Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK

PERCOBAAN IX
KROMOSOM PADA KELNJAR LUDAH LALAT BUAH (Drosophyla sp.)

OLEH :

NAMA : SITTI RAMDANI ASHAF


STAMBUK : F1D1 18 018
KELOMPOK : I (SATU)
ASISTEN PEMBIMBING : MUH. DJUMADIL AKBAR

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kromosom adalah unit genetik yang terdapat dalam setiap inti sel pada

semua makhluk hidup, kromosom berbentuk deret panjang molekul yang disusun

oleh DNA dan protein-protein. Setiap sel terdiri dari tiga bagian utama, yaitu

nukleus (inti Sel), Sitoplasma (cairan sel) dan Membran pelindung sel. Terdapat

benang-benang halus yang disebut ‘kromatid’ di dalam nukleus, apabila terjadi

pembelahan sel, maka benang-benang halus itu dipintal membentuk kromosom.

Kromosom raksasa ditemukan pada tahap interfase pada waktu proses

pembelahan sel, dimana pada waktuy itu kromosom melakukan replikasi secara

berulang- ulang tanpa diikuti pembelahan sel. Kromosom raksasa dibentuk pada

saat replikasi menghasilkan kromatin yang saling berhubungan pada kromosom

haploid. Pada kelenjar ludah Drosophila melanogaster tiap kromosom raksasa

merupakan hasil 9 siklus replikasi. Jadi pada tiap kumpulan kromosom terdapat

lebih dari serisu kromosom. Bahkan pada beberapa insekta yang lain ditemukan

lebih dari 16.000 kromosom.

Kromosom raksasa ini terdiri dari pita yang berwarna gelap dan terang

yang letaknya berselang-seling saling bergantian. Ukuran diameternya bervariasi

pada tempat-tempat tertentu karena pada bagian tertentu kromosom tersebut

menggembung dan kromosom tersebut terlihat membengkak. Bentuk kromosom

raksasa pada satu jaringan berbeda dengan jaringan yang lain karena adanya

variasi letak gembungan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa fungsi kromosom

raksasa pada semua jaringan adalah sama, yaitu untuk mempertinggi aktivitas

metabolisme suatu sel. Berdasarkan uraian tersebut maka dilakukan praktikum


mengenai Kromosom pada Kelnjar Ludah Lalat Buah (Drosophyla

Melanogaster).

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana metode pembuatan preparat kromosom kelenjar ludah lalat buah

(Drosophyla sp.) ?
2. Bagaimana bentuk dan struktur kromosom kelenjar ludah lalat buah

(Drosophyla sp.) ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui metode pembuatan preparat kromosom kelenjar ludah lalat

buah (Drosophyla sp.).


2. Untuk mengetahui bentuk dan struktur kromosom kelenjar ludah lalat buah

(Drosophyla sp.).
D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui metode pembuatan preparat kromosom kelenjar ludah lalat

buah (Drosophyla sp.).


2. Dapat mengetahui bentuk dan struktur kromosom kelenjar ludah lalat buah

(Drosophyla sp.).
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Kromosom
Kromosom adalah benang-benang yang terdapat padainti sel yang

berfungsi membawa DNA yang bersifat bawaan dan berisi tentang sebagian besar

informasi untuk aktivitas regulasi sel. Kromosom akan tampak jelas pada sel yang

aktif membelah. Jumlah kromosom di dalam inti sel dari berbagai organisme

berbeda-beda. Kromosom ini ada 2 jenis, namanya autosom dan gonosom.

Autosom merupakan kromosom yang berperan dalam menentukan bentuk fisik


selain kelamin, sedangkan gonosom merupakan kromosom yang berperan dalam

menentukan jenis kelamin (Wulandari, 2015).

B. Lalat Buah (Drosophila sp.)


Lalat buah merupakan hewan percobaan yang sering digunakan dalam

praktikum genetika. Hukum genetika yang penting telah dihasilkan dari

penelitian menggunakan lalat buah. Keunggulan penggunaan lalat buah antara

lain tidak memerlukan kondisi steril seperti pada mikroorganisme, mudah

diperoleh karena bersifat kosmopolit, siklus hidup pendek, mudah dipelihara,

lalat betina bertelur banyak, ciri morfologi mudah diamati dan memiliki 4 pasang

kromosom sehingga mudah diteliti (Wahyuni, 2005).


