Anda di halaman 1dari 22

SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN

LITERATUR SEARCHING STRATEGY

Disusun Oleh :

1. Anggun Kurnia Wahyuni


2. Ari Cahya Ramadhan
3. Asyifa Udzakirah
4. Putri Risza Gusrina
5. Susi Susanti

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI NERS
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat
dan salam kami sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad
SAW. Diantara sekian banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari
kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat
bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya kami dapat menyelesaikan
tugas system informasi keperawatan ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun
maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah
satu tugas yang diberikan oleh Dosen Pembimbing mata kuliah system informasi
keperawatan .
Dalam proses penyusunan tugas ini kami menjumpai hambatan, namun
berkat dukungan materi dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan
tugas ini dengan cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami
menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua
pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.
Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal
yang benar datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah
SWT, meski begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan
demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas ini
bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya.

Bengkulu, Juli 2019

Penulis
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 5
1.3 Tujuan........................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi...................................................................................................... 6
2.2 Etiologi......................................................................................................
2.3 Manifestasi Klinis
2.4 Klasifikasi
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian
3.2 Diagnosa Keperawatan
3.3 Intervensi
3.4 Evaluasi
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini membawa
dampak bagi pesatnya perkembangan informasi yang beredar di dunia. Hal ini
didukung oleh pesatnya perkembangan pemanfaatan internet sebagai media
dimana saat ini berbagai informasi dapat ditemukan di internet. Perkembangan
pengguna internet sendiri mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Dikutip dari internetworldstat.com pada tahun 1995 jumlah pengguna internet
‘hanya’ sebanyak 16 juta orang, namun pada bulan Maret 2013 telah mencapai
2479 juta orang atau (2,4 Milyar lebih). Data ini juga menunjukkan bahwa
potensi informasi yang beredar di internet dan diakses oleh pengguna internet
juga telah mengalami peningkatan yang sangat tinggi.
Perpustakaan sebagai lembaga yang menjadi pusat informasi mau tidak
mau harus dapat menghadapi kenyataan ‘banjir’ informasi di era yang kita
kenal sebagai era informasi ini. Jutaan dan bahkan milyaran informasi yang
ada harus mampu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Namun disisi lain,
pengguna juga harus pintar dalam memilah dan menemukan informasi yang
berada dalam belantara yang seolah tidak bertepi. Berbagai isu terkait
bagaimana menemukan informasi yang tepat menjadi isu penting pada masa
sekarang ini. Pengguna harus mempunyai strategi jitu untuk menemukan
informasi yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan serta mampu
dipertanggungjawabkan secara kualitas. Hal ini disebabkan tidak semua
informasi yang ada dapat diambil sebagai informasi yang’berguna’ atau
‘valid’.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan pencarian literature (literature searching) ?
2. Apa alasan dari penelusuran literatur ?
3. Apa fungsi dari penelusuran literatur ?
4. Apa aspek kecepatan dalam penelusuran literatur?
5. Bagaimana mengidentifikasi sumber informasi?
6. Bagaimana strategi penelusuran literatur?
7. Apa saja alat bantu pencarian literature?
8. Bagaimana cara melakukan pencarian literature?
9. Bagaimana kriteria evaluasinya?

1.3 Tujuan
Tujuan umum
Tujuan Khusus

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teoritis
2.1 Definisi
Penelusuran literatur (literature searching) adalah suatu kegiatan pencarian
yang sistematis, menyeluruh, seksama, terperinci dan sangat berhati-hati dari
semua literatur yang telah dipublikasikan agar dapat mengenali sebanyak
mungkin bahan yang relevan untuk sebuah topik ilmiah tertentu. (Gash,
1999). Penelusuran literatur dapat dilakukan melalui perpustakaan biasa,
perpustakaan digital dan Web. Literatur dapat diperoleh dalam format cetakan
maupun file elektronik.

