Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.2 Karakteristik Responden Penelitian

Penelitian ini telah dilakukan di UPT PSTW Khusnul Khotimah Provinsi

Riau pada bulan Oktober – November tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini

adalah populasi terjangkau yaitu yang terdiri dari 60 orang lansia, dan yang dapat

menjadi subjek penelitian adalah sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode

total sampling. Lansia yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini adalah

sebanyak 30 orang yang terdiri atas 7 orang yang belum satu tahun tinggal di UPT

PSTW Khusnul Khotimah Provinsi Riau, 3 orang yang memiliki disabilitas pada

ekstremitas bawah, 2 orang mengalami gangguan penglihatan berat, 9 orang

dalam kondisi sakit berat, 2 orang yang tidak tinggal menetap di UPT PSTW

Khusnul Khotimah, 1 orang yang tidak bersedia ikut dalam penelitian ini serta

lansia yang sama sekali tidak mampu mengikuti instruksi yang diberikan karena

mengalami gangguan pendengaran berat 1 orang, gangguan mental berat 2 orang,

dan tidak bisa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia 3 orang.

Karakteristik responden pada penelitian ini dinyatakan dalam bentuk

distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan usia dan jenis kelamin yang dapat

dilihat pada tabel 4.1.

48
49

Tabel 4.1 Karakteristik lansia berdasarkan usia dan jenis kelamin

Jumlah
Karakteristik
f %
Kelompok Usia
- 60-74 tahun 19 63,3
- 75-90 tahun 11 36,7
Total 30 100
Jenis Kelamin
- Laki-laki 14 46,7
- Perempuan 16 53,3
Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa jumlah lansia terbanyak

berdasarkan kelompok usia yaitu pada rentang usia 60-74 tahun dengan jumlah

sebanyak 19 orang (63,3%). Jumlah lansia terbanyak berdasarkan jenis kelamin

yaitu perempuan dengan jumlah sebanyak 16 orang (53,3 %).

4.3 Lingkup gerak sendi panggul, lutut dan pergelangan kaki pada lansia

di UPT PSTW Khusnul Khotimah Provinsi Riau

Berdasarkan pengukuran lingkup gerak sendi ekstremitas bawah yaitu

sendi panggul, lutut dan pergelangan kaki dengan menggunakan goniometer

universal pada lansia di UPT PSTW Khusnul Khotimah Provinsi Riau diperoleh

hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.2, 4.3 dan 4.4.
50

Tabel 4.2 Lingkup gerak sendi panggul pada lansia

Lingkup Gerak Sendi (derajat)


Gerakan
Rerata LGS
Rerata ± Simpangan baku
normal12
Fleksi 120
a. Kanan 106,2 ± 7,6
b. Kiri 102,7 ± 6,7
Ekstensi 20
a. Kanan 14,2 ± 4,9
b. Kiri 13,2 ± 5,3
Abduksi 45
a. Kanan 29,3 ± 9,3
b. Kiri 30,3 ± 10,5
Adduksi 30
a. Kanan 17,3 ± 5,6
b. Kiri 18,5 ± 6,6
Rotasi Medial 45
a. Kanan 28 ± 5,5
b. Kiri 26,5 ± 5,4
Rotasi Lateral 45
a. Kanan 31,3 ± 6,9
b. Kiri 31,8 ± 7,4

Berdasarkan tabel 4.2 didapatkan bahwa semua nilai rerata LGS panggul

pada lansia di UPT PSTW Khusnul Khotimah Provinsi Riau lebih rendah

dibandingkan nilai rerata LGS normal.


51

Tabel 4.3 Lingkup gerak sendi lutut pada lansia

Lingkup Gerak Sendi (derajat)


Gerakan
Rerata LGS
Rerata ± Simpangan baku
normal12
Fleksi 135
a. Kanan 127,5 ± 10,4
b. Kiri 127,7 ± 10,9
Ekstensi 10
a. Kanan 8,2 ± 2,5
b. Kiri 7,7 ± 2,9

Berdasarkan tabel 4.3 didapatkan bahwa semua nilai rerata LGS lutut pada

lansia di UPT PSTW Khusnul Khotimah Provinsi Riau lebih rendah dibandingkan

nilai rerata LGS normal.

Tabel 4.4 Lingkup gerak sendi pergelangan kaki pada lansia

Lingkup Gerak Sendi (derajat)


Gerakan
Rerata LGS
Rerata ± Simpangan baku
normal12
Dorsofleksi 20
a. Kanan 13,2 ± 6,4
b. Kiri 15,2 ± 6,5
Plantarfleksi 50
a. Kanan 43,8 ± 9,9
b. Kiri 44,5 ± 8,7
52

Lanjutan Tabel 4.4 Lingkup gerak sendi pergelangan kaki pada lansia

Lingkup Gerak Sendi (derajat)


Gerakan
Rerata LGS
Rerata ± Simpangan baku
normal12
Inversi 35
a. Kanan 26,5 ±7,9
b. Kiri 26,5 ± 8,2
Eversi 15
a. Kanan 23,5 ± 8,5
b. Kiri 23 ± 7,4

Berdasarkan tabel 4.4 didapatkan bahwa hampir semua nilai rerata LGS

pergelangan kaki pada lansia di UPT PSTW Khusnul Khotimah Provinsi Riau

lebih rendah dibandingkan nilai rerata LGS normal.

