Anda di halaman 1dari 70

Perangkat 1

1
PERANGKAT
AKSI

Penilaian Dehidrasi

GAMBARAN SINGKAT
Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan banyak cairan. Dapat diakibatkan
karena diare, demam, dsb.
Dehidrasi yang semakin parah dapat menyebabkan kematian.

Cara menilai apakah seseorang menderita dehidrasi dan


bagaimana tingkat keparahannya

Tidak dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi berat


1. Lihat
Gelisah, mudah Lemas, terkulai,
Kondisi Baik, awas
marah sampai tidak sadar
Sangat cekung dan
Mata Normal Cekung
kering
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mulut dan lidah Lembab Kering Sangat kering
Minum dengan Haus, minum Kurang minum atau
Kehausan
normal, tidak haus dengan semangat tidak dapat minum
2. Rasa
Kembali dengan Kembali dengan Kembali dengan
Cubit kulit
cepat lambat sangat lambat
Observasi dan
Rujuk segera ke
3. Aksi yang harus berikan solusi
Berikan oralit fasilitas kesehatan
dilakukan rehidrasi oral
atau rumah sakit.
(Oralit)

Perangkat Pesan Masyarakat: 1

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 1

1
PERANGKAT
AKSI

Penilaian Dehidrasi

Sesudah penilaian dan disesuaikan dengan tingkat keparahan


dehidrasi, aksi berikut ini yang perlu dilakukan:

 
Penderita diare

Tidak dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi berat

Observasi dan berikan Berikan Perangkat Rujuk segera ke


Perangkat Aksi Aksi Oralit 2 dan 3 fasilitas kesehatan
Oralit 2 dan 3 atau rumah sakit

Anak yang menderita dehidrasi Periksa keparahan dengan


mencubit kulit

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 2

2
PERANGKAT
AKSI

Menyiapkan Oralit

GAMBARAN SINGKAT
Pemberian Oralit adalah pertolongan pertama bagi penderita diare dan dehidrasi.
Selain oralit, dapat juga diberikan ASI (air susu ibu) kepada bayi, makanan yang
berkuah (sup), air tajin atau larutan gula dan garam.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Oralit dikemas dalam bungkusan paket kecil dalam bentuk bubuk yang perlu
dicairkan sebelum digunakan.
• Paket Oralit dapat diperoleh, di fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan (bidan desa,
kader kesehatan)
• Ikuti petunjuk pada pada bungkus oralit.
• Selalu gunakan air bersih dan aman dikonsumsi untuk mencairkan Oralit (lihat
Perangkat Aksi 8).
• Apabila Oralit tidak habis dalam satu hari, buanglah dan siapkan yang baru di pagi
hari. Jangan menyimpannya lebih dari 24 jam.

Menyiapkan dan memberikan Oralit

1. Cucilah tangan dengan sabun dan air bersih.


2. Tuang semua bubuk bungkusan 200 cc kedalam wadah/gelas sesuai petunjuk
dan diaduk rata.
3. Berikan dengan sendok sampai penderita tidak haus lagi.
4. Apabila penderita muntah, tunggu 10 menit sebelum memberikan lebih banyak.

Perangkat Pesan Masyarakat: 1

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 2

2
PERANGKAT
AKSI

Menyiapkan Oralit

Oralit di rumah

• Oralit efektif dan cocok untuk mencegah agar seorang anak tidak terlalu banyak
kehilangan cairan.

• Apabila tidak tersedia Oralit, dapat menggunakan: air susu ibu, bubur cair,
makanan yang berkuah, air tajin dan larutan gula garam

Menyiapkan larutan oralit

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 3

3
PERANGKAT
AKSI

Memberikan Oralit

GAMBARAN SINGKAT
Pemberian oralit yang tepat dapat membantu memulihkan penderita diare dan
dehidrasi.
Apabila seorang penderita diare tidak ada tanda-tanda dehidrasi (lihat Perangkat Aksi
1), ia dapat dirawat di rumah.

Apabila TIDAK ada tanda dehidrasi

• Bayi yang diare harus tetap diberikan ASI dan boleh ditambahkan oralit atau air
putih.
• Peragakan bagaimana menyiapkan dan memberikan Oralit.
• Pemberian jumlah Oralit seperti diindikasikan dalam tabel berikut.

Jumlah Oralit setiap sesudah buang air besar


Umur
yang cair (mencret)
Kurang dari 24 bulan
50–100 ml (1/4–1/2 gelas)

2–9 tahun
100–200 ml (1/2 – 1 gelas)

10 tahun atau lebih


Sebanyak yang diinginkan

Untuk tanda dehidrasi SEDANG

• Berikan jumlah Oralit yang direkomendasikan


• Apabila penderita buang air besar yang cair atau menginginkan lebih banyak Oralit
daripada tabel di atas, berikan lebih.
• Apabila penderita tidak membaik atau beberapa tanda dehidrasi parah timbul, rujuk
penderita ke fasilitas kesehatan (lihat Perangkat Aksi 33).

Perangkat Pesan Masyarakat: 1

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 3

3
PERANGKAT
AKSI

Memberikan Oralit

Cara memberikan Oralit

Penting untuk mengajarkan kepada ibu/ orang yang merawat tentang metode yang
tepat untuk memberikan Oralit kepada anak-anak sehingga mereka dapat membantu
anak itu pulih dan mencegah penyebaran KLB. Perintahkan mereka untuk melakukan
hal berikut :

1. Berikan satu sendok teh penuh setiap 1-2 menit untuk anak di bawah 2 tahun
2. Apabila anak muntah, tunggu 10 menit kemudian berikan cairan dengan perlahan.
3. Apabila diare berlanjut sesudah Oralit habis, berikan pengganti cairan lainnya
sampai Anda memperoleh Oralit.

Memberikan Oralit kepada anak-anak Memberikan Oralit kepada orang dewasa

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 4

4
PERANGKAT
AKSI

Penanganan 'emam

GAMBARAN SINGKAT
Seseorang dikatakan demam apabila badannya terasa panas. Demam adalah reaksi
tubuh terhadap infeksi.
Demam pada anak kecil dan bayi dapat menjadi tanda & gejala penyakit yang serius.

Apabila TIDAK ada tanda dehidrasi

• Demam disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap infeksi. Ini merupakan sebuah
pertanda bagi kita bahwa ada infeksi.
• Demam adalah suhu tubuh yang meningkat. Hal ini menyebabkan penderitanya
merasa panas, dapat menyebabkan panas dingin (menggigil) dan sangat tidak
nyaman.
• Demam dapat bersifat serius. Apabila suhunya tinggi, dapat menyebabkan kejang
pada anak-anak.
• Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan dehidrasi.

Perangkat Pesan Masyarakat: 2

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 4

4
PERANGKAT
AKSI

Penanganan 'emam

Apa yang dapat anda lakukan:

1. Periksa kondisi penderita.


2. Tanyakan tentang gejala lain, misalnya ruam, pusing, muntah, batuk atau sakit.
3. Apabila demam tinggi atau penderita mengalami kejang, rujuk ke fasilitas
kesehatan SEGERA.
4. Apabila penderita dapat minum, makan dan bergerak:
• Berikan cairan untuk diminum lebih dari biasanya.
• Usahakan bayi untuk menyusu sesering mungkin.
• Anjurkan istirahat.
• Berikan makanan bergizi.
5. Turunkan suhu tubuh dengan:
• Melepaskan pakaian yang berlebih.
• Menyeka tubuh dan dahi dengan handuk atau kain yang direndam air hangat.
• Mandikan bayi dengan air hangat, sambil mewaspadai kejang-kejang.

Apabila demam tidak hilang atau semakin parah, carilah bantuan tenaga petugas
kesehatan terdekat. Demam bisa jadi pertanda bahwa penderita terkena suatu
penyakit , sebagai contoh terkena meningitis, malaria atau demam berdarah, segeralah
laporkan kasus ini sebagai bagian kegiatan surveilans dan ikuti aksi yang disarankan
untuk pencegahan dan pengobatan.

Memeriksa demam

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 5

5
PERANGKAT
AKSI

Mempersiapkan 'isinfektan

GAMBARAN SINGKAT
Disinfektan adalah cairan yang dapat digunakan untuk membunuh kuman.
Disinfektan berguna terutama di masa KLB untuk membunuh kuman yang
menyebabkan KLB. Disinfektan tersedia sebagai bagian dari paket kolera (lihat
Perangkat Aksi 6).

Yang perlu Anda KETAHUI

• Ada banyak macam bahan yang dapat ditambahkan pada air untuk membuat
disinfektan.
• Membuat disinfektan dapat berbahaya karena melibatkan pencampuran beberapa
bahan kimia dengan air. Ikuti selalu instruksi dan gunakan bantuan orang-orang
terlatih untuk membuat disinfektan.
• Perhatikan paket kolera (lihat Perangkat Aksi 6) untuk informasi lebih lanjut tentang
penyiapan dan penggunaan disinfektan.

Yang perlu Anda KETAHUI

Disinfektan berguna terutama dalam kasus sebagai berikut:

• Di masa KLB kolera dan diare berair, disinfektan dapat digunakan untuk membasmi
kuman pada lingkungan di wilayah KLB. Ini dapat mengurangi penyebaran
penyakit.
• Disinfektan sangat berguna untuk menjaga kebersihan fasilitas kesehatan seperti
klinik dan rumah sakit dan mengurangi penyebaran penyakit antar penderita.
• Klorin juga dapat digunakan untuk mengolah air untuk keperluan minum dan
lainnya. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh relawan apabila mereka terlatih dan di
bawah supervisi petugas sanitasi.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 5

5
PERANGKAT
AKSI

Mempersiapkan 'isinfektan

Yang perlu diperhatikan ketika mempersiapkan dan menggunakan disinfektan


• Selalu berhati-hati ketika menggunakan disinfektan. DIsinfektan dapat berbahaya.
• Ketika ada petugas sanitasi, ikuti nasihat mereka tentang penyiapan, penanganan,
dan penggunaan disinfektan.
• Jangan menyentuh disinfektan secara langsung dengan tangan Anda atau
membiarkannya menyentuh kulit Anda. SELALU GUNAKAN SARUNG TANGAN
TEBAL UNTUK PERLINDUNGAN.

Petunjuk penggunaan desinfektan

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 6

6
PERANGKAT
AKSI

Paket .olera

TINJAUAN UMUM

Ketika terjadi KLB kolera, PMI dapat meminta paket kolera untuk membantu
merawat pasien dan mencegah penyebaran penyakit.

Apakah paket kolera?

Paket kolera terdiri dari dua modul:

• Modul 1 adalah untuk relawan) dan akan mengajarkan relawan tentang cara
membantu dalam KLB kolera. Modul ini juga akan mengajarkan Anda cara
menyediakan air bersih dan disinfektan dan cara memberikan solusi rehidrasi oral
(Oralit) kepada anak-anak yang terdampak.
• Modul 2 adalah untuk mengobati kolera (digunakan oleh dinas kesehatan).

