Anda di halaman 1dari 22

PRODI D3 KEBIDANAN

STIKES ‘AISYIYAH YOGYAKARTA


JLN. MUNIR NO.267 SERANGAN NGAMPILAN YOGYAKARTA
2010

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI CELY


UMUR 1,5 BULAN DENGAN DIARE
DI BPS BUNDA SETYA

Tempat praktik : BPS Kasih ibu Nama mahasiswa/NIM : arum ismawati


Masuk RS/tgl/jam : 10.00 WIB Ketrampilan ke : 9

I. DATA SUBYEKTIF
1. Nama pasien : Sinta
2. Umur : 1,5 bulan
3. Jenis kelamin : Perempuan
B. Identitas orang tua Ibu Bapak
1. Nama : Ny. n Tn.w
2. Umur : 24 tahun 29 tahun
3. Agama : Islam Islam
4. Pekerjaan : swasta swasta
5. Alamat : Jl. Timoho no.50 Jl. Timoho no. 50

Keluhan utama pada bayi


Ibu mengatakan bahwa sudah 2 hari bayinya BAB 5x sehari, berbau khas feses, konsistensi
encer, warna kuning, jumlah sedikit-sedikit.

C. Riwayat obstetrik G1 P1 Ah1


No Gravid R Kehamilan R persalinan R Nifas Anak hidup
1 1 Normal Pervaginam, ditolong oleh bidan di BPS Normal tidak ada keluhan maupun
komplikasi 1, perempuan

D. Riwayat kehamilan terahir :


ANC TM I : 28 September 2009
ANC TM II : 3 November 2009
ANC TM III : 20 Januari 2009
Imunisasi TT I : 28 September 2009
TT II : 29 Oktober 2009
Obat/jamu yang diminum : ibu tidak pernah minum jamu-jamuan atau obat-obatan yang
berbahaya
E. Riwayat persalinan terakhir, tanggal 15 Maret 2010 jam 18.30 WIB jenis persalinan
pervaginam
Aspek
Kala Lama Vital sign Kejadian Tindakan Ket/oleh
I 8 jam Nadi : 78x / menit
Suhu : 36,3 °C
TD : 120/80 mmHg
Pernapasan : 21x menit - Observasi pembukaan Bidan
II 1jam Nadi : 76x / menit
Suhu : 36,5 °C
TD : 120/70 mmHg
Pernapasan : 24x menit - Melahirkan bayi Bidan
III 30 menit Nadi : 77x / menit
Suhu : 36,4 °C
TD : 110/80 mmHg
Pernapasan : 20x menit - Melahirkan plasenta Bidan
IV 2 jam Nadi : 76x / menit
Suhu : 36,3 °C
TD : 120/80 mmHg
Pernapasan : 20x menit - Observasi 2 jam kala IV bidan
Nifas 6 jam Nadi : 76x / menit
Suhu : 36,5 °C
TD : 120/80 mmHg
Pernapasan : 22x menit - Observasi mobilisasi, ibu menyusui Bidan dan keluarga
F. Riwayat Imunisasi
No Usia Jenis Imunisasi Ket
1 BBL HB 1 Bidan
2 Bayi 1 bulan BCG Bidan

G. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari


1. Makan : -
2. Minum : ASI 4x sehari, PASI 6x/ hari
3. BAB : 2x sehari
4. BAK : 7x sehari
5. Muntah : -
Pola pemenuhan minum terakhir
1. Makan : -
2. Minum : ASI 2x sehari, PASI 4x/ hari
3. BAB : 5x sehari
4. BAK : 7x sehari
5. Muntah : sedikit, gumoh

II. DATA OBYEKTIF


A. BB lahir/sekarang : 3,3 kg / 4,3 kg
B. PB lahir : 50 cm
C. LK lahir/sekarang : 34 cm / 35 cm
D. LD lahir/sekarang : 31 cm / 31,5 cm
E. Keadaan sekarang : baik
F. Suhu badan : 36,5 °C
G. Nadi : 25 x/ menit
H. Pernafasan :40x/ menit
I. Tonus otot : baik
J. Warna kulit : kemerahan
K. Reflek
Refleks Morrow : baik
Refleks Rooting : baik
Refleks Sucking : baik
Refleks swallowing : baik
Refleks Babinski : baik
L. Pemeriksaan head to toe
Kepala : mesocephal, tidak ada benjolan
Muka : tidak ada odema, simetris
Mata :simetris, konjungtiva merah muda, skera putih, reflek cahaya positif
Hidung : simetris, tidak ada polip
Telinga : simetris, bersih, tidak ada serumen
Mulut : tidak ada oral trush, labio palatum normal
Leher : tidak ada pembengkakan
Dada : simetris, todak ada benjolan, tidak ada retraksi dinding dada
Payudara : simetris
Abdomen : tidak ada benjolan, turgor kulit agak kurang
Ekstremitas atas/bawah : normal, gerakan aktif
Genitalia luar : labio mayor sudah menutup labio minor, terdapat ruam
Anus : iritasi, kemerahan