2.2 Alasan Penelusuran Literatur


Penelusuran literatur sangat dibutuhkan dalam rangka:
1. Kredibilitas. Dari penelusuran literatur diharapkan penulis memperoleh
kepastian bahwa apa yang ditulis merupakan materi yang baru atau materi
yang disusun berdasarkan penemuan-penemuan terbaru dan terbaik di
dalam bidangnya. Penelusuran literatur yang baik membuat kredibilitas
seorang ilmuwan meningkat karena selalu mengetahui perkembangan
terbaru baik di bidang keahliannya sendiri maupun di bidang lain yang
terkait dengan keahliannya. Pembaharuan literatur secara terus menerus
dapat mencegah peneliti dari tuduhan penjiplakan secara tak sadar akibat
duplikasi materi penelitian.
2. Fokus. Penelusuran literatur akan membantu penulisnya untuk
memfokuskan perhatiannya pada konteks tertentu yang jelas. Kegiatan ini
juga dapat membantu menentukan dan memilih metodologi penelitian
setelah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan metodologi
penelitian yang dipakai oleh peneliti sebelumnya yang didapat dari
penelusuran literatur.
3. Efesiensi. Dengan penelusuran literatur yang baik, maka penelitian yang
akan kita kerjakan tidak akan mengulangi sebuah penelitian yang telah
dikerjakan orang lain tanpa alasan yang kuat atau bahkan dapat mencegah
kesalahan yang telah dibuat oleh peneliti sebelumnya. Dari penelusuran
literatur, peneliti dapat bekerja efesien dan tidak melakukan duplikasi
pekerjaan orang lain dengan sia-sia.
4. Etika profesional. Penelusuran literatur akan membantu kita untuk
menjauhkan diri dari sikap-sikap yang tidak etis, tidak profesional,
angkuh dan tidak jujur karena selalu mengikuti penemuan-penemuan
yang terbaru dan terbaik di dalam bidangnya. Dengan mendasari karya
tulis ilmiah pada literatur asli terbaru secara lengkap, maka kutipan-
kutipan yang ditulis dalam karya tulisnya bisa lebih tepat, etis dan
profesional. (Gash, 1999; Hart, 2001)

2.3 Fungsi Penelusuran Literatur


Penelusuran literatur mempunyai fungsi kognitif dan sosial.
1. Fungsi kognitif meliputi menghindari keterulangan yang sia-sia, mencari
kebenaran dari penelitian-penelitan terbaru, mempelajari metodologi yang
sesuai untuk penelitian yang akan dikerjakan dan mencari teori yang tepat
untuk menopang atau menyusun hipotesis.
2. Fungsi sosial adalah untuk menunjukkan pada orang lain bahwa karya tulis
kita adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada,
membuktikan kepada sebuah tim penguji bahwa kita telah mengerjakan
sebuah tinjauan literatur yang efektif, serta sebagai penentu diterima atau
tidaknya proposal akademik kita oleh sebuah badan riset atau penyandang
dana. Tinjauan pustaka (literatur review) secara mutlak harus menjadi
salah satu bagian dari sebuah proposal penelitian akademik, dan karena
tinjauan pustaka didahului oleh kegiatan penelusuran literatur, maka
penelusuran literatur adalah tahap penting dari sebuah penelitian
akademik. (Chris, 2001)

2.4 Aspek Kecepatan Dalam Penelusuran Literatur


Karena waktu yang kita miliki sangat berharga, maka penelusuran literatur
harus efesien dalam hal waktu. Agar efesien, penelusuran literatur
memerlukan suatu strategi yang tepat. Ada 3 pendekatan yang diperlukan
untuk memulai suatu kegiatan penelusuran literatur, yaitu : (Royse, 2004)
1. Bila yang kita cari adalah literatur yang berbentuk buku, maka yang harus
dicari adalah indeks subyek dari buku tersebut berdasarkan topik yang
diinginkan. Bila kita sudah menentukan lokasi dimana buku itu berada,
pencarian (browsing) di perpustakaan biasa, elektronik maupun Web dapat
dimulai.
2. Bila yang kita cari adalah artikel jurnal, maka yang harus dicari adalah
jurnal khusus yang mempublikasikan artikel dengan topik yang kita
kehendaki dan segera membaca dengan cepat tabel isi dari artikel-
artikelnya. Pencarian dimulai dengan artikel yang paling baru.
3. Kegiatan penelusuran literatur sebaiknya dilakukan dengan mengunakan
berbagai data dasar bibliografi yang dapat diperoleh pada perpustakaan
biasa, perpustakaan elektronik maupun Web.

