Anda di halaman 1dari 20

MELEK PAJAK

BAGI STARTUP

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum
Mulai 1 Juli 2013

Wajib pajak yang omzetnya tidak lebih dari

Rp 4,8 M / tahun
dikenai tarif PPh bersifat final hanya 1%

Kementrian Keuangan
Direktur Jendral Pajak

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 1
NPWP

TIPS MENDAPATKAN NPWP


Dari sinilah semua bermula. Jika anda punya penghasilan, maka secara
otomatis akan timbul kewajiban perpajakan anda. Jadi bukan hanya bentuk
badan usaha anda, baik PT, CV ataupun usaha perorangan bahkan
freelance sekalipun tetap punya kewajiban perpajakan jika sudah punya
penghasilan. Namun ada norma dan ketentuan yang berlaku juga, tidak
semua membayar dengan nilai yang sama.

Nah, untuk melaporkannya, anda perlu yang namanya Nomor Pokok Wajib
Pajak (NPWP).

NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak (WP) sebagai
sarana dalam administrasi perrpajakan yang dipergunakan sebagai tanda
pengenal diri atau identitas WP dalam melaksanakan kewajiban
perpajakannya.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 2
Gimana cara memperoleh NPWP?

Mendaftarkan diri secara online dengan


sistem aplikasi e-registration melalui
Direktorat Jenderal Pajak

Mendaftarkan diri secara langsung ke


Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor
Penyuluhan, Pelayanan, dan Konsultasi
Perpajakan (KP2KP)

Mengirimkan formulir pendaftaran dan


melampirkan persyaratan administrasi
melalui pos tercatatat

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 3
Apa saja Persyaratannya?
Orang pribadi:
– Fotokopi KTP bagi WNI
– Fotokopi paspor, KITAS atau KITAP bagi WNA

Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas:


– Fotokopi KTP bagi WNI atau paspor/KITAS/KITAP bagi
WNA
– Fotokopi e-KTP untuk WNI
– Surat pernyataan di atas materai dari WP
yang menyatakan bahwa yang
bersangkutan benar menjalankan usaha
atau pekerjaan bebas
– Foto kopi dokumen izin kegiatan usaha
yang di terbitkan instansi berwenang
– Foto kopi Surat Keterangan Tempat
(SKT) kegiatan usaha dari Pemda
setempat
Badan Profit:
– Fotokopi akta pendirian atau .
dokumen pendirian
– Fotokopi Kartu NPWP salah
satu pengurus
– Fotokopi dokumen izin usaha
– Fotokopi SKT kegiatan usaha

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 4
Omzet

PPH FINAL 1% DARI OMZET


Sebagai startup atau UKM, anda harus tahu tentang Peraturan Pemerintah
No. 46 tahun 2013 tentang PPh atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima
Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu (PP No.
46/2013).

Sejak digulirkannya beleid ini, pemilik usaha kecil menengah (UKM) yang
memiliki omzet usaha tidak lebih dari Rp 4,8 miliar per tahun wajib
membayar PPh pribadi maupun badan sebesar 1% dari omzet.

Dalam ketentuan ini pelaku usaha kecil atau menengah membayar pajak
berdasarkan omzet.

Jika omzet anda sebesar Rp 4,8 miliar dalam setahun atau di bawah itu
maka anda hanya punya kewajiban membayar pajak (PPh) sebesar 1% dari
omzet anda per tahun. Kalau omzet anda lebih dari Rp 4,8 miliar/tahun,
maka perhitungan pajak beda lagi.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 5
Rumus: 1% x omzet/tahun
Yang tidak termasuk sebagai WP dalam PP No 46/2013 ini adalah:

Orang yang usahanya:


– Menggunakan saranan/prasarana yang
bisa dibongkar-pasang baik menetap
maupun gak menetap
– Menggunakan sebagian/seluruh tempat
umum yang sejatinya gak boleh dipakai
untuk berjualan. Contoh: asongan, warung
tenda, PKL

Wajib pajak badan:


