Anda di halaman 1dari 8

EFEK POSISI PENEMPATAN BOX DAN JARAK PENGANGKUTAN

TERHADAP PENYUSUTAN BOBOT BADAN DAN PERSENTASE


PENYUSUTAN BOBOT BADAN PADA AYAM PEDAGING FINISHER
MUHARLIEN, ACHMANU DAN FANI YULIANTO
Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang

ABSTRAK

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh posisi penempatan box dan jarak


pengangkutan terhadap penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan
pada ayam pedaging finisher. Materi penelitian menggunakan: 150 ekor ayam pedaging
finisher jantan dan 150 ekor ayam pedaging finisher betina. Metode penelitian menggunakan
metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan jarak pengangkutan
sebagai kelompok dan posisi penempatan box sebagai perlakuan. Perlakuan terdiri dari B1
= Box bawah depan ; B2 = Box tengah depan ; B3 = Box atas depan ; B4 = Box bawah
belakang ; B5 = Box tengah belakang ; B6 = Box atas belakang, Variabel yang diamati
meliputi : penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobo badan. Data dianalisis
dengan anova, dan apabila ada pengaruh antar perlakuan, dilanjutkan dengan Uji Beda
Nyata Terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukkan posisi box memberikan pengaruh yang sangat nyata
(P<0,01) terhadap penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan pada
ayam jantan dan betina, pada ayam jantan penyusutan bobot badan tertinggi pada B3 (52,11
± 16,10) g/ekor dan terendah pada B4 (28,00 ± 4,50) g/ekor, persentase penyusutan bobot
badan tertinggi pada B3 (2,41 ± 0,64) % dan terendah pada B4 (1,39 ± 0,23) %, pada ayam
betina penyusutan bobot badan tertinggi pada B3 (46,56 ± 11,16) g/ekor dan terendah pada
B4 (23,22 ± 6,12) g/ekor, persentase penyusutan bobot badan tertinggi pada B3 (2,60 ± 0,64)
% dan terendah pada B4 (1,35 ± 0,36) %. Jarak pengangkutan memberikan perbedaan
pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap penyusutan dan persentase penyusutan bobot
badan pada ayam jantan dan betina. Pada ayam jantan penyusutan bobot badan tertinggi
pada jarak 40 km (J3) sebesar (2,20 ± 0,82) % dan pada ayam betina tertinggi pada jarak 40
km (J3) sebesar (2,15 ± 0,70) %.
Kesimpulan semakin tinggi penempatan posisi box bagian depan pada ayam jantan
dan betina memberikan penyusutan dan persentase penyusutan bobot badan lebih besar.
Semakin jauh jarak pengangkutan pada ayam jantan dan betina memberikan penyusutan dan
persentase penyusutan bobot badan semakin besar. Saran pada proses pengangkutan ayam
pedaging sebaiknya penempatan posisi box bagian depan dan belakang jangan terlalu tinggi
untuk menghindari penyusutan bobot badan yang lebih besar. Pada pengangkutan jarak jauh
perlu diberikan tempat transit (istirahat) serta pemberian pakan dan minum di tempat
istirahat supaya penyusutan bobot badan tidak terlalu besar. (JIIPB Vol 21 No: 40-47)

Kata kunci : Ayam broiler, posisi box, jarak transportasi, penyusutan bobot badan, persentase
penyusutan bobot badan

40
THE EFFECT OF BOX POSITION AND TRANSPORTATION
DISTANCE ON THE BODY WEIGHT LOSS AND PROCENTAGE
BODY WEIGHT LOSS OF BROILER FINISHER
MUHARLIEN, ACHMANU AND FANI YULIANTO
Faculty of Animal Husbandry Brawijaya University

ABSTRACT

The research objective was to study the effect of box position and transportation
distance on body weight loss and the percentage of body weight loss on broiler finisher. The
materials were 150 male chickens and 150 female chickens of broiler finisher. The research
applied experimentally method was arranged in Randomyzed Block Design, with
transportation distance as replication group and box position as treatment. Variable
observed were body weight loss and percentage body weight loss. The datas analysis by
ANOVA. If there were a different between treatments, were be continued by Least Significant
Difference Test. The results of experiment indicated that the higher the placement position of
the front box gave body weight loss and percentage of body weight loss on both male and
female broiler chickens was higher. The farther distance of transportation both in male and
female broiler chickens gave body weight loss and percentage of body weight loss higher. The
suggestion was in the transportation broiler placement should placed in the position of front
and back of the box, should not be too high to avoid greater body weight loss. In the long-
distance transport needs to be given a transit point (rest) as well as feeding and drinking to
minimal effect on body weight loss. (JIIPB Vol 21 No: 40-47)