Kecepatan dalam penelusuran literatur dapat ditingkakan apabila kita


mengetahui pintu gerbang mana yang paling tepat untuk digunakan dalam
penelusuran literatur yang kita perlukan melalui internet. Telah tersedia di
Internet berbagai pintu gerbang yang dapat dimasuki bila kita ingin
mencari literatur yang kita inginkan. Sebagian dari pintu-pintu gerbang
yang telah umum dikenal dan terbukti efesien dan efektif dalam memulai
suatu penelusuran literatur adalah :
1. ACM Digital Library
2. Agricola
3. Blackwell Sinergy
4. Google Scholar
5. Science Direct

Khusus untuk mencari artikel ilmiah di bidang Kedokteran, penggunaan


pintu gerbang Google Scholar dan PubMed dapat sangat membantu. Bila
menemui kesulitan dalam penelusuran literatur elektronik/Web, tindakan
yang perlu dilakukan adalah:(O-Dochartaigh, 2002).
1. Mensubtitusi sinonim.
2. Berpikir secara katagoris.
3. Mencari tahun publikasi yang lebih lama (yang lebih dari 3 tahun), bila
pada tahun publikasi terbaru tidak ditemukan.
4. Memeriksa ejaan yang digunakan sebagai kata kunci pencarian.
5. Menggunakan kata-kata yang lebih sedikit.
6. Mencari dalam database yang lain.
7. Mencoba variasi dari kata kunci.

Bila dalam penelusuran literatur elektronik/Web, artikel yang muncul


terlalu banyak, tindakan yang harus dilakukan adalah:
1. Menambah kata kunci.
2. Membaca sepintas lalu judul yang biasa digunakan untuk menentukan
apakah kata kunci lain bisa dipakai untuk mengeliminasi referensi yang
tidak diperlukan.
3. Membatasi pencarian dengan bahasa tertentu dan tipe publikasi.
4. Membaca sepintas lalu judul dan atau abstrak untuk artikel-artikel yang
merupakan ulasan dari topik yang kita cari.

Information Literacy adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui


informasi yang dibutuhkan, menentukan, mengevaluasi serta
menggunakan informasi yang dicepat secara efektif. Tahap awal dari
konsep literasi informasi adalah keterampilan mengidentifikasi.
Identifikasi dalam modul ini, adalah suatu proses untuk mengetahui,
mengenali dan memahami sumber informasi dan topik yang sesuai dengan
kebutuhan.

2.5 Identifikasi Sumber Informasi


 Membedakan sumber informasi (primer, sekunder dan tersier);
 Mengetahui siklus penciptaan informasi;
 Mengetahui karakteristik sumber informasi;
 Mengembangkan topik;
 Mengembangkan kata kunci; dan
 Menentukan kata kunci
Berdasarkan penciptaanya, terdapat tiga jenis sumberinformasi, yaitu :
1. Sumber primer (primary sources) merupakan informasi yang berasal dari
penemuanbaru atau ilmu pengetahuan baru. Sumber primer disebut juga
informasi yangberasal dari asalnya, yang dihasilkan penulis atau peneliti.
Sumber primer, adayang diterbitkan dan ada yang tidak diterbitkan.
Contoh sumber primer yang diterbitkan adalah :
 Laporan penelitian
 Paten
 Prosiding
 Skripsi, Tesis, Disertasi (jika diterbitkan sebagai artikel atau buku)

Contoh sumber primer yang tidakditerbitkan adalah :

 Berkas pribadi
 Berkaslembaga

 Buku harian, memo

 Lukisan

 Skripsi, tesis, disertasi

2. Sumber Sekunder (secondary sources) merupakan penilaian, ringkasan


ataukritikan terhadap suatu karya atau penelitian seseorang. Informasi
tentangsumber primer yang disusun secara sistematis supaya mudah
diakses.
Contoh sumber sekunder adalah :
 Buku
 Jurnal
 Majalah
 Ulasan (reviews)
 Essay
 Antologi

3. Sumber Tersier (tertiary sources) merupakan memuat informasi berupa


saringan,rangkuman atau kumpulan dari sumber primer dan sekunder.
Contoh sumber tersier adalah:
 Indeks
 Abstrak
 Almanac
 Ensiklopedia
 Bibliografi

