Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi

ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

Optimalisasi Transformasi Spektral Ui, Ndbi, Ndvi Dan Kombinasi Tranformasi


Spektral Ui – Ndvi Dan Ndbi - Ndvi Guna Mendeteksi Kepadatan Lahan Terbangun
Di Kota Magelang

Surya Kurniawan1), Wa Ode Nurhaidar2), Iradat Salihin3)


1)
Dosen Jurusan Geografi FITK UHO,
2)
Dosen Jurusan Geografi FITK UHO
3)
Dosen Jurusan Geografi FITK UHO
Emai :geografiuhofitk@gmail.com

ABSTRAK
Penggunaan citra dengan resolusi menengah guna memndeteksi kepadatan lahan terbangun
pada saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, karena sulitnya menbedakan lahan terbangun dan
lahan terbuka/kosong.Penelitian ini bertujuan untuk nmengkaji kemampuan tranformasi spectral dan
kombinasinya guna mendeteksi kepadatan lahan terbangun dan menkaji pola kepadatan lahan
terbangun.
Untuk dapat mendeteksi kepadatan lahan terbangun dalam penelitian ini menggunakan
transformasi spektral yang diperuntukan untuk transformasi kota dan transformasi vegetasi dengan
memanfaatkan citra Landsat 8 sebagai sumber data utama. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan
cara mengembangkan tranformasi spektaran yang diperuntukan untuk mendeteksi kota dan vegetasi.
Kombinasi antar trasformasi ini untuk memunculkan built-up lahan terbangun.
Hasil transformasi UI memiliki akurasi tertinggi yaitu 83,33% serta memiliki standar deviasi
30,27. Kombinasi tranformasi terbaik adalah tranformasi UI-NDVI dengan nilai akurasi 85,04% serta
nilai standar deviasi 30,32. Peta hasil kepadatan lahan terbangun hasil tranformasi UI-NDVI
selanjutnya dianalisis dengan peta jaringan jalan dan kedekatan dengan Central Business District
(CBD) untuk mendapatkan pola kepadatan lahan terbangun. Dari hasil analisis diketahui bahwa pola
lahan terbangun yang ada di Kota Magelang dan sekitarnya cenderung memiliki dimensi searah jalur
jalan utama dan terlihat seperti berbentuk elips

Kata Kunci:Transformasi Spektral, Kombinasi Transformasi, Pola Kepadatan Lahan Terbangun

1. PENDAHULUAN
Penggunaan teknologi penginderaan dan dikembangkan di negara-negara maju
jauh akan sangat membantu dalam dimana sebagian besar penggunaan atap
melakukan penelitian yang menggunakan banguanan terbuat dari bahan metal (seng
berbagai macam data spasial, khususnya atau seng-aluminium) sedangkan di
untuk analisis data keruangan pada Indonesia sendiri penggunaan atap
wilayah penelitian yang cukup luas, terkait bangunan banyak menggunakan genteng
dengan monitoring kawasan yang dan genteng keramik dengan bahan baku
membutuhkan data dengan sifat tanah liat yang kadang kala secara spektral
berkelanjutan (sustainable). Tujuan dari terlihat memiliki kemiripan dengan respon
transformasi nilai asli piksel adalah untuk spektral tanah sekitarnya.
mendapatkan nilai piksel baru yang secara Kajian kepadatan bangunan banyak
konfiguratif membentuk citra yang lebih yang memanfaatakan citra penginderan
tajam, jelas, dan lebih mudah dianalisis jauh dengan resolusi spasial yang tinggi,
untuk keperluan tertentu. Transformasi sedangkan resolusi spasial menengah
untuk pengamatan daerah pekotaan telah (resolusi spasial 5-60 m) belum banyak
banyak dilakukan dalam kurun waktu ± 30 dimanfaatkan untuk kajian kepadatan lahan
tahun terakhir ini yang semua bergerak terbangun.Penggunaan citra penginderaan
dalam kajian yang bersifat eksperimental jauh dengan resolusi menengah untuk
13
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

