Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

“ANGGARAN PERUSAHAAN DAGANG”


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Budgeting Perusahaan

Disusun Oleh :

SILVIA HANDAYANI
16042015

Dosen Pengampu :
Ariefah Sundari, S.Kom, MM

FAKULTAS EKONOMI/ MANAJEMEN


UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji Syukur senantiasa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat dan kasih-Nya kepada kita semua. Sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Adapun judul dari makalah ini adalah Anggaran
Perusahaan Dagang. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan
tugas pembelajaran Budgeting Perusahaan yang diajarkan oleh Ibu Ariefah
Sundari, S.Kom, MM. Penulisan makalah ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa tentang bagaimana cara menyusun
anggaran pada sebuah persuahaan dagang.

Akhirnya pada kesempatan saya ingin menyampaikan rasa terima kasih


dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu saya
menyelesaikan makalah ini.

Meskipun saya telah berusaha semaksimal mungkin, namun saya


menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.

Lamongan, 19 Desember 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1

1.2 Tujuan ...................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian ................................................................................................ 3

2.2 Prosedur Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang ............................. 3

2.3 Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang............................................. 4

BAB II PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan perusahaan yang meningkat pesat mengakibatkan semakin
meluasnya unit usaha yang berada dalam jangkauan. Meluasnya unit usaha dalam
perusahaan menuntut pihak manajemen atau pemilik untuk menentukan orang-
orang tertentu yang mampu dan bersedia diberi tanggung jawab yang lebih dalam
pengelolaan unit usaha tersebut. Manajemen membutuhkan alat untuk
mengkoordinasikan dan merencanakan sumber daya perusahaan. Alat yang dapat
digunakan oleh manajemen dalam pengelolaan perusahaan adalah anggaran.

Anggaran merupakan alat manajerial yang menjamin pencapaian sasaran


organisasi dan memberikan pedoman dalam bentuk mata uang untuk operasional
sehari-hari. Proses penyusunan anggaran haruslah dianalisis guna mengetahui kuat
atau tidaknya unsur perencanaan keuangan. Lemahnya perencanaan anggaran
efektifitas unit kerja pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan
perusahaan.

Anggaran sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi maka harus


dipersiapkan sebaik-baiknya agar tidak terjadi bias atau penyimpangan.
Penyusunan anggaran tidak hanya dilaksanakan pada perusahaan manufaktur akan
tetapi juga pada perusahaan dagang dan jasa. Perusahaan dagang sendiri memiliki
beberapa jenis anggaran, diantaranya meliputi anggaran operasional (anggaran
penjualan, anggaran pembelian, anggaran biaya operasional,dan anggaran laporan
laba rugi), dan anggaran keuangan (anggaran kas dan anggaran neraca).

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud dengan anggaran perusahaan dagang?
1.2.2 Bagaimana prosedur dalam penyusunan anggaran perusahaan dagang?
1.2.3 Bagaimana penyususnan anggaran perusahaan dagang?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui yang dimaksud dengan anggaran perusahaan dagang

1
1.3.2 Untuk mengetahui prosedur dari penyusunan anggaran perusahaan
dagang
1.3.3 Untuk mengetahui penyusunan anggaran perusahaan dagang

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Anggaran perusahaan dagang adalah anggaran yang disusun secara rinci


mengenai semua aktivitas yang berhubungan dengan pembelian barang dagangan,
penjualan barang dagangan, serta pendukung lainnya untuk suatu periode waktu
tertentu di masa yang akan datang.

Anggaran induk (master budget) perusahaan dagang merupakan kumpulan


anggaran perusahaan yang disusun secara menyeluruh (komprehensif) yang
membentuk jaringan kerja dari berbagai jenis anggaran dan saling berhubungan,
selanjutnya membentuk anggaran induk yang disusun untuk jangka waktu satu
tahun (annual budget) Anggaran induk perusahaan dagang terdiri dari
operational budget dan financial budget, dimulai dari penyusunan anggaran
penjualan didasarkan atas sales forecast.

