Anda di halaman 1dari 7

PERANCAH & TANGGA SOP-MNASRG-EHS-17-026

Prepared by : Approved by : Dept EHS


Section EHS
Revision 02

Effective date 1 Januari 2019

PT. MNA Serang Head Department Business Unit Head Page 1 of 7

1. Tujuan
1.1. Memastikan keselamatan dalam pengawasan, pemasangan, dan penggunaan perancah dan tangga di PT Multimas
Nabati Asahan

2. Ruang Lingkup
2.1. Prosedur ini berlaku untuk pengawasan, penasangan, dan penggunaan perancah dan tangga di PT Multimas Nabati
Asahan

3. Istilah
3.1. Perancah : Bangunan peralatan (platform) yang dibuat untuk sementara dam digunakan sebagai
penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap pekerjaan konstruksi
bangunan termasuk pekerjaan pemeliharaan dan pembongkaran

3.2. Scaffolder : Seseorang yang mempunyai keahlian dan kewenangan dalam penyusunan dan
pembongkaran perancah

3.3. Inspector Scaffolding : Seseorang yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan
kelayakan perancah dan memberikan label tanda keselamatan

3.4. Beban Peracah : Beban Mati (berat perancah tanpa tambahan beban lainnya); Beban hidup (berat
perancah ditambah beban lainnya seperti : manusia, peralatan, material dll) dan Beban
Tambahan (beban tambahan seperti : dorongan angin, hujan, dll)

3.5. Perangkat Pelindung : Suatu rangkaian peralatan untuk melindungi tenaga kerja pekerja, orang lain yang berada
Jatuh ditempat kerja dan harta benda ketika bekerja pada ketinggian agar terhindar dari
kecelakaan dan kerugian financial.

3.6. Perangkat Pencegah : Suatu rangkaian peralatan untuk mencegah tenaga kerja memasuki wilayah berpotensi
Jatuh agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian financial.

3.7. Lantai Kerja Sementara : Semua permukaan yang dibangun atau tersedia untuk digunakan dalam durasi yang tidak
lama, terbatas pada jenis pekerjaan tertentu atau ada kemungkinan runtuh

3.8. Tenaga Kerja : Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan / atau
jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat

3.9. Mobile Tower Scafollds : Scaffold/Perancah bergerak (Mobile / Tower Scaffold) yang dapat
dipindahkan adalah konstruksi yang dibentuk dengan Frame Fabricated
Scaffold sebagai standar, serta kelengkapannya, dan mempunyai roda.

3.10. Mobile Tower Scafollds : Scaffold bergerak (Mobile / Tower Scaffold) yang dapat dipindahkan adalah
konstruksi yang dibentuk dengan Frame Fabricated Scaffold sebagai standar,
serta kelengkapannya, dan mempunyai roda.

4. Tanggung Jawab
4.1. Scaffloder : Bertanggung jawab dalam memasang dan membongkar perancah
4.2. Inspector Scaffolding: Bertanggung jawab dalam memeriksa keamanan pemasangan perancah
4.3. EHS Officer : Bertanggung jawab dalam verifikasi keamanan pemasangan perancah
4.4. Pimpinan Unit : Bertanggung jawab dalam memastikan prosedur dipenuhi

5. Referensi
5.1. Undang – Undang RI No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
SOP-MNASRG-EHS-17-026
PERANCAH & TANGGA
Page : 2 of 7
PT. MNA Serang

5.2. Keputusan Menakertrans KEP.325/MEN/XII/2011 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Sektor Ketenagakerjaan Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sub Bidang Bekerja di Ketinggian
5.3. PP No 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
5.4. Peraturan Menteri Tenaka Kerja No 9 tahun 2016 tetang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dalam Pekerjaan
Ketinggian
5.5. Wilmar Sustainable Company (WSC)

6. Uraian Prosedur

6.1. Persyaratan Umum

No Prosedur Penanggung Jawab


1. Jenis Perancah yang diijinkan untuk dipergunakan diarea PT. MNA Serang adalah : Karyawan
A. Fixed Scaffold
- Tubular (untuk ketinggian > 6 meter
- Main Frame (untuk ketinggian < 6 meter)
B. Mobile Tower Scafollds
Hanya untuk pekerjaan didalam ruangan. Ini tidak boleh
digerakkan atau dipindahkan ketika ada orang yang masih bekerja
atau berada di atasnya.

