Anda di halaman 1dari 7

Penguat operasional pada rangkaian elektronika aritmatik

Komparator
Untuk mengetahu nilai tegangan mana yang lebih besar, diperlukan perbandingan tegangan
dimana bentuk keluarannya berupa ya/tidak saja. Sebuah pembanding atau komparator adalah
rangkaian dengan dua tegangan masukan (membalik dan tak membalik), dan satu tegangan
keluaran. Apabila tegangan tak membalik (positif) lebih besar daripada tegangan membalik
(negatif), pembanding menghasilkan tegangan keluaran yang tinggi, namun bila tak membalik
lebih kecil daripada tegangan membalik, pembanding menghasilkan teganagn keluaran yang
rendah. Keluaran tinggi melambangkan ya, keluaran rendah melambangkan tidak. Rangkaian
dasar dari komparator pada gambar dibawah ini.

Untuk mencari nilai Vref dapat menggunakan rumus dibawah ini.

Apabila Vin lebih kecil dari Vref maka tegangan keluaran akan bersifat negatif/rendah,
sedangkan apabila nilai Vin lebih besar dari Vref maka tegangan keluaran akan bersifat
positif/tinggi. Kapasitor pada rangkaian tersebut berfungsi untuk mengurangi riak catu daya yang
muncul pada rangkaian pembalik. Agar dapat bekerja dengan baik, maka frekuensi yang masuk
pada rangkaian pembalik (antar R1 dan R2) harus jauh lebih rendah dari frekuensi riak supaya
kapasitor dapat bekerja dan mengurangi riak akibat catu daya Vref. Karakteristik dari komparator,
tanpa menggunakan resistor dan kapasitor pada rangkaian pembalik dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Penjumlah
Rangkaian penguat penjumlah merupakan rangkaian penjumlah dasar yang disusun dengan
penguat inverting atau non inverting yang diberikan input lebih dari 1 garis. Rangkaian dibawah
ini merupakan contoh penguat penjumlah pada inverting

Sinyal input (V1, V2, V3) diberikan ke line input penguat inverting berturut-turut melalui R1,
R2. dan R3. Besarnya penjumlahan sinyal input tersebut bernilai negatif karena penguat
operasional pada mode inverting (pembalik). Maka besarnya nilai penguatan merupakan
perbandingan antara Rf dengan masing-masing tahanan pada inputan. Sedangkan untuk nilai
tegangan outputnya merupakan hasil penjumlahan dari perkalian masing-masing penguatan
dengan tegangan input, apabila dirumuskan sebagai berikut.

Sedangkan apabila terjadi pada rangkaian non-inverting, biasanya nilai R1, R2, dan R3 sama,
hal ini dikarenakan agar nilai penjumlahan yang diberikan rangkaian bersifat stabil. Oleh karena
itu nilai penguatannya sama dengan rumus pada penguat non inverting pada umumnya.
Sedangkan untuk tegangan keluarannya merupakan hasil kali rata-rata tegangan input dengan
penguatan, apabila dirumuskan.

Integrator
Rangkaian yang menyelenggarakan operasi integrasi secara matematis karena dapat
menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan integral masukan. Rangkaian integrator
banyak digunakan dalam “komputer analog” sebagai alat bantu untuk menyelesaikan persamaan
integral. Rangkaian ini dapat dibuat dengan menempatkan kapasitor antar masukan pembalik dan
keluaran kemudian masukan tak-membalik ditanahkan. Untuk lebih jelasnya seperti gambar
dibawah ini.

Berdasarkan rangkaian diatas, pada rangkaian dc kapasitor dianggap terbuka, maka tegangan
saat tertutup dengan tegangan saat terbuka memiliki nilai yang sama pada frekuensi sama dengan
nol. Hal ini menimbulkan tegangan ofset yang keluar terlalu banyak. Tanpa umpan balik negatif
pada frekuensi nol, rangkaian akan memperlakukan ofset masukan sama dengan sinyal masukan.
Ofset masukan pun akan mengisi kapasitor dan menggerakkan keluaran menjadi jenuh positif
atau negatif. Untuk mengurangi pengaruh ofset masukan ialah dengan memasang tahanan secara
paralel terhadap kapasitor, tapi nilainya harus 10 kali lebih besar dari tahanan masuk. Jika sudah
demikian, maka nilai tegangan pada rangkaian tertutup sebesar -10 V, dan tegangan ofset keluar
akan berkurang. Integrator bekerja dengan baik karena arus masih tetap mengalir ke kapasitor.