Keyword : Broiler finisher, box position, transportation distance, body weight loss

PENDAHULUAN
Protein hewani merupakan zat baik diperlukan serangkaian kegiatan yang
makanan yang sangat dibutuhkan bagi menyangkut bagaimana memproses ayam
pertumbuhan dan kesehatan manusia. pedaging untuk siap sampai ke tempat
Seiring dengan peningkatan jumlah pemotongan. Oleh karena itu diperlukan
penduduk dewasa ini, maka kebutuhan sistem transportasi yang tepat.
protein hewani juga mengalami Kelancaran transportasi terutama
peningkatan. Salah satu komoditi pada ayam pedaging dalam keadaan hidup
peternakan yang menyumbang kebutuhan sangat mempengaruhi bobot badan, karena
protein hewani nasional adalah ternak selama pengangkutan ayam tidak diberi
unggas yaitu sebesar 60,8 % (Anonimous, pakan dan minum, karena goncangan –
2006). Jumlah ini disumbangkan oleh goncangan selama transportasi dan karena
berbagai jenis unggas penghasil telur dan stress dalam pengangkutan akibat kena
daging terutama Ayam dan Itik. angin dan panas, sehingga dapat berakibat
Ayam pedaging mempunyai penyusutan bobot badan.
peranan yang penting dalam memenuhi Faktor penyebab stress pada ternak
kebutuhan protein hewani, karena ayam selama proses transportasi secara garis
pedaging dalam waktu singkat dapat besar dibedakan menjadi dua yaitu “short-
menghasilkan daging. Dalam rangka acting” (faktor jangka pendek) dan “long-
produksi, ayam pedaging sebagai penghasil acting” (faktor jangka panjang). Faktor
daging untuk sampai ke konsumen dengan jangka pendek mempengaruhi psikologis

41
ternak sedangkan faktor jangka panjang Metode penelitian menggunakan
umumnya dapat mempengaruhi kondisi percobaan dengan Rancangan Acak
fisik dan dapat menyebabkan kematian Kelompok (RAK), dengan jarak
pada ternak (Richardson, 2002). pengangkutan sebagi kelompok dan
Faktor – faktor pengangkutan penempatan pisisi box sebagai perlakuan.
mempunyai efek signifikan terhadap stress Kelompok adalah jarak pengangkutan
yang pada akhirnya mempengaruhi dengan notasi (J) terdiri dari 3 jarak
penyusutan bobot badan. Stress selama pengangkutan yaitu :
pengangkutan dipengaruhi banyak faktor J1 = Jarak pengangkutan 20 Km
diantaranya cekaman karena lingkungan, J2 = Jarak pengangkutan 30 Km
goncangan, posisi box dalam J3 = Jarak pengangkutan 40 Km
pengangkutan dan jarak pengangkutan. perlakuan adalah posisi box dengan notasi
Penempatan posisi box selama (B) terdiri dari 6 posisi yaitu :
pengangkutan akan menyebabkan cekaman B1 = Posisi box bawah depan
pada ayam, semakin atas penempatan B2 = Posisi box tengah depan
posisi box akan meningkatkan cekaman B3 = Posisi box atas depan
yang diterima ayam semakin besar dan B4 = Posisi box bawah belakang
dapat menyebakan stress yang pada B5 = Posisi box tengah belakang
akhirnya akan mempengaruhi penyusutan B6 = Posisi box atas belakang
bobot badan pada ayam. Penyusutan bobot Variabel yang diamati adalah
badan juga dipengaruhi beberapa faktor Penyusutan bobot badan dan persentase
lain seperti jarak pengangkutan. penyusutan bobot badan. Data yang
Berdasarkan hal tersebut maka diperoleh dianalisis dengan menggunakan
perlu dilakukan penelitian mengenai Rancangan Acak Kelompok (RAK). Jika
pengaruh penempatan posisi box dan jarak terdapat perbedaan yang signifikan antar
pengangkutan terhadap penyusutan bobot perlakuan dilanjutkan dengan Uji BNT
badan dan persentase penyusutan bobot (Beda Nyata Terkecil).
badan pada ayam pedaging finisher .
HASIL DAN PEMBAHASAN
MATERI DAN METODE
PENELITIAN Pengaruh posisi box pengangkutan
Penelitian dilaksanakan selama satu terhadap penyusutan bobot badan dan
bulan di peternakan kemitraan ayam persentase penyusutan bobot badan
pedaging milik Sawahan Poultry Shop dan ayam pedaging finisher jantan
Mitra Makmur Sejati yang terletak di Rataan penyusutan bobot badan
Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. dan persentase penyusutan bobot badan
Materi penelitian menggunakan berdasarkan posisi box pengangkutan
150 ekor ayam pedaging jantan dan ayam pada ayam jantan tertera pada Tabel 1.
pedaging betin periode Finisher strain cob.