2.6 Strategi Penelusuran


Strategi pencarian informasi dapat digunakan untuk mencari dan
menemukan sumber informasi secara efektif dan efisien untuk mendapatkan
hasil yang relevan. Pencarian informasi ini dapat ditemukan di perpustakaan
maupun di internet. Tujuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas/tulisannya
menggunakan strategi pencarian adalah untuk:
 Menghindari jumlah informasi yang terlampau banyak
 Menghindari informasi yang tidak relevan
 Menghindari informasi yang terlampau luas cakupannya
 Mendapatkan informasi yang lebih spesifik cakupannya
 Mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya

A. Strategi Penelusuran

Sebelum melakukan penelusuran informasi, kita harus sudah menentukan:


a. Kata-kata kunci yang berkaitan dengan topik utama
b. Jenis informasi apa yang akan dicari
c. Format atau bentuk sumber informasi yang diperlukan
d. Lokasi, tempat atau alamat sumber informasi berada
a) Kata-kata kunci atau kata-kata yang mengandung suatu konsep dapat
dikumpulkan dengan cara curah-gagasan (brainstorming), baik dengan
diri sendiri maupun dengan orang lain.Contoh brain storming adalah
bertanya kepada nara sumber, membaca buku atau akses Internet,
berdiskusi dengan teman, mengamati suatu objek dan
memvisualisasikannya dalam diagram,dsb.

Contoh sebuah topik: "Peran gizi dalam keluarga"

Pertama tentukan kata kunci yang mengandung konsep utama, yaitu:

Konsep utama

1 2 3
Peran Gizi Keluarga

Kemudian kembangkan setiap konsep dengan bainstorming


sehingga diperoleh konsep lain yang berhubungan dengan konsep
utama,sbb:

Konsep utama dan konsep yang berhubungan

Peran Gizi Keluarga

Fungsi Nutrisi Rumah Tangga

Pengaruh Makanan Anak

Dampak Diet Kelompok Umur

Efek Junk Food Kebiasaan


Dalam mengumpulkan konsep-konsep atau kata-kata kunci yang
berhubungan dapat menggunakan sinonim kata, jamak/tunggal,
antonim,singkatan atau bahasa Inggris.

Contoh

Peran Gizi Keluarga

Fungsi Nutrisition Family

Pengaruh Food Children

Dampak Kuliner Parent

Efek Junk Food Kebiasaan

Kata-kata kunci tersebut kemudian digabungkan dengan


menggunakan ’operator pencarian”

 Operator Boole (AND, OR dan NOT)

 Pemenggalan (truncation), *, ?

