Anda di halaman 1dari 10

AGAMA HINDU

TEKNOLOGI DAN SENI DALAM AGAMA HINDU

Disusun Oleh :
Pande Putu Ardi Winata (1913511029/ IK A)
I Gusti Putu Wahyu P (1913511031/ IK A)
Ni Ketut Parida (1913521028/ MSP A)
Ni Wayan Meyla A M (1913521031/ MSP A)
Putu Ristia Amandari (1913521053/ MSP B)
Luh Novita Sari (1913521061/ MSP B)

FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN


UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT JIMBARAN
2019
KATA PENGANTAR
Om Swastyastu
Puja dan Puji Syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang
Hyang Widhi Wasa, karena atas Asung Kertha Wara NugrahanNya lah makalah yang
berjudul Teknologi dan Seni Dalam Agama Hindu ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.

Saya menyadari bahwa isi makalah ini masih banyak kekuraangan, untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Semoga
makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat dan berguna untuk para pembaca.
Om Cantih, Cantih, Cantih Om

Denpasar , 19 November 2019

Kelmpok 6
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemujaan terhadap ilmu dan teknologi secara berlebihan dapat menimbulkan sikap
hidup yang tidak seimbang. Albert Einstein menyatakan bahwa agama mengarahkan hidup,
ilmu memudahkan hidup dan seni menghaluskan serta mengindahkan hidup.
Ketidakseimbangan penerapan agama, ilmu dan seni dalam hidup ini akan dapat
menimbulkan kehidupan yang pincang. Untuk membangun sikap hidup yang seimbang,
agama, ilmu dan seni harus diaplikasikan secara terpadu dengan posisi dan fungsi yang
tepat dan akurat.
Dengan pengembangan IPTEK yang tepat dan akurat, berbagai hal dapat dilakukan
dengan cepat praktis dan dapat memberi kemudahan dalam menjalankan kehidupan ini
tetapi tetap berdasarkan dharma sehingga keseimbangan antara hal-hal tersebut dapat
tercapai sekaligus tujuan hidup manusia untuk kebebasan didunia dan moksa dengan
berdasarkan dharma.
Ilmu pengetahuan dalam ajaran Hindu disebut Janana, Jnana (ilmu pengetahuan) ini
bersumber dari Veda, Itihasa, Purana, Tatwa, dll. Tujuan dari ilmu pengetahuan adalah
kebijaksanaan hidup memberi kebebasan dari kegiatan kerja dan kelepasan dari belenggu
kria, sedangkan teknologi dan seni termasuk pada Gandarva Weda, yaitu cabang Ilmu Seni
(Kesenian). Teknologi serta seni yang merupakan salah satu dari produk budaya, terpancar
dari budhi dan mendapat kekuatan hidupdari jiwa-atma, yang ada dalam diri setiap manusia.
Menurut perspektif Hindu, bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, seni merupakan kesatuan
yang saling jalin menjalin untuk mewujudkan sesuatu kesatuan yang indah (seni), yang
secara vertikal diabdikan kepada Tuhan, dan secara horizontal diabdikan kepada sesama
makhluk hidup (manusia) untuk mencapai kesejahteraan, kebahagiaan, serta kesempurnaan.
Pada dasarnya ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang diciptakan oleh tuhan yang
harus dipelajari untuk dapat mempermudah kehidupan manusia, sehingga ketika seseorang
memanfaatkan teknologi makan tetap harus memerhatikan aspek agama sehingga akan
tercapai suatu keseimbangan anatara hal yang menyangkut keduniawian dan juga
ketuhanan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Bagaimana pandangan agama hindu mengenai IPTEK dan seni?
2. Apakah dampak dari perkembangan IPTEK untuk agama hindu?
3. Bagaimana peran agama, IPTEK, dan seni dalam kehidupan?

1.3 Tujuan Penulisan


Sejalan dengan rumusan maslah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pandangan agama hindu mengenai IPTEK dan seni.
2. Untuk mengetahui dampak dari perkembangan IPTEK untuk agama hindu.
3. Untuk mengetahui peran agama, IPTEK, dan seni dalam kehidupan.

