Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

“STRATEGI PEMASARAN PT.INDOSAT, TBK”

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Pemasaran 1

Dosen Pengampu : Nurul Rizka Arumsari, SE,MM

KELOMPOK 4

Disusun Oleh :

1. Astrid Bellinda Sonyalia (201811014)


2.
3.
4.
5.

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MURIA KUDUS
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teknologi komunikasi saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat umum
tetapi juga menjadi ladang bisnis yang prospektif. Bisnis operator selular dari tahun ke
tahun terus meningkat seiring perkembangan jaman. Selain itu didukung pula dengan
hadirnya telepon selular murah yang mampu dijangkau berbagai lapisan masyarakat
hingga bisnis operator selular pun makin menjamur di Indonesia. Pergerakan pasar
telepon seluler kini sudah merambah kalangan masyarakat bawah. Ini bisa dengan mudah
dijumpai karena para pengojek hingga tukang sayur telah memanfaatkan telepon selular.
Mungkin inilah hasil manis dari diberlakukannya Undang-undang RI no.36/1999 tentang
Telekomunikasi yang memberikan pondasi bagi kompetisi pasar telekomunikasi di
Indonesia.
Kompetisi bisnis telekomunikasi operator seluler di Indonesia tampak semakin intens
sebagai akibat dari ekspansi yang dilaksanakan oleh pemain operator telepon seluler lama
seperti Telkomsel, Indosat, Ex-celcomindo dan adanya pemain operator baru seperti
Natrindo dan Hutchison. Persaingan kualitas produk dan harga begitu sengit, menuntut
para pemasar untuk dapat menyediakan produk-produk yang berkualitas dan harga yang
terjangkau oleh konsumen serta da-pat mengembangkan suatu produk yang bermanfaat
dan inovatif sesuai dengan harapan konsumen dan kebutuhan pasar, sehingga kepuasan
setelah mengkon-sumsi dapat diperoleh dan akan membuat konsumen melakukan
pembelian di masa yang akan datang atau pembelian berulang pada produk yang sama.
Salah satu upaya yang dilakukan PT Indosat Tbk dalam menghadapi persaingan
adalah dengan mengeluarkan produk IM3 dengan harga terjangkau. Nominal pengisian
pulsa dari lima ribu rupiah sam-pai dengan seratus ribu rupiah, hal ini dimaksudkan
memberikan banyak pilihan kepada konsumen agar harga nominal pulsa isi ulang IM3
terjangkau oleh se-mua lapisan. Harga mempunyai peranan penting dalam proses
pengam-bilan keputusan yaitu peranan alokasi dari harga adalah membantu para pembeli
untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang diharapkan
berdasarkan kekuatan daya belinya.
Salah satu produk dari PT Indosat adalah IM3 yang terkenal sebagai raja operator
selular di segmen anak muda dan IM3 menguasai 2/3 dari total pelanggan Indosat. PT
Indosat memang memfokuskan pasarnya untuk anak muda. Pasar anak muda merupakan
pasar seluler terbesar kedua setelah pasar pekerja. Dari total populasi, segmen pasar ini
jumlahnya mencapai 35%. Walaupun mereka belum memiliki penghasilan sendiri,
faktanya daya beli segmen pasar ini tergolong tinggi. Pada umumnya karakter anak
muda, mereka mau melakukan apa saja untuk menopang gaya hidupnya. Harga yang
terjangkau dan kualitas yang baik dari IM3 memungkinkan adanya kepuasan konsumen
dan akan menarik konsumen baru sehingga diharap-kan akan membuat konsumen loyal
pada akhirnya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Profil PT.INDOSAT Tbk. ?


2. Bagaimana Proses Segmentasi, Targeting, dan Positioning dari PT.INDOSAT
Tbk. ?
3. Bagaimana Strategi Pengelolaan Produk dan Pengembangan Produk Baru dari
PT.INDOSAT Tbk. ?
4. Bagaimana Strategi Penetapan Harga, Distribusi, dan Promosi dari PT.INDOSAT
Tbk. ?

