Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN

Pentingnya Penelitian Kebidanan dalam Perkembangan Iptek


di Bidang Kebidanan

DOSEN PEMBIMBING
EPTI YORITA,SST, M.Kes

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1

1. BELLA PUSPA SARI 4. KRISE YUSIANA


2. DELLA NOFRIANTIKA 5. PERTIWI AGUSTINI
3. DWI DIANA OKTARI 6. THREE MELENCHI OKTAVIANTI

DIV KEBIDANAN TK III

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami pajatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kami kesehatan, kesempatan dan kemauan hingga dapat menyelesaikan MAKALAH
METODOLOGI PENELITIAN ini. Sholawat dan taslim tak lupa kami panjatkan pada
junjungan nabi besar Muhammad SAW, nabi yang telah membawa kita dari zaman yang
gelap gulita ke zaman yang terang benderang yang dihiasi dengan iman dan islam.
Kami mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah turut membantu
menyelesaikan makalah ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, segala kritik dan saran sangat kami harapkan.
Akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih.

Bengkulu, Agustus 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………….……..…. 2
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. ….. 3

BAB I Pendahuluan …………………………………………………………. ……....


A. Latar belakang……….……….……….……….……….……….……….……….… 4
B. Rumusan masalah……….……….……….……….……….……….……….……… 5
C. Tujuan ……….……….……….……….……….……….……….……….……….... 5

BAB II Pembahasan …………………………………………………………. ……....


A. Pengertian Penelitian ……………………………………………....………. …….. 6
B. Tujuan Penelitian ……………………………………..…………....………..……... 7
C. Ruang Lingkup Penelitian Kebidanan ……………………………...………...……. 8
D. Implikasi Penelitian dan Ilmu Pengetahuan serta Kaitannya dengan Perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi……………………....……....……....……..………....….. 9

BAB III Penutup ……………………………………………………...………..……….


A. Kesimpulan ………………………………………………….……..………...……... 11
B. Saran ………………………………………………………………………….....….. 11

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………...…... 12

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak kita jumpai mahasiswa yang tengah mengajukan usulan atau proposal
penelitiannya sering mengeluh akibat mereka harus berkali-kali memperbaiki usulannya
itu, sebelum di anggap memadai oleh pembimbingnya. Seorang yang ditunjuk sebagai
pembimbing oleh fakultas atau universitas biasanya telah mneguasai pengetahuan tentang
metodologi penelitian atau paling tidak ia sudah berpengalaman dengan seringnya
menggunakan kaidah berfikir ilmiah dalam melakukan penelitian di dunia pekerjaannya.
Oleh karena itu, jika usulan skripsi atau proposal mahasiswa sering dikembalikan,
mungkin saja, usulan tersebut di anggap oleh pembimbingnya belum cukup untuk disebut
sebagai penelitian ilmiah. Selain itu, seorang pembimbing pada akhirnya turut
bertanggung jawab juga terhadap kualitas penelitian mahasiswa.
Bagi mahasiswa , pada umumnya seseorang dikatakan lulus sebagai sarjana apabila ia
lulus dalam ujian skripsi yang merupakan laporan hasil penelitiannya. Apakah yang
dimaksud dengan penelitian?, secara umum, penelitian dapat diartikan sebagai proses
mengumpulkan dan menganalisis data atau informasi secara sistematis sehingga
menghasilkan kesimpulan yang sah. Kata-kata sistematis dan sah dalam hal ini merupakan
kata kunci karena mengacu pada suatu pendekatan yang digunakan dalam dunia akademis
yang disebut dengan “metode Ilmiah “.
Suatu tulisan berjenis penelitian harus berbeda dengan tulisan bentuk lainnya. Suatu
penelitian paling tidak harus memuat unsur-unsur berpikir ilmiah, seperti yang
dikemukakan oleh john dewey, yaitu terungkap adanya persoalan dan masalah, bila perlu
mengajukan dugaan-dugaan sementara (hipotesis), adanya informasi, bukti, atau data yang
logis untuk dianalisis dan diakhiri dengan suatu kesimpulan berikut implikasinya. Itulah
sebabnya, mengapa tulisan yang disebut penelitian akan berbeda dengan sebuah laporan.

