Anda di halaman 1dari 4

Kitab Ilmu

Bab 1: Keutamaan Ilmu. Firman Allah, "Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah: 11), dan, "Tuhanku,
tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."('Thaahaa: 114)

Bab 2: Seseorang yang ditanya mengenai ilmu pengetahuan, sedangkan ia masih sibuk
berbicara. Kemudian ia menyelesaikan pembicaraannya, lalu menjawab orang yang
bertanya.

1. Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa


sallam di suatu majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, datanglah seorang
kampung dan berkata, 'Kapankah kiamat itu?' Rasulullah terus berbicara, lalu sebagian
kaum berkata, 'Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun beliau benci apa
yang dikatakannya itu.' Dan sebagian dari mereka berkata, 'Beliau tidak
mendengarnya.' Sehingga, ketika beliau selesai berbicara, maka beliau bersabda, 'Di
manakah gerangan orang yang bertanya tentang kiamat?' Ia berkata, 'Inilah saya, wahai
Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka nantikanlah
kiamat.' Ia berkata, 'Bagaimana menyia-nyiakannya?' Beliau bersabda, 'Apabila
perkara (urusan) diserahkan (pada satu riwayat disebutkan dengan: disandarkan
kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat."

BAB 3
Orang yang Mengeraskan Suaranya mengenai Ilmu Pengetahuan

Bab 2. Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'anhu berkata, "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
tertinggal dalam suatu perjalanan yang kami tempuh lalu beliau menyusul kami, dan kami
telah terdesak oleh shalat (pada satu riwayat disebutkan: shalat ashar). Kami berwudhu,
dan ketika kami sampai membasuh kaki, lalu beliau menyeru dengan suara yang keras,
'Celakalah bagi tumit-tumit karena api neraka!' (Beliau mengucapkannya dua atau tiga
kali).

Bab 4. Perkataan perawi hadits dengan haddatsanaa 'telah berbicara kepada kami atau
akhbaranaa telah memberitahukan kepada kami, atau anba-anaa 'telah
menginformasikan kepada kami, Al-Humaidi berkata, "Menurut Ibnu Uyainah, perkataan
haddatsanaa, akhbaranaa, anba-anaa, dan sami'tuu adalah sama (saja). Ibnu Mas'ud
berkata, 'Telah berbicara kepada kami Rasulullah SAW, sedang beliau adalah orang yang
benar lagi dibenarkan Syaqiq berkata, "Dari Abdullah, ia berkata, 'Saya mendengarkan
Nabi suatu perkataan, Hudzaifah berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah
berbicara kepada kami dengan dua hadits. Abul Aliyah berkata, "Dari Ibnu Abbas dari
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai apa yang beliau riwayatkan (adalah) dari
Tuhannya Azza wa Jalla. Anas berkata, "Dari Nabi, beliau meriwayatkannya dari
Tuhanmu Azza wa Jalla. Abu Hurairah berkata, "Dari Nabi SAW, beliau
mcriwayatkannya dari Tuhannya Azza wa Jalla.

Bab 5: Imam Melontarkan Pertanyaan kepada Para Sahabatnya untuk Menguji


Pengetahuan Mereka

Bab 6: Keterangan tentang Ilmu dan Firman Allah, "Katakanlah, Tuhanku, tambahkanlah
kepadaku ilmu. Membacakan dan Mengkonfirmasikan kepada Orang yang
menyampaikan Berita. Al-Hasan, Sufyan, dan Malik berpendapat boleh membacakan,
Sufyan berkata, "Apabila dibacakan kepada orang yang menyampaikan suatu berita,
maka tidak mengapa dia berkata, 'Ceritakanlah kepadaku', dan "Saya dengar'. Sebagian
mereka memperbolehkan membacakan kepada orang alim dengan alasan hadits Dhimam
bin Tsa'labah yang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Apakah Allah
memerintahkanmu melakukan shalat?" Beliau menjawab, "Ya." Sufyan berkata, "Maka,
ini adalah pembacaan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dhimam
memberitahukan hal itu kepada kaumnya, lalu mereka menerimanya. Malik
berargumentasi dengan dokumen yang dibacakan kepada suatu kaum, lalu mereka
berkata, "Si Fulan telah bersaksi kepada kami", dan hal itu dibacakan kepada mereka.
Dibacakan kepada orang yang menyuruh membaca, lalu orang yang membaca berkata,
"Si Fulan menyuruhku membaca, Al-Hasan berkata, 'Tidak mengapa membacakan
kepada orang alim. Sufyan berkata, "Apabila dibacakan (dikonfirmasikan) kepada ahli
hadits (perawi, orang yang menyampaikan hadits / berita), maka tidak mengapa dia
berkata,'Ceritakanlah kepadaku. Malik dan Sufyan berkata, "Membacakan
mengkonfirmasikan) kepada orang yang alim dan bacaan orang alim itu sama saja.