1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Profil PT.INDOSAT Tbk.
2. Untuk Mengetahui Proses Segmentasi, Targeting, dan Positioning dari
PT.INDOSAT Tbk.
3. Untuk Mengetahui Strategi Pengelolaan Produk dan Pengembangan Produk Baru
dari PT.INDOSAT Tbk.
4. Untuk Strategi Penetapan Harga, Distribusi, dan Promosi dari PT.INDOSAT Tbk.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Profil PT.INDOSAT Tbk.

PT Indosat Satellite Corporation Tbk (Indosat) didirikan pada tahun


1967 sebagai suatu badan usaha asing yang menyediakan layanan
telekomunikasi Internasional di Indonesia. PT Indosat ini mulai beroperasi
pada tahun 1969 yang ditandai dengan diresmikannya stasiun bumi Jatiluhur.
Pada tahun 1980, pemerintah Indonesia memiliki seluruh saham PT Indosat
Tbk sehingga berubah menjadi perusahaan BUMN. Pada tahun 1994,
PT.Indosat mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek
Surabaya (BES), dan The New York Stock Exchange (Bursa Efek di
NewYork) yang kemudian berhasil meraih penghargaan sebagai perusahaan
negara pertama yang terdaftar di Bursa Efek Mancanegara.
Dari tahun 1969 sampai dengan 1990, PT Indosat menyediakan layanan
telekomunikasi internasional yang switched dan non-switched, termasuk
Sambungan Langsung Internasional (SLI), komunikasi jaringan data
internasional, inter leased lines, dan layanan tranmisi pertelevisian. Memasuki
abad ke-21 dan untuk mengikuti perkembangan globalisasi, pemerintah Indonesia
memutuskan untuk menghapus peraturan pembatasan sektor telekomunikasi
nasional dan membukanya ke kompetisi pasar bebas. Dari tahun 2001, seluruh
kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat dihapuskan dimana hak istimewa
dari kedua penyedia layanan telekomunikasi ini dihapus hingga tahap-tahap
tertentu. PT Indosat terus berusaha mewujudkan tujuan utama dari pengembangan
bisnis sellularnya mulai pertengahan tahun 1990-an. Pada tahun 2001 PT Indosat
mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3), diikuti dengan kontrol penuh
terhadap PT Satellite Palapa Indonesia, sehingga menjadikan Indosat Group
sebagai operator sellular terbesar kedua di Indonesia.
Pada akhir tahun 2002 pemerintah Indonesia menyetujui penjualan
41,94% sahamnya ke Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd melalui The
Holding Company of Indonesia Communication Limited. Dengan investasi ini,
PT Indosat yang kembali menjadi badan usaha asing yang menawarkan solusi
layanan dan jaringan di bidang informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan
berkembang penuh. Pada bulan November 2003, mengikuti penandatanganan
perjanjian merger yang menyatukan Satelindo, IM3, dan Bimagraha dengan PT
Indosat.
PT Indosat menjadi penyedia penuh layanan jaringan (Full Network
Service Provider/FNSP). Dengan menggabungkan layanan sellular, telepon rumah
dan MIDI-nya kedalam satu organisasi. PT Indosat memposisikan dirinya menjadi
penyedia jasa telekomunikasi dengan tawaran produk yang menyeluruh di
Indonesia. Indosat adalah operator mobile terbesar kedua dengan basis pelanggan
sebesar 16.704.639 pelanggan di akhir 2006. Pada tanggal 29 Nopember 2006,
Indosat meluncurkan layanan 3,5G untuk wilayah Jakarta dan Surabaya. Indosat
3,5G adalah generasi lanjutan dari teknologi 3G yang memungkinkan pelanggan
untuk menikmati layanan telepon yang lebih baik, video maupun akses
data/internet dengan kecepatan tinggi hingga 3,6 Mbps, atau sekitar 9 kali lebih
cepat dari layanan 3G umumnya. Seluruh node B Indosat telah menggunakan
teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). Indosat adalah
operator 3G pertama di Indonesia yang seluruhnya berbasis teknologi HSDPA.
Pada tanggal 15 Desember 2006, Indosat telah menerima 2 kanal No. 589 dan 630
pada pita frekuensi 800 MHz untuk penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa
Kabel di wilayah Jabotabek. Menyusul perolehan 2 kanal ini, Indosat akan terus
mengembangkan jasa telekomunikasi tetap lokal tanpa kabel di wilayah Jabotabek
serta terus mengembangkan jasa selular di seluruh wilayah Indonesia.

