Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ahmad Huzein Bahtiar

NIM : 165020301111045
Kelas : Audit Internal CA
SOAL BAB 6

1. Apa yang dimaksud dengan audit produksi dan operasi?

2. Apa tujuan dan manfaat dari audit produksi dan operasi?

3. Sebut dan jelaskan ruang lingkup audit produksi dan operasi!

4. Sebut dan jelaskan prinsip – prinsip umum dalam audit produksi dan operasi!

5. Bagaimana audit ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja produksi

dan operasinya?

6. Bagaimana rencana produksi dan operasi berinteraksi dengan berbagai kepentingan di

dalam perusahaan?

7. Sebut dan jelaskan apa tujuan dari produksi dan operasi!

8. Dalam audit terhadap jadwal induk produksi, auditor menilai pemenuhan kriteria

efisiensi dan efektivitas jadwal induk produksi dan operasi yang dimiliki perusahaan.

Bagaimana jadwal induk produksi dapat meningkatkan efisiensi dana efektivitas

produksi?

9. Untuk apa perusahaan melakukan indentifikasi secara terperinci aktivitas – aktivitas

yang memicu terjadinya biaya kualitas, jelaskan.

10. Dalam laporan auditnya auditor memberikan rekomendasi perbaikan terhadap berbagai

kekurangan yang masih terjadi. Siapa yang bertanggung jawab untuk merealisasikan

rekomendasi tersebut? Jelaskan.

11. Salah satu tahapan dalam auditor melakukan review dan pengujian terhadap sistem

pengendalian manajemen perusahaan. Informasi apa yang ingin diperoleh auditor

terhadap pengujian dan review tersebut dalam audit produksi dan operasi? Jelaskan.
JAWABAN

1. Audit produksi dan operasi melakukan penilaian secara komprehensif terhadap


keseluruhan fungsi audit produksi dan operasi untuk menentukan apakah fungsi ini
telah berjalan dengan memuaskan (ekonomis, efektif dan efisien). Audit ini dilakukan
tidak hanya terbatas pada unit produksi tetapi juga berlaku untuk keseluruhan proses
produksi dan operasi. Audit ini juga berperan melengkapi fungsi pengendalian kualitas.
2. Tujuan dan manfaat dari audit produksi dan operasi
a. Tujuan audit produksi dan operasi:
 Produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).
 Strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat
menghubungkan antara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan
ketersediaan sumber daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.
 Strategi serta rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan
kelemahan, ancaman, serta peluang internal dan eksternal yang dimiliki
perusahaan.
 Proses transformasi berjalan efektif dan efisien.
 Penempatan fasilitas produksi dan operasi telah mendukung proses secara
ekonomis, efektif, dan efisien.
 Pemeliharaan dan perbaikan fasilitas produksi dan operasi telah berjalan sesuai
jadwal, kuantitas, dan kualitas dalam menghasilkan produknya.
 Setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah
melaksanakan sesuai dengan ketentuan dan aturan perusahaan.
b. Manfaat audit produksi dan operasi :
 Dapat memberikan gambaran pada pihak yang berkepentingan tentang ketaatan
dan kepentingan fungsi operasi dan produksi dalam menerapakan strategi dan
kebijakan yang telah ditetapkan.
 Dapat memberikan informasi tentang usaha-usaha perbaikan serta hambatan
dalam proses produksi dan operasi.
 Dapat menentukan area permasalahan yang masih dihadapi dalam pencapaian
tujuan.
 Dapat menilai kekuatan dan kelemahan strategi produksi dan operasi
dan kebutuhan perbaikan dalam meningkatkan kontribusi fungsi dalam
pencapaian tujuan.
3. Ruang lingkup audit produksi dan operasi
a. Rencana Produksi dan Operasi

Rencana produksi dan operasi mengakomodasi rencana fungsi-fungsi bisnis lain,


yang merupakan penjabaran dari rencana pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan. Rencana ini menghubungkan kebutuhan pasar atas produk yang
dipersyaratkan, aktivitas pengembangan dan rekayasa, kapasitas produksi, rencana
persediaan, keuangan, ketersediaan SDM, bahan baku, dan tingkat imbal hasil
investasi yang dipersyaratkan investor.

b. Produktivitas dan Peningkatan Nilai Tambah

Transformasi yang mengubah input menjadi output selalu diikuti dengan


peningktan nilai tambah seluruh usaha dalam meningkatkan manfaat perusahaan.
Faktor penting dalam usaha peningkatan nilai tambah adalah adanya komitmen
untuk beroperasi secara efisien pada semua tingkatan dalam perusahaan

c. Pengendalian Produksi dan Operasi

Pengendalian produksi dan operasi menyangkut pengamatan atas hubungan antara


proses yang berjalan dengan standar yang telah ditetapkan, bertujuan
untukmemandu proses agar tidak keluar dari standar operasi. Tujuan utama dari
pengendalian produksi dan operasi meliputi tiga hal penting dalam keunggulan
bersaian perusahaan, meliputi :

 Memaksimumkan tingkat pelayanan


 Meminimumkan investasi pada persediaan
 Efisien produksi dan operasi
4. Prinsip – prinsip umum dalam audit produksi dan operasi:
a. Tujuan utama audit adalah untuk menentukan apakah proses produksi dan operasi
berjalan sesuai dengan kriteria (peraturan, kebijakan, tujuan, rencana, standar) yang
telah ditetapkan.
b. Auditor harus secara objektif dan sistematis mengumpulkan dan menganalisis data
yang cukup dan relevan sebagai dasar penilaian atas ketaatan terhadap kriteria
perusahaan.
c. Auditor harus mengklarifikasi ketidaksesuaian yang terjadi antara aktivitas
produksi dan operasi sesuian dengan kebutuhan kriteria dan membuat rekomendasi,
serta mendiskusikan langkah perbaikan dan solusi.
5. Agar dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja produksi dan
operasinya maka harus menjalankan tahap audit produksi dan operasi sesuai dengan
yang telah di tentukan, meliputi:
a. Audit Pendahuluan