4
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu pengertian penelitian ?
2. Apa tujuan dilakukan penelitian ?
3. Bagaimana implikasi penelitian dan ilmu pengetahuan serta kaitannya dengan
perkembangan IPTEK
4. Apa saja ruang lingkup penelitian ?

C. Tujuan
1. untuk mengetahui apa itu pengertian penelitian
2. untuk mengetahui apa tujuan dilakukan penelitian
3. untuk mengetahui apa implikasi penelitian dan ilmu pengetahuan serta kaitannya
dengan perkembangan IPTEK
4. untuk mengetahui apa saja ruang lingkup penelitian

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENELITIAN
Penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu
permasalahan. Penelitian pada hakikatnya adalah suatu upaya untuk memahami dan
memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis dan logis. Ilmiah diartikan sebagai
kebenaran pengetahuan yang didasarkan pada fakta empiris yang diperoleh dari
penyelidikan secara berhati-hati dan bersifat objekttif. Oleh sebab itu kegiatan penelitian
ilmiah memerlukan dan menempuh tahap-tahap yang sistematis, dalam arti menurut
aturan tertentu, dan logis dalam arti sesuai dengan penalaran.
Penelitian kebidanan merupakan suatu kegiatan penelitian yang membahas masalah
kebidanan yang timbul berdasarkan teori-teori ilmiah dan kenyataan objektif sehingga
dapat dibuat suatu analisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang benar dalam
menjawab masalah sedang dibahas karakteristik suatu metode ilmiah adalah sebagai
berikut :

 Bersifat kritis dan analisis


Suatu metode yang menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk
mengidentifikasikan masalah.
 Bersifat logika
Suatu metode yang digunakan dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan
yang dibuat secara rasional didasarkan pada bukti-bukti yang tersedia.
 Bersifat objektif
Metode dapat menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuan lain
dalam studi dan kondisi yang sama
 Bersifat konseptual dan teoritis
Metode yang mengarahkan bahwa proses penelitian yang dijalankan harus
memiliki pengembangan konsep dan struktur teori yang jelas, agar hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
 Bersifat empiris
Metode yang dipakai berdasarkan pada kenyataan atau fakta di lapangan.

6
Terkait dengan penelitian, banyak definisi yang diberikan oleh para ahli, beberapa
definisi penelitian diantaranya :
1. Penelitian adalah penyelidikan yang sistematis yang menggunakan metode untuk
menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah-masalah. Tujuan akhir dari
penelitian adalah untuk mengembangkan, menemukan kembali atau memperluas a
body of knowledge (polit and beck, 2003).
2. Survey adalah penelitian yang desain untuk mendapatkan informasi dari populasi
mengenai prevalence, distribusi, dan interelasi dari fariabel dalam populasi tersebut
(polit and back 2003).
3. Penelitian survey adalah studi dengan desain cross-sectional dalam hubungan dengan
pengumpulan data yang telah ditentukan dengan kuesioner atau wawancara terstruktur
pada lebih dari satu kasus (biasanya jauh lebih banyak dari satu) dan pada satu titik
waktu agar dapat mengumpulkan data kuantitatif atau data yang quantifiable dalam
hubungannya dengan dua atau lebih variable (biasanya banyak lebih dari dua) yang
nantinya diuji untuk mengetahui pola asosiasinya (braiman, 2004).
4. Penelitian kesehatan adalah sebuah cara yang sistematis dan prinsipdalam
memperoleh bukti (data, informasi) untuk memecahkan masalah-masalah kesehatan
dan investigasi isu-isu kesehatan (Polgar and Thomas, 2011).
5. Penelitian pendidikan kesehatan (health education research) adalah sebuah investigasi
yang sistematik melalui analisis informasi atau data yang dikumpulkan yang pada
akhirnya digunakan untuk meningkatkan pengetahuan maupun praktik tentang
pendidikan kesehatan dan menjawab satu atau dua pertanyaan tentang kesehatan yang
berhubungan dengan teori, prilaku ataupun fenomenal (Cottrell and McKenzie,2010).
6. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bersifat formal, objektif, proses dan
sistematis untuk menjelaskan, menguji hubungan, dan menguji interaksi antara
penyebab dan akibat diantara variabel-variabel penelitian (Burns and burns, 1995).
7. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat sistematik, menggunakan
pendekatan subjektif untuk menjelaskan pengalaman-pengalaman hidup dan
memberikannya arti (burns dan burns, 1995).

