Anda di halaman 1dari 6

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

Pada hari ini ........ tanggal.......... .............., kami yang bertanda tangan di bawah ini :

NAMA : H. RIDWAN AS.

PEKERJAAN : Direktur Utama PT ASARI KARYA BUANA

ALAMAT : Jalan Laode Hadi, RT.011, RW. 004,

Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia,

Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagai Pemilik Lahan demikian, dan sekaligus
bertindak sebagai Representasi/Perwakilan dari Masyarakat Pemilik Lahan Desa
Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan.

Untuk selanjutnya disebut "PIHAK PERTAMA"

NAMA : IR. ASRUL HAMZAH

PEKERJAAN : Wiraswasta/Pengusaha tambang

ALAMAT : Jl. Ahmad Yani No.100c, Kelurahan Bende, kota Kendari

Dalam hal ini bertindak sebagai Pihak Pengelola Pertambangan Nikel. Untuk selanjutnya
disebut "PIHAK KEDUA"

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, bertindak sebagaimana tersebut diatas


menerangkan terlebih dahulu dalam surat perjanjian ini :

1. Bahwa PIHAK PERTAMA, sebagai Pemilik Lahan yang dubuktikan dengan dokumen
pendukung kepemilikan (foto copy terlampir) dan juga selaku representasi/.perwakilan
masyarakat pemilik lahan yang dibuktikan dengan dokumen pendukung (foto copy
terlampir) dan telah melakukan pengkajian kelayakan produksi tambang di Desa
Lalonggasu, menyadari sepenuhnya bahwa kawasan Desa Lalonggasu menyimpan poteni
bahan galian tambang nikel yang sangat produktif untuk ditambang, diolah agar
memperoleh manfaat untuk kesejahteraan masyarakat.
2. Bahwa kawasan daerah tambang tersebut telah dikuasai oleh PIHAK PERTAMA
sebagaimana tertuang dalam akta notaris Asbar Imran, SH. Nomor WAARMERKING
448/W/IV/2011 tanggal 25 April 2011 dan berdasarkan akta notaris Sudirman, SH.,
M.Kn nomor WAARMERKING : 100M/11/2012 tanggal 22 Februari 2012 tentang
Perjanjian Kerjasama Pemilik Lahan Dengan PT ASARI KARYA BUANA (foto copy
terlampir)
3. Bahwa PIHAK KEDUA sebagai team (kelompok) yang memiliki kemampuan untuk
memfasilitasi terselenggaranya pekerjaan produksi dan penjualan bahan tambang nikel,
akan bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA dalam pemanfaatan lahan tambang yang
saat ini sedang dalam permasalahan sengketa dengan pihak lain.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, telah

saling setuju dan sepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama dengan ketentuan dan
syarat-syarat sebagai berikut.

TUJUAN PERJANJIAN KERJASAMA

Pasal 1

Tujuan Surat Perjanjian Kerjasama ini dibuat adalah untuk memberikan kepastian hukum
tentang segala kewajiban-kewajiban dan hak-hak PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA
yang timbul dalam kerjasama ini, dan sekaligus menjadi ketentuan/peraturan yang harus
ditaati dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak dalam kerjasama ini, sehingga kerjasama
dapat memberikan manfaat dan keuntungan kepada PARA PIHAK secara efektif dan efisien.

OBYEK KERJASAMA

Pasal 2

Perjanjian kerjasama ini diadakan untuk mengatur mekanisme pengelolaan kawasan/daerah


tambang yang dikuasai oleh PIHAK PERTAMA, seluas + 300 HA (tiga ratus hektar) yang
terletak di Desa Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan pada Posisi
Titik Koordinat: ……………………………………………………………………………….

yang akan dikelola oleh PIHAK KEDUA untuk dimanfaatkan dan dikelola sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku khususnya dalam bidang Pertambangan,
termasuk segala perizinan yang diperlukan serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar
PARA PIHAK dapat mendapatkan hasil pengelolaan pertambangan yang terletak di Desa
Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara
BERLAKUNYA KERJASAMA

Pasal 3

1. Perjanjian kerjasama ini berlaku terhitung sejak diterbitkannya dan diselesaikannya


permasalahan sengketa diatas lahan PIHAK PERTAMA yang diselesaikan oleh PIHAK
KEDUA
2. Perjanjian kerjasama ini berlaku terus dan akan dievaluasi per tahun sampai kawasan
pertambangan tidak ekonomis lagi untuk ditambang.

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PARA PIHAK

Pasal 4

1. Kewajiban-kewajiban PIHAK PERTAMA antara lain :


a. Bertanggung jawab terhadap keamanan di wilayah areal penambangan, termasuk
bilamana ada gangguan dari masyarakat/penduduk setempat.
b. Membantu menfasilitasi bilamana PIHAK KEDUA bermaksud untuk bertemu dengan
Pejabat Instansi Pemerintah yang terkait dengan usaha penambangan tersebut.
c. Menyerahkan segala dokumen-dokumen yang terkait dengan pertambangan seperti:
Data Bor, Gambar/Peta Titik Koordinat Lokasi Tambang dimaksud;