III. ASSESMENT
Tanggal : 4 juni 2011 Pukul : 10.10 WIB
Bayi S umur 1,5 bulan kemungkinan mengalami diare.

IV. PLANNING
Tanggal 4 Juni 2010 Pukul : 10.15 WIB
1. Memberitahukan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu
Ibu mengerti tentang hasil pemeriksaan
2. Memberikan informasi, bahwa kemungkinan diare yang dialami bayi ibu dikarenakan
pemberian PASI
Ibu mengerti penyebab diare yang dialami oleh bayinya
3. Menyarankan untuk memberikan ASI saja pada bayi selama 6 bulan
Ibu bersedia untuk memberikan asi saja pada bayinya
4. Menyarankan untuk menjaga personal hygiene bayi maupun ibu
Ibu bersedia untuk menjaga personal hygiene bayinya
5. Menyarankan untuk lebih sering dalam memberikan ASI pada bayi
Ibu bersedia memberikan ASI sesering mungkin
6. Memberitahukan ibu tanda-tanda diare berat
Ibu mengerti tentang tanda diare berat
7. Melakukan rujukan apabila diare bayi tidak segera berkurang setelah 3 hari
Ibu bersedia untuk dilakukan rujukan apabila selama 3 hari masih diare
8. Pemberian obat
Obat telah diberikan

TTD
Bidan Sukma
Apa itu Diare?
Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya,
baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair
daripada padat, maka itu adalah diare. Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar
sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu
buang air masing-masing, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali
seminggu saja. Dengan kata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau
anak anda dari kebiasaan buang air besar mereka.
Penyebab diare :
• Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air
(watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.
• GE ( flu perut) terbanyak karena virus.
• Bakteri - Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. ----Memerlukan antibioka sebagai terapi
pengobatan.
• Parasite(Giardiasis) - Berak darah+/- dan lendir, sakit perut.------perlu antiparasite
• Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang
dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
• Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut ,
biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
• Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran
kencing, infeksi telinga, campak dll.
Gejala Diare Akut ( Diare Mendadak) :
Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air
(watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.
Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :
• Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga
atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
• Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/
mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai
beberapa hari.
• Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar
• Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
• Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan
tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.
Pengobatan Diare
Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus, maka TIDAK ada
pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya
setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada
dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan. Diare akut dapat disembuhkan
HANYA dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang
cukup saja.Yang perlu diingat pengobatan BUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN
diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan
kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti
menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan
memperburuk saluran tersebut.
Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, akan sembuh dengan
sendirinya setelah beberapa hari - ( 14 hari) dimana diare makin berisi - dari air ( watery)
mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh. Yang terpenting pada diare adalah
mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi.
Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:
Ingat menHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi
bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa
hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan
yang masuk.
Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI
Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti
BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan
pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung
terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa
asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha
mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.
Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau
susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena
sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali.
Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek
masa waktu gejala dari diare ini.
Pencegahan Diare:
• Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
• Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI
setelah bayi berusia 4 bulan.
• Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga
kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga.
Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.
• Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga
kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.
Hubungi dokter anda, bila:
• Diare disertai Darah (perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika)
• Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing berkurang
atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)
• Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.
• Muntah terus menerus - tidak dapat masuk makanan / asi .
• Adanya sakit perut - kolik pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki,
keringatan dan gelisah.

© Dr.Suririnah-www.infoibu.com
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI MUDA
AN. A UMUR 1 BULAN DENGAN IMUNISASI BCG DAN POLIO 1
DI BPM SRI RAHAYU

I. PENGKAJIAN
Hari/Tanggal : Senin, 10 Februari 2014
Jam : 17.00 wib
1. IDENTITAS
Nama Anak : An. A
Tanggal lahir : 13 Januari 2014
Umur : 1 bulan
Jenis kelamin : Perempuan

2. IDENTITAS ORANG TUA


Nama : Ny. T Tn. R
Umur : 24 tahun 26 tahun
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SMA SMK
Pekerjaan : IRT Swasta
Alamat : Babadsari,Kutowinangun, Babadsari,Kutowinangun,
Kebumen. Kebumen

3. SUBJEKTIF
1. Alasan datang
Ibu mengatakan ingin mengimunisasikan anaknya

2. Keluhan utama
Ibu mengatakan anaknya tidak ada keluhan

3. Riwayat kelahiran
Anak ke :1
Penolong : bidan
BB / PB lahir : 3200 gr / 48 cm
Tempat : BPM

4. Riwayat imuninsasi
Ibu mengatakan anaknya baru mendapatkan imunisasi hb 0, 4 jam setelah lahir oleh bidan

5. Riwayat penyakit anak


a. Riwayat kejang
Ibu mengatakan anaknya tidak pernah kejang.
b. Riwayat gangguan nafas
Ibu mengatakan anaknya tidak mempunyai riwayat penyakit gangguan nafas.
c. Riwayat infeksi
Ibu mengatakan anaknya tidak mempunyai riwayat infeksi.