B. Segmenting, Targeting, Positioning

1. Segmenting

Segmentasi Pasar merupakan tempat bertemunya para penjual dan pembeli,


tentu akan terdapat banyak pembeli di pasar dengan berbagai kebiasaan dan
perilaku. Keberagaman tersebut mengartikan bahwa pasar dari suatu produk
tidaklah homogeny melainkan heterogen. Sehingga hal tersebut yang menjadi
para pebisnis melakukan segmentasi pasar. Segmentasi sendiri memiliki arti
pengelompokan sehingga dapat disimpulkan bahwa segmentasi pasar merupakan
pengelompokan pembeli yang memiliki kebutuhan tingkah laku yang sama dalam
suatu pasar. Segmentasi pasar termasuk ke dalam komponen utama dalam
menyusun strategi. Sebagian pebisnis menyebutkan bahwa segmentasi pasar
merupakan seni dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang
muncul di pasar.

Segmentasi pasar yang digunakan oleh IM3 adalah segmentasi pemasaran


local demografis khususnya usia muda atau remaja. Dalam iklan diatas IM3
memilihsegmen pasar remaja fans JKT48 dikarenakan untuk mendukung
komunitas danmemberikan apresiasi penggemar Indonesia girl group JKT48 yang
saat inimenjadi salah satu idola para remaja di Indonesia, dan sebagai bagian
dariProgram IM3 SMS SuKa-SuKa, dimana JKT48 sebagai ‘brand ambassador’
IM3, dan Indosat menghadirkan Layanan Mobile Content JKT48 khusus bagi
para penggemarnya.
2. Targeting

Targeting atau pasar sasaran adalah kegiatan dimana perusahaan memilih


segmen pasar untuk dimasuki dan kemudian perusahaan dapat menentukan lebih
spesifik pasar yang akan dituju. Targeting adalah proses mengevaluasi setiap daya
tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani.
Targeting adalah persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau
pasar. Targeting atau menetapkan target pasar merupakan tahap selanjutnya dari
analisis segmentasi. Produk dari targeting adalah target market (pasar sasaran),
yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan
pemasaran. Proses targeting mencerminkan kenyataan bahwa perusahaan harus
mengidentifikasi pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif dan
efisien.

Telah dijelaskan bahwa IM3 memilih segmen pasar berdasarkan usia.


Target pasar yang dipilih adalah remaja-remaja yang mengikuti tren masa
kini.Sehingga kaum muda yang mempunyai jiwa mudapun tertarik dengan
produk-produk yang telah ditawarkan oleh IM3 sendiri.. Dalam iklan tersebut,
IM3 target pasar yang dipilih adalah penggemar JKT48 yang rata-rata berusia
mudaatau remaja. IM3 menghadirkan Layanan Mobile Content JKT48 dimana
parapenggemar JKT48 bisa mendapatkan digital content seperti iRing, Games,
SMS Diaries, foto dan lagu para anggota JKT48 atau yang biasa disebut
Oshimen.Selain itu dengan harganya yang relative murah sangat cocok untuk
uang saku remaja-remaja sekarang.

3. Positioning

Positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah yang dilakukan oleh


perusahan dalam upaya penawaran nilai dimana dalam satu segmen tertentu
konsumen mengerti dan menghargai apa yang dilakkan suatu perusahan
dibandingkan dengan pesaingnya. Jadi positioning bukan menciptakan produk
dengan menempatkan pada segmen tertentu, tateapi positioning menempatkan
produk di benak konsumen pada segmen tertentu dengan cara komunikasi.
Komunikasi yang dibangun oleh pemasar harus menciptakan hubungan yang
positif.