B. Alat Bantu Pencarian


Alat pencarian (search tools) dapat berupa benda fisik maupun benda tak
berwujud (sistem pola pencarian, dsb). Beberapa alat pencarian yang populer
digunakan untuk pencarian literatur medis, diantaranya:
1. Katalog. Merupakan daftar komprehensif yang berisikan urutan buku,
peta, jurnal, atau materi lainnya, yang disusun secara sistematik (biasanya
menurut nama penulis, judul, dan/ atau topik) guna memudahkan proses
pencarian. Katalog pada perpustakaan modern sudah tergantikan dengan
daftar kepustakaan elektronik yang dapat diakses secara online.
2. Mesin pencari dengan website. Merupakan hasil pencarian terhadap kata
kunci tertentu di mesin pencari world wide web (umumnya google, yahoo,
bing, dsb). Hasil pencarian berupa daftar temuan yang disebut hits.
Susunan informasi dapat berupa halaman website, gambar, video, daftar
buku, peta, serta informasi lainnya. Terdapat perbedaan hasil pencarian,
saat memasukkan kata kunci pada halaman pencarian google bila
dibandingkan dengan halaman pencarian google scholar.
3. Search terms. Seringkali juga disebut dengan kata kunci (keywords),
merupakan subjek, topik, atau kata pembeda yang digunakan sebagai
tolok ukur proses pencarian isnformasi. Penggunaan kata kunci yang
mahir dan tepat merupakan hal yang esensial dalam proses pencarian
literatur ilmiah. Kata kunci yang berbeda memberikan hasil yang berbeda,
semakin spesifik kata kunci yang digunakan, semakin spesifik hasil
pencarian literatur yang didapatkan. Dengan demikian, sebelum
melakukan proses pencarian diperlukan proses berpikir aktif untuk
menentukan daftar kata kunci (serta sinonimnya) yang berpotensi
memberikan hasil pencarian dengan lebih spesifik.
4. Subject headings. Merupakan daftar istilah/ bahasa yang digunakan untuk
melakukan klasifikasi pada daftar kepustakaan yang dimiliki suatu
perpustakaan. Subject headings menunjukkan topik kunci suatu publikasi.
Medical Subject Headings (MeSH) yang dikembangkan oleh National
Library of Medicine (NLM) merupakan salah satu contohnya.
5. Phrase searching. Penggunaan metode ini berguna bila kata kunci yang
dicari menggunakan gabungan dua kata atau lebih. Tanda petik diantara
gabungan kata akan membantu proses pencarian sehingga menjadi lebih
efisien, hanya informasi yang memuat gabungan kata tersebut yang
dimunculkan dalam kolom hasil pencarian. Contohnya adalah “hospital
management”, dsb
6. Boolean operators. Boolean logic merupakan sistem logika yang
dikembangkan oleh George Boole, seorang matematikawan
berkebangsaan Inggris (1815-1864) yang memungkinkan pengguna
menggunakan kombinasi kata atau frase yang mewakili konsep saat
melakukan pencarian literatur ilmiah pada katalog online atau daftar
kepustakaan berdasarkan kata kunci yang digunakan.
7. Wildcard/ Truncation. Metode ini memungkinkan kita untuk mencari
database menggunakan kata yang pada akhirannya digantikan oleh
simbol dengan tujuan mencari kata kunci yang sebagian adalah kata kunci
yang kita gunakan. Database yang berbeda mungkin menggunakan
simbol yang berbeda, sebagai contoh (*), ($), dan (?). Contoh, saat
mengetik child* pada suatu database, maka hasil pencarian akan
menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan kata kunci child,
children, childhood, atau childcare.
8. Grouping/ Nesting. Disimbolkan dengan ( ), merupakan teknik pencarian
yang merupakan pembatasan pada konsep serupa pada suatu kata kunci,
ditunjukkan dengan perintah logika OR dan diekspresikan dalam
terminologi yang berbeda, sebagai suatu terminologi tunggal. Prinsip
serupa dengan pengutamaan operasi di dalam suatu daerah yang dibatasi
tanda kurung. Contoh berupa: (paracetamol OR acetaminophen) (fever
OR febrile).
9. Limits/ Filters. Database umumnya memiliki fungsi pembatasan untuk
membantu kita membatasi jumlah hasil pencarian agar tidak terlalu luas
ataupun terlalu banyak jumlahnya. Penggunaan pembatasan umumnya
berupa:
a. Waktu publikasi (tahun)
b. Tipe publikasi (buku, jurnal, berita, dsb)
c. Kelompok usia
d. Bahasa
e. Gender
f. Jenis tipe file (doc, pdf, dsb).

C. Cara Melakukan Pencarian Literature


Implementasi keterampilan pencarian literatur ilmiah mengikuti prinsip Plan
– Do – Check – Act (PDCA cycle), yaitu. Tahapan dalam melakukan pencarian
literatur ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Menentukan topik pencarian yang sesuai.
2. Memilih kata kunci yang tepat dan mewakili topik yang diinginkan.
Penentuan kata kunci dapat menggunakan strategi PICO (Population/
Problem – Intervention/Indicator – Comparator – Outcome) atau
ECLIPSE (Expectation – Client Group – Location – Impact –
Proffesionals – Service).
3. Menentukan di mana akan melakukan pencarian literatur. Pencarian dapat
dilakukan di perpustakaan, menggunakan katalog (offline maupun online),
maupun mengakses database online.
4. Menggunakan strategi pencarian menggunakan alat pencarian sehingga
dapat mengoptimalkan hasil pencarian.
5. Mengobservasi dan melakukan penilaian terhadap hasil pencarian.
6. Revisi pada proses pencarian apabila diperlukan.

