Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia dengan segala sifat dan tingkah lakunya merupakan makhluk yangsangat
kompleks. Proses mempelajari manusia tidak cukup hanya ditinjau dari segikeilmuan.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dipahami bahwa untuk mengembangkan ergonomi
diperlukan dukungan dari berbagai disiplin, antara lain psikologi,antropologi, faal kerja,
biologi, sosiologi, perencanaan kerja, fisika, dan lain-lain( Tatalaksana, Perubahan waktu,
walaupun secara perlahan-lahan, telahmerubah manusia dari keadaan primitif menjadi
manusia yang berbudaya. $ejadian iniantara lain terlihat pada perubahan rancangan
peralatan-peralatan yang dipakai, yaitumulai dari batu yang tidak berbentuk menjadi batu
yang mulai berbentuk denganmeruncingkan beberapa bagian dari batu tersebut.
Perubahan pada alat sederhana inimenunjukkan bahwa manusia telah sejak awal
kebudayaannya berusaha memperbaikialat-alat yang dipakainya untuk memudahkan
pemakaiannya. %al ini terlihat lagi padaalat-alat batu runcing yang bagian atasnya
dipahat bulat tepat sebesar genggamansehingga lebih memudahkan dan menggerakan
pemakaiannya.
Perkembangan teknologi saat ini begitu pesatnya, sehingga peralatan sudahmenjadi
kebutuhan pokok pada berbagai lapangan pekerjaan. &rtinya peralatan danteknologi
merupakan penunjang yang penting dalam upaya meningkatkan produkti'itas untuk
berbagai jenis pekerjaan. samping itu disisi lain akan terjadidampak negatifnya, bila kita
kurang waspada menghadapi bahaya potensial yangmungkin timbul tdak akan terjadi jika
dapat diantisipasi pelbagai resiko yang mempengaruhi kehidupan para pekerja.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian ergonomi?
2. Apa fungsi ergonomi?
3. Apa manfaat ergonomi?
4. Apa saja ruang lingkup ergonomi?
5. Apa saja aplikasi/penerapan ergonomi?
6. Bagaimana saja posisi ergonomic yang baik?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian ergonomi
2. Untuk mengetahui fungsi ergonomi
3. Untuk mengetahui manfaat ergonomi
4. Untuk mengetahui ruang lingkup ergonomi
5. Untuk mengetahui aplikasi/penerapan ergonomi
6. Untuk mengetahui bagaimana posisi ergonomic yang baik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Posisi Ergonomik
Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya
dengan pekerjaan mereka. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah
penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan
stress yang akan dihadapi. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat
kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan
kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia.
Ergonomi merupakan pendekatan multi dan interdisip ilmu yang berupaya
menyerasaikan alat , cara dan lingkungan kerja terhadap keempuan kebolehan dan
batasan tenaga kerja sehingga tercipta kondisi kerja yang sehat ,aman, nyaman, selamat,
dan efisien , tujuan ilmu ergonomi adalah berupaya menciptakan kesehatan dan
keselamatan kerja bagi tenaga kerja sehingga mampu meningkatkan produktivitas
kerjanya . ilmu ergonomi salh satunya menjelaskan tetap sikap kerja yang baik yang
termasuk di dalamnya posisi duduk yang saat bekerja .
B. Fungsi Ergonomi
Pelaksanaan dan penerapan ergonomi di tempat kerja di mulai dari yang sederhana dan
pada tingkat individual terlebih dahulu. Rancangan ergonomi akan dapat meningkatkan
efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja, serta dapat menciptakan system serta
lingkungan yang cocok, aman, nyaman dan sehat.
Adapun tujuan penerapan ergonomic adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental dengan meniadakan beban kerja
tambahan(fisik dan mental), mencegah penyakit akibat kerja, dan meningkatkan
kepuasan kerja
2. Meningkatkan kesejahteraan social dengan jalan meningkatkan kualitas kontak
sesame pekerja, pengorganisasian yang lebih baik dan menghidupkan system
kebersamaan dalam tempat kerja.
3. Berkontribusi di dalam keseimbangan rasional antara aspek-aspek teknik, ekonomi,
antropologi dan budaya dari sistem manusia-mesin untuk tujuan meningkatkan
efisiensi sistem manusia-mesin.
C. Manfaat Ergonomi
1. Manfaat ergonomic adalah sebagai berikut :
2. Menurunnya angka kesakitan akibat kerja.
3. Menurunnya kecelakaan kerja.
4. Biaya pengobatan dan kompensasi berkurang.
5. Stress akibat kerja berkurang.
6. Produktivitas membaik.
7. Alur kerja bertambah baik.
8. Rasa aman karena bebas dari gangguan cedera.
9. Kepuasan kerja meningkat
D. Ruang Lingkup Ergonomi
Ruang lingkup ergonomi sangat luas aspeknya, antara lain meliputi:
1. Tehnik
2. Fisik
3. Pengalaman psikis
4. Anatomi, utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan
persendian
5. Sosiologi
6. Fisiologi, kaitanya dengan temperature tubuh, oxygen up take, dan aktifitas otot
7. Desain
E. Penerapan Ergonomi
1. Posisi Kerja : Posisi kerja terdiri dari posisi duduk dan posisi berdiri, posisi duduk
dimana kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama bekerja.
Sedangkan posisi berdiri dimana posisi tulang belakang vertikal dan berat badan
tertumpu secara seimbang pada dua kaki.
2. Proses Kerja : Para pekerja dapat menjangkau peralatan kerja sesuai dengan posisi
waktu bekerja dan sesuai dengan ukuran anthropometrinya. Harus dibedakan ukuran
anthropometri barat dan timur.
3. Tata letak tempat kerja : Display harus jelas terlihat pada waktu melakukan aktivitas
kerja. Sedangkan simbol yang berlaku secara internasional lebih banyak digunakan
daripada kata-kata.
4. Mengangkat beban : Bermacam-macam cara dalam mengangkat beban yakni, dengan
kepala, bahu, tangan, punggung dsbnya. Beban yang terlalu berat. Dapat
menimbulkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan persendian akibat gerakan
yang berlebihan.
F. Posisi kerja ergonomic
1. Bila posisi kerja Anda lebih banyak duduk, maka menurut Sanders & Mc. Cormick :
 Jika memungkinkan menyediakan meja yang dapat diatur turun dan naik
 Landasan kerja harus memungkinkan lengan menggantung pada posisi rileks dari
bahu, dengan lengan bawah mendekati posisi horizontal atau sedikit menurun.
Duduklah dengan posisi bersandar.
 Ketinggian landasan kerja tak memerlukan menekuk tulang belakang yang
berlebihan
 Jika pekerjaan Anda menuntut diskriminasi penglihatan dan koordinasi tangan
atau mata (contoh: mengetik dengan komputer) maka posisi pekerjaan perlu di
dekat daerah mata, sedikit di bawah ketinggian bahu, untuk menstabilkan tangan
diberi bantalan siku/pergelangan yang nyaman dengan tujuan mengurangi beban
otot bahu
 Sesekali lakukan ‘disguised pauses’, istirahat sekedar untuk mengurangi
konsentrasi pada pekerjaan misalnya: merubah posisi duduk, berdiri sebentar dari
kursi atau berjalan-jalan sebentar
2. Bila posisi kerja Anda lebih banyak berdiri maka:
 Bekerjalah dengan posisi tegak ke depan. Usahakan pekerjaan terlihat dengan
kepala dan badan tegak, kepala agak ke depan
 Kurangi gerakan yang tidak perlu, gunakan sepatu yang senyaman mungkin
 Manfaatkan waktu istirahat semaksimal mungkin agar kerja dan istirahat
seimbang.
 Hindari postur tubuh yang tidak berubah/statis, sesekali regangkan otot-otot Anda
 Apabila Anda memerlukan aktivitas menjangkau barang-barang tertentu, maka
letakkan barang-barang tersebut dalam posisi yang minimal atau terdekat dan
mudah dijangkau dan mudah terlihat
3. Bila posisi kerja Anda dinamis (duduk dan berdiri bergantian) maka:
 Usahakan benda yang akan Anda jangkau berada maksimal 15 cm di atas
landasan kerja
 Tinggi landasan kerja dengan kisaran antara 90cm-120cm, merupakan ketinggian
yang paling tepat dan baik untuk posisi duduk maupun berdiri
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan
pekerjaan mereka. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian
tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan
dihadapi. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan
dimensi tubuh agar tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan kelembaban bertujuan
agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia.
Fungsi ergonomi untuk mempermudah melakukan suatu pekerjaaan.Manfaat
ergonomi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan keselamatan pekerja serta dapat
memberikan manfaat lain termasuk : Meminimalkan usaha dalam bekerja, Mengurangi
terjadinya kerusakan pada peralatan bekerja, dan Meningkatkan produktivitas kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Manuaba, Adnyana. 2005. Ergonomi dalam Industri. Universitas Udayana.
Nurmianto, Eko. 2003. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Edisi Pertama.
Surabaya: Guna Widya.
Suma’mur, Dr, P.K.M.Sc. 1982. Ergonomi untuk Produktivitas Kerja. Jakarta:Yayasan
Swabhawa Karya.
Sutalaksana, Iftikar Z. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: ITB.
Tarwaka, Solichul H.B, Lilik S. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan Kerja dan
Produktivitas. Surakarta: Uniba Press.
Laporan pendahuluan
POSISI ERGONOMI

OLEH :

NAMA : SITI RAHMA SAVIRA AZZUHRA


NIM : P201801005
KELAS : L1 KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES MANDALA WALUYA
KENDARI
2019