“Pakai IM3, Gratis sms ke semua operator sesukamu” , begitulah semboyan


Indosat untuk menghidupkan kembali produk IM3. Brand yang dipakai untuk tarif
murah ini meluncurkan program baru bernama “IM3 SMS SUKA-SUKA”.
PT.INDOSAT Tbk. menawarkan layanan SMS gratis ke semua operator dengan
dibintangi oleh JKT48.
C. Strategi Pengelolaan Produk dan Pengembangan Produk Baru
PT.INDOSAT Tbk.
Belum

D. Strategi Penetapan Harga, Distribusi, dan Promosi PT.INDOSAT Tbk.

1. Strategi Penetapan Harga

a) Beberapa faktor yang mempengaruhi Penetapan Harga pada


PT.INDOSAT Tbk. antara lain :

• Sasaran pemasaran, Image / Market Positioning

IM3 dalam menetapkan harga bertujuan untuk membangun positioning image


di mata pelanggan sebagai produk dengan tarif yang murah.

• Strategi Bauran Pemasaran, Target Costing

IM3 terlebih dahulu menentukan harga jual ke pasar dan dalam hal biaya akan
menyesuaikan.

Faktor Internal yang mempengaruhi Penetapan Harga IM3

• Struktur Pasar dan Permintaan

peningkatan jumlah pemakai telepon selular yang menginginkan harga paling


murah, mendorong IM3 untuk menetapak harga paling murah.

• Persaingan

operator selular yang menjadi pionir dalam bisnis selular ini telah memasang
harga yang cukup mahal, maka IM3 menetapkan harga yang lebih rendah
daripada perusahaan yang sudah ada tersebut.

b) Pendekatan Penetapan Harga

“Competition Based Approach”, IM3 dalam menetapkan harga menggunakan


pendekatan yang mengikuti harga yang sudah ditetapkan oleh pesaing, tetapi tidak
melebihi harga pesaing.
c) Strategi Penetapan Harga

“Market Penetration Pricing”, karena IM3 merupakan produk baru, maka


menggunakan strategi harga untuk produk baru dengan metoda menetapkan harga
paling murah daripada pesaing untuk menarik jumlah pelanggan yang ada
sebanyak mungkin termasuk pelanggan potensial. “Strategi Penyesuaian Harga”,
dalam bentuk Discount Pricing dan Promotional Pricing.

2. Strategi Distribusi

Strategi Distribusi yang diterapkan pada PT.INDOSAT Tbk. antara lain :

1. Distribusi langsung
Kegiatan menyalurkan barang atau jasa langsung dari produsen kekonsumen
tanpa melalui perantara.
Contoh KILAT (kios layanan dan penjualan indosat),Griya indosat,dll.

2. Distribusi tidak langsung


Yaitu menyalurkan hasil produksinya melalui badan badan tertentu atau
melalui perantara.
Contoh : gerai ritel independen kecil,penjual individu,dan tenaga penjual
keliling atau canvassersv

Menyadari pentingnya outlet penjualan sebagai bagian dari jaringan distribusi untuk
mendistribusikan keistimewaan produknya kepada pengguna akhir,indosat pada tahun 2007
membentuk jaringgan penjualan yaitu sebagai berikut :

-Indosat outlet community(IOC)

-Indosat Canvasser community(ICC)

Memperdayakan dan membangun kapasitas distributor merupakan langkah


menguntungkan bagi indosat,karerna kemudian mereka mampu menjaga dan meningkatkan
kualitas layanan dan kinerja operasional.pertimbangan utama lainnnya,loyalitas dan komitmen
jangka panjang distributor adalah unsur penting bagi indosat dalam mempertahankan pangsa dan
kehadiran kami dipasar menghadapi produk produk pesaing