dan pelaporan status gizi, Peningkatan cakupan imunisasi
pada balita, dan peningkatan cakupan kunjungan ANC pada ibu hamil
sebagai upaya preventif serta mampu mengidentifikasi masalah kesehatan
ibu, bayi, dan balita sejak dini.
2) Mendukung penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita di Desa
Gunungtiga Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
3) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Gunungtiga Ulubelu
sebagai dampak positif dari sikap sigap terhadap permasalahan kesehatan
khususnya pada ibu, bayi, maupun balita.

1.4 Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan dari program ini adalah:
1) Penetapan Surat Keputusan Kelompok Operasional “PERIKARDUM”
oleh Kepala Desa Gunungtiga Ulubelu sebagai bentuk keberlanjutan dalam
upaya promotif dan preventif masalah kesehatan ibu, bayi, dan balita.
2) Terlaksananya Program “PERIKARDIUM” dengan sistem gerakan 3M
(Mengukur dan melaporkan status gizi. Meningkatkan cakupan imunisasi
lengkap balita, dan Meningkatkan cakupan ANC pada ibu hamil) secara
berkelanjutan di Desa Gunungtiga Ulubelu sehingga dapat dijadikan
sebagai desa percontohan bagi desa lainnya dalam mengoptimalkan peran
kader posyandu.
3

3) Terbukanya peluang penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita di


Desa Gunungtiga Ulubelu, Lampung.
4) Terpublikasinya Artikel Ilmiah dalam Jurnal skala Nasional dan/atau
Internasional.
5) Terbitnya buku panduan program “PERIKARDIUM” sehingga dapat
menunjang program untuk memperoleh hak paten serta dapat menjadi
pedoman bagi pihak lain yang ingin menerapkan dan mengembangkan
program “PERIKARDIUM”.

1.5 Kegunaan Program


Kegunaan program ini adalah:
1) Membantu menyukseskan program kesehatan pemerintah dalam
meningkatkan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita.
2) Mengoptimalkan fungsi dan kinerja kader posyandu dalam masyarakat.
3) Membantu ibu hamil, bayi, dan balita agar mendapatkan pemeriksaan
kesehatan secara rutin dan berkala.

BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

2.1 Gambaran Umum Masyarakat Mitra


Desa Gunungtiga terletak di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus,
Provinsi Lampung. Berdasarkan data Badan Statistik Kependudukan tahun 2017,
penduduk Desa Gunungtiga berjumlah 2.253 jiwa dengan jumlah penduduk laki-
laki 1.153 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 1.100 jiwa yang terdiri dari 47
bayi, 324 balita, dan mayoritas remaja dan dewasa. Sebagian besar penduduk
Desa Gunungtiga beragama Islam, bersuku Semendo dan memiliki tingkat
pendidikan yang relatif rendah dengan rata-rata tingkat pendidikan SLTP
(Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) atau sederajat. Mata pencaharian utama
penduduk Desa Gunungtiga adalah sebagai petani dengan sebagian kecil
warganya bekerja sebagai pedagang, wiraswasta dan pegawai negeri sipil.
Akses untuk menuju Desa Gunungtiga harus ditempuh dengan jarak 96
kilometer melalui jalan aspal yang berliku dan tidak rata. Desa Gunungtiga
memiliki kualitas kesehatan yang masih rendah khususnya pada ibu, bayi, dan
balita. Berdasarkan data UPTD Puskesmas Ngarip, pada Juli 2017 terdapat 1
kasus kematian ibu baru melahirkan karena riwayat penyakit hipertensi kronis
maupun preeklampsia yang baru diketahui saat akan persalinan, 2 kasus kematian
bayi, dan 1 kasus kematian balita akibat gizi buruk yang baru dibawa ke Pusat
Kesehatan saat penyakit sudah memberat.
Rendahnya kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita di Desa Gunungtiga tidak
terlepas dari kurangnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, belum
4