C. Suspended Scafollds
Dikhususkan untuk pekerjaan perbaikan dan pembersihan bangunan
SOP-MNASRG-EHS-17-026
PERANCAH & TANGGA
Page : 3 of 7
PT. MNA Serang

D. Mobile Elevated Work Platform (MEWP)


Untuk pekerjaan Electrical seperti Pemasangan Solar Shel, lampu PJU dll

Perancah yang tidak diijinkan untuk dipergunakan diarea PT. MNA Serang adalah
perancah 3amboo

A. Persyaratan Fixed Scaffold Karyawan


Bagian dari scaffolding Tubular sekurang-kurangnya mempunyai bagian-
bagian sebagai berikut ;
a. Safety clamp, dipersyartkan untuk drop/hanging scaffolding,
b. Tangga fabrikasi dengan lebar anak tangga 1:4 dengan tinggi tangga
maksimal ketinggian 6meter, tempat istirahat disiapkan jika
ketinggian tangga > 6 meter
c. Permukaan kerja (flatform), pegangan tangan (handrail 90-110 cm)
dan pagar tengah (midrail 45cm) dengan ketinggian 1 meter. Pagar
bagian atas (toprail)
d. Toeboard, dipersyaratkan untuk mencegah bahaya material terjatuh,
minimal 200 mm
e. Wire/kawat baja (min 3.2 mm dia), digunakan untuk mengikat
flatform/tangga
f. Permukaan kerja (flatform) menggunakan material metal, maksimal
gap 1 cm dari tiap flatform
g. Tersedia tiang penyangga (cross bracing)
h. Sleever coupler& joint pin, digunakan untuk menyambung 2 standar
pipa posisi vertikal
i. Standars, jika jarak antara 2 standar :
 1.8 m : beban maksimal 675 kg
 2.0 m : beban maksimal 480 kg
 2.2 m : beban maksimal 225 kg
 Jika scaffolding dugunakan untuk mengangkat material, beban
maksimal yang dapat diangkat sebesar 75 kg
j. Beam clamp, digunakan scaffolding dipasang dan ditempatkan pada
beam
k. Adjustable basepate, digunakan ketika scaffolding dibangun diatas
tanah yang tidak rata dan rawan amblas.
SOP-MNASRG-EHS-17-026
PERANCAH & TANGGA
Page : 4 of 7
PT. MNA Serang

Spesifikasi Perancah

Bagian dari scaffolding Frame sekurang-kurangnya mempunyai bagian-bagian


sebagai berikut ;
a. Rangka Besi Utama (frame)
- 1,2 meter untuk beban rendah
- 1,5 meter untuk beban sedang
b. Rangka Besi Penyambung (adjustable frame)
c. Jack Base (adjustable jack base)
d. U – Head jack (adjustable shoring head)
e. Join Pin
f. Cross brace (Bracing)
g. Work Flatform / Lantai Kerja
h. Akses Tangga / Ladder
i. Handrail
j. Mid rail
k. Top Rail Karyawan
l.

Perancah Wajib digunakan untuk setiap aktifitas pada ketinggian 1,8 meter yang
2. dilakukan pada permukaan yang dibangun atau tersedia untuk digunakan dalam
Karyawan
durasi yang tidak lama, terbatas pada jenis pekerjaan tertentu atau ada
kemungkinan runtuh
SOP-MNASRG-EHS-17-026
PERANCAH & TANGGA
Page : 5 of 7
PT. MNA Serang

Personil yang diizinkan merakit, mendirikan, membangun, memodifikasi perancah


diarea PT. MNA Serang harus berkompeten dan telah diuji oleh EHS/QC PT. MNA
3. Serang. Petugas perakit scaffolding/perncah terbagi menjadi 3 berdasarkan :
Karyawan
a. Perancah dengan ketinggian ≤ 6 meter dapat dirakit oleh Sacfollder Helper
b. Perancah dengan ketinggian ≥ 6 meter wajib dirangkai oleh Scaffolder
c. Perancah dengan ketinggian ≥ 45 meter keatas harus dirancang dan
diperiksa oleh seorang inspector scaffolding / Scaffolding Engineer.
Scaffolder, scaffolder helper dan tenaga kerja harus memakai mandatori APD
4.
(safety shoes, helmet, safety glass, baju panjang tangan), body harness double Karyawan
lanyard selama pembangunan dan pembongkaran.