– Yang belum beroperasi secara komersial
– Yang dalam kurun 1 tahun setelah
beroperasi secara komersial mendapat
peredaran bruto lebih dari Rp 4,8 miliar
– Misalnya: pengusaha travel agent dalam
setahun omzetnya mencapai Rp 5 miliar

$
$ $
$
$ $
$ $ $ $
$ $
$
$ $
$$
$ $
$ $ $
$ $
$$
$ $
$ $
$ $
$ $
$$ $
$ $
$$$ $
$ $
$$ $
$ $
$
$
$ $
$ $
$$
$ $ $
$ $$
$ $
$ $
$$
$ $ $
$ $
$ $
$ $ $ $$
$$$ $
$ $$ $
$ $ $ $$
$$$ $
$ $ $
$
$ $ $
$ $
$ $
$$$
$ $
$ $$
$
$$ $$
$ $
$ $
$ $
$$$
$ $
$ $
$ $
$
$ $
$ $ $ $$$ $ $ $
$$ $ $ $$$ $ $ $
$
$ $
$ $
$
$
$
$
$$$
$ $$
$$
$
$$
$$ $
$$
$ $
$$
$ $
$
$
$
$
$
$
$$
$
$$
$ $$
$$
$
$$
$$ $
$ $
$ $$
$
$$
$$ $ $$$ $$$
$$ $
$$ $$ $$ $$$ $$$
$$ $ $
$ $ $
www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 6
Rumus: 1% x omzet/tahun
• Objek Pajak yang tidak dikenakan PPh ini harus memenuhi
kriteria berikut:
– Penghasilan dari jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas

– Penghasilan dari usaha yang dikenakan PPh Final (Pasal4


ayat(2)), seperti sewa kamar, dll
– Penghasilan yang diterima di luar negeri

• Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender

• Yang tidak dikenai PPh ini adalah:


– Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha
perdagangan dan/atau jasa yang menggunakan sarana
yang dapat dibongkar pasang dan menggunakan sebagian
atau seluruh tempat untuk kepentingan umum
(c/: pedagangkaki lima)
– Badan yang belum beroperasi secara komersial atau yang
dalam jangka waktu 1 tahun setelah beroperasi secara
komersial memperoleh peredaran bruto (omzet) melebihi
Rp 4,8 miliar

$
$ $
$
$ $
$ $ $ $
$ $
$
$ $
$$
$ $ $ $
$ $ $
$$
$ $
$ $
$ $
$ $
$$ $
$ $$
$$ $
$ $
$$ $
$ $
$
$
$ $
$ $
$$
$ $ $
$$ $ $
$ $
$$
$ $ $
$ $
$ $
$ $ $ $$
$$$ $
$ $ $$
$ $$ $ $$
$$$ $
$ $ $
$
$ $ $
$ $
$ $
$$$
$ $
$ $
$$$
$$ $
$$
$ $
$ $
$$$
$ $
$ $
$ $
$
$ $
$ $ $ $$$ $ $ $
$ $$ $ $$$ $ $ $
$
$ $
$ $
$
$
$
$
$$$
$ $$
$$
$
$$
$$ $
$ $
$ $
$$
$
$$
$
$$
$
$
$$
$ $
$$
$
$
$
$$
$ $
$ $
$ $$
$
$$
$$ $ $$$ $$$
$$ $$ $$$ $$$$$ $$$
$$ $$ $ $
$ $ $
www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 7
Rumus: 1% x omzet/tahun
Lalu bagaimana penerapannya?
Dalam PP No 46/2013 dasar pengenaan pajak penghasilan yaitu peredaran
bruto tiap bulan. Di bawah ini adalah simulasinya.

Budi Lovita memulai usaha Cake Pisang. Alhamdulillah dalam setahun


omzetnya mencapai Rp 1 miliar. Maka secara total besarnya PPh final 1%
adalah Rp 10juta, yang mekanismenya dibayarkan setiap bulan sesuai
perolehan omzetnya.