6. Riwayat perkembangan anak


a. Motorik kasar : Ibu mengatakan tangan dank kaki bergerak aktif.
b. Motorik halus : Ibu mengatakan kepala menoleh ke kanan dan kiri.
c. Bahasa : Ibu mengatakan saat berbicara bereaksi terhadap
bayinya.
d. Personal sosial: Ibu mengatakan saat dipanggil menatap wajah ibu.
7. Pola kehidupan sehari – hari
a. Nutrisi
Ibu mengatakan anaknya minum ASI eksklusif setiap bayi menginginkannya.
b. Eliminasi
Ibu mengatakan anaknya BAB 3x sehari, konsistensi cair, BAK 7 – 8 x sehari.
c. Istirahat
Ibu mengatakan anaknya tidur malam jam 20.00 – 04.00 wib, tidur siang jam 07.00 – 10.00
wib, jam 13.00 – 15.00 wib, bayi tidak rewel.
d. Aktivitas
Ibu mengatakan anaknya aktif bergerak menoleh kanan dan kiri.

4. OBJEKTIF
1. Pemeriksaan umum.
a. KU : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Status emosional : Stabil
b. BB sekarang : 3700 gram
BB lahir : 3200 gram
PB : 55 cm
LILA : 12 cm
LK : 35 cm
c. TTV
Nadi : 12,9 x/menit
Pernafasan : 54 x/menit
Suhu : 36,3

2. Pemeriksaan fisik.
a. Kepala dan leher
Kepala : Bentuk Mesochepal, rambut hitam
Mata : konjungtiva merah muda, tidak anemis, sclera
putih, tidak ikterik.
Telinga : Bentuk simetris, tidak ada peradangan, tidak
ada kelainan konginetal, bersih, tidak ada
serumen.
Hidung : Kartilago normal, tidak ada polip, tidak ada
secret.
Mulut dan Gigi : Bersih, tidak bau mulut, tidak stomatis, tidak
perdarahan pada gusi, tidak ada kelainan konginetal, tidak ada sianosis pada bibir.
Leher : Tidak ada pembesaran limfe dan tyroid, tidak
ada pembendungan vena jugularis.
b. Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
c. Dada : Simetris, jantung dalam batas normal,
terdengar lup dup beraturan, paru – paru tidak ada bunyi wheezing, dan tidak ada stridor.
d. Abdomen : Turgor kulit normal < 2 detik.
e. Genetalia : Genetalia luar lengkap.
f. Anus : Tidak ada Hemoroid.
g. Ekstremitas : Tidak ada oedema, gerak aktif, kuku kaki dan
tangan tidak sianosis, telapak kaki dan tangan tidak berkeringat, kapiler refill baik, bila
diletakkan < 2 detik.

II. INTERPRETASI DATA


1. Diagnosa
An. A umur 1 bulan dengan imunisasi BCG dan Polio 1.
Data Dasar
Subjektif :
- Ibu mengatakan anaknya bernama An. A umur 1bulan.
- Ibu mengatakan ingin mengimunisasi BCG dan Polio
- Ibu mengatakan anaknya baru mendapatkan imunisasi sewaktu lahir.
Objektif :
- KU : Baik
Kesadaran : Compos mentis.
- BB sekarang : 3700 gram.
BB lahir : 3200 gram
PB : 55 cm.
LK : 35 cm.
- TTV
Nadi : 129 x/menit.
Pernafasan : 54 x/menit.
Suhu : 36,3
- Masalah : Tidak ada masalah.
- Kebutuhan : imunisasi BCG dan polio 1.

III. DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada

IV. TINDAKAN SEGERA


Tidak ada
V. INTERVENSI / PERENCANAAN
1. Beritahu ibu hasil pemeriksaan anaknya.
2. Beritahu ibu bahwa anaknya akan diimunisasi BCG dan Polio 1 dan anjurkan ibu tidak
menyusui terlebih dahulu 10 menit setelah imunisasi polio.
3. Beritahu ibu manfaat dari imunisasi BCG dan Polio 1.
4. Beritahu ibu cara penyuntikan.
5. Lakukan penyuntikan.
6. Beritahu ibu efek samping imunisasi BCG dan Polio 1 serta anjurkan ibu kembali segera jika
anak mengalami KIPI.
7. Anjurkan ibu kunjungan ulang.
8. Dokumentasi tindakan.
VI. IMPLEMENTASI / PELAKSANAAN
Hari / Tanggal : Senin, 10 Februari 2014.
Jam : 17.05 wib.
1. Memberitahu hasil pemeriksaan anaknya, yaitu BB = 3700 gram, PB = 55 cm, LILA = 12
cm, Nadi = 129 x/menit, Pernafasan = 54 x/menit, Suhu = 36,3
2. Memberitahu ibu bahwa anaknya diimunisasi BCG dan Polio 1 dan menganjurkan ibu untuk
tidak menyusui terlebih dahulu 10 menit setelah imunisasi polio 1.
3. Memberitahu ibu manfaat imunisasi BCG yaitu mencegahpenyakit TBC dan Polio 1 untuk
mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh layuh pada tungkai dan atau
lengan.
4. Memeberitahu ibu cara penyuntikan BCG yaitu pada lengan kanan atas bayi bagian luar
secara IC dengan memasukkan vaksin BCG 0,05 ml dan meneteskan polio pada bagian
bawah lidah bayi 2 tetes.
5. Melakukan penyuntikan pada lengan kanan atas bayi yaitu di deltoid secara IC / dibawah
kulit sebanyak 0,05 ml vaksin BCG dan meneteskan vaksin polio pada mulut bayi sebanyak 2
tetes.
6. Memberitahu efek samping imunisasi BCG yaitu terjadi obsess pada daerah penyuntikan dan
apabila abses itu muncul itu berarti imunisasi BCG telah berhasil dan efek samping polio
yaitu terjadi diare pada bayi, menganjurkan ibu segera kembali jika anak mengalami KIPI
seperti abses pada tempat suntikan yang menyebabkan infeksi, limfadenitis, reaksi local lain
yang berat missal selulitis, BCGitis, kelumpuhan akut, kejang, menangis, menjerit yang terus
menerus, sindrom syok toksik, diare yang terus menerus.
7. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang DPT 1 dan Polio 2 setelah usia 2 bulan dan jika
ada keluhan kunjungan ulang tanggal 10 Maret 2014.
8. Mendokumentasikan tindakan.

VII. EVALUASI
Hari / Tanggal : Senin, 10 Februari 2014.
Jam : 17.10 wib.
1. Ibu mengatakan sudah tahu hasil pemeriksaan anaknya dan ibu Nampak senang.
2. Ibu mengatakan anaknya akan diimunisasi BCG dan Polio 1 dan ibu bersedia tidak menyusui
terlebih dahulu 10 menit setelah imunisasi.
3. Ibu mengatakan sudah tahu manfaat imunisasi BCG dan Polio 1.
4. Ibu sudah tahu cara imunisasi BCG dan Polio 1.
5. Imunisasi BCG dan Polio 1 sudah dilakukan.
6. Ibu sudah tahu efek samping BCG dan Polio 1 dan bersedia dating kembali jika anak
mengalami KIPI.
7. Ibu bersedia kunjungan ulang tanggal 10 Maret 2014 atau jika ada keluhan.
8. Tindakan telah didokumentasikan.
MAKALAH ASKEB V
Tentang :
MTBM (MANAJEMEN TERPADU BALITA MUDA)

DI SUSUN OLEH :KELOMPOK 15


TINGKAT : II A
Anjelina
Netri Aini
Tira Gusti Indah Putri

Dosen Pembimbing :
DEVI SYARIEF, S.SiT.,M.Keb

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN


STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manajemen Terpadu Balita Muda merupakan pendekatan yang digunakan dengan
konsep yang terpadu untuk balita muda yang usianya 1 hari- 2 bulan baik yang berkondisi
sehat ataupun sakit. Balita Muda mudah sekali menjadi sakit, cepat menjadi berat dan serius
bahkan meninggal terutama pada satu minggu pertama kehidupan bayi. Penyakit yang terjadi
pada satu minggu pertama kehidupan bayi hampir selalu terkait dengan masa kehamilan dan
persalinan. Keadaan tersebut merupakan karakteristik khusus yang harus dipertimbangkan
pada saat membuat klasifikasi penyakit.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa konsep dasar MTBM ?
2. Bagaimana cara melaksanakan MTBM ?
3. Apa tindakan dan pengobatan ?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk memenuhi tugas ASKEB V
2. Agar pembaca mengetahui apa itu MTBM
3. Mengetahui untuk apa MTBM
4. Agar bisa mengetahui cara menggunakan MTBM

BAB II
PEMBAHASAN
MTBM (MANAJEMEN TERPADU BALITA MUDA)
A. KONSEP DASAR MTBM
Manajemen Terpadu Bayi Muda merupakan pendekatan yang digunakan dengan
konsep yang terpadu untuk bayi muda yang usianya 1 hari- 2 bulan baik yang berkondisi
sehat ataupun sakit. Dalam pendekatan ini juga menggunakan suatu persepsi untuk
menggunakan fasilitas rawat jalan untuk pelayanan kesehatan dasar yang dilakukan dengan
mengunjungi bayi muda yang tergolong neonatal oleh petugas kesehatan.

