Anda di halaman 1dari 10

Ziyadah : Syirik Ashghar

: ‫احلمد هلل و الصالة و السالم على رسول هللا و بعد‬

Saudaraku yang dirahmati Allah, kali ini kita akan membahas lebih
detail mengenai syirik ashghar atau syirik kecil. Meskipun namanya
“syirik kecil”, namun dosanya lebih berat daripada dosa besar lainnya
selain syirik.

Definisi syirik ashghar

Syirik ashghar adalah segala perbuatan yang ditegaskan oleh syariat


sebagai sebuah kesyirikan namun tidak berimbas pada murtadnya
orang yang terjerumus ke dalamnya. Ini definisi dari sisi dampak yang
ditimbulkan.

Adapun dari sisi batasan masalah, syirik ashghar adalah setiap


perbuatan yang menjadi perantara terjadinya syirik akbar, baik berupa
keinginan hati, ucapan, maupun perbuatan yang belum mencapai
tingkatan ‘ibadah’. (Al Qaulul As Sadid fii Maqaashid Tauhid, dinukil dari
Nuurut Tauhid wa Zhulumat Syirk fii Dhau-il Kitab was Sunnah, hal. 28)

Ulama lain menjelaskan, syirik ashghar adalah setiap perbuatan yang


ditegaskan oleh syariat sebagai sebuah kesyirikan namun dia bukanlah
termasuk syirik akbar, yakni tidak mempersamakan antara sesuatu
apapun itu dengan Allah dalam hal-hal yang hanya khusus dimiliki Allah.
(Syarh Durus Al Muhimmah li ‘Ammatil Ummah, hal. 97)

Pernah ada seseorang yang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi


wa sallam,

‫ت‬ ِ ‫ما َشاء ه‬


َ ‫اَّللُ َوشْئ‬ َ َ
“Itu tergantung kehendak Allah dan kehendakmu”

Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung menimpali,

‫َج َع ْلتَِِن ِهَّللِ َع ْدال ؟ بَ ْل َما َشاءَ ه‬


ُ‫اَّللُ َو ْح ُده‬ َ‫أ‬
“Apakah engkau hendak mensejajarkan aku dengan Allah!? Katakanlah :
‘Itu tergantung kehendak Allah semata’” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh
Al Albani)

Ucapan di atas adalah ucapan yang sekilas mengandung unsur


kesyirikan (baca : syirik akbar), karena seolah-olah mensejajarkan
kehendak Rasulullah dengan kehendak Allah. Tetapi, orang tersebut
tidaklah meyakini hal itu. Itu sekedar ucapan semata yang terlontar dari
lisannya.

Oleh karena itu, Rasulullah menegurnya dan meralat ucapannya tanpa


memerintahkannya mengulangi syahadat, sebab dirinya belum
terhitung keluar dari Islam. Dari sini diambil faidah, ada kesyirikan yang
tidak menyebabkan murtadnya seseorang. Para ulama
mengistilahkannya sebagai syirik ashghar. Akan tetapi, apabila orang
tersebut meyakini kehendak Rasulullah setara dengan kehendak Allah,
maka dia terjerumus dalam syirik akbar, meskipun keyakinannya
tersebut tidak ia ungkapkan dengan lisannya.

Berbahayanya ancaman syirik ashghar

Syirik ashghar juga merupakan suatu kejahatan dan dosa yang besar.
Diantara hal yang menunjukkan bahaya syirik ashghar adalah :

1. Dosa syirik ashghar tidak terampuni


Sebagian ulama berpendapat, dosa syirik ashghar tidaklah
diampuni. Mereka berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

‫ك لِ َمن يَ َشاء‬ ِ ِ ِ
َ ‫اَّللَ َال يَ ْغفُر أَن يُ ْشَرَك بِِه َويَ ْغفُر َما ُدو َن ََٰذل‬
‫إِ هن ه‬

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan


akan mengampuni dosa yang levelnya di bawah kesyirikan bagi
siapa yang dikehendaki-Nya” (QS. An Nisaa : 48)
Dalam ayat di atas, Allah menyebutkan dosa syirik secara umum,
tidak hanya syirik akbar semata. Oleh karenanya, berdasarkan
keumuman ayat di atas, syirik ashghar juga termasuk jajaran
dosa yang tidak diampuni oleh Allah Ta’ala. Inilah yang
membuat syirik ashghar menjadi berbahaya.

