Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan dan biasanya
berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun terdapat juga akar yang
tumbuh di atas tanah. Histogenesis epidermis akar berbeda dengan batang.
Pada Spermatophyta, xilem primer pada akar bersifat eksark, sedangkan pada
batang bersifat endark. Berkas xilem dan floem pada akar tersusun berselang-
seling, sedangkan pada batang berkas pengangkutnya kolateral, bikolateral,
atau amfivasal. Akar tidak mempunyai alat tambahan yang dapat dibandingkan
dengan daun pada batang. Akar tidak mempunyai stomata, tetapi mempunyai
tudung akar yang tidak ada kesejajarannya pada batang.
Struktur akar banyak ragamnya. Berdasarkan fungsinya, dikenal akar
penyimpan, akar udara, akar sukulen, akar panjat, akar penunjang, akar napas
(pneumatofor), dan akar yang bersimbiosis dengan jamur (mikorhiza).
Berdasarkan asal usulnya, terdapat dua tipe akar, yaitu akar primer dan akar
serabut (adventitious). Akar primer berkembang dari ujung embrio yang
terbatas, sedangkan akar serabut berkembang dari jaringan akar dewasa atau
dari bagian lain tubuh tumbuhan seperti batang dan daun. Sistem akar sebagian
besar Dicotyledoneae dan Gymnospermae terdiri atas akar tunggang yang
membentuk cabang pada sisinya. Bagian dewasa dari akar, yang biasanya
mengalami penebalan sekunder, hanya berfungsi sebagai alat pemegang pada
tanah dan untuk menyimpan bahan cadangan.
Tipe paling umum akar pada Monocotyledoneae adalah sistem akar
serabut. Akar Gymnospermae dan Dicotyledoneae berkembang menjadi akar
tunggang dengan percabangannya. Pada monocotyledoneae, akar biasanya mati
pada saat pertumbuhan dan sistem akar dari tumbuhan dewasa terdiri atas
sejumlah akar serabut. Kondisi lingkungan sering kali memengaruhi
pertumbuhan akar. Sistem perakaran tumbuhan yang hidup di tanah kering
biasanya berkembang lebih baik. Pada tumbuhan yang hidup pada tanah

1
berpasir, perkembangan akarnya dangkal, mendatar, dan akar lateral menyebar
dekat di permukaan tanah.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di ambil rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana mekanisme pembentukkan akar ?
2. Bagaimana perbedaan struktur morfologi dan anatomi akar tumbuhan
dikotil dan monokotil?
3. Bagaimana perbedaan akar tunggang dan akar serabut serta jenis-jenis
akar ?
4. Bagaimana struktur primer pada akar tumbuhan dikotil dan monokotil ?
5. Bagaimana struktur sekunder pada akar tumbuhan dikotil dan monokotil ?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui mekanisme pembentukkan akar.
2. Untuk mengetahui perbedaan struktur morfologi dan anatomi akar
tumbuhan dikotil dan monokotil.
3. Untuk mengetahui perbedaan akar tunggang dan akar serabut
berdasarkan struktur anatominya.
4. Untuk mengetahui struktur primer akar tumbuhan dikotil dan monokotil.
5. Untuk mengetahui struktur sekunder akar tumbuhan dikotil dan monokotil.

2
3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Mekanisme Pembentukan Akar


Akar merupakan organ tumbuhan yang memiliki fungsi utama yaitu
guna menghisap air dan garam mineral dari dalam tanah. Air dan mineral
tersebut digunakan oleh tumbuhan untuk tumbuh. Akar mempunyai struktur
luar yang terdiri dari daerah pertumbuhan akar, tudung akar, serta bulu akar.
diamati dengan cara memotong akar tersebut secara melintang.

