Anda di halaman 1dari 9

Kelompok :

Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Tujuan Percobaan:

Peserta didik mampu menentukan perubahan entalpi reaksi penetralan


dengan menggunakan kalorimeter.

Petunjuk penggunaan:
1. Bacalah materi pada LKPD dan buku teks lainnya
2. Lakukan percobaan sesuai dengan prosedur kerja yang ada
3. Tuliskan hasil pengamatan pada table yang telah disediakan
4. Diskusikan hasil percobaan yang diperoleh agar dapat menari kesimpulan
1. Apa itu perubahan entalpi?
Jawab:

2. Bagaimana nilai perubahan entalpi pada tekanan tetap?


Jawab:

3. Apa yang mempengaruhi nilai perubahan entalpi?


Jawab:

Adakah yang tahu nama benda di atas dan sering menggunakannya? Bagaimana prinsip kerja dari
benda-benda di atas? Adakah hubungan antara benda-benda di atas dengan teori perpindahan kalor?

KALORIMETER
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan perubahan
entalpi dari suatu reaksi
Salah satu cara yang digunakan untuk mengukur perubahan
entalpi reaksi adalah dengan kalorimetri, yaitu proses
pengukuran jumlah panas dari system reaksi menggunakan
kalorimeter.
Penentuan kalor reaksi seara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau
diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor yaitu
jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap. Kalor reaksi suatu reaksi
kimia dapat kita tentukan secara eksperimen (percobaan) dengan menggunakan kalorimeter.
Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. Berdasarkan fungsinya, kalorimeter dibedakan
menjadi:
1. Kalorimeter tipe reaksi (sederhana), yaitu kalorimeter untuk menentukan kalor reaksi dari
semua reaksi, kecuali reaksi pembakaran. Kalorimeter tipe ini memiliki bejana yang terbuat
dari Styrofoam, namun ada pula yang terbuat dari aluminium. Kalorimeter tipe reaksi dapat
juga digunakan untuk menentukan kalor jenis logam.
2. Kalorimeter tipe bom, berfungsi untuk menentukan jumlah kalori dalam bahan makanan
berdasarkan reaksi pembakaran (biasanya dioksidasi dengan oksigen).
Untuk mengukur kalor reaksi dalam kalorimeter, perlu diketahui terlebih dahulu kalor
yang dipertukarkan dengan kalorimeter sebab pada saat terjadi reaksi, sejumlah kalor
dipertukarkan antara sistem reaksi dan lingkungan (kalorimeter dan media reaksi).
qlarutan = m . c . t
qkalorimeter = C . t
Hreaksi total = qlarutan + qkalorimeter
Kalorimeter sederhana dapat dibuat dari gelas platik atau styrofoam. Jumlah kalor yang
diserpa atau dilepas ke lingkungan oleh plastik dapat diabaikan karena plastik merupakan
nonkonduktor sehingga jumlah kalor yang diserap atau diepaskan oleh larutan dapat dihitung
seperti berikut: qreaksi = -qlarutan
Kegiatan 1

PERCOBAAN
PENENTUAN ENTALPI REAKSI
MENGGUNAKAN KALORIMETER

A. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan perubahan entalpi reaksi netralisasi antara larutan HCl dengan larutan
NaOH.

B. ALAT DAN BAHAN


Alat Bahan
1. Kalorimeter sederhana 1. NaOH 1 M
2. Gelas ukur 50 mL 2. HCl 1 M
3. Termometer

C. CARA KERJA
1. Masukkan 25 mL larutan HCl 1 M ke dalam kalorimeter, kemudian catat suhunya
dengan termometer.
2. Ambil 25 mL larutan NaOH 1 M ke dalam gelas ukur, kemudian catat suhunya
dengan termometer.
3. Catat suhu rata-rata jika suhu kedua larutan berbeda.
4. Masukkan larutan NaOH tersebut ke dalam kalorimeter yang telah berisi larutan
HCl 1 M. Aduk dan perhatikan suhu yang terbaca pada termometer.
5. Catatlah suhu tertinggi yang terbaca sebagai suhu akhir.
6. Catat hasil pengamatan dengan membuat tabel pengamatan.
7. Hitung kalor reaksinya dan tentukan ΔH reaksinya.