Cara menggunakan Modul 1 (bagi relawan)


• Campurkan 10 paket Oralit dalam ember air 10 liter. Rasio campuran adalah 1 paket Oralit
per 1 liter air yang dididihkan atau dimurnikan.
• Gunakan air yang telah dididihkan atau dimurnikan saja. Apabila air tidak aman, mulailah
dengan mengolahnya dengan tablet pemurnian air (1 tablet untuk setiap 10 liter air).
• Jangan menggunakan lebih banyak Oralit dalam air yang dididihkan maupun dimurnikan
dari takaran yang direkomendasikan.
• Tutuplah wadah air untuk melindungi campuran itu dari kontaminasi oleh lalat, dst.
• Apabila Anda masih memiliki sisa campuran Oralit pada pergantian hari, BUANGLAH!
• Bagikan Orailt pada penderita namun atur juga kunjungan ke penderita oleh ahli kesehatan.
• Hal ini harus dilakukan dengan segera apabila penderita menunjukkan gejala dehidrasi.
• Gunakan sarung tangan lateks yang disediakan apabila Anda berurusan dengan penderita,
kotoran atau muntahan mereka.
• Gunakan sarung tangan rumah tangga apabila Anda berurusan dengan fenol atau kresol,
yaitu ketika menggunakan konsentrat disinfektan.
• Konsentrat disinfektan HANYA digunakan sebagai disinfektan, dalam bentuk yang
dilarutkan, untuk membasmi kuman di lantai, ember, peralatan bedah, linen, dst. Ia TIDAK
boleh digunakan untuk mensterilkan air.

Ingatlah
• Cuci tangan Anda secara teratur (Perangkat Aksi 13).
• Pertolongan pertama dengan segera dapat mencegah kematian akibat kolera dalam
sebagian besar kasus.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 6

6
PERANGKAT
AKSI

Paket .olera

Hati-hati ketika mempersiapkan dan menggunakan disinfektan

Oralit 3,000 paket


Wadah air dengan tutup, mulut, pegangan dan tanda ukuran, 20 buah
1 liter
Gelas, plastik 250ml 200 buah
Sabun, 100g tidak berbau, terbungkus 300 potong
Kotak plastik untuk sabun 20 buah
Ember, plastik, 10 liter dengan tutup dan pegangan 20 buah
Cedok 250ml, baja anti karat 20 buah
Wadah, 10 liter dapat dilipat dengan keran 20 buah
Sarung tangan, pemeriksaan non-steril (medium) 500 buah
Sarung tangan, pemeriksaan non-seril (besar) 100 buah
Sarung tangan rumah tangga, ukuran 7 dapat dipakai lagi 15 pasang
Kohrsolin (disinfektan konsentrat), 5 liter 4 botol
Tablet pemurni air untuk 10 liter air 1,200 tablet
Sachet PUR untuk air keruh 1,200 paket
Alat tes kolam + aksesoris 1
Tablet DPD1 untuk mengukur klorin bebas 100 tablet
Tablet DPD3 untuk mengukur total klorin 100 tablet
Tablet Fenol Merah untuk total PH 100 tablet

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 7

7
PERANGKAT
AKSI

Menyusui

GAMBARAN UMUM
Pemberian ASI merupakan salah satu pertolongan utama pada bayi yang terkena
diare. Selama KLB, sangatlah berguna apabila para ibu terus menyusui bayinya
karena air susu ibu merupakan sumber makanan yang bersih, bergizi dan murah bagi
bayi.

Mengapa menyusui?

• Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi dalam 6 bulan pertama
hidup mereka.
• Kolostrum melindungi bayi dari infeksi dan tidak boleh dibuang.
• Dalam KLB diare, menyusui bayi yang berusia kurang dari 6 bulan secara eksklusif
dapat melindungi mereka dari diare dan kolera yang berbahaya.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Ketahui kader dan bidan yang melaksanakan promosi kesehatan tentang menyusui
dan bekerja samalah dengan mereka.
• Ketahui mitos di wilayah setempat yang menjadi penghambat dalam pemberian
ASI eksklusif.
• Ketahui semua keluarga di daerah Anda yang mempunyai seorang bayi dengan
usia kurang dari 6 bulan.
• Menyusui dengan botol dapat berbahaya apabila botol dan air yang dipergunakan
untuk mempersiapkan susu bubuk tidak bersih atau terkontaminasi kuman.
Selalulah nasihati ibu untuk menyusui.

Perangkat Pesan Masyarakat: 3

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 7

7
PERANGKAT
AKSI

Menyusui

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Selama promosi kesehatan dan kunjungan rumah ke rumah, beritahu para ibu
bahwa menyusui secara eksklusif dapat melindungi bayi mereka dari penyakit diare
dan dengan demikian dapat mencegah kematian.
• Bicaralah dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta para bapak tentang
pentingnya menyusui. Mintalah dukungan mereka untuk mempromosikan kepada
para ibu.
• Distribusikan poster dan selebaran tentang menyusui (jika tersedia).
• Ulangi pesan yang sama: menyusui dapat menyelamatkan hidup bayi dalam KLB
diare. Perbanyak penyampaian pesan ini kepada masyarakat.
• Sesudah KLB selesai, terus lanjutkan promosi kesehatan untuk mendorong para
ibu menyusui.

Cara menyusui yang benar

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 8

8
PERANGKAT
AKSI

Air %ersih

GAMBARAN UMUM
Air bersih sangat penting untuk mencegah penyebaran berbagai KLB seperti diare
dan kolera.
Sebagai relawan, Anda dapat membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat,
terutama air yang aman untuk dikonsumsi (minum dan memasak) dan
membersihkan.
Cara menyediakan air bersih

• Cara terbaik menyediakan air yang aman dan bersih adalah memperolehnya dari sumber
air tanah, seperti sumur yang tertutup atau sumur bor.
• Apabila air tanah tidak tersedia, Anda dapat menyediakan air bersih dengan cara lain.
Termasuk di sini:
1. Memasak air sampai mendidih-didih selama setidaknya 3 menit akan membantu
membunuh kuman.
2. Klorin/ penjernih air dapat membunuh kuman dalam air dan membuatnya aman, namun
Anda HANYA dapat melakukan hal ini apabila ada pendampingan dari ahli air dan
sanitasi dan apabila anda terlatih dalam hal ini.
3. Tablet penjernih air adalah tablet kecil yang dapat Anda letakkan dalam air untuk
membunuh kuman. Setiap jenis tablet akan memiliki instruksi penggunaannya masing-
masing, jadi bacalah dengan teliti sebelum menggunakannya. Anda juga dapat
memberikan tablet ini kepada keluarga untuk membersihkan air mereka. Pastikan Anda
memberitahu mereka tentang pentingnya air bersih dan cara menggunakan tablet
penjernih air.

Penyimpanan dan pengelolaan air yang aman


Semua upaya untuk membuat air menjadi bersih tidaklah berguna apabila air tersebut disimpan
atau ditangani dengan tidak baik. Ikuti dan bagikan nasihat di bawah ini untuk memastikan
bahwa air tetap bersih dan aman dari kontaminasi. Air haruslah disimpan dalam wadah yang
bersih. Ada dua jenis wadah, masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya:

• Wadah berleher sempit: wadah ini mencegah kontaminasi namun sulit untuk dibersihkan.
Dorong masyarakat untuk membersihkannya secara teratur dengan cairan sabun,
disinfektan kimia (jika tersedia) atau kerikil.
• Wadah berleher besar: wadah ini mudah terkontaminasi namun mudah dibersihkan.
Dorong masyarakat untuk menutupnya dan rancang sebuah sistem untuk membuang air
yang tidak memerlukan kontak antara tangan dengan air.

Dorong masyarakat untuk membersihkan wadah penyimpanan air mereka secara teratur.
Anjurkan masyarakat untuk SELALU membasuh tangan mereka sebelum mengelola air minum
mereka sendiri.

Perangkat Pesan Masyarakat: 4, 5

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 8

8
PERANGKAT
AKSI

Air %ersih

Pastikan agar:

• Masyarakat memiliki/memperoleh cukup air untuk keperluan sehari-hari mereka.


• Keluarga memiliki wadah bersih untuk menyimpan air dan wadah tersebut dapat
ditutup untuk mencegah kontaminasi.
• Promosikan penggunaan air bersih dan perilaku kebersihan diri di masyarakat.

Ingatlah selalu untuk:

• Menggunakan wadah bersih untuk menyimpan air.


• Menutup wadah penyimpanan air
• Gunakan air dengan peralatan yang bersih.
• Apabila air tidak bersih, didihkan, endapkan, saring atau bersihkan dengan
klorin/ penjernih air.
• Jagalah sumber air Anda tetap bersih dan terlindungi dari binatang.

Gunakan sumber air yang aman Simpan air dengan aman

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 9

9
PERANGKAT
AKSI

Sanitasi (Kebersihan Lingkungan)

GAMBARAN UMUM
kebersihan lingkungan yang baik sangat penting untuk menghentikan penyebaran
berbagai KLB seperti diare dan kolera.
Sebagai relawan, Anda dapat mendorong masyarakat untuk memperbaiki kebersihan
lingkungan mereka dengan menggunakan jamban, membuang sampah dan menutup
genangan air.

Aspek paling penting dari pencegahan penyakit melalui fasilitas


sanitasi adalah:
1. Pembuangan dan konstruksi jamban yang aman
2. Tempat pembuangan limbah
3. Penguburan jenazah dan pembinasaan bangkai binatang
4. Pengendalian dan perlindungan dari vektor pembawa penyakit
5. Pembakaran limbah medis
6. Pembuangan air limbah/drainase
7. Pendidikan dan Promosi kebersihan diri dan lingkungan

Bicaralah dengan masyarakat tentang praktik sanitasi yang benar

Perangkat Pesan Masyarakat: 6, 7, 8

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 9

9
PERANGKAT
AKSI

Sanitasi (Kebersihan Lingkungan)

Cara mendukung sanitasi yang baik

1. Promosikan penggunaan jamban.


2. Anjurkan pada masyarakat untuk membakar atau mengubur sampah.
3. Mobilisasi masyarakat untuk menutup genangan air di mana nyamuk biasa
berkembang biak.

Bangun dan gunakan jamban Buang sampah Kampanye aksi kebersihan


dengan benar di masyarakat

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 10

10
PERANGKAT
AKSI

Membangun -amban

GAMBARAN SINGKAT
Banyak penyakit, disebarkan melalui lingkungan yang tidak bersih, seperti diare dan
kolera. Ketersediaan Jamban dapat menyelamatkan masyarakat selama KLB.

Mengapa membangun jamban?

• Apabila semua orang menggunakan jamban, lingkungan bersih dan bebas kuman.
• Jamban dapat membantu menjaga kebersihan sumber air.
• Penggunaan jamban dapat mencegah penyakit diare.
• Dalam KLB, membangun jamban dan mendorong masyarakat untuk
menggunakannya dapat mencegah penyebaran penyakit.

Jamban macam apa yang harus Anda bangun?


Ada banyak jenis jamban, seperti jamban lubang, yang dapat dengan mudah dibangun dengan
bahan lokal. Apabila tidak ada jamban dan mereka harus dibangun dengan cepat, jamban parit
merupakan opsi yang sangat baik.

Jamban parit dapat disiapkan dengan cepat untuk menyediakan solusi jangka pendek sampai
jangka sedang. Ada dua jenis mendasar: jamban parit dangkal dan dalam. Masa tahannya
akan tergantung pada jumlah pengguna dan ukuran jamban. Jamban parit dangkal dapat
bertahan 2-4 minggu, sedangkan jamban parit dalam dapat bertahan 1-2 bulan.

Mengapa membangun jamban?