No. Bulan Omzet Pajak 1%


1. Januari Rp 50juta Rp 500ribu

2. Februari Rp 100juta Rp 1juta

3. Maret Rp 150juta Rp 1,5juta

4. April Rp 100juta Rp 1juta

5. Mei Rp 100juta Rp 1juta

6. Juni Rp 125juta Rp 12,5juta

7. Juli Rp 75juta Rp 750ribu

8. Agustus Rp 80juta Rp 800ribu

9. September Rp 95juta Rp 950ribu

10. Oktober Rp 125juta Rp 12,5juta

11. November Rp 100juta Rp 1juta

12. Desember Rp 120juta Rp 1,2juta

Total Rp 10juta

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 8
Rumus: 1% x omzet/tahun

Walau demikian, untuk sebagian bisnis, penetapan pajak seperti ini dirasa
kurang sesuai, karena omzet tidak sama dengan laba. Bagaimana untuk
bisnis yang margin nya tipis sekali, mungkin 2 hingga 3% dari omzet nya?
Bisa saja omzet besar tapi labanya minim karena modalnya juga besar.

Saat omzetnya Rp 4 miliar dalam setahun, namun mengalami kerugian,


anda dapat mengajukan diri untuk ditetapkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak (PKP). Dengan demikian, anda akan memiliki kewajiban pajak
secara progresif ditentukan dari laba usaha anda, bukan dari omzet. Bagi
yang menjalankan usaha sebagai franchise mini market pasti paham
dengan kondisi ini.

Latar belakang ketentuan ini sebenarnya karena mencermati banyak


pengusaha UKM yang tidak menjalankan pembukuan secara cermat.
Jadi, pajak final 1% x omzet akan mempermudah penghitungan.

Kabarnya di 2016 akan ada revisi terhadap PP No. 46/2013. Namun


belum ada berita lebih lanjut tentang rencana revisi tersebut. Nah,
sekarang, coba hitung-hitung lagi penghasilan anda, mana yang lebih
pas diterapkan perhitungan pajaknya. Jangan sampai anda membayar
pajak padahal bisnis sedang rugi.

$
$ $
$
$ $
$ $ $ $
$ $
$
$ $
$$
$ $ $ $
$ $ $
$$
$ $
$ $
$ $
$ $
$$ $
$ $$
$$ $
$ $
$$ $
$ $
$
$
$ $
$ $
$$
$ $ $
$$ $ $
$ $
$$
$ $ $
$ $
$ $
$ $ $ $$
$$$ $
$ $ $$
$ $$ $ $$
$$$ $
$ $ $
$
$ $ $
$ $
$ $
$$$
$ $
$ $
$$$
$$ $
$$
$ $
$ $
$$$
$ $
$ $
$ $
$
$ $
$ $ $ $$$ $ $ $
$ $$ $ $$$ $ $ $
$
$ $
$ $
$
$
$
$
$$$
$ $$
$$
$
$$
$$ $
$ $
$ $
$$
$
$$
$
$$
$
$
$$
$ $
$$
$
$
$
$$
$ $
$ $
$ $$
$
$$
$$ $ $$$ $$$
$$ $$ $$$ $$$$$ $$$
$$ $$ $ $
$ $ $
www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 9
+
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
Sebelumnya sempat disinggung tentang Pengusaha Kena Pajak (PKP) kan.
Nah, kalau sudah jadi PKP maka ada kewajiban lagi terkait Pajak
Pertambahan Nilai atau PPN.

PPN merupakan pajak konsumsi yang dikenakan terhadap konsumen yang


mengkonsumi barang dan jasa kena pajak. Pengenaan PPN tersebut
dilakukan melalui pemungutan PPN oleh Penjual yang telah dikukuhkan
sebagai PKP.

Kewajiban pemungutan Pajak Pertambahan Nilai hanya diberlakukan bagi


pengusaha yang peredaran usahanya melebihi Rp 4,8 miliar. Namun
demikian, bagi pengusaha yang omzetnya di bawah Rp 4,8M tetapi
berkeinginan untuk memungut PPN, pengusaha tersebut terlebih dahulu
mengajukan permohonan untuk dikukuhkan sebagai PKP.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 10
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
Beberapa pertimbangan mengapa pengusaha menjadi PKP adalah:
.
• Menjadi persyaratan sebagai vendor di perusahaan kliennya
Banyak perusahaan jasa IT yang menerapkan hal ini.