Peristiwa utama pada awalnya pembentukan akar adalah pembentukan


meristem akesnya. Saat biji berkecambah, promeristem di ujung akar embrio
membentuk akar utama. Dalam embrio biji mengandung sebuah radikula atau
meristem akar untuk pengembangan akar utama. Akar pertama ini bercabang
dan memanjang menghasilkan sistem perakaran serabut. Sementara pucuk
literal muncul pada akar, batang akar literal muncul dari lapisan terluar dari
partikel. Selama inisiasi akar literal, sel-sel perisikel menjadi meristematis
membentuk primordial akar yang tumbuh melewati endodermis, korteks dan
epidermis. Sebelum akar literal merobek jaringan permukaan akar utama,

4
akar tersebut membentuk meristem apical dan tudung akar. Pada beberapa
jarak tertentu dari promeristem, sel membesar dan berkembang menjadi sel
terspesialisasi. Hal itu melibatkan masa pemanjangan sebagian besar sel yang
terjadi dibelakang pelebaran awal dari ujung akar.
Batas epidermis, korteks dan silinder pusat tampak dekat belakang
promeristem. Korteks bertambah lebar karena pembelahan periklinal serta
pembesaran dari pada sel ke arah radial. Sel metaxilem membesar dan
menghasilkan vakuola yang besar. Pada gimnospermae dan angiospermae,
akar literal biasanya dimulai dalam perisikel dan dari sini ke korteks akar
induk sampai ke sisi luar. Pada angiospermae, perimordium akar literal
terbentuk dari belahan periklinal dan antiklinal sebuah gugus sel perisikel.
Pembentuk akar literal dimulai dengan pembelahan periklinal yang
terjadi pada beberapa sel perisikel, sel yang dihasilkan membelah lagi secara
pereklinal atau antiklinal sehingga terjadi suatu himpunan sel. Pada waktu
primordial akar bertambah panjang, korteks ditembus sehingga akar literal
muncul dipermukaan akar induk. Diawali perkembangan sel endodermis di
luarnya membelah secara antiklinal untuk mengikuti pembesaran akar baru
itu dan rusak.
1. Penyebaran Akar
Laju penyebaran akar, seperti halnya karakteristik sistem perakaran
di pengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Di bawah kondisi
konstan laju pertumbuhan akar yang berkembang tergantung pada
diameternya. Meristem yang lebar menunjukan pertumbuhan yang cepat.
Perkembangan akar dipengaruhi oleh suhu, oksige, kesuburan tanah
rintangan mekanis. Suhu rendah menghambat pertumbuhan, metabolisme
dan pendewasaan akar. Pada suhu rendah air menjadi pekat dan jaringan
menjadi kurang permeabel. Pada suhu tinggi kecepatan respirasi
mengurangi pertumbuhan akar.
2. Pengaruh Kondisi Tanah Terhadap Perkembangan Akar
Tanah merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tanaman yaitu
sebagai sumber dalam penyediaan unsur hara yang diperlukan untuk

5
pertumbuhan tanaman, tempat akar berpegang serta tumbuh dan tempat
penyimpanan air tanah yang sangat vital sebagai kelangsungan hidup
tanaman bersangkutan perkembangan akar sangat dipengaruhi oleh
keadaan tempat tumbuhnya. Faktor ekologis yang penting, yang
mempengaruhi pertumbuhan akar adalah Bulkdensity, kekerasan, air,
udara dan unsur hara didalam tanah.
3. Sifat Akar
1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah,
dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air
(hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
2. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung
daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
4. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih
kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah.
5. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk
menembus tanah.

B. Struktur morfologi dan anatomi akar tumbuhan monokotil dan dikotil


1. Morfologi akar

6
Berikut ini struktur bagian luar akar (morfologi akar) yang terdiri dari:
a. Leher akar atau pangkal akar merupakan bagian akar yang menghubungkan
antara akar dengan batang tumbuhan.
b. Batang akar merupakan bagian akar yang terletak antara leher akar dan
ujung akar.
c. Cabang akar merupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan
pangkal batang tetapi tumbuh dari akar utama.
d. Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan rambut-rambut halus yang
bercabang-cabang yang tumbuh dari sel-sel kulit luar (epidermis). Rambut
akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek,
fungsinya untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral.
e. Ujung akar merupakan bagian paling bawah dari akar tumbuhan yang
dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).
f. Tudung akar ( kaliptra) terletak di bagian paling ujung dan berfungsi untuk
melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

2. Anatomi Akar

Berikut ini struktur bagian dalam akar (anatomi akar) yang terdiri dari:
a. Epidermis
Epidermis merupakan bagian terluar dari akar. Susunan sel-sel
epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati

7
air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan
ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi
dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garam
mineral.Pertumbuhan rambut akar memperluas permukaan akar sehingga
penyerapan lebih efisien.
b. Korteks
Korteks terletak di bawah epidermis. Sel-selnya tidak tersusun
rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam
pertukaran gas. Jaringan-jaringan pada korteks antara lain parenkim,
kolenkim, dan sklerenkim. jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat
menyimpan cadangan makanan.
c. Endodermis
Endodermis merupakan jaringan antara korteks dengan silinder
pusat atau stela. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti
pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin.Bagian ini
disebut pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut
lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus
melewati protoplasma yang melekat pada pita kaspari.Jadi jaringan
endodermis ini berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap
dari tanah masuk ke silinder pusat.
d. Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari struktur
anatomi akar. Susunan silinder pusat dari dalam keluar meliputi stele,
xilem, kambium, floem dan perisikel.Silinder pusat atau stele
berfungsi sebagai alat angkut air dan mineral dari akar yang kemudian
dilanjutkan oleh berkas pengangkut xilem.
Didalam stele, terdapat berkas pengangkut, yaitu xilem dan
floem.Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke
daun.Sedangkan floem berfungsi mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis
keseluruh bagian tumbuhan.Xilem dan floem letaknya berselang-seling
dengan dibatasi oleh kambium.

8
Pada akar tumbuhan dikotil, kambium terdapat didalam berkas
pengangkut diantara xilem dan floem.Kambium kearah luar membentuk
floem dan kambium kearah dalam membentuk xilem.Adanya kambium
menyebabkan pertumbuhan membesar.pada akar dikotil yang masih
muda.Sedangkan empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas
pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim.Empulur hanya
terdapat pada akar tumbuhan dikotil.Lapisan terluar dari stele adalah
perisikel.Fungsi perisikel adalah untuk membentuk cabang-cabang akar.

C. Perbedaan akar tunggang dan akar serabut serta jenis-jenis akar


Bentuk-bentuk akar pada tumbuhan menjadi salah satu pembeda dalam
pengelompokan tumbuhan tingkat tinggi.Pada saat biji berkecambah, bakal
akar (radikula) berkembang menjadi akar lembaga.Secara umum, akar
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.
1. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua


(dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji.Jenis akar ini
mempertahankan akar lembaganya. Akar lembaga berkembang menjadi
akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang
lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut akar
tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.

2. Akar serabut

Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu


(monokotil).Akar serabut berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil,
dan panjang.Namun perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara
vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar
lembaga yang mati dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran
yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.

9
3. Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya
Fungsi utama akar adalah sebagai organ penyerap air dan hara
mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut
fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:
1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)

Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, melekat pada


batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah.Akar ini
berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas).Contoh
tumbuhan yang memiliki akar gantung ini yaitu pohon beringin dan
tanaman anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)

10
Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya
tumbuhan.Berfungsi untuk membelit penunjang dari tumbuhan
merambat.Contohnya tumbuhan yang memiliki akar pembelit adalah
panili.

3. Akar napas (pneutophora)

11
Akar nafas merupakan bagian akar yang tumbuh keluar dari batang
bagian bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi
tumbuh di dalam tanah.Bagian akar yang menyembul keluar
merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan
akar.Contoh tumbuhan yang memiliki akar napas ini yaitu bakau dan
pandan.

4. Akar pelekat (radix adligans)

Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh
melekat dan memanjat pada batang .Berfungsi membantu tumbuhan
memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih

5. Akar penghisap (haustorium)

12
Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan
makanan dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan
akar ini hidup sebagai parasit.Contohnya seperti pada akar benalu.

6. Akar tunjang

Akar tunjang tumbuh di bagian bawah batang. Akar ini tumbuh ke


segala arah.Gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah.
Contohnya pada tanaman bakau dan pandan.

13
7. Akar Lutut

Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di


dalam tanah, timbul tenggelam seperti bentuk gelombang yang
berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tanaman bruguiera
parvifolia

8. Akar banir

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk


pipih seperti papan. Akar banir adalah akar yang berbentuk seperti
papan menonjol di bagian pangkal pohon berukuran lebih besar dari
batang pohonnya. Akar banir memiliki fungsi untuk membantu tegak
berdirinya batang tumbuhan.Kebanyakan pohon yang memiliki akar
jenis ini adalah pohon yang tumbuh di hutan tropis.Contoh tumbuhan
dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.