Tips yang dapat digunakan untuk mengefektifkan proses pencarian adalah


1. Rencanakan pencarian, mengidentifikasi kata kunci yang mewakili topik
yang ingin ditemukan.
2. Hindari menggunakan terminologi yang terlalu umum dan luas, gunakan
terminology spesifik untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik dan
relevan.
3. Gunakan fungsi pembatasan (limits) bila diperlukan.
4. Buat akun. Umumnya database online mengizinkan kita untuk
mendaftarkan akun pribadi pada database mereka untuk membantu kita
mengatur proses pencarian, menyimpan hasil pencarian atau referensi,
teknis tertentu baik panduan maupun tanda peringatan, serta hal lainnya.

D. Kriteria Evaluasi
Secara umum, kriteria dalam melakukan evaluasi dibagi ke dalam 3 bagian
utama. Informasi lengkap akan tertulis di masing-masing jenis evaluasi. Pada
sumber tercetak dan non tercetak memiliki beberapa kesamaan dalam hal
mengevaluasi satu karya.
 Kepengarangan (Authorship), mengecek kredibilitas dari dari pengarang
atau organisasi dari karya yang akan dibaca.
 Kesesuaian (Relevance), kesesuaian dibutuhkan untuk mengetahui tingkat
relevansi dengan topik yang akan ditulis. Meskipun informasi memiliki
kualitas sangat baik tetapi tidak relevan dengan rencana tulisan yang akan
dibuat tetap tidak dikategorikan relevan.

 Kekinian (Currency), kekinian sangat dibutuhkan untuk lebih mengetahui


perkembangan satu ilmu. Ini penting karena dengan melihat kekinian maka
satu ilmu akan diketahui seberapa jauh tingkat perkembangannnya.
 Evaluasi Sumber Informasi Tercetak

1. Pengarang (Author)

- Anda dapat mengetahui latar belakang penulis, seperti pendidikan,


posisi saat ini dll.?

- Apakah penulis berkualitas (qualified) memiliki otoritas untuk menulis


untuk menulis pada satu topik tertentu?

2. Tanggal penerbitan (Date of publication)

- Kapan buku atau artikel tersebut diterbitkan?

- Apakah tanggal tercantum sesuai dengan topic yang akan ditulis?

3. Penerbit (Publisher)

- Apakah anda mengenal dengan baik penerbitnya?

- Apakah penerbit sudah terbiasa dalam menerbitkan karya-karya ilmiah,


seperti Oxford University Press; UI Press dll.?

4. Judul jurnal (Title of Journal)

- Apakah jenis Jurnal dikategorikan ilmiah, popular atau perdangangan?

- Apakah jurnal masuk kategori jurnal ilmiah?

5. Pembaca yang dituju (Intended audience)

- Apakah karya tersebut ditujukan untuk kelompok pembaca tertentu?

- Apakah karya tersebut dikategorikan karya umum yang bisa dibaca


oleh masyarakat umum?
6. Objektifitas (Objectivity / Bias)

- Apakah karya tersebut objektif berdasarkan kajian ilmiah atau


penelitian?

- Apakah data yang ditampilkan merupakan data factual, bukan


propaganda atau pendapat umum?

7. Isi (Content)

- Apakah isi diperoleh dari sumber pertama (primary sources) atau


sekunder (secondary sources)?

- Apakah karya tersebut masuk dalam sumber pertama di bidangnya?

8. Tinjauan (Reviews)

- Apakah terdapat tinjauan terhadap karya-karya tersebut, contoh artikel


jurnal dan buku dll. ?

- Apakah karya tersebut sudah ditinjau dari sudut pandang yang berbeda,
seperti sudut pandang ahli di bidang lain.?

 Evaluasi Sumber Informasi Non Tercetak

 Pengarang atau organisasi (Author or Organization)

- Adakah karya lainnya dari penulis tersebut?, Jika ya, apakah penulis
sudah jelas identitasnya?

- Apakah penulis mempunyai kapabilatas untuk menulis di topic


tersebut?

- Apakah penulis berafiliasi dengan universitas dan organisasi tertentu?


- Adakah karya-karya penuls di sitasi oleh penulis lainnya?

- Apakah sumber-sumber tersebut mewakili kelompok, organisasi,


kelembagaan, korporasi atau badan lembaga lainnya?

- Adakah sarana berkomunikasi lebih lanjut (kontak) dengan penulis dan


atau organisasi tersebut?