• Sediakan jumlah jamban yang cukup untuk mengatasi tingkat penggunaan yang
tinggi di pagi dan malam hari. Rancanglah untuk sebanyak-banyaknya 50 orang
per meter panjang per parit per hari (lebih baik untuk 25).
• Jamban parit umum harus disupervisi dan dirawat apabila ingin menjaga kondisi
sanitasinya.
• Pengawas jamban harus dengan rutin membersihkan papan kaki dan lingkungan
sekitarnya, serta menutup isi parit secara teratur dengan 5-10 cm tanah.
• Sediakan bahan pembersih anus, tanah untuk menutupi tinja, dan air serta sabun
untuk mencuci tangan.

Perangkat Pesan Masyarakat: 6

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 10

10
PERANGKAT
AKSI

Membangun -amban

Yang Anda butuhkan untuk membangun jamban parit

• Sekop dan belencong • Tiang kayu • Patok untuk pagar


• Lembaran plastik, terpal • Kaleng kosong • Wadah air dengan
atau bahan lokal keran dan sabun

Cara membuat jamban parit


1. Pilihlah lokasi yang letaknya lebih dari 30 m dari sumber air.
2. Galilah parit dengan lebar sekitar 30 cm dan kedalaman 90-150 cm,
memungkinkan sekitar 3.5 m per 100 pengguna. Tempatkan tanah yang telah digali
dekat dengan setiap parit, agar pengguna dapat menutupi tinja mereka dengan
tanah setiap sesudah penggunaan.
3. Letakkan papan di kedua sisi untuk menyediakan tempat berpijak yang baik.
4. Pagari wilayah (misalnya dengan lembaran plastik) dan buatlah jalan masuk yang
berkelok untuk mengurangi risiko binatang tersasar dan menjaga privasi.
5. Letakkan sebuah wadah air dengan keran dan sabun di tempat yang mudah dilihat
untuk mendorong cuci tangan sesudah membuang air.
6. Anda dapat meletakkan poster tentang cuci tangan dekat wadah air.

1. Parit
2. Tanah untuk menutupi tinja
3. Jalan masuk
4. Wadah air/keran/sabun
5. Pagar (lembaran plastik)
6. Tiang penyangga pagar

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 11

11
PERANGKAT
AKSI

Promosi .ebersihan 'iri

TINJAUAN UMUM
Promosi kebersihan adalah mengkomunikasikan dengan masyarakat setempat
tentang kebersihan dan permasalahan kesehatan terkait serta mempromosikan
praktik kebersihan yang lebih baik.
Promosi kebersihan mencakup kebersihan pribadi, domestik, air dan makanan.

Promosi kebersihan melibatkan apa saja?

• Beritahu masyarakat tentang perilaku hidup bersih sehat.


• Diskusikan dengan kepala keluarga dan tokoh masyarakat
• Identifikasi anggota keluarga yang sakit, lihat apakah mereka melakukan perilaku
berisiko serta jelaskan cara perilaku hidup bersih sehat.
• Mencari tahu apakah sekolah setempat ingin agar Anda mengadakan kunjungan
untuk bicara tentang kebersihan diri.
• Distribusikan pesan informasi kesehatan di sekolah dan tempat-tempat lain.

Kebersihan diri Kebersihan lingkungan rumah

• Cucil tangan dengan sabun • Jagalah kebersihan rumah dari


sesudah BAB, sebelum tinja binatang.
mempersiapkan makanan • Buanglah tinja dengan aman
dan makan, serta sesudah dengan menggunakan jamban
mengurus tinja anak-anak. dan jaga jamban agar selalu
• Mandi setiap hari dengan air bersih.
dan sabun. • Kubur atau bakarlah sampah.
• Gosoklah gigi minimal 2 kali • Tutup genangan air (nyamuk
setiap hari. yang menyebarkan penyakit
• Jagalah kebersihan pakaian berkembang biak di air yang
Anda. menggenang).

Perangkat Pesan Masyarakat: 11, 23

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 11

11
PERANGKAT
AKSI

Promosi .ebersihan 'iri

Kebersihan air Kebersihan rumah tangga

• Lihat perangkat aksi 8 tentang • Apabila makanan tidak bersih,


menjaga kebersihan air ia dapat menyebarkan kuman
dan menularkan penyakit.
• Masaklah telur atau daging
hingga matang untuk
membunuh kuman.
• Cucilah sayur dan buah dengan
tuntas dengan air bersih.
• Cucilah peralatan makan
(piring, garpu, pisau, dst.)
dengan air bersih dan sabun,
lalu keringkan.

Jagalah agar makanan Cucilah tangan Bicaralah dengan masyarakat


tersimpan dan tertutup dengan Anda dengan baik Anda
baik dengan sabun

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 12

12
PERANGKAT

Mencuci 7angan
AKSI

dengan 6abun

GAMBARAN SINGKAT
Mencuci tangan merupakan cara penting untuk mencegah penyebaran penyakit
penyebab KLB, terutama penyakit diare.

Kapan waktu penting mencuci tangan

Cucilah tangan Anda SEBELUM: Cucilah tangan Anda SESUDAH:

• Menyiapkan atau • Menggunakan toilet


mengkonsumsi makanan. • Mengganti popok bayi
• Merawat luka sendiri ataupun • Menangani daging mentah
orang lain. • Batuk atau bersin
• Merawat seseorang yang • Kontak dengan binatang
sedang sakit. (termasuk piaraan)
• Menyusui. • Merawat seseorang yang
sedang sakit
• Menangani sampah atau
apa pun yang mungkin
terkontaminasi
• Terkena kontak dengan
orang sakit selama KLB (lihat
Perangkat Aksi 13)

Cara mencuci tangan

• Basahi tangan dan gunakan air dan sabun.


• Gosok semua bagian tangan Anda selama 10 sampai 15 detik.
• Gosoklah berulang kali dan ingatlah untuk membasuh semua permukaan termasuk
punggung tangan dan di antara jari.
• Bilas tangan dengan bersih agar bebas dari sabun atau abu.
• Keringkan tangan dengan handuk.

Perangkat Pesan Masyarakat: 8, 9

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 12

12
PERANGKAT

Mencuci 7angan
AKSI

dengan 6abun

Basahi tangan dan


gunakan sabun

Cucilah selama 10 sampai 15 Bilas tangan dengan bersih


detik

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 13

13
PERANGKAT

Mencuci 7angan
AKSI

di 0asa KLB

GAMBARAN SINGKAT

Mencuci tangan merupakan faktor utama dalam melindungi diri ketika menangani
KLB,. Metode cuci tangan ini haruslah digunakan ketika Anda membantu masyarakat
di masa KLB.

Mengapa hal ini penting dan apa perbedaan mencuci tangan di


masa KLB?

• Kuman sangat mudah menular melalui cairan tubuh.


• dan bahkan dapat menyebar melalui jenazah mereka yang meninggal akibat
penyakit tersebut.
• Pencucian tangan dengan teliti diperlukan dalam kasus ini. Caranya jauh lebih
komprehensif dibandingkan cuci tangan yang biasa.
• Aspek paling penting dalam bekerja di masa KLB adalah menggunakan segala
perlindungan yang ada (lihat Perangkat Aksi 20 dan 21 tentang perlindungan
relawan dan penggunaan alat perlindungan diri).
• Untuk dapat mencuci tangan di masa KLB dan menghilangkan kuman yang
mungkin ada di tangan Anda, anda perlu:
1. Menggunakan sabun atau disinfektan berbasis alkohol
2. Mencuci tangan Anda seperti biasa
3. Kemudian mencuci dengan tuntas di antara jari-jari Anda
4. Menggosok ujung jari dari kedua tangan bersama-sama
5. Mencuci setiap ibu jari dengan tangan yang lain
6. Gosok ujung jari tiap tangan pada telapak tangan yang lain (Lihat ilustrasi pada
sisi lain lembaran ini.)
• Sebaiknya cucilah tangan Anda dengan metode ini setiap kali Anda menyentuh
sesuatu hal yang dapat menularkan kuman kepada Anda ketika bekerja di masa
KLB.

Perangkat Pesan Masyarakat: 10

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 13

13
PERANGKAT

Mencuci 7angan
AKSI

di 0asa KLB

Cara mencuci tangan Anda dengan benar di masa KLB

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 14

14
PERANGKAT
AKSI

Imunisasi 5utin

GAMBARAN SINGKAT
Imunisasi melindungi bayi dan anak-anak agar tidak terjangkit dan menularkan
penyakit. Difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), polio, cacar air, campak, dan
tuberkulosis merupakan penyakit anak-anak yang umum namun serius; mereka
dapat membunuh atau melumpuhkan anak-anak.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Imunisasi diberikan kepada bayi sesudah lahir dan dalam tahun pertama hidup
mereka; beberapa dosis tambahan diberikan pada tahapan berikutnya sesuai
dengan jadwal imunisasi nasional.
• Vaksin melindungi bayi dan anak-anak agar tidak terjangkit dan tidak menularkan
penyakit.
• Diskusikan dengan petugas kesehatan setempat tentang jadwal imunisasi.

Pesan kunci

• Semua imunisasi dasar harus diselesaikan di tahun pertama usia anak.


• Seorang anak yang tidak diimunisasi lebih rentan terhadap kematian akibat
penyakit.
• Cacar air merupakan salah satu ancaman terbesar pada anak-anak dan
menyebabkan kematian karena tidak mendapatkan imunisasi.
• Walaupun anak sedang batuk, pilek, demam atau kekurangan nutrisi, tetap aman
untuk imunisasi.
• Wanita hamil memerlukan setidaknya dua imunisasi tetanus sebelum melahirkan.

Perangkat Pesan Masyarakat: 14

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 14

14
PERANGKAT
AKSI

Imunisasi 5utin

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Pelajari jadwal imunisasi.


• Ketahuilah kapan jadwal imunisasi massal diwilayah anda.
• Ketahuilah ke mana orangtua harus pergi untuk imunisasi.
• Cari tahulah mengapa orangtua tidak membawa anak-anak mereka ke tempat
imunisasi
• Kenalilah keluarga yang memiliki bayi di bawah usia satu tahun dan kunjungi
mereka sebulan sekali.
• Jelaskan pada wanita hamil bahwa mereka harus datang ke petugas kesehatan
untuk pemeriksaan dan menerima dua dosis vaksin tetanus sebelum melahirkan
bayinya.