menyeluruhnya cakupan imunisasi lengkap, dan banyaknya bayi maupun balita


dengan status gizi kurang dan gizi buruk yang tidak terdeteksi.
Jika terdapat warga yang sakit, mereka harus pergi ke Puskesmas Pembantu di
Kecamatan Ulubelu yang berjarak 23 kilometer dari Desa Gunungtiga. Masalah-
masalah kesehatan yang berat bagi ibu hamil seperti hipertensi kronis maupun
preeklampsia yang dapat menyebabkan kematian, atau masalah gizi buruk pada
balita, tentu harus dirujuk ke Pusat Kesehatan dengan fasilitas terbaik di Lampung
dan harus ditempuh sejauh 94 kilometer. Masyarakat Desa Gunungtiga hanya
mampu mengandalkan 18 kader posyandu yang minim pengetahuan dan 2 tenaga
kesehatan yang khusus menangani masalah kesehatan ibu, bayi, dan balita dengan
jangkauan desa yang cukup luas sekitar 344,28 Ha. Kebanyakan dari ibu hamil,
bayi, maupun balita di desa, tidak mencari pengobatan karena tidak menyadari
masalah kesehatan yang sedang dialami. Permasalahan ini akan sangat merugikan
apabila terjadi suatu komplikasi penyakit lain yang lebih membahayakan sehingga
dibutuhkan identifikasi secara dini, penanganan yang cepat, dan pencegahan yang
tepat pula.

2.2 Identifikasi dan Alternatif Pemecahan Permasalahan


Berdasarkan letak geografis Desa Gunungtiga yang jauh dari pusat pelayanan
kesehatan dan memiliki akses perjalanan yang sulit, kurangnya pengetahuan dan
keterampilan kader posyandu serta sedikitnya jumlah tenaga kesehatan yang
berkompeten dalam menangani masalah kesehatan ibu, bayi, dan balita sehingga
apabila terjadi kasus kematian ibu, bayi, maupun balita dapat meningkatkan angka
kematian di Desa Gunungtiga. Oleh karena itu Alternatif pemecahan
permasalahan yang kami berikan adalah dengan mengadakan pelatihan
keterampilan kepada kader posyandu terkait Gerakan 3M, yaitu mengukur dan
melaporkan status gizi balita, meningkatkan cakupan imunisasi lengkap serta
kunjungan ANC pada ibu hamil di posyandu Desa Gunungtiga. Kader posyandu
bertugas untuk melakukan kunjungan, mengukur, mengedukasi, dan melaporkan
status gizi bayi dan balita agar segera mendapat penanganan apabila ditemukan
kasus gizi kurang maupun gizi buruk, kemudian menyerukan kepada ibu-ibu yang
mempunyai bayi maupun balita agar mendapatkan imunisasi lengkap serta
menyerukan dan melakukan kunjungan ke tiap-tiap rumah agar para ibu hamil
mendapatkan pemeriksaan kehamilan sebanyak minimal 4 kali selama masa
kehamilan.
Program ini sejalan dengan program pemerintah yaitu seribu hari pertama
kehidupan, yang mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia,
karena kualitas manusia ditentukan sejak awal janin berada dalam kandungan ibu.
5

BAB 3. METODE
3.1. Teknik Penyuluhan
Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader posyandu
mengenai kesehatan ibu, bayi, dan balita. Metode yang digunakan dalam
penyuluhan program PERIKARDIUM ini adalah dengan metode slide presentasi
dan diskusi. Sedangkan untuk media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah
presentasi, poster, dan video. Presentasi yang disampaikan mencakup program-
program yang ada pada kegiatan PERIKARDIUM ini yang menggunakan sistem
gerakan 3M yaitu materi tentang pengukuran status gizi pada balita, imunisasi
lengkap pada balita, dan kunjungan ANC (Antenatal Care) pada ibu hamil. Teknik
penyuluhan yang digunakan pada program ini mudah dipahami dalam penyampaian
materi. Pada saat penyuluhan juga dilakukan pelaksanaan diskusi dengan para kader
posyandu mengenai materi yang sudah di sampaikan dan juga diskusi akan masalah
yang dihadapi pada saat kegiatan posyandu.

3.2. Pembinaan dan Pelatihan


Pembinaan dan Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader
dalam menerapkan sistem gerakan 3M yang sebelumnya telah dilakukan
penyuluhan. Para kader posyandu akan langsung mempraktikan bagaimana tata
cara yang benar dalam menerapkan sistem gerakan 3M yang mencakup:
1) Pembinaan dan pelatihan ketrampilan dalam mengukur, mengidentifikasi
secara dini, mengedukasi, dan melaporkan status gizi bayi dan balita.
2) Pembinaan dan pelatihan ketrampilan dalam memberikan edukasi kepada ibu-
ibu yang mempunyai bayi dan balita terkait cakupan imunisasi lengkap.
3) Pembinaan dan keterampilan menggunakan alat seperti timbangan, microtoise,
dan tensimeter.
4) Pembinaan dan ketrampilan dalam melakukan kunjungan, melakukan ANC
(pemeriksaan kehamilan), dan memberikan pemahaman kepada ibu hamil akan
pentingnya ANC minimal empat kali pada masa kehamilan.