 Ketepatan (Accuracy)

- Apakah sumber informasi tersebut sudah di edit atau di kaji sebelum


dipublikasikan?

- Apakah informasi yang fatual sudah diverifikasi dengan sumber-


sumber yang terpecaya?

- Apakah sudah jelas siapa yang bertanggungjawab terhadap ketepatan


informasi tersebut?

- Apakah data dalam bentuk grafik, diagram sudah jelas sumber


informasinya?

 Kekinian (Currency)

- Adakah tanggal kapan karya tersebut dibuat atau diterbitkan?

- Sudah jelaskan kapan sumber tersebut terakhir diperbaharui, direvisi


atau di edit?

- Adakah indikasi jika materi tersebut sering diperbarui atau secara


konsisten selalu menampilkan informasi terkini?

- Adakah links ke wesites yang terbaru?

 Objektif (Objectivity)
- Apakah halaman situs bebas iklan atau promosi?

- Apakah halaman yang ditampilkan bias atau mengandung banyak


perspektif?

- Adakah kejelasan tentang sudut pandang lain dari subjek tersebut di


masa yang akan dating?

- Apakah mengandung bahasa yang provokatif?

 Cakupan (Coverage)

- Apakah sumber informasi tersebut selalu terbaru dari karya lainnya


dan mendukung karya lain yang and abaca sebelumnya?

- Apakah sumber informasi mencakup topic yang komprehensif atau


hanya meninjau dari satu aspek saja?

- Apakah sumber online tersebut sudah baik atau masih dalam penataan
(under construction)?

- Jika sumber online memiliki sumber tercetak, apakah bentuk tercetak


sesuai dengan informasi di website, atau hanya ada di situs saja tanpa
bentuk tercetak?
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari uraian mengenai kajian pustaka maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
9. Sumber dan strategi untuk mencari literatur yang terkait berupa:
a. Menggunakan katalog perpustakaan
b. Menggunakan index, abstrak dan referensi umum
c. Menggunakan database online
d. Menggunakan World Wide Web
10. Beberapa saran untuk memaksimalkan anda dalam perpustakaan,
diantaranya.
a. Pergi keperpustakaan dilengkapi dengan alat pengumpulan data.
b. Identifikasibahan (buku, artikel, dll) yang dibaca dan menentukan apa
yang terdapat dalam perpustakaan.
c. Mengembangkan rencana yang terorganisir untuk menemukan
sumber-sumber yang telah diidentifikasi.
d. Melacak sumber.
e. Mencatat semua dasar informasi yang dibaca dari setiap sumber.
f. Identifikasi strategi untuk mendapatkan sumber-sumber yang tidak
tersedia.
11. Setelah mendapatkan sumber, hendaknya melakukan evaluasi terhadap
sumber yang didapatkan dan mensintesisnya menjadi bagian yang padu.

3.2 Saran
Sebagai seorang peneliti sebaiknya memanfaatkan literatur yang berada di
lingkungannya sekarang secara efisien. Selain itu peneliti yang akan
melakukan studi literatur perlu memilah-milah mana litertur yang seharusnya
digunakan dan mana yang seharusnya tidak digunakan, hal ini bertujuan untuk
kevalidasian suatu penelitian.
DAFTAR PUSTAKA

Saleh, Abdul Rahman, Penelusuran Informasi Literatur di Perpustakaan IPB


Menggunakan CDS/ISIS. Bogor : IPB, 2000.
xa.yimg.com/.../panduan+penelusuran+literatur+di +pe... diakses tanggal 8
Juli 2019

Sri Hartinah, Penelusuran Literatur. Jakarta : UT, 2010 Qolyubi, Syihabuddin,


Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Dokumentasi. Yogyakarta : UIN Sunan
Kalijaga, 2003

Leedy, Paul D. And Ormord, J, E. 2010. Practical Research: Planning and


Design. 9th Edition. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson, Merril
Prentice Hall.

Surachman Arif. Strategi Penelusuran yang


Efektif.http://mpetipstrikpenelusuranjurnal.blogspot.com/2013/12/strategi
penelusuran-informasi-yang_10.html. diakses pada tanggal 30 april 2015

Anda mungkin juga menyukai