Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

ROM (Range Of Mation)

Disusun Oleh:
ISNANIK, Amd. Kep

RSUD Dr SOETOMO SURABAYA


RUANG PANDANWANGI
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang Studi : Keperawatan Dasar


Tema : ROM (Range Of Mation)
Sasaran : Keluarga Pasien dan pasien
Tempat : Ruang Pandanwangi
Waktu : 35 menit
Hari/Tanggal/jam :

I. Tujuan Instruksional Umum


setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga pasien di ruang
bedah aster memahami tentang ROM (Range of Mation)
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 35 menit tentang cuci tangan,
diharapkan keluarga mampu:
a. Menjelaskan kembali pengertian ROM.
b. Menjelaskan kembali tujuan ROM.
c. Menjelaskan kembali jenis latihan ROM.
d. Menjelaskan kembali cara ROM

III. MATERI: (Terlampir)

IV. METODE: KIE, diskusi, dan tanya-jawab

V. MEDIA: Leaflet

VI. SETTING TEMPAT

Petugas Keluarga Pasien

VII. Pelaksanaan
KEGIATAN
NO. WAKTU KEGIATAN PESERTA
PENYULUHAN
1. 2 menit Pembukaan
1. Penyampaian salam 1. Membalas salam
2. Perkenalan 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan topik 3. Mendengarkan
penyuluhan
4. Menjelaskan tujuan 4. Mendengarkan
5. Kontrak waktu 5. Mendengarkan dan
menyetujui
2. 25 menit Penyajian materi
1. Definisi ROM. 1. Menjawab pertanyaan dan
mengemukakan pendapat
2. Memperhatikan dan
2. Tujuan ROM.
mendengarkan
3. Memperhatikan dan
mendengarkan
3. Jenis ROM
4. Memperhatikan dan
mendengarkan
4. Melatih ROM. 5. Memperhatikan dan
mendengarkan
5. Diskusi (tanya
jawab)

3. 10 menit Evaluasi
1. Mengevaluasi 1. Menjawab pertanyaan
kembali
pengetahuan peserta
mengenai materi
yang telah
disampaikan
2. Meminta peserta 2. Mempraktekkan ROM
mempraktekkan cara
ROM.
4. 3 menit Terminasi
1. Menyimpulkan hasil 1. Memperhatikan dan
penyuluhan mendengarkan
2. Mengucapkan 2. Memperhatikan dan
terima kasih mendengarkan
3. Mengakhiri dengan 3. Menjawab salam
salam

VIII. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media: Leaflet
d. Penyelenggaraan penyuluhan
dilakukan oleh petugas/ perawat ruang pandanwangi
e. Tempat dan alat tersedia sesuai
perencanaan
f. Peserta hadir ditempat
penyuluhan
g. Penyelenggaraan penyuluhan
dilaksanakan di Ruang Pandanwangi
h. Pengorganisasian
penyelenggaraan penyuluhan dilakukan pada hari sebelumnya.
b. Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan
waktu yang direncanakan.
b. Peserta antusias terhadap
materi yang disampaikan oleh penyaji
c. Peserta terlibat aktif dalam
kegiatan penyuluhan
d. Peserta mengajukan pertanyaan
dan menjawab pertanyaan secara benar
e. Suasana penyuluhan tertib
f. Tidak ada peserta yang
meninggalkan tempat penyuluhan
c. Evaluasi Hasil
a. Peserta yang hadir sesuai
jumlah absensi kehadiran
b. Peserta memahami materi yang
telah disampaikan oleh penyaji
c. Ada umpan balik positif dari
peserta seperti dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang
diajukan penyaji serta mempraktekkan ROM yang benar.
MATERI PENYULUHAN
1. Definisi ROM
ROM adalah gerakan dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi
yang bersangkutan (Suratun, 2008). Latihan range of motion (ROM)
merupakan istilah baku untuk menyatakan Batasan gerakan sendi yang normal
dan sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan
ataupun untuk menyatakan batas gerakan sendi yang abnormal. (Arif, M,
2008).
Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk
mempertahankan persendian atau memperbaiki tingkat kesempurnaan
kemampuan menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk
meningkatkan massa otot (Potter & Perry, 2005).
Dengan pemberian terapi fisik seperti ini, latihan ROM dapat membantu
mempertahankan, dan mencegah otot dari pemendekan (kontraktur) dan
terjadinya kecatatan (Sunardi, 2006).
2. Tujuan ROM
ROM bertujuan untuk:
a. Mempertahankan fungsi sendi
b. Mencegah atau pencegahan dini terjadinya kontraktur
c. Memfasilitasi kekuatan otot, fleksibilitas
d. memperlancar aliran darah
3. Jenis ROM
Ada dua jenis latihan range of motion (ROM), yaitu:
a. Latihan pasif
ROM pasif yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari
orang lain (perawat) atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan
persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang mormal, kekuatan otot
50%.
Indikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien
dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau
semua latihan rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau
paralisis ekstremitas total (Suratun, dkk, 2008).
b. Latihan aktif
ROM aktif yaitu gerakan yang dilakukan oleh pasien dengan
menggunakan energi sendiri. Perawat memberikan motivasi , dan
bimbingan dalam melakukan pergerakan sendiri secara mandiri sesuai
dengan rentang gerak sendi normal , kekuatan otot 75%.
Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan
cara menggunakan otot-ototnya secara aktif. Sendi yang digerakkan pada
Rom aktif adalah sendi di seluruh tubuh dari kepala sampai ujung kaki
oleh pasien sendiri secara aktif.
4. Panduan latihan ROM
Range of motion sebaiknya dilakukan 7-10 kali dan dikerjakan minimal dua
kali sehari. Lakukan pelan-pelan dan hati-hati, jangan sampai melelahkan
pasien.
Kontraindikasi dan hal-hal yang harus diwaspadai pada latihan ROM
a. Latihan ROM tidak boleh diberikan apabila gerakan dapat mengganggu
proses penyembuhan cedera.
b. ROM tidak boleh dilakukan bila respon pasien atau kondisinya
membahayakan
5. Teknik latihan ROM
a.Leher, spina servikal
gerakan penjelasan rentang
Fleksi menggerakkan dagu menempel ke dada 45°
Ekstensi mengembalikan kepala keposisi semula 45°
Hiperekstensi menekuk kepala kebelakang sejauh 45°
Ekstensi lateral mungkin 40°- 45°
Rotasi memiringkan kepala sejauh mungkin 180°
kearah setiap bahu
memutar kepala sejauh mungkin dengan
gerakan sirkuler

