Anda di halaman 1dari 10

Tahukah Kamu Karbol ?

Mei 12, 2008 pada 3:09 am (Kimia Terapan)

Pada iklan-iklan ditelevisi salah satu produk karbol atau kreolin menginformasikan
bahwa karbol tersebut segarnya aroma cemara. Jika kita telusuri karbol berasal dari getah
pohon pinus bukan dari getah pohon cemara. Ini berarti aroma yang timbul seharusnya
aroma pinus bukan aroma cemara. Ini pembohongan public? Getah pohon pinus di olah
melalui proses penyulingan akan menghasilkan minyak pinus yang dinamakan pine oil
dan residunya dinamakan arpus (gondorukem). Bentuk arpus mirip bongkahan batu
berwarna coklat kekuninga-kuningan mudah pecah. Arpus inilah sebagai bahan utama
sekaligus sebagai bahan aktif pembuatan karbol atau kreolin. Arpus mengandung
desinfektan cocok untuk pembersih lantai sekaligus pembunuh kuman, bakteri dan jamur
sehingga kita terhindar penyakit. Minyak pinus (pine oil) juga berfungsi sebagai
desinfektan dan juga sebagai antiseptic.

Bila kita mengetahui lebih jauh, banyak sekali kegunaan dari cairan karbol. Penulis akan
menjabarkan kegunaan-keguanaan kreolin adalah sebagai berikut:

1. Pembersih lantai sekaligus pembunuh kuman, bakteri maupun jamur, tidak hanya
cocok untuk di kamar mandi saja sehingga kita betah di kamar mandi berjam-jam,
tetapi untuk semua ruangan dirumah, perkantoran, rumah sakit dll.
2. Mengatasi bau yang sangat membandel yang tidak bisa diatasi oleh pewangi atau
parfum apapun. Bau tidak sedap disebabkan oleh kuman atau jamur hidup dengan
memberikan cairan karbol bau tak sedap akan hilang seketika. Juga bisa
penghilang bau bangkai dengan menyiramkan cairan karbol di bangkai tersebut.
3. Keset dan wangi segarnya aroma pinus (bukan cemara yang tahu selama ini),
maksudnya lantai tidak licin sehingga tidak mudah akan terpeleset umumnya
untuk kamar mandi dan kususnya bagi yang punya anak kecil. Wanginya segar
nuansa pegunungan pohon pinus.
4. Karbol + diterjen bisa untuk membersihkan kerak-kerak yang membandel.

Pembuatan karbol

Dalam pembuatan karbol ada dua cara yaitu cara dingin dan cara panas. Cara dingin
dengan menggunakan air dingin akan menghasilkan karbol berwarna seperti kopi susu
dan cara panas akan menghasilkan karbol berwarna seperti minyak goreng. Arpus yang
berbentuk bongkahan ini harus ditumbuk sampai halus supaya mudah dilarutkan
nantinya. Selanjutnya simak dibawah ini

Komposisi pembuatan karbol:

1. Arpus 1kg
2. NaOH secukupnya
3. Camper 50 gr
4. Pine Oil/Minyak pinus
5. Air 10 – 20 liter

Peralatan yang dibutuhkan: Penumbuk, Ayakan, Ember plastik, pengaduk kayu.

Cara membuat:

1. Larutkan NaOH dalam air 6 liter di Ember plstik aduk rata


2. (1) + Arpus aduk rata dan biarkan beberapa lama
3. Larutkan Camper dalam minyak pinus terjadi larutan homogen
4. (2) + (3) aduk rata
5. (4) + beri sisa air yang dibutuhkan dan siap dikemas

Cara Membuat Karbol


Bahan utama karbol berbentuk coklat kekuning-kuningan berbentuk bongkahan batu
mudah pecah, namanya arpus mengandung desinfektan cocok untuk pembersih lantai,
sekaligus pembunuh kuman, bakteri, jamur, sehingga terhindar dari penyakit.

Minyak pinus berfungsi sebagai desinfektan dan antiseptic.