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi/
terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan fokus pada kesehatan anak usia 0-59 bulan
(balita) secara menyeluruh. MTBS bukan merupakan suatu program kesehatan tetapi suatu
pendekatan/cara penatalaksanaan balita sakit. Dalam perkembangannya MTBS juga
mencakup Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) umur kurang dari 2 bulan baik dalam
keadaan sehat maupun sakit. Umur 2 bulan tidak termasuk pada bayi muda tapi ke dalam
kelompok 2 bulan sampai 5 tahun.
Bayi Muda mudah sekali menjadi sakit, cepat menjadi berat dan serius bahkan
meninggal terutama pada satu minggu pertama kehidupan bayi. Penyakit yang terjadi pada 1
minggu pertama kehidupan bayi hampir selalu terkait dengan masa kehamilan dan persalinan.
Keadaan tersebut merupakan karakteristik khusus yang harus dipertimbangkan pada saat
membuat klasifikasi penyakit. Pada bayi yang lebih tua pola penyakitnya sudah merupakan
campuran dengan pola penyakit pada anak.Sebagian besar ibu mempunyai kebiasaan untuk
tidak membawa Bayi Muda ke fasilitas kesehatan. Guna mengantisipasi kondisi tersebut
program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) memberikan pelayanan kesehatan pada bayi baru
lahir melalui kunjungan rumah oleh petugas kesehatan.

Melalui kegiatan ini bayi baru lahir dapat dipantau kesehatannya dan didekteksi dini.
Jika ditemukan masalah petugas kesehatan dapat menasehati dan mengajari ibu untuk
melakukan Asuhan Dasar Bayi Muda di rumah, bila perlu merujuk bayi segera. Proses
penanganan bayi muda tidak jauh berbeda dengan menangani balita sakit umur 2 bulan
sampai 5 tahun.

B. PELAKSANAAN MTBM
Proses manajemen kasus disajikan dalam bagan yang memperlihatkan urutan
langkah-langkah dan penjelasan cara pelaksanaannya :
1. Penilaian dan klasifikasi
2. Tindakan dan Pengobatan
3. Konseling bagi ibu
4. Pelayanan Tindak lanjut

Dalam pendekatan MTBS tersedia “Formulir Pencatatan” untuk Bayi Muda dan untuk
kelompok umur 2 bulan sampai 5 tahun. Kedua formulir pencatatan ini mempunyai cara
pengisian yang sama.
1. Penilaian berarti melakukan penilaian dengan cara anamnesis dan pemeriksaan fisik
2. Klasifikasi membuat keputusan mengenai kemungkinan penyakit atau masalah serta tingkat
keparahannya dan merupakan suatu kategori untuk menentukan tindakan bukan sebagai
diagnosis spesifik penyakit
3. Tindakan dan pengobatan berarti menentukan tindakan dan memberi pengobatan difasilitas
kesehatan sesuai dengan setiap klasifikasi.
4. Konseling juga merupakan menasehati ibu yang mencakup bertanya, mendengar jawaban
ibu, memuji, memberi nasehat relevan, membantu memecahkan masalah dan mengecek
pemahaman
5. Pelayanan tindak lanjut berarti menentukan tindakan dan pengobatan pada saat anak datang
untuk kunjungan ulang

Menanyakan kepada ibu mengenai masalah Bayi Muda. Tentukan pemeriksaan ini
merupakan kunjungan atau kontak pertama dengan Bayi Muda atau kunjungan ulang untuk
masalah yang sama. Jika merupakan kunjungan ulang akan diberikan pelayanan tindak lanjut
yang akan dipelajari pada materi tindak lanjut.

Kunjungan Pertama lakukan pemeriksaan berikut :


a. MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI
BAKTERI. Selanjutnya dibuatkan klasifikasi berdasarkan tanda dan gejalanya yang
ditemukan.
Infeksi pada bayi muda dapat terjadi secara sistemik atau lokal. infeksi sistemik gejalanya
tidak terlalu khas, umumnya menggambarkan gangguan fungsi system organ seperi:
gangguan kesadaran sampai kejang, gangguan nafas, bayi malas minum, tidak bisa minum
atau muntah, diare, demam, atau hipotermia. pada infeksi lokal biasanya bagian yang
terinfeksi teraba panas, bengkak, merah.
 Memeriksa gejala kejang
Pemeriksaan ini dilakukan pada semua bayi muda merupakan gejala kelainan susunan syaraf
pusat dan merupakan keadaan darurat. kejang pada bayi muda umur kurang dari dua hari
berhubungan dengan asfiksia, trauma lahir dan kelainan bawaan, sedangkan kejang pada
umur lebih dari dua hari dikaitkan dengan tetanus neonatorum, infeksi dan kelainan
metabolik seperti kurangnya kadar gula darah. pada bayi kurang bulan, kejang lebih sering
disebabkan oleh perdarahan intracranial.