7
B. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian pada dasarnya memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai
pengetahuan yang telah ada, serta adanya fakta dan temuan-temuan baru sehingga dapat
di susun sebuah teori, konsep, kaidah atau metodelogi baru yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah. Secara umum tujuan penelitian kesehatan adalah :
1. Menemukan dan menguji fakta baru maupun fakta lama sehubungan dengan
bidang kesehatan atau kedokteran.
2. Mengadakan analisis terhadap hubungan atau interaksi antara fakta-fakta yang
ditemukan dalam bidang kesehatan atau kedokteran.
3. Menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori-teori
yang ada.
4. Mengembangkan alat, teori atau konsep baru dalam bidang kesehatan atau
kedokteran yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesehatan masyarakat
khususnya dan peningkatan kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

C. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian berkenaan dengan manfaat teori dan praktis dari hasil penelitian
1. Manfaat teori
yaitu untuk memberi sumbangsih terhadap perkembangan ilmu pengetahuan
yang ada relevansinya dengan bidang ilmu yang sedang dipelajari.
Misalnya; Untuk memberikan sumbangan pemikiran atau menambah informasi bagi
perkembangan ilmu manajemen pendidikan tentang factor-faktor yang
mempengaruhi kinerja guru.
2. Manfaat Praktis,
yaitu kegunaan penelitian bagi dunia praktis dilapangan. Misalnya: untuk mengatasi
persoalan menurunya kinerja seklah dan perbaikan sistem pendidikan, dsb.
D. IMPLIKASI PENELITIAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA KAITANNYA
DENGAN PERKEMBANGAN IPTEK
Pada dasarnya perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan
penelitian demikian juga sebaliknya, karena keduanya saling berkaitan. Perkembangan
ilmu pengetahuan akan selalu mengikuti hasil dari penelitian terbaru, ini dapat dilihat
dengan munculnya ilmu-ilmu pengetahuan baru yang merupakan cabang ilmu
pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Contohnya ilmu-ilmu alam yang dahulu
memiliki pendekatan secara empiris yang bertujuan mempelajari tentang adanya alam

8
semesta. Berkat adanya penelitian yang kontinu, saat ini telah berkembang menjadi
berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu fisika, kimia, kedokteran, geologi dan lain sebagainya.
Sehingga dapat dikatakan, bahwa setiap detik akan selalu berkembang ilmu-ilmu baru.

Hal yang sama juga terjadi pada ilmusosial yang sebelumnya melakukan pendekatan
secara empiris dan normative dengan mempelajari hubungan antara manusia. Kini,
melalui penelitian, ilmu sosial tlah berkembang menjadi banyak cabang, seperti ilmu
politik, sosiologa, ekonomi, antroplogi, psikologi, dan masih banyak cabang ilmu sosial
yang lain. slain dua abang ilmu tersebut, terdapat pula pengethuan budaya yang
perkembangannya menggunakan pendekatan normatif. Pendekatan ini digunakan untuk
mempelajari pengaruh peristiwa terhadap budaya yang telah ada, sehingga pengetahuan
budaya ini, melalui penelitian dapat berkembang menjadi berbagai ilmu seperti falsafah,
hukum, sastra, music, seni,dan lain sebagainya.