3.3. Pendampingan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dalam pembinaan dan
pelatihan program PERIKARDIUM bagi kader posyandu di Desa Gunungtiga.
Upaya tindak lanjut (follow up) dilakukan sebagai fungsi pendampingan dan
monitoring pengurus PERIKARDIUM tetap menjalankan fungsinya dan tidak
berhenti setelah program selesai dilaksanakan. Kegiatan monitoring dilakukan
seminggu setelah pengukuhan pengurus PERIKARDIUM oleh Kepala UPTD dan
Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngarip Ulubelu, Perwakilan
Tim Penggerak PKK Kecamatan Ulubelu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (memiliki identitas berupa
pakaian dan sertifikat) untuk memantau kinerja dan aplikasi keterampilan pengurus
PERIKARDIUM di Desa Gunungtiga Ulubelu agar berjalan sebagaimana
6

mestinya. Kegiatan monitoring ini dilakukan satu kali dalam satu bulan. Pada setiap
monitoring, sebagai tambahan pengurus akan diberikan penyegaran oleh Kepala
UPTD dan Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngarip Ulubelu,
Tim Penggerak PKK Kecamatan Ulubelu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lampung mengenai penelitian
terbaru mengenai masalah kesehatan ibu, bayi, dan balita. Penyegaran dilakukan
agar program PERIKARDIUM dapat terus dijalankan dan diwariskan kepada
generasi berikutnya. Tim pelaksana juga akan memantau perkembangan hasil dari
pelaksanaan program setiap dua bulan sekali.

BAB 4. HASIL YANG DICAPAI

4.1. Hasil yang dicapai


Berikut ini merupakan hasil yang dicapai selama pelaksanaan kegiatan di
antaranya:

4.1.1. Kader Posyandu Desa Gunungtiga menyadari pentingnya pengukuran status


gizi, cakupan imunisasi lengkap pada balita, dan pemeriksaan ANC pada ibu hamil
sebagai upaya preventif serta mampu mengidentifikasi masalah kesehatan ibu
hamil, bayi, dan balita secara dini.
Rangkaian kegiatan PKM-M “PERIKARDIUM” dimulai dengan pembukaan
pada hari Minggu, 15 April 2018 dihadiri oleh dosen pendamping, perwakilan
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD) dan Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngarip,
Perwakilan Tim Penggerak PKK Kecamatan Ulubelu, Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Aparatur Desa, serta
bidan Desa Gunungtiga. Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan
penyuluhan terkait program “PERIKARDIUM”. Kader posyandu kemudian
mengikuti tiga kali pembinaan dan pelatihan dalam Set 1, Set 2, dan Set 3.
Pada setiap set dilakukan Pre-test sebelum pembinaan dan Post-test setelah
pembinaan. Nilai hasil Pre-test dan Post-test pembinaan dan pelatihan pada setiap
set disajikan dalam bentuk grafik yang disediakan pada lampiran. Berdasarkan hasil
rerata Pre-test dan Post-test Set 1, Set 2, dan Set 3, didapatkan data bahwa terdapat
peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah dilakukan pembinaan dan
pelatihan sebesar 65%. Data tersebut menjadi dasar yang menunjukkan bahwa
kader memahami dan menyadari pentingnya pengukuran status gizi, cakupan
imunisasi lengkap pada balita, dan pemeriksaan ANC pada ibu hamil. Adapun
peningkatan pengetahuan kader pada salah satu pelatihan ditunjukkan dalam Jurnal
Kesehatan dan Agromedicine Vol 5, No. 1 (2018) dengan judul “Efektifitas
Pelatihan Kader Posyandu Dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi di Desa
Gunungtiga Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus, Lampung”.
Kemudian pada pelaksanaan program PERIKARDIUM juga dilakukan
7

monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan di tiga tempat
yaitu Dusun 1, Dusun 3, dan Dusun 5. Sejak Mei - Juli 2018, telah dilakukan tiga
kali monitoring dan evaluasi pada tanggal 28 Mei 2018, 25 Juni 2018, dan 23 Juli
2018. Secara keseluruhan, dari tiga kali dilakukannya monitoring, seluruh kader
program PERIKARDIUM telah mengaplikasikan dan melaksanakan program
dengan baik. Terhitung sejak Mei - Juli 2018, sebanyak 371 bayi dan balita telah
mendapatkan pengukuran status gizi yang artinya pengukuran status gizi pada bayi
dan balita di Desa Gunungtiga mencapai 100%. Kader juga berhasil meningkatkan
cakupan imunisasi lengkap pada 153 bayi dan balita yang artinya cakupan imunisasi
lengkap meningkat sebesar 89,5% dari sebelum program dijalankan. Selain itu
sebanyak 16 ibu hamil juga telah mendapatkan pemeriksaan ANC untuk memantau
kesehatan ibu selama masa kehamilan.
Selain monitoring dan evaluasi, dilakukan juga microteaching kepada kader
posyandu yang terbagi dalam sub-bagian Cakupan Imunisasi Lengkap dan Cakupan
Kunjungan ANC oleh Kepala UPTD Puskesmas Ngarip, Cikmah, S.ST.,MM.Kes.
Kegiatan ini bertujuan untuk pematangan ilmu dalam menyuarakan cakupan
imunisasi lengkap bagi bayi dan balita. Penerapan konsep deteksi secara dini dan
perhitungan status gizi dinilai berdasarkan tingkat pemahaman dan keterampilan
kader posyandu dengan terlebih dahulu dilakukan pleno oleh dosen bidang
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, dr. Dian Isti
Anggraini, M.P.H.

4.1.2. Terbentuknya Kelompok Operasional PERIKARDIUM yang telah


ditetapkan Kepala Desa dengan 18 orang pengurus yang akan mengoptimalkan
gerakan 3M dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu, bayi, dan balita.
Telah terbentuk Kelompok Operasional PERIKARDIUM di Desa
Gunungtiga Ulubelu dengan 18 kader sebagai pengurus tetap dalam upaya
meningkatkan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita. Struktur kelompok
operasiomal PERIKARDIUM ini telah dikukuhkan dan ditetapkan berdasarkan
Surat Keputusan Kepala Desa Gunungtiga No. 140/002/15.2002/2018 sebagaimana
yang terlampir pada lampiran.

4.1.3. Terbukanya peluang penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita di Desa
Gunungtiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Sebelum dilakukan program pada April 2018, kader posyandu tidak
melakukan pengukuran status gizi karena tidak mempunyai pengetahuan dan
keterampilan dalam mengukur status gizi. Kader hanya mampu menjalankan
program imunisasi pada 29 bayi dan balita dari total 294 bayi dan balita yang belum
mendapatkan imunisasi lengkap dengan dibantu bidan setempat serta hanya mampu
melakukan pemeriksaan ANC yang terbatas pada 5 ibu hamil dari total 19 ibu hamil
yang ada di Desa Gunungtiga terhitung sampai bulan April 2018. Setelah kelompok
operasional PERIKARDIUM terbentuk, pengurus menjalankan fungsinya. Sejak
8

Mei - Juli 2018, kader berhasil melakukan Gerakan 3M secara menyeluruh kepada
371 bayi dan balita, serta 16 Ibu hamil yang berada di Desa Gunungtiga.

Gambar 4.1 Grafik Cakupan Gerakan 3M April s.d. Juli 2018

Kemudian pada pelaksanaan gerakan 3M dalam 3 bulan tersebut, kader juga


telah melakukan pemeriksaan dan identifikasi kasus secara dini baik di posyandu
maupun kunjungan di tiap rumah. Dari hasil identifikasi didapatkan 4 kasus gizi
kurang dan 2 ibu hamil dengan riwayat hipertensi. Adapun hasil identifikasi kasus
disajikan dalam bentuk grafik dan tersedia pada lampiran. Selanjutnya bayi, balita,
dan ibu hamil yang teridentifikasi mengalami masalah kesehatan mendapatkan
edukasi kemudian kader melaporkan kasus yang didapatkan ke layanan kesehatan
melalui bidan setempat untuk segera mendapatkan penangan. Dengan adanya
pelaporan hasil identifikasi kasus secara dini yang dilakukan oleh kader posyandu
program PERIKARDIUM, penanganan dengan cepat dilakukan. Dengan demikian
program ini berhasil membantu menyukseskan program kesehatan pemerintah,
sedikitnya menyelamatkan 6 nyawa sebelum mengarah kepada penyakit yang lebih
berat, sehingga akan membantu menurunkan angka kesakitan dan membuka
peluang turunnya kasus kematian ibu, bayi, dan balita.

