Anda di halaman 1dari 8

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan

Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

GAMBARAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DIPLOMA TIGA PADA


MATAKULIAH ESTIMASI I PROGRAM STUDI TEKNIK EKONOMI
KONSTRUKSI PADA TAHUN AKADEMIK 2018/2019
UNIVERSITAS BUNG HATTA

Vivi Ariani¹, Sesmiwati²


¹Universitas Bung Hatta, Jalan Sumatera Ulak Karang-Padang
²Universitas Bung Hatta, Jalan Sumatera Ulak Karang-Padang
email : viviariani@bunghatta.ac.id

ABSTRAK

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan mengidentifikasi gambaran motivasi belajar dan
faktor pendukung motivasi belajar mahasiswa Diploma Tiga pada matakuliah Estimasi I Program Studi Teknik
Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta.Tekniksampelyangdigunakan total sampling.Sampel penelitian 148
mahasiswa angkatan 2016 Program studi Teknik Ekonomi Konstruksi. Hasil penelitian adalah mahasiswa
angkatan 2016 motivasi belajar tinggi (60%). Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu meneliti faktor intrinsik dan
ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar.
Katakunci: motivasi belajar, mahasiswa Diploma Tiga angkatan 2016, Estimasi I

ABSTRACT
This study uses a descriptive design that aims to identify the picture of learning motivation and supporting factors
for learning motivation of Diploma Three students in the subject of Estimation I of the Economic Construction
Engineering Program of Bung Hatta University. The sample technique used is total sampling. The research sample
was 148 students in the 2016 class of Construction Economics Engineering Program. The results of the study were
students of 2016 high learning motivation (60%). Suggestions for future researchers are examining intrinsic and
extrinsic factors that influence learning motivation.

Keywords: learning motivation, 2016 Diploma students, Estimation I

PENDAHULUAN

Pendidikan di Perguruan tinggi merupakan wadah sejumlah orang dari latar belakang (suku bangsa,
status sosial ekonomi, dll) yang berbeda bertemu dan berinteraksi. Dalam rangka berusaha untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, mahasiswa baru didorong untuk menjalin hubungan
sosial dengan orang-orang yang baru ditemuinya tersebut agar tidak merasa terisolasi atau terpinggirkan.
Selain itu, dengan sistem pendidikan yang menerapkan pendekatan berpusat pada mahasiswa (student
centered), mahasiswa juga diharapkan mampu bekerjasama dengan rekan-rekannya agar dapat
berkolaborasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Di perguruan tinggi, teman tidak diperlakukan
sebagai kompetitor (saingan), namun sebagi mitra dan sumber pembelajaran (Prasetyawati, Takwin, Salim-
Singgih, Diponegoro, 2011). Berdasarkan hasil wawancara 12 orang mahasiswa D3 angkatan 2016 Prodi
Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta mengatakan
bahwa motivasi belajar semester 1 dan semester 2 dirasakan berbeda. Hal ini disebabkan oleh struktur
kurikulum semester 1 dan semester 2 hingga semester 5 yang berbeda. Mahasiswa dalam menjalankan
semester 1 merasakan bahwa materi yang diberikan berupa teori dasar, sehingga mahasiswa lebih banyak
berada di ruang kuliah sedangkan pada semester 2 dan seterusnya mahasiswa sudah mendapatkan
perkuliahan praktek dan teori. Selain itu, banyak tugas-tugas wajib perkuliahan praktek yang dilakukan di
studio juga mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Matakuliah Estimasi (Rencana Anggaran Biaya)

235
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan
Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