Berikut ini rincian perbedaan akar serabut dan akar tunggang:


a) Akar Serabut (adventitious root system)
*Terjadi karena akar primer mereduksi dan akar tumbuh dari buku-
buku batang di daerah epicotyls

14
* Bagian-bagian: serabut akar, rambut akar, tudung akar.
Dibedakan menjadi:
a. Akar tombak/pena (fusiform)
b. Akar gasing (napiform)
c. Akar benang (Filiform)
b) Akar Tunggang (fibrous root system)
* Tumbuh dan berkembang dari bagian lembaga yaitu calon akar
(radicle) yang berada di ujung hypocotyl kecambah
* Bagian-bagian: leher akar, batang akar, serabut akar, rambut akar,
tudung akar.
Dibedakan menjadi:
a. Akar serabut kecil
b. Akar serabut sedang
c. Akar serabut besar

D. Struktur Primer Akar Tumbuhan Dikotil dan Monokotil


Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan dasar pertumbuhan dasar yang
dapat terjadi akibat adanya aktivitas pembelahan sel pada jaringan meristem
primer. Jaringan meristem primer ini berada pada daerah titik tumbuh primer
yaitu ujung akar dan ujung batang.
a) Struktur primer akar tumbuhan monokotil
Pada ujung akar terdapat daerah tudung akar (kaliptra) yang berfungsi
untuk mensekresikan cairan polisakarida untuk melumasi tanah disekitar titik
pertumbuhan dan melindungi daerah sistem akar.
b) Struktur Primer Akar Tumbuhan Dikotil
Pertumbuhan primer pada akar dikotil menyebabkan akar tersebut tumbuh
memanjang masuk kedalam tanah. Sedangkan pertumbuhan sekunder pada
akar dikotil terdapat cambium yang menyebabkan pembesaran
diameter.Pertumbuhan primer pada akar tergantung pada akar bagian ujung
dimana bagian itu dikelilingi oleh sel yang berbentuk tudung dan dinamakan

15
tudung akar. Pada waktu akar menembus partikel-partikel yang ada didalam
tanah.
Ujung akar dilindungi oleh tudung akar terhadap kerusakan mekanis. Pada
kebanyakan tumbuhan dikotil, baik epidermis akar maupun tudung akar
berasal dari lapisan paling luar sel-sel meristem ujung. Pada jaringan muda
tumbuhan dikotil perkembangan akar melibatkan perkembangan sel-sel yang
khusus dan tidak terdiferensiasi menjadi sel-sel matang serta sel-sel khusus
yang memainkan berbagai peranan dalam kegiatan-kegiatan akar.
1) Bagian – bagian Akar Primer
a. Tudung Akar
Tudung akar terdapat di ujung akar dan melindungi promeristem
akar serta membantu penembusan tanah oleh akar, terdiri atas sel hidup
yang sering mengandung pati. Tudung akar berkembang terus menerus.
Sel paling luar mati, terpisah dari yang lain dan hancur, lalu digantikan
oleh sel baru yang dibentuk oleh pemula.
b. Epidermis
Sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tanpa kutikula.
Namun, kadang-kadang dinding sel paling luar berkutikula. Ciri khas
akar adalah adanya rambut akar yang teradaptasi untuk menyerap
airdan garam tanah. Rambut akar adalah sel epidermis yang memanjang
ke luar, tegak lurus permukaan akar, dan berbentuk tabung.
c. Korteks akar
Pada umunya korteks terdiri dari sel parenkim. Pada sejumlah
besar monokotil yang tidak melepaskan korteksnya semasa akar masih
hidup, banyak sklerenkim dibentuk. Sel korteks biasanya besar dan
bervakuola besar. Plastid didalamnya menghimpun pati. Lapisan paling
dalam berkembang menjadi endodermis dan satu atau beberapa lapisan
korteks paling luar dapat berkembang menjadi eksodermis.
d. Eksodermis
Pada sejumlah besar tumbuhan, dinding sel pada lapisan sel terluar
korteks akan membentuk gabus, sehingga terjadi jaringan pelindung