2.2 Prosedur Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang

Penganggaran perusahaan dagang meliputi transaksi pembelian dan


penjualan. Transaksi tersebut akan mempengaruhi kas dan persediaan barang
dagangan. Prosedur penyusunan anggaran pada perusahaan dagang adalah sebagai
berikut :

1. Penentuan Pedoman Anggaran


Sebelum penyusunan anggaran, terlebih dahulu manajemen puncak
(direktur atau komisaris) melakukan dua hal,yaitu:

a. Menetapkan rencana besar perusahaan seperti tujuan kebijakan asumsi


sebagai dasar penyusunan anggaran.

b. Membentuk panitia penyusunan anggaran yang terdiri dari direktur sebagai


ketua, manajer keuangan sebagai sekretaris, dan manajer lainnya sebagai
angggota.

3
2. Persiapan Anggaran

Manajer operasional sebelum menyusun anggaran penjualan (sales budget)


terlebih dahulu menyusun ramalan penjualan (sales forecast).

a. Setelah menyusun ramalan penjualan, manajer operasional bekerja sama


dengan manajer umum dan manajer keuangan untuk menyusun : Anggaran
penjualan Anggaran pembelian Anggaran beban pemasaran

b. Manajer umum bekerja sama dengan manajer keuangan menyusun:


Anggaran beban administrasi dan umum

c. Setelah itu manajer keuangan bekerja sama dengan manajer lainnya


menyusun: Anggaran laba rugi Anggaran neraca Anggarann kas Anggaran
lainnya

3. Penentuan Anggaran

Pada tahap penentuan anggaran semua manajer beserta direksi


mengadakan rapat kegiatan :
a. Perundingan untuk menyesuaikan rencana akhir setiap komponen anggaran
b. Koordinator dan penelaahan komponen anggaran
c. Pengesahan dan pendistribusian anggaran.

4. Pelaksanaan Anggaran

Untuk kepentingan pengawasaan setiap manajer membuat laporan realisasi


anggaran. Setelah dianalisis kemudian laporan realisis anggaran disampaikan pada
direksi.

2.3 Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang

Dalam sebuah perusahaan dagang anggaran-anggaran yang termasuk


didalamnya meliputi, Anggaran penjualan , Anggaran pembelian , Anggaran
harga pokok penjualan, Anggaran beban operasional, Anggaran laporan laba rugi
serta Anggaran kas. Berikut contoh penyusunan anggaran perusahaan dagang dari
perusahaan PD Sepedaku :

4
PD Sepedaku membuat rencana penjualan sepeda lipat dan sepeda gunung yang
terinci dalam tri wulan 1 tahun 2019 sbb:

1. sepeda lipat harga Rp. 2.000.000,- per unit


2. sepeda gunung dengan harga Rp. 3.000.000,- per unit

1. Rencana Penjualan :

Bulan Sepeda Lipat Sepeda Gunung


Januari 65 40
Februari 70 45
Maret 80 55

2. Rencana persediaan untuk setiap jenis sepeda :

Persediaan Sepeda Lipat Sepeda Gunung


01 Janiari 15 10
01 Februari 10 15
01 Maret 12 13
31 Maret 8 6

3. Selama triwulan I perkiraan harga beli setiap jenis sepeda tidak berubah
sesuai harga pada awal tahun 2016, yaitu Rp. 2.000.000,- per unit untuk
sepeda lipat dan Rp. 3.000.000, per unit untuk sepeda gunung.

4. Perkiraan beban operasional tetap bulanan Rp. 30.000.000,- dan beban


operasional variabel rata-rata Rp. 350.000,- per unit untuk total sepeda yang
terjual. 15% dari anggaran beban operasional tersebut merupakan beban non
tunai. Beban operasional dibayar pada bulan yang bersangkutan.