merupakan salah satu matakuliah wajib di Prodi Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta.
Tujuan dari matakuliah ini adalah (i) memperkenalkan mahasiswa pada aspek teoritis dalam
mempersiapkan Bill of Quatities (BQ), perhitungan biaya proyek konstruksi (Rencana Anggaran Biaya),
dan (ii) mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan analisa harga satuan pekerjaan,
pembuatan jadwal proyek konstruksi dan memperkirakan aliran kas dalam proyek konstruksi. Karena
begitu pentingnya, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan yang baik dalam matakuliah ini. Didalam
kurikulum Prodi Teknik Ekonomi Konstruksi, matakuliah Estimasi ini diberikan pada semester 4 (empat)
yang dibagi dalam teori dan praktek di studio.
Berdasarkan data penilaian semester, diketahui jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai A pada
semester genap 2014/2015 hanya 1 orang, semester genap 2015/2016 sebanyak 1 orang dan semester genap
2016/2017 tidak ada yang memperoleh nilai A. Dari data tersebut penulis memiliki kepentingan untuk
mengetahui seberapa besar hubungan motivasi belajar mahasiswa terhadap matakuliah Estimasi 1. Didalam
proses pembelajaran, terlibat tiga komponen penting yaitu, (i) dosen, (ii) mahasiswa, dan (iii) kurikulum.
Diharapkan dengan penelitian ini dapat ditemukan apakah terdapat hubungan motivasi belajar mahasiswa
terhadap matakuliah Estimasi 1 dan selanjutnya diadakan perbaikan untuk meningkatkan kemampuan dan
kecakapan mahasiswa dalam bidang ini.
Menurut penelitian Riyani (2012), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
mahasiswa yaitu : Faktor 1 terdiri dari proses belajar mengajar, metode, sumber dan mahasiswa, Faktor 2
terdiri dari bahan ajar, alat, motivasi dan evaluasi, Faktor 3 terdiri dari Interaksi mahasiswa dengan materi,
lingkungan dan kesehatan, Faktor 4 terdiri dari tujuan dan bakat. Menurut Anggraini (2011) dengan judul
artikel Motivasi belajar dan faktor-faktor berpengaruh: sebuah kajian pada interaksi pada pembelajaran
mahasiswa, didapatkan kesimpulan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana
meningkatkan motivasi (dependen) bagi mahasiswa yang diukur dengan: 1) memiliki literatur, 2) frekuensi
bertanya pada dosen, 3) ketepatan mengerjakan tugas individu, 4) tingkat kehadiran mahasiswa dalam
perkuliahan. Adapun faktor motivasi (independen) bagi mahasiswa yang diukur dengan: 1) faktor internal,
termasuk minat terhadap ilmu yang dipelajari dan orientasinya dalam mengikuti pendidikan tinggi, 2) faktor
eksternal, termasuk kualitas dosen yang mengajar, isi pembelajaran, metode pembelajaran, kondisi dan
suasana ruang kuliah, serta fasilitas perpustakaan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Selain itu,
berdasarkan artikel Purba (2012) dengan judul Gambaran motivasi belajar mahasiswa S1 reguler dan
eksekutif angkatan 2011 fakultas ilmu kesehatan program keperawatan Universitas Esa Unggul,
menyatakan simpulan bahwa motivasi belajar mahasiwa S1 reguler angkatan 2011 tinggi (52%) dan
motivasi belajar mahasiswa eksekutif angkatan 2011 rendah (42%). Menurut Ekawarna & Irwan (2010)
yang melakukan penelitian tentang meningkatkan motivasi dan hasil belajar melalui aplikasi model
kognitif Gagne. Pembelajaran model kognitif Gagne menitikberatkan pada pembelajaran yang
meliputi: 1) memberi perhatian, 2) menjelaskan tujuan belajar, 3) memacu ingatan, 4) menyajikan
materi yang dapat meningkatkan minat belajar, 5) memberikan bimbingan, 6) menampilkan
kemampuan, 7) memberi umpan balik, 8) menilai kemampuan, 9) meningkatkan retensi dan transfer.
Hasil penelitian menunjukkanpenerapanmodelpembelajarankognitifGagnediterapkantaatazas,
makamotivasidanhasilbelajaryangdicapaimahasiswaakanmeningkat.Temuan
iniakanberdampakpadapeningkatanindeksprestasimahasiswadanpeningkatan kualitaspembelajaran.
Motivasi dapat dipandang sebagai suatu rantai reaksi yang dimulai dari adanya kebutuhan,
kemudian timbul keinginan untuk memuaskan (mencapai tujuan), sehingga menimbulkan ketegangan
psikologis yang akan mengarahkan prilaku kepada tujuan (kepuasan). Menurut Koontz (2011), motivasi
adalah sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong, mengaktifkan atau menggerakkan dan
yang mengarahkan atau menyalurkan prilaku ke arah tujuan. Ada terdapat 2 faktor yang membuat
seseorang dapat termotivasi dalam belajar yaitu: 1) motivasi belajar yang berasal dari internal, 2) motivasi
belajar yang berasal dari eksternal. Akhmad Sudrajat (2008) menyatakan bahwa: Motivasi dapat diartikan
sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam
melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik)
maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang

236
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan
Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

secara sadar maupun tidak, berusaha untuk mewujudkannya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan
merupakan awal timbulnya suatu perilaku, diperlukan adanya suatu dorongan (motivasi) yang mampu
menggerakkan atau mengarahkan perilaku tersebut. Pada setiap manusia memiliki perbedaan antara satu
dengan lainnya, perbedaan itu selain pada kemampuannya dalam bekerja juga tergantung pada
keinginannya untuk bekerja atau tergantung kepada keinginan, dorongan dan kebutuhannya untuk
bekaerja. Keinginan untuk bekerja dalam hal ini disebut motivasi.
Menurut Hamzah B. Uno (2006:23) Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan
eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya
dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan besar dalam
keberhasilan seseorang dalam belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan
keinginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita
masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (6)
adanya lingkungan belajar yang kondusif. Menurut Suciati dan Prasetya (2001 dalam Nursalam &
Efendi, 2008) beberapa faktor pendukung motivasi belajar diantaranya sebagai berikut:

1. Cita-cita dan aspirasi. Cita-cita merupakan faktor pendukung yang dapat menambah semangat
sekaligus memberikan tujuan yang jelas dalam belajar. timbulnya cita-cita disertai oleh
perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa dan keinginan. Sedangkan aspirasi merupakan
harapan atau keinginan
seseorangakansuatukeberhasilanatauprestasitertentu.Aspirasimengarahkan aktivitas peserta didik
untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

2. Kemampuan mahasiswa. Kemampuan yang dimaksud adalah segala potensi yang berkaitan
dengan intelektual atau inteligensi. Kemampuan psikomotor juga akan memperkuat motivasi.

3. Kondisi mahasiswa. Kondisi pendukung motivasi belajar mahasiswa adalah kondisi secara
fisiologis (kesehatan dan panca indera) dan psikologis (bakat, minat dan intelejensi).

4. Kondisilingkunganbelajar.Kondisilingkunganbelajardapatberupakeadaan alam, lingkungan


tempat tinggal, pergaulan, kemasyarakatan, lingkungan keluarga, dan lingkungan institusi
penyelenggara pendidikan.

5. Unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran. Peserta didik memiliki perasaan,


perhatian,ingatan,kemauan,danpengalamanhidupyangturutmempengaruhi
minatdanmotivasidalambelajarbaiksecaralangsungmaupuntidaklangsung.

6. Upaya pengajar dalam pembelajaran. Pengajar merupakan salah satu stimulus yang sangat besar
pengaruhnya dalam memotivasi peserta didik untukbelajar.
Kemampuanmerancangbahanajardanperilakumerupakanbagiandariupaya pembelajaran.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran
motivasi belajar dan faktor-faktor yang mendukung terjadinya motivasi belajar mahasiswa D3
angkatan 2016 pada matakuliah Estimasi Prodi Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Universitas Bung Hatta.

METODE

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi potong


lintang(crosssectional)yaitusuatusubjekpenelitianhanyadiobservasikansekali saja dan pengukuran
dilakukan sekaligus pada suatu saat yang sama (Notoatmodjo, 2005). Penelitian bertujuan untuk
mengidentifikasi gambaran motivasi belajar mahasiswa D3 angkatan 2016 pada matakuliah Estimasi
Prodi Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanUniversitas Bung Hatta.
237
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan
Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.


Instrumeninidipilihberdasarkanpertimbanganbahwainstrumenyangdigunakan
dapatmewakilitujuanpenelitiandanvariabel-variabelyangakandiukur. Kuesioner terdiri dari dua
bagian. Bagian pertama berisi pernyataan mengenai data karakteristik responden. Bagian kedua berisi
pernyataan mengenai faktor pendukung motivasi belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh
mahasiswa angkatan 2016 aktif yang mengambil matakuliah Estimasi 1 pada Prodi Teknik Ekonomi
Konstruksi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta.
Tekniksampelyangdigunakanadalah totalsampling.Sampelpenelitian sebanyak 148 mahasiswa angkatan
2016 Program studi Teknik Ekonomi Konstruksi. Batasan-batasan variabel-variabel yang dikaji dalam
penelitian ini adalah motivasi belajar yang diartikan sebagai alasan yang mendasari seorang
mahasiswa melakukan kegiatan belajar. Alasan-alasan tersebut merupakan kebutuhan yang
dikemukan oleh A. Maslow, yaitu kebutuhan biologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan afiliasi,
kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi. Selain itu, persepsi terhadap hasil belajar yang
diperoleh diartikan sebagai pendapat objektif terhadap nilai yang didapat pada matakuliah yang telah
diikuti secara keseluruhan. Analisa data yang digunakan adalah analisa persentase dari tiap-tiap aspek
dan analisa deskriptif dengan menghubungkan data-data yang diperoleh.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan analisa data, diperoleh hasil persentase motivasi belajar mahasiswa sebesar 60%
yang artinya motivasi belajar mahasiswa tinggi dalam mengikuti perkuliahan dan terdapat 40%
mahasiswa yang memiliki motivasi yang rendah. Berikut ini diagram motivasi belajar mahasiswa
angkatan 2016 pada matakuliah Estimasi 1:

