Anda di halaman 1dari 30

KOPERASI INDONESIA

Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-
seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Seperti yang kita ketahui
bersama bahwa modal awal koperasi berasal dari iuran para anggotanya, dari modal awal
tersebut kemudian dikelola bersama sehingga dapat memberikan manfaat lebih bagi para
anggota, dalam istilah politik koperasi memegang teguh prinsip demokrasi dan gotong
royong.

1. Prinsip koperasi

Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk
membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang
dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah
internasional) adalah

 Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela


 Pengelolaan yang demokratis,
 Partisipasi anggota dalam ekonomi,
 Kebebasan dan otonomi,
 Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.[4]
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip
koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

 Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka


 Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
 Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
 Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
 Kemandirian
 Pendidikan perkoperasian
 Kerjasama antar koperasi
Prinsip Koperasi berdasarkan UU No. 17 Th. 2012, yaitu:

 Modal terdiri dari simpanan pokok dan surat modal koperasi(SMK)

2. Jenis koperasi

Koperasi pekerja atau koperasi produsen adalah koperasi yang dimiliki dan secara demokratis
dikontrol oleh "pekerja-pemiliknya". Tidak ada pemilik luar dalam koperasi pekerja "murni",
hanya pekerja yang memiliki bagian (Saham) kepemilikan bisnis tersebut. Meski dalam
bentuk hibrida, sang konsumen, anggota masyarakat atau Investor kapitalis juga memiliki
bagian (saham) kepemilikan. Dalam praktiknya, kontrol oleh pekerja-pemilik dapat
dilaksanakan melalui kepemilikan individual, kolektif, atau mayoritas; atau penggunaan hak
pilih individu, kolektif, atau mayoritas (melalui prinsip satu anggota satu suara).
Bagaimanapun, koperasi pekerja memiliki karakteristik mayoritas tenaga kerjanya memiliki
saham kepemilikan, dan mayoritas saham kepemilikan dimiliki oleh tenaga kerja.
Keanggotaan tidak selalu bersifat wajib bagi pekerjanya, tapi secara umum hanya pekerja
yang dapat menjadi anggota baik secara langsung (sebagai pemegang saham) atau tidak
langsung melalui keanggotaan perwalian yang memiliki perusahaan.
Dampak ideologi politik dalam praktiknya membatasi perkembangan koperasi di berbagai
negara. Di India, terdapat bentuk koperasi pekerja yang menuntut kewajiban keanggotaan
bagi semua pekerjanya dan kewajiban bekerja bagi semua anggota. Bentuk tersebut terdapat
dalam Rumah Kopi India. Di tempat seperti Britania Raya, kepemilikan umum (kepemilikan
kolektif tak terpisahkan) populer pada 1970-an. Perkumpulan Koperasi baru menjadi legal di
Britania setelah disahkannya Stanley's Act pada 1852. Pada 1865 terdapat 651 perkumpulan
terdaftar dengan total keanggotaan mencapai 200.000 orang. Sekarang, terdapat lebih dari
400 koperasi pekerja di Britania, Suma (Wholefoods) menjadi adalah koperasi pekerja
terbesar disana dengan omset sebesar £24 juta Pound sterling.
Jenis Koperasi menurut fungsinya[sunting | sunting sumber]

 Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi


pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai
konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen
bagi koperasinya.
 Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi
barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di
sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
 Koperasi Produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana
anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan
sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
 Koperasi Jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan
oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini
anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single
purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi
disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).
Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja

 Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang
perseorangan.

 Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan
daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi
menjadi :

 koperasi pusat - adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
 gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
 induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan
koperasi
Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya]

 Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan
memiliki rumah tangga usaha.
 Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau
pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.
Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya.
Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat
Sejarah perkembangan koperasi di indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya
merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang
sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan
ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa
orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh
penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk
menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria


Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia
terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena
terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud
Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat
tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten
residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan
menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabunganyang sudah ada menjadi Bank
Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu
dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan
mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-
lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan
memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan
lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu
itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak
dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank
–bank Desa , rumah gadaidan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia
(BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:

1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan
penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan
politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang
membahayakan pemerintah jajahan itu.

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat,


Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian.
Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun
1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-
Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia
Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun
1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada
tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.
Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo memberikan peranan bagi
gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat.[8] Pada tahun 1915 dibuat peraturan
Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe
Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Sarekat Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan
ekonomi pengusah-pengusaha Pribumi.[8] Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional
Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha
koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia.Jepang
lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya
berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan
rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia
mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan
sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat
Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi
sedang diduduki oleh tentara Belanda).

Fungsi dan peran koperasi Indonesia

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi


memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan
ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia,
memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta
mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Koperasi berlandaskan hukum[sunting | sunting sumber]

Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967


adalah [Organisasi]] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau
badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama,
berdasarkan asas kekeluargaan. Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi
harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha
(perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.

Arti Lambang Koperasi


Arti dari Lambang yang sudah tidak digunakan :

No Lambang Arti

Upaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Hanya orang yang
Gerigi roda/
1 pekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi
gigi roda
beberapa persyaratannya.

Ikatan kekeluargaan, persatuan dan persahabatan yang kokoh. Bahwa


anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut, maka semua
Anggota menjadi bersahabat, bersatu dalam kekeluargaan, dan yang
Rantai (di
2 mengikat sesama anggota adalah hukum yang dirancang sebagai
sebelah kiri)
Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi.
Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART, maka Padi dan
Kapas akan mudah diperoleh.

Kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum


Kapas dan
yang diusahakan oleh koperasi. Kapas sebagai bahan dasar sandang
3 Padi (di
(pakaian), dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Mayoritas
sebelah kanan)
sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.

4 Timbangan Keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi
simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara
"Rantai" dan "Padi-Kapas", antara "Kewajiban" dan "Hak". Dan yang
menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai.

Dalam perisai yang dimaksud adalah Pancasila, merupakan landasan idiil


Bintang dalam koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan
5
perisai nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya.
Perisai bisa berarti "tubuh", dan Bintang bisa diartikan "Hati".

Simbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang


Pohon dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa
6
Beringin Arab "Hayyu"/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi
nilai hidup yang harus dijunjung tinggi.

Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan


Koperasi Koperasi negara lain. Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar
7
Indonesia negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai
sendiri.

Warna Merah Warna merah dan putih yang menjadi background logo menggambarkan
8
Putih sifat nasional Indonesia.

Arti Lambang Koperasi Baru


1. Lambang Koperasi Indonesia terkini dalam bentuk gambar bunga yang memberi
kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia,
mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang,
berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta
berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi;
2. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat) sudut pandang
melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi Indonesia:
 Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi;
 Sebagai dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan;
 Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan
demokrasi;
 Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.
3. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks Koperasi Indonesia memberi kesan
dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti
kemajuan zaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks
Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya
ikatan yang kuat, baik di dalam lingkungan internal Koperasi Indonesia maupun
antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya;
4. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi kesan kalem sekaligus
berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor perekonomian, warna
pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan
serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa
bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya;
5. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama kantor, pataka,
umbul-umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem
untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan administratif oleh Gerakan Koperasi di
Seluruh Indonesia;
6. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup berkoperasi yang
memuat :
 Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang;
 Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk
sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya,
menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara
terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi
Indonesia;
 Tata Warna :
1. Warna hijau muda dengan kode warna C:10,M:3,Y:22,K:9
2. Warna hijau tua dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25
3. Warna merah tua dengan kode warna C:5,M:56,Y:76,K:21
4. Perbandingan skala 1 : 20.
Penggunaan Lambang Koperasi Baru

Logo Baru Koperasi Indonesia

Sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Permen KUKM )
NOMOR : 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia ,
maka mulai tanggal 12 April 2012 telah terjadi penggantian lambang koperasi.

Pada Pasal 2 tertulis bahwa :

"Bagi Gerakan Koperasi diseluruh Indonesia agar segera menyesuaikan penggunaan lambang
koperasi Indonesia, sebagaimana pada Lampiran Peraturan Menteri ini."

Pada Pasal 3 tertulis :

"Bagi koperasi yang masih memiliki kop surat dan tatalaksana administrasi lainnya dengan
menggunakan lambang koperasi Indonesia yang lama, diberi kesempatan selambat-lambatnya
pada tanggal 12 Juli 2012 telah menyesuaikan dengan lambang koperasi Indonesia yang
baru."

Dan pada pasal 6 tertulis bahwa :

"Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini maka Lambang Koperasi yang lama
dinyatakan tidak berlaku."
Konsep Dasar Koperasi
Landasan operasional Pasal 33 UUD 1945, UU Koperasi No. 12 1967, UU Koperasi No.
25 1992

UUD 1945 pasal 33 ayat 1; “perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas
asas kekeluargaan.” Dalam penjelasannya antara lain dinyatakan bahwa kemakmuran
masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran perorangan, dan bentuk perusahaan
yang sesuai dengan itu adalah koperasi.

ASAS-ASAS KOPERASI

Koperasi memiliki 2 asas, yaitu: Asas Kekeluargaan dan Asas Gotong Royong. Asas
kekeluargaan artinya, setiap anggota koperasi memiliki kesadaran untuk melakukan yang
terbaik di setiap kegiatan koperasi, dan hal-hal yang dianggap berguna untuk semua anggota
dalam koperasi tersebut. Asas gotong royong artinya, setiap anggota koperasi harus memiliki
toleransi, tidak egois atau individualis, serta mau bekerja sama dengan anggota lainnya.

PRINSIP-PRINSIP KOMPERASI

Setelah membahas pengertian koperasi, landasan, dan asasnya, maka selanjutnya penting
bagi kita untuk tau prinsip-prinsip koperasi. Prinsip merupakan hal yang menjadi panutan
atau ideologi sesuatu. Oleh karenanya prinsip-prinsip koperasi adalah garis-garis yang
dijadikan penuntun dan digunakan oleh koperasi untuk mengaplikasikan tuntunan tersebut
dalam praktik koperasi. Berikut adalah prinsip-prinsipnya:

Prinsip Ke-1; Keanggotaan Sukarela dan Terbuka.


Prinsip Ke-2; Pengendalian oleh Anggota Secara demokratis.
Prinsip Ke-3; Partisipasi Ekonomi Anggota.
Prinsip Ke-4; Otonomi Dan Kebebasan.
Prinsip Ke-5; Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi.
Prinsip Ke-6; Kerjasama diantara Koperasi.
Prinsip Ke-7; Kepedulian Terhadap Komunitas.

NILAI-NILAI KOPERASI
Nilai-nilai koperasi adalah nilai kekeluargaan, mandiri, egaliterian, demokrasi, kesamaan,
serta peduli dengan sesama anggota. Koperasi Indonesia berangkat dari nilai-nilai koletifisme
yang tercermin dengan budaya gotong royong yang sejak lama ada di Indonesia.

Berikut adalah nilai-nilai koperasi yang tertuang dalam Undang-Undang Koperasi Pasal 5:

Nilai yang menjadi dasar kegiatan koperasi, di antaranya:

nilai kekeluargaan;
nilai menolong diri sendiri;
nilai bertanggung jawab;
nilai demokrasi;
nilai persamaan;
nilai berkeadilan; dan
nilai kemandirian.

Nilai yang pegang teguh anggota koperasi, di antaranya:

nilai kejujuran;
nilai keterbukaan;
nilai tanggung jawab; dan
nilai kepedulian terhadap sesama anggota serta orang lain.

FUNGSI KOPERASI

UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, dalam pasal 4 menerangkan tentang fungsi
koperasi. Di antaranya:

(1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan
sosialnya;
(2) Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan
masyarakat;
(3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya;
(4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
TUJUAN KOPERASI

Setiap organisasi didirikan dengan tujuan tertentu. Begitupun halnya dengan koperasi. Pada
dasarnya, tujuan utama dibentuknya koperasi adalah untuk mewujudkan masyarakat yang
adil, makmur, sejahtera, dan mandiri atas dasar Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan koperasi tertuang dalam UU No. 25 Tahun 1992 tentang kekoperasian, pada BAB II
Pasal 3 menyatakan bahwa tujuan koperasi adalah:

“Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta
ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat
yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945”.