• Keuntungan bisnisnya memiliki margin yang tipis, sehingga


memilih menjadi PKP agar saat omzet di bawah Rp4,8 miliar,
padahal sedang rugi, tidak membayar pajak sebesar 1% dari
omzet.

• Dapat menjadi indikator pengusaha yang valid, karena


transaksi pembeliannya dan penjualannya terekam dalam
sistem administrasi perpajakan.

• Dapat mengkreditkan pajak masukan yang dipungut dari


penjual/supplier dalam rantai transaksi sebelumnya.

• Dapat mengajikan permintaan restitusi apabila jumlah pajak


masukan yang dipungut oleh supplier melebihi jumlah pajak
keluaran yang Anda pungut dari penjualan Barang dan/atau
Jasa Kena Pajak.
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

$
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 11
PEMBAYARAN PAJAK
• Pembayaran pajak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui billing
system atau menggunakan SSP melalui Bank persepsi atau Kantor Pos.
– Pembayaran pajak melalui billing system
• Cara kerja sistem pembayaran pajak ini seperti apabila Anda
memesan tiket kereta api atau pesawat. Setelah memperoleh
kode billing, Anda kemudian membayar pajak menggu nakan
ATM, melalui teller bank persepsi atau menggunakan internet
banking.
• Secara lengkap cara pembayaran pajak melalui billing system
adalah sebagai berikut:

– Anda mendaftar terlebih dahulu melalui


https://ssereg.pajak.go.id untuk mendapatkan NIPB dan
password.

– Kemudian Anda melakukan pembuatan kode billing dengan


menginput setoran pajak sesuai dengan pembayaran yang
dituju pada laman https://sse.pajak.go.id menggunakan
nomor identitas pengguna (user id) dan Personal
Identification Number (PIN).

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 12
PEMBAYARAN PAJAK

• Setelah Anda memperoleh kode billing, kemudian Anda


menyampaikan kode billing yang telah diperoleh kepada Teller
Bank/Pos atau memasukan kode billing melalui mesin
ATM/internet banking yang disediakan Bank Persepsi yang
ditunjuk (untuk saat ini hanya bisa dilayani di Kantor Pos dan
Bank Mandiri) dan kemudian Anda akan menerima Bukti
Penerimaan Negara (BPN).

– Pembayaran menggunakan SSP melalui Bank Persepsi atau


Kantor Pos. Pada saat Anda akan melakukan pembayara pajak
menggunakan SSP, Formulir SSP dapat diunduh melalui atau
menggunakan SSP yang tersedia di Bank Persepsi atau
menggunakan SSP yang tersedia di KPP. Formulir SSP terdiri dari 4
(empat) lembar/rangkap. SSP Lembar ke-1 untuk arsip Wajib Pajak,
SSP Lembar ke-2 dan ke-4 untuk arsip tempat pembayaran, SSP
Lembar ke-3 untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak. Oleh karena itu,
pada saat menyetorkan pajak ke Bank persepsi maka SSP lembar
ke-1 dan ke-3. SSP baru dianggap sah jika sudah tercantum NTPN
dan NTB tetapi untuk beberapa Bank terkadang validasi NTPN
diberikan di lembaran tersendiri yang terpisah dari SSP.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 13
PEMBAYARAN PAJAK
• Batas waktu pembayaran untuk angsuran bulanan PPh Pasal25
adalah setiap tanggal 15 bulan berikutnya. Sebagai contoh
untuk kewajiban angsuran PPh Pasal 25 bulan Januari 2016,
paling lambat harus dibayarkan pada tanggal 15 Februari2016.

• Sedangkan untuk batas waktu pembayaran kekurangan dalam


Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Orang Pribadi adalah akhir
bulan ketiga setelah berahirnya tahun pajak. Sebagai contoh:
apa bila pengusaha menggunakan tahun buku dengan periode
Januari – Desember, maka paling lambat pembayaran pajak
yang kurang dibayar dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
adalah 31 Maret.