4.1.4. Penerapan program PERIKARDIUM di daerah lainnya sebagai bentuk


diseminasi hasil program.
Program “PERIKARDIUM” berhasil dimasukkan dalam agenda KKN-
Tematik (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Lampung melalui surat komitmen
penerapan program yang disetujui oleh Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata
(BP-KKN), Sri Waluyo, S.TP., M.Si., Ph.D dan diterapkan pula dalam Program
Ilmu Kedokteran Komunitas di Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran
Universitas Lampung sebagaimana surat komitmen yang tersedia pada lampiran.
Selain itu, program ini juga telah didiseminasikan di empat desa di Kecamatan
Ulubelu dengan terlebih dahulu melakukan audiensi, kunjungan kerjasama, dan
penyerahan buku panduan PERIKARDIUM kepada empat koordinator posyandu
di empat desa yang ada di Kecamatan Ulubelu di bawah pengawasan kepala desa.
Adapun empat desa tersebut yaitu Desa Muara Dua, Desa Pagar Alam, Desa
9

Ngarip, dan Desa Suka Maju. Tiga desa sedang menjalankan program dan satu desa
lainnya dalam tahap persiapan.

4.2. Potensi Keberlanjutan


Aspek terpenting dalam program pengabdian masyarakat adalah pada potensi
keberlanjutan Program “PERIKARDIUM” didukung dengan adanya posko kader
posyandu program “PERIKARDIUM” yang terletak di tiga posyandu Desa
Gunungtiga untuk menjalankan gerakan 3M sehingga kader mampu melakukan
identifikasi secara dini status gizi, pemeriksaan kehamilan secara menyeluruh, dan
meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan balita. Kader juga dilengkapi
dengan identitas dan alat penunjang guna menjalankan tugasnya.
Kegiatan ini juga didukung dengan adanya kerjasama dengan UPTD
Puskesmas Ngarip untuk melakukan outbreak response immunization bersama para
kader dan sebagai pengawas kegiatan kader posyandu program “PERIKARDIUM”.
Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk memberikan
subsidi timbangan, microtoise, dan tensimeter secara berkala. Kerjasama dengan
penadah rongsok dan ikan nila siap jual untuk upaya pemasaran hasil. Kerjasama
dengan media cetak maupun online seperti, TVRI, Tegar TV, LAMPUNG POST,
Vidio.com, Media Harian Liputan 6, Media Harian Online Lampung Post, Media
Harian Sisi Dunia, Media Harian Metro TV, Portal Berita Fakultas Kedokteran
Universitas Lampung dan Portal Berita Universitas Lampung sebagai langkah
pubikasi agar “PERIKARDIUM” dapat menjadi program percontohan dalam untuk
membantu menyukseskan program kesehatan Pemerintah dalam mengoptimalkan
fungsi kader posyandu dan menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita.
Keberlanjutan program “PERIKARDIUM” juga mampu mendukung beberapa
aspek kehidupan, seperti:
1) Kesehatan
Kader posyandu mampu secara terampil dan mandiri menjalankan gerakan 3M
dengan melakukan identifikasi secara dini status gizi, pemeriksaan kehamilan
secara menyeluruh, dan meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan balita
sehingga akan membantu menyukseskan program kesehatan Pemerintah dalam
mengoptimalkan fungsi kader posyandu dan menurunkan angka kematian ibu,
bayi, dan balita.
2) Pendidikan
Transfer ilmu pengetahuan selama pembinaan dan pelatihan
“PERIKARDIUM” memperkuat kader dalam menjalankan rangkaian gerakan
3M dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan menghentikan angka
gizi buruk. Tersedianya buku dengan judul “Panduan Praktis Pemberdayaan
Kader Posyandu” ber-ISBN yang disusun Tim PKM-M “PERIKARDIUM”
akan memudahkan kader posyandu untuk mempelajari kembali keterampilan
yang telah diajarkan, sehingga penyegaran ilmu akan terus dilakukan.
10

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pemberdayaan kader posyandu di Desa Gunungtiga dalam menyukseskan
program kesehatan Pemerintah dengan sistem gerakan 3M dapat dilakukan dengan
memberikan pembinaan dan pelatihan mengenai pengukuran status gizi, cakupan
imunisasi lengkap pada bayi dan balita, serta pemeriksaan ANC (Antenatal Care)
pada ibu hamil. Hasil analisis pengabdian menunjukkan bahwa terdapat
peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah dilakukan pembinaan dan
pelatihan gerakan 3M. Selain itu dengan adanya sistem gerakan 3M yang dilakukan
oleh kader posyandu di Desa Gunungtiga, bayi dan balita mendapatkan pengukuran
status gizi secara menyeluruh, jumlah bayi dan balita yang mendapatkan imunisasi
meningkat, dan semua ibu hamil mendapatkan pemeriksaan ANC secara berkala.