Karakteristik drosophila sp. tipe normal dicirikan dengan mata merah,

mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan mata tunggal pada bagian atas

kepalanya dengan ukuran relatif lebih kecil dibanding mata majemuk warna tubuh

kuning kecokelatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang.

Ukuran tubuh drosophila sp. berkisar antara 3-5 mm. Sayap drosophila sp. cukup

panjang dan transparan. Posisi sayapnya bermula dari thorak, vena tepi sayap

(costal vein) memiliki dua bagian yang terinterupsi dekat dengantubuhnya.

Aristanya pada umumnya berbentuk rambut dan memiliki 7-12 percabangan.

Crossvein posterior umumnya berbentuk lurus, tidak melengkung. Thoraknya

memiliki bristle, baik panjang dan pendek, sedangkan abdomen bersegmen lima

dan bergaris hitam (Hotimah, 2017).


C. Kromosom Lalat Buah (Drosophila sp.)
Lalat buah (Drosophila sp.) merupakan jenis lalat yang dapat ditemukan

pada tumbuhan busuk. Lalat buah memiliki tanda-tanda kelamin sekunder yang

mudah dibedakan, yaitu memiliki delapan kromosom, 3 pasang kromosom


autosom dan 1 pasang kromosom seks. Lalat buah (Drosophyla sp.) mempunyai

siklus hidup yang pendek yaitu berkisaran antara 7 sampai dengan 10 hari

tergantung pada kondisi lingkungan termasuk suhu sekitar, sehingga dalam waktu

satu tahun dapat diperoleh lebih dari 25 generasi dan memiliki banyak variasi sifat

yang diturunkan (Rahmawati, 2016).


D. Teknik Pembuatan Preparat Kromosom dari Kelenjar Ludah
Pembuatan preparat kromosom dapat dilakukan dengan menggunakan

metode squash, sebelum dilakukan metode squash pemilihan larva dilakukan

untuk menemukan larva yang ukurannya besar agar mudah diamati. Penempatan

larva pada kaca objek yang sebelumnya telah ditetesi larutan HCl, pembedahan

dilakukan dengan menusuk bagian anterior larva kemudian menarik 2/3 bagian

anterior larva. Mengamati sediaan larva dengan mikroskop, setelah menemukan

kelenjar ludahh di beripewarnaan aceti orcein kemudian di amati di bawah

mikroskop dan mendokumentasikan dengan kamera (Lusiyanti, 2006).


E. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengamatan Kromosom
Preparat kromosom dapat dibuat dengan berbagai metode, namun tidak

semua metode dapat diaplikasikan. Keberhasilan pembuatan preparat kromosom

dapat dipengaruhi oleh pewarnaan, proses pewarnaan yang terlalu lama dapat

mengakibatkan sel berwarna gelap. Tekanan saat proses squash juga

mempengaruhi keberhasilan pembuatan preparat kromosom. Tekanan

pengetukkan terlalu pelan membuat sel-sel sulit terpancar, sedangkan bila terlalu

kuat maka dinding-dindng sel menjadi pecah dan bentuk sel menjadi rusak

(Ningsih, 2014).
III. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 November 2019

Pukul 07.30-Selesai WITA dan bertempat di Laboratorium Biologi unit Zoologi,

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas

Halu Oleo, Kendari.


B. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1. Bahan dan Kegunaan
No. Nama Bahan Kegunaan
1 2 3
1. Lalat buah (Drosophyla Sebagai objek pengamatan
melanogaster)
2. Aceto orcein Sebagai larutan pewarna
3. HCl 1N Sebagai larutan fiksasi

C. Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 2.
Tabel 2. Alat dan Kegunaan
No. Nama Alat Kegunaan
1 2 3
1. Kaca preparat Untuk meletakkan objek
2. Pinset Untuk mengambil bahan yang akan diamati
3. Mikroskop Untuk mengamati preparat

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengamatan Kromosom Kelenjar Ludah Droshopilla sp.