5. Pengguna harus selalu menjaga 3 titik kontak ketika naik atau turun tangga (4 titik
Karyawan
kontak adalah 2 tangan dan 2 kaki).

Tangga Tetap
6. 1. Tangga tetap tanpa lantai tempat istirahat setiap 30 feet (9,1 m), harus
dilengkapi dengan penahan jatuh atau sistem pendakian tangga Karyawan
2. Tangga tetap dengan ketinggian 20 feet (6,1 m) atau lebih harus dilengkapi
dengan kurungan atau penahan jatuh atau sistem pendakian tangga
Tangga Portabel
1. Hanya tangga standar dan diakui yang dapat digunakan.
2. Personil yang menggunakan tangga portable harus mendapat pelatihan
penggunaan
7. 3. Tangga hanya dapat digunakan dalam batasan desain tangga Karyawan
4. Tangga harus diinspeksi secara visual setiap kali sebelum digunakan
5. Tangga harus terpasang dengan baik untuk menghindari terpeleset atau
bergeser.
6. Tangga pabrikan (kayu) tidak di ijinkan digunakan diarea PT. MNA
Serang

6.2. Izin Kerja

No Prosedur Penanggung Jawab


1. Sebelum melakukan pemasangan perancah tenaga kerja harus mengajukan izin Karyawan
kerja sesuai (SOP-MNASRG-EHS-17-012 - Izin Kerja Aman)
2. Lay Out dan Rencana Pemasangan dalam bentuk gambar wajib disertakan untuk :
Karyawan
a. Perancah dengan ketinggian ≥ 6 meter
b. Perancah dengan ketinggian ≥ 45 meter

6.3. Pemasangan

No Prosedur Penanggung Jawab


1. Sebelum melakukan pembangunan/pembongkaran perancah scaffolder/helper/ Karyawan
tenaga kerja memasang barikade disekitar lokasi yang akan didirikan
2. Barikade tidak boleh dilepaskan sampai pembangunan/pembongkaran perancah Karyawan
selesai,
3. Area barikade wajib diberikan tanda peringatan untuk menginformasikan pekerjaan Karyawan
yang sedang berlangsung. (Refer to SOP-MNA-EHS-443-03 - Safety Sign)
4. Tenaga kerja yang tidak berkepentingan dan selain team pembangunan/
Karyawan
pembongkaran perancah dilarang memasuki area yang terbarikade

5. Selama pembangunan/pembongkaran perancah, inspecto/scaffolder/helper/tenaga


Karyawan
kerja wajib memasang Taging “NOT SAFE FOR USE”
SOP-MNASRG-EHS-17-026
PERANCAH & TANGGA
Page : 6 of 7
PT. MNA Serang

6. Scaffold tidak boleh dibangun oleh materi atau komponen metal yang
Karyawan
berbeda-beda

7. Scaffold harus bebas dari jalur kabel listrik. Jarak minimum scaffold ke jalur
Karyawan
kabel listrik adalah 10 ft / 3 m

scaffold harus dilengkapi dengan jaring berlubang, dengan maksimum


8. diameter lubang ½ inch, diantara papan dan pagar pengaman untuk
Karyawan
mencegah benda jatuh. jika diperuntukan pekerja untuk berlalu lalang di
bawah scaffold

Tinggi scaffold tidak boleh lebih dari 4 kali dari dimensi dasarnya (base).

9.
Karyawan

10. pembangunan/pembongkaran scaffolding harus di hentikan saat cuaca buruk


Karyawan
seperti, mendung, hujan, angin besar dll

11. Tumpuan/pijakan atau kaki perancah harus stabil, padat, keras dan mampu
Karyawan
menahan beban dengan maksimal

12. Dilarang menginjak atau memukul-mukul peralatan proses seperti : pipa, alat-
Karyawan
alat instrument, pompa, valve, vessels dll.