5.2 Saran
Kader posyandu program “PERIKARDIUM” merupakan kader pertama yang
dibina di Desa Gunungtiga, untuk mempetahankan fungsi dan kinerjanya maka
disarankan kepada seluruh kader untuk terus meningkatkan motivasi dan
mempertahankan komitmen menjadi kader posyandu di Desa Gunungtiga serta
bersedia untuk terus mempelajari materi yang telah diajarkan. Kader juga
diharapkan dapat meneruskan tugas pada generasi selanjutnya dengan membentuk
kader baru setiap tahun di Desa Gunungtiga. Kepada UPTD Puskesmas dan
perangkat desa agar dapat memberikan penghargaan kepada kader terbaik setiap
periode dan terus melakukan sosialisasi mengenai keberadaan kader posyandu
program “PERIKARDIUM” kepada warga Desa Gunungtiga. Kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk dapat membantu dalam penyediaan
fasilitas kader untuk mengidentifikasi masalah kesehatan ibu, bayi, dan balita.
Dinas Kesehatan dapat berperan sebagai inisiator dalam pemberdayaan dan
penerapan program “PERIKARDIUM” di desa lain yang ada di Kabupaten
Tanggamus. Kepada Tim Penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga)
juga diharapkan dapat berperan dalam mengawasi dan mengontrol setiap kegiatan
selama kader menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Lampiran 1. Penggunaan Dana

A. PEMASUKAN
No Sumber Dana Dana

1 Dana disetujui kemenristekdikti Rp. 6.200.000,00


2 Dana bantuan fakultas Rp. 10.000.000,00
Jumlah Rp. 16.200.000,00

B. PENGELUARAN

1. Peralatan Penunjang

Material Justifikasi Kuantitas Harga Jumlah


Pemakaian Satuan
Kaos identitas Identitas peserta 20 buah Rp 60.000 Rp 1.200.000
kader posyandu PERIKARDIUM
Kaos identitas Identitas tim 4 buah Rp 75.000 Rp. 300.000
tim pkm PKM
perikardium PERIKARDIUM
Microtoise Alat pengukur 3 buah Rp 26.000 Rp 78.000
tinggi badan
Timbangan berat Alat pengukur 3 buah Rp 120.000 Rp 360.000
badan digital berat badan
Sphygmomanome Alat pengukur 3 buah Rp 89.000 Rp 267.000
ter tekanan darah ibu
hamil
Stetoskop Digunakan 3 buah Rp 22.000 Rp 66.000
bersama dengan
sphygmomanome
ter untuk
mengukur
tekanan darah
Totebag Sebagai wadah 20 buah Rp 10.000 Rp 200.000
untuk membawa
alat tulis dan alat
penunjang
Banner Banner kegiatan 1 buah Rp 70.000 Rp 70.000
Stempel Stempel kegiatan 1 buah Rp 50.000 Rp 50.000
SUBTOTAL Rp 2591.000
2. ATK

Material Justifikasi Kuantitas Harga Jumlah


Pemakaian Satuan
Pulpen Keperluan 1 box Rp 20.000 Rp 20.000
administrasi
Amplop Keperluan 10 Rp 500 Rp 5.000
administrasi
Print kuisioner Pretest dan 1 rangkap Rp 3.500 Rp 3.500
postest
Print sertifikat Sertifikat kader 1 rangkap Rp 2.500 Rp 2.500
Print surat Keperluan 38 Rp 2.000 Rp 76.000
administrasi rangkap
Fotokopi Pretest dan 18 Rp 1.423 Rp 25.630
kuisioner postest rangkap
Buku panduan Buku panduan 31 Rp 25.000 Rp 775.000
peserta rangkap
Tinta Printer Untuk keperluan 4 warna Rp 100.000 Rp 400.000
administrasi
Kertas A4 Untuk keperluan 1 rim Rp 48.000 Rp 48.000
administrasi
Kertas linen Untuk keperluan 2 pak Rp 10.000 Rp 20.000
administrasi
Materai 6000 Untuk keperluan 4 buah Rp 7.000 Rp 28.000
administrasi
Materai 6000 Untuk keperluan 12 buah Rp 8.000 Rp 96.000
administrasi
SUBTOTAL Rp 1.499.630