Pendirian dan keanggotaan koperasi


B. Pendirian Koperasi
Sebagai organisasi ekonomi yang bertujuan memperjuangkan kepentingan ekonomi
anggotanya, dan masyarakat pada umumnya, kehadiran koperasi sangat dibutuhkan oleh
masyarakat ekonomi lemah. Tetapi kenyataannya, justru masyarakat golongan ekonomi
lemah masih banyak yang belum memahami arti pentingnya koperasi bagi peningkatan
kesejahteraan ekonomi mereka.
Sri Edy Swasono (2004;113) mengatakan bahwa koperasi adalah suatu lembaga
sosial-ekonomi “untuk menolong diri sendiri secara bersama-sama”.[1]Dengan kata lain,
menolong diri sendiri secara bersama-sama itu apabila diformalkan (dilembagakan) menjadi
badan usaha bersama yang lazim disebut dengan “koperasi”.
1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendirikan koperasi
Umumnya prakarsa untuk mendirikan koperasi tumbuh di kalangan orang-orang yang
menyadari manfaat koperasi bagi kehidupan mereka atau dengan kata lain orang-orang yang
berkepentingan yaitu mereka yang akan menjadi anggota koperasi. Prakarsa untuk
mendirikan koperasi dapat juga dating dari pihak pemerintah. Hal ini pada umumnya terjadi
pada beberapa negara yang sedang berkembang.

Sebelum mendirikan sebuah koperasi, terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui
oleh para pemprakarsa pendiri koperasi tersebut, yaitu:
 Tidak adanya manfaat dari koperasi yang didirikan jika para pendiri koperasi tidak
mengetahui berbagai persoalan pokok tentang koperasi pada umumnya.
 Walaupun koperasi dimulai dengan 20 orang, namun harus diusahakan sehingga
koperasi dapat menerima anggota-anggota baru secara sukarela dan terbuka.
 Koperasi tidak mungkin dapat mencapai tujuannya dalam jangka pendek, melainkan
memerlukan waktu yang cukup lama.
 Pembinaan koperasi di Indonesia sebagian merupakan tanggung jawab pemerintah.
Walaupun demikian koperasi tetap milik para anggotanya.

2. Langkah-langkah pendirian koperasi


Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendirikan sebuah koperasi adalah:
1. Mengadakan pertemuan pendahuluan di antara orang-orang yang ingin mendirikan
koperasi.
2. Mengadakan penelitian mengenai lingkungan daerah kerja koperasi.
3. Menghubungi kantor Departemen Koperasi setempat.
4. Membentuk panitia pendirian koperasi yang bertugas mempersiapkan anggaran dasar
dan anggaran rumah tangga.
5. Mengadakan rapat pembentukan koperasi. Hal-hal yang perlu dilakukan pada rapat
anggota yaitu:
1) Memilih pengurus;

2) Memilih pengawas;

3) Menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

6. Mengajukan permohonan status badan hukum koperasi dengan melampirkan petikan


berita acara pembentukan koperasi

serta daftar nama anggota pengurus dan pengawas.


3. Pelopor pendirian koperasi
Pelopor adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang
perkoperasian serta mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat.
Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang pelopor, yaitu:
 Memiliki minat yang besar, bercita-cita tinggi, dan mempunyai jiwa kemasyarakatan
yang tebal untuk bekerja demi kepentingan umum.
 Memiliki peranan dan tugas koperasi yaitu untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan
mempertinggi taraf hidup rakyat.
 Memiliki keberanian, keuletan, dan keyakinan akan berhasilnya koperasi untuk
mencapainya masyarakat adildan makmur.
 Memiliki integritas yang tinggi.

4. Meneliti lingkungan daerah kerja koperasi


Tujuan meneliti lingkungan daerah kerja koperasi adalah untuk mengidentifikasi
masalah sosial ekonomi yang terdapat pada daerah kerja tersebut. Masalah-masalah yang
perlu diteliti sehubungan daerah kerja koperasi mencakup hal-hal sebagai berikut.
 Masalah rata dan tidaknya tingkat penghidupan rakyat tempat koperasi didirikan.
 Masalah yang dialami rakyat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, prioritas
pemecahannya, bentuk dan jenis koperasi yang perlu didirikan.
 Masalah hambatan yang timbul dapat merintangi pembentukan koperasi.
 Masalah pernah atau belumnya koperasi didirikan di daerah kerja tersebut, dan faktor
yang menyebabkan kegagalan koperasi tersebut.
Sedangkan masalah yang perlu diteliti sehubungan dengan calon anggota koperasi yaitu:

 Apakah para calon anggota koperasi mampu memenuhi persyaratan.


 Apakah kemampuan produksi anggota koperasi bisa memenuhi syarat untuk menjamin
kelancaran usaha koperasi sehingga koperasi dapat menutup semua biaya operasinya dan
mampu memperoleh SHU.
 Apakah tingkat hidup dan tingkat pendidikan para calon anggota yang akan bergabung
memungkinkan dimintanya bantuan modal dan tenaga sehingga memenuhi kebutuhan
untuk kelangsungan usaha.
5. Menghubungi kantor Departemen Koperasi dan PKM
 Menjelaskan/menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan oleh para pendiri koperasi
tentang kekayaan usaha koperasi di wilayah tersebut.
 Membahas anggaran dasar, hubungan pemerintah dengan koperasi, seperti pemberian
bantuan teknis, pemodalan dan lainnya.

6. Menyususn anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi


Sesuai ketentuan yang terdapat dalam pasal 8 UU No. 25/1992. anggaran dasar
koperasi setidak-tidaknya harus mencantumkan hal-hal berikut.
 Daftar nama pendiri;
 Nama dan tempat kedudukan koperasi;
 Maksud, tujuan, dan bidang usaha koperasi;
 Ketentuan-ketentuan mengenai syarat keanggotaan, pembagian SHU, dan lain-lain.