Bab 5. Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu berkata, "Ketika kami duduk dengan Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam di masjid, masuklah seorang laki-laki yang mengendarai
unta, lalu mendekamkan untanya di dalam masjid, dan mengikatnya. Kemudian ia
berkata, 'Manakah di antara kalian yang bernama Muhammad?' Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam bertelekan di antara mereka, lalu kami katakan, 'Laki-laki putih yang
bertelekan ini.' Laki-laki itu bertanya, 'Putra Abdul Muthalib?' Nabi bersabda kepadanya,
'Saya telah menjawabmu.' Ia berkata, 'Sesungguhnya saya bertanya kepadamu, berat
atasmu namun janganlah diambil hati olehmu terhadap saya.' Beliau bersabda, 'Tanyakan
apa-apa yang timbul dalam dirimu.' Ia berkata, 'Saya bertanya kepadamu tentang
Tuhanmu, dan Tuhan orang-orang yang sebelummu. Apakah Allah mengutusmu kepada
seluruh manusia?' Nabi bersabda, 'Ya Allah, benar.' Ia berkata, 'Saya menyumpahmu
dengan nama Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk shalat lima waktu dalam sehari
semalam?' Beliau bersabda, 'Ya Allah, benar.' Ia berkata, 'Saya menyumpahmu dengan
nama Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk puasa bulan ini (Ramadhan) dalam satu
tahun?' Beliau bersabda, 'Ya Allah, benar.' Ia berkata, 'Saya menyumpahmu dengan nama
Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk mengambil zakat ini dari orang-orang kaya kita,
lalu kamu bagikan kepada orang-orang fakir kita?' Beliau bersabda, 'Ya Allah, benar.'
Lalu laki-laki itu berkata, 'Saya percaya pada apa yang kamu bawa dan saya adalah utusan
dari orang yang di belakang saya dari kalangan kaum saya. Saya Dhimam bin Tsa'labah,
saudara bani Sa'ad bin Bakr.
Bab 7. Keterangan tentang Perpindahan (Buku-Buku Ilmu Pengetahuan) dari Tangan ke
Tangan, dan Penulisan Ilmu Pengetahuan oleh Ahli-Ahli Ilmu Pengetahuan dari Berbagai
Negeri. Anas berkata, "Utsman menyalin beberapa mushhaf, lalu mengirimkannya ke
berbagai wilayah. Abdullah bin Umar, Yahya bin Said, dan Malik berpendapat bahwa
yang demikian itu diperbolehkan. Beberapa Ulama Hijaz mendukung pendapat itu
berdasarkan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengirimkan surat
dengan perantaraan komandan pasukan dan beliau berkata, "Janganlah kamu bacakan
surat ini sebelum kamu sampai di tempat ini dan ini." Setelah sampai di tempat itu,
komandan itu membacakannya kepada orang banyak, dan dia memberitahukan kepada
mereka apa yang diperintahkan oleh Nabi.

Bab 8. Orang yang Duduk di Tempat Terakhir Paling Jauh dari Suatu Pertemuan dan
Orang yang Menemukan Suatu Tempat Pertemuan atau Duduk di Sana. Abu Waqid al-
Laitsi mengatakan bahwa ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam duduk di masjid
bersama orang-orang, tiba-tiba datang tiga orang. Dua orang menghadap kepada Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan seorang (lagi) pergi. Dua orang itu berhenti pada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , yang seorang duduk di belakang mereka, dan
yang ketiga berpaling, pergi. Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam selesai,
beliau bersabda, "Maukah saya beritakan tentang tiga orang. Yaitu, salah seorang di
antara mereka berlindung kepada Allah, maka Allah melindunginya; yang seorang lagi
malu, maka Allah malu terhadapnya; dan yang lain lagi berpaling, maka Allah berpaling
darinya.

Bab 9. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam , "Seringkali orang yang diberi tahu suatu
keterangan lebih dapat mengingatnya daripada yang mendengarkannya sendiri.

Bab 10. Ilmu Wajib Dituntut Sebelum Mengucapkan dan Sebelum Beramal. firman Allah
Ta'ala (Maka ketahuilah (wahai Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan
Yang Hak melainkan Allah). Maka, dalam ayat ini Allah memulai dengan menyebut
ilmu. Selain itu, disebutkan bahwa ulama adalah pewaris-pewaris Nabi. Mereka mewarisi
ilmu pengetahuan. Barangsiapa yang mendapatkannya, maka dia beruntung dan
memperoleh sesuatu yang besar. "Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu
pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." Allah
Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya
hanyalah ulama.”Tiada yang memahaminya kecuali bagi orang-orang yang berilmu, Dan
mereka berkata, 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan) itu,
niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. dan
"Adakah sama orang-orang yang tahu dengan orang-orang yang tidak mengetahui." Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka
ia dikaruniai kepahaman agama. Dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar. Abu Dzar berkata, "Andaikan
kamu semua meletakkan sebilah pedang di atas ini (sambil menunjuk ke arah lehernya).
Kemudian aku memperkirakan masih ada waktu untuk melangsungkan atau
menyampaikan sepatah kata saja yang kudengar dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
sebelum kamu semua melaksanakannya, yakni memotong leherku, niscaya kusampaikan
sepatah kata dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam itu. Ibnu Abbas berkata, "Jadilah
kamu semua itu golongan Rabbani, yaitu (golongan yang) penuh kesabaran serta pandai
dalam ilmu fiqih (yakni ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum hukum
agama), dan mengerti. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud "Rabbani"' ialah
orang yang mendidik manusia dengan mengajarkan ilmu pengetahuan yang kecil-kecil
sebelum memberikan ilmu pengetahuan yang besar-besar (yang sukar).