Pada tahap ini auditor melakukan overview terhadap perusahaan secara umum,
produk yang dihasilkan, proses produksi dan operasi yang dijalankan, melakukan
peninjauan terhadap pabrik, layout pabrik, sistem komputer yang digunakan dan
berbagai sumber daya penunjang keberhasilan fungsi ini.

b. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen

Pada tahap ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap beberapa
perubahan yang terjadi pada struktur perusahaan, sistem manajemen kualitas,
fasilitas yang digunakan dan/atau personalia kunci dalam perusahaan, sejak hasil
audit terakhir.

c. Audit Lanjutan (Terperinci)

Pada tahap ini auditor melakukan audit yang lebih dalam dan pengembangan
temuan terhadap fasilitas, prosedur, catatan-catatan (dokumen) yang berkaitan
dengan produksi dan operasi.

d. Pelaporan

Pelaporan menyangkut penyajian hasil audit kepada pihak-pihak yang


berkepentingan terhadap hasil audit

e. Tindak Lanjut

Tindak lanjut (perbaikan) yang dilakukan merupakan bentuk komitmen manajemen


untuk menjadikan organisasinya menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.
6. Rencana produksi dan operasi berinteraksi dengan melihat kondisi internal yang
mencerminkan kekuatan dan kelemahan yang terjadi pada perusahaan, yang akan
memengaruhi strategi dalam mengelola peluang-peluang dan pencapaian tujuan
perusahaan. Rencana induk harus mencerminkan optimalisasi penggunaan sumber daya
perusahaan dan mencegah semaksimalkan mungkin terjadinya kapasitas menganggur.
Oleh karena itu, interaksi rencana produksi dan operasi harus didasarkan pada
ketersediaan kapasitas dan rencana penggunaannya, peluang dan ancaman yang
dihadapi dan usaha-usaha untuk melakukan perbaikan berkelanjutan untuk
meningktkan efektivitas dan efisiensi.
7. Tujuan dari produksi dan operasi yaitu untuk memuaskan pelanggan, mendorong
perusahaan merancang proses produksi dan operasinya sedemikian rupa sehingga
produk yang dihasilkan mampu memenuhi persyaratkan pelanggan dalam kualitas,
kuantitas, dan waktu yang tepat dalam menghadapi kondisi perubahan permintaan
pasar.
8. Jadwal induk produksi membuat spesifikasi tentang apa yang akan dibuat dan kapan
akan dibuat sesuai degan rencana produksi, yang mendeskripsikan berapa jumlah
produksi yang harus dilakukan, kapan produksi harus sudah siap, dan sumber daya apa
saja yang dibutuhkan. Sehingga jadwal produksi yang akurat dapat meminimalkan
biaya persediaan dan penyetelan mesin karena jadwal ini telah menghubungkan antara
kebutuhan konsumen dengan jadwal pengiriman, penerimaan bahan baku dan
pengelolaan kapasitas produksi perusahaan. Selain itu juga meminimalkan kerja
lembur, waktu sumber saya yang menganggur, dan penentuan tingkat persediaan yang
optimal. Sehingga dengan jadwal induk produksi ini dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas produksi
9. Sistem biaya kulitas dapat memberikan informasi kepada perusahaan tentang berbagai
aktivitas yang terlibat dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar kualitas yang
telah ditetapkan oleh perusahaan.
Berbagai aktivitas dalam menghasilkan produks sesuai dengan kualitas yang telah
ditetapkan, harus dirumuskan secara seimbang dalam kebijakan kualitas perusahaan.
Aktivitas pencegahan dan penilaian yang merupakan aktivitas persiapan untuk
mencegah terjadinya kegagalan produk dalam memenuhi spesifikasinya, harus dikelola
dengan lebih baik karena pengelolaan yang tepat terhadap aktivitas – aktivitas ini dapat
secara siginifikan menurunkan aktivitas sebagai akibat produk gagal memenuhi standar
kualitas. Laporan biaya kualitas dapat memberikan informasi tentang bagaimana
perusahaan mengelola aktivitas – aktivitas kualitas, maka dari itu isi laporan harus
secara akurat menyajikan informasi tentang komposisi biaya kualitas.
10. Pihak yang bertanggung jawab untuk merealisasikan rekomendasi tersebut adalah
manajemen, karena tindak lanjut yang dilakukan merupakan bentuk komitmen
manajemen untuk menjadikan organisasinya menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.
Dalam tahap ini auditor hanya mendampingi manajemen untuk merealisasikannya agar
dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.
11. Informasi yang ingin diperoleh auditor terhadap pengujian dan review tersebut dalam
audit produksi dan operasi adalah keyakinan tentang dapat diperolehnya data yang
cukup dan kompeten serta tidak terhambatnya akses untuk melakukan pengamatan
yang lebih dalam terhadap tujuan audit sementara yang telah ditetapkan pada tahapan
audit sebelumnya. Dengan menghubungkan permasalahan yang dirumuskan dalam
bentuk tujuan audit sementara dan ketersediaan data serta akses untuk
mendapatkannya, auditor dapat menetapkan tujuan audit yang sesungguhnya
(definitive audit objective) yang akan didalami pada audit lanjutan.