Motivasi Belajar

40%
60%

Tinggi Rendah

Gambar 1. diagram motivasi belajar mahasiswa angkatan 2016 pada matakuliah Estimasi 1
Faktor pendukung motivasi belajar berdasarkan cita-cita dan aspirasi mahasiswa D3 angkatan
2016 pada matakuliah Estimasi 1 Prodi Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Bung Hatta (n=148) adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Motivasi belajar mahasiswa berdasarkan cita-cita dan aspirasi
Kondisi Frekuensi Persentase
Baik 100 67.57%
Kurang 48 32.43 %
total 148 100%

Tabel 1 menunjukkan kondisi baik dengan persentase 67.57 % dalam hal motivasi belajar
berdasarkan cita-cita dan aspirasi dan kondisi kurang dengan persentase 32.43%. Faktor pendukung
motivasi belajar selanjutnya berdasarkan kondisi lingkunganbelajarmahasiswa, diperoleh hasil seperti
tabel berikut:
Tabel 2. Motivasi belajar mahasiswa berdasarkan kondisi lingkungan belajar
Kondisi Frekuensi Persentase
kondusif 75 50.68%
Kurang kondusif 73 49.32%

238
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan
Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

total 148 100%

Tabel 2 menunjukkan kondisi lingkungan belajar kondusif dengan persentase 50.68 %


dalam hal motivasi belajar berdasarkan lingkungan belajar dan kondisi kurang kondusif dengan
persentase 49.32%. Faktor pendukung berikutnya adalah motivasi belajar berdasarkan unsur-unsur dinamis
dalam pembelajaran mahasiswa , diperoleh hasil seperti tabel berikut:
Tabel 3. Motivasi belajar mahasiswa berdasarkan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran
Kondisi Frekuensi Persentase
Baik 80 54%
Kurang 68 46%
total 148 100%

Tabel 3 menunjukkan motivasi belajar mahasiswa berdasarkan unsur-unsur dinamis dalam


pembelajaran dengan persentase 54% (baik) dan kondisi kurang dengan persentase 46%. Faktor
pendukung berikutnya adalah motivasibelajarberdasarkanupayapengajar/dosen, dengan hasil seperti
tabel berikut:

Tabel 4. Motivasi belajar mahasiswa berdasarkan upaya pengajar/dosen


Kondisi Frekuensi Persentase
Baik 88 59.50%
Kurang 60 40.50%
total 148 100%

Tabel 4 menunjukkan motivasi belajar mahasiswa berdasarkan upaya pengajar/dosen


dengan persentase 59.50% (baik) dan kondisi kurang dengan persentase 40.50%. Faktor pendukung
berikutnya adalah motivasi belajar berdasarkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan perhitungan
estimasi biaya, dengan hasil seperti tabel berikut:
Tabel 5. Motivasi belajar mahasiswa berdasarkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan perhitungan
estimasi biaya
Kondisi Frekuensi Persentase
tinggi 58 39.19%
rendah 90 60.81%
total 148 100%

Tabel 5menunjukkan motivasi belajar mahasiswaangkatan2016 sebanyak 58responden


denganpersentase 39.19%mempunyaikemampuanyangtinggi dalam melakukan perhitungan estimasi
biaya dan 90 responden dengan persentase 60.81% mempunyai kemampuan yang rendah. Faktor
pendukung berikutnya adalah motivasi belajar berdasarkan kondisi mahasiswa, dengan hasil seperti tabel
berikut:
Tabel 6. Motivasi belajar berdasarkan kondisi mahasiswa
Kondisi Frekuensi Persentase
baik 148 100%
Kurang baik 0 0%
total 148 100%