2. Kewajiban-kewajiban PIHAK KEDUA antara lain :


a. Melakukan negosiasi dan mengurus segala kebutuhan dokumen yang diperlukan agar
wilayah yang bersengkata/bermasalah dapat dikelola dan beroperasi sebagaimana
mestinya.
b. Memberikan royalty kepada PIHAK PERTAMA sebesar US$.......... (.....) dolar
Amerika Serikat per MetrikTon atas pengelolaan usaha pertambangan tersebut.
c. Membayar segala pajak-pajak/retribusi daerah sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh Pemerintah tentang produksi dan ekspor nikel.
d. Bertanggung jawab atas segala biaya-biaya dan/atau dana-dana pengurusan yang
diperlukan berkaitan dengan usaha penambangan tersebut.
e. Membangun Sarana Prasarana Sosial Masyarakat khususnya masyarakat Desa
Lalonggasu antara lain :
• Membangun sarana ibadah
• Membangun sarana pendidikan
• Membangun sarana kesehatan
• Membangun sarana perbaikan lingkungan/penghijauan.

HAK-HAK PARA PIHAK

Pasal 5

1. Hak-hak PIHAK PERTAMA antara lain :


a. Memperoleh kesempatan untuk turut serta menjadi kontraktor Pertambangan dalam
usaha pengelolaan pertambangan termaksud;
b. Memperoleh Royalty dari PIHAK KEDUA sebesar US$ ..... .......) dollar Amerika
Serikat per Metrik Ton ;
2. Hak-hak PIHAK KEDUA antara lain :
a. Memperoleh hak pengelolaan penambangan di areal Pertambangan milik Pihak
Pertama termaksud;.
b. Menerima semua hasil penjualan bahan tambang nikel setelah dikeluarkan segala
Pajak-pajak dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan tersebut.

ROYALTY DAN CARA PEMBAYARAN

Pasal 6

1. Royalti yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA sebesar
US$...... ........) dollar Amerika Serikat net Per Metrik Ton;.
2. Pembayaran Royalti tersebut, akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK
PERTAMA, setelah seluruh persyaratan administrasi pengangkutan dinyatakan lengkap
oleh instansi Syahbandar yang berwenang sebesar jumlah metrik ton yang diangkut oleh
kapal dan pembayaran dilakukan sebelum kapal tersebut meninggalkan pelabuhan.

SANKSI-SANKSI

Pasal 7

1. Setelah perjanjian kerjasama ini ditandangani oleh PARA PIHAK, maka PIHAK
PERTAMA tidak boleh lagi bekerjasama dengan pihak lain dalam Areal penambangan
nikel milik Pihak Pertama tersebut.
2. Bilamana PIHAK KEDUA merugikan PIHAK PERTAMA, dalam hal hak-hak PIHAK
PERTAMA tidak diberikan atau dibayarkan sebagaimana mestinya berdasarkan
perjanjian kerjasama ini, maka PIHAK KEDUA wajib membayar ganti kerugian kepada
PIHAK PERTAMA sebesar 100% dari hak-hak yang seharusnya diterima PIHAK
PERTAMA .
3. Sebaliknya, jika Areal Penambangan milik Pihak Pertama termakud ternayata kemudian
tidak dapat dikelola oleh Pihak Kedua karena adanya permasalahan/sengketa antara Pihak
Pertama dengan Mayarakat pemilik lahan yang diwakilinya, maka Pihak Pertama wajib
menggantkan segala kerugian yang timbul dan diakibatkan oleh permasalahan/engketa
termaksud;

BERAKHIRNYA PERJANJIAN KERJA


Pasal 8

Perjanjian Kerjasama ini dianggap berakhir dan atau batal, bilamana memenuhi hal-hal
sebagai berikut:

1. Cadangan nikel berdasarkan hasil eksplorasi pada areal tambang yang dimaksud
dinyatakan tidak ekonomis baik secara kuantitatif dan kualitatif.
2. Bilamana PIHAK KEDUA tidak dapat merealisasikan kegiatan operasional
penambangan terhitung 90 (Sembilan puluh) hari setelah perjanjian ini ditandatangani.
3. Bilamana terjadi force mejuer (keadaan memaksa) seperti perang, bencana alam, gempa
bumi, erosi tsunami yang mengakibatkan kegiatan operasianal tambang tidak dapat
berproduksi.
4. Berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK yang menganggap bahwa kerjasama sudah
tidak diperlukan dan dilanjutkan yang dituangkan dalam bentuk tertulis.

PENYELESAIAN MASALAH

Pasal 9

Bilamana terjadi perselisihan antara PARA PIHAK, maka akan diselesaikan secara
kekeluargaan bedasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat, namun bila cara jalan
musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka PARA PIHAK sepakat untuk memilih
domisili hukum yang tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kendari..

HAL-HAL LAINNYA

Pasal 10

Kedua belah pihak juga sepakat untuk bila dianggap perlu akan mengadakan tambahan atau
perubahan –perubahan terhadap perjanjian ini yang merupakan Addendum atau Amandemen
terhadap perjanjian ini dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpusahkan dengan
perjanjian ini;

Demikian Surat perjanjian kerja sama ini dibuat di atas kertas bermaterai cukup dalam
rangkap dua yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. dan berlaku sejak
ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Kendari, ………………………………
PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,

H.RIDWAN IR.ASRUL HAMZAH

SAKSI-SAKSI:

1. Tuan………………………….. (…………………………..)

2. Tuan …..…………………….. (…………………………..)