Differensiator
Differensiator adalah rangkaian yang melakukan operasi diferensiasi secara matematika.
Rangkaian ini menghasilkan tegangan keluar yang sebanding dengan kemiringan tegangan
masuk. Sinyal masukan pada differensiator berupa pulsa persegi, kemudian keluaran dari
rangkaian ini berbentuk loncatan pada titik positif dan negatif, dimana loncatan positif terjadi
saat tepi mendahului masukan, dan loncatan negatif terjadi pada saat tepi ketinggalan dari
rangkaian. Rangkaian dari differensiator sebagai berikut.

Berdasarkan rangkaian diatas, saat tegangan masuk berubah dari 0 ke V, maka kapasitor akan
terisi secara eksponensial. Setelah mencapai lima kali tetapan waktu, tegangan kapasitor berada
dalam 1 persen dari tegangan akhir V. Setelah itu tegangan mengalami penurunan secara
eksponensial, pada tepi ketinggalan pulsa tegangan masuk melompat kearah negatif. Harga
setiap loncatan mempunyai harga puncak yang mendekati nilai V. Berikut ini gambar dari bentuk
sinyal diferensiator.

Untuk mencari nilai tegangan pada resistor, dapat menggunakan pengurangan antar tegangan
masukan (Vin) dengan teganga kapasitor (Vc). Sedangkan tegangan keluarannya dapat dicari
dengan mengalikan arus pada kapasitor dengan nilai tahanan pada rangkaian umpan balik. Nilai
arus kapasitor dapat dicari dengan mengalikan nilai kapasitansi pada rangkaian dengan tegangan
input kemudian dibagi satuan waktu (biasanya 1 ms). Dibawah ini merupakan rumusannya.
VR = Vin - VC
Lampiran
a. Lembar Penilaian Sikap (Afektif)

LEMBAR PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF)

Mata Pelajaran : Penerapan Rangkaian Elektronika


Kelas / Program : XI TAV A/ Teknik Audio Video
Kompetensi : KD 3.5. Menerapkan penguat operasional pada rangkaian elektronika
aritmatik
KD 4.5. Menguji penguat operasional pada rangkaian elektronika
aritmatik
Observasi Persentasi Unjuk Kerja

Kemampuan

Penggunaan
Kemampuan

Perawatan
persentasi

Menjawab
Disiplin

Kerjasama

bahan
Aktif

Isi
No Nama Siswa

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)


1. AHMAD RIZKY SYUHADA

2. AMIN RAZIATIFUDIN

3. ANDIKA ROSANKY

4. ARI WIBISONO

5. BENNE PRAAKESA

6. DIMAS SURYANTAMA PUTRA

7. DWI SEPTIANI

8. ERIK ERLANDA

9. FEBYAN SULASTRI

10. FIQRIH

11. IKA FITYAN MAULANA

12. INDAH NURYANTI

13. INTAN PUTRI ANA

14. JUNAYDI ICHSAN

15. LELY ARYANTI

16. MA’RUF AFIFUDDIN. S


Predikat Penilaian Sikap
A Sangat Baik 4
B Baik 3
C Cukup 2
D Kurang 1
E Sangat Buruk 0

b. Soal tertulis
Pengetahuan
1. Apakah yang dimaksud dengan komparator ?
2. Apakah yang dimaksud dengan rangkaian penjumlah ?
3. Perhatikan gambar dibawah ini !

Jika V1 = 10 V, V2 = 12 V berapakah nilai tegangan keluarannya ?


4. Apakah fungsi dari rangkaian integrator ?
5. Apakah yang dimaksud dengan diferensiator ?
6. Rumus apakah yang digunakan untuk mecari nilai tegangan keluar pada diferensiator ?

Keterampilan
Rangkailah rangkaian komparator, integrator, dan differensiator kemudian apakah
karakteristiknya sesuai dengan yang ada di teori ? Kemudian rangkai juga rangkaian
penjumlah kemudian apakah tegangannya sesuai dengan analisa kalian ?

Kunci Jawaban :
1. Komparator adalah rangkaian dengan dua tegangan masukan (membalik dan tak membalik),
dan satu tegangan keluaran.
2. Rangkaian penguat penjumlah merupakan rangkaian penjumlah dasar yang disusun dengan
penguat inverting atau non inverting yang diberikan input lebih dari 1 garis
3. Dik : V1 = 10 V
V2 = 12 V
Jawab :

4. Integrator dapat berfungsi sebagai komputer analog atau sebagai alat bantu untuk
menyelesaikan persamaan integral.
5. Differensiator adalah rangkaian yang melakukan operasi diferensiasi secara matematika,
dimana rangkaian ini menghasilkan tegangan keluar yang sebanding dengan kemiringan
tegangan masuk.
6.

Jakarta ……………………
Guru Bidang Studi

DRA. WAHYU PURWANTI


NIP. 195805091984032003