42
Tabel 1. Rataan penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan
berdasarkan posisi box pengangkutan pada ayam jantan
Perlakuan Rataan penyusutan BB (g) Perlakuan Rataan persentase penyusutan
BB (%)
a
B4 28,00 ± 4,50 B4 1,39 ± 0,23a
B1 33,00 ± 6,73a B5 1,52 ± 0,40a
B5 33,67 ± 6,84a B6 1,81 ± 0,29ab
B6 39,33 ± 7,05b B1 1,87 ± 0,52ab
B2 39,78 ± 11,01b B2 1,91 ± 1,08ab
B3 52,11 ± 16,10c B3 2,41 ± 0,64b

Berdasarkan data pada Tabel 1, dan pengaruh angin dapat menyebabkan


hasil analisis statsitik menunjukkan bahwa tejadinya cekaman dingin yang akhirnya
posisi box pengangkutan memberikan ayam mengeluarkan panas untuk
pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) mempertahankan panas tubuhnya dari
terhadap penyusutan bobot badan dan cekaman dingin. Selama dalam
persentase penyusutan bobot badan pada pengangkutan ayam tidak diberi pakan
ayam pedaging jantan. Hasil Uji Beda sehingga untuk memproduksi panas guna
Nyata Terkecil (BNT) 1 %, menunjukkan mempertahankan suhu tubuh dari tekanan
bahwa penyusutan terkecil terdapat cekaman dingin karena angin
pada posisi box bawah belakang (B4) dan menggunakan cadangan pakan yang ada
penyusutan terbesar pada posisi box atas didalam tubuh, sehingga mengakibatkan
depan (B3). Hal ini menunjukkan bahwa penyusutan bobot badan. Penyusutan bobot
tinggi posisi box dalam pengangkutan pada badan pada ayam tergantung dari peletakan
bagian depan memberikan angka box selama pengangkutan. Kettlewell and
penyusutan bobot badan yang tinggi. Mitchell (2001), menyatakan bahwa suhu
Tingginya penyusutan disebabkan oleh antara box kirim bagian atas, bawah, depan
posisi box atas bagian depan terkena dan belakang dapat berbeda. Sehingga
kontak langsung dengan angin, sehingga penyusutan yang terjadi pada masing –
dapat menurunkan suhu tubuh dan dapat masing posisi box berbeda pula, tergantung
menyebabkan tingkat stress yang tinggi, dari peletakan box di dalam pengangkutan.
akibat dari tekanan angin yang diterima
oleh unggas selama dalam pengangkutan, Pengaruh posisi box pengangkutan
sehingga akirnya memberikan angka terhadap penyusutan bobot badan dan
penyusutan bobot badan yang lebih besar. persentase penyusutan bobot badan
Menurut Council of Europe ayam pedaging finisher betina
Commite of Ministers (2006), unggas Rataan penyusutan bobot badan dan
selama transportasi harus dilindungi dari persentase penyusutan bobot badan
dampak buruk seperti angin, hujan dan berdasarkan posisi box pengangkutan pada
cuaca dingin. Selanjutnya ditambahkan ayam pedaging betina tertera pada Tabel 2.
oleh Sevendsen and Carter (1984), bahwa

43
Tabel 2. Rataan penyusutan dan persentase penyusunan bobot badan berdasarkan posisi box
pengangkutan pada ayam pedaging betina

Perlakuan Rataan penyusutan BB (g) Perlakuan Rataan penyusutan BB (%)

B4 23,22 ± 6,12a B4 1,35 ± 0,36a


B5 28,22 ± 5,87a B1 1,59 ± 0,42a
B1 28,44 ± 6,69a B5 1,63 ± 0,31a
B6 33,33 ± 9,87b B6 1,95 ± 0,59a
B2 36,44 ± 6,08b B2 1,98 ± 0,26a
B3 46,56 ± 11,16c B3 2,60 ± 0,64b