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun maanfaat yang dihapkan dari penulisan makalah ini adalah dapat
memberikan informasi dan edukasi kepada khalayak ramai mengenai Ilmu Pengetahuan,
Teknologi dan Seni dalam perspektif agama hindu.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pandangan Agama Hindu Mengenai IPTEK dan Seni


Menurut perspektif Hindu, bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, seni merupakan
kesatuan yang saling jalin menjalin untuk mewujudkan sesuatu kesatuan yang indah (seni),
yang secara vertikal diabdikan kepada Tuhan, dan secara horizontal diabdikan kepada
sesama makhluk hidup (manusia) untuk mencapai kesejahteraan, kebahagiaan, serta
kesempurnaan .
Adapun dalam ajaran sraddha yang menyantumkan ilmu pengetahuan
yaitu, panca sraddha yang dalam ajaran Hindu yang berarti lima keyakinan yang
diantaranya : Brahman (Tuhan), Atma, Karma, Samsara (Punarbhawa), dan moksa. Jnana:
ilmu pengetahuan, karma, perbuatan, laksana yadnya. (Suryani, Surpa, dkk, 2009: 82-83).
Ilmu Pengetahuan tidak dapat disangsikan peranannya terhadap kelangsungan
kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, berikut beberapa untaian kalimat
yang bersumber pada kitab suci Agama Hindu :
Agama dan Ilmu Pengetahuan sama-sama alat untuk
mendekati kebenaran yang merupakan sifat kuasa Tuhan
( Rg. Veda I.164.46)
Walaupun seandainya engkau paling berdosa di antara manusia
yang memikul dosa, dengan perahu Ilmu Pengetahuan,
lautan dosa akan engkau sebrangi
( Bhagawad Gita IV.36)
…Dengan memiliki Ilmu Pengetahuan
ia akan menemui kedamaian yang abadi
( Bhagawad Gita IV. 39)
Persembahan berupa Ilmu Pengetahuan, wahai arjuna, lebih mulya dari persembahan
materi, dalam keseluruhannya semua kerja ini akan
mendapat apa yang diinginkannya dalam Ilmu Pengetahuan
(Bhagawad Gita IV.33)

2.2 Dampak dari Perkembangan IPTEK untuk Agama Hindu


1. Peralatan dan Perlengakapan Hidup Manusia
Pergeseran masyarakat Hindu tradisional menuju masyarakat modern membawa
dampak positif yang sangat signifikan yaitu masyarakat yang dulunya hidup
tradisional, kini dapat beraktivitas jauh lebih mudah. Contoh: pada masyarakat
tradisional untuk menjalin komunikasi dengan orang lain yang berada di suatu
tempat yang jauh biasanya menggunakan tulisan tangan dalam bentuk surat,
sekarang sudah bisa melalui gadget dengan fasilitas telepon, Short Messages
Sevice (SMS) dan electronic mail (e-mail). Komunikasi dalam masyarakat
Hindu di Bali menjadi cepat dan mudah dilaksanakan dengan hadirnya gadget.
Di samping dampak positif, terdapat juga dampak negatif dari hadirnya gadget.
Dapat dilihat saat ini penggunaan kulkul pada masyarakat Hindu Bali sudah
tidak seefektif dulu bahkan di beberapa banjar terutama di daerah perkotaan
seperti Denpasar dan sekitarnya, kulkul sudah tidak digunakan lagi sebagai alat
komunikasi.

2. Bahasa (Lisan, Tulisan)

Salam dalam masyarakat Hindu Bali atau biasa disebut panganjali adalah Om
Swastyastu yang artinya yaitu Semoga Selamat. Akhir-akhir ini dengan
hadirnya gadget, maka salam itu pun mengalami perkembangan dalam
penulisan yang disingkat dalam mengirim SMS seperti diketik kata OSA,
yang seakan singkatan dari Om Swastyastu, OSSSO yang diartikan sebagai
kepanjangan dari Om Shanti, Shanti, Shanti, Om. Namun di dalam surat
menyurat resmi antar instansi Hindu tetap saja penulisan salam pembuka dan
penutup dengan kata yang lengkap, yaitu Om Swastyastu dan Om Shanti,
Shanti, Shanti, Om yang artinya semoga selamat dan semoga damai di hati
damai di bumi damai selalu.