16
baru, yakni eksodermis yang akan menggantikan epidermis. Struktur
dan sifat sitokimiawi sel eksodermis mirip sel endodermis. Dinding
primer dilapisi oleh suberin dan lapisan itu dilapisi lagi oleh selulosa.
Lignin juga dapat ditemukan. Sel eksodermis mengandung protoplas
hidup ketika dewasa.
e. Endodermis
Di daerah akar yang digunakan untuk penyerapan, dinding sel
endodermis mengandung selapis suberin di dinding antiklinalnya,
yakni pada dinding radial dan melintang. Rampingnya lapisan itu
menyebabkannya diberi nama pita, dan dibubuhi nama caspary. Pita
tersebut merupakan kesatuan antara lamella tengah dan dinding primer,
tempat suberin dan lignin tersimpan. Jika sel terplasmolisis, maka
protoplas melepaskan diri dari dinding, namun tetap melekat pada
pitacaspary.
f. Silinder Pembuluh
Silinder pembuluh terdiri dari jaringan pembuluh dengan satu atau
beberapa lapisan sel di sebelah luarnya, yaitu perisikel. Jika bagian
tengah tidak ditempati jaringan pembuluh, maka bagian itu diisi oleh
parenkim empulur di bagian dalam, perisikel langsung berbatasan
dengan protofloem dan protoxilem. Perisikel dapat mempertahankan
sifat meristematiknya di dalamnya terbentuk akar lateral, felogen, dan
sebagian dari cambium pembuluh.

F. Struktur Sekunder Akar Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Akar sekunder adalah akar yang tumbuh dari akar lain, atau bisa disebut
akar cabang.Di antara xilem dan floem terdapat kambium yang sel-selnya aktif
membelah. Pada tumbuhan dikotil, jaringan xilem dan floem primer terdapat
pada batang dan akar yang hidup selama periode yang relatif pendek.
Kemudian, fungsinya diambil alih oleh jaringan pembuluh sekunder yang
dihasilkan oleh kambium yang aktif membelah.

17
Pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk floem sekunder, dan ke
arah dalam membentuk xilem sekunder sehingga batang tumbuhan bertambah
besar. Aktivitas kambium yang membentuk xilem dan floem sekunder ini
disebut pertumbuhan sekunder. Semua jaringan yang ada di sebelah dalam
kambium disebut kayu, sedangkan di sebelah luar kambium disebut kulit atau
papagan. Pembentukan xilem dan floem sekunder pada batang terjadi karena
aktivitas kambium yang dipengaruhi oleh musim.
Jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, maka aktivitas
kambium menjadi rendah sehingga xilem dan floem sekunder yang dihasilkan
sedikit. Namun sebaliknya, pada musim hujan, aktivitas kambium ini akan
meningkat. Perbedaan aktivitas kambium akan menghasilkan jejak pada
batang yang disebut lingkaran tahun.
a.Struktur Sekunder Akar Tumbuhan Monokotil
Pada akar tumbuhan Monokotil Tidak mengalami adanya
pertumbuhan sekunder. Yang terjadi Hanya pertumbuhan memanjang.
b.Struktur Sekunder Akar Tumbuhan Dikotil
Pada akar tumbuhan Dikotil Biasanya terdapat pertumbuhan
sekunder sehingga dapat tumbuh membesar. Pertumbuhan sekunder pada
tumbuhan dikotil menyebabkan terbentuknya kayu dan kulit pada pohon
serta menambah diameter pohon. Pertumbuhan ini tidak terjadi pada
tumbuhan monokotil.
Bagian-Bagian Akar Sekunder:
1). Pembentukan jaringan pembuluh sekunder oleh kambium
Awal mula perkembangan kambium pembuluh adalah dengan
pembelahan sel prokambium di antara floem primer dan xilem primer
yang belum terdiferensiasi. Kambium berupa silinder dengan tepi luar
yang bergelombang ini mempunyai aktivitas yang berbeda; di bagian
dalam floem, cambium menghasilkan xylem lebih cepat dibandingkan
dengan di tempat lain. Di tempat tersebut, cambium lebih cepat
terdorong ke luar dan akhirnya diperoleh silinder yang bertepi rata.
Kambium akan membentuk sel xylem kea rah dalam dan sel floem ke