Cabang ilmu yang lebih khusus, akan memungkinkan perkembanagan teknologi


menjadi selalu dan terjadi sangat cepat. Semuanya itu merupakan bagian penerapan
adanya penelitian. Semuanya karena manusia memiliki akal yang telah dianugrahi oleh
ALLAH Swt., sehingga dengan akal yang dimilikinya tersebut manusia dapatmemikirkan
apa-apa dan mencari jawaban atas berbagai fenomena yang ada di langit dan di bumi.
Hasil suatu riset disebut penemuan (findings) yang berbentuk kesimpulan dan
rekomendasi. Hal ini berarti hasil tersebut akan berguna bagi berbagai pihak (Abisujak,
1981):
1. Bagi ilmu pengetahuan sendiri sesuai dengan tujuan pengembangan pengetahuan.
2. Bagi orang-orang yang berminat untuk menerapkan hasil-hasil yang telah dirumuskan
untuk maksud pelayanan/operasional atau perencanaan suatu program.
3. Bagi orang-orang yang bermaksud mengadakan penelitian yang sama dengan populasi
atau objek lain atau penelitian lanjutan.
Oleh karena itu suatu karya riset harus memenuhi kriteria berikut, yaitu: jelas,
terbuka, jujur dan sistematik, atau dengan perkataan lain dapat dilaksanakan kembali oleh
orang lain dengan cara-cara yang sama (reproducable), kecuali riset yang bersifat rahasia.
Landasan riset pada dasarnya ialah ilmu pengetahuan (science), dan ilmu pengetahuan itu
sendiri dikembangkan melalui riset. Jadi, terdapat kaitan yang erat antara riset dan ilmu
pengetahuan.

9
E. RUANG LINGKUP PENELITIAN KEBIDANAN
1. Kehamilan
Lingkup penelitian ini adalah segala bentuk penelitian yang membahas tentang
berbagai masalah-masalah kehamilan, seperti perubahan-perubahan fisiologis atau
psikologis yang terjadi selama kehamilan, dampak perubahan tersebut pada ibu atau
keluarga serta masalah lain seperti adanya masalah perdarahan pervaginam, hipertensi
gravidarum, nyeri perut bawah, nyeri kepala, gerakan janin tidak terasa, status gizi ibu
hamil, dan lain-lain.
Contoh: Pengaruh pemberian ubi jalar ungu thd peningkatan kadar hemoglobin pada
ibu hamil trimester 3

2. Persalinan
Lingkup ini membahas tentang berbagai masalah-masalah yang terjadi dalam
proses persalinan, seperti cacat atau tidaknya proses persalinan ( kala I,II,III,IV ), dan
tekhnik-tekhnik yang tepat dalam membantu proses persalinan
Contoh: Manajemen mengurangi kecemasan dan nyeri pada persalinan dengan
menggunakan virtual reality

3. Nifas ( Pasca Persalinan )

Lingkup ini membahas berbagai masalah dalam nifas, seperti masalah proses
laktasi dan menyusui , respons orang tua terhadap bayi baru lahir, perubahan fisiologi
dan patologi setelah masa nifas, kebutuhan masa nifas, berbagai masalah yang sering
terjadi seperti nyeri, infeksi, perawatan payudara, peribeum, senam nifas, dan lain-lain.
Contoh: Gambaran faktor-faktor yang memoengaruhi ibu nifas menggunakan jasa
dukun

4. Patologi kebidanan

Lingkup ini membahas berbagai masalah patologi kebidanan seperti adanya


penyakit pada masa kehamilan atau persalinan antara lain ibu hamil, dengan penyakit
tuberkolosis paru, gagal ginjal, hipertensi, diabetes, asma, atau penyakit infeksi seperti
sipilis, toksoplasmosis, hepatitis, atau penyulit lain seperti anemia kehamilan,
hiperemesis abortus, molahidatidosa, preeklamsia, solusio plasenta, plesenta previa,
letak lintang dan bendungan ASI.