No. Gambar Pengamatan Gambar Literatur Keterangan
1 2 3 4
1.
1. Kromosom
diploid
11 (2n)
2. Kromosom
3. Kromosom
21 haploid (n)
31

Perbesaran 100x

B. Pembahasan
Kromosom merupakan gen pembawa sifayt yang terdapat pada nucleus

atau inti sel yang di dalamnya terdapat materi genetik DNA dan RNA yang

mengontrol aktivitas hidup salah satunya metabolism dan penurunan sifat dengan

cara pembelahan sel. Pengamatan preparat kromosom dilakukan untuk mengamati

kromosom pada kelenjar ludah lalat buah (Drosophyla sp.). Kelenjara ludah pada

lalat buah (Drosophyla sp.) Sangat besar dan erring disebut kromosom raksasa.
Langkah awal yang dilakukan saat pembuatan preparat ini yaitu

mengambil larva dari lalat buah (Drosophyla sp.) Yang diletakkan pada kaca

preparat. Langkah selanjutnya yaitu menarik bagian anterior larva menggunakan

jarum pada arah berlawanan, setelah itu diberikan larutan nacl 0,9% untuk

memisahkan kelenjar ludah dengan lemak, setelah itu pemberian larutan aceto

oercein sebagai pewarna lalu ditutupi dengan kaca penutup. Langkah selanjutnya

yaitu melakukan metode squash agar sel-sel pada organ lebih mudah diamati,
setelah itu dilewatkan di atas Bunsen untuk menghilangkan molekul air yang

tertinggal.
Hasil pengamatan diperoleh kromosom haploid dan kromosom diploid.

Kromosom haploid adalah sel yang memiliki setengah jumlah kromososm (n)

yang berisi satu atau sel sel lengkap dari kromosom. Sel haploid adalah hasil dari

proses meiosis. Sel diploid adalah sel yag mengandung dua sel (2n) dari

kromosom sel diploid membelah menjadi dua sel anakan yang sama persis dengan

induknya. Tipe-tipe kromosom terdiri dari 4 macam, yaitu akrosentrik, telosentrik,

metasentrik dan submetasentrik.

V. PENUTUP
A. Simpulan
Simpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan preparat kromosom dapat dilakukan dengan menarik bagian

anterior dari larva lalat buah (Drosophyla sp.) Dengan menggunakan jarum

pentul pada arah yang berlawanan, kemudian diletakan pada kata preparat

yang telah diberikan larutan nacl 0,9%, kemudian di beri pewarnaan aveto

orcein lalu di tutup menggunakan kaca penutup kemudian di squash lalu di

lewatkan pada Bunsen dan diamati di bawah mikroskop.


2. Bentuk kromosom bermacam-macam, ada akrosentrik, telosentrik,

metasentrik dan submetasentrik.


B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk laboratorium agar melengkapi dan menyediakan baha-bahan

praktikum.
2. Untuk asisten agar tidak bosan-bosan menghadapi praktikannya.
3. Untuk praktikan agar bisa menjadi praktikan yag baik pada praktikum-

praktikum berikut nya.

DAFTAR PUSTAKA
Hotimah, H., Purwatiningsih. dan Kartika, S, 2017. Deskripsi Morfologi
(drosophila sp.) Normal (Diptera:Drosophilidae), Strain Sepia dan
Plum, Jurnal Ilmu Dasar, 18(1): 55
Lusiyanti, Y., Iwiq, I. dan Sofianti, P, 2006, Pengenalan Teknik Fish untuk Deteksi
Aberasi Kromosom Translokasi Akibat Radiasi Pengion, Jurnal Iptek
Ilmiah Populer, 8(2): 58
Ningsih, E., Dewi, I.R. dan Nery, S, 2014, Kromosom Sticky pada Kecambah Padi
Asal Kabupaten Bengkalis, Riau Terakait Cekaman Garam, Jom Fmipa,
1(2): 629
Rahmawati, L., Jamaluddinsyah. dan Eriawati, 2016, Pengaruh Tembakau dalam
Medium Kultur Terhadap Jumlah Turunan Lalat Buah (Drosophila
melanogaster), Prosiding Seminar Biotik, 2(2): 252
Wahyuni, E.S, 2005, Pertumbuhan Lalat Buah (Drosopilla Sp.) pada Berbagai
Media dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi di Sma, Jurnal
Pendidikan Biologi, 1(2): 1
Wulandari dan Tofan, R.W , 2015, Analisis Kromosom Tanaman Jati (Tectona
Grandis) dengan Metode Pewarnaan, Jurnal Silvikultur Tropika, 6(1):
49

Anda mungkin juga menyukai