7. Mengadakan rapat pembentukan koperasi


Tugas panitia pembentukan koperasi dalam garis besarnya adalah:
 Mengadakan persiapan pembentukan koperasi;
 Mengundang calon-calon anggota koperasi yang memenuhi syarat keanggotaan untuk
menghadiri rapat pembentukkan koperasi;
 Mengundang pemuka masyarakat di lingkungan kerja koperasi untuk hadir dalam rapat
tersebut;
 Mengundang pejabat koperasi dan para pejabat pemerintah setempat untuk memberikan
pengarahan dalam rapat pembentukkan koperasi;
 Mempersiapkan anggaran dasar koperasi untuk dipelajari oleh para calon anggota,
sehingga rapat pembentukan dapat menyampaikan pertanyaan dan usulan yang
diperlukan.

8. Mendapatkan pengesahan badan hukum koperasi


Mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum koperasi, maka pengurus koperasi harus
melakukan berbagai langkah sebagai berikut.
 Mengajukan permohonan kepada pejabat mengenai akta pendirian yang dibuat rangkap
2 bermaterai, bersamaan dengan pengetikan berita acara tentang rapat pembentukkan
koperasi.
 Atas penyerahan berkas tersebut, pejabat itu memberikan tanda terima kepada
pengurus/pendiri koperasi. Dalm waktu paling lama 3 bulan sejak tanggal penerimaan
permohonan ini, pejabat akan memberikan keputusan pengesahan atau penolakan
berdirinya suatu koperasi.
 Sebagai buktu persetujuan, maka pendiri mendaftarkan akta pendirian koperasi dalam
daftar umum yang disediakan untuk Kanwil Departemen Koperasi dan PKM tingkat
Propinsi/Daerah Istimewa. Tanggal pendaftaran pendirian akta koperasi berlaku sebagai
tanggal resmi berdirinya koperasi dan juga berarti bahwa koperasi tersebut diakui
sebagai badan hukum mulai tanggal yang sama.
 Sebuah akta pendirian yaitu yang bermaterai, setelah dibubuhi tanggal nomor
pendaftaran dan tanda pengesahan oleh pejabat dikirim kepada pengurus koperasi dan
sebuah lagi disimpan oleh pejabat.
 Pengesahan berdirinya koperasi diumumkan pada Berita Negara, agar masyarakat dapat
mengetahui berdirinya koperasi.
 Dalam hal pengejuan permohonan status badan hukum ditolak oleh pejabat, maka
pengurus koperasi dapat mengajukan permohonan ulang dalam waktu 1 bulan sejak
tanggal diterimanya berita penolakan permohonan atau paling lama 4 bulan sejak
pengajuan status badan hukum koperasi.

C. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi


Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) adalah keseluruhan
aturan yang mengatur secara langsung kehidupan koperasi dan hubungan antara
koperasi para anggotanya. AD dan ART dibuat oleh para anggota dan untuk kepentingan
anggota berdasarkan kesepakatan yang diputuskan dalam rapat anggota sebagai perwujudan
kekuasaan tertinggi dalam rapat koperasi.
AD dan ART merupakan formal dasar bagi kesepakatan para nggota koperasi untuk
bekerjasama. AD sebagai sumber tata terbib yang mengikat semua anggota, baik saat
sekarang maupun yang akan dating, baik bagi anggota lama maupun anggota baru.
Sedangkan ART adalah sebagai dasar untuk pengelolaan koperasi.
Menurut pasal 8 UU nomor 25/1992 AD koperasi harus memuat sekurang-kurangnya:
1) Daftar nama pendiri;

2) Nama dan tempat kedudukan;

3) Maksud, tujuan, serta bidang usaha;

4) Ketentuan mengenai keanggotaan;

5) Ketentuan mengenai rapat anggota;

6) Ketentuan mengenai pengelolaan;

7) Ketentuan mengenai permodalan;

8) Ketentuan mengenai jangka waktu;

9) Ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha;

10) Ketentuan mengenai sanksi

Penjelasan pasal 8 UU nomor 25/1992 tersebut menyatakan bahwa jangka waktu berdirinya
koperasi tidak terbatas dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan sanksi yang dimaksud adalah
sanksi yang diatur secara intern (ART) oleh masing-masing koperasi, yang dikenakan
terhadap pengurus, pengawas, dan anggota yang melanggar ketentuan AD.

D. Keanggotaan Koperasi
1. Sifat keanggotaan koperasi
Sesuai dengan salah satu prinsip koperasi, “keanggotaan koperasi pada
dasarnya bersifat sukarela dan terbuka.” Yang dimaksud dengan sukarela yaitu setiap
anggota koperasi mendaftar menjadi anggota koperasi bedasarkan atas kemauan sendiri.
Sedangkan yang dimaksud dengan terbuka yaitu setiap orang yang mampu dan memenuhi
syarat-syarat keanggotaan suatu koperasi dapat diterima menjadi anggota koperasi itu.
2. Hubungan anggota dengan usaha koperasi
Hubungan antara usaha koperasi dengan kepentingan anggota perlu mendapat perhatian.
Sebab, alasan seseorang menjadi anggota koperasi adalah untuk meningkatkan
kesejahteraan hidupnya.
3. Kewajiban dan hak anggota koperasi
 Kewajiban anggota koperasi
Sebagaimana dijelaskan dalam pasal 20 UU No. 25/1992 kewajiban-kewajiban anggota
koperasi meliputi hal-hal sebagai berikut.
1) Mematuhi AD dan ART koperasi serta semua keputusan yang telah disepakati bersama
dalam rapat anggota;

2) Berpartisipasi pada usaha yang diselenggarakan oleh koperasi;

3) Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas asas kekeluargaan.

 Hak anggota koperasi


Dalam garis besarnya, hak-hak anggota koperasi, yaitu:
1) Hak untuk menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat
anggota;

2) Memilih/dipilih menjadi pengurus;

3) Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar;

4) Mengemukakan pendapat/saran-saran kepada pengurus di luar rapat anggota (baik


diminta ataupun tidak diminta);

5) Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama diantara sesame anggota;
6) Mendapat keterangan mengenai perkmbangan koperasi menurut ketentuan anggaran
dasar.

 Syarat-syarat khusus
Syarat-syarat khusus ialah syarat tambahan yang harus dipenuhi oleh setiap calon anggota
koperasi sebelum mereka diterima menjadi anggota koperasi secara penuh. Contoh syarat-
syarat khusus:
1) Koperasi Pertanian

Anggota terdiri dari para pemilik atau penggarap sawah dan para pekerja koperasi itu sendiri.