b.Bahu
gerakan penjelasan rentang
Fleksi menaikkan lengan dari posisi samping tubuh 180°
ke depan ke posisi di atas kepala
Ekstensi mengembaikan lengan ke posisi samping 180°
tubuh
Hiperekstensi menggerakkan lengan kebelakang tubuh, siku 45°-60°
tetap lurus
Abduksi menggerakkan lengan ke posisi samping
diatas kepala dengan telapak tangan jauh dari
kepala
Adduksi menurunkan lengan kesamping dan
menyilang tubuh sejauh mungkin
Sirkumduksi menggerakkan lengan dengan lingkaran 360°
penuh
c.Siku
gerakan penjelasan rentang
Fleksi menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak 150°
kedepan sendi bahu dan tangan sejajar bahu
ekstensi meluruskan siku dengan menurunkan tangan 150°
d.Lengan bawah
gerakan penjelasan rentang
supinasi Memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak 70°-90°
tangan menghadap ke atas
pronasi Memutar lengan bawah sehingga telapak tangan 70°-90°
menghadap kebawah
e.Pergelangan tangan
gerakan penjelasan rentang
Fleksi Menggerakkan telapak tangan ke sisi bagian 80°-90°
dalam lengan bawah
Ekstensi Menggerakkan jari-jari tangan sehingga jari- 80°-90°
jari tangan, lengan bawah dalam arah yang
sama
Hiperekstensi Membawa telapak tangan kebagian bawah 80°-90°
sejauh mungkin
Abduksi Menekuk pergelangan tangan miring ke arah 30°
ibu jari
adduksi Menekuk pergelangan tangan miring ke arah 30°-50°
lima jari
f. Jari-jari tangan
gerakan penjelasan rentang
Feksi Membuat genggaman 90°
Ekstensi Meluruskan jari-jari tangan 90°
Hiperakstensi Menggerakkan jari-jari tangan kebelakang 30°-60°
sejauh mungkin
Abduksi Merenggangkan jari-jari tangan yang satu 30°
dengan yang lainnya
adduksi Merapatkan kembali jari-jari tangan 30°
g.Pinggul
gerakan penjelasan rentang
Fleksi Menggerakkan tungkai kedepan dan atas 90°-120°
Ekstensi Menggerakkan kembali ke samping tungkai 90°-120°
yang lain
Hiperekstensi Menggerakkan tungkai ke belakang tubuh 30°-50°
Abduksi Menggerakkan tungkai kesamping menjauhi 30°-50°
tubuh
adduksi Menggerakkan tungkai kembali ke posisi media 30°-50°
dan melebihi jika mungkin
sirkumduksi Menggerakkan tungkai memutar -

h.Lutut
gerakan penjelasan rentang
fleksi Menggerakkan tumit kearah belakang paha 120°-130°
ekstensi Mengembalikan tungkai ke lantai 120°-130°
i.Kaki
gerakan penjelasan rentang
inversi Memutar telapak kaki kesamping dalam 10°
eversi Memutar telapak kaki ke samping luar 10°
j.Jari-jari kaki
gerakan penjelasan rentang
Fleksi Menekukkan jari-jari kaki kebawah 30°-60°
Ekstensi Meluruskan jari-jari kaki 30°-60°
Abduksi Menggerakkan jari-jari kaki satu dengan yang 15°
lainnya
adduksi Merapatkan kembali bersama-sama 15°
DAFTAR PUSTAKA

Suratun. 2008. Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Seri Asuhan


Keperawatan. Editor: Monika Ester. Jakarta: EGC.
Suriadi & Yuliana, Rita. 2006. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Jakarta: Sagung
Seto.
Potter, P.a, Perry, A.G. 2005. Buku Ajar Fudamental Keperawatan : Konsep,
Proses, dan Praktek. Edisi 4. Volume 1. Alih Bahasa: Yasmin Asih, dkk.
Jakarta: EGC.
Muttaqin, Arif. 2008. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan
Sistem Persarafan. Jakarta: ECG