18
arah luar, namun pada umumnya frekuensi pembentukan xylem lebih
besar dibandingkan dengan sel floem Hal itulah yang menyebabakan
xylem sekunder lebih tebal dari pada floem sekunder
2).Pembentukan periderm oleh felogen.
Pembentukan periderm mengikuti aktivitas kambium pembuluh
dan biasanya mulai dibentuk pertama kali dalam perisikel.Pada
tumbuhan perenial, keaktifan cambium akar akan diiringi keaktifan
peridem dalam waktu yang lama. Periderm yang telah dibentuk tidak
akan bertahan lama karena volume dari sel baru yang ada disebelah
dalam makin besar, dan akhirnya periderm baru dibentuk dibawahnya.
Hal itu dapat belangsung berulang kali hinggadi peroleh ritidom.

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang didapat dapat ditarik suatu


kesimpulan, yaitu
1.Meknisme pembentukkan akar dimulai saat biji berkecambah,
promeristem di ujung akar embrio membentuk akar utama. Dalam
embrio biji mengandung sebuah radikula atau meristem akar untuk
pengembangan akar utama. Akar pertama ini memanjang dan
bercabang menghasilkan system perakaran serabut.
2. Struktur dan jaringan penyusun dibedakan menjadi 2 yaitu struktur
bagian luar dan struktur bagian dalam.Untuk membedakan struktur
akar pada tumbuhan dapat dibedakan secara morfologi dan
anatomi.Secara morfologis yaitu dengan memotong akar secara
membujur. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : leher akar
(pangkal akar), rambut akar, ujung akar, dan tudung akar. Secara
anatomi yaitu dengan memotong akar secara melintang. Maka struktur
jaringan akar terdiri atas : epidermis, korteks, endodermis, stele
(silinder pusat)
3. Perbedaan anatara Monokotil dan dikotil, monokotil yaitu Tidak
mempunyai kambium veskuler, pembuluh angkutnya tersebar, berkas
pengangkut dibungkus oleh sarung berkas pengangkut , memiliki
epidermis yang tebal, mempunyai maristem interkalar,tidak
mempunyai jari-jari empelur. Sedangkan Dikotilmempunyai kambium
veskuler, pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau
berseling radial, tidak memiliki epidermis, tidak mempunyai meristem
interkalar, jari-jari empelur berupa derekan parenkim diantara berkas
pengangkut di batang. perbedaan antara akar tunggang dengan akar
serabut, yaitu Akar Serabut Terjadi karena akar primer mereduksi dan
akar tumbuh dari buku-buku batang di daerah epicotyls. sedangkan

20
Akar Tunggang Tumbuh dan berkembang dari bagian lembaga yaitu
calon akar yang berada di ujung hypocotyl kecambah.

4. Struktur Primer akar tumbuhan monokotil yaitu pada ujung akar terdapat
daerah tudung akar. Sedangkan struktur primer akar dikotil yaitu
pertumbuhannya menyebabkan akar tersebut tumbuh memanjang masuk
kedalam tanah.
5. Struktur sekunder akar tumbuhan monokotil yaitu pada akar tidak
mengalamib adanyavpertumbuhan sekunder, hanya pertumbuhan
memanjang. Sedangkan pada akar dikotil yaitu biasanya terdapat
pertumbuhan sekunder sehingga dapat tumbuh membesar.

B. Saran
Menurut saya, masih banyak Akar-akar pada tumbuhan yang
bermanfaat pada tumbuhan dan berpengaruh pada tumbuhan.Namun kami
hanya membahas tentang bagian struktur akarnya. Untuk itu mahasiswa
Biologi sebaiknya melakukan penelitian mengenai akar pada tumbuhan baik
lingkup tempat tinggalnya maupun di luar daerah, agar mahasiswa tidak
terfokuskan pada akar penemuan pendahulu. Dan terpaku pada teori para pakar
sains.

21
DAFTAR PUSTAKA

Campbell. 2002. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga


Dwidjoseputro, D.1992. Pengantar Anatomi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia
Fahn A. 1991. Anatomi Tumbuhan Edisi Ke 3. Yogyakarta : UGM Press
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB
Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan.Yogyakarta : Kausius
Syamsuni. 2009. Materi Pokok Anatomi Tumbuhan. Indramayu : UNWIR
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009.Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta: UGM Press

22

Anda mungkin juga menyukai