Jadwal Imunisasi

Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 tahun


Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tahun 2014
Umur pemberian vaksin
Jenis vaksin Bulan Tahun
Lahir 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 24 3 5 6 7 8 10 12 18
Hepatitis B 1 2 3
Polio 0 1 2 3 4 5
BCG 1 kali
DTP 1 2 3 4 5 6 (Td) 7(Td)
Hib 1 2 3 4
PCV 1 2 3 4
Rotavirus 1 2 3
Influenza Ulangan 1 kali tiap tahun
Campak 1 2 3
MMR 1 2
Tifoid Ulangan tiap 3 tahun
Hepatitis A 2 kali, interval 6-12 bulan
Varisela 1 kali
HPV 3 kali

Keterangan 6. Vaksin pneumokokus (PCV). Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali
Cara membaca kolom umur: misal 2 berarti umur 2 bulan (60 hari) sd 2 bulan 29 hari (89 hari) dengan interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali, namun keduanya perlu
Rekomendasi imunisasi berlaku mulai 1 Januari 2014 dan dapat diakses pada website IDAI (http:// booster 1 kali pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada
idai.or.id/public-articles/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai.html) anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
7. Vaksin rotavirus. Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen
Untuk memahami tabel jadwal imunisasi perlu membaca keterangan tabel diberikan 3 kali. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2
1. Vaksin hepatitis B. Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai
pemberian suntikan vitamin K1. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin hepatitis B diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu. Vaksin rotavirus
dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Vaksinasi hepatitis B pentavalen : dosis ke-1 diberikan umur 6-14 minggu, interval dosis ke-2 dan ke-3, 4-10 minggu;
selanjutnya dapat menggunakan vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi. dosis ke-3 diberikan pada umur kurang dari 32 minggu (interval minimal 4 minggu).
2. Vaksin polio. Pada saat lahir atau pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral 8. Vaksin varisela. Vaksin varisela dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur
(OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis
OPV atau IPV, namun sebaiknya paling sedikit mendapat satu dosis vaksin IPV. dengan interval minimal 4 minggu.
3. Vaksin BCG. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2 bulan. Apabila 9. Vaksin influenza. Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun.
diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari 9 tahun
4. Vaksin DTP. Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6 - < 36 bulan, dosis 0,25 mL.
vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun 10. Vaksin human papiloma virus (HPV). Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin
diberikan vaksin Td, dibooster setiap 10 tahun. HPV bivalen diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan
5. Vaksin campak. Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan pada umur 24 bulan, apabila MMR interval 0,2,6 bulan.
sudah diberikan pada 15 bulan.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 15

15
PERANGKAT

Kampanye ,munisasi
AKSI

dan 0obilisasi 6osial

GAMBARAN SINGKAT
Kampanye imunisasi adalah ketika dinas kesehatan berupaya mengimunisasi
sebanyak mungkin anak-anak dalam jangka waktu yang sangat singkat.
Kampanye ini diadakan di luar imunisasi rutin (lihat Perangkat Aksi 14) atau karena
tidak ada imunisasi rutin atau untuk membantu mengatasi KLB.
Imunisasi secara massal lebih penting lagi di beberapa jenis KLB karena membantu
melindungi anak-anak rentan.

Yang dapat Anda LAKUKAN

Biasanya relawan tidak memberikan imunisasi secara langsung pada anak-anak,


namun mereka dapat membantu dalam berbagai cara:

• Mobilisasi sosial untuk kampanye imunisasi


• Koordinasi dengan dinas kesehatan.

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Perangkat Pesan Masyarakat: 15, 16, 23

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 15

15
PERANGKAT

Kampanye ,munisasi
AKSI

dan 0obilisasi 6osial

Mobilisasi sosial untuk imunisasi


Walaupun relawan biasanya tidak memberikan imunisasi secara langsung, mereka
tetap dapat bermain peran yang penting dalam memobilisasi masyarakat untuk
berpartisipasi dalam kampanye imunisasi.

Cara membantu mobilisasi sosial

• Promosikan imunisasi
• Pastikan Anda memiliki semua informasi yang relevan: di mana dan kapan
kampanye imunisasi itu akan berlangsung dan siapa yang harus diimunisasi.
• Ketahui alasan imunisasi dan fakta dasar tentang penyakit yang hendak
dicegahnya.
• Pahami kebiasaan masyarakat dan bagaimana respon mereka tentang imunisasi
• Pergi dan temuilah pemimpin tokoh masyarakat dan beritahu mereka tentang
kampanye ini; dapatkan dukungan mereka dalam menjangkau masyarakat.
• Bicaralah dengan anggota masyarakat dan beritahu mereka tentang pentingnya
imunisasi untuk melindungi anak-anak mereka.
• Gunakan pesan yang sederhana dan jelas.
• Gunakan materi komunikasi, informasi dan edukasi, seperti kartu pesan
masyarakat dalam perangkat ini, karena gambar akan membantu dalam
memahami pesan dengan lebih baik.

Kampanye imunisasi massal

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 16

16
PERANGKAT
AKSI

Makanan yang %ersih

GAMBARAN UMUM
Makanan kotor dapat menularkan penyakit dan menyebarkan KLB.
Kuman dalam makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup dapat membantu
menyebarkan diare (baik yang berair maupun berdarah) serta penyakit lain seperti
polio dan penyakit tangan, kaki dan mulut.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Makanan dapat membawa kuman dan membuat seseorang sakit apabila tidak
dibersihkan dan dimasak dengan baik.
• Makanan yang tidak bersih dapat menularkan penyakit dan menyebarkan KLB.
• Keluarga dan anggota masyarakat perlu mempelajari pentingnya kebersihan
makanan agar mereka dapat melindungi diri dan keluarga mereka dari penyakit.

Kebersihan makanan

• Masaklah daging dan produk hewan lain seperti telur dengan matang untuk
membunuh kuman.
• Cucilah sayur dan buah dengan air bersih hingga tuntas
• Cucilah peralatan (piring, peralatan makan, dll.) dengan air bersih dan sabun.
Apabila mungkin, gunakan rak piring untuk mengeringkannya.
• Tutuplah makanan untuk melindunginya dari serangga dan binatang.
• Apabila menggunakan kayu bakar atau arang untuk memasak makanan, pastikan
ada cukup ventilasi di ruangan memasak.

Perangkat Pesan Masyarakat: 4, 12

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 16

16
PERANGKAT
AKSI

Makanan yang %ersih

Pesan masyarakat

• Semua jenis daging harus dimasak dengan matang sebelum dimakan untuk
membunuh semua kuman.
• Sayur haruslah dimasak dengan matang.
• Buah dan sayur mentah harus dicuci dengan air bersih.
• Makanan yang dimasak harus disimpan dengan baik dan ditutup untuk mencegah
masuknya serangga dan binatang.
• Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum menyiapkan makanan dan
sebelum serta sesudah makan.

Simpanlah selalu makanan dengan baik


untuk mencegah kontaminasi.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 17

17
PERANGKAT
AKSI

Kapsul 9itamin A

GAMBARAN SINGKAT
Vitamin A sangat penting bagi perkembangan anak-anak yang sehat.
Vitamin A biasanya terkandung dalam makanan seperti hati, produk susu dan telur.
Terkadang, anak-anak kekurangan vitamin A dalam diet mereka sehingga berisiko
untuk sakit parah jika terkena cacar air.
Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah mata dan bahkan kebutaan.

Cara memberikan suplemen vitamin A

• Vitamin A dapat diberikan kepada anak-anak dalam bentuk cair maupun kapsul.
• Selama kampanye imunisasi -, suplemen vitamin A seharusnya diberikan kepada
semua anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun.

Yang dapat relawan LAKUKAN

• Lakukan mobilisasi sosial sebelum kampanye imunisasi (lihat Perangkat Aksi


15) untuk memberitahu masyarakat tentang suplemen vitamin A.
• Koordinasilah dengan petugas kesehatan dari fasilitasi kesehatan setempat
sehingga mereka dapat mengajarkan Anda dan relawan lainnya tentang cara
memberikan vitamin A dan dosis yang harus diberikan.
• Rencanakan kegiatan pemberian vitamin A.
• Pastikan semua anak-anak dari usia 6 bulan sampai 5 tahun diberikan vitamin A
dengan benar.
• Buat daftar semua anak-anak yang telah diberikan vitamin A.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 17

17
PERANGKAT
AKSI

Kapsul 9itamin A

Catatan
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________
__________________________________________

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 18

18
PERANGKAT
AKSI

Pengendalian 9ektor

GAMBARAN SINGKAT
Banyak penyakit disebabkan oleh vektor. Termasuk Malaria, Demam berdarah (DBD),
Filariasis, dan Pes

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Sangat penting untuk mengingat bahwa penyemprotan kimia untuk membasmi


vektor dapat berbahaya, terutama jika Anda tidak memiliki peralatan atau bahan
yang tepat dan tidak tahu cara melakukannya dengan benar.
• SELALU minta para ahli untuk menyemprot vektor (bantulah hanya apabila Anda
dilatih/dibimbing oleh seorang ahli).
• Namun, ada banyak cara seorang relawan dapat membantu, termasuk
mempromosikan metode kebersihan dan sanitasi yang tepat.
• Bicaralah dengan masyarakat Anda tentang menyimpan makanan/air dengan baik,
menjaga kebersihan hunian/rumah dan masyarakat, menggunakan kelambu di
malam hari, dan memakai pakaian yang melindungi (mis. lengan panjang) terhadap
vektor seperti nyamuk.
• Lihatlah tabel pada sisi lain lembar ini untuk informasi lebih lanjut tentang
bagaimana relawan dapat membantu.

Jagalah kebersihan SELALU minta para ahli untuk


lingkungan masyarakat menyemprot anti-vektor

Perangkat Pesan Masyarakat: 4, 12


Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /
Perangkat 18

18
PERANGKAT
AKSI

Pengendalian 9ektor

Metode perlindungan diri dan perilaku kebersihan untuk


pengendalian vektor

Vektor Penyakit yang dibawa Metode lain Metode kebersihan vektor

Nyamuk Malaria, Kemoprofilaksis, Penyemprotan insektisida dalam


Anopheles Filariasis (kaki kelambu ruangan, membakar obat nyamuk di
gajah) nyamuk (yang malam hari, penyemprotan ruangan,
berinsektisida) Membersihkan halaman dari tempat
berkembang biak nyamuk
Nyamuk Filariasis (kaki Kelambu Membersihkan halaman dari tempat
Culex gajah), nyamuk (yang berkembang biak nyamuk
Ensefalitis Jepang berinsektisida),
lotion anti nyamuk
Nyamuk Virus ensefalitis, Lotion anti nyamuk Membersihkan tempat berkembang
Aedes Dengue/DHF2, biak nyamuk di dalam dan sekitar
Demam kuning, rumah
Filariasis (kaki
gajah)

Kecoa Infeksi diare membersihkan Jaga kebersihan dapur, singkirkan


halaman semua sisa makanan di malam hari
dari tempat
berkembang biak
Lalat rumah Infeksi diare, Kebersihan dapur, pemanasan
Infeksi mata (kembali) makanan matang dengan
baik, pembuangan sampah setiap hari
Kutu Typhus, Demam Kemoprofilaksis Kebersihan tubuh, penggunaan
berulang, Demam sampho, mencuci baju
parit
Hewan KLB Leptospirosis Membuat agar rumah dan fasilitas
pengerat gudang anti tikus, membuang sampah,
kebersihan dapur

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 19

19
PERANGKAT
AKSI

Kelambu $nti 1yamuk

GAMBARAN SINGKAT

Kelambu nyamuk sangat berguna dalam membantu mencegah penyakit yang


disebarkan oleh nyamuk, seperti malaria dan filariasis (kaki gajah).

• Kelambu anti nyamuk merupakah salah satu cara terpenting untuk melindungi diri
dari malaria dan penyakit lain yang disebarkan oleh nyamuk.
• Kelambu paling efektif adalah yang telah diberi insektisida yang bertahan lama
(yang membunuh nyamuk).
• Kelambu ini efektif dapat digunakan selama 3-5 tahun.

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Mendorong semua anggota masyarakat untuk tidur di bawah kelambu nyamuk


setiap hari, terutama anak-anak dan ibu hamil.
• Mempromosikan penggunaan kelambu nyambuk berinsektisida yang tahan lama.
• Cari tahulah di mana kelambu berinsektisida tersedia dan apakah dinas kesehatan
setempat mendistribusikannya (jika tersedia).
• Tunjukkan pada masyarakat cara menggantung dengan benar, dan lakukan
kunjungan rumah tangga untuk mendorong penggunaannya.
• Ikuti arahan pada sisi lain lembaran ini untuk memastikan kelambu digunakan
dengan benar.

