Anda di halaman 1dari 1

Rute per oral merupakan pemberian obat yang paling umum dalam penelitiandan pengembangan obat

baru dan bentuk sediaan, tetapi pemberian oral tidak selalumenghasilkan efek yang diinginkan atau
dapat diterima oleh pasien. Obat yangabsorpsinya tidak baik di saluran gastrointestinal dan tidak stabil
oleh enzim proteolitikmerupakan beberapa masalah pada pemberian obat pada rute oral. Beberapa
obatmenyebabkan iritasi lokal pada lambung atau saluran gastrointestinal atas ataumembutuhkan dosis
lebih dari 500 mg. Populasi pasien tertentu, umumnya anak-anak,orang tua dan pasien yang sulit
menelan, seringnya kesulitan untuk mengonsumsi tabletdan kapsul oral. Sebagai tambahan, pengobatan
beberapa penyakit paling baikdilakukan dengan pemberian langsung pada tempat yang sakit, umumnya
pada penyakitdi mata, mulut, dermal, rongga oral, dan jaringan anorektal. Pemberian oral
dapatdigunakan untuk tujuan

drug targeted

untuk jaringan yang terkena penyakit, namunterpaparnya seluruh kompartemen tubuh pada pemberian
obat melalui oral tidak efisiendan bisa memicu efek yang tidak diinginkan.Pemberian obat rektal dapat
diterima baik untuk penghantaran obat lokal dansistemik. Pemberian obat rektal efektif digunakan untuk
mengobati penyakit local padaarea anorektal juga untuk menghasilkan efek sistemik sebagai alternatif
dari pemberianoral. Obat-obat yang mengalami metabolisme lintas pertama ketika diberikan
oral,masalah ini dapat diatasi dengan pemberian obat tersebut melalui rute rektal. Formulasi
penghantaran obat melalui rektal terdapat dalam berbagai bentuk sediaan, antara lainsupositoria, gel,
aerosol, busa (

foam

), krim maupun

controlled release.

Meskipun pemberian obat secara rektal tidak dapat menjadi rute pemberian yang umumnyaditerima,
penggunaan teknologi penghantaran obat rektal untuk penggunaan tertentudan masalah terapeutik
tertentu memberikan rute penghantaran obat alternatif yangdapat sukses diterapkan dalam terapi obat.