Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GASTROENTERITIS (DIARE)

Bidang Studi : Program Studi DIII Kep. Konsentrasi Anestesi dan Gawat Darurat Medik

Topik : Pendidikan Kesehatan Tentang Gastroenteritis

Sub topik : Penangananan Diare secara tepat

Sasaran : Klien dan keluarga klien di ruang Marjan Bawah

Hari/Tanggal : Rabu/18 Desember 2019

Jam : 09.00

Waktu : 25 menit

Tempat : Ruang Marjan Bawah RSU dr.Slamet Garut

Penyaji : Restu Aprianisa

A. Tujuan Intruksional Umum ( TIU )


Setelah dilakukan penyuluhan, selama 25 menit sasaran memahami
tentang gastroenteritis, serta mampu memberi penyuluhan kepada teman sejawat.
B. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK )
Setelah dilakukan pendidian kesehatan ini diharapkan klien dan keluarga
mampu mengetahui:
1. Pengertian Gastroenteritis
2. Penyebab Gastroenteritis
3. Tanda dan Gejala Gastroenteritis
4. Komplikasi Gastroenteritis
5. Penanganan Gastroenteritis

C. Materi Penyuluhan
1. Pengertian Diare (Gastroenteritis)

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah
cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang Diare adalah defekasi
encer dari 3X/hari dengan atau tanpa pendarahan atau lendir dalam tinja. Perubahan
dalam frekuensi buang air besar dari lembek kecil lebih dari 3X sehari baik atau tidak
disertai lendir, darah dan muntah.

2. Penyebab Diare (Gastroenteritis)


 Faktor infeksi

Infeksi internal adalah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab
utama diare pada anak, infeksi internal, meliputi:

 Infeksi bakteri

Vibrio, E. Coli, salmonella, shigella, campylobacter, yersinia, aeromonas dan sebagainya.

Infeksi virus

entroviru s(virus ECHO), coxsackie, poliomyelitis, adenovirus, rotavirus, astovirus dan


lain-lain.

 Infeksi parasit

Cacing, protozoa, dan jamur.

 Faktor malabsorbsi

Malabsorbsi karbohidrat: disakarida, monosakarida pada bayi dan anak, malabsorbsi


lemak, malabsorbsi protein.

 Faktor makanan

Makanan basi beracun dan alergi makanan.

 Faktor kebersihan

Penggunaan botol susu, air minum tercemar dengan bakteri tinja, tidak mencuci tangan
sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja atau sebelum mengkonsumsi makanan.

 Faktor psikologi

Rasa takut dan cemas dapat menyebabkan diare karena dapat merangsang peningkatan
peristaltik usus.

3. Tanda dan Gejala Diare (Gastroenteritis)

Konsistensi feses cair, Demam, Kram abdomen, Membran mukosa kering, Berat badan
turun, Lemah, Gelisah, Pucat, Denyut nadi cepat, Mual dan muntah, Turgor kulit
menurun, Pernapasan cepat, Lendir disertai darah

4. Cara Penularan Diare (Gastroenteritis)

Gastroenteritis bisa menular. Penularan terjadi terutama dari memakan atau meminum
makanan-makanan atau minuman-minuman yang tercemar. Virus-virus yang
menyebabkan gastroenteritis juga menyebar melalui kontak yang dekat dengan orang-
orang yang terinfeksi melalui pencemaran dengan feces atau muntahan (vomitus).

Makanan mungkin tercemar oleh penyiap-penyiap atau pedagang-pedagang makanan


yang tercemar gastroenteritis, terutama jika mereka tidak mencuci tangan mereka secara
teratur setelah menggunakan toilet. Kerang-kerangan mungkin tercemar oleh limbah, dan
orang-orang yang memakan kerang-kerang yang mentah atau tidak dimasak dengan
matang yang dipanen dari perairan yang tercemar mungkin menderita diare. Air minum
dapat juga tercemar oleh limbah dan menjadi sumber penyebaran dari virus-virus ini.

5. Cara Pencegahan Diare (Gastroenteritis)

Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TB aktif

Memakai masker saat kontak denganpenderita TB aktif

Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan sehhat, dan
berolahraga

Pemberian vaksin BCG

6. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Jika Terjangkit Diare (Gastroenteritis)

Segera memeriksakan diri ke sarana kesehatan terdekat, misalnya puskesmas

Dari puskesmas, memberi rujukan ke fasilitas kesehatan

Fasilitas kesehatan memberikan penatalaksanaan yang prima, misalnya pemberian obat-


obatan

7. Hal – Hal yang Penting Diperhatikan Bagi Penderita Diare (Gastroenteritis)

Meminum obat dengan teratur

Memperhatikan gizi yang cukup, terutamam makan makanan yang mengandung protein
tinggi

Istirahat yang penuh

Rutin memeriksakan diri/ kontrol ke Puskesmas/Rumah Sakit

D. Media
Leaflet
E. Metode
Ceramah dan Tanya jawab
F. Kegiatan Penyuluhan
NO KEGIATAN WAKTU PENYAJI SASARAN

1 Pembukaan 5menit 1. Mengucapkan salam. 1. Membalas salam

2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan dan


mendengarkat
3. Menjelaskan pokok bahasan
dan tujuan penyuluhan

4. Membagi Leaflet

2. Penyajian bahan 10 10menit 1. Menjelaskan 1.Mendengarkan


tentang: pengertianGastroenteritis
2.Memahami materi
a. PengertianGas 2. Menjelaskanpenyebab
troenteritis Gastroenteritis 3.Mempertahan

b. Tujuan 3. Menjelaskan tanda dan


Gastroenteritis gejala gastroenteritis

c. Gastroenteriti 4. Menjelaskankomplikasi gast


s Menggunakan Sabun roenteritis

d. Waktu Penting 5. Menjelaskanpenanganan


Gastroenteritis gastroenteritis

e. Langkah-
langkah
Mengastroenteritis

3 Evaluasi 10 menit 1. Memberi kesempatan 1. Dapat bertanya dan


kepada peserta untuk bertanya, menjawab pertanyaan
untuk mengevaluasi peserta, dengan benar
apakah peserta dapat mengenaigastroenteritis
menjelaskan kembali materi
pendidikan kesehatan dengan
bertanya.

2. Menyimpulkan kembali
materi yang disajikan.

3. Diharapkan peserta dapat


memahami materi
4 Penutup 5 menit 1. Penyaji mengucapkan 1. Menjawab salam.
terimakasih.

2. Mengucap salam penutup.

G. Evaluasi
1. Prosedur : Mabajemen nyeri dengan terapi non farmakologi
2. Bentuk : pertanyaan dan penjelasan
3. Jenis tes : pertanyaan kepada klien
4. Pertanyaan :
1. Sebutkan pengertian diare!
2. Apa saja penyebab diare ?
3. Sebutkan cara sederhana mengatasi diare!
H. Setting Tempat
Pemateri berdiri di depan peserta penkes.
I. Pengorganisasian
a. Pembawa acara
b. Pemateri
c. Notulis