Cara memeriksanya yaitu :


TANYA : Adakah riwayat kejang ?
LIHAT : Apakah bayi tremor dengan atau tanpa kesadaran menurun?
DENGAR : Apakah bayi menangis melengking tiba-tiba
LIHAT : Apakah ada gerakan yang tidak terkendali ?
LIHAT : Apakah mulut bayi mencucu?
LIHAT DAN RABA : Apakah bayi kaku seluruh tubuh dengan atau tanpa rangsangan

 Memeriksa gejala gangguan nafas


Frekuensi nafas normal bayi cukup bulan adalah 30-50 kali/menit. Frekuensi nafas lebih dari
60 kali/menit atau kurang dari 30 kali/menit dan menetap menunjukan ada gangguan nafas,
biasanya disertai tanda bayi biru(sianosis), tarikan dinding dada yang sangat kuat, pernafasan
cuping hidung serta terdengar suara merintih.

Cara memeriksanya yaitu :


LIHAT : Hitung nafas dalam satu menit
LIHAT : Adakah tarikan dinding dada kedalam yang sangat kuat?
DENGAR : Apakah bayi merintih?

 Memeriksa gejala hipotermia


0
Suhu normal pada bayi adalah 36,5-37,5 C suhu <35,5 o C disebut hipotermia berat yang
mengindikasikan infeksi berat sehingga harus segera dirujuk.
Cara memeriksanya yaitu :
PERIKSA : Ukur suhu aksila dengan termometer atau raba badan bayi

 Memeriksa infeksi bakteri lokal


Infeksi bakteri lokal yang sering terjadi pada bayi muda adalah infeksi pada kulit,mata dan
piusar.
Cara memeriksanya yaitu :
LIHAT : Apakah ada pustul dikulit?
LIHAT : Apakah mata bernanah?
LIHAT : Apakah pusar kemerahan atau bernanah?
b. Menanyakan pada ibu apakah bayinya DIARE, jika diare periksa tanda dan gejalanya yang
terkait. Klasifikasikan Balita Muda untuk DEHIDRASI nya dan klasifikasikan juga untuk
diare persisten dan kemungkinan disentri.
 Memeriksa Dan Mengklasifikasikan Diare
Menilai Diare
Bayi yang dehidrasi, biasanya gelisah atau rewel. jika dehidrasi berlanjut, bayi menjadi
letargis atau tidak sadar. karena bayi kehilangan cairan, matanya mungkin kelihatan kuning.
jika kulit perut dicubit, kulitnya akan lambat kembali

Cara memeriksanya yaitu :


TANYA : Apakah bayi diare?
LIHAT : Keadaan umum bayi
:Apakah bayi letargis atau tidak sadar ?
:Apakah bayi gelisah atau rewel?
:Apakah mata cekung?
PERIKSA :Dengan mencubit kulit perut untuk memgetahui turgor (apakah kembalinya sangat lambat
>2 detik atau lambat)

Klasifikasi Diare
Jika terdapat 2 atau lebih tanda yang terdapat pada baris atas dengan penilaian dan klasifikasi,
klasifikasi status dehidrasi bayi sebagai diare dehidrasi berat. jika tidak ada tanda sebagai
mana tercantum pada baris atas,l ihat baris bawah berikutnya. jika ditemukan 2 atau lebih
tanda gejala pada baris kedua, klasifikasikan bayi muda sebagai diare dehidrasi ringan atau
sedang. jika tidak cukup tanda gejala untuk diare dehidrasi berat atau ringan/sedang, maka
bayi diklasifikasikan sebagai Diare Tanpa Dehidrasi.

c. MEMERIKSA IKTERUS dan klasifikasikan berdasarkan gejala yang ada.


 Memeriksa Dan Mengklasifikasikan Ikterus
Ikterus adalah perubahan warna kulit atau selaput mata menjadi kekuningan, yang
diakibatkan oleh penumpukan bilirubin, sebagian lainnya karena ketidak cocokan golongan
darah ibu dan bayi. peningkatan kadar bilirubin dapat diakibatkan oleh pembentukan yang
berlebih atau ada gangguan pengeluarannya.

Menilai Ikterus
Untuk menilai derajat kekuningan pada kulit bayi digunakan cara sederhana yaitu metode
“Kramer“ pada waktu memeriksa sebaiknya dibawah cahaya/sinar dan kulit ditekan sedikit.

