Anda di halaman 1dari 2

Proses Gastrulasi

Gastrulasi adalah proses perubahan blastula menjadi gastrula, merupakan proses yang dinamis, terjadi
gerakan-gerakan morfogenesis dengan tujuan memindahkan wilayah-wilayah persumtive ke tempat yang
seharusnya. Gastrulasi merupakan tahapan yang kritis atau menentukan perkembangan selanjutnya.
1. Proses Gastrulasi Pada Katak
Gastrulasi pada Amphibi (katak) di mulai pada bakal sisi dorsal tubuh embrio, yaitu tepat di bawah daerah
equator di daerah kelabu. Sel-sel endoderm berinvasinasi membentuk blastoporus yang membentuk celah.
Tepi blastoporus disebut bibir dorsal blastoporus. Sel-sel ini kemudian berubah bentuk menjadi panjang dan
botol. Sel-sel botol membatasi bakal gerakan sel yang terjadi pada gastrulasi embrio katak.
2. Proses Gastrulasi Pada Ikan
Gastrulasi merupakan proses kelanjutan blastulasi. Hasil proses ini adalah terbentuknya tiga lapisan, yaitu
ektoderrm, modeterm dan entoderm. Organogenesis adalah tahapan dimana terjadi pembentukan organ-organ
tubuh dari tiga lapisan diatas, yaitu ektoderm, metoderm dan entoderm. Setiap lapisan membentuk organ yang
berbeda. Ektoterm membentuk lapisan epidermis pada gigi, mata dan saraf pendengaran. Mesoderm
membentuk sistem respirasi, pericranial, peritonial, hati dan tulang. Sedangkan entoterm membentuk sel
kelamin dan kelenjar endokrin.
Kebanyakan telur ikan-ikan pelagis laut dibuahi secara eksternal dan melayang di dekat permukaan laut.
Telur ini berkisar 0,5-5,5 mm dalam diameter. Periode embrionik dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu periode
awal yang merupakan fertilisasi untuk penutupan bastopore. Periode tengah yaitu waktu penutupan blastopori
dan ekor lateral mulai menjauh dari sumbu embrionik dan periode akhir dimana waktu ekor melengkung dari
sumbu embrionik. Pada setiap spesies terdapat sedikit variasi telur karakter telur seperti ukuran, jumlah dan
ukuran gelembung-gelembung minyak, permukaan korion, kuning telur, pigmentasi, dan morfologi dari
perkembangan embrio yang meliputi anatomi dan morphometric tahap awal telur ikan.
Bentuk kantung kuning telur sangat bervariasi dari bulat dan memanjang misalnya Clupeoids.
Keseluruhan pigmentasi juga sangat penting sejauh menyangkut identifikasi.Melanophores adalah pigmen
utama yang digunakan untuk identifikasi kantung kuning telur-larva. Pigmen lain mungkin ada tetapi
kebanyakan akan hilang dalam diawetkan (formalin atau alkohol) spesimen. Pada akhir tahap kantung kuning
telur mulut dan usus dibentuk dan anus terbuka pada atau dekat dengan margin purba sirip. Mata menjadi
berpigmen dan organ utama dan sistem pengindraan, penting untuk menangkap memangsa, menjadi
fungsional.
3. Proses Gastrulasi Pada Amphioxus
tipe telur Amphioxus juga isolesital. Gastrulasi Amphioxus terjadi melalui invaginasi tetapi tanpa bantuan
sel-sel mesenkim primer. Gastrulasi amphioxus terjadi melalui invaginasi dari dinding vegetal. Sel-sel tumbuh
kedalam, mengisi rongga blastosoel menjadi endoderm dan mesoderm. Area yang terbentuk kemudian akibat
pergerakan tersebut adalah munculnya rongga arkenteron (gastrocoel).