Perangkat Pesan Masyarakat: 11, 17, 20

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 19

19
PERANGKAT
AKSI

Kelambu $nti 1yamuk

Cara menggunakan Kelambu berinsektisida secara tepat dan efektif

• Gantungkan kelambu di atas tempat tidur.


• Pastikan jaring terselip di bawah kasur atau tikar untuk mencegah nyamuk masuk.
• Biarkan kelambu tertutup selama tidur
• Pastikan semua anggota (atau sebanyak mungkin anggota) keluarga dan
masyarakat menggunakan kelambu nyamuk setiap hari.
• Karena pencucian kelambu menghilangkan insektisida, jangan sering-sering
mencucinya, ikuti instruksi yang disediakan dengan kelambu. Mencuci dua kali
setahun, pada awal setiap musim hujan merupakan waktu yang baik. Jangan
mengeringkan kelambu di bawah sinar matahari langsung.
• Perbaiki setiap sobekan atau cabikan pada kelambu.
• Ganti kelambu jika diperlukan (setiap 3 sampai 5 tahun).
• Ajarkan masyarakat di lingkungan Anda cara menggunakan kelambu dengan tepat,
mis. jangan membiarkannya terbuka, dst.

Seorang ibu dan anak di bawah


kelambu nyamuk

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 20

20
PERANGKAT
AKSI

Perlindungan 5elawan

GAMBARAN SINGKAT
Relawan bekerja dalam situasi rentan dan dengan masyarakat rentan. Bekerja di
masa KLB dapat sangat berisiko karena relawan juga dapat terjangkit penyakit dan
jatuh sakit.
Berbagai perlindungan digunakan untuk situasi yang berbeda-beda.

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Selama KLB gunakan alat perlindungan diri (APD). Likat Perangkat Aksi 21 untuk
instruksi bagi penggunaannya.
• KLB lainnya, seperti diare dan infeksi pernapasan, setidaknya gunakan masker dan
sarung tangan lateks untuk perlindungan ketika terkena kontak dengan penderita
yang mengidap penyakit.
• Anda harus dilatih dan diperkenalkan dengan penggunaan alat perlindungan
sebelum Anda masuk ke situasi di mana Anda harus menggunakannya. Cobalah
alat tersebut sebelumnya dan pelajari cara pemakaiannya dengan benar.

Memakai alat perlindungan diri

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 20

20
PERANGKAT
AKSI

Perlindungan 5elawan

Melindungi relawan dari bahaya dan liabilitas terhadap yang lain

• Relawan sering bekerja dalam situasi rentan dan dengan masyarakat rentan.
• Relawan harus terlindungi dari risiko cidera selama mereka bertugas, seperti
kecelakaan, kondisi berbahaya atau bahkan risiko kematian. Begitu pula, relawan
dapat membahayakan masyarakat jika mereka belum terlatih dengan baik atau
tidak dibekali dengan peralatan yang tepat.
• Penting agar Perhimpunan Nasional memiliki polis asuransi yang memadai.
Asuransi ini mungkin diperlukan untuk membayar kompensasi kepada relawan
atau keluarganya apabila mereka terluka atau terbunuh.
• Relawan harus diinformasikan dan memahami kebijakan keamanan setempat dan
patuh terhadap peraturan dan regulasi. Mereka juga harus diinformasikan tentang
perubahan dalam kebijakan dan diminta untuk melaporkan insiden apa pun yang
menjadi perhatian.
• Keamanan di masyarakat tergantung pada sifat pribadi relawan, koordinator dan
anggota tim lainnya - bagaimana mereka bekerja sama dan bagaimana mereka
bekerja dengan anggota masyarakat. Perilaku mereka haruslah peka terhadap
budaya.
• Relawan tidak boleh memprovokasi situasi melalui perilaku pribadi yang menghina.
Mereka harus selalu menjaga integritas dan tidak boleh menjadi bagian dari
masalah dalam masyarakat. Perilaku yang benar, sopan, berimbang dan netral
diharapkan setiap saat.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 21

21
PERANGKAT
AKSI

Alat 3erlindungan 'iri (APD)

GAMBARAN SINGKAT
Ketika bekerja di masa KLB, sangat penting untuk melindungi diri apabila Anda
terkena kontak dengan penderita, dengan cairan tubuh mereka, atau dengan jenazah
maupun bangkai binatang. Perangkat ini akan menunjukkan cara menggunakan APD.
Lihat juga Perangkat Aksi 20 untuk informasi lebih jauh tentang perlindungan relawan.

SEQUENCE FOR PUTTING ON


PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE)
The type of PPE used will vary based on the level of precautions required, such as standard and contact, droplet or
airborne infection isolation precautions. The procedure for putting on and removing PPE should be tailored to the specific
type of PPE.

1. GOWN
• Fully cover torso from neck to knees, arms
to end of wrists, and wrap around the back
• Fasten in back of neck and waist

2. MASK OR RESPIRATOR
• Secure ties or elastic bands at middle
of head and neck
• Fit flexible band to nose bridge
• Fit snug to face and below chin
• Fit-check respirator

3. GOGGLES OR FACE SHIELD


• Place over face and eyes and adjust to fit

4. GLOVES
• Extend to cover wrist of isolation gown

USE SAFE WORK PRACTICES TO PROTECT YOURSELF


AND LIMIT THE SPREAD OF CONTAMINATION
• Keep hands away from face
• Limit surfaces touched
• Change gloves when torn or heavily contaminated
• Perform hand hygiene

CS250672-D

Petunjuk mengenakan APD

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 21

21
PERANGKAT
AKSI

Alat 3erlindungan 'iri (APD)

LANGKAH-LANGKAH UNTUK MEMBUKA PAKAIAN PELINDUNG

HOW TO SAFELY REMOVE PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE)


EXAMPLE 1
There are a variety of ways to safely remove PPE without contaminating your clothing, skin, or mucous membranes with
potentially infectious materials. Here is one example. Remove all PPE before exiting the patient room except a respirator, if
worn. Remove the respirator after leaving the patient room and closing the door. Remove PPE in the following sequence:
1. GLOVES
• Outside of gloves are contaminated!
• If your hands get contaminated during glove removal, immediately
wash your hands or use an alcohol-based hand sanitizer
• Using a gloved hand, grasp the palm area of the other gloved hand
and peel off first glove
• Hold removed glove in gloved hand
• Slide fingers of ungloved hand under remaining glove at wrist and
peel off second glove over first glove
• Discard gloves in an infectious* waste container

2. GOGGLES OR FACE SHIELD


• Outside of goggles or face shield are contaminated!
• If your hands get contaminated during goggle or face shield removal,
immediately wash your hands or use an alcohol-based hand sanitizer
• Remove goggles or face shield from the back by lifting head band or
ear pieces
• If the item is reusable, place in designated receptacle for
reprocessing. Otherwise, discard in an infectious* waste container

3. GOWN
• Gown front and sleeves are contaminated!
• If your hands get contaminated during gown removal, immediately
wash your hands or use an alcohol-based hand sanitizer
• Unfasten gown ties, taking care that sleeves don’t contact your body
when reaching for ties
• Pull gown away from neck and shoulders, touching inside of gown only
• Turn gown inside out
• Fold or roll into a bundle and discard in an infectious* waste container

4. MASK OR RESPIRATOR
• Front of mask/respirator is contaminated — DO NOT TOUCH!
• If your hands get contaminated during mask/respirator removal,
immediately wash your hands or use an alcohol-based hand sanitizer
• Grasp bottom ties or elastics of the mask/respirator, then the ones at
the top, and remove without touching the front
• Discard in an infectious* waste container

5. WASH HANDS OR USE AN


ALCOHOL-BASED HAND SANITIZER OR
IMMEDIATELY AFTER REMOVING
ALL PPE
* An infectious waste container is used to dispose of PPE that is potentially
contaminated with Ebola virus.

PERFORM HAND HYGIENE BETWEEN STEPS IF HANDS


BECOME CONTAMINATED AND IMMEDIATELY AFTER
REMOVING ALL PPE
CS250672-D

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 22

22
PERANGKAT
AKSI

Menangani -enazah

GAMBARAN SINGKAT

Di beberapa penyakit, jenazah dapat menimbulkan penyebarkan penyakit.


Dalam kasus seperti itu, Anda harus sangat berhati-hati dalam menangani jenazah.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Jenazah seseorang yang meninggal akibat penyakit tertentu harus dikuburkan


dengan segera dan aman untuk melindungi yang lain dari penyebaran KLB.
• Kemungkinan ada petugas khusus dari kementerian kesehatan atau organisasi
lain yang melaksanakan penguburannya. Apabila demikian, ANDA HARUS
MELAKUKAN PROMOSI KESEHATAN DAN MEMBIARKAN MEREKA
MELAKUKAN TUGASNYA.
• Penguburan jenazah merupakan masalah sensitif bagi masyarakat. Anda harus
berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan masyarakat dan bantulah mereka
mengerti mengapa penguburan orang terkasih mereka dilakukan dengan cara
berbeda dari biasanya.
• Sediakan dukungan psikososial bagi keluarga dari penderita yang meninggal (lihat
Perangkat Aksi 34).

Ingatlah
• Penguburan jenazah dapat menimbulkan bahaya kesehatan.
• Apabila Anda yang harus melakukannya, selalu minta pertolongan dan nasihat
profesional.
• Tugas utama dari relawan adalah mengadakan promosi kesehatan di masyarakat.
Anda dapat membuat banyak perubahan dengan cara ini dibandingkan cara
lainnya.

Perangkat Pesan Masyarakat: 19

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 22

22
PERANGKAT
AKSI

Menangani -enazah

Penguburan jenazah dengan aman

• Bicarakan dengan tokoh masyarakat dan minta dukungan mereka terhadap apa
yang Anda lakukan.
• Hargai tradisi tanpa membahayakan keamanan.
• JANGAN TERLIBAT LANGSUNG DALAM PENGUBURAN APABILA TUGAS INI
SUDAH DILAKSANAKAN OLEH PETUGAS KHUSUS.
• Kerjakan semua kegiatan dengan tenang dan hormat.
• Selalu awasi dan lindungi diri Anda sendiri di atas segalanya (lihat Perangkat Aksi
20) dan gunakan alat perlindungan diri ketika dibutuhkan (lihat Perangkat Aksi 21).
• Disinfeksi ruangan dan hancurkan barang milik (pakaian) penderita yang meninggal
karena Ebola, Marburg atau demam lembah Rift.