Tabel 6 menunjukkan motivasi belajar mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 148 responden
dengan persentase 100% mempunyai kondisi (baik psikologis maupun fisiologis) yang baik dan 0
responden dengan persentase 0% mempunyai kondisi yang kurang baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar mahasiswa D3 angkatan 2016 pada

239
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan
Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

matakuliah Estimasi 1 Prodi Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Bung Hatta sebesar 60% (tinggi) dan tingkat motivasi belajar rendah sebesar 40%. Tinggi
rendahnya motivasi seseorang mahasiswa dapat dipengaruhi oleh banyak hal yang berasal dari dalam diri
sendiri maupun berasal dari luar yang dapat ditimbulkan oleh orang lain termasuk dosen melalui
upaya-upaya tertentu yang dapat meningkatkan motivasi. Faktor pendukung motivasi belajar seperti
cita-cita dan aspirasi tinggi sebesar persentase 67.57 % dalam hal motivasi belajar berdasarkan cita-cita
dan aspirasi dan kondisi kurang dengan persentase 32.43%.Menurut Suciati dan Prasetya (2001 dalam
Nursalam & Efendi, F. 2008) Cita-cita merupakan faktor pendorong yang dapat menambah semangat
sekaligus memberikan tujuan yang jelas dalam belajar
timbulnyacita-citadisertaiolehperkembanganakal,moral,kemauan,bahasadan
keinginan.Sedangkanaspirasimerupakanharapanataukeinginanseseorangakan suatu keberhasilan atau
prestasi tertentu. Aspirasi mengarahkan aktivitas peserta didik untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Cita-cita dan aspirasi akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik, karena
terwujudnya cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri. Faktor pendukung motivasi belajar dalam hal
kondisi lingkungan belajar kondusif diperoleh hasil dengan persentase 50.68 % dalam hal motivasi
belajar berdasarkan lingkungan belajar dan kondisi kurang kondusif dengan persentase 49.32%.
Berdasarkan hasil penelitian JunimanSilalahi (2008) dengan judul Pengaruh Iklim Kelas Terhadap
Motivasi Belajar, mengungkapkan bahwa iklim kelas yang buruk akan berpengaruh buruk terhadap
motivasi belajar mahasiswa. Semakin buruk iklim kelas maka semakin rendah pula motivasi belajar
mahasiswa. Dengan katalain,persepsi mahasiswa tentang iklim kelas yang semakin kondusif
memungkinkan motivasi belajar mahasiswa menjadi meningkat.
Faktor pendukung motivasi belajar mahasiswa berdasarkan unsur-unsur dinamis dalam
pembelajaran dengan persentase 54% (baik) dan kondisi kurang dengan persentase
46%.MenurutSuciatidanPrasetya(2001dalamNursalam&Efendi,2008)mahasiswa
memilikiperasaan,perhatian,ingatan,kemauan,danpengalamanhidupyangturut mempengaruhi minat
dan motivasi dalam belajar baik secara langsung maupun tidaklangsung. Faktor pendukung motivasi
belajar mahasiswa berdasarkan upaya pengajar/dosen dengan persentase 59.50% (baik) dan kondisi
kurang dengan persentase 40.50%.MenurutBrewster&Fager(2000 dalam Purba,
2012)dalampenelitiannyamenunjukkanbahwaguru dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa dengan
memberikan tugas dirumah. Pada matakuliah Estimasi 1 mahasiswa diberikan tugas wajib yang
dikumpulkan diakhir semester. Tugas dikerjakan perkelompok dengan menghitung biaya suatu proyek
dimulai dari perhitungan conceptual estimate hingga pembuatan cashflow.
Faktor pendukung motivasi belajar mahasiswaangkatan2016 sebanyak 58responden
denganpersentase 39.19%mempunyaikemampuanyangtinggi dalam melakukan perhitungan estimasi
biaya dan 90 responden dengan persentase 60.81% mempunyai kemampuan yang rendah.Menurut
Thoha (1996) bahwa kemampuan yang merupakan unsur dalam kematangan, berkaitan dengan
pengetahuan atau ketrampilan yang dapat diperoleh dari pendidikan, latihan, pengalaman kerja.
Sedangkan faktor pendukung motivasi belajar mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 148 responden dengan
persentase 100% mempunyai kondisi (baik psikologis maupun fisiologis) yang baik. Artinya semua
mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Estimasi 1 mempunyai motivasi belajar yang tinggi dengan
didukung kondisi psikologis dan fisiologis yang baik. Menurut Dimyati dan Mujiono (2002) kondisi
mahasiswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Seorang
mahasiswa yang sedang sakit, lapar atau marah-marah akan mengganggu perhatian belajar.
Sebaliknya, seseorang mahasiswa yang sehat, kenyang, dan gembira akan mudah memusatkan
perhatian.