4. Proses Gastrulasi Pada Mamalia (Mencit)
Gastrulasi pada mamalia terjadi dari blastokista yang terdiri atas tropoblast dan masaa-sel-dalam yang
merupakan bakal tumbuh embrio. Pemisahan pertama dari sel-sel pada massa - sel - dalam adalah untuk
pembentukan hipoblast, yang membatasi rongga blastula dan akan menjadi endoderm kantung yolk. Sisa dari
massa-sel-dalam yang terletak di atas hipoblast berbentuk suatu keping, disebut keping embrio, terdiri atas
epiblast. Epiblast memisahkan diri, dengan membentuk suatu rongga yang disebut amnion, dari epiblast
embrio. Setelah batas amnion terbentuk dengan sempurna rongganya akan terisi dengan cairan amnion.
Epiblast mengandung semua bahan untuk pembentukan tubuhnya.
Sambil epiblast bergastrulasi, sel-sel ekstra embrio mulai membentuk jaringan khusus agar embrio dapat
hidup di dalam uterus induk. Sel-sel trofoblas membentuk suatu populasi sel dan membentuk sitotrofblast dan
sinsitotrofoblast. Sinsitotrofoblast memasuki permukaan uterus sehingga embrio tertanam di dalam uterus.
Uterus sebaliknya membentuk banyak pembuluh darah yang berhubungan dengan sinsitotroffoblast. Tidak
lama kemudian ini, mesoderm meluas ke luar dari embrio yang menjadi pembuluh darah untuk mengantar
makanan dari induk ke embrio. Pembuluh ini merupakan darah dari tali pusat dan berada pada tangkai
penyokong. Jaringan trofoblast dengan mesoderm yang mengandung pembuluh darah disebut korion dan
peleburan korion dengan dinding uterus membentuk plasenta
5. Proses Gastrulasi Pada Ayam
Gastrulasi pada aves berlangsung melalui kombinasi sejumlah gerakan-gerakan morfogenik, meliputi:
1. Poliinvaginasi, yaitu perpindahan sel-sel blastoderem untuk membentuk lapisan hipoblas
2. Konkresensi, yaitu sel-sel pada blastoderem bagian anterior bermigrasi dasn berhimpun pada bagian
posterior
3. Involusi, yaitu pelentikan sel-sel dari luar ke dalam.
Gastrulasi ditandai dengan terjadinya penebalan pada bagian posterior blastoderem kurang lebih pada
umur 3-4 jam inkubasi. Penebalan tersebut berbentuk segi tiga yang lebar, kemudian menyempit dan
memanjang dan akhirnya membentuk suatu batang yang memanjang dari posterior ke anterior dan disebut
sebagai primitive streak. Primitive streak berlangsung kira-kira pada umur 16 jam inkubasi. Penebalan yang
berlangsung pada daerah blastoderem disebabkan karena terjadinya konkresensi/konvergensi sel-sel epiblas
kea rah median posterior. Sel-sel yang bermigrasi tersebut tidak ditumpuk melainkan pada suatu saat
berinvolusi melalui daerah primitive dan mengisi tempat diantara epiblas dan hipoblas. Selsel tersebut
kemudian menyebar kea rah lateral membentuk mesoderem. Wilayah blastoderem yang belum terjangkau
oleh penyebaran mesoderem tampak lebih bening. Daerah tersebut dinamakan daerah proamnion. Daerah
proamnion makin lama makin menyempit dan kemudian hilang setelah penyebaran mesoderem mencapai
daerah tersebut. Daerah primitive dapat disamakan dengan blastoporus pada amphibian. Terdiri atas
sepasang pematang primitif atau primitive ridge dan sebuah parit primitive atau primitive groove. Pada ujung
anterior daerah primitif terdapat suatu penebalan yang disebut primitive knot atau nodus Hensens. Tepat pada
bagian posterior nodus Hensens terdapat lekukan parit yang agak dalam yang disebut lekuk primitive atau
primitive pit
Setelah primitive streak mencapai pemanjangan yang penuh pada umur inkubasi 18 jam, ujung cephalic
mulai beregresi dan terbentuk suatu struktur yang disebut head process atau lipatan kepala. Bagian area
pellusida yang berdekatan dengan primitive streak mulai menebal membentuk area embrional. (Huettner,
1957).