13.
Dilarang menutup atau menghambat akses peralatan peralatan Emergency dan fire Karyawan
seperti : Fire Extinguisher, fire hydrant, fire hose box, dll.
Dalam pembangunan/pembongkaran perancah scaffolder/helper/tenaga kerja wajib
menggunakan tool Box untuk mencegah drop object,
14.
a. Untuk beban ≤ 5 Kg dapat diangkat manual oleh scaffolder/helper/tenaga Karyawan
kerja
b. Untuk beban ≥ 5 Kg scaffolder/helper/tenaga kerja wajib menggunakan
wadah dan diangkat menggunakan katrol (tidak dilempar)
15. Saat pekerjaan pembangunan/pembongkaran perancah tenaga kerja wajib diawasi Karyawan
oleh seorang PIC yang memiliki kemampuan pertolongan pertama pada kecelakaan

6.4. Pemeriksaan

No Prosedur Penanggung Jawab


1. Scaffolding harus di Inspeksi setiap selesai pembangunan, inspeksi dilakukan oleh
Karyawan
inspector scaffolder dan hasil inspeksi diverifikasi oleh pihak EHS PT. MNA
Serang untuk memastikan kesesuaiannya.
2. Setelah dinyatakan AMAN oleh EHS PT. MNA Serang, scaffolding akan diberikan
Karyawan
Tag “SAFE FOR USE”
SOP-MNASRG-EHS-17-026
PERANCAH & TANGGA
Page : 7 of 7
PT. MNA Serang

3. Tag “SAFE FOR USE” harus terpasang pada scaffolding sebagai tanda dapat
Karyawan
digunakan

4. Scaffolding yang dibangun oleh scafolder wajib di inspeksi secara rutin setiap 7
Karyawan
hari / setelah cuca ekstrim

5. Tagging “SAFE FOR USE” dapat dicabut oleh EHS PT. MNA serang jika
Karyawan
ditemukan ketidak sesuaian dilapangan

6.
Jika terdapat bagian scaffolding yang belum sesuai “NOT SAFE FOR USE”

6.5. Penggunaan

No Prosedur Penanggung Jawab


1. Sebelum menggunakan perancah pekerja harus mamastikan terdapat tag
Karyawan
“SAFE FOR USE”
2. Setiap orang hanya diizinkan menggunakan perancah dengan tag “SAFE FOR
Karyawan
USE”
3.
Setiap orang harus naik/turun melalui tangga yang tersedia. Karyawan
4. Selama bekerja diatas perancah, pekerja harus selalu menggunakan body-harness
Karyawan
secara benar.
Dilarang memindahkan material atau melakukan perubahan terhadap perancah
5.
yang sudah di tag ”SAFE FOR USE” tanpa sepengetahuaan EHS PT. MNA Karyawan
Serang
Dilarang menggunakan perancah jika ditemukan perubahan pada perancah,
6.
hubungi scaffolding inspector untuk pemeriksaan ulang Karyawan

7. Lampiran
7.1. Form Inspeksi Scaffolding Tubular (F/MNASRG-EHS-17-060)
7.2. Form Inspeksi Sacffolding Frame (F/MNASRG-EHS-17-061)
7.3. Form Inspeksi Tangga Portable (F/MNASRG-EHS-17-062)

8. Catatan Perubahan

Perubahan Menggantikan Memasukan


Deskripsi Perubahan
No Tanggal No. Dokumen Rev Hal No. Dokumen Rev Hal
1. 1 Nop SOP-MNASRG- 00 - SOP- 00 Prosedur Baru
2016 EHS-446-17 MNA/EHS-
446-017
2. 1 Juni SOP-MNASRG- 01 All SOP- 01 All 1. Perubahan No SOP
2017 EHS-17-026 MNASRG- 2. Penambahan Catatan
EHS-17-026 Perubahan SOP
3. 1 Jan SOP-MNASRG- 01 All SOP- 02 All 1. Perubahan daftar istilah
2018 EHS-17-026 MNASRG- dan tanggung jawab
EHS-17-026