Anda di halaman 1dari 2

THE PERSON-CENTERED APPROACH TO GROUPS

A. DEFINISI
Person centered adalah metode konseling kelompok yang didasarkan pada
asumsi bahwa manusia akan terus bergerak menuju aktualisasi dirinya.
Kepercayaan terhadap kemampuan diri adalah faktor penting yang harus digali
oleh konselor dari klien. Metode person centered telah mengalami sejumlah
perkembangan, namun aktualisasi diri merupakan konsep yang tetap mendasar.
Dalam metode konseling ini individu maupun kelompok dipercaya mampu
mencari alternative solusi dengan arahan leader. Klien memahami diir sendiri
dan melakukan perubahan.
B. KONSEP KUNCI
Konsep kunci dalam person-centered terdiri dari 6 terdiri dari:
1. Empati
Fungsi empati yaitu mendorong klien untuk sampai pada pemahaman diri yang
lebih dalam melalui hubungan dimana mereka merasa dipahami oleh orang lain.
Aspek-aspek empati:
1) Memperhatikan dan menghargai pengalaman mereka
2) Memproses pengalaman mereka baik secara kognitif maupun fisik
3) Melihat pengalaman lama dengan cara baru yang dapat mengubah persepsi dan
pandangan orang terhadap dunia
4) Meningkatkan kepercayaan mereka pada persepsi, penilaian dan kemampuan
mereka untuk membuat keputusan
2. Hambatan Terapi Efektif
1) Kurangnya kehadiran dan empati
2) Tidak adanya pengungkapan diri konselor
3) Kurang nya rasa hormat, kehangatan, dan penerimaan yang positif
4) Kurangnya kepercayaam diri dalam proses terapi

3. PERAN LEADER DALAM KELOMPOK


Leader dalam metode person-centered berperan mendampingi klien untuk
menemukan siapa dirinya. Leader juga membantu menciptakan interaksi antar anggota
kelompok. Dalam mengekspresikan dirinya anggota kelompok juga perlu mendapatkan
bimbingan. Leader harus mampu menjadi pendengar yang aktif selama konseling
berlangsung.
4. Keaslian/kesesuaian
Fasilitator berasal dari kelompok, semakin besar fasilitator terlibat dalam
kelompok sebagai seorang dirinya, semakin besar kemungkinan anggota akan
berubah dan tumbuh.
 Implikasi untuk pimpinan gru[.
Pemimpin kelompok alam menghindari peran professional mereka,
sebagai gantinya, mereka secara alami berhubungan dengan kelompok.

5. Penghargaan positif tanpa syarat dan penerimaan


Yakni merupakan penerimaan dan merawat anggota kelompok, fasilitator
menampilkan gambaran yang positif, tidak menghakimi, menerima sikap dari
klien. Dengan sikap ini klien akan mengurangi sikap defensif dan menjadi
terbuka.
 Implikasi untuk pimpinan grup
Pemimpin kelompok yang efektif dimulai dengan menerima diri sendiri
dan mengingat bahwa menilai, peduli dan menerima peserta grup
mengara ke peluang yang lebih besar untuk memfasilitasi perubahan.

Anda mungkin juga menyukai