2.3.1 Peran Agama, IPTEK, dan Seni dalam Kehidupan


1. Kendaraan bermotor
Umat hindu menggunakan kendaraan bermotor sebagai alat transpormasi
untuk kegiatan-kegiatan upacara agar lebih cepat, seperti saat ke tempat
suci (pura) yang jaraknya jauh dari rumah, dengan menggunakan
kendaraan bermotor akan lebih praktis. Tetapi, sulinggih sebaiknya tidak
mengemudikan kendaraan mengingat resiko hukum bila terjadi
pelanggaran lalu lintas.
2. Melasti
Pada umumnya melasti berjalan kaki beriringan menuju segara atau pantai
atau bagi umat hindu tempat penyucian bagi Bhatara. Tetapi, dianjurkan
tidak memakai kendaraan sepanjang masih memungkinkan.
3. Pemakaian kaset
Dengan adanya kaset / CD umat bisa belajar dari rekaman tersebut,
contohnya seperti pemutaran kaset Puja Trisandya di sekolah. Tetapi,
tidak dibenarkan dipergunakan untuk, mengiringi upacara agama, kecuali
untuk mengisi kekosongan sepanjang tidak merusak suasana keagamaan.
4. Plastik
a. Didalam memohon dan mundut/ membawa tirta dianjurkan supaya
mempergunakan tempat dan sikap yang patut demi menjaga
kesuciannya.
b. Tidak dibenarkan memakai alat-alat yang berasal dari plastik, imitasi
dan sejenisnya sebagai pengganti daripada daun, bunga dan buah
yang berfungsi sebagai upakara yadnya.
c. Penggunaan/ plastik dan barang-barang imitasi sebagai wadah/hiasan
masih bias diterima.
5. Kompor
Penggunaan kompor dalam rangkaian pembakaran mayat bisa diterima,
sepanjang tidak merusak suasana dan tidak mengurangi syarat upacara.
6. Seng dan genteng
Keberadaan genteng atau seng ini sangat mengguntungkan bagi mereka
yang ingin atap dari pura (sanggah) tersebut tahan lama.
Tetapi, dianjurkan mempergunakan ilalang, ijuk dan bambu sebagai atap
untuk bangunan suci dan sedapat mungkin menghindari seng dan genteng
sebagai atap.
7. Beton cetakan.
a.Guna memenuhi persyaratan asta kosala kosali dan asta bhumi, banguna
n palinggih sebaiknya tidak mempergunakan beton cetakan
b.Kalau penggunaannya bukan untuk palinggih masih bisa diterima.
8. Bayi tabung
a. Bayi tabung dapat diterima atas persetujuan suami istri.
b.Inseminasi atau pembuahan secara suntik bagi umat Hindu dipandang
tidak sesuai dengan tata kehidupan agama Hindu, karena tidak melalui
samskara dan menyulitkan dalam hukum kemasyarakatan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Dalam agama hindu IPTEK dan seni dipandang sebagai sesuatu yang saling
berhubungan karena ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan unsur kesatuan
yang saling jalin menjalin untuk mewujudkan sesuatu kesatuan yang indah
(seni), yang secara vertikal diabdikan kepada Tuhan, dan secara horizontal
diabdikan kepada sesama makhluk hidup (manusia) untuk mencapai
kesejahteraan, kebahagiaan, serta kesempurnaan.
2. Perkembangan IPTEK untuk agama hindu membawa dampk positif dan dampak
negatif. Dampak positif yang sangat signifikan yaitu masyarakat yang dulunya
hidup tradisional, kini lebih modern dan dapat beraktivitas jauh lebih mudah.
Contohnya dapat menjalin komunikasi dengan orang lain yang berada di tempat
yang jauh dengan bantuan telepon, Sementara dampak negatifnya membuat
penggunaan kulkul mulai ditinggalkan, selain itu dalam penggunaan salam
dalam masyarakat atau biasa disebut panganjali adalah Om Swastyastu yang
akhir-akhir ini dengan hadirnya gadget, salam itu pun mengalami perkembangan
dalam penulisan yang disingkat OSA, yaitu Om Swastyastu, dan OSSSO yang
diartikan sebagai kepanjangan dari Om Shanti, Shanti, Shanti, Om.
3. Agama, IPTEK, dan seni dalam kehidupan umat Hindu berperan sebagai unsur-
unsur kehidupan yang saling melengkapi antara satu unsur dengan unsur lainnya
dalam kehidupan umat hindu sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang
seimbang dan tidk kaku dengan perkembangan zaman.
3.2 Saran
Untuk mengembangkan IPTEK , seni dalam ajaran agama harus kita saari engan
keimanan dan ketakwaan kepada TYME. Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
memang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tetapi apa jadinya hal tersebut,
jika tidak didasari oleh ajaran agama. Oleh karena itu, ada baiknya perlu adanya
peenyeimbangan antara IPTEK, seni dengan ajaran agama.