3. Perjalanan

Material Justifikasi Kuantitas Harga Jumlah


Pemakaian Satuan
Perjalanan dari Bensin selama 4 2 motor Rp 9.000/ Rp 405.014
Unila ke Desa bulan liter
Gunungtiga pertamax
Perjalanan dari Bensin selama 4 2 motor Rp 9.000/ Rp 405.014
Desa Gunungtiga bulan liter
ke Unila pertamax
SUBTOTAL Rp 810.028
4. Lain-lain

Material Justifikasi Kuantitas Harga Jumlah


Pemakaian Satuan
Snack pembukaan Konsumsi peserta 30 kotak Rp 150.000 Rp 230.000
Konsumsi tamu 8 piring Rp 80.000
Snack materi 1 Konsumsi peserta 30 kotak Rp 5.000 Rp 150.000
Snack materi 2 Konsumsi peserta 30 kotak Rp 5.000 Rp 150.000
Snack materi 3 Konsumsi peserta 30 kotak Rp 5.000 Rp 150.000
Snack evaluasi Konsumsi peserta 30 kotak Rp 5.000 Rp 150.000
Makan siang Konsumsi peserta 30 kotak Rp 18.000 Rp 540.000
penutupan & tamu
Air mineral botol Konsumsi tamu 4 orang Rp 3.000 Rp 12.000
Tali rafia Perlengkapan 2 buah Rp 1.000 Rp 2.000
Tissue Perlengkapan 2 buah Rp 3.000 Rp 6.000
Registrasi konferensi 4 orang Rp Rp
konferensi internasional di 2.500.000 10.000.000
internasional Dublin, Irlandia
SUBTOTAL Rp
11.240.000

No Jenis Pengeluaran Biaya


1 Peralatan Penunjang Rp 2.591.000
2 ATK Rp 1.499.630
3 Perjalanan Rp 810.028
4 Lain-Lain Rp 11.240.000
Jumlah Rp 16.140.628

Rekapitulasi Pemasukkan dan Pengeluaran

Pemasukan Pengeluaran Sisa


Rp 16.200.000 Rp 16.140.628 Rp 59.342
Lampiran 2. Bukti-bukti Pendukung Kegiatan.

Bantuan Dana Konferensi Internasional Fakultas Kedokteran Universitas Lampung


Rekomendasi Badan Kesatuan Bangsan dan Politik
Surat Izin Pengantar
Surat Mitra Koordinator Posyandu Desa Gunungtiga
Surat Pernyataan Mitra Dinas Kesehatan Tanggamus
Surat Pernyataan Mitra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tanggamus
Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Penetapan Kelompok Operasional
Daftar Hadir Kegiatan PKM-M PERIKARDIUM
Struktur Kader PERIKARDIUM
Sertifikat Kader PERIKARDIUM
Sertifikat Desa Pelaksana Program PERIKARDIUM
Surat Pernyataan Mitra UPTD Puskesmas Ngarip
Surat Pernyataan Mitra Tim Penggerak PKK
MOU dengan UPTD Puskesmas Ngarip
Surat Pernyataan Komitmen Diseminasi Program - KKN Tematik Unila
Surat Penetapan Penerapan Program - ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
Surat Pernyataan Mitra / Diseminasi Desa Muara Dua
Surat Pernyataan Mitra / Diseminasi Desa Pagar Alam Ulubelu
Surat Pengajuan Hak Paten / HaKI
Letter of Acceptance Konferensi Ilmiah Internasional Ireland
Bukti Terbit Artikel Ilmiah dalam Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Vol 5, No. 1, 2018
Abstrak Publikasi Internasional Ireland
Publikasi Artikel: Portal Berita Nasional Metro TV

Publikasi Artikel: Portal Berita Nasional Liputan 6


Publikasi Artikel: Portal Nasional Berita Med.com

Publikasi Artikel: Portal Video Berita Nasional vidio.com Liputan 6


Publikasi Artikel: Portal Berita LampungPro.com

Publikasi Artikel: Portal Berita Liputan 6


Publikasi Artikel: Portal unila.ac.id

Publikasi Artikel: Portal Berita harianpilar.com


Publikasi Artikel: Portal Berita LAMPUNG POST
Publikasi Artikel: Portal Berita DUAJURAICO
Publikasi Artikel: Portal fk.unila.ac.id