D. HASIL PENGAMATAN
No Data Pengamatan Hasil Pengamatan
1 Suhu larutan NaOH 1 M ⁰C
2 Suhu larutan HCl 1 M ⁰C
3 Suhu rata-rata (suhu awal) ⁰C
4 Suhu akhir ⁰C
5 Perubahan suhu T ⁰C
E. PERTANYAAN
1. Perhatikan gambar berikut ini!

Sebutkan nama bagian dari alat tersebut beserta fungsinya


A adalah……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….…
B adalah……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….…
C adalah……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….…
D adalah……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….…
E adalah……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….…
F adalah……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….…
2. Tulislah persamaan reaksi yang terjadi antara larutan NaOH dan larutan HCl pada
percobaan di atas!

3. Hitunglah jumlah mol NaOH dan HCl yang terdapat pada percobaan di atas!
4. Hitunglah H reaksi antara NaOH dan HCl, sertakan dengan persamaan
termokimianya!

5. Apakah reaksi antara larutan NaOH dan larutan HCl menyerap atau membebaskan
kalor? Jelaskan!

F. KESIMPULAN
Kunci Jawaban
A. Data Pengamatan
No Data Pengamatan Hasil Pengamatan
1 Suhu larutan NaOH 1 M 30 ⁰C
2 Suhu larutan HCl 1 M 28 ⁰C
3 Suhu rata-rata (suhu awal) 29 ⁰C
4 Suhu akhir 34 ⁰C
5 Perubahan suhu (T) 5 ⁰C

B. Pertanyaan
1. Bagian dari kalorimeter dan fungsinya.
A adalah termometer suhu berfungsi untuk mengukur suhu awal dan suhu akhir
larutan.
B adalah pengaduk berfungsi untuk mengaduk kedua larutan biar tercampur rata dan
membentuk reaksi penetralan.
C adalah gabus berfungsi sebagai isolasi, dan penyumbat .
D adalah penutup dipasang isolator yang berfungsi untuk mengurangi kehilangan
kalor karena dihantarkan atau dipancarkan sekitarnya.
E adalah bejana kecil (kalorimeter) dari logam tipis yang di gosok mengkilat berfungsi
sebagai alat untuk tempat mencampur larutan.
F adalah bejana luar berfungsi untuk memasukkan kalorimeternya
2. Reaksi antara larutan NaOH dan larutan HCl
NaOH (aq) + HCl (aq)  NaCl (aq) + H2O (aq)
3. Mol NaOH dan HCl
n NaOH = M x V = 1 M x 25 mL = 0,025 mol
n HCl = M x V = 1 M x 25 mL = 0,025 mol
4. PerhitunganH reaksi antara NaOH dan HCl.
Volume larutan = 50 mL
Massa larutan = 50 mL x 1 g/mL = 50 gram
Perubahan suhu (T) = 5 ⁰C
Q = m x c x T
= 50 g x 4,2 J/g K x 278 K
= 58.380 J = 58,38 kJ
Karena reaksi melepas kalor, maka Q = - 58,38 kJ
NaOH = HCl = 0,025 mol
q reaksi = - 58,38 kJ
H = Q / mol
H = - 58,38 kJ / 0,025 mol
H = -2335,2 kJ/mol
Persamaan termokimianya adalah:
NaOH (aq) + HCl (aq)  NaCl (aq) + H2O (aq) H = -2335,2 kJ/mol
5. Reaksi antara larutan NaOH dengan larutan HCl memiliki perubahan entalpi bernilai
negatif (-) yang menandakan bahwa reksi bersifat eksoterm yang berarti sistem
melepaskan atau membebaskan kalor. Perubahan entalpi suatu reaksi dipengaruhi oleh
massa, kalor, dan perubahan suhu, serta berbanding dengan kandungan mol pada suatu
reaksi tersebut.
C. Kesimpulan
Perubahan entalpi yang diserap atau dilepaskan bergantung pada keadaan awal dan
keadaan akhir. Perubahan entalpi pada reaksi netralisasi antara larutan NaOH dan larutan
HCl adalah bernilai negatif dan bersifat eksoterm