Anda di halaman 1dari 2

Astigmatisma

Astigmatisma adalah kelainan refraksi mata dimana didapatkan bermacam- macam


derajat refraksi pada berbagai macam meridian sehingga sinar sejajar yang datang
pada mata akan difokuskan pada berbagai macam fokus pula.

Terdapat 2 etiologi, yaitu kelainan pada lensa dan kelainan pada kornea. Adapun
gejala klinis dari astigmatisme adalah penglihatan kabur atau terjadi distorsi. Pasien
juga sering mengeluhkan penglihatan mendua atau melihat objek berbayang-bayang.
Sebahagian juga mengeluhkan nyeri kepala dan nyeri pada mata.

keluhan yang dirasakan dapat berupa:

 Distorsi penglihatan, misalnya melihat garis lurus tampak miring.


 Pandangan yang samar atau tidak fokus.
 Sulit melihat saat malam hari.
 Mata sering tegang dan mudah lelah.
 Sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu.
 Sensitif terhadap sorotan cahaya (fotofobia).
 Kesulitan membedakan warna yang mirip.
 Penglihatan ganda (pada kasus astigmatisme yang parah).
 Pusing atau sakit kepala.

Pemeriksaan untuk mendiagnosis astigmatisma dapat berupa:

 Tes ketajaman penglihatan


 Uji refraksi
 Keratometry
 Topografi Tes
Koreksi dengan lensa silinder akan memperbaiki visus pasien. Selain lensa terdapat
juga pilihan bedah yaitu dengan Radial keratotomy (RK) dan Photorefractive
keratectomy (PRK).