2) Koperasi Nelayan

Para anggotanya terdiri dari para pemilik perahu/kapal, pemilik alat-alat penangkap ikan, dan
para nelayan penangkap ikan.

3) Koperasi Karet

Para anggotanya terdiri dari para petani, pemilik, dan pekerja kebun karet, para penyadap
yang menguasai hasil produksinya, dan sebagainya.

4. Permintaan menjadi anggota koperasi


Setiap orang yang ingin menjadi anggota koperasi perlu mempelajari terlebih dahulu maksud
dan tujuan koperasi tersebut, terutama mengenai syarat-syarat keanggotaan, hak dan
kewajiban sebagai anggota koperasi. Jika calon anggota sudah memahami semuanya dan
dapat menerima syarat-syarat yang berlaku, maka selanjutnya ia harus menyampaikan
permintaan untuk diterima sebagai anggota secara tertulis, setelah itu barulah pengurus
koperasi meneliti kelengkapan persyaratan para calon anggota, baik berdasarkan ketentuan
UU atau AD koperasi.
5. Bukti keanggotaan koperasi
Penerimaan seorang calon anggota koperasi harus dibuktikan oleh pengurus
dengan mencatatnya di buku daftar anggota koperasi. Buku daftar anggota koperasi telah
ditetapkan oleh undang-undang sebagai salah satu buku daftar yang harus ada pada setiap
koperasi.
6. Berhenti sebagai anggota koperasi
Keanggotaan seseorang akan berakhir jika yang bersangkutan:
1. Meninggal dunia
2. Minta berhenti atas kehendak sendiri
3. Diberhentikan karena tidak memenuhi syarat keanggotaan
4. Dipecat karena tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota

MANAJEMEN KOPERASI (ALAT KELENGKAPAN)

Pengertian Alat-Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi


Menurut UU No.25/1992 Alat kelengkapan organisasi koperasi terdiri dari tiga unsur
yaitu, Rapat Anggota Tahunan (RAT), Pengurus Koperasi, Pengawas Koperasi dan bila
memungkinkan dapat mengangkat Manajer Koperasi yang bertugas melaksanakan kegiatan
usaha koperasi. Pengurus dan pengawas koperasi adalah anggota yang dipilih melalui RAT,
sedangkan manajer adalah tenaga profesional non anggota.
Anggota koperasi dapat menjalankan kegiatannya dengan baik, maka koperasi harus
memiliki alat perengkapan organisasi. Alat perlengkapan koperasi sebagimana di ketahui
adalah pilar-pilar yang akan menentukan maju mundurnya koperasi.
Pengurus adalah pelaksanaan usaha koperasi yang bertanggungjawab kepada rapat
anggota. Pengawasan adalah orang yangmengadakan pengawasan terhadap kebijakan
pengurus dan dapat di beri saran demi kemajuan ekonomi. Manajer adalah orang yang di beri
wewenang dan kuasa untuk mengelola dan bertanggungjawab kepada pengurus koperasi.

2.2 Rapat Anggota


Secara hukum anggota koperasi adalah pemilik dari koperasi dan usahanya,karena
anggotalah yang mempunyai wewenang mengendalikan koperasi bukan pengurus dan bukan
pula manager. Oleh karena itu, tidak salah kalau dikatakan bahwa kunci keberhasilan
koperasi terletak pada anggota. Salah satu pilar organisasi dalam kegiatan usaha koperasi
adalah rapat anggota. Mempunyai kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi.
Sebagaiman telah ditegaskan dalam pasal 33 UU No.25/1992. Rapat anggota koperasi
mempunyai kekuasaan antara lain:

a. Menetapkan anggaran dasar koperasi.