Publikasi Artikel: Portal Berita jejamo.com Lampung


Publikasi Artikel: Portal Berita Nasional Sahabat Nusantara

Publikasi Artikel: Portal Berita Nasional Kompas


Publikasi Radio 94.4 FM Bandar Lampung

Publikasi Video: youtube.com


Publikasi Sosial Media: facebook.com

Publikasi Sosial Media: Instagram.com/pkmm_perikardium


Dokumentasi Kegiatan

Mengurus Surat Izin Pengabdian Rapat Internal Surat Izin Pengabdian di Kesbangpol

Konsultasi dengan Wakil Dekan 3 Menjalin Mitra dengan Dinas PMD Menjalin Mitra dengan DinKes

Pembukaan PKM-M PERIKARDIUM Pembuatan Stempel PKM Konsultasi dengan Pembimbing

Rapat Internal Pelatihan Materi ke-1 Rapat Evaluasi

Pelatihan Materi ke-2 Membeli alat penunjang kegiatan Rapat Evaluasi


Konsultasi dengan Pembimbing Pelatihan Materi Ke-3 Rapat Evaluasi

Mengurus TTD sertifikat Monitoring PERIKARDIUM Blok 2 Monitoring PERIKARDIUM Blok 3

Monitoring PERIKARDIUM Blok 1 Penutupan PKM-M PERIKARDIUM Penyerahan sertifikat kader

Penyerahan alat penunjang Penyerahan sertifikat desa Kerjasama dengan BPKKN

Kerjasama dengan Desa Kerjasama dengan Desa Kerjasama dengan Desa Suka
Muara Dua Ngarip Maju
Grafik Hasil Pretest dan Postest Pelatihan

Grafik Pelatihan 1. Meningkatkan Cakupan Imunisasi Lengkap pada Balita.


Pada pelatihan 1 didapatkan nilai rata-rata pengetahuan agen sebelum mengikuti
pelatihan adalah 33,44 sedangkan setelah mengikuti pelatihan meningkat menjadi
75,56. Nilai tertinggi pada saat Pre-test adalah 50 sedangkan nilai tertinggi pada
saat Post-test adalah 100.

Grafik Pelatihan 2. Mengukur Status Gizi Balita. Pada pelatihan 2 didapatkan


nilai rata-rata pengetahuan kader sebelum mengikuti pelatihan adalah 39,44
sedangkan setelah mengikuti pelatihan meningkat menjadi 83,33. Nilai tertinggi
pada saat Pre-test adalah 50 sedangkan nilai tertinggi pada saat Post-test adalah
100.
Grafik Pelatihan 3. Meningkatkan Kunjungan ANC Minimal 4 kali pada Ibu
Hamil. Pada pelatihan 3 didapatkan nilai rata-rata pengetahuan kader sebelum
mengikuti pelatihan adalah 54,44 sedangkan setelah mengikuti pelatihan
meningkat menjadi 80,56. Nilai tertinggi pada saat Pre-test adalah 60 sedangkan
nilai tertinggi pada saat Post-test adalah 100.
Grafik Cakupan Gerakan 3M. Pada April 2018, kader posyandu tidak melakukan
pengukuran status gizi karena tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan
dalam mengukur status gizi. Kader hanya mampu menjalankan program imunisasi
pada 29 bayi dan balita dari total 294 bayi dan balita yang belum mendapatkan
imunisasi, serta hanya mampu melakukan pemeriksaan ANC yang terbatas pada 5
ibu hamil dari total 19 ibu hamil. Pada Mei - Juli terjadi peningkatan jumlah yang
mendapatkan cakupan gerakan 3M sebesar 100%.

Grafik Jumlah Bayi dan Balita teridentifikasi Gizi Kurang dan Gizi Buruk.
Pelaksanaan gerakan 3M dalam 3 bulan tersebut (Mei-Juli), kader juga telah
melakukan pemeriksaan dan identifikasi kasus secara dini baik di posyandu
maupun kunjungan di tiap rumah. Dari hasil identifikasi didapatkan 4 kasus gizi
kurang
Grafik Jumlah bayi dan balita yang mendapat imunisasi. Pada April 2018,
jumlah bayi dan balita yang melakukan imunisasi sebanyak 23. Setelah program
PERIKARDIUM resmi berjalan sejak Mei 2018, terjadi peningkatan jumlah bayi
dan balita yang melakukan imunisasi.

Grafik Identifikasi Kasus Kesehatan Ibu Hamil. Dengan adanya peningkatan


cakupan Antenatal care pada seluruh ibu hamil, kader berhasil mengidentifikasi 2
kasus hipertensi pada ibu hamil hingga Juli 2018.
BUKTI PENGELUARAN TIM PKM-M
PERIKARDIUM