Jadi Karbol berasal dari getah pohon pinus yang disuling dan menghasilkan minyak pinus
dan residunya dinamakan arpus.

Pemakaian karbol biasanya banyak digunakan di rumah sakit, klinik, mall, toilet umum,
dan dirumah.

Selain untuk membunuh kuman karbol juga bisa mengatasi bau yang sangat mengganggu
dan membandel, tambahkan detergent bisa membersihkan kerak-kerak yang membandel.

Untuk membuat karbol sangat mudah hanya saja pada saat membuat sebaiknya di ruang
yang agak terbuka, karena proses nya ada bau yang ditimbulkan dari arpus yang cukup
menyengat.

Alat-alat untuk membuat Karbol antara lain : timbangan, wadah,


pengaduk,panci,kompor,gelas ukur.

Bahan-bahan untuk membuat Karbol antara lain: NaOH, Arpus, Minyak Pinus, Air

Cara membuat Karbol antara lain :

Panaskan air dipanci sampai mendidih lalu masukkan arpus perlahan-lahan kedalamnya
sambi l diaduk terus sampai semua larut.
Pindahkan ke wadah plastik dan masukkan NaOH kedalamnya dan aduk lagi sampai
larut.

Bila larutan sudah rata masukkan minyak pinus kedalam adukan aduk perlahan-lahan,

Biarkan sampai dingin lalu pindahkan ke botol.

Keunggulan Karbol:

• Membuatnya mudah, bahan banyak dijual ditoko bahan kimia.

Karbol
1. Data Umum Produk

NO ITEM KETERANGAN
1 Nama Merk B'Glow / AorA
2 Jenis Produk Pel Lantai Karbol
3 Sifat Dasar Produk Pembersih Lantai dan pembasmi kuman
4 Bentuk Fisik Cairan (liquid)
5 Odor Khas Karbol
6 pH Netral
7 Viskositas 08 - 09 cps (fore cup method)
8 Berat Jenis ( SG ) 1,02
9 Warna Bening Awan, keruh (jika dikocok)
10 Bahan Aktif Surfactan, disinfectant dan zat aktif karbol

2. Spesifikasi Aplikasi Produk

Daya Waktu Status


No. Aplikasi Daya Bersih
Kilap Kering Produk
Mengangkat minyak, lemak
Terhadap lantai ubin / Good
1 dan kotoran organik dengan Mengkilap Singkat
keramik quality
baik
Mengangkat debu, kerak,
Sangat Good
2 Terhadap kaca dan bahan organik dengan Mengkilap
Singkat quality
baik
Terhadap permukaan Membersihkan unsur-unsur
Good
3 wasthafel & closed biologis yang menempel Mengkilap Singkat
quality
kamar mandi pada permukaan
3. Kegunaan
Produk ini berfungsi efektif dalam membersihkan debu, kotoran organik yang menempel
pada bidang lantai keramik/ubin ruangan, dinding ruangan, permukaan closed dan
washtafel kamar mandi. Efektif membunuh dan menghilangkan bau tidak sedap yang
disebabkan oleh mikroorganisme patogen, sisa makanan dan bahan kimia. Wangi karbol
yang khas menebarkan aroma yang menyegarkan di sekitar ruangan sepanjang waktu.

4. Aturan Pakai
Dalam kegunaannya sebagai pembersih lantai keramik/ubin digunakan air sebagai
pengencer dengan perbandingan 1 : 10 bagian air ( ± 1/3 gelas karbol dengan ½ ember
kecil air) dengan menggunakan kain/alat pel. Untuk membersihkan bidang kaca,
permukaan washtafel dan closed kamar mandi dapat langsung digunakan tanpa perlu
dilarutkan dengan air. Penggunaan sebagai disinfectant. pada area peternakan,
pemotongan hewan dan ruangan biologis seperti area rumah sakit, kamar mandi, ruang
isolasi, dan lain-lain gunakan alat spray dalam keadaan concentrate (tanpa pengenceran).
Dianjurkan kocok dulu sebelum digunakan.