Menguburkan jenazah
menggunakan APD di masa KLB

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 23

23
PERANGKAT
AKSI

Mengisolasi 2rang 6akit

GAMBARAN SINGKAT
Dengan beberapa penyakit, perlu mengisolasi mereka yang sakit untuk mencegah
penularan infeksi ke orang lain.
Isolasi penderita bukanlah PEMENJARAAN; hal ini dilakukan tanpa paksaan dan
harus dilakukan atas persetujuan mereka. Anda harus menjelaskan kepada penderita
dan keluarga mereka mengapa isolasi itu perlu.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Dalam KLB Ebola, Marburg, dan pandemi influenza, mungkin perlu menjauhkan
mereka yang sakit dari orang lain untuk membatasi penularan penyakit.
• Hal ini berarti bahwa dibutuhkan satu orang dengan perlindungan memadai untuk
merawat penderita agar tidak menularkan kepada orang lain. Hal ini dinamakan
dengan “perawatan isolasi”.
• Orang ini akan menyediakan perawatan, makanan, minuman dan berkomunikasi
dengan penderita

Relawan harus menjelaskan kepada keluarga dan


orang yang sakit mengapa isolasi akan membantu
mencegah penyebaran penyakit
Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /
Perangkat 23

23
PERANGKAT
AKSI

Mengisolasi 2rang 6akit

Yang dapat relawan LAKUKAN

• Apabila diputuskan bahwa isolasi dan perawatan isolasi diperlukan, peran Anda
sebagai relawan akan dimulai dengan pengamatan dan secara aktif mencari kasus
penyakit (lihat Perangkat Aksi 30).
• Apabila menemukan kasus, kebutuhan untuk isolasi harus dijelaskan kepada
penderita dan keluarganya. Hal ini TANPA PAKSAAN dan keinginan keluarga
haruslah dihargai. Namun, apabila Anda menjelaskan kepada mereka bahwa
isolasi semacam ini adalah untuk melindungi orang lain, termasuk anggota
keluarga lainnya, mungkin lebih mudah bagi mereka dan penderita untuk mengerti
mengapa isolasi diperlukan.
• Individu yang ditunjuk untuk merawat penderita harus diajarkan cara membantu
penderita dan cara melindungi diri sendiri dan disediakan alat perlindungan pribadi.
• Sediakan dukungan psikososial bagi keluarga (lihat Perangkat Aksi 34). Isolasi
orang terkasih dapat menjadi pengalaman yang sulit, bukan hanya bagi penderita
namun juga bagi keluarga.
• Hindarilah membuat isolasi sebagai alasan stigma dan penolakan sosial penderita
dan keluarganya dengan menjelaskan kepada masyarakat mengapa isolasi
dilakukan dan mencari bantuan tetua dan pemimpin masyarakat dalam melawan
stigma.

Bicarakan dengan masyarakat dan tokoh masyarakat untuk mencegah


stigma dan penolakan sosial

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 24

24
PERANGKAT
AKSI

Membangun $lat 3embakaran

GAMBARAN UMUM
Di beberapa KLB, Anda harus mencegah agar kuman tidak menyebar ke orang lain
melalui barang tertentu seperti seprai dan pakaian yang terkontaminasi oleh cairan
tubuh penderita.
Hal ini terutama penting dalam KLB Ebola dan Marburg.
Dengan membuat alat pembakaran, Anda dapat membakar barang tersebut dan
mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
PASTIKAN ANDA HANYA MELAKUKAN HAL INI APABILA TIDAK ADA
ALTERNATIF LAINNYA, MISALNYA DI FASILITAS KESEHATAN.
Berhati-hatilah ketika membuat dan menggunakan alat pembakaran, karena dapat
berbahaya. Sediakan alat pemadam kebakaran (mis. seember air) dalam jangkauan
setiap saat.

Petunjuk membuat alat pembakaran

• Untuk membuat alat pembakaran, ikuti instruksi pada sisi lain kartu ini.
• Sediakan seember air dalam jangkauan setiap saat, untuk berjaga-jaga jikalau
Anda perlu memadamkan api.
• Apabila ini pertama kalinya Anda membangun alat pembakaran, mintalah bantuan
seorang profesional atau seseorang yang pernah membuatnya untuk membantu
Anda.
• Kenakan pakaian pelindung, terutama sarung tangan, ketika menangani pakaian
atau barang lain milik penderita meninggal yang terkontaminasi. Letakkan semua
barang secara hati-hati dalam alat pembakaran dan biarkan mereka terbakar
sampai semua kuman tertumpas.
• Beritahu masyarakat apa yang Anda lakukan agar mereka menjauh dan tetap
aman.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 24

24
PERANGKAT
AKSI

Membangun $lat 3embakaran

PETUNJUKUK MEMBANGUN ALAT PEMBAKARAN

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 25

25
PERANGKAT

Pembuangan 6ampah
AKSI

dan .ampanye .ebersihan

GAMBARAN SINGKAT
Tinja binatang di sekitar rumah dan desa meningkatkan jumlah lalat dan serangga
yang membawa kuman pembawa penyakit dan mencemari sumber air.
Sampah dapat menarik hewan pengerat dan menciptakan tempat berkembang biak
bagi lalat dan nyamuk.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Tinja binatang di sekitar rumah dan desa meningkatkan lalat dan serangga yang
membawa kuman, menyebabkan penyakit dan mencemari sumber air.
• Nyamuk yang membawa malaria dan demam berdarah berkembang biak di air
menggenang.
• Sampah haruslah dibakar atau dikubur.
• Tanaman harus disingkirkan dari tepi sungai atau telaga dekat desa.
• Jamban harus selalu digunakan dan rutin dibersihkan.
• Wilayah sekitar sumber air (pompa, sumur) harus dijaga kebersihannya.

Beritahu anggota masyarakat tentang pentingnya menjaga


kebersihan di masyarakat. Termasuk rumah, jamban, dst.
Lakukan Kerja bakti membersihkan lingkungan secara teratur

Perangkat Pesan Masyarakat: 11, 20

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 25

25
PERANGKAT

Pembuangan 6ampah
AKSI

dan .ampanye .ebersihan

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Bekerja dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, komite kesehatan desa dan
mitra masyarakat lainnya untuk mengetahui adanya kebutuhan “Gerakan bersih
lingkungan” dan putuskan bagaimana cara melaksanakannya.
• Bantu kegiatan hari gerakan bersih lingkungan.
• Mintalah pemimpin masyarakat untuk membentuk kelompok relawan untuk setiap
upaya gerakan bersih lingkungan.
• Lakukan gerakan bersih lingkungan pada hari yang disepakati oleh seluruh
masyarakat sesering mungkin.
• Dorong aksi masyarakat untuk merencanakan dimana tempat pembuangan
sampah utama.
• Motivasi dan dukung masyarakat untuk bekerja sama:
®® Menjaga lingkungan masyarakat agar bebas dari tinja binatang.
®® Menjaga lingkungan masyarakat agar bebas dari air tergenang dan tempat
nyamuk berkembang biak lainnya.
®® Menjaga agar masyarakat bebas dari sampah dan limbah (dengan membakar
atau menguburnya).
®® Membersihkan wilayah di sekitar sumber air seperti pompa dan sumur.
®® Menciptakan dan menjaga lubang resapan air di sekitar sumber air.

Pastikan membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan


membantu melindungi masyarakat dari kuman.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 26

26
PERANGKAT

Jaga -arak 6osial


AKSI

dari 2rang 6akit

GAMBARAN SINGKAT
Menjaga jarak sosial merupakan cara efektif untuk mencegah penyebaran KLB.
Sebagai contoh, apabila terjadi pandemi influenza, tidak banyak yang dapat dilakukan
untuk merawat penderita di masa pertama pandemi karena tidak cukup obat dan
vaksin. Hal yang paling penting dilakukan ketika terjadi KLB adalah MENCEGAH
PENYEBARANNYA.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Salah satu cara terbaik untuk mencegah penyebaran KLB adalah menjaga jarak
sosial.
• Influenza disebarkan melalui percikan alir liur/ dahak dilepas saat batuk atau
bersin, cara mencegah penularannya adalah: orang sakit menjaga etika batuk (lihat
Perangkat Aksi 27) atau orang lain menjaga jarak sosial dari mereka yang sakit dan
menyebarkan kuman dengan batuk atau bersin.
• Apabila seseorang berjarak 1,5 meter dari seseorang yang sakit influenza, ia
mungkin menghirup udara berkuman dan jatuh sakit juga.

Penjagaan jarak sosial adalah menjaga jarak aman dari orang


lain di masa pandemi.

Batuk tanpa menutup mulut Anda menyebarkan kuman

Perangkat Pesan Masyarakat: 18

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 26

26
PERANGKAT

Jaga -arak 6osial


AKSI

dari 2rang 6akit

Petunjuk untuk melindungi diri dari influenza

• Saat pandemi influenza, lindungi diri Anda selalu dengan alat yang tepat, dengan
mengenakan masker, sarung tangan, dst. (lihat Perangkat Aksi 20 dan 21).
• Jagalah jarak setidaknya 1,5 meter dari mereka yang mungkin sakit influenza.
• Jangan berjabatan tangan atau menyentuh mereka yang mungkin sakit influenza;
mereka mungkin telah batuk atau bersin ke dalam tangannya dan dapat
menyebarkan kuman itu kepada Anda.
• Gunakan promosi kesehatan dan kebersihan untuk memberitahu masyarakat
tentang pentingnya penjagaan jarak sosial dan ajarkan mereka cara menghindari
terkena penyakit influenza (lihat Perangkat Aksi 11 dan 27).

Terlalu dekat Jaga jarak sosial

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 27

27
PERANGKAT
AKSI

Etika %ersin dan %atuk

GAMBARAN SINGKAT
Bersin atau batuk di depan orang lain tidak sopan dan tidak sehat
Ini dapat menyebarkan penyakit yang dibawa oleh percikan air ludah/dahak.
Etika bersin dan batuk yang benar dapat mencegah penyebaran penyakit.

Mengapa belajar etika bersin dan batuk?

• Beberapa penyakit dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui percikan
air ludah/dahak.
• Ini berarti ketika kita bersin dan batuk, kita dapat menyebarkan penyakit itu ke
orang lain dan membuat mereka sakit.
• Untuk menghindari penularan penyakit ke orang lain, kita harus belajar untuk tidak
menyebarkan kuman dengan cara bersin dan batuk secara terbuka.

LARANGAN dan ANJURAN


• Banyak orang menutup bersin atau batuk dengan telapak tangan mereka. Hal ini
TIDAK baik karena sesudah Anda batuk atau bersin ke tangan Anda, bisa saja
Anda menyebarkan kuman dengan menyentuh suatu benda atau menjabat tangan
orang. JANGAN MENUTUP BATUK ATAU BERSIN DENGAN TELAPAK TANGAN
ANDA.
• Cara tepat untuk batuk atau bersin tanpa menyebarkan kuman adalah
menggunakan sapu tangan atau lengan baju Anda. Ketika Anda batuk atau bersin
dengan kedua cara ini, lebih kecil kemungkinan menyebarkan kuman. ETIKA
BERSIN DAN BATUK YANG BENAR DENGAN SAPU TANGAN ATAU LENGAN
BAJU ANDA.

Perangkat Pesan Masyarakat: 18

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 27

27
PERANGKAT
AKSI

Etika %ersin dan %atuk

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Beritahu anggota masyarakat tentang etika bersin dan batuk.


• Jelaskan kepada yang lain mengapa etika bersin dan batuk penting dan
bagaimana hal ini membantu mencegah penularan penyakit melalui tetesan air
yang dibawa udara.
• Tunjukkan pada mereka cara batuk dan bersin secara benar dan beritahu mereka
untuk menunjukkan yang lain di rumah atau masyarakat.
• Tanyakan sekolah setempat Anda apakah mereka mau Anda datang dan bicara
kepada anak-anak tentang etika bersin dan batuk.
• Ketika bicara tentang etika bersin dan batuk, ajarkan mereka juga tentang
kebersihan yang baik (lihat Perangkat Aksi 11).
• Buatlah poster yang menunjukkan ANJURAN dan LARANGAN etika bersin
dan batuk dan pasanglah di seluruh masyarakat (lihat Perangkat Aksi 29 untuk
informasi lebih lanjut tentang teknik promosi kesehatan)

Cara bersin dan batuk yang benar


dan salah

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 28

28
PERANGKAT
AKSI

Hunian dan 9entilasi

GAMBARAN SINGKAT
Penyakit, seperti infeksi pernapasan, influenza atau meningitis disebarkan melalui
percikan air (batuk dan bersin). Kurangnya ventilasi yang baik dapat menularkan
penyakit kepada orang lain di rumah yang sama.