Pada umumnya anggaran dasar koperasi akan mengatur beranggota hubungan para
anggota dengan usaha koperasi, dan segala hak dan kewajiban anggota koperasi.
b. Menetaapkan kebijakan umum di bidang organisasi, managemen dan usaha koperasi.
c. enetapakan pemulihan, pengangkatan,dan pemberhentian pengurus dan pengawas.
d. Menetapakan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
e. Menetapakan pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
f. Menetapkan pembagian SHU
g. Menetapkan penggabunagan,peleburan,pembagian dan pembubaran koperasi.
Rapat anggota koperasi di selenggarakan sedikitnya setahun sekali guna meminta
keterangan dan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas dalam melaksanakan tugasnya.
Selain itu, rapat anggota juga akan membicarakan kebijakan pengurus dan rencana kerja
koperasi untuk tahun buku yang akan datang. Sesuai dengan ketentuan organisasi koperasi
yang berhak hadir pada rapat anggota ialah:
a. Para anggota yang namanya trdaftar dalam buku daftar anggota
b. Mengurus koperasi pengawas koperasi dan penasehat
c. Pejabat koperasi/pemerintah yang berdasarkan UU koperasi berhak hadir pada rapat anggota
untuk memberikan bimbingan dalam upaya mengembangkan koperasi.
d. Peninjau yang juga brkepentingan terhadap jalannya koperasi.
Dalam pengambilan keputusan pada saat rapat anggota hanya para anggota yang berhak
memberikan suara. Dalam pengertiannya anggota ialah anggota-anggota yang duduk dalam
kepengurusan koperasi dan pengawas,mereka berhak menyampaikan pendapat berbentuk
saran dan usulan di dalam proses pengambilan pengambilan keputusan dalam
kedudukannyasebagai anggota. Pengurus tidak berasal dari anggota koperasi tidak berhak
memberikan suara didalam pengambilan keputusan.
Sesuai dengan ketentuan dalam pasal 24 ayat I UU No. 25/1992, bahwa keputusan rapat
anggota koperasi akan diambil berdasarkan musyawarah di antara para anggota dalam upaya
mencapai mufakat.
Dalam hal musyawarah mencapai mufakat dan tidak mungkin dapat dicapai, maka
sesuai dengan bunyi ayat 2 UU No.25/1992, “pengambilan keputusan rapat anggota
dilakukan berdasarkan suara terbanyak (voting)”. Dalam mengambil keputusan dilakukan
melalui pemungutan suara, maka setiap anggota koperasi hanya mempunyai hak atas satu
suara (one man one vote).
2.3 Pengurus Koperasi
Pengurus adalah anggota koperasi yang memperoleh kepercayaan dan raspat anggota
untuk memimpin jalannya organisasi dan usaha koperasi. Pengurus menentukan apakah
program-program kerja yang telah disepakati dalam rapat anggota benar-benar dapat
dijalankan.
Pengurus koperasi mempunyai fungsi idiil (ideali function ) dan karenanya pengurus
koperasi mempunyai berfungsi yang luas:
1. Sebagai pusat pengambil keputusan tertinggi (Supreme decision center funcion).
2. Sebagai alat penasehat (advisory function).
3. Sebagai pengawas atau sebagai orang yang dapat di percaya (trustee funcion).
4. Sebagai penjaga keseimbangan organisasi (perpetuating function).
5. Sebagai simbol (symbolic function).
Persyaratan untuk biasa dipilih dan diangkat menjadi pengurus diatur dalam anggaran
dasar koperasi. Dalam UU No.12/19667, dimana telah disebutkan bahwa syarat-syarat untuk
menjadi pengurus koperasi adalah:
a. Mempunyai sifat kejujuran dan keterampilan kerja,
b. Syarat-syarat lain yang ditentukan dalam AD koperasi.
Pengurus koperasi biasanya bertugas selama 3 tahun. Adapun tugas-tugasnya adalah:
a. Mengelola koperasi dan usahanya.
b. Mengajukan rancangan rencana kerja anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
c. Menyelanggarakan rapar anggota.
d. Mengajukan laporan keuangan dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
e. Memelihara buku daftar anggota dan pengurus
Pengurus koperasi diberikan wewenang yang mendukung tugas dan tanggung jawabnya
sebagai administrator pelaksanaan kegiatan. Adapun wewenang tersebut adalah mewakili
koperasi jika ada masalah yang melibatkan dalam urusan hukum di pengadilan.
Pengurus akan bertindak atas nama koperasi di dalam dan di luar hukum yaitu:
1) Pengurus mewakili perkumpulan koperasi, jika kepentingan koperasi perlu diperhatikan di
muka pengadilan.
2) Di luar pengadilan, umpamanya koperasi diundang atau dipanggil oleh pejabat pemerintah,
maka yang akan memenuhi panggilan adalah pengurus.
3) Memutuskan kelayakan penerimaan atau penolakan seorang calon anggota berdasarkan
anggaran dasar koperasi.
4) Melakukan tindakan-tindakan untuk kepentingan kemanfaatan koperasi sesuai
tanggungjawabnya sebagai pengurus.
Pengurus koperasi secara teratur mengadakan rapat-rapat untuk membicarakan hal-hal
yang penting, misalnya:
a. Membicarakan kebijakan pelaksanaan keputusan rapat kerja,
b. Membicarakan pembagian tugas antara sesama anggota pengurus, sehingga jelas diketahui
oleh masing-masing anggota pengurus batas-batas tugas kewajibannya, guna tercapai suatu
tata kerja pengurus yang serasi dan baik,
c. Menetapkan tugas-tugas pekerjaan yang di laksanakan oleh pegawai dan karyawan lainnya,
d. Menerima petunjuk-petunjuk atau bimbingan-bimbingan dari pejabat pemerintah.
Tata tertib rapat pengurus antara lain:
a. Maksud dan tujuan rapat,
b. Peserta rapat,
c. Hak-hak anggota pengurus,
d. Dasar-dasar untuk mengambil keputusan,
e. Pimpinan rapat dan kewajiban pimpinan rapat,
f. Daftar hadir,
g. Kuorum rapat,
h. Berita acara,
i. Usul-usul yang di bicarakan dalam rapat dan lain-lain.
Semua rapat pengurus yang telah diselenggarakan harus di catat atau diagendakan
dalam notulen. Dengan demikian setiap keputusan yang telah diambil oleh rapat anggota
pengurus, baik masih menduduki jabatannya maupun oleh mereka yang menggantikannya di
kemudian hari.

2.4 Pengawas Koperasi


Salah satu perangkat organisasi koperasi di Indonesia adalah pengawas. Tugas
pengawas koperasi adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi,
termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat
laporan tertulis tentang pemeriksaan.
Wewenang pengawas koperasi pada dasarnya adalah melakukan penelitian terhadap
catatan-catatan yang ada didalam koperasi, termasuk akuntansi koperasi. Pengawas
mempunyai wewenang untuk meminta keterangan yang diperlukan dari pengurus koperasi
dan pihak-pihak yang dianggap perlu.
Sebagaimana halnya dengan persyaratan umum yang berlaku untuk para pengurus
koperasi, anggota pengawas harus memiliki sifat kejujuran dan keterampilan kerja.
Mengingat fungsi dan kedudukannya dalam pengelolaan koperasi, maka untuk anggota
pengawas dapat juga diberlakukan syarat-syarat khusus seperti:
1. Mempunyai kemampuan berusaha
2. Mempunyai sifat sebagai pemimpin, yang disegani anggota koperasi dan masyarakat
sekelilingnya.
3. Seorang anggota pengawas harus berani mengemukakan pendapatnya.
4. Rajin bekerja, semangat dan lincah.
5. Pengurus mempunyai tugas penting yaitu memimpin organisasi sebagai keseluruhan.
6. Tugas manajer tidak dapat dilaksanakan sebagai tugas sambilan tapi harus dilaksanakan
dengan penuh ketekunan.
Masa jabatan pengawas diatur dalam anggaran dasar koperasi. Masa jabatan pengurus
koperasi, yaitu tidak boleh lebih dari 5 tahun. Pemeriksaan yang dilakukan atas pengelolaan
usaha koperasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:
1. Pemeriksaan intern yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawas koperasi yang
bertujuan untuk menilai efisiensi dan efektifitas pengelolaan usaha koperasi oleh pengurus.
2. Pemeriksaan ekstern yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak-pihak diluar kewenangan
koperasi yang bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah yang sebenarnya terjadi dalam
pengelolaan usaha koperasi.
Sasaran pemeriksaan yang dilakukan terhadap jalannya usaha koperasi pada garis
besarnya dapat dibedakan atas pemeriksaan bidang organisasi dan manajemen, serta atas
bidang usaha, permodalan dan keuangan.