kajian kepadatan bangunan memiliki mengembangkan transformasi spektral


tingkat
ngkat kesulitan yang cukup kompleks, yang selanjutkan akan dianalisi secara
karena sulitnya membedakan karakteristik kualitatif untuk melihat pola kepadatan
spektral antar objek lahan terbangun dan lahan
han terbangun dari hasil transformasi
lahan kosong/tanah.Pengolahan citra terbaik. Transformasi spektral digunakan
penginderaan jauh secara digital untuk antara lain : NDVI, UI, NDBI, dan
kajian kepadatan lahan terbangun kombinasinya yaitu : UI-NDVI,
UI NDBI-
membutuhkan transformasi khusus
khus untuk NDVI.
dapat mengindentifikasi kenampakan 2.3 Teknik Analisis Data
objek pada kawasan kota/perkotaan. Pada penelitian ini mengkaji
Identifikasi kepadatan lahan terbangun kemampuan dari transformasi spektral
dalam penelitian ini menggunakan citra dalam pemetaan kepadatan lahan
dengan resolusi menengah dengan cara terbangun di daerah penelitian. Pada
memanfaatkan dan mengkombinasikan penelitian ini memanfaatkan citra hasil
transformasi spectral untuk memperoleh transformasi spektral yang terdiri dari
hasil transformasi
asi yang baik untuk kajian transformasi NDVI, UI dan NDBI.
kepadatan bangunan. a. Transformasi Normalized Difference
Kota Magelang merupakan daerah Vegetation Index (NDVI)
yang masuk pada daerah administrasi dari Transformasi Normalized Difference
Differe
Provinsi Jawa Tengah.Kota Magelang Vegetation Index (NDVI) merupakan
merupakan salah satu jalur alternatif yang transformasi yang menggunakan
menghubungkan Provinsi Jawa Tengah Teng saluran inframerah dekat (IMD) dan
dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Sebagai saluran merah (M) di mana kedua
jalur penghubung antar daerah tersebut saluran ini mememiliki interaksi yang
maka tidak mengherankan bila daerah ini berbeda terhadap vegetasi. Persamaan
mengalami pertumbuhan ekonomi yang yang digunakan adalah (NOAA, dalam
cukup pesat. Pertumbuhan ekonomi yang Danoedoro,2012):
pesat turut mendorong penduduk untuk
tinggal dan menetap di Kota ta Magelang
dimana pada tahun 2009 jumlah penduduk
sebesar 125,604 jiwa meningkat menjadi b. Transformasi Urban Index (UI)
126,443 jiwa pada tahun 2010 (BPS, Transformasi Urban Index/Indeks
Index kota
2014), datangnya penduduk ke Kota adalah transformasi yang
Magelang mendorong bertumbuhnya memanfaatkan saluran inframerah
permukiman-permukiman baru. tengah II (IMTg II) dan saluran
inframerah dekat (IMD). Nilai indeks
2. BAHAN DAN METODE UI didapatkan melalui proses
2.1 Tempat Penelitian transformasi dilakukan menggunakan
Penelitian ini dilakukan di Kota persamaan (Kawamura, 1996):
1996)
Magelang dan Sekitarnya.
2.2 Pengumpulan Data
Kepadatan
epadatan lahan terbanguan dalam
penelitian ini dapat dideteksi dengan
menggunakan metode studi kasus (case
( c. Transformasi Normalized Difference
study),
), di Kota Magelang dan Sekitarnya Build-up Index (NDBI)
dengan memanfaatkan citra Landsat 8 Indeks area terbangun atau Normalized
Path/Row 120/65 dengan resolusi spasial Difference Build-up
up Index merupakan
30 m sebagai sumber data utama. indeks yang menggunakan saluran
Penelitian ini bersifat eksperimental inframerah tengah (IMTg) dan
dengan cara membangun dan inframerah dekat (IMD).
(IMD) Banyak
14
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

penelitian yang menggunakan NDBI


untuk lebih memunculkan Built-up
Built
area perkotaan dengan menggunakan
persamaan (Zha, 2003 dalam
Danoedoro,2012) :
b. Kombinasi NDBI – NDVI
Saluran yang digunakan dalam
transformasi NDBI adalah saluran
inframerah tengah (IMTg) dan saluran
Analisis untuk menentukan kombinasi inframerah dekat (IMD).Pada saluran
transformasi spektral dalam pemetaan IMTg pantulan objek lahan terbangun
Kepadatan lahan terbangun kota dilakukan dan lahan terbuka lebih tinggi (lebih
dengan analisis kualitatif pada citra hasil peka) dari pada pantulan objek
kombinasi transformasi spektral. vegetasi.Namun sebaliknya pada
Pembanguan dan pengembangan indeks saluran inframerah dekat (IMD)
kota menggunakan saluran-saluran
saluran yang pantulan spektral vegetasi lebih tinggi
memiliki kemapuan untuk membedakan dibandingkan dengan pantulan lahan
material bangunan dengan meterial alami. terbangun dan lahan terbuka. Oleh
Menurut Herold, Roberts, Gardner dan sebab itu banyak peneliti diantaranya
Dennison (2003) dalam As-syakur, As Zha, Gao dan Ni (2003) mencoba
Adnyana, Arthana dan Nuarsa (2012) mengembangkan transformasi spektral
bahwa nilai pantulan dari built-uparea untuk identifikasi lahan terbangun
akan lebih tinggi karena pemanfaatkan menggunakan saluran inframerah dekat
saluran-saluran
saluran dengan panjang gelombang dan saluran inframerah tengah ini.
yang tinggi.
Banyak penelitian yang menanfaatkan
menanfaatka Analisis untuk mengkaji pola
transformasi spektral untuk kepadatan lahan terbangun pada daerah
mengidentifikasi penutup lahan kota, tetapi penelitian dilakukan dengan hasil
yang mencoba melakukan kombinasi antar transformasi terbaik.Analisis kepadatan
transformasi spektral masih belum banyak lahan terbangun menggunakan model
di lakukan. Penelitian yang pernah di regresi kepadatan lahan terbangun. Peta ini
lakukan Zha, Gao dan Ni (2003) dalam akan menunjukkan daerah mana saja pada
Jeile, Yongxue dan Chenglei (2010) dan Kota Magelang dan sekitarnya yang
Danoedoro (2012) adalah dengan mencoba memiliki kepadatan bangunan yang tinggi.
mengoptimalkan transformasi untuk Setelah diperoleh peta kepadatan lahan
mendapatkan kalkulasiBuilt
Built-up Area. terbangun selanjutnya dilakukan analisis
a. Kombinasi UI – NDVI pola kepadatan bangunan berdasarkan
Transformasi UI menggunakan saluran jarak terhadap jalan utama dan Central
inframerah tengah II (IMTgII) dan Business District (CBD).
saluran inframerah tengah
(IMD).Saluran inframerah
merah tengah II 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
memiliki kemapuan dalam identifikasi Hasil akhir dari penelitian ini adalah
kelembapan tanah dan lahan kosong peta pola kepadatan lahan terbangun
terbang pada
sekaligus mampu digunakan untuk Kota Magelang dan sekitarnya.Proses
sekitarnya. yang
klasifikasi vegetasi.Pada saluran akan dilakukan teridiri dari pengumpulan
inframerah dekat (IMD) pantulan data yang dimulai dari koreksi-koreksi
koreksi dan
spektral vegetasi lebih tinggi cropping daerah penelitian, tahap ekstraksi
dibandingkan dengan pantulan lahan data dimulai dengan melakukan
terbangun
ngun dan lahan terbuka.

15
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

transformasi spektral, kegiatan lapangan, 2.449, dengan nilai koefisien determinan