5. Keunggulan
Produk ini memiliki daya angkat yang baik dalam membersihkan minyak, lemak, kotoran
organik, debu dan sisa-sisa makanan. Sangat efektif dalam membunuh mikroorganisme
patogen seperti, E. coly, salmonella, kapang. Aroma karbol yang khas dalam produk ini
tidak disukai oleh hewan-hewan kecil seperti golongan serangga (insectant), anthropoda,
vermes, molusca menjadikan lantai anda bersih dan higenis sepanjang waktu sehingga
anak-anak aman bermain di lantai.

6. Sifat Fisik, Kimia, Biologi


Produk ini berbentuk cair (liquid) berwarna bening awan, jika dikocok menjdi putih
keruh dan berbusa mengindikasikan produk ini memiliki daya reaktif yang kuat dan jika
didiamkan dalam waktu lama bentuknya akan kembali berwarna bening awan, memiliki
berat jenis (SG) 1,02 dan pH yang netral (pH 7) sampai sedikit basa, beraroma khas
karbol. Komposisi kimia produk ini terdiri dari surfactan, disinfectant., dan bahan aktif
karbol sehingga efektif sebagai pembersih. Sifat biologi produk ini mampu membunuh
secara efektif mikroorganisme patogen seperti, E. coly, salmonella, kapang.

7. Penyimpanan
Produk ini sebaiknya di simpan dalam keadaan tertutup rapat untuk menghindari
penguapan bahan aktif dan terabsorbsinya polutan ke dalam produk, simpan di tempat
yang sejuk. Dengan penyimpanan yang baik produk ini mampu bertahan 3 hingga 5 tahun
dari pengaruh polutan dan oksidasi sinar matahari.

8. Peringatan
Bahan bersifat toxic jika diminum. Jauhkan dari jangkauan anak-anak, bila terkena mata
bilaslah dengan air yang banyak dengan air bersih. Jika tertelan, segera minum air
sebanyak mungkin.
Karbol bersifat korosif sehingga Ketika Menggunakan seharusnya memakai Sarung tangan
. Namun kadang-kadang Kita Kurang memperhatikan hal ini, dan akhirnya
tangan panas bahkan bisa melepuh . Kalau sudah begitu Apa yang Harus kita
lakukan? Gampang.....karbol mengandung fenol yang bersifat asam, maka
untuk menetralisir kita memerlukan bahan kimia yang bersifat basa, yaitu
Soda Kue . Tangan yang kepanasan atau melepuh tersebut cukup kita endam
dalam Air yang diberi soda kue.

Desinfektan
Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau
pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan
jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Disinfektan digunakan untuk
membunuh mikroorganisme pada benda mati.
Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia
atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam
membunuh mikroorganisme patogen. Desinfeksi dilakukan apabila sterilisasi sudah tidak
mungkin dikerjakan, meliputi : penghancuran dan pemusnahan mikroorganisme patogen
yang ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya mikroorganisme tersebut.
10 kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal, yaitu :
1. Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar
2. Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur dan kelembaban
3. Tidak toksik pada hewan dan manusia
4. Tidak bersifat korosif
5. Tidak berwarna dan meninggalkan noda
6. Tidak berbau/ baunya disenangi
7. Bersifat biodegradable/ mudah diurai
8. Larutan stabil
9. Mudah digunakan dan ekonomis
10. Aktivitas berspektrum luas

B. Variabel dalam desinfektan


1. Konsentrasi (Kadar)
Konsentrasi yang digunakan akan bergantung kepada bahan yang akan didesinfeksi dan
pada organisme yang akan dihancurkan.