Apabila penyakit ditularkan oleh air yang terkontaminasi, sanitasi yang buruk, hunian
yang tidak memadai, maka KLB dapat menyebar lebih luas.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Untuk mengurangi risiko bagi orang lain, disarankan untuk memastikan perputaran
udara di rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka jendela dan membiarkan
udara segar untuk bersirkulasi.
• Apabila ada banyak orang tinggal di satu tempat yang sama, mereka juga lebih
mudah terjangkit infeksi. Apabila mungkin, mereka harus memiliki cukup tempat
untuk bergerak dan bernapas dengan bebas.
• Hunian yang memadai juga membantu mencegah penyebaran penyakit.
• Apabila kuman tersebar melalui air yang terkontaminasi atau sanitasi yang buruk,
seperti kuman penyebab diare, kurangnya air mengalir atau jamban yang tidak
memadai dapat mempermudah penyebaran KLB.

Perangkat Pesan Masyarakat: 22

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 28

28
PERANGKAT
AKSI

Hunian dan 9entilasi

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Ketika ada KLB penyakit yang ditularkan melalui udara, penting untuk memberitahu
masyarakat Anda tentang pentingnya ventilasi yang baik.
• Anjurkan mereka untuk membuka jendela apabila cuaca memungkinkan, terutama
kalau ada orang sakit di rumah.
• Memasak menggunakan arang atau kayu bakar di dalam ruangan tertutup dapat
berakibat buruk bagi mereka yang terkena penyakit yang ditularkan melalui udara,
terutama apabila tidak ada ventilasi yang baik.
• Bicarakan dengan masyarakat tentang pasokan air bersih dan sanitasi (lihat
Perangkat Aksi 8 dan 9)
• Ketika penduduk berpindah karena konflik atau bencana, kondisi hunian biasanya
tidak sebaik situasi normal. Anda harus membantu mereka memperoleh hunian
yang sebaik mungkin, yang memiliki ventilasi yang baik, memiliki pasokan air yang
baik, tempat penyimpanan dan sanitasi yang dapat diterima.

Bukalah pintu dan jendela


untuk ventilasi yang baik di dalam hunian

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 29

29
PERANGKAT
AKSI

Promosi .esehatan

GAMBARAN SINGKAT
Untuk mencegah penyebaran penyakit dan KLB, penting untuk mengajarkan pada
individu dalam masyarakat cara merawat diri dan menjaga perilaku hidup yang sehat.
Untuk itu, Anda perlu mempromosikan kesehatan di masyarakat Anda.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Mengubah perilaku masyarakat bukanlah tugas yang mudah.


• Penting untuk mengetahui kepercayaan tradisional masyarakat tentang penyakit.
Apabila Anda tahu apa yang mereka percayai, Anda dapat mulai berpikir tentang
cara mengubah kepercayaan tersebut agar lebih baik.
• Anda dapat belajar banyak dengan menjadi pendengar yang baik di masyarakat
Anda.

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Kunjungan dari rumah ke rumah merupakan salah satu cara terbaik untuk
mempromosikan cara hidup sehat di masyarakat. Hal ini melibatkan kunjungan ke
rumah individu (setidaknya sekali sebulan) untuk menyampaikan pesan penting
tentang kesehatan.
• Bicarakan dengan PMI setempat dan dinas kesehatan tentang pesan apa yang
perlu Anda sampaikan sebagai prioritas di masyarakat Anda. Misalnya, apabila
malaria merupakan masalah besar di masyarakat Anda, akan sangat baik untuk
memberitahu mereka tentang bagaimana penyakit ini tersebar, cara menghindari
gigitan oleh nyamuk dan cara menggunakan kelambu nyamuk dengan benar.
• Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami untuk menghindari
kesalahpahaman.
• Hindari penggunaan bahasa asing dan sulit dipahami.
• Hargai pendengar Anda dan perlakukan kepercayaan mereka dengan hormat.
• Hindari berganti topik terlalu cepat dan jangan memberikan informasi yang
bertentangan.
• Gunakan aksi pada sisi lain lembaran ini: TANYA, RENCANAKAN, PROMOSIKAN.

Perangkat Pesan Masyarakat: 23

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 29

29
PERANGKAT
AKSI

Promosi .esehatan

TANYA, RENCANAKAN, PROMOSIKAN


Gunakan pertanyaan ini untuk membantu Anda menyediakan pengetahuan yang baik
dan berguna tentang kesehatan untuk membantu masyarakat di komunitas Anda.

Tanya Rencanakan
Tentukan perilaku apa yang Rencanakan sebuah strategi
harus diubah masyarakat

• Apa saja perilaku kunci • Perilaku apa yang memiliki


yang berkontribusi terhadap dampak terbesar terhadap
kesehatan yang buruk di program pencegahan
masyarakat? kesehatan?
• Perilaku apa yang dapat diubah • Perilaku kesehatan apa yang
untuk membantu masyarakat dapat dicapai secara realistis
menghindari penyakit? melalui promosi kesehatan?
• Apa saja halangan untuk • Bagaimana Anda dapat
mengubah perilaku itu? mempromosikan manfaat
(Apa yang dipercayai orang perilaku yang baru?
sekarang?) • Pesan kunci apa yang perlu
• Siapakah kelompok target Anda promosikan?
untuk perubahan perilaku • Siapa yang harus
melalui promosi kesehatan mengkomunikasikan pesan
tersebut bersama Anda (guru,
orang tua, petugas kesehatan)

Promosikan
Promosikan pesan kunci
• Promosikan pesan kunci yang
jelas dengan spesifik.
• Tentukan bentuk terbaik
komunikasi (lihat Perangkat
Aksi 32).
• Ulangi pesan kunci
menggunakan berbagai cara.
• Kombinasikan pendidikan
dengan hiburan.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 30

30
PERANGKAT
AKSI

Surveilans dan Pelaporan

GAMBARAN SINGKAT

Surveilans adalah sistem untuk mengidentifikasi pasien baru di masyarakat.


Pelaporan merupakan sistem berbagi informasi berguna yang ditemukan selagi
melakukan pengawasan kepada PMI dan dinas kesehatan setempat.

Yang perlu Anda KETAHUI (surveilans)

• Masyarakat harus mampu memetakan dengan baik dan mengetahui lokasi tempat
tinggal dan tempat kerja anggota masyarakat.
• Anda harus mampu mengetahui seluruh anggota masyarakat melalui kunjungan
rumah tangga.
• Mengetahui kelompok rentan dalam masyarakat dapat membantu mengidentifikasi
siapa saja yang lebih berisiko terjangkit penyakit.
• Surveilans memungkinkan Anda untuk menyampaikan pesan kesehatan secara
langsung dan merujuk kasus kejadian penyakit ke fasilitas kesehatan.

Yang perlu Anda KETAHUI (pelaporan)

• Ketika bekerja di masyarakat dan melakukan surveilans, relawan memperoleh


informasi yang penting bagi orang lain untuk mengatasi KLB.
• Mengkomunikasikan informasi ini kepada PMI kabupaten/kota, tim relawan lainnya
serta Dinas Kesehatan sangatlah penting untuk memastikan respons terbaik
selama KLB. Hal ini dinamakan pelaporan.
• Ingatlah bahwa pelaporan harus dilakukan dengan sistematis. Hal ini berarti semua
orang yang terlibat pelaporan harus mengikuti metode yang sama agar tidak
ada kebingungan. Bicarakan dengan PMI kabupaten/kota dan dinas kesehatan
setempat untuk mencari tahu sistem pelaporan apa yang paling baik untuk
pekerjaan dan situasi Anda.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 30

30
PERANGKAT
AKSI

Surveilans dan Pelaporan

Yang dapat relawan LAKUKAN

• Petakan masyarakat (lihat Perangkat Aksi 31).


• Identifikasi siapa yang mungkin rentan terhadap penyakit di masyarakat.
• Bagi kelompok surveilans yang akan aktif melihat orang yang sakit di lingkungan
masyarakat.
• Ketika orang yang sakit telah terdeteksi, lakukan penilaian mengenai tingkat
keparahan penyakitnya dan apakah perlu perujukan (Lihat Perangkat aksi 33)
• Jika orang yang sakit dirawat dirumah, ajarkan kepada anggota keluarga
bagaimana cara merawat dan menyediaka informasi bagi mereka serta kebutuhan
yang diperlukan (jika memungkinkan)
• Catat kasus yang ditemukan dan kumpulkan semua catatan dari tim lain agar kita
dapat membuat gambaran yang utuh tentang bagaimana penyakit ini menyebar di
masyarakat.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 31

31
PERANGKAT
AKSI

Pemetaan 0asyarakat

GAMBARAN SINGKAT
Sebuah peta masyarakat berguna untuk membantu menggambarkan suatu masalah
pada daerah tertentu.
Sebaiknya peta ini dibuat bersama dengan anggota masyarakat.
Pemetaan masyarakat merupakan perangkat yang penting dalam KLB karena
membantu mempersiapkan pekerjaan.

Cara membuat peta masyarakat

1. Gambarlah peta wilayah dengan sederhana yang menunjukkan lokasi masyarakat


serta lokasi penting. Cobalah untuk mencakup:
• seluruh masyarakat, kepadatan masyarakat, rumah mereka dan siapa yang
tinggal di dalamnya.
• titik utama di masyarakat (sekolah, pusat kesehatan, tempat ibadah, sumber air,
dst.)
• lokasi masyarakat rentan yang paling berisiko.
• apabila mungkin, di mana KLB dimulai dan bagaimana penyebarannya.
• bahaya dan risiko kesehatan
2. Gunakan peta untuk menandai kasus baru atau kasus rujukan. Buatlah tim untuk
mencakup wilayah tertentu pada peta. Tiap tim harus mencari tahu sebanyak
mungkin tentang wilayah mereka (berapa orang yang sakit, siapa yang rentan,
berapa yang telah dirujuk dinas kesehatan, informasi terkait lainnya). Ketika
menggabungkan peta dari berbagai tim, Kita dapat melihat wilayah yang kita
cakup dan segala rincian dari tiap wilayah. Hal ini dapat membantu Anda
merencanakan aksi Anda.
3. DALAM BANYAK HAL PETA LEBIH MUDAH DIPAHAMI DIBANDINGKAN
KATA-KATA

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 31

31
PERANGKAT
AKSI

Pemetaan 0asyarakat

Membuat peta masyarakat

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 32

32
PERANGKAT

Berkomunikasi
AKSI

dengan 0asyarakat

GAMBARAN SINGKAT
Untuk mencegah penyebaran penyakit dan KLB, penting untuk mengajarkan
pada individu dalam masyarakat cara melindungi diri dan menjaga perilaku hidup
yang sehat.
Untuk ini, Anda harus tahu cara mengkomunikasikan pesan kesehatan kepada
masyarakat.

Cara berkomunikasi
Ketika mengkomunikasikan pesan kesehatan kepada masyarakat Anda, penting
untuk menggunakan bermacam-macam bentuk dan metode komunikasi, tergantung
pada program, kelompok target dan jumlah relawan yang tersedia. Di bawah ini
adalah sejumlah cara komunikasi:

• Materi tertulis - Selebaran, pamflet, dst. (semua ini sangat berguna apabila
kelompok target dapat membaca).