uji akurasi dan analisis. (R2) sebesar 0,623. range nilai kepadatan
lahan terbangun pada penelitian ini sebesar
3.1 Analsisis Kemampuan Transformasi 13,20% sampai 99,98%. Proses berikutnya
Spektral untuk pemetaan kepadatan melakukan uji akurasi peta hasil kepadatan
lahan terbangun lahan terbangun, dimana pada hasil
Pemetaan kepadatan lahan terbangun penelitian ini memperoleh hasil akurasi
kota di daerah penelitian menggunakan hasil 83,33% dan koefisien kappa (K) 0.78
analisis hasil transformasi spektral yang yang masuk kesesuaian sedang dengan
terdiri dari transformasi NDVI, UI, NDBI, standar deviasi 30,27. Untuk lebih jelas
NBI dan NBAI. Dari pengolahan yang mengenai hasil transformasi dapat dilihat
dilakukan transformasi UI memiliki uji pada Tabel 1 dan Gambar 3.
akurasi tertinggi.Nilai hasil transformasi
spektral UI belum mencerminkan nilai 3.2 Analisis Kemampuan Kombinasi
kepadatan lahan terbangun pada daerah Transformasi Spektral Untuk
penelitian sehingga harus dilakukan Pemetaan Kepadatan Lahan
pengecekan nilai hasil dari trasnformasi UI Transformasi NDVI, UI dan NDBI
dengan data kepadatan lahan terbangun yang dicoba untuk dikombinasikan antara
yang diambil dari lapangan. Pada transformasi untuk kota dan transformasi
penelitian ini memperoleh nilai indeks yang diperuntukan untuk vegetasi sehingga
kota dengan range nilai 0,22 sampai lebih memonjolkan Built-up Area dalam
dengan 1,49. Proses berikutnya adalah pemetaan kepadatan lahan terbangun.
pengelompokan nilai indek kota kedalam Operasi/pengolahan ini diterapkan pada
beberapa interval kelas untuk suatu himpunan data citra atau peta dengan
mempermudah dalam pengecekan. memanfaatkan prinsip-prinsip aljabar baik
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian, dimana citra telah memiliki
satu sistem koordinat yang sama sehingga
proses perhitungan nilai piksel memiliki
posisi baris kolom yang sama. Pada
penelitian ini menggunakan operasi aljabar
pengurangan untuk mendapatkan citra
yang baru dengan nilai piksel yang
baru.Untuk mendapatkan citra yang baru
Gambar 1. Hasil Transformasi menggunakan UI
ini masing-masing saluran dilakukan
(kiri) dan Model Kepadatan Lahan Terbangun transformasi terlebih dahulu dan tahapan
Hasil Transformasi UI berikutnya citra hasil transformasi
dilakukan kombinasi untuk mendapatkan
Data hasil pengecekan lapangan kemudian citra dengan informasi terbaru yang dapat
dilakukan proses korelasi dan regresi memberikan informasi yang lebih baik
untuk melihat hubungan dan kekuatan dalam pemataan kepadatan lahan
hubungan antara nilai indekdengan terbangun. Tranformasi ini digunakan
kepadatan lahan terbangun hasil untuk mempertajam informasi dan
transformasi UI, dimana pada proses kali sekaligus menekan informasi tertentu
ini menghasilkan korelasi (R) sebesar dimana dalam penelitian ini informasi
0.860 yang bernilai positif dimana makin penutup lahan kota yang dipertajam dan
tinggi nilai transformasi akan infomasi vegetasi yang di tekan.
menunjukkan kepadatan lahan terbangun Dari pengolahan ini di daerah
yang tinggi pula. sehingga diperoleh penelitian kombinasi tranformasi UI-NDVI
model formula yaitu Y = 68.78 (UI) - memiliki hasil uji akurasi terbaik dan
16
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

terbukti mampu memingkatkan akurasi kepadatan lahan terbangun menggunakan


klasifikasi. Nilai piksel hasil dari transformasi UI-NDVI memiliki akurasi
transformasi UI masih memiliki ganguan 85,04% dan koefisien kappa (K) 0,82
nilai vegetasi, sedangkan pada menurut Landis dan Koch (1997) hasil
transformasi NDVI akan terjadi kepadatan kahan terbangun menggunakan
sebaliknya. Untuk meningkatkan informasi transformasi UI-NDVI ini masuk pada
penutup lahan kota maka kombinasi antara tingkat kepercayaan tinggi dengan standar
dua transformasi ini diharapkan dapat deviasi 30,32. Melihat hasil uji akurasi
mengoptimalkan informasi yang ada peta penutup lahan kota dari hasil
dengan mendapatkan data citra yang baru. kombinasi transformasi spektral UI-NDVI
Pada transformasi UI daerah lahan memiliki akurasi yang lebih tinggi bila
terbangun memiliki rona yang cerah, dibandingkan dengan peta kepadatan lahan
sedangkan daerah lahan non terbangun terbangun hasil transformasi UI sebesar
(daerah bervegetasi) memiliki rona gelap 83,33% dan transformasi NDVI sebesar
dan air (sungai) memiliki rona abu-abu 69,23%. Untuk lebih jelas mengenai hasil
gelap sedangkan pada transformasi NDVI transformasi dapat dilihat pada Tabel 2.dan
menghasilkan sebaliknya. Gambar 4.

3.3 Analisis Pola Kepadatan lahan


Terbangun
Tahapan analisis pola kepadatan
lahan terbangun ini dilakukan dengan
analisis pola kepadatan lahan hasil
transformasi UI-NDVI dengan akurasi
tertinggi yaitu sebesar 85,04% dengan
standar Deviasi sebesar 30,32. Untuk
menentukan tingkat kepadatan lahan
terbangun adalah dengan menggunakan
model regresi kepadatan lahan terbangun
antara UI-NDVI yaitu kepadatan lahan
terbangun Y = 53,50 (UI-NDVI) + 36,00.
Dari model regresi ini setiap piksel akan
memiliki nilai kepadatan lahan sehingga
piksel yang memiliki nilai kepadatan yang
Gambar 2. Hasil Transformasi menggunakan UI
(kiri atas), transformasi NDVI (Kanan atas), sama akan dikelompokan berdasarkan nilai
transformasi UI-NDVI (kiri bawah) dan Model kepadatannya. Pada pengolahan ini
Kepadatan Lahan Terbangun Hasil Transformasi berdasarkan peta kepadatan lahan
UI-NDVI (kanan bawah) terbangun hasil transformasi UI-NDVI
dapat terlihat kepadatan lahan terbangun
Pada pengolahan ini mendapatkan tertinggi berada di daerah dengan akses
nilai korelasi (R)sebesar 0,832 yang jalan yang baik dan dekat dengan CBD.
bernilai positif dan nilai koefisien Hasil kepadatan lahan terbangun
determinan (R2) sebesar 0,691 sehingga memiliki interval kepadatan 77,81%-
memiliki korelasi yang cukup tinggi antara 99,96% dengan luas 121,68 Ha atau 0,54%
nilai UI-NDVI dan kepadatan lahan dari total luas daerah kajian yaitu 22500
terbangun. Hasil regresi ini menghasilkan Ha. Kepadatan lahan terbangun sedang
model kepadatan lahan terbangun(Y) yaitu, memiliki interval nilai kepadatan 55,66%-
Y = 53,50 (UI-NDVI) + 36,00 dengan 77,81% dimana kepadatan ini masih
range nilai kepadatan lahan terbangun berada di sekitar pusat kota yang
8,69% sampai 99,96%. Hasil uji akurasi merupakan CBD dari kota Magelang.
17
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

Kepadatan lahan terbangun sedang Hasil pengolahan peta lahan


memiliki luas 2299,95 Ha atau 10,22% terbangun ini cenderung memiliki
dari total daerah kajian yaitu 22500 Ha. kepadatan sangat tertinggi berada di
Untuk kepadatan lahan terbangun rendah Central Bisiness District (CBD) dimana
memiliki interval kepadatan 33.51%- pada daerah ini ditandai dengan adanya
55,66% dengan luas 8515,35 Ha atau pusat perkantoran, pusat pertokoan, bank,
37,85% dari total luas daerah kajian. Yang saran hiburan dan pasar.Bila dilihat secara
termasuk dalam klasifikasi vegetasi bila umum pola lahan terbangun yang ada di
memiliki kepadatan lahan terbangun Kota Magelang dan sekitar cenderung
kurang dari 33,51%. Dari hasil pengolahan mengikuti jalur transpotasi utama dimana
untuk klasifikasi vegetasi memiliki luas pola lahan terbangun cenderung memiliki
tertinggi yaitu 11563,02 Ha atau 51,39% dimensi menanjang searah jalur utama dan
dari total daerah kajian. Dari hasil analisis bukan melebar sehingga membentuk pola
terhadap jarak lahan terbangun terhadap lahan terbangun yang terkesan terlihat
jalan utama dapat dilihat bahwa lahan seperti ellip. Bentuk pola lahan terbangun
terbangun yang memiliki kedekatan ini terbentuk mengukuti jalur jalan utama
denganjalan utama dan memiliki akses dari trasportasi dan disebelah barat dan
yang baik akan cenderung memiliki timur dari Kota Magelang sendiri dibatasi
kepadatan lahan terbangun yang tinggi dan dua sungai yaitu sungai Progo dan sungai
semakin jauh jarak lahan terbangun Elo. Untuk lebih jelas mengenai hasil pola
semakin rendah kepadatan lahan kepadatan lahan terbangun transformasi UI
terbangunnya. dapat dilihat pada Tabel 3 dan Gambar 5.

Tabel 1. Presentase Kepadatan Lahan Terbangun Hasil Transformasi

Sumber: Hasil Analisis

18
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

Tabel 2. Presentase Kepadatan Lahan Terbangun Hasil Transformasi

Sumber: Hasil Analisis

Gambar 3. Peta Kepadatan Lahan Terbangun Hasil Transformasi UI Kota Magelang dan Sekitarnya
Sumber: Hasil Analisis

19
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

Gambar 4. Peta Kepadatan Lahan Terbangun Hasil Transformasi UI Kota Magelang dan Sekitarnya
Sumber: Hasil Analisis

Tabel 3. Hasil Klasifikasi Kepadatan Lahan Terbangun

Sumber: Hasil Analisis

20
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

Gambar 5. Peta Pola Lahan Terbangun Hasil Transformasi UI – NDVI Kota Magelang dan Sekitarnya
Sumber: Hasil Analisis

4. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas dimana pola lahan terbangun cenderung
maka dapat disimpulkan bahwa: memiliki dimensi menanjang searah
1. Transformasi UI memiliki hasil akurasi jalur utama dan bukan melebar sehingga
tertinggi untuk pemetaan kepadatan membentuk pola lahan terbangun yang
lahan terbangun sebesar 83,33% dengan terkesan terlihat seperti ellip
tingkat kesesuaian koefisien kappa (K.)
0.78 yang masuk kesesuaian sedang dan DAFTAR PUSTAKA
memiliki standar deviasi 30,27. As-syakur, A.R.. Adnyana, I.W.S.,
2. 2. Pemetaan kepadatan lahan Arthana, I.W., Nuarsa, I.W, 2012.
terbangun hasil kombinasi transformasi Enhanced Built-Up and Bareness
spektral UI- NDVI memiliki hasil Index (EBBI) for Mapping Built-Up
akurasi terbaik, dengan hasil uji akurasi and Bare Land in an Urban Area.
sebesar 85,04% dan koefisien kappa (K) MDPI Journal.Remote sensing.ISSN
0,82 yang masuk pada tingkat 2072-4292.
kepercayaan sedang dengan standar Astuti, T.R. 2010. Pemetaan Kepadatan
deviasi 30,32. Dari hasil kombinasi Bangunan Dengan Interpretasi Hibrida
transformasi yang diterapkan dalam Menggunakan Citra Satelit Aster
penelitian ini memunjukkan Daerah Kota Surakarta
peningkatan hasil klasifikasi dan uji [Skripsi]Yogyakarta:
akurasinya untuk pemetaan kepadatan FakultasGeografi UGM
lahan terbangun di daerah penelitian. Congalton, R.G.,Green, K. 2009. Assessing
3. 3. Bila dilihat secara umum pola the Accuracy of Remotely Sensed
lahan terbangun yang ada di Kota Data, Principles and Practies, second
Magelang dan sekitar cenderung editor, Taylor & Francis Group.CRC
mengikuti jalur transpotasi utama Press
21
Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi
ISSN :2549-9181
| Vol.1 | No.1| 2017

Danoedoro, P. 2012. Pengantar Suharyadi, 2011. Interpretasi Hibrida Citra


Penginderaan Jauh Satelit Resolusi Spasial Menengah
Digital.Yogyakarta: Andi Offset. Untuk Kajian Densifikasi Bangunan
Jeile, L.M.C., Yongxue, L., Chenglei, Daerah Kota (kasus daerah kota
H.W.S. 2010.Extract Residental Areas Yogyakarta) [Disertasi]. Yogyakarta:
Automatically by New Built-up Index. Fakultas Geografi, UGM.
School of Geographic & Sukristiyanti., Suharyadi., Jatmiko.R.H.,
Oceanographic Science.China: 2007. Evaluasi Indeks Urban Pada
Nanjing University. Citra Landsat Multitemporal Dalam
Kawamura, P., Jayamanna, S., Tsujiko, Y. Ekstraksi Kepadatan Bangunan.Jurnal
1996.Relation Between Social And Riset Geologi dan Pertambangan Jilid
Environmental Conditions In 17 no. 1
Colombia, Sri Lanka And The Urban Waqar, M.M., Mirza, J.F., Mumtaz,r.,
Index Estimated By Satellite Remote Hussain, E, 2012. Development of
Sensing Data. Toyohashi: Toyohashi New Indices for Extraction of Built-
University of Technology. Up Area & Bare Soil from Landsat
Lillesand, T.M., Kiefer, R.W. 1997. Data.Scientific Reports journal 136.
Penginderaan Jauh dan Interpretasi Volume I
Citra (terjemahan).Yogyakarta: Zha, Y., Gao, J., Ni, S, 2003. Use of
Gadjah Mada University Press. normalized difference built-up index
Lillesand, T.M., Kiefer, R.W., Chiman, in automatically mapping urban areas
J.W. 2004.Remote Sensing and Image from TM imagery. Int.J. Remote
Interptertation. Fifth Edition, New Sensing, 24(3)
York: John Wiley & Son,Inc..
McCoy, R.M. 2005.Field Methods in
Remote Sensing.New York: The
Guilford Press.

22