5. Semua penjualan dilakukan tunai, pembelian dilakukan kredit (2/10;n/30)


dengan pola pembayaran :

 50% dibayar pada bulan pembelian di periode potongan


 30% dibayar pada bulan pembelian di luar periode potongan
 20% dibayar pada satu bulan setelah bulan pembelian

6. Saldo awal kas pada bulan Januari 2016 sebesar Rp. 142.500.000,-

5
Berdasarkan data tersebut diminta menyusun :
A. Anggaran penjualan kedua sepeda untuk tri wulan I (bulanan) tahun 2019
B. Anggaran pembelian kedua sepeda untuk triwulan I (bulanan) tahun 2019
C. Anggaran harga pokok penjualan kedua sepeda untuk triwulan I Tahun 2019
D. Anggaran beban operasional untuk triwulan I tahun 2019
E. Anggaran laporan laba rugi untuk triwulan I tahun 2019
F. Anggaran kas untuk triwulan I tahun 2019.
Penyelesaian :

A. Anggaran Penjualan Sepeda Triwulan I Tahun 2019

PD SEPEDAKU
Anggaran Penjualan Sepeda
Triwulan I (bulan) Tahun 2019
Total
Bulan Sepeda Lipat Sepeda Gunung
(Rp.)

Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah


Jual (Rp.) (Rp.) Jual (Rp.) (Rp.)

Jan 65 3.000.000 195.000.000 40 4.000.000 160.000.000 355.000.000

Feb 70 210.000.000 45 180.000.000 390.000.000


Maret 80 240.000.000 55 220.000.000 460.000.000

Total 215 3.000.000 645.000.000 140 4.000.000 560.000.000 1.205.000.000

B. Anggaran Pembelian Sepeda Triwulan I Tahun 2019

PD SEPEDAKU
Anggaran Pembelian Sepeda Lipat
Triwulan I (bulan) Tahun 2019
Bulan Unit Persediaan Persediaan Unit Harga Beli Total (Rp.)
Jual Akhir Awal Pembelian (Rp.)
Jan 65 10 15 60 2.000.000 120.000.000
Feb 70 12 10 72 144.000.000
Mar 80 8 12 76 152.000.000
Total 215 8 15 208 2.000.000 416.000.000

6
PD SEPEDAKU
Anggaran Pembelian Sepeda Gunung
Triwulan I (bulan) Tahun 2019
Bulan Unit Persediaan Persediaan Unit Harga Beli Total
Jual Akhir Awal Pembelian (Rp.) (Rp.)

Jan 40 15 10 45 3.000.000 135.000.000

Feb 45 13 15 43 129.000.000

Mar 55 6 13 48 144.000.000

Total 140 6 10 136 3.000.000 408.000.000

C. Anggaran Harga Pokok Penjualan Triwulan I tahun 2019

PD. SEPEDAKU
Anggaran Harga Pokok Penjualan
Triwulan I (bulan) Tahun 2019
Bulan Sepeda Lipat Sepeda Gunung Total
Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah (Rp.)
Jual (Rp.) (Rp.) Jual (Rp.) (Rp.)

Jan 65 2.000.000 130.000.000 40 3.000.000 120.000.000 250.000.000


Feb 70 140.000.000 45 135.000.000 275.000.000
Mar 80 160.000.000 55 165.000.000 325.000.000

Jumlah 215 2.000.000 430.000.000 140 3.000.000 420.000.000 850.000.000

D. Anggaran Beban Operasional Triwulan I tahun 2019

PD. SEPEDAKU
Anggaran Beban Operasional
Triwulan I (bulan) Tahun 2019
Bulan Biaya tetap Biaya Variabel Total (Rp.)
(Rp./bulan) (Rp./unit)

Januari 30.000.000 36.750.000 66.750.000


Februari 30.000.000 40.250.000 70.250.000
Maret 30.000.000 47.250.000 77.250.000
Jumlah 90.000.000 124.250.000 214.250.000

7
E. Anggaran Laporan Laba Rugi Periode Triwulan I Tahun 2019

PD SEPEDAKU
Anggaran Laporan Laba Rugi
Periode Triwulan I Tahun 2019

Keterangan Sepeda Sepeda Total (Rp.)