Rataan penyusutan bobot badan Menurut Sevendsen and Carter (1984),


dan persentase penyusutan bobot badan pengaruh angin dapat menyebabkan
ayam betina pada Tabel 2 dan hasil analisis tejadinya cekaman dingin yang akhirnya
ragam menunjukkan bahwa posisi box dapat menyebabkan turunnya suhu tubuh,
pengangkutan memberikan perbedaan karena ayam sebagai ternak homoitherm
pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) mempertahankan suhu tubuh yang konstan
terhadap penyusutan bobot badan dan terhadap pengaruh perubahan suhu
persentase penyusutan bobot badan pada lingkungan yang besar, dengan
ayam pedaging betina. Hasil Uji Beda meningkatkan produksi panas. Menurut
Nyata Terkecil (BNT) 1 %, menunjukkan Achmanu dan Muharlien (2011) ayam
bahwa penyusutan terkecil terdapat pada tergolong sebagai hewan yang
posisi box bawah belakang (B4) dan homeothermic artinya hewan yang
penyusutan tertinggi didapat pada posisi temperatur tubuhnya cenderung konstan
box atas depan (B3). Hal ini atau sulit mengalami perubahan.
menggambarkan semakin tinggi posisi box Ditambahkan oleh Hall (2010), yang
dalam pengangkutan pada bagian depan menyatakan bahwa suhu tubuh yang lebih
maka semakin tinggi penyusutan bobot tinggi dari pada suhu lingkungan dapat
badan yang terjadi, karena posisi box atas mengakibatkan pengeluaran panas secara
bagian depan terjadi kontak langsung radiasi, yaitu tubuh memancarkan panas ke
dengan angin, sehingga ayam mengalami lingkungan.
stress dingin yang besar, .supaya tidak
terjadi penurunan suhu tubuhnya, ayam Pengaruh jarak pengangkutan terhadap
harus mempertahankan suhu tubuhnya penyusutan bobot badan dan persentase
dengan cara meningkatkan produksi panas penyusutan bobot badan ayam pedaging
tubuh. Dalam memproduksi panas finisher jantan
memerlukan energi yang berasal dari Rataan penyusutan bobot badan dan
pakan. Selama dalam pengangkutan ayam persentase penyusutan bobot badan
tidak diberi pakan sehingga menggunakan berdasarkan jarak pengangkutan pada
pakan cadangan yang berupa lemak ayam pedaging jantan tertera pada Tabel 3.
sehingga terjadi penurunan bobot badan.

44
Tabel 3. Rataan penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan
berdasarkan jarak pengangkutan pada ayam pedaging jantan
Perlakuan Rataan penyusutan BB (gr) Rataan penyusutan BB (%)
J1 30,33 ± 5,98a 1,39 ± 0,32a
J2 38,72 ± 11,62b 1,85 ± 0,47b
J3 43,89 ± 13,00b 2,20 ± 0,82b

Rataan penyusutan bobot badan jarak 20 Km dan 30 Km. Stress dapat


dan persentase penyusutan bobot badan diakibatkan kurang pakan dan terpaan
ayam jantan pada Tabel 3 dan hasil analisis angin selama pengangkutan, dan untuk
ragam, menunjukkan bahwa jarak mengatasinya memerlukan energi yang
pengangkutan memberikan perbedaan berasal dari pakan. Menurut Sevendsen
pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) and Carter (1984) energi metabolis yang
terhadap penyusutan bobot badan dan yang digunakan tubuh berasal dari pakan.
persentase penyusutan bobot badan pada Selama dalam transportasi ayam tidak
ayam pedaging jantan. Hasil Uji Beda diberi pakan. Menurut Frandson and
Nyata Terkecil (BNT) 1 %, menunjukkan Whitten (1981), ayam walaupun tidak
bahwa semakin jauh jarak pengangkutan diberi pakan, tetap memproduksi panas
yaitu 40 Km (J3) memberikan penyusutan tubuh, ini terjadi akibat dari proses
bobot badan dan persentase penyusutan metabolisme didalam tubuh yang terus
bobot badan tertinggi, dan semakin dekat berlangsung walaupun tanpa diberi pakan.
semakin rendah, tetapi antara jarak Sehingga cadangan pakan yang ada
pengangkutan 30 Km (J2) dan 40 Km (J3) didalam tubuh diubah menjadi panas yang
tidak memberikan perbedaan yang nyata. bermanfaat untuk mempertahankan panas
Penyusutan bobot badan dan persentase tubuh.
penyusutan bobot badan terjadi karena
beberapa hal diantaranya tidak adanya Pengaruh jarak pengangkutan terhadap
pakan dan minum selama pengangkutan, penyusutan bobot badan dan persentase
Pembuangan kotoran selama pengangkutan penyusutan bobot badan ayam pedaging
dan cekaman lingkungan selama finisher betina
pengangkutan. Penyusutan bobot badan Rataan penyusutan bobot badan dan
tertinggi pada jarak pengangkutan persentase penyusutan bobot badan
terpanjang yaitu 40 Km, ini terjadi karena berpasarkan jarak pengangkutan pada
pada jarak 40 Km stress yang dialami oleh ayam pedaging betina tertera pada Tabel 4.
ayam lebih lama bila dibandingkan dengan