Cara memeriksanya yaitu :


TANYA : Apakah bayi kuning? jika ya, pada umur berapa timbul kuning?
TANYA,LIHAT : Apakah warna tinja bayi pucat?
LIHAT : Tentukan warna kuning sampai didaerah tubuh mana?

d. MEMERIKSA KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN ATAU MASALAH


PEMBERIAN ASI. Selanjutnya klasifikasikan Balita Muda berdasarkan tanda dan gejala
yang ditemukan
 Memeriksa Dan Mengklasifikasikan Kemungkinan Berat Badan Rendah Atau Masalah
Pemberian ASI
Pemberian ASI merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan bayi pada umur 6 bulan pertama kehidupannya. Jika ada masalah
perpemberian asipada masa ini, bayi dapat kekurangn gizi dan mudah terserang penyakit.
Keadan ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak anak di kemudian hari bahkan dapat
berakhir dengan kematian.
Masalah yangsering ditemukan pada balita muda adalah berat badan rendah menurut
umur. Hal ini dapat menggambarkan adanya masalah pemberian ASI. Masalah pemberianASI
pada balita muda cukup bulan biasanya berkaitan dengan masukan ASI yang kurang.
Masalah pemberian ASI pada bayi lahir kurang bulan biasanya terkait dengan reflex isap
yang belum sempurna.

 Memeriksa Kemungkinan Berat Badan Rendah Dan/ Atau Masalah Pemberian ASI
a. menanyakan apakah dilakukan inisiasi menyusu dini, apakah ibu mengalami kesulitan
pemberian asi, apa saja yang diberikan kepada bayi dan berapa kali melakukan penilaian
tentang cara menyusui dan memeriksa apakah ada trush atau kelainan pada bibir atau langit-
langit.
b. memastikan apakah berat badan bayi sesuai menurut umur dengan menggunakan grafik barat
badan menurut umur yang berbeda untuk bayi laki-laki dan perempuan.

Cara memeriksanya yaitu :


TANYA : Apakah inisiasi menyusu dini di lakukan ?
TANYA : Apakah ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI ?
TANYA : Apakah bayi diberi ASI ? jika ya, berapa kali dalam 24 jam ?
TANYA : Apakah bayi diberi makanan atau minuman selain ASI ? Jika ya, berapa kali dalam 24 jam?
alat apa yang digunakan ?
LIHAT : Adakah luka atau bercak putih (thrush) di mulut ?
: Adakah celah bibir atau langit-langit?
TIMBANG DAN TENTUKAN : Berat badan menurut umur

e. Menanyakan kepada ibu apakah bayinya sudah di IMUNISASI? Dan pemberian VIT K.
Tentukan status imunisasi Bayi Muda
 Memeriksa Status Imunisasi
Periksa status imunisasi bayi muda, apakah sudah mendapatkan imunisasi HB-0, jika umur
bayi lebih dari 7 hari tidak lagi diberikan HB-0. diberkan HB-1 pada umur 2 bulan.

 Menentukan Status imunisasi Bayi


Tanyakan kepada ibu, apakah bayi sudah mendapat imunisasi. Jika YA tanyakan jenis dan
waktu pemberian imunisasi tersebut.
Imunisasi HB-O di suntikan di paha kanan bayi segera setelah lahir, setelah inisiasi menyusu
dini dan penyuntikan vitamin K1 atau pada waktu kunjungan rumah.
Imunisasi BCG di berikan melalui suntikan di lengan kanan bayi segera setelah persalinan di
rumah sakit atau di klinik
Imunisasi Polio diberikan secara oral, 2 tetes.
Pada bagian bawah formulir pensatatan beri tanda √ pada jenis imunisasi yang sudah
diterima. Lingkari imunisasi apa saja yang dibutuhkan hari ini.

f. Menanyakan kepada ibu masalah lain seperti KELAINAN KONGENITAL, TRAUMA


LAHIR, PERDARAHAN TALI PUSAT dan sebagainya.
 Memeriksa Kelainan Bawaan / Kongenital
Kelainan kongenital adalah kelainan pada bayi baru lahir yang bukan akibat
trauma lahir. Kematian pada bayi baru lahir dengan kelainan kongenital banyak terjadi akibat
malformasi yang tidak mungkin hidup atau yang memerlukan tindakan bedah namun tidak
dapat dilakukan segera. Kelainan kongenital lain tidak memberikan dampak buruk, bahkan
bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal bila di koreksi seperti bibir/langit-langit
sumbing.
Untuk mengenali jenis kelainan kongenital, lakukan penilaian kelainan fisik.
Dari pemeriksaan fisik, petugas kesehatan dapat mengenali beberapa kelainan bawaan yang
sering dijumpai serta tindakan yang harus dilakukan.

 Memeriksa Kemungkinan Trauma Lahir


Trauma lahir merupakan salah satu masalah dalam perinatologi, karena masih tingginya
angka kematian, kesakitan dan gejala sisa yang ditimbulkan di kemudian hari. Trauma lahir
merupakan perlukaan pada bayi baru lahir yang terjadi pada waktu proses persalinan.

 Memeriksa Perdarahan Tali Pusat


Lakukan pemeriksaan apakah ada perdarahan tali pusat. Perdarahan terjadi karena ikatan tali
pusat menjadi longgar setelah beberapa kali. Perdarahan kali pusat yang tidak di tangani
secara cepat dapat menyebabkan syok.

g. Menanyakan kepada ibu keluhan atau masalah yang terkait dengan kesehatan bayinya.