SIMPULAN DAN SARAN


Motivasi belajar mahasiswa D3pada matakuliah Estimasi 1 angkatan 2016 menunjukan
60% motivasi belajar tinggi dan sebesar40%motivasibelajarrendah.

240
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan Pendidikan
Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

Faktor pendukung motivasi belajar mahasiswa D3pada matakuliah Estimasi 1 angkatan


2016 yaitu 67.57% mempunyai cita-cita dan aspirasi tinggi.Kemampuan mahasiswa D3 pada
matakuliah Estimasi 1 angkatan 2016 yaitu mempunyai kemampuan melakukan perhitungan
estimasi biaya yangrendah dengan persentase 39.19%. Kondisi lingkungan belajar kondusif dengan
persentase 50.68 %. Motivasi belajar mahasiswa berdasarkan unsur-unsur dinamis dalam
pembelajaran dengan persentase 54% (baik) dan kondisi kurang dengan persentase 46%. Motivasi
belajar mahasiswa berdasarkan upaya pengajar/dosen dengan persentase 59.50% (baik) dan kondisi
kurang dengan persentase 40.50%. Motivasi belajar dalam hal kondisi mahasiswa, diperoleh hasil bahwa
mahasiswa D3 pada matakuliah Estimasi 1 angkatan 2016 sebanyak 148 responden dengan persentase
100% mempunyai kondisi yang baik(baik psikologis maupun fisiologis).
Disarankan untuk penelitian selanjutnya meneliti faktor pendukung motivasi belajar agar
diteliti lebih lanjut sehingga dapat diketahui faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi
motivasi belajar. Penelitian ini juga diharapkan dapat diteliti lagi dengan menggunakan seluruh
responden pada matakuliah Estimasi, Diploma tigaProdi Teknik Ekonomi Konstruksi dari setiap
angkatan yang berbeda.

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih pada kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Universitas Bung Hatta yang telah memberikan kesempatan untuk mendapatkan Hibah Penelitian Dosen
Pemula tahun 2019 (internal).

DAFTAR RUJUKAN
Dimyati & Mujiono. (2002). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Ekawarna & Irwan. (2010). Meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata kuliah
permodalan koperasi melalui aplikasi model kognitif Gagne. Jurnal Makara Sosial Humaniora,
Volume 14 No.1, pp. 17-24.
Hamzah, B.U. (2007). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Koontz. (2001). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Mulyasa, E. (2009). Standar kompetensi guru dan sertifikasi guru. Bandung: Remaja Roskadarya.
Notoatmodjo,S.(2005).Metodepenelitiankesehatan.Cetakanketiga.Jakarta:PT RinekaCipta.
Nursalam&Efendi,F.(2008).Pendidikandalamkeperawatan.Jakarta:Salemba Medika.
Prasetyawati.Wuri,Takwin.Bagus,Salim-Singgih&Diponegoro.(2011).Buku orientasi belajar
mahasiswa tahun akademik 2011/2012. CetakanKetiga. Jakarta: Badan Penerbit FK UI2011.
Purba, Sari Ervina. (2012). Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa S1 Reguler Dan Eksekutif Angkatan
2011 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan ProgramKeperawatanUniversitas Esa Unggul. Skripsi. Universitas
Indonesia.
Sardirman,A.M.(2001).InteraksidanMotivasiBelajarMengajar.Jakarta:Raja GrafindoPersada.
Silalahi,J.(2008). Pengaruh iklim terhadap motivasi belajar. Jurnal
pembelajaran. Volume.30, pp100-105.
Thoha, M. (1996). Perilaku organisasi, konsep dasar dan aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Uno, H. (2008). Teori motivasi & pengukurannya: analisis di bidang pendidikan.Edisi 1. Cetakan
keempat. Jakarta: Bumi Aksara.

241
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Tahun 2019 “Technopreneurship dan
Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0” Jakarta, 3 Juli 2019

Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta 223

242
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta