Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK TERPADU

KEWIRAUSAHAAN (PTK)
“BANANE AROMATIZZATE”

Disusun oleh :
Kelompok 7
Ketua : Yulia Suci Anugra 1634030091

 Anggota 1 : Tiwi Gustian Sari 1734030089


 Anggota 2 : Desvita Ekalaya 1734030224
 Anggota 3 : Wendhy Iriyani A. 1734030120
 Anggota 4 : Ulina Yuliyati 1734030109
 Anggota 5 : Ita Aprilestari 1634030070
 Anggota 6 : Siti Aisyah 1634030210

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU


FAKULTAS EKONOMI
TAHUN 2019
LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK TERPADU KEWIRAUSAHAAN (PTK)

BANANE AROMATIZZATE

Disusun Oleh :

Kelompok 7

Ketua :Yulia Suci Anugra 1634030091

 Anggota 1 : Tiwi Gustian Sari 1734030089


 Anggota 2 : Desvita Ekalaya 1734030224
 Anggota 3 : Wendhy Iriyani A. 1734030120
 Anggota 4 : Ulina Yuliyati 1734030109
 Anggota 5 : Ita Aprilestari 1634030070
 Anggota 6 : Siti Aisyah 1634030210

Disahkan Oleh :

Ketua Program Studi Pembimbing PTK

Tanggal :

Yudi Partama Putra,SE.Ak.,M.Si, CA. Adi Sismanto, S.E.,M.M

NBK. NBK.

Mengetahui :

Dekan

Furqonti Ranidiah, S.E.,M.M

NBK. 052 804 269


KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya
jualah kami dapat menyelesaikan proposal hasil penjualan ini tepat pada waktunya.
Sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan, begitu juga halnya dengan
kami. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan proposal ini, baik
dari segi penulisan maupun isi. Kamipun menerima dengan lapang dada kritikan maupun saran
yang sifatnya membangun dari pembaca agar kami dapat membenahi diri.
Walaupun demikian, kami berharap dengan disusunya proposal ini dapat memberikan
sedikit gambaran bagaimana proses penjualan dan praktek langsung kami kelapangan dalam
berwirausaha.
Terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Bengkulu, 01 November 2019

Tim Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Perekonomian suatu negara merupakan indikator kemajuan dan kesejahteraan negara


tersebut. Suatu negara dikatakan negara maju jika perekonomiannya kuat dan stabil dengan
didukung pendapatan per kapita yang tinggi setiap tahunnya. Di negara-negara maju
perekonomian ditopang oleh banyaknya wiraswasta dan wirausaha. Mereka memberikan
kontribusi cukup besar terhadap perekonomian negaranya. Berbeda dengan negara
berkembang seperti Indonesia yang masih sedikit jumlah wiraswasta dan wirausaha yang
dimiliki sehingga pendapatan perkapitanya relatif rendah, masih sedikitnya usaha dalam
negeri yang berkembang dan tingginya ketergantungan kepada negara lain untuk mencukupi
kebutuhan dalam negeri.

Wiraswasta dan wirausaha perlu dikembangbiakkan di negara berkembang karena


kontribusi mereka sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan negara. Sebagai contoh di
negara maju seperti negara Eropa, wiraswasta dan wirausaha telah banyak menciptakan
lapangan pekerjaan baru lewat inovasi mereka dan hal ini mengakibatkan berkurangnya
pengangguran serta meningkatnya kesejahteraan negara tersebut. Oleh karena itu, pendidikan
dan pelatihan kegiatan wirausaha menjadi sangat penting dilakukan sejak dini agar
meningkatkan semangat berwirausaha generasi muda sehingga diharapkan akan banyak
kelahiran wirausaha muda, mandiri yang kreatif dan inovatif di masa mendatang.

Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan


membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang
lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan
usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Dalam tantangan bisnis
termasuk dalam menghadapi customer maka sebagai mahasiswa kita juga harus belajar dalam
memasarkan suatu produk. Dalam tugas akhir mata kuliah kewirausahaan ini kami mencoba
melakukan sebuah usaha sederhana guna mendapatkan pembelajaran untuk menjadi seorang
wirausahawan. Usaha ini di dasari oleh tugas kelompok kelas kewirausahaan dimana tugas ini
di kerjakan secara berkelompok. Usaha yang kami jalankan merupakan sebuah usaha singkat
yang mungkin bisa menjadi peluang bagi setiap individu untuk masa yang akan datang. Saat
ini kami mencoba menawarkan produk yang berupa makanan ringan

Tujuan usaha ini merupakan sebuah pencapaian tujuan usaha yaitu profit (Keuntungan),
akan tetapi tidak hanya sekedar profit saja yang kami coba temukan melainkan penekanan
pada pengalaman sebuah proses wirausaha. Karena melalui penjualan pemasaran ini kami
dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak, bagaimana cara menawarkan dengan baik
dan sopan, meyakinkan pembeli untuk memberi produk yang kita tawarkan dan memberikan
pelayanan yang terbaik agar customer merasa puas.