Lipat Gunung
Pendapatan Penjualan 645.000.000 560.000.000 1.205.000.000

Harga Pokok Penjualan 430.000.000 420.000.000 850.000.000

Laba Kotor 215.000.000 140.000.000 355.000.000

Beban Operasional 214.250.000

Laba Bersih 140.750.000

F. Anggaran Kas Triwulan I Tahun 2019

Anggaran Pengeluaran kas untuk pembelian :

Pembayan untuk pembelian bulan Januari

Jan = 50% x Rp. 255.000.000 x 98% = Rp. 124.950.000

Jan = 30% x Rp. 255.000.000 = Rp. 76.500.000

Feb = 20% x Rp. 255.000.000 = Rp 51.000.000

Pembayaran untuk pembelian bulan Februari

Feb = 50% x Rp. 273.000.000,- x 98% = Rp. 133.770.000,-

Feb = 30% x Rp. 273.000.000 = Rp. 81.900.000,-

Maret = 20% x Rp.273.000.000,- = Rp. 54.600.000,-

Pembayaran untuk pembelian bulan Maret

Maret = 50% x Rp. 296.000.000,- x 98% = Rp. 145.040.000,-

Maret = 20% x Rp. 296.000.000,- = Rp. 88.800.000,-

April = 30% x Rp. 296.000.000,- = Rp. 59.200.000,-

8
Bulan Total Pengeluaran Kas
Pembelian
Januari Februari Maret

Januari 255.000.000 124.950.000

76.500.000 51.000.000

Februari 273.000.000 133.770.000

81.900.000 54.600.000

Maret 296.000.000 145.040.000

88.800.000

Jumlah 824.000.000 201.550.000 266.670.000 288.440.000

PD SEPEDAKU
Anggaran Kas
Triwulan I (bulan Tahun 2019

Keterangan Januari Februari Maret

Saldo Awal 142.500.000 239.312.500 302.930.000

Penerimaan Kas 355.000.000 390.000.000 460.000.000

Jumlah Kas Tersedia 497.500.000 629.312.500 762.930.000

Pengeluaran Kas :

Pembelian 201.450.000 266.670.000 288.440.000

Beban Operasional 56.737.500 59.712.500 65.662.500


Jumlah Pengeluaran
258.187.500 326.382.500 354.102.500
Kas
Saldo Akhir 239.312.500 302.930.000 408.827.500

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Perusahaan dagang kegiatannya membeli barang dagangan untuk


kemudian dijual kembali pada konsumen tanpa merubah bentuk dari
barrng dagangan tesebut.

 Anggaran perusahaan dagang adalah anggaran yang disusun secara rinci


mengenai semua aktivitas yang berhubungan dengan pembelian barang
dagangan, penjualan barang dagangan, serta pendukung lainnya untuk
suatu periode waktu tertentu di masa yang akan dating.

 Penganggaran perusahaan dagang meliputi transaksi pembelian dan


penjualan. Transaksi tersebut akan mempengaruhi kas dan persediaan
barang dagangan.

 Dalam sebuah perusahaan dagang anggaran-anggaran yang termasuk


didalamnya meliputi, Anggaran penjualan , Anggaran pembelian ,
Anggaran harga pokok penjualan, Anggaran beban operasional, Anggaran
laporan laba rugi serta Anggaran kas.

10
DAFTAR PUSTAKA

Makalah Penganggaran “Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang”


Oleh : Chyntia Aprilia , Fevti Farina, Firman Setiawan, Ginanjar L. Fajar ,
Sulaiman

dosen.uta45jakarta.ac.id

11