Namun, sejumlah ulama lainnya berpendapat bahwa ayat di atas


khusus untuk syirik akbar, sementara dosa syirik ashghar
berada di bawah kehendak Allah Ta’ala (baca : masih bisa
diampuni oleh Allah Ta’ala dengan rahmat-Nya meskipun
meninggal dalam keadaan memikul dosa syirik ashghar).

2. Kejahatannya lebih besar daripada dosa besar lainnya

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

‫ألن أحلف ابهلل كاذاب أحب إيل من أن أحلف بغريه صادقا‬

“Sungguh aku lebih memilih bersumpah dusta tapi dengan nama


Allah daripada bersumpah jujur tapi dengan selain nama Allah”
(Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq, Ibnu Abi Syaibah, dan Ath
Thabrani, dinilai shahih oleh Al Albani)

Orang yang bersumpah dusta tapi dengan nama Allah, terkumpul


padanya dua hal : kebaikan tauhid dan keburukan dusta. Dan
orang yang bersumpah jujur tapi dengan selain nama Allah,
terkumpul padanya dua hal juga : kebaikan jujur dan keburukan
syirik. Ibnu Mas’ud lebih mengedepankan kebaikan tauhid yang
ternodai keburukan dusta dibandingkan kebaikan jujur namun
ternodai keburukan syirik. Ini menunjukkan bahwa dosa syirik
ashghar lebih besar daripada dosa besar selain syirik.
3. Menghapus amalan yang tercampur syirik ashghar (riya’)
Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi,

‫ من عمل عمال أشرك فيه معي غريي تركته‬، ‫أان أغىن الشركاء عن الشرك‬

‫وشركه‬

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang


siapa yang mengerjakan suatu amalan namun ia
mempersekutukan-Ku dengan selain-Ku di dalamnya, Aku
tinggalkan dirinya dan kesyirikannya” (HR. Muslim)

Maksud dosa syirik ashghar tidak diampuni

Para ulama rahimahumullaah jami’an yang berpendapat bahwa dosa


syirik ashghar tidak diampuni, mereka tidak bermaksud bahwa orang
yang memikul dosa syirik ashghar pasti kekal di neraka. Tetapi yang
mereka maksudkan, apabila ada orang yang meninggal dengan
membawa dosa syirik ashghar dan belum sempat bertaubat darinya,
dosa syirik ashghar tersebut pasti dimasukkan ke proses penimbangan
amal untuk dihitung sebagai amal keburukan.

Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah menerangkan, “Dosa syirik


ashghar itu pasti dihitung dalam proses penimbangan amal kebajikan
dan keburukan. Jika kebaikannya lebih berat, dia tidak akan diadzab atas
dosa syirik ashgharnya. Tetapi ini tidak berlaku untuk semua orang.
Proses penimbangan amal kebajikan dan keburukan tidaklah berlaku
untuk semua orang, pun tidak untuk semua jenis dosa. Tetapi, boleh jadi
ada dosa yang pasti menyebabkan orangnya disiksa di neraka meski
timbangan kebaikannya lebih berat sehingga dia nantinya akan masuk
surga. Tetapi sebelum masuk surga, ia harus “dibersihkan” dahulu di
neraka (akibat dosa yang tidak terampuni tersebut)” (At Tamhid li Syarh
Kitab Tauhid, hal. 57)

Syaikh ‘Abdurrazzaq Al Badr hafizhahullah memiliki penjelasan yang


berbeda. Beliau mengatakan, “Maksud dosa syirik ashghar tidak
diampuni adalah orang yang meninggal dengan memikul dosa syirik
ashghar, tidak berada di bawah rahmat dan ampunan Allah. Tetapi, dia
pasti diadzab akibat dosanya. Namun dia tidak akan kekal di neraka
(hanya diadzab sesuai kadar dosanya saja –pen). Karena yang kekal di
neraka hanya orang yang memikul dosa syirik akbar saja” (Syarh Durus
Al Muhimmah li ‘Ammatil Ummah, hal. 102)

Manapun pendapat yang lebih kuat, hal ini sudah semestinya


mendorong seorang muslim untuk mewaspadai dosa syirik baik yang
kecil terlebih lagi yang besar. Dan dengan taubat nasuha sebelum ajal
menjemput, Allah akan menghapus seluruh dosa, baik itu dosa syirik
akbar terlebih lagi dosa syirik ashghar. Wallaahul muwaffiq.
Macam-macam syirik ashghar

Syirik ashghar dapat dibagi menjadi dua :

1. Syirik zhahir
Yaitu syirik kecil yang tampak, terjadi pada ucapan atau
perbuatan seseorang. Contoh syirik ashghar yang zhahir dalam
ucapan adalah bersumpah dengan selain nama Allah, perkataan
“Terserah kehendak Allah dan kehendakmu”, “Seandainya bukan
karena Allah dan karenamu”, dan semisalnya.