Jika Bayi Muda membutuhkan RUJUKAN SEGERA lanjutkan pemeriksaan secara


cepat. Tidak perlu melakukan penilaian pemberian ASI karena akan memperlambat rujukan

C. TINDAKAN DAN PENGOBATAN


Tentukan tindakan dan beri pengobatan untuk setiap klasifikasi sesuai dengan yang
tercantum dalam kolom tindakan/pengobatan pada buku bagan, kemudian catat formulir
pencatatan

Balita muda yang termasuk klasifikasi merah memerlukan rujukan segera ke fasilitas
pelayanan yang lebih baik. Sebelum merujuk lakukan tindakan/pengobatan pra rujuk.
Jelaskan pada orang tua bahwa tindakan/pengobatan pra rujuk di perlukan untuk
menyelamatkan kelangsungan hidup anak. Minta persetujuan orang tua (informed consent)
sebelum melakukan tindakan/pengobatan pra rujuk

Balita muda dengan klasifikasi kuning dan hijau tidak memerlukan rujukan. Lakukan
tindakan/pengobatan dan nasihat untuk ibu termasuk kapan harus segera kembali serta
kunjungan ulang, sesuai dengan buku bagan

 Tindakan Pertama Pada Bayi Muda Yang Tidak Memerlukan Rujukan


Tentukan tindakan atau pengobatan untuk setiap klasifikasi bayi muda yang berwarna kuning
dan hijau yaitu
a) Infeksi bakteri lokal
b) Mungkin bukan infeksi
c) Diare dehidrasi ringan / sedang
d) Diare tanpa dehidrasi
e) Ikterus
f) Berat badan rendah menurut umur dan / atau masalah pemberian ASI
g) Berat badan tidak rendah dan tidak ada masalah pemberian ASI

Kemudian catat pada formulir pencatatan semua tindakan / pengobatan yang di


perlukan , termasuk nasehat kapan kembali segera dan kunjungan ulang .

Tindakan / pengobatan pada bayi muda yang tidak memerlukan rujukan:


a) Menghangatkan tubuh bayi segera
Bayi yang segera di hangatkan yaitu bayi yang suhunya kurang dari 35,50C
b) Mencegah agar gula darah tidak turun
c) Memberi antibiotik peroral yang sesuai
Antibiotik peroral yang sesuai untuk infeksi bakteri lokal : Amoksisilin
Amoksisilin
Dosis 50 mg/kg/BB/hari
Umur Beri tiap 8 jam selama 5 hari
atau Kaplet 250 mg Kaplet 500 mg
Berat Badan Sirup 125 mg /5 ml 1 kaplet 1 kaplet
( 1 sendok takar =5 ml) Dijadikan Dijadikan
5 bungkus 10 bungkus
1 hr - <4mg
½ sendok takar 1 bungkus 1 bungkus
(< 3 kg)
4 mg - <2 bln
½ sendok takar 2 bungkus 2 bungkus
(3-4 kg)

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi/
terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan fokus pada kesehatan anak usia 0-59 bulan
(balita) secara menyeluruh. MTBS bukan merupakan suatu program kesehatan tetapi suatu
pendekatan/cara penatalaksanaan balita sakit. Dalam perkembangannya MTBS juga
mencakup Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) umur kurang dari 2 bulan baik dalam
keadaan sehat maupun sakit. Umur 2 bulan tidak termasuk pada bayi muda tapi ke dalam
kelompok 2 bulan sampai 5 tahun.

Dalam pendekatan MTBS tersedia “Formulir Pencatatan” untuk Bayi Muda dan untuk
kelompok umur 2 bulan sampai 5 tahun. Kedua formulir pencatatan ini mempunyai cara
pengisian yang sama.
1. Penilaian berarti melakukan penilaian dengan cara anamnesis dan pemeriksaan fisik
2. Klasifikasi membuat keputusan mengenai kemungkinan penyakit atau masalah serta tingkat
keparahannya dan merupakan suatu kategori untuk menentukan tindakan bukan sebagai
diagnosis spesifik penyakit
3. Tindakan dan pengobatan berarti menentukan tindakan dan memberi pengobatan difasilitas
kesehatan sesuai dengan setiap klasifikasi.
4. Konseling juga merupakan menasehati ibu yang mencakup bertanya, mendengar jawaban
ibu, memuji, memberi nasehat relevan, membantu memecahkan masalah dan mengecek
pemahaman
5. Pelayanan tindak lanjut berarti menentukan tindakan dan pengobatan pada saat anak datang
untuk kunjungan ulang

B. Saran
Bagi pembaca yang sudah mengetahui MTBM dan cara menggunakan MTBM harap di
laksanakan dengan benar, dan bisa di jadikan pedoman bagi BALITA MUDA.

DAFTAR PUSTAKA
BUKU BAGAN MTBS, DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA