Anda di halaman 1dari 19

LABORATORIUM FARMAKOGNOSI I

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR
PERCOBAAN V
IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPIK

OLEH :
KELOMPOK III ( TIGA)
KELAS D/ 2018

INDAH LESTARI SUBAYIR 18 3145 201 132


MULIADIN MAUKUITUIN 18 3145 201 148
NURUL AZIZAH 18 3145 201 130
RISKA FAJRINA SHARI 18 3145 201 140
WIDYA IRDAYANTI M. 18 3145 201 133
ARVELIA ARIFIN 18 3145 201 142
RISNAYANTI 18 2145 201 126

ASISTEN : DWI AMBAR WATI IALUHUN

FAKULTAS FARMASI TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA


PROGRAM STUDI S1 FARMASI
UNIVERSITAS MEGAREZKY
MAKASSAR
2019
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Amilum merupakan campuran dua macam stuktur polisakarida yang berbeda

yaitu amilosa ( 17- 20%) dan amilopektin (8380%). Amilum juga didefinisika

sebagai karbohidrat yang berasal dari tanaman, sebagia hasilfitosintesis, yang

disimpan dalam bagian tertentu tanaman sebagai cadangan. Sifatnya ini inert dan

dapat tercampur sngan sebagian besar bahan pbay merupakan kelebihan dari

amilim sbagai eksipien.

Umbi suweg seperti jenis umbi-umbi lainnya, juga mengandung amilum dan

amilopektin. Amilum merupakan polimer dalam glukosa dalam bntuk anhidrat.

Amilum memepunyai dua ikatan glikoidik yang merupakan golongan daro dua

polisakarida yaitu amilosa dan amilopektin.

Amilum merupakan hmopolimer glokosan dengan ikatan α-glikosidik.

Amilum terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Fraksi

terlalut disebut amilosa dan fraksi tidak larut disebut amilopektin. Amilum

mempunyai struktur lurus sedangkan amilopektin mempunyai cabang.

Umbi- umbi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang disimpa dalam

bentuk polisakarida seperti pati/amilum. Amilum dapat diisolasi dengan

mengekstrak ubi dengan air. Selanjutnya endapan yang diperoleh dikstrak dengan

etanol. Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan
80% bagian yang tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama

mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir scara hamper kuantitatif.

Amilum juga disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari

berbagai tanaman, misalanya endosperma biji tanaman gandum, jagung dan padi;

dari umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang Metroxylon sagu (pati

sagu); dan rhizo umbi tumbuuhan bersitaminodia yang meliputi Canna edulis,

Maranta arundinacea, dan urcuma angustifolia (pati umbi larut).

I.2 Maksud percobaan

Maksud percobaan ini adalah agar mahasiswa dapat membedakan macam-

macam amilum yang umum digunakan dalam sedian farmasi secara kimiawi dan

mikroskopik

I.3 Tujuan percobaan

Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui dan dapat membedakan

macam-macam amilum yang umum digunakan dalam sedian farmasi secara

kimiawi dan mikroskopik

I.4 Manfaat percobaan

Maanfaat percobaan ini adalah untuk mengetahui fungsi amilum dalam

bidang farmasi secara kimiawi dan mikroskopi


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Teori Umum

Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu

sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian

(Poedjiadi, A. 2009).

Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada

kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai

wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan

dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-

jari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-

65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi kentang

(Gunawan,2004).

Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah

polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya

amilopektin.

a. Amilosa : Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan

ikatan α 1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantai

terbuka.

b. Amilopektin : Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar

mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian ikatan 1,6 glikosidik. adanya
ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan terdjadinya cabang, sehingga molekul

amilopekti berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin

lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit

glukosa (Poedjiadi, A. 2009).

Tipe-tipe amilum berdasarkan letak hilus, butir amilum dapat dibedakan

menjadi dua yaitu : (Purnaobasuki, 2011)

 Amilum yang konsentris (hilus terletak di tengah)

 Eksentris (hilus terletak di tepi)

Sedangkan berdasarkan jumlah hilus dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

 Monoadelph (hilus hanya satu)

 Diadelph atau setengah majemuk (hilus berjumlah dua yang masing-masing

dikelilingi oleh lamela), dan

 Poliadelph/majemuk (hilus berjumlah banyak dan tiap hilus dikelilingi oleh

lamela)

Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan

80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama

mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif

(Gunawan, 2004).

Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa

adalah C6H11O6 dan rumus bangun dari α- D- glukosa. Amilum dapat

dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan


glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase, dalam air

ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang

bekerja terhadap amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase,

amilum diubah menjadi maltosa dalam bentuk β – maltosa (Poedjiadi,A. 2009).

Amilum juga disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh

dari berbagai bagian tanaman, misalnya endosperma biji tanaman gandum, jagung

dan padi ; dari umbi kentang ; umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang

Metroxylon sagu (pati sagu); dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang

meliputi Canna edulis, Maranta arundinacea, dan Curcuma angustifolia (pati umbi

larut) (Fahn, 1995).

Tanaman dengan kandungan amilum yang digunakan di bidang farmasi

adalah jagung (Zea mays), Padi/beras (Oryza sativa), kentang (Solanum

tuberosum), ketela rambat (Ipomoea batatas), ketela pohon (Manihot utilissima)

(Gunawan, 2004).

Pada bidang farmasi, amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari

Zea mays Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum

tuberosum Linne (Solanaceae). Granul amilum jagung berbentu polygonal,

membulat atau sferoidal dam mempunyai garis tengah 35 mm. Amilum gandum

dan kentang mempunyai komposisi yang kurang seragam, masing-masing

mempunyai 2 tipe granul yang berbeda (Gunawan, 2004).

Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk dan sebagai

bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi
tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amilum dapat

diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum

gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria

(Gunawan, 2004).

Sebagai amilum normal, penggunaanya terbatas dalam industri farmasi.

Hal ini disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang

kurang baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai

pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai

musilago, bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Anwar,

2004).

Amilum hidroksi-etil adalah bahan yang semisintetik yang digunakan

sebagai pengencer plasma (dalam larutan 6%). Ini merupakan pengibatan

tasmbahan untuk kejutan yang disebabkan oleh pendarahan, luka terbakar,

pembedahan, sepsis, dan trauma lain. Sediaan amilum yang terdapat dalam

pasaran adalah Volex® (Gunawan, 2004).

Fungsi amilum dalam dunia farmasi digunakan sebagai bahan penghancur

atau pengembang (disintegrant), yang berfungsi membantu hancurnya tablet

setelah ditelan (Syamsuni H,A. 2007).

II.2 Uraian Bahan

1. AQUADEST

Nama Latin : aqua destillata


Berat molekul : 18,02
Rumus molekul : H2O
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan
tidak mempunyai rasa
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : sebagai pengencer
2. IODIUM
Nama Latin : iodium
Berat molekul : 126,91
Rumus molekul : I2
Kelarutan : Keping atau butir mengkilat seperti logam, hitam kelabu
bau khas.
Pemerian : Sukar larut dalam air, mudah larut dalam garam iodida,
Mudah larut dalam etanol 95%
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai larutan baku

II.3 Uraian Sampel

1. Ubi

a. Klasifikasi Ubi (Rukmana, 1997)

Kingdom : Plantae

Division : Spermatophyta

Ordo : Euphorbiales

Family : Euphorbiaceae

Genus : Manihot

Spesies : Manihot utilissima Pohl.

b. morfologi
Batang tanaman ubi kayu berkayu, beruas-ruas, dan panjang, yang

ketinggiannya dapat mencapai 3 meter atau lebih. Warna batang bervariasi,

tergantung kulit luar, tetapi batang yang masih muda pada umumnya berwarna

hijau dan setelah tua berubah menjadi keputih-putihan, kelabu, hijau kelabu,

atau coklat abu. Empulur batang berwarna putih, lunak, dan strukturnya

empuk seperti gabus. Daun ubi kayu mempunyai susunan berurat menjari

dengan canggap 5-9 helai. Ubi yang terbentuk merupakan akar yang berubah

bentuk dan fungsinya sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan.

Bentuk ubi biasanya bulat memanjang, daging ubi mengandung zat pati,

berwarna putih gelap atau kuning gelap, dan tiap tanaman dapat menghasilkan

5-10 ubi (Rukmana, 1997).

c. Manfaat

Manfaatnya yaitu obat penyakit diabetes, tekanan darah, kanker,

kekebalan tubuh anti-inflamasi, kesehatan jantung, dan juga penglihatan

(Tjitrosoepomo, 2000).

2. Padi

a. Klasifika Padi (Suprapti, 2005)

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Famili : Graminae
Genus : Oryza

Spesies : Oryza sativa L.

b. Morfologi

Rumput semusim, tingginya 50-130 cm. Akar berserabut, batang

tegak, tersusun dari deretan buku-buku dan ruas, jumlahnya tergantung pada

kultivar dan musim pertumbuhannya; masing-masing buku dengan daun

tunggal, kadang-kadang juga dengan akar, ruas biasanya pendek pada pangkal

tanaman. Daun dalam 2 peringkat; pelepah saling menutupi satu sama lain

membentuk batang semu, terakhir membungkus ruas; helaian daun memita.

Perbungaan malai, di ujung ranting, buliran tunggal, melonjong sampai

melanset, berisi bunga biseksual tunggal. Buah jali bervariasi dalam ukuran,

bentuk dan warna, membulat telur, menjorong atau menyilinder, seringkali

berwarna kuning keputihan atau coklat (Tjitrosoepomo, 2000).

c. Manfaat

Sebagai tanaman pangan padi dan kelompoknya memiliki berbagai

manfaat yang berguna untuk kehidupan manusia. Diantaranya manfaat

tersebut antara lain yaitu sebagai sumber energy yang tinggi, membantu

mengobati dan mencegah gangguan pencernaan, bagus untuk kesehatan tulang

dan gigi, sumber protein yang tinggi dan membantu mengurangi resio pusing

(Tjitrosoepomo, 2000).

3. Pati Gandum

a. Klasifikasi Pati Gandum (Rukmana, 1997)


Kingdom : Plantae

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Poales

Famili : Poaceae

Genus : Triticum L.

Spesies : Triticum aestivum L.

b. Morfologi

Tanaman gandum ini beruas dan berongga seperti tanaman padi. Ruas

pada batang gandum berjumlah 6 ruas. Tanaman gandum juga mempunyai

sistem perakaran tersebut, seperti tanaman dari famili Gramineae lainnya.

Daun pada tanaman gandum tumbuh secara tegak atau melengkung,

tergantung dari varietasnya, dan berbentuk menggaris seperti pita. Daun

gandum yang sudah tua akan melengkung ke bawah dan mengering

(Tjitrosoepomo, 2000).

c. Manfaat

Manfaat dari gandum yaitu membantu pencernaan, menurunkan tingkat

kolestrol, menurunkan tekanan darah tinggi dan gula darah, mongontrol berat

badan dan mencegah perut buncit (Tjitrosoepomo, 2000).


BAB III
METODE KERJA

III. Alat dan Bahan

III.1.1 Alat

Adapun alat-alat yang di gunakan dalam percobaan ini yaitu Bunse,

beker glass, deck glass, gelas penutup, kawat kasa, kaki tiga, kaca

preparat, labu ukur, mikroskop, pipet tetes, tabung reaksi.

III.1.2 Bahan

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu:

1. Aquadest (Aqua Destillata)

2. Iodium (iodium)

3. Pati beras (Amylum Oryzae)

4. Pati gandum (Amylum Tritici)

5. Pati ubi ( Amylum utilisima)

III.1.3 Cara Kerja

Adapun cara kerja yang dilakukan pada percobaan ini yaitu :

1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan .

2. Dibuat masing m-masing bahan yang akan di gunakan, amilum, amilium

beras, amilium gandum, sebanyaknya 2% .

3. Dimasukan ke dalam labu ukur ukuran 100 ml.

4. Dipanaskan sampai mendidih lalau di dinginkan.


5. Diambil 10 ml di gelas ukur, lalau di masukan di kedalam tabung reaksi.

6. Ditetesi yodium, sebanyak 3 tetes, diamati perubahan.

III.1.4 Cara Kerja mikroskopis

1. Ditetesi larutan amilum di atas gelas objek.

2. Ditambahkan satu tetes air.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. Hasil pengamatan

1.1 Tabel periksaan kimiawi

No AMILUM WARNA YANG DI HASILKAN


SEBELUM PEWARNAAN SESUDAH PEWARNAAN
1 Pati beras (Amylum Putih biru keunguan
Oryzae)

2 Pati gandum Putih biru keunguan


(Amylum Tritici)

3 Pati singkong Putih biru keunguan


(Amylum manihot)

1.2 Tabel periksaan mikroskopik

No AMILUM Gambar literatur Gambar praktikum Ket

1 Pati beras (Amylum


Oryzae)

2 Pati gandum (Amylum


Tritici)

3 Pati singkong
(Amylum manihot)
1.3 Pembahasan

Karbohidrat merupakan segolongan besar senyawa organik yang

paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh

makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan

makanan(misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi

pembangun(misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).

Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbondioksida menjadi

karbohidrat. Hasil dari metabolism primer turunan dari karbohidrat

berupasenyawa-senyawa polisakarida yaitu amilum.

Amilum merupakan sumber energiutama bagi orang dewasa di seluruh

penduduk dunia. Disamping bahan pangankaya akan amilum juga

mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizipenting lainnya.Pati

atau amilum merupakan simpanan energi didalam sel-sel tumbuhan,berbentuk

butiran-butiran kecil mikroskopik dengan diameter berkisar antara 5-50nm.

Di alam, pati banyak terkandung dalam beras, gandum, jagung, biji-

bijian seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga terkandung

dalamberbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi.

Didalam berbagai produk pangan, pati umumnya akan terbentuk dari

duapolimer molekul glukosa yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa

merupakan polimer glukosa rantai panjang yang tidak bercabang, sedangkan


amilopektin merupakan polimer glukosa dengan susunan yang bercabang-

cabang.

Komposisikandungan amilosa dan amilopektin ini akan bervariasi

dalam produk pangan,dimana produk pangan yang memiliki kandungan

amilopektin tinggi akan semakinmudah untuk dicerna.

Penampang amilum pada berbagai tanaman tentu berbeda-beda.

Karena itu,pada praktikum kali ini akan membahas tentang perbedaan jenis

amilum padatumbuhan, seperti amilum pada kentang (-amilosa) dan

amilopektin, dengan perbandingan 1:2. Amilum bersifat dapat larutdalam air

dan amilopeektin bersifat tidak larut dalam air, tetapi mengembangdalam air

dan bertanggung jawab atas sifat gelatin dari pati tsb. Kita

dapatmengidentifikasi pati secara kimiawi maupun mikroskopi.

Penelitian secara kimiawi yaitu pertama-tama dia ambil Pati beras

(Amylum Oryzae) Pati gandum (Amylum Tritici) Pati singkong (Amylum

manihot), ketiga pati tersebut masing-masing diambil beberapa tetes dengan

pipet, lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Beri masing-masing tabung

pati dengan satutetes larutan iodium. Tujuan dari penambahan larutan iodium

adalah untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya amilum dalam larutan

tersebut yang dapat diketahui dengan adanya perubahan warna.Kondisi

larutan setelah ditetesi amilum yaitu terdapat perubahan warna pada

keempatnya dari sebelumnya yang tidak berwarna atau jernih. Pati beras

berubah menjadi warna biru keunguan, menandakan positif amilum, Pati


singkong berubah menjadi warna biru keunguan,menandakan positf amilum,

Dan pati gandum juga berubah biru keunguan menandakan adanya amilum

yang terkandung.

Pemeriksaan secara mirkroskopik yaitu dengan cara di tetesi Pati beras

(Amylum Oryzae) Pati gandum (Amylum Tritici) Pati singkong (Amylum

manihot) yang telah tercambur iodium diatas kaca preparat sebanyak 2 tetes

dan di tetesi lgi dengan aquades sebanyak satu tetes menggunakan pipet tetes,

lalu di amati di bawah mikroskop, setelah diamati catat dan dokumentasikan

hasil pengamatan,
BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil yaitu untuk membedakan macam-

macam amilum dilakukan dilakukan dengan pengujian mikroskopis dan

kimiawi, untuk uji mikroskopis dapat diamati perbedaan bentuk pati dari tiap-

tiap amilum dan secara kimiawi yaitu mendeteksi kandungan amilum dengan

perubahan warna sampel menjadi biru keunguan setelah ditetesi dengan larutan

iodium.

V.2 saran

1. saran untuk laboratorium

Sebaiknya alat-alat harus di lengkapi supaya pada saat praktikum tidak

di pinjam di laboraturium lain.

2. Saran untuk asisten

Sebaiknya asisten lebih memperjelas cara menjelaskan dalam proses

praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, E. et al.2004. Pemanfaatan Maltodekstrin Pati Terigu Sebagai


Eksipien dalam Formula Sediaan Tablet dan Niosom. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press.

Fahn, A.1995. Anatomi Tumbuhan edisi ketiga. Yogyakarta: Gajah Mada


University Press

Gunawan,D.,Mulyani,S.2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1.


Jakarta: Penebar Swadaya.

Kent NL. 1975. Technology of Cereals with Special References to Wheat.


Oxford: Pergamon Pr.

Purnobasuki, Hery. 2011. Perkecambahan. Grafindo : Jakarta.

Poedjiadi.2009. Dasar-dasarBiokimia. Jakarta:Universitas Indonesia Press.

Suprapti, L. 2005. Tepung Tapioka. Kanisius : Yogyakarta.

Syamsuni, H. A. 2007. Ilmu Resep. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2000. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Madha


University Press : Yogyakarta.