4.4 Riwayat kejadian jatuh pada lansia di UPT PSTW Khusnul Khotimah

Provinsi Riau

Riwayat kejadian jatuh pada lansia di UPT PSTW Khusnul Khotimah

Provinsi Riau selama 12 bulan terakhir dinilai dengan menggunakan kuesioner

jatuh yang dibuat oleh dr. Ii Husein yang telah dimodifikasi, dimana hasilnya

dapat dilihat pada tabel 4.5.


53

Tabel 4.5 Riwayat kejadian jatuh pada lansia

Jumlah
Riwayat Kejadian Jatuh
f %

Tidak ada riwayat jatuh 20 66,7


Ada riwayat jatuh 10 33,3
Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.5 didapatkan bahwa sepertiga responden lansia

memiliki riwayat jatuh yaitu sebanyak 10 orang ( 33,3 %).

4.5 Perbandingan LGS panggul, lutut dan pergelangan kaki pada lansia

dengan riwayat jatuh dan tanpa riwayat jatuh di UPT PSTW Khusnul

Khotimah Provinsi Riau

Dalam menganalisis perbandingan LGS panggul, lutut dan pergelangan

kaki pada lansia dengan riwayat jatuh dan tanpa riwayat jatuh dilakukan uji

hipotesis dengan menggunakan uji t tidak berpasangan dengan syarat data

berdistribusi normal (p > 0,05). Data yang distribusinya tidak normal, selanjutnya

dilakukan uji hipotesis alternatif yaitu uji Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis dari

perbandingan LGS panggul, lutut dan pergelangan kaki pada lansia dengan

riwayat jatuh dan tanpa riwayat jatuh dapat dilihat pada tabel 4.6.
Tabel 4.6 Perbandingan LGS panggul, lutut dan pergelangan kaki pada lansia dengan riwayat jatuh dan tanpa riwayat jatuh

LGS lansia dengan riwayat jatuh LGS lansia tanpa riwayat jatuh
Sendi Gerakan (derajat) (derajat) p
Rerata ± Simpangan baku Rerata ± Simpangan baku
Panggul Fleksi kanan 102,0 ± 6,3 108,3 ± 7,5 .024

Fleksi kiri 99,5 ± 6,0 104,3 ± 6,5 .079

Ekstensi kanan 10,5 ± 2,8 16,0 ± 4,8 .003

Ekstensi kiri 10,0 ± 3,3 14,8 ± 5,5 .023

Abduksi kanan 24,5 ± 8,0 31,8 ± 9,1 .085

Abduksi kiri 24,0 ± 7,4 33,5 ± 10,5 .036

Adduksi kanan 12,5 ± 4,9 19,8 ± 5,0 .002

Adduksi kiri 14,0 ± 5,2 20,8 ± 6,1 .006

Rotasi medial kanan 28,5 ± 4,7 27,8 ± 6,0 .632

Rotasi medial kiri 25,0 ± 7,8 27,3 ± 3,8 .811

Rotasi lateral kanan 29,5 ± 6,9 32,3 ± 7,0 .315

Rotasi lateral kiri 29,0 ± 4,6 33,3 ± 8,2 .210

54
Lanjutan Tabel 4.6 Perbandingan LGS panggul, lutut dan pergelangan kaki pada lansia dengan riwayat jatuh dan tanpa riwayat jatuh

LGS lansia dengan riwayat jatuh LGS lansia tanpa riwayat jatuh
Sendi Gerakan (derajat) (derajat) p
Rerata ± Simpangan baku Rerata ± Simpangan baku
Lutut Fleksi kanan 124,5 ± 13,6 129,0 ± 8,4 .356

Fleksi kiri 123,5 ± 13,6 129,8 ± 9,0 .209

Ekstensi kanan 6,0 ± 2,1 9,3 ± 1,8 .001

Ekstensi kiri 5,5 ± 2,8 8,8 ± 2,2 .004

Pergelangan kaki Dorsofleksi kanan 12,5 ± 8,9 13,5 ± 4,9 .278

Dorsofleksi kiri 13,0 ± 7,1 16,3 ± 6,0 .100

Plantarfleksi kanan 40,5 ± 13,4 45,5 ± 7,4 .197

Plantarfleksi kiri 43,5 ± 7,5 45,0 ± 9,5 .666

Inversi kanan 21,0 ± 4,6 29,3 ± 7,8 .005

Inversi kiri 21,0 ± 6,1 29,3 ± 7,8 .013

Eversi kanan 20,5 ± 6,0 25,0 ± 9,3 .243

Eversi kiri 20,5 ± 5,5 24,3 ± 8,0 .195

55
56

Berdasarkan tabel 4.6 didapatkan hasil bahwa pada sendi panggul, nilai

rerata LGS gerakan fleksi kanan, ekstensi kanan dan kiri, abduksi kiri, adduksi

kanan dan kiri pada lansia dengan riwayat jatuh lebih rendah secara bermakna

dibandingkan lansia tanpa riwayat jatuh (p < 0,05). Pada sendi lutut, nilai rerata

LGS gerakan ekstensi kanan dan kiri pada lansia dengan riwayat jatuh lebih

rendah secara bermakna dibandingkan lansia tanpa riwayat jatuh (p < 0,05). Pada

sendi pergelangan kaki, nilai rerata LGS gerakan inversi kanan dan kiri pada

lansia dengan riwayat jatuh lebih rendah secara bermakna dibandingkan lansia

tanpa riwayat jatuh (p < 0,05).