10
5. Kebidanan komunitas
Lingkup ini membahas berbagai masalah kebidanan di komunitas, seperti
kematian ibu dan bayi, kehamilan remaja, bayi berat lahir rendah, tingkat
kesuburan, pertolongan persalinan, oleh nonkesehatann, perilaku social budaya
yang berpengaruh pada masalah kebidanan, dan penyakit menular seksual.
6. Neonatus, bayi dan balita
Lingkup ini membahas tentang berbagai masalah pada neonatus, bayi dan
anak balita antaranya adaptasi bayi batu lahir, adanya infeksi, rawat gabung,
tumbuh kembang, serta masalah lain, seperti trauma lahir, dan berbagai penyakit
pada bayi seperti bercak mongol, ikterik, diare, dan infeksi.
Contoh: Peningkatan kompetensi manajemen asfiksia bayi baru lahir melalui
metode cooperative learning

7. Keluarga berencana
Lingkup ini membahas masalah yang berkaitan dengan masalah yang
berkaitan dengan keluarga berencana mulai dari efektivitas penggunaan KB,
dampak, cara/ metode, konseling, dan lain-lain.
Contoh: Analisis faktor yg berhubungan dengan kejadian efek samping pada
akseptor putus pakai IUD/implant
8. Kesehatan reproduksi
Lingkup ini membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan
reproduksi, seperti infertilitas, penyakit menular seksual, gangguan haid, aborsi
dan penyakit keganasan, kekerasan, pemerkosaan, pelecehan seksual,single
parent, perkawinan usia muda, penyalahgunaan narkoba, pekerja seks komersial
dan lain-lain.
Contoh: Evaluasi pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dg metode
inspeksi visual asam asetat (IVA) dan deteksi dini kanker payudara dg metode
Clinical Breast Examination (CBE)

11
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu


permasalahan. Penelitian pada hakikatnya adalah suatu upaya untuk memahami dan
memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis dan logis. Ilmiah diartikan sebagai
kebenaran pengetahuan yang didasarkan pada fakta empiris yang diperoleh dari
penyelidikan secara berhati-hati dan bersifat objekttif. Oleh sebab itu kegiatan penelitian
ilmiah memerlukan dan menempuh tahap-tahap yang sistematis, dalam arti menurut
aturan tertentu, dan logis dalam arti sesuai dengan penalaran.
Tujuan penelitian adalah suatu indikasi ke arah data/ informasi apa yang akan
dihasilkan melalui penelitian. Tujuan umum merupakan pernyataan spesifik yang
menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari penelitian, bersifat global, jangka
panjang dan abstrak.
Ruang lingkup penelitian kebidanan diantaranya kehamilan, persalinan, nifas (
pasca persalinan ), patologi kebidanan, kebidanan komunitas, neonatus bayi dan balita,
keluarga berencana, kesehatan reproduksi,
Perkembangan ilmu pengetahuan akan selalu mengikuti hasil dari penelitian
terbaru, ini dapat dilihat dengan munculnya ilmu-ilmu pengetahuan baru yang
merupakan cabang ilmu pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Contohnya ilmu-ilmu
alam yang dahulu memiliki pendekatan secara empiris yang bertujuan mempelajari
tentang adanya alam semesta.

B. SARAN
Dalam makalah ini dijelaskan beberapa pengertian penelitian, tujuan dari
penelitian, ruang lingkup kebidanan serta implikasi penelitian dan ilmu pengetahuan dan
kaitannya dengan perkembangan iptek. Dan kami dari penulis sangat menyarankan
kepada seluruh mahasiswa agar dapat memahami semua hal yang berkaitan dengan
penelitian meskipun dari makalah yang sederhana ini. Sehingga diharapkan bagi
mahasiswa yang sedang menulis skripsi / KTI khususnya dapat lebih mudah dan terbantu
dalam penyelesaian penelitiannya.

12
DAFTAR PUSTAKA

13

Anda mungkin juga menyukai