2. Rumusan Permasalahan

Dari latar belakang diatas dapat kami tarik kesimpulan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana praktek terpadu kewirausahaan dijalankan?

2. Apa saja masalah-masalah yang dihadapi selama ada di lapangan?

3. Bagaimana hasil yang diperoleh dari kegiatan praktek terpadu kewirausahaan?

3. Tujuan

Adapun tujuan dari laporan kegiatan praktek terpadu kewirausahaan ini adalah sebagai berikut

1. Memberikan gambaran mengenai kondisi lapangan tempat kami melakukan kegiatan


praktek terpadu kewirausahaan.
2. Menjelaskan mengenai masalah-masalah yang kami hadapi selama ada di lapangan.
3. Menjelaskan dan membahas mengenai hasil yang diperoleh selama kegiatan praktek
terpadu kewirausahaan berlabgsung.
4. Kegunaan

Adapun kegunaan dari pelaporan kegiatan usaha ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui kondisi lapangan tempat kegiatan praktek terpadu kewirausahaan


berlangsung. Berguna untuk melatih kemampuan kewirausahaan.
2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang kami hadapi dalam menjalankan kegiatan
praktek terpadu kewirausahaan. Menambah pengalaman dalam bidang
kewirausahaan.
3. Untuk mengetahui hasil yang kami peroleh dalam menjalankan kegiatan praktek
terpadu kewirausahaan. Menjadikan mahasiswa lebih mandiri dalam mencari
penghasilan.
5. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan praktek terpadu kewirausahaan dilaksanakan pada satu tempat dalam jangka
waktu 2 bulan yaitu :

Tanggal : 02 september 2019 – kamis 31 oktober 2019

Waktu :

- Produksi : Kamis – jum’at, pada setiap minggunya


- Pemasaran : Sabtu – minggu, pada setiap minggunya
Tempat :

- Produksi : Jln. Setia Negara, Perumnas Emas Permata (Sinabung) RT.16


RW.05 Kec.Kampung Melayu, Kel. Kandang Emas
- Pemasaran : 1. Area Festival Tabot
2. Pantai Berkas
BAB II

LAPORAN HASIL

1. Deskripsi Usaha

Nama usaha ini adalah banana aromatizzate. Banana aromatizzate merupakan produk
makanan ringan yaitu keripik pisang. Produk ini kami produksi sendiri, adapun alamat tempat
produksi yaitu Jln. Setia Negara, perumnas emas permata (sinabung) RT.16 RW.05 kec.
Kampong melayu, kel. Kandang emas kota bengkulu. Aneka rasa keripik pisang yang
diproduksi yaitu original, coklat, balado dan jagung manis.

Bahan-bahan yang digunakan harus berkualitas dan bermutu baik. Pisang yang digunakan
yaitu pisang kepok dan harus masih hijau dengan sedikit warna kuning (10% dari luas
permukaan), kemudian pisang tersebut dikupas dan diiris tipis-tipis. Selanjutnya gunakan air
bersih untuk mencuci pisang dan air kapur untuk merendam pisang tujuannya agar keripik
yang dihasilkan lebih renyah. Dalam penggorengan pembuatan keripik pisang juga
membutuhkan 3 liter minyak goreng tiap 1 kg pisang. Bahan yang di gunakan untuk rasa
keripik pisang kami menggunakan bubuk antaka perasa balado dan jagung manis. Untuk
keripik pisang coklat kami menggunakan bubuk coklat ditambah dengan gula yang sudah
dihaluskan. Untuk rasa original kami hanya menggunakan garam saja.

2. Proses Produksi

Cara Membuat Keripik Pisang antara lain sebagai berikut:

1. Langkah awal yaitu memilih pisang yang muda untuk dijadikan produk.
Kemudian, kapur sirih dicampurkan ke dalam ember yang berisi air bersih, lalu
diaduk sampai tercampur merata.
2. Selanjutnya, pisang tersebut dikupas dan dimasukkan ke dalam air bersih yang
sudah diberi kapur sirih, tunggu kurang lebih selama 10 menit agar getah yang ada
di pisang yang sudah dikupas menghilang. Setelah itu, cuci hingga bersih pisang
yang sudah direndam tadi, kemudian tiriskan.
3. Panaskan minyak untuk menggoreng keripik, sembari menunggu minyak panas,
iris tipis-tipis pisang yang sudah ditiriskan tadi (tujuannya agar pisang tidak
menempel satu sama lain, sehingga diiris pada saat ketika akan digoreng). Setelah
minyak benar-benar panas, masukkan pisang yang sudah diiris, goreng dengan api
sedang.
4. Selama di dalam penggorengan, pisang diaduk-aduk atau digerak-gerakkan agar
semuanya merata. Ketika pisang sudah sedikit kering, masukkan larutan garam
kurang lebih 2 sendok makan untuk rasa original, balado dan jagung manis,
sedangkan untuk rasa coklat kami menggunakan larutan gula. Apabila sudah
kekuning-kuningan, pisang dapat diangkat dari penggorengan dan ditiriskan dalam
beberapa menit.
5. Setelah dingin untuk rasa original keripik pisang bisa langsung dikemas,
sedangkan untuk rasa balado, jagung manis, dan coklat terlebih dahulu
ditambahkan bumbu perasa baru kemudian dikemas.
3. Pemasaran Produk

Produk banana aromatizzate kami pasarkan secara langsung. Pada tahap awal dimulainya
praktek terpadu kewirausahaan kami menjual produk kami diarea festival tabot. Kenapa
memilih berjualan di area festival tabot? Festival tabot merupakan acara tahunan yang
diadakan setiap tahun di kota Bengkulu. Maka dari itu banyak masyarakat Bengkulu maupun
dari luar Bengkulu yang datang untuk memeriahkan acara tersebut. Karena sebab itulah kami
memilih untuk berjualan diarea tabot, karena target pasar yang kami tentukan banyak diarea
tersebut. Pada tahap kedua kami memasarkan produk banana aromatizzate diarea pantai
berkas kota Bengkulu pada hari sabtu dan minggu. Diarea tersebut pada hari sabtu dan
minggu banyak masyarakat Bengkulu yang berlibur disana, karena suasana disana yang
nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk acara berlibur keluarga. Produk
banana aromatizzate dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp.
8.000/bungkus.

Selain berjualan secara langsung, kami juga memanfaatkan media sosial, dimana kami
memasarkan produk kami dengan aplikasi mulai dari facebook, instagram dan whatsapp. Hal
tersebut dirasa sangat efisien, karena kami dapat dengan mudah memasarkan produk kami
kepada konsumen tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dan media sosial memiliki
banyak pengguna, sehingga produk kami dapat dikenal oleh banyak konsumen dan memiliki
banyak pelanggan. Kami juga menyediakan jasa antar alamat bagi pelanggan kami yang
berada dikisaran area kota Bengkulu.

4. Deskripsi Masalah Lapangan Praktek Terpadu Kewirausahaan

Kegiatan ini kami lakukan agar mendapatkan pengalaman dan pembelajaran untuk
menjadi wirausaha. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa
khususnya kami, karena dengan melakukan kegiatan ini kami dapat mengetahui bagaimana
caranya menawarkan dan memasarkan suatu produk dengan baik, dan kami bisa lebih banyak
mengetahui cara berinteraksi dengan baik dan sopan. Selama menjalankan kegiatan
kewirausahaan ini tentunya ada saja kendala dan masalah yang kami hadapi, yaitu sebagai
berikut :

1. Kesulitan membagi waktu, karena pada saat kegiatan masih ada jadwal kuliah dan juga
tugas-tugas yang harus dikerjakan dari mata kuliah lain
2. Banyaknya pesaing namun sedikit pembeli, sehingga harus pintar-pintar dan semenarik
mungkin untuk menawarkan produk.
Tabel 2.1Analisis Peluang Usaha

Peluang Keterangan
1. Pesaing Nilai keunikan, produk makanan yang
kami buat ini akan menghasilkan
daya saing yang tinggi
2. Peluang Pasar Produk yang unik, baru dan bermanfaat
untuk setiap orang terutama
dikalangan mahasiswa, pelajar,
sampai masyarakat umum yang
akan tertarik untuk mencarinya.
3. Kemajuan Teknologi Pemanfaatan internet dapat menunjang
baik kegiatan pengembangan
maupun distribusi untuk
mempromosikan makanan kami.
Tabel 2.2 Analisis Kekuatan

Kekuatan Keterangan
1. Produk Keunikan makanan yang kami buat dari
 Keunikan pisang., banyak memiliki nilai
 Harga jual kreativitas yang tinggi serta nilai
 Nial kreatifitas jual yang tinggi dengan harga yang
standar akan memancing rasa ingin
tahu pelanggan untuk membeli
2. Pelayanan pelangganan Kami menyediahkan pelayanan yang
 Keramahan pelayanan ramah memesan produk ini
3. Sistem manajemen Data keuangan dan administrasi
 Sistem pembukuan penjualan dicatat menggunakan
 Sistem administrasi sistem pembukuan untuk
memudahkan kami mengontrol
kinerja dalam mencapai tujuan
Tabel 2.3 Analisis Kelemahan

Kelemahan Keterangan
1. Banyak yang meniru Banyaknya orang yang meniru
makanan yang kami buat.
2. Banyak pesaing Banyaknya pesaing diluar yang
mungkin bisa mengalahkan
keunikan makanan yang kami
buat.
3. Modal untuk usaha masih kurang Kekurangan uang yang harus kami
beli masih banyak.
2.4 Analisis Ancaman

Ancaman Keterangan
1. Permodalan Keminiman akses dan informasi
 Peminjaman modal membuat kami memiliki ancaman
dalam memenuhi kebutuhan
modal untuk pengembangan
modal.
2. Kemitraan Kurangnya mitra yang dapat diajak
bekerja sama untuk produk ini,
dapat membuat biaya produksi
meningkat dan promosi terhambat

5. Laporan Keuangan Dan Perhitungan Laba

Didalam pelaksanaan kegiatan, modal awal yang dapat kami kumpulkan yaitu sebesar
Rp.350.000 yang berasal dari investasi dana dari anggota kegiatan usaha. Kami tidak
mengeluarkan biaya peralatan, karena kami menggunakan alat-alat yang sudah tersedia di
rumah kami masing-masing. Jumlah produk yang kami hasilkan selama proses produksi
yaitu 245 bungkus. Harga jual yang kami sepakati yaitu Rp. 8.000/bungkus. Adapun rincian
dana yang digunakan untuk memperoleh bahan baku yaitu sebagai berikut :

1. Rincian Biaya Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Kuantitas Harga satuan Jumlah (Rp)


pemakaian (rp)
Pisang 2 Bulan 8 Tandan Rp. 40.000 Rp. 320.000
Plastik 2 Bulan 6 Pack Rp. 32.000 Rp. 192.000
Bumbu 2 Bulan 38 Bungkus Rp. 4.000 Rp. 152.000
Minyak goreng 2 Bulan 10 Kg Rp. 11.000 Rp. 110.000
Gas 2 Bulan 4 Tabung Rp. 22.000 Rp. 88.000
Kertas lebel 2 Bulan 3 Pack Rp. 50.000 Rp. 150.000
Subtotal Rp. 1.012.000
2. Rincian Bahan Penunjang Proses Produksi

Material Justifikasi Kuantitas Harga Jumlah (Rp)


Satuan (Rp)
1. Cetak Spanduk 1 unit Rp. 50.000 Rp. 50.000
2. Administrasi 7 kali Rp. 10.000 Rp. 70.000
3. Biaya lain-lain 10 kali Rp. 6.000 Rp. 60.000
Total Rp. 180.000

Pengeluaran = Biaya Bahan Habis Pakai + Biaya Bahan Penunjang Proses Produksi

= Rp. 1.012.000 + Rp. 180.000

= Rp. 1.192.000

Pendapatan = Jumlah Produk X Harga Jual

= 245 x Rp.8.000

= Rp. 1.960.000

Laba Operasi = Pendapatan Operasi – Pengeluaran Operasi

= Rp. 1.960.000 – Rp. 1.192.000

= Rp. 768.000
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari kegiatan ini, kami dapat menarik kesimpulan yaitu perlunya pembelajaran
kewirausahaan ini untuk menggembangkan kemampuan para mahasiswa dalam bidang usaha.
Dengan adanya praktek ini membuka wawasan kami mengenai penciptaan produk, bagaimana
melihat peluang usaha, bagaimana berkomunikasi yang baik dengan para konsumen dan
bagaimana cara kita dalam menciptakan kepercayaan para konsumen dengan produk yang kita
hasilkan. Pengalaman ini bisa menjadi dasar ketika nanti kami akan membuka suatu usaha
sendiri. Asal ada kemauan dan keinginan pasti kita bisa melakukannya, karena dalam dunia
bisnis modal bukanlah segalanya tapi skill juga sangat berperan penting.

B. Saran

Semoga kegiatan seperti praktek terpadu kewirausahaan ini terus dikembangkan lagi oleh
universitas. Karena praktek ini sangat membantu kami para mahasiswa untuk
mengembangkan bakat dalam dunia usaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat, agar mahasiswa
memiliki bekal pengalaman ketika ingin terjun langsung dalam dunia bisnis.