Sedangkan contoh syirik ashghar yang zhahir dalam perbuatan


adalah memakai jimat dan meyakini bahwa Allah melindungi
dirinya dari keburukan karena ia memakai jimat tersebut,
bertabarruk dengan sesuatu yang tidak disyariatkan dan
meyakini sesuatu tersebut merupakan sebab Allah
menganugerahi keberkahan untuknya.
2. Syirik khafiy
Yaitu syirik kecil yang tidak tampak, terjadi pada niat di dalam
hati, baik riya’ maupun sum’ah.

Penjelasan tentang syirik ashghar beserta contohnya secara global


terdapat dalam riwayat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika
menafsirkan firman Allah Ta’ala,

َ ‫فَ َال ََْت َعلُوا ِهَّللِ أ‬


‫َند ًادا َوأَنتُ ْم تَ ْعلَ ُمو َن‬

“Jjanganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu


mengetahui” (QS. Al Baqarah : 22)

Beliau mengatakan, “Sekutu-sekutu adalah kesyirikan. Ia lebih samar


daripada jejak langkah sem ut di
atas batu hitam di kegelapan malam, yaitu ucapan seseorang “Demi
Allah, demi hidupmu, dan demi hidupku wahai fulan”, “Kalau bukan
karena anjing kecil ini, tentu kita kebobolan pencuri”, “Kalau bukan
karena burung di rumah, maling itu pasti masuk”, “Terserah Allah dan
kamu”, juga ucapan seseorang, “Seandainya bukan karena Allah dan
orang itu…”. Janganlah kamu sejajarkan Allah dengan fulan. Ini semua
syirik” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam Tafsir-nya, hal. 229,
dinukil dari Syarh Durus Al Muhimmah li ‘Ammatil Ummah, hal. 99)
Syirik ashghar bisa meningkat menjadi syirik akbar

Satu hal penting yang perlu diperhatikan, suatu perbuatan yang hukum
asalnya adalah syirik ashghar, bisa meningkat statusnya menjadi syirik
akbar. Hal ini sesuai dengan definisi dari syirik ashghar itu sendiri, yaitu
setiap perbuatan yang menjadi perantara terjadinya syirik akbar.

Kapan itu terjadi?

Syirik ashghar bisa berubah menjadi syirik akbar tergantung keyakinan


hati pelakunya. Apabila keyakinan hatinya mempersamakan sesuatu
selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang hanya khusus dimiliki
Allah, tatkala itu ia sudah terjerumus ke dalam syirik akbar. Semoga
ilustrasi berikut memudahkan pemahaman kita :

 Orang yang mengenakan jimat karena ingin terhindar dari


keburukan. Apabila ia masih meyakini bahwa sebenarnya Allah
yang menjaga dirinya dari keburukan, sedangkan jimat tersebut
hanya sebagai sebab terjaganya ia dari keburukan, ia terjatuh ke
dalam syirik ashghar. Tetapi apabila ia meyakini memang jimat
itulah yang melindungi dirinya dari keburukan dengan
sendirinya, ia telah terjatuh ke dalam syirik akbar.
 Orang yang bersumpah dengan selain nama Allah, misalkan ‘Demi
kiyai fulan’. Apabila ia hanya mengucapkan hal tersebut tanpa
ada keyakinan tertentu dengan sang kiyai, ia terjatuh ke dalam
syirik ashghar. Tetapi apabila ia bersumpah dengan menyebut
nama kiyai fulan karena hatinya mengagungkan sang kiyai
sebagaimana ia mengagungkan Allah, takut kepada sang kiyai
sebagaimana takutnya ia kepada Allah, ini sudah syirik akbar.

 Orang yang ngalap berkah dengan benda tertentu. Apabila ia


meyakini benda tersebut hanyalah sebab datangnya keberkahan,
sementara keberkahan datangnya dari Allah semata, ini syirik
ashghar. Namun apabila ia meyakini benda tersebut yang mampu
memberikan keberkahan dengan sendirinya, ini sudah syirik
akbar.

Dan semisalnya.

Demikian sedikit pembahasan tentang syirik ashghar. Semoga Allah


melindungi kita dan keluarga dari segala macam kesyirikan. Wallaahu
a’lam.