a. Bidang Organisasi dan Menejement


Pemeriksaan dilakukan dengan meneliti catatan yang ada pada buku-buku yang
diselenggarakan oleh koperasi. Buku ini terdiri dari:
1) Buku Daftar Anggota
2) Buku Daftar Pengurus
3) Buku Daftar Anggota Pengawas;
4) Buku-buku catatan lainnya yang dapat memberikan informasi secara umum mengenai
organisasi dan manajemen koperasi.
b. Bidang Usaha, Permodalan dan Keuangan
Pemeriksaan dibidang ini bertujuan untuk mengetahui bidang usaha yang dilakukan
oleh koperasi didalam menjalankan fungsinya. Dan juga bertujuan untuk mengetahui jumlah
modal koperasi serta dari mana modal itu diperoleh. Hal ini penting untuk menilai keluwesan
(fleksibilitas) usaha koperasi dalam perkembangan keadaan ekonomi yang dapat berubah
serta penting dalam melakukan analisis kekuatan dan kelemahan koperasi.

2.5 Manajer Koperasi


Koperasi yang sudah maju pada dasarnya memerlukan tenaga manajer yang
profesionaluntuk menjalankan kegiatan usahanya. Peran manajer dikaitkan dengan volume
usaha, modal kerja dan fasilitas yang diatur oleh pengurus.
Pengurus bertanggung jawab penuh dan harus memahami keinginan para anggota dan
merumuskannya dalam suatu kebijakan. Pengurus boleh memberikan arahan-arahan kegiatan,
sedangkan pelaksanaan detilnya harus diserahkan kepada manajer. Manajer professional dan
mampu menggunakan dan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia yang berada dalam
kewenangannya.
Tugas dan kewajiban manajer dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Memimpin kegiatan usaha yang telah di gariskan oleh pengurus.
b. Mengangkat atau memberhentikan karyawan koperasi atas persetujuan pengurus.
c. Membantu pengurus dalam menyusun amggaram nelanja dan pendapatan koperasi.

BADAN USAHA BERBENTUK KOPERASI

Badan usaha berbentuk Koperasi, tujuan dan nilai perusahaan

OPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

A. PENGERTIAN BADAN USAHA KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

Badan usaha merupakan kesatuan yuridis dan ekonomis atau kesatuan organisasi yang
terdiri faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari keuntungan.

Badan usaha adalah rumah tangga ekonomi yang bertujuan mencari laba dengan faktor-faktor
produksi. Badan usaha atau perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan
mengorganisasikan sumber-sumber daya dengan tujuan memproduksi atau menghasilkan
barang-barang dan jasa untuk dijual.

Koperasi adalah badan usaha ( UU No.25 tahun 1992 ). Sebagai badan usaha, koperasi tetap
tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahaan untuk dan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku.

Dengan mengacu kepada konsepsi sistem yang berkerja pada suatu badan usaha, maka
koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari manusia, aset-aset, fisik
dan non-fisik , informasi dan teknologi.

Koperasi sebagai badan usaha maka :

a. Tunduk pada kaidah & prinsip ekonomi yang berlaku

b. Mampu menghasilkan keuntungan & mengembangkan organisasi & usahanya

c. Anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa

d. Memerlukan sistem manajemen usaha (keuangan, teknik, organisasi, teknologi &


informasi)
B. TUJUAN DAN NILAI KOPERASI

Tujuan utama koperasi indonesia adalah meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hal


ini diperoleh dengan adanya pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada para anggotanya.
Tujuan koperasi ini membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya yang secara umum
bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar- besarnya. Tujuan koperasi tersebut yaitu:

1. Memaksimalkan keuntungan, segala sesuatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai


pemaksimuman keuntungan.

2. Memaksimalkan nilai perusahaan, maksudnya yaitu membuat kualitas perusahaan


bernilai tinggi dan mencapai tingkat maksimal, yaitu dari nilai perusahaan itu sendiri, dan

3. Meminimumkan biaya, segala sesuatu yang dilakukan agar hasil maksimal dan
keuntungan besar kita harus meminimalkan segala biaya agar mendapatkan sesuatu yang
terbaik.

Nilai-nilai Koperasi adalah nilai egaliterian, kesamaan, kekeluargaan, self help, peduli
terhadap sesama dan kemandirian salah satunya. Koperasi indonesia berangkat dari nilai
koletivisme yang tercermin dengan budaya gotong royong. Menurut UU No. 25 Tahun 1992
pasal 3, tujuan koperasi Indonesia adalah : Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan
perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.”

C. TUJUAN KOPERASI

Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-mata hanya pada
orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat ( benefit oriented ).
karena itu, dalam banyak kasus koperasi, manajemen koperasi tidak mengejar keuntungan
sebagai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at cost).
Untuk koperasi di Indonesia, tujuan badan usaha koperasi adalah memajukan kesejahteraan
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya ( UU No. 25/1992 pasal 3 ). Tujuan
ini dijabarkan dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat
anggota tahunan.

D. KETERBATASAN TEORI PERUSAHAAN


Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan ternyata mendapat
kritik karena dinilai terlalu sempit dan tidak realistis. Beberapa Kritik dari teori tersebut
adalah segai berikut.

Tujuan Perusahaan adalah memaksimumkan penjualan (maximization of sales). Model ini


diperkenalkan oleh William banmolb yang mengatakan bahwa manajer perusahaan modern
akan memaksimumkan penjualan setelah keuntungan yang diperoleh telah memadai untuk
memuaskan para pemegang saham (stock holders).

Tujuan Perusahaan adalah untuk memaksimumkan pengguanaan manajemen (maximization


of managemen utility). Dalil ini diperkenalkan oleh oliver Williamson yang mengatakan
bahwa sebagai akibat dari pemisahaan manajemen dengan pemilik (separation of
management from ownership), para manajer lebih tertarik untuk memaksimumkan
penggunaan manajemen yang diukur dengan kompensasi seperti gaji, tunjangan tambahan
(fringe benefit), pemberian saham (stock option), dan sebagainya, daripada memaksimumkan
keuntungan perusahaan.

Tujuan perusahaan adalah untuk memuaskan sesuatu dengan berusaha keras (satisfying
behavior). Postulat ini dikembangkan oleh Herbet Simon. Didalam perusahaan modern yang
sangat dan kompleks, dimana tugas manajemen menjadi sangat rumit dan penuh
ketidakpastian kerana kekurangan data, maka manajer tidak mampu memaksimumkan
keuntungan tapi hanya dapat berjuang untuk memuaskan beberapa tujuan yang berkaitan
dengan penjualan (sales), pertumbuhan (growth), pangsa pasar(market share),dll

E. TEORI LABA

Dalam perusahaan koperasi laba disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut teori laba,
tingkat keuntungan pada setiap perusahaan biasanya berbeda pada setiap jenis industry.
Terdapat beberapa teori yang menerangkan perbedaan ini sebagai berikut.

Teori Laba Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit). Menurut Teori ini,
keuntungan ekonomi diatas normal akan doperoleh perusahaan dengan resiko diatas rata-rata.

Teori Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan
menigkat sebagai suatu hasil ari friksi keseimbangan jagka panjang (long run equilibrium).

Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini mengatakan bahwa beberapa
perusahaan dengan kekuatan monopoli dap[at membatasi output dan menekankan harga yang
lebih tinggi daripada bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna.
Kekuatan monopoli ini dapat diperoleh melalui :

Penguasaan penuh atas supply bahan baku tertentu

Skala ekonomi

Kepemilikan hak paten


Pembatasan dari pemerintah

F. FUNGS LABA

Laba yang tinggi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan output yang lebih dari
industry/perusahaan. Sebaiknya, laba yang rendah atau rugi adalah pertanda bahwa konsumen
menginginkan kurang dari produk/ komoditi yang ditangani dan metode produksinya tidak
efisien.

Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya
partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota,
maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.

G. KEGIATAN USAHA KOPERASI

Dalam fungsinya sebagai badan usaha, maka koperasi tetap tunduk pada prinsip-prinsip
ekonomi perusahaan dan prinsip-prinsip dasar koperasi. Khusus yang menyangkut aspek
pengkoperasian, ada 4 aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan
koperasi sebagai badan usaha, yaitu:

a. Status dan Motif Anggota Koperasi

Status anggota koperasi sebagai badan usaha adalah sebagai pemilik (owner) dan sebagai
pemakai (users). Sebagai pemilik, kewajiban anggota adalah melakukan investasi atau
menanam modal dikoperasinya. Sedangkan sebagai pemakai, anggota harus menggunakan
secara maksimum pelayanan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.

Calon anggota paling tidak harus memenuhi 2 kriteria, yaitu :

1. Calon anggota tersebut tidak lagi berada pada tingkat kehidupan di bawah garis
kemiskinan, atau orang tersebut paling tidak mempunyai potensi ekonomi ataupun
kepentingan ekonomi yang sama.

2. Calon anggota koperasi harus memiliki pendapatan ( income) yang pasti, sehingga
dengan dmikian mereka dapat dengan mudah melakukan investasi pada usaha koperasi yang
mempunyai prospek.

b. Kegiatan Usaha

Untuk koperasi di Indonesia, lapangan usaha koperasi telah ditetapkan pada UU No.
25/1992, pasal 43, yaitu :

1. Usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota
untuk meningkatkan bisnis dan kesejahteraannya.

2. Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat digunakan untuk memenuhi


kebutuhan masyarakatyang bukan anggota koperasi.Perlu digarisbawahi bahwa, yang
dimaksud dengan kelebihan kemampuan disini adalah kelebihan kapasitas dana dan daya
yang dimiliki oleh koperasi untuk melayani anggotanya.

3. Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama disegala bidang kehidupan
ekonomi rakyat.

c. Permodalan Koperasi

Modal usaha terdiri dari modal investasi dan modal kerja. Adapun pengertian kedua istilah
ini adalah sebagai berikut :

1. Modal investasi adalah sejumlah uang yang ditanam atau dipergunakan untuk
pengadaan saranaoperasional suatu perusahaan, yang bersifat tidak mudah diuangkan
(unliquid) seperti tanah, mesin, bangunan, peralatan kantor, dan lain-lain.

2. Modal kerja adalah sejumlah uang yang ditanam dalam aktiva lancar perusahaan atau
yang dipergunakan untuk membiayai operasional jangka pendek perusahaan, seperti
pengadaan bahan baku, tenaga kerja, pajak, biaya listrik, dan lain-lain.

PERBEDAAN KOPERASI DENGAN BENTUK BADAN USAHA LAIN

7 perbedaan koperasi dengan badan usaha lain. Selain koperasi, ada beberapa
badan usaha lain yang bergerak dalam bidang ekonomi, antara lain toko, firma,
persekutuan komanditer (CV), dan perseroan Terbatas (PT). Usaha yang
dilakukan koperasi berbeda dengan yang dilakukan badan usaha lain tersebut.

Perbedaan koperasi dengan badan usaha lain ada tujuh, yang tentu saja jika
dibandingkan lebih menguntungkan koperasi, perbedaan yaitu sebagai berikut :

No Koperasi Badan Usaha Lain

1 Mengutamakan kesejahteraan anggota Mengutamakan kepentingan perusahaan

2 Keanggotaan bersifat sukarela Keanggotaan terbatas

3 Modal dari simpanan anggota Modal dari penjualan saham, perorangan, atau kelom

4 Berbadan hukum Ada yang tidak berbadan hokum

5 Pengurus dipilih anggota Pengurus ditentukan oleh pemegang saham

6 Terdapat pembagian SHU menurut jasa anggota Tidak ada pembagian SHU
7 Keuangan bersifat terbuka Keuangan bersifat tertutup

Dari, ketujuh perbedaan tersebut, mungkin anda terdorong untuk mendirikan


usaha koperasi? Jika iya, ada baiknya anda pahami terlebih dahulu tentang
perkoperasian pada tautan di bawah ini :

 Jenis koperasi berdasarkan tingkatan, jenis usaha, dan keanggotaan


 Landasan, Asas, dan Tujuan Koperasi
 3 perangkat organisasi koperasi
 Modal usaha koperasi