• Metode visual - Gambar, lukisan dan simbol dapat digunakan sebagai metode
komunikasi efektif bagi mereka yang tidak terlalu lancar membaca.

• Komunikasi oral - Bincang-bincang singkat dengan anggota masyarakat,


kunjungan rumah ke rumah, mendongeng atau menggambungkan pengajaran
dengan hiburan merupakan cara komunikasi yang efektif dengan kelompok kecil.

• Komunikasi tatap muka - Berbicara langsung dengan anggota masyarakat,


bimbingan dan pendidikan oleh teman sebaya dapat mempengaruhi masyarakat
untuk mengubah perilaku mereka.

• Media - Menggunakan media massa seperti radio dan televisi atau media cetak
seperti koran untuk menyampaikan pesan pada banyak orang di saat yang
bersamaan dapat menjadi cara yang sangat efektif bagi Anda untuk merancang
pesan yang baik dan cocok bagi masyarakat Anda.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 32

32
PERANGKAT

Berkomunikasi
AKSI

dengan 0asyarakat

• Diskusi kelompok - Sesi diskusi interaktif dan ceramah singkat dapat digunakan
dengan kelompok kecil, terutama dengan mereka yang bersiap-siap/mulai
mengubah perilaku.

• Pendidikan sebaya - Teman sebaya (orang dari usia dan latar belakang yang
serupa) seringkali merupakan penyampai yang efektif untuk mengkomunikasikan
pesan tentang cara hidup sehat. Pendidikan sebaya dapat dilakukan di lingkungan
tetangga, sekolah, perkumpulan pemuda, tempat kerja dan institusi keagamaan.

• Permainan peran - Memerankan suatu skenario sederhana tentang sebuah


topik merupakan cara yang menyenangkan dan efektif untuk mengajak orang
berpartisipasi dan mengomunikasikan pesan kesehatan kunci. Ingatlah bahwa
beberapa orang mungkin malu berperan di depan orang lain, dan hal ini haruslah
dihormati.

• Pembelajaran berbasis sekolah - Guru dapat memegang peranan penting dalam


mempengaruhi murid mereka untuk mengubah perilaku mereka

• Lembaga keagamaan - Pemimpin dan lembaga keagamaan juga dapat


memainkan peran penting dalam mempengaruhi partisipasi masyarakat dan
mempromosikan perilaku kesehatan yang baik.

• Pembelajaran orang dewasa - Gunakan metode interaktif untuk mendorong


diskusi antar orang dewasa, seperti contoh nyata dan ilustrasi. Ceritakan kisah
tentang bagaimana mereka dapat membantu keluarga mereka dan orang lain.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 33

33
PERANGKAT

Merujuk ke )asilitas
AKSI

.esehatan

GAMBARAN SINGKAT
Dalam banyak kasus penyakit dalam KLB, penderita tidak dapat dirawat di rumah
atau oleh relawan atau keluarga. Mereka memerlukan perawatan medis yang khusus
dan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

Yang perlu Anda KETAHUI

• Ketahui cara mengenali jika seseorang sakit parah karena penyakit itu. Ketahui
gejala dan panduan untuk aksi.
• Ketahui letak fasilitas kesehatan terdekat di masyarakat Anda. Ketahui kapasitas
masing-masing fasilitas dan bagaimana akses menuju kesana. Apakah mereka
memiliki ambulans? Dapatkah mereka dijangkau oleh transportasi umum?
• Bicarakan dengan tenaga kesehatan dan sepakati dengan mereka cara terbaik
untuk merujuk seseorang anggota masyarakat yang sakit ke fasilitas kesehatan.
• Ketika melakukan surveilans penyakit, ingatlah selalu akan kemungkinan rujukan.

Perangkat Pesan Masyarakat: 24

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 33

33
PERANGKAT

Merujuk ke )asilitas
AKSI

.esehatan

Yang dapat Anda LAKUKAN

• Pelajari gejala-gejala penyakit yang menyebabkan KLB dan kapan mereka harus
dirujuk ke fasilitas kesehatan.
• Kunjungi fasilitas kesehatan dan bicaralah dengan dokter dan perawat, beritahu
mereka tentang kegiatan Anda dan rencana Anda sehubungan dengan rujukan.
Terimalah anjuran dari mereka..
• Putuskan metode apa yang tersedia untuk rujukan. Apakah ambulans tersedia?
• Ketahui cara memanggilnya. Adakah transportasi umum? Apakah PMI setempat
dapat menyediakan transportasi? Apakah masyarakat harus bayar untuk
transportasi?
• Bawalah selalu perangkat penyakit yang relevan ketika Anda melakukan surveilans
agar Anda dapat memeriksa informasi tentang penyakit dan gejalanya.
• Selalu uraikan dengan jelas kepada keluarga tentang penyakit itu, apa gejalanya
dan mengapa menurut Anda rujukan diperlukan. Berikan mereka informasi tentang
fasilitas kesehatan yang tersedia dan sarana transportasi yang ada.

Seorang relawan berbicara dengan ahli


kesehatan

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 34

34
PERANGKAT

Pertolongan 3ertama
AKSI

Psikologis

GAMBARAN SINGKAT

Pertolongan Pertama Psikologis harus dipertimbangkan untuk semua prosedur


pertolongan pertama. Hal ini dapat merupakan titik awal untuk berbagai bentuk
bantuan lainnya.

Pertolongan pertama psikologis adalah tentang “berada di tempat” dalam rangka


menawarkan dukungan/bantuan mendasar, dukungan kemanusiaan, menyampaikan
informasi praktis, dan menunjukkan empati, kepedulian, rasa hormat dan keyakinan
terhadap kemampuan diri korban.

Bantu penuhi kebutuhan utama

• Bawalah orang yang sakit ke tempat aman.


• Sediakan pertolongan pertama fisik jika dibutuhkan.
• Tutupi penderita dari pandangan atau kerumunan orang - pastikan mereka
terselimuti mis. baju sobek.
• Tawarkan sesuatu untuk dimakan/minum.
• Tanyakan apakah mereka cukup hangat dan tawarkan selimut.
• Tanyakan apakah mereka membutuhkan sesuatu baik untuk diri sendiri maupun
anak mereka.
• Apabila mereka letih, sediakan tempat beristirahat.
• Jika perlu, pergilah jalan-jalan dengan mereka apabila mereka resah atau gelisah.

Dengarkan

• Berkonsentrasilah secara aktif pada apa yang dikatakan oleh orang yang
terdampak.
• Jangan menyela mereka atau berupaya meyakinkan mereka bahwa semuanya
akan baik-baik saja.
• Seringlah lakukan kontak mata dan pastikan bahasa tubuh Anda menunjukkan
bahwa Anda sedang mendengarkan.
• Sentuhlah tangan atau bahu orang yang terdampak dengan lembut, apabila
pantas.
• Bersabarlah dalam mendengar ketika mereka menceritakan apa yang terjadi.
Dengan menceritakan kisahnya, mereka akan mengerti dan akhirnya menerima
kejadian itu.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 34

34
PERANGKAT

Pertolongan Pertama
AKSI

Psikologis

Terimalah perasaan yang diungkapkan oleh seseorang

• Respons alami terhadap bencana atau kejadian kritis mencakup perasaan:


1. Resah, duka, perasaan bersalah dan marah.
2. Kegembiraan karena selamat tanpa cedera.
3. Malu karena selamat tanpa luka sementara orang lain cedera.
4. Marah dikarenakan teman atau saudara yang terluka.

• Anda harus tetap tenang dan membuat mereka yang terdampak mengerti bahwa
perasaan itu normal dan dapat dipahami

Bantulah dengan langkah-langkah berikutnya

• Tanyakan orang yang terkena dampak apakah mereka punya tempat tinggal;
apabila tidak, bantulah mencari hunian.
• Tanyakan orang yang terkena dampak apakah ada orang yang dapat mengurus
mereka atau mereka ajak bicara.
• Apabila tidak, bantu hubungkan dengan orang terkasih mereka atau carikan tempat
di mana mereka akan diurus
• Sediakan informasi faktual tentang di mana dan bagaimana mereka yang terkena
dampak dapat mencari sumber daya yang dibutuhkan dan dapat membantu
mereka.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 35

35
PERANGKAT

Menangani dan Menyembelih


AKSI

Binatang

GAMBARAN SINGKAT
Binatang seperti ternak, unggas (burung) dan babi dapat membawa dan
menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit.
Binatang dapat membawa kuman pada tubuhnya ketika mereka hidup serta pada
saat mereka disembelih dan menularkan kuman itu melalui daging serta produknya
seperti susu atau telur.
Untuk menghindari penularan penyakit seperti itu, penanganan binatang hidup
maupun mati serta produk yang dihasilkan dari binatang harus dilakukan secara
hati-hati.

Penyakit Binatang Penularan

Demam lembah Rift Domba dan binatang lain Ditularkan oleh gigitan
nyamuk, tetesan air di
udara dan darah binatang
yang sakit atau mayat
binatang yang sakit.
Flu burung Unggas (burung) – liar Ditularkan melalui percikan
maupun domestik air liur, bulu, dan secara
potensial dari telur serta
daging unggas yang sakit

Perangkat Pesan Masyarakat: 25

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /


Perangkat 35

35
PERANGKAT

Menangani dan Menyembelih


AKSI

Binatang

Cara menangani dan menyembelih binatang

Unggas (burung)

• Ketika memelihara unggas di rumah, kandangkan dan tempatkan kandang diluar


rumah.
• Jauhkan anak-anak dari kandang unggas.
• Ketika memasak unggas (daging maupun telur), pastikan tidak ada sisa cairan.
• Selalu gunakan peralatan (pisau, garpu) dan permukaan yang bersih ketika
mengolah daging mentah atau telur. Sesudah memasak, gunakan peralatan baru
untuk makan, jangan gunakan peralatan yang digunakan untuk masak.
• Gunakan pisau yang berbeda untuk daging dan makanan lain seperti sayur mayur.
• Ketika menyembelih dan menangani unggas, pastikan untuk melindungi diri Anda.
Gunakanlah sarung tangan dan pelindung mata apabila mungkin.
• Jangan pernah menyentuh unggas yang sakit atau mati tanpa perlindungan.

Domba dan sapi

• Tempatkan domba atau sapi di kandang tertutup di mana mereka mempunyai


cukup ruangan untuk bergerak.
• Jangan biarkan anak-anak bermain di tempat binatang ditempatkan.
• Ketika memasak daging domba atau sapi pastikan tidak ada sisa cairan.
• Didihkan susu dengan benar sebelum meminum atau memakainya.
• Selalu gunakan peralatan (pisau, garpu) dan permukaan yang bersih ketika
mengolah daging mentah.
• Sesudah memasak, gunakan perlatan baru untuk makan. Jangan gunakan
peralatan yang digunakan untuk
• memasak.
• Ketika menyembelih dan menangani domba atau sapi, pastikan untuk melindungi
diri Anda. Gunakanlah sarung tangan dan pelindung mata apabila mungkin.
• Jangan pernah menyentuh domba atau sapi yang sakit atau mati tanpa
perlindungan.
• Perhatikan ternak dan domba untuk tanda-tanda penyakit dan informasikan kepada
pihak yang berwenang.

Pengendalian KLB bagi Relawan // Palang Merah Indonesia /