2. Waktu
Waktu yang diperlukan mungkin dipengaruhi oleh banyak variable.

3. Suhu
Peningkatan suhu mempercepat laju reaksi kimia.

4. Keadaan Medium Sekeliling


pH medium dan adanya benda asing mungkin sangat mempengaruhi proses disinfeksi.
C. Antiseptik
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada
jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula
digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.
Antiseptik adalah substansi kimia yang dipakai pada kulit atau selaput lendir untuk
mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan menghalangi atau merusakkannya.
Sedangkan desinfektan, pada dasarnya sama, namun istilah ini disediakan untuk
digunakan pada benda-benda mati. Beberapa antiseptik merupakan germisida, yaitu
mampu membunuh mikroba, dan ada pula yang hanya mencegah atau menunda
pertumbuhan mikroba tersebut. Antibakterial adalah antiseptik hanya dapat dipakai
melawan bakteri.
D. Macam-Macam Desinfektan Dan Antiseptik
1. Garam Logam Berat
Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil
saja dapat membunuh bakteri, yang disebut oligodinamik. Hal ini mudah sekali
ditunjukkan dengan suatu eksperimen. Namun garam dari logam berat itu mudah
merusak kulit, makan alat-alat yang terbuat dari logam dan lagipula mahal harganya.
Meskipun demikian, orang masih biasa menggunakan merkuroklorida (sublimat) sebagai
desinfektan. Hanya untuk tubuh manusia lazimnya kita pakai merkurokrom, metafen atau
mertiolat.
2. Zat Perwarna
Zat perwarna tertentu untuk pewarnaan bakteri mempunyai daya bakteriostatis. Daya
kerja ini biasanya selektif terhadap bakteri gram positif, walaupun beberapa khamir dan
jamur telah dihambat atau dimatikan, bergantung pada konsentrasi zat pewarna tersebut.
Diperkirakan zat pewarna itu berkombinasi dengan protein atau mengganggu mekanisme
reproduksi sel. Selain violet Kristal (bentuk kasar, violet gentian), zat pewarna lain yang
digunakan sebagai bakteriostatis adalah hijau malakhit dan hijau cemerlang.
3. Klor dan senyawa klor
Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. persenyawaan klor dengan kapur atau
dengan natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat
makan dan minum.

4. Fenol dan senyawa-senyawa lain yang sejenis


Larutan fenol 2 – 4% berguna sebagai desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik
khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan
kresol; lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan yang lain. Karbol
ialah nama lain untuk fenol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap,
sehingga desinfektan menjadi menarik.
5. Kresol
Destilasi destruktif batu bara berakibat produksi bukan saja fenol tetapi juga beberapa
senyawa yang dikenal sebagai kresol. Kresol efektif sebagai bakterisida, dan kerjanya
tidak banyak dirusak oleh adanya bahan organic. Namun, agen ini menimbulkan iritasi
(gangguan) pada jaringan hidup dan oleh karena itu digunakan terutama sebagai
disinfektan untuk benda mati. Satu persen lisol (kresol dicampur dengan sabun) telah
digunakan pada kulit, tetapi konsentrasi yang lebih tinggi tidak dapat ditolerir.
6. Alkohol
Sementara etil alcohol mungkin yang paling biasa digunakan, isoprofil dan benzyl
alcohol juga antiseptic. Benzyl alcohol biasa digunakan terutama karena efek
preservatifnya (sebagai pengawet).
7. Formaldehida
Formaldehida adalah disinfektan yang baik apabila digunakan sebagai gas. Agen ini
sangat efektif di daerah tertutup sebagai bakterisida dan fungisida. Dalam larutan cair
sekitar 37%, formaldehida dikenal sebgai formalin.
8. Etilen Oksida
Jika digunakan sebagi gas atau cairan, etilen oksida merupakan agen pembunuh bakteri,
spora, jamur dan virus yang sangat efektif. Sifat penting yang membuat senyawa ini
menjadi germisida yang berharga adalah kemampuannya untuk menembus ke dalam dan
melalui pada dasarnya substansi yang manapun yang tidak tertutup rapat-rapat. Misalnya
agen ini telah digunakan secara komersial untuk mensterilkan tong-tong rempah- rempah
tanpa membuka tong tersebut. Agen ini hanya ditempatkan dalam aparatup seperti drum
dan, setelah sebagian besar udaranya dikeluarkan dengan pompa vakum, dimasukkanlah
etilen oksida.
9. Hidogen Peroksida
Agen ini mempunyai sifat antseptiknya yang sedang, karena kemampuannya
mengoksidasi. Agen ini sangat tidak stabil tetapi sering digunakan dalam pembersihan
luka, terutama luka yang dalam yang di dalamnya kemungkinan dimasuki organisme
aerob.
10. Betapropiolakton
Substansi ini mempunyai banyak sifat yang sama dengan etilen oksida. Agen ini
mematikan spora dalam konsentrasi yang tidak jauh lebih besar daripada yang diperlukan
untuk mematikan bakteri vegetatif. Efeknya cepat, ini diperlukan, karena
betapropiolakton dalam larutan cair mengalami hidrolisis cukup cepat untuk
menghasilkan asam akrilat, sehingga setelah beberapa jam tidak terdapat
betapropiolakton yang tersisa.

11. Senyawa Amonium Kuaterner


Kelompok ini terdiri atas sejumlah besar senyawa yang empat subtituennya mengandung
karbon, terikat secara kovalen pada atom nitrogen. Senyawa – senyawa ini bakteriostatis
atau bakteriosida, tergantung pada konsentrasi yang digunakan; pada umumnya,
senyawa-senyawa ini jauh lebih efektif terhadap organisme gram-positif daripada
organisme gram-negatif.
12. Sabun dan Detergen
Sabun bertindak terutama sebagai agen akti-permukaan;yaitu menurunkan tegangan
permukaan. Efek mekanik ini penting karena bakteri, bersama minyak dan partikel lain,
menjadi terjaring dalam sabun dan dibuang melalui proses pencucian.
13. Sulfonamida
Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang
sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagipula tidak merusak jaringan manusia.
Terutama bangsa kokus seperti Sterptococcus yang mengganggu tenggorokan,
Pneumococcus, Gonococcus, dan Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamide.
14. Antibiotik
Antibiotik ialah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan zat-zat itu dalam
jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang
lain.
Antiseptik atau germisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau
menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada
permukaan kulit dan membran mukosa.[1][2]Antiseptik berbeda dengan antibiotik dan
disinfektan, yaitu antibiotik digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam
tubuh, dan disinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati.[2]
Hal ini disebabkan antiseptik lebih aman diaplikasikan pada jaringan hidup, daripada
disinfektan.[3] Penggunaan disinfektan lebih ditujukan pada benda mati, contohnya
wastafel atau meja.[3] Namun, antiseptik yang kuat dan dapat mengiritasi jaringan
kemungkinan dapat dialihfungsikan menjadi disinfektan contohnya adalah fenol yang
dapat digunakan baik sebagai antiseptik maupun disinfektan.[4] [3] Penggunaan
antiseptik sangat direkomendasikan ketika terjadi epidemi penyakit karena dapat
memperlambat penyebaran penyakit.[5]
Efektivitas antiseptik dalam membunuh mikroorganisme bergantung pada beberapa
faktor, misalnya konsentrasi dan lama paparan.[6] Konsentrasi mempengaruhi adsorpsi
atau penyerapan komponen antiseptik.[7] Pada konsentrasi rendah, beberapa antiseptik
menghambat fungsi biokimia membran bakteri, namun tidak akan membunuh bakteri
tersebut.[7] Ketika konsentrasi antiseptik tersebut tinggi, komponen antiseptik akan
berpenetrasi ke dalam sel dan mengganggu fungsi normal seluler secara luas, termasuk
menghambat biosintesis(pembuatan) makromolekul dan persipitasi protein intraseluler
dan asam nukleat (DNA atau RNA}.[7] Lama paparan antiseptik dengan banyaknya
kerusakan pada sel mikroorganisme berbanding lurus.[7]
Jenis-jenis
Mekanisme kerja antiseptik terhadap mikroorganisme berbeda-beda, misalnya saja
dengan mendehidrasi (mengeringkan) bakteri, mengoksidasi sel bakteri, mengkoagulasi
(menggumpalkan) cairan di sekitar bakteri, atau meracuni sel bakteri.[4] Beberapa contoh
antiseptik diantaranya adalah hydrogen peroksida, garam merkuri, boric acid, dan
triclosan.[3][4][7]
Hidrogen peroksida
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah agen oksidasi, merupakan antiseptik kuat namun
tidak mengiritasi jaringan hidup.[3][4] Senyawa ini dapat diaplikasikan sebagai antiseptik
pada membrane mukosa.[4] Kelemahan dari zat ini adalah harus selalu dijaga kondisinya
karena zat ini mudah mengalami kerusakan ketika kehilangan oksigen.[4]
Garam merkuri
Senyawa ini adalah antiseptik yang paling kuat. Merkuri klorida (HgCl) dapat digunakan
untuk mencuci tangan dengan perbandingan dalam air 1:1000.[4]. Senyawa ini dapat
membunuh hampir semua jenis bakteri dalam beberapa menit.[4]. Kelemahan dari
senyawa ini adalah berkemungkinan besar mengiritasi jaringan karena daya kerja
antimikrobanya yang sangat kuat.[4].
Asam Borat
Asam Borat merupakan antiseptik lemah, tidak mengiritasi jaringan.[4] Zat ini dapat
digunakan secara optimum saat dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1:20.

Triclosan adalah antiseptik yang efektif dan populer, bisa ditemui dalam sabun, obat
kumur, deodoran, dan lain-lain.[7] Triclosan mempunyai daya antimikroba dengan
spektrum luas (dapat melawan berbagai macam bakteri) dan mempunyai sifat toksisitas
minim.[7] Mekanisme kerja triclosan adalah dengan menghambat biosintesis lipid
sehingga membran mikroba kehilangan kekuatan dan fungsinya.[7]

Fenol
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas.
Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan
dengancincin fenil.

Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Ikhtisar

• 2 Karakteri

stik

• 3 Produksi

• 4 Penggun

aan

• 5 Lihat

Pula

• 6 Referens

• 7 Pranala

luar

[sunting]Ikhtisar

Kata fenol juga merujuk pada beberapa zat yang memiliki cincin aromatik yang berikatan dengan
gugus hidroksil.

[sunting]Karakteristik
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml. Fenol memiliki sifat yang
cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion
tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O− yang dapat dilarutkan dalam air.

Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini dibuktikan dengan
mereaksikan fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H+. Pada keadaan yang sama,
alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital
antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif
melalui cincin tersebut dan menstabilkan anionnya. [1]

[sunting]Produksi

Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses
Raschig, Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara.

[sunting]Penggunaan

Fenol dapat digunakan sebagai antiseptik seperti yang digunakan Sir Joseph Lister saat
mempraktikkan pembedahan antiseptik. Fenol merupakan komponen utama pada anstiseptik
dagang, triklorofenol atau dikenal sebagai TCP (trichlorophenol). Fenol juga merupakan bagian
komposisi beberapa anestitika oral, misalnya semprotan kloraseptik.

Fenol berfungsi dalam pembuatan obat-obatan (bagian dari produksi aspirin, pembasmi rumput liar,
dan lainnya.

Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka.

Fenol : a. mengandung gugus OH, terikat pada sp2-hibrida b. mempunyai titik didih yang tinggi c.
mempunyai rumus molekul C6H6O d. Fenol larut dalam pelarut organik e. berupa padatan (kristal)
yang tidak berwarna f. mempunyai massa molar 94,110C g. mempunyai titik didih 181,9oC h.
mempunyai titik lebur 40,9oC

Penyuntikan fenol juga pernah digunakan pada eksekusi mati. Penyuntikan ini sering digunakan pada
masa Nazi, Perang Dunia II. Suntikan fenol diberikan pada ribuan orang di kemah-kemah, terutama
di Auschwitz-Birkenau. Penyuntikan ini dilakukan oleh dokter secara penyuntikan ke vena (intravena)
di lengan dan jantung. Penyuntikan ke jantung dapat mengakibatkan kematian langsung. [2]