Tabel 4. Rataan penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan
berdasarkan jarak pengangkutan pada ayam pedaging betina.
Perlakuan Rataan penyusutan BB (gr) Rataan penyusutan BB (%)
J1 26,94 ± 8,82a 1,53 ± 0,49a
J2 32,72 ± 7,58ab 1,88 ± 0,40ab
J3 38,44 ± 12,18b 2,15 ± 0,70b

45
Rataan penyusutan bobot badan dan DAFTAR PUSTAKA
persentase penyusutan bobot badan ayam Achmanu dan Muharlien. 2011. Ilmu
betina pada Tabel 4 dan hasil analisis Ternak Unggas. UB Press. Malang.
ragam menunjukan bahwa jarak Anonymous. 2006. Rencana Strategi
penangkutan mempengaruhi bobot dan Pembangunan Peternakan.
persentase penyusutan bobot badan pada http:/agribisnis.deptan.go.id/web/
ayam pedaging betina. Semakin jauh jarak eksim/analisa/analisa%20 ternakhtm.
pengangkutan maka penyusutan bobot Tanggal akses 21 Pebruari 2010.
badan dan persentase penyusutan semakin Council Europe Commite of Ministers.
tinggi. Hal ini terjadi karena semakin jauh 2006. Land Transport of Poultry.
jarak angkut akan membutuhkan waktu Australia. Second Edition PISC
pengangkutan yang lebih lama, sehingga reporthttp://www.publish.csiro.au/Bo
menyebabkan tingginya tingkat stress yang oks/download.cfm?ID=5391.
pada akhirnya akan mempengaruhi Tanggal akses 1 Juli 2010.
penyusutan bobot badan menjadi semakin Filho, J. A. D. Vieira, F. M. C. Fonseca, B.
besar. Filho, Vieira, Fonseca, Silva, Garcia H. F. Silva, I. J. O. Garcia D. B. and
and Hildebrand (2007), menyatakan bahwa Hildebrand A. 2007. Poultry
selama transportasi, ayam dapat Transport Microclimate Analysis
mengalami stress. Stress dapat through Enthalpy Comfort Index
mengakibatkan kerugian besar karena (ECI): A Seasonal Assessment
dapat menurunkan bobot badan bahkan Journal of Animal Science52 : 6.
kematian. Selain itu, stress yang dialami http://www.nupea.esalq.usp.br/notici
oleh ayam meningkat secara signifikan as/producao/1013b_20080917.pdf
ketika jarak transportasi semakin jauh. Tanggal akses 27 April 2010.
Frandson, R. D. dan H. Whitten. 1981.
KESIMPULAN DAN SARAN Anatomy and Physiology of Farm
Berdasarkan hasil penelitian dapat Animals. Third edition, Lea and
disimpulkan bahwa semakin tinggi Febiger: Philadelphia.
penempatan posisi box bagian depan pada Hall, J. E. 2010. Fisiologi Kedokteran.
ayam jantan dan betina memberikan Penerbit Kedokteran EGC : Jakarta.
penyusutan dan persentase penyusutan Kettlewell, P.J. and Mitchell M.A. 2001.
bobot badan lebih besar. Semakin jauh Code of practice for the land
jarak pengangkutan pada ayam jantan dan transport of poultry. Department
betina maka penyusutan dan persentase of primary industries.
penyusutan bobot badan yang terjadi http://www.dpi.vic.gov.au/DPI/nreni
semakin besar. nf.nsf/childdocs/-. Tanggal akses 15
Saran dalam pengangkutan ayam Juni 2011.
pedaging sebaiknya penempatan posisi box Richardson, C. 2002. Lowering Stress in
bagian depan dan belakang jangan terlalu Transported Goat. The
tinggi untuk menekan angka penyusutan Government of Ontario,Canada.
bobot badan. Pada pengangkutan jarak http://www.aataanimaltransport.org/
jauh perlu diberikan tempat transit Publications/research/LoweringtheSt
(istirahat) serta pemberian pakan dan ressofTransportedChickenBreedOFS
minum supaya penyusutan bobot badan 02.doc Tanggal akses 21 Pebruari
bisa dikurangi. 2010.
Sevendsen P and Carter A. M. 1984. An
Introduction to Animal Physiologi.

46
M. T. P. Press Limited. Laucaster:
England.

47