• Sementara itu untuk Badan Usaha batas waktu pembayaran


kekurangan dalam Surat PemberitahuanTahunan PPh Badan
adalah akhir bulan keempat setelah berahirnya tahun pajak.
Sebagai contoh: apa bila badan usaha menggunakan tahun
buku dengan periode Januari – Desember, maka paling lambat
pembayaran pajak yang kurang dibayar dalam SPT Tahunan
PPh Orang Pribadia dalah 30 April.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 14
X
TA

PELAPORAN PAJAK
• Setelah menghitung pajak terutang dan membayar pajak yang kurang
dibayar pada akhir tahun, kemudian Anda mengisi Surat Pemberitahuan
(SPT) dan melaporkan SPT tersebut ke KPP tempat Anda terdaftar. Batas
pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi adalah akhir bulan ketiga
setelah berakhirnya tahun pajak, sama seperti batas waktu pembayaran.
Sedangkan SPT Tahunan PPh Badan adalah akhir bulan keempat setelah
berakhirnya tahun pajak.

• Selain kewajiban pelaporan SPT Tahunan, seorang pengusaha juga wajib


untuk melaporkan SPT Masa PPh Pasal 25 dengan bentuk SSP paling
lambat tanggal 20 bulan berikutnya apabila angsuran pasal 25-nya nihil.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 15
PELAPORAN PAJAK

• Penyampaian laporan SPT Tahunan dapat dilakukan


dengan 3 cara sebagai berikut:
– Disampaikan secara Langsung

– Penyampaian secara langsung dapat dilakukan


melalui Tempat Pelayanan Terpadu KPP, Kantor
Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan,
Mobil Pajak, Pojok Pajak dan Drop box)

– Disampaikan melalui Kantor Pos/Perusahaan


Ekspedisi/Kurir

– Penyampaian melalui Kantor Pos/Perusahaan


Ekspedisi/Kurir harus dengan bukti pengiriman
surat yang tercatat.

– Disampaikan melalui e-filing

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 16
PELAPORAN PAJAK
Urusan keuangan dan pajak seringkali menjadi
dilemma. Karena, dasar membayarkan pajak
dihitung dari laporan keuangan kita. Agar tertib dan
rapih serta tidak menimbulkan masalah di kemudian
hari anda perlu persiapkan dengan baik. Di sisi lain,
anda dapat melihat pertumbuhan bisnis dari laporan
keuangan anda. Saat akan mengajukan kredit ke
bank atau akan bertemu investor, maka laporan
keuangan ini menjadi indikator yang harus
diperhatikan.

www.prolegal.id
Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya Jawab Hukum 17
Solusi Legal Bisnis Anda

PT Pro Legal Indonesia (prolegal.id)


adalah perusahaan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan
kompetensi praktisi hukum serta meningkatkan kesadaran melek
hukum dalam dunia usaha. Dalam mencapai tujuan tersebut, Pro
Legal menyelenggarakan berbagai macam kegiatan, diantaranya:
pelatihan, seminar, workshop, dan advokasi terhadap UKM.
Selain itu, kami juga memberikan edukasi kepada UKM dalam
melakukan pengurusan legalitas usaha termasuk membantu
melakukan pengurusan legalitas usaha seperti CV dan PT agar
UKM dapat membesarkan bisnisnya dan lebih bonafit serta
mewujudkan UKM yang sadar hukum, profesional, mandiri dan
siap menghadapi pasar global

CEPAT | TEPAT | EFISIEN

“Prolegal selalu
memahami dan
memudahkan pelaku
usaha dalam melakukan
pengurusan legalitas
usaha”
Richie –
Manager Perusahaan di Jakarta
Sibuk dengan bisnis, belum sempat
mengurus laporan keuangan anda sendiri?
Jangan ambil risiko, membuat laporan keuangan dan
laporan pajak dapat di outsource kepada ahlinya. Jika
ingin mendapatkan referensi yang tepat sesuai
dengan budget anda, silahkan menghubungi ke:

Legal